Selasa, 05 Agustus 2014

Nyadap Karet Nyambi Jual Sabu

OKI, Metropol - Alasan harga getah karet turun, membuat  Andi alis Domi (37) warga Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI yang kesehariannya menjadi buruh penyadap karet ini mencari pendapatan lain nyambi jual narkoba jenis sabu-sabu.

Akibat perbuatannya itu dia harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dari tangan Andi polisi menyita sebelas bungkus kecil sabu dan inek merek I yang siap edar senilai Rp1 juta.

Ditemui di Mapolres OKI, tersangka mengaku, mendapatkan barang haram itu dari salah satu bandar besar narkoba di Kecamatan Cengal bernama Rusnan, melalui tangan kanannya bernama Sayak yang kerap menyuplai ke tersangka saat membutuhkan narkoba untuk dijual.

Berdasarkan pengakuan Andi, modal Rp1 juta itu, bisa untung Rp300 ribu. "Biasa saya jual saat ada acara orgen, dan ada juga warga yang datang langsung ke rumah," kata Andi.

Andi mengaku, dirinya baru lima bulan menjalankan bisnis jual narkoba. Karena kata dia, mata pencaharian sebagai penyadap karet tidak mampu menopang kehidupan keluarganya yang saat ini memiliki empat anak.

"Sekarang harga karet turun pak, kisaran Rp5 ribu per kilo. Jadi terpaksa nyambi jual narkoba. Lumayan untungnya. Selain itu saya juga sebagai pemakai," ujar Andi.

Selain menjual narkoba, tersangka Andi juga mengaku sebagai pemakai barang haram tersebut.

"Ya saya juga makai pak, tapi nunggu ada acara OT. Kalau tidak ada acara saya tidak pakai. Karena bisa rugi kalau sering dipakai," ujar bapak 4 anak ini.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat, melalui Kasat Narkoba Iptu Onkoseno, mengatakan, tersangka Andi ditangkap berdasarkan informasi warga.

Tersangka ditangkap di rumah tanpa perlawanan saat memperbaiki sepeda anaknya. Pihaknya juga mengamankan 10 paket kecil sabu dan 1 bungkus inek merek I.

Semua barang bukti itu ditemukan di luar rumah tersangka yang disimpannya di bawah karung.

"Beruntung kita berhasil menggeledah tempat menyimpan narkoba itu. Sehingga berhasil kita amankan," tandasnya. (Red)

Cibeber Raih Predikat Juara I Pelaku PNPM Tingkat Kecamatan

Lebak, Metropol - Satu prestasi yang cukup membanggakan bagi warga Kecamatan. Para anggota Muspika di Kecamatan Cibeber. Terutama bagi para pelaku PNPM, karena dari dua puluh delapan (28) Kecamatan, Cibeber mendapatkan predikat terbaik. Juara I Pelaku PNPM Tingkat Kecamatan. Juara I UPK tingkat Kecamata. Juara I Terbaik Simpan Pinjam dan  Juara II. pendamping Lokal PNPM, yang diraih oleh Kecamatan Wanasari.

“Perolehan predikat  terbaik untuk Kecamatan Cibeber ini tentunya berkat dukungan penuh serta tanggung jawab masyarakat terhadap keberadaan dana yang setiap saat digulirkan itu pengembaliannya sangat lancar dan  memuaskan,” kata Camat Cibeber Aat Permana. (Dicky Abiasa)

Dana Operasional Tanaman Talas Dipertanyakan

Bantaeng, Metropol - Salah satu program Nurdin Abdullah, selaku Bupati Bantaeng dua priode, yaitu program budidaya tanaman talas, yang konon kabarnya program ini dibudidayakan atas kerjasama dengan pihak perusahaan dari Jepang, dimana hasilnya akan memberi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi, kenyataannya oleh masyarakat petani Talas, kerepotan mendapatkan bibit talas yang sesuai mutu dan kualitas permintaan perusahaan.

Muchlis, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bantaeng, ketika ditemui Metropol di ruang kerjanya, dan dimintai keterangan tentang pengembangan tanaman talas, tak mampu memberi keterangan yang jelas, bahkan berkilah, "saya ini hanya pengembangan secara teknis," tuturnya.

“Mengenai jumlah atau produksi yang dicapai dari petani talas saya tidak tahu persis, walau menurut data kami, mengenai lokasi-lokasi yang mengelola tanaman talas ini, meliputi beberapa desa yaitu, Desa Layoa, Desa Tanah Loe, Desa Barua, Desa Kayu Loe, dan Desa Campaga,” lanjutnya.

Muchlis, menambahkan kalau pemerintah melalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013, telah dikucurkan anggaran sebanyak Rp 100 juta, untuk pengembangan tanaman talas. Anggaran ini, menurut Muchlis, pada pertemuan pertama mengatakan telah dikuncurkan dana kepada 10 kelompok petani talas, tetapi belakangan mengakui hanya 8 kelompok saja yang mendapatkan dana sebesar Rp 10 juta per kelompok tani talas.

Hanya saja, ketika dimintai data mengenai masing-masing kelompok yang telah menerima kucuran anggaran pengembangan tanaman talas, tidak dapat memberikan data kelompok tani yang menerima anggaran tersebut.

Lain lagi komentar Asniati Ninra, Kepala Bidang Ketersediaan Badan Tanaman Pangan Bantaeng. Ketika dimintai keterangan mengenai anggara APBN yang telah dikucurkan peruntukan pengembangan tanaman talas kepada kelompok tani, jawabnya, Tidak ada anggaran APBN untuk pengelolaan talas, yang ada hanya anggaran APBD, itupun tidak mau memberi keterangan seberapa besar anggaran operasional yang digunakannya.

Lanjut Asniati, menyampaikan kepada wartawan Metropol, mengenai kejelasan menyangkut anggaran pengembangan tanaman talas, layaknya temui Ir H Muhammad Zainuddin MP, mantan kepala Badan Tanaman Pangan Bantaeng, yang baru diserahterimakan jabatan sebagai Kepala Dinas Pertanian Bantaeng. Kami pun berupaya menemui mantan kepala Badan Tanaman Pangan ini, namun sulit menemuinya, hingga kami mengambil inisiatif menghubungi lewat via handphone teman. Tapi, jawaban yang diperoleh lewat teman, katanya tak mau berkomentar.

Program pengembangan tanaman talas yang dicanangkan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, memang santer terdengar dimana-mana. Apalagi teriming-imingi program ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan pendapat asli daerah Kabupaten Bantaeng.

Sayangnya, aparat yang ditugaskan untuk mengawal pelaksanaan program ini, tampak kurang transparan. Apalagi menyangkut penggunaan anggaran pengelolaan talas ini. Sehingga diminta kepada pihak kejaksaan negeri Bantaeng agar turun memeriksa pelaksana tugas para aparat yang menangani pengelolaan talas di Kabupaten Bantaeng. (Jalal Maulana).

Angkutan Luar Kota Bermain Otak Dengan Petugas

Bau Bau, Metropol - Trik sejumlah oknum sopir angkutan luar kota di Kota Baubau untuk mengelabui petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat dan pihak Sat Lantas Polres Baubau ada-ada saja.

Kali ini, trik yang dilakukan para oknum sopir luar kota tersebut agar bisa mengantar dan mengambil penumpang di wilayah operasi angkutan kota (Angkot) adalah dengan menggunakan mobil pribadi alias berplat hitam. Padahal berdasarkan aturannya, mobil pribadi tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang layaknya kendaraan umum yang menggunakan plat kuning.

Namun, peribahasa sepandai-pandai tupai melompat suatu saat pasti jatuh juga. Aksi mereka yang telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu rupanya melahirkan kecurigaan petugas. Karena setiap paginya mobil yang berplat hitam dari luar daerah tampak bertambah satu persatu.

Petugaspun tidak hanya diam. Beberapa hari lalu sejumlah petugas Dinas Perhubungan Kota Baubau bersama Sat Lantas Polres Baubau mulai melakukan razia para sopir nakal tersebut di pertigaan jalan Lakologou tepatnya di seputaran pos penjagaan perbatasan wilayah operasi angkutan luar kota dan angkutan kota.

Pada kesempatan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga unit mobil yang semuanya asal Kabupaten Buton Utara. Saat itu, ketiga mobil tersebut mencoba menerobos ke kota namun langsung dicekal oleh para petugas yang melakukan razia saat itu.

Kepala Dinas Perhubungan, Drs Amiruddin melalui Kabid Perhubungan Darat, La Ode Amran SH mengaku aksi para sopir itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Namun sebelumnya pihaknya menyangka bahwa sejumlah mobil tersebut benar-benar mobil pribadi yang memang tidak difungsikan sebagai angkutan umum, karena mobil dalam keadaan kaca tertutup saat melintas di depan pos jaga.

"Olehnya itu mulai saat ini kami adakan operasi bersama pihak lantas agar aksi tersebut tidak berkelanjutan," tuturnya.

Lebih lanjut Amran mengaku, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap aksi para supir yang sengaja menabrak aturan itu akan dilakukan secara kontinyu, pasalnya selain yang telah berhasil didapat itu diduga masih ada lagi yang lainnya. Menurut Amran, pihaknya menghalangi pengoperasian mobil berplat hitam yang dijadikan sebagai penumpang, karena itu merupakan perbuatan pelanggaran, selain aksi itu telah menabrak aturan juga disisi lainnya telah merugikan angkutan luar kota lainnya yang berplat kuning.

"Angkutan luar Kota yang berplat kuning itu kan memang benar-benar peruntukannya sebagai kendaraan umum. Kemudian mereka itu juga setiap tahunnya membayar pajak sebagai kendaraan umum, sementara yang berplat hitam itu kan hanya mobil pribadi," ungkap Amran.

Amran mengaku, aksi para sopir yang mengelabui pihaknya itu sebelumnya tidak terbaca, karena setiap lewat didepan pos penjagaan selalu menutup kaca mobil dengan rapat. Lanjutnya, untuk tiga mobil yang diamankan itu akan dikeluarkan setelah pengurusan berkas pengalihan plat hitam ke plat kuning selesai.

"Sementara mobil yang ditahan itu akan diamankan di Kantor Lantas Polres Baubau, akan dikeluarkan setelah berkas pengalihan plat dari plat hitam ke plat kuning selesai," tutupnya. (Adnan/H.M.Anwar)

Bupati Barru dan Rektor UMI Menandatangani MOU Bidang Pendidikan

Barru, Metropol - Dalam upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Barru, Pemerintah Kabupaten Barru terus menerus melakukan terobosan dalam bidang pendidikan. Hal tersebut sangatlah penting karena suatu daerah tanpa pendidikan yang baik tentunya akan mengalami ketertinggalan. Begitupun dengan dukungan sarana dan prasarana pendidikan sangatlah penting. Terkait dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Barru sangat menyadari akan perlunya menjalin kerjasama semua pihak yang berkompeten dalam bidang Ilmu pengetahuan dan keagamaan.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Bupati Barru Ir. H. Andi Idris Syukur, MS dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Barru, dengan melakukan penandatanganan MOU Bidang Pendidikan dengan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. Hj. Masrurah Mochtar, MA belum lama ini. Dalam acara MILAD UMI ke 60 yang berlangsung di Auditorium Kampus 2 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi selatan Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, MS, Jajaran Forkominda Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Jeneponto dan Segenap Civitas Akademik Universitas Muslim Indonesia.

Kerjasama yang terjalin antara Pemkab Barru dan UMI ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk menciptakan Sumber Daya Manusia Yang Unggul yaitu Sumber daya manusia yang Taat Beragama dan menguasai Ilmu Pengetahuan teknologi. Komitmen tersebut selaras dengan tujuan utama dari MOU ini adalah kerjasama dalam rangka mendukung program pengembangan pendidikan. Pelatihan dan program pengabdian pada masyarakat dan beberapa program lainnya.

Diharapkan melalui MOU ini, akan meningkatkan kebijakan-kebijakan dalam bidang pendidikan, mendorong terciptanya penghayatan dan pengamalan keagamaan peserta didik agar dapat berkembang seoptimal mungkin. Serta menggalang partisipasi masyarakat, mengembangkan kemandirian dan melakukan kerjasama lokal, regional, nasional maupun internasional dalam bidang pendidikan, olahraga dan seni. (Mahmud Rahim/Ahkam/Humas Pemkab Barru)

Proyek PU Asal Ngaspal Warga Kecewa

Jember, Metropol - Adanya pengaspalan di Desa Sukorejo Dusun Tegal gebang Kec Bangsalsari Kab Jember oleh dinas PU indikasinya sangat jelek sekali dan untuk pengaspalan sangat tidak memadai, karena tatanan batu yang ada masih ditaburi tanah bukan cairan aspal sepanjang jalan entah berapa kilo meter panjangnya. Karena dilokasi pengaspalan tidak ada papan nama, saat menemui warga setempat kalau proyek pengaspalan di tarik pungutan sebesar Rp 15.000, Rp 25.000, Rp 10.000 dan ada pula yang dimintai pasir satu truk dan warga Dusun Tegal Gebang sangat kecewa, karena pengaspalan tersebut sangat jelek dan ada yang pecah, padahal sudah dua hari di aspal.

Salah satu dari warga yang sempat dikonfirmasi mengakui adanya proyek tersebut tidak sesuai dengan harapan warga setempat, ”karena jalan yang dinilai bagus ternyata sangat jelek, ya mas. Kelihatan bagus padahal jelek apa lagi ini musim hujan akan rusak inikan bisa merugikan pemerintahan,” cetus warga yang tidak mau di sebutkan namanya saat di konfirmasi Metropol.

“Apa lagi mas, sampai di mintakan ke pak Kadesnya, apa tidak lucu proyek PU kok Door To door,” lagi-lagi warga yang lewat sambil menggerutu. “Saya harapkan masalah pengaspalan ditangani serius mengingat ini kepentingan masyarakat Sukorejo mas, bukan pribadi,” kata salah seorang warga.

Harapan warga mengenai jalan yang ada di Dusun tegal gebang harus diperbaiki lagi, karena yang sudah di aspal sangat jelek dan lebih tebal tanahnya daripada aspalnya. “Sekali lagi mas saya himbaukan kalau bisa pihak PU turun tangan biar tau kondisi yang sebenarnya, biar tidak asal di aspal,” gerutu warga lainnya. Dan sementara ini pihak PU belum bisa ditemui. (Red Jember)   

Tim Penggerak PKK Barru Mendapat Bantuan KUBE Pada Acara HKG-PKK Ke 42

Barru, Metropol - Pelaksanaan acara Peringatan Hari Kesatuan Gerakan PKK Ke 42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Rapat Kerja Daerah Tahun 2014 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulsel Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, drg. Hj. Ayunsri Rahayu Syahrul, serta 24 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten yang berada di Provinsi Sulsel belum lama ini dilangsungkan di Hotel Sahid Jaya Makassar.

Pada acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru Hj. Andi Citta Mariogi Idris, mendapatkan bantuan sebesar Rp 7.500.000 untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH. Melalui bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Barru, pada Khususnya  dan diharapkan mampu  membantu pengembangan usaha  pada Kelompok-kelompok usaha yang telah ada di Kabupaten Barru. (Mahmud Rahim/Humas Pemkab Barru)

NARASI BNN KOTA KDI Kodim 1417/Kendari Melaksanakan Tes Urine Dan Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4gn)

Kendari, Metropol - Dalam rangka mensukseskan Indonesia bebas Narkoba (Selasa 23 Juni 2014) Kodim 1417/Kendari bekerjasama dengan BNN Kota Kendari menyelenggarakan tes urine dan penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada personil Kodim 1417/Kendari.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembentukan kader penyuluh bahaya Narkoba kepada personil Kodim 1471/Kendari, yang mana pelaksanaannya akan dilaksanakan secara bertahap, sehingga personil Kodim khususnya Babinsa yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini Dandim 1417/Kendari Letkol Inf Y.I. Bagus Suselo, S.Sos. menyampaikan, bahwa bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena berpotensi mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Yaitu, hilangnya satu generasi baik secara kualitas maupun kuantitas dan beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekedar acara yang bersifat seremonial, akan tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk terus menguatkan tekad dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Khususnya dalam pembinaan masyarakat dalam jajaran wilayah binaan Kodim 1417/Kendari.

Dalam kegiatan ini Kepala BNN Kota Kendari Dra. Hj. Murniaty. M, MTH, APT bertindak sebagai pemberi materi penyuluhan tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada personil Kodim 1417/Kendari. Kepala BNN dalam penyuluhannya menyampaikan, Bila narkoba digunakan secara terus-menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. (Daksan/Stafintel Dim KDI)

HUT Kabupaten Maros Ke 55 dan Pameran Pembangunan Maros Big Fair 2014

Maros, Metropol - Peringatan  Hut Kabupaten Maros Ke 55 Minggu, 22-25 Juni 2014 di Lapangan Pallantikang belakang Kantor Bupati Maros, diikuti sebanyak  70 stand seluruh SKPD Kab Maros, Bank BRI, Telkomsel, Kredit Plus Finance, dan  beberapa kegiatan antara lain, Pameran pembangunan, Karnaval, dan Pesta Budaya. Kegiatan ini menjadi ajang yang menarik, karena disaksikan seluruh masyarakat Kab. Maros, dan kesempatan ini pula adanya Pameran  Maros Big Fair 2014.

Tentu diharapkan seluruh SKPD menampilkan keunggulan-keunggulannya. Ir HM Hatta Rahman MM,  dalam sambutannya mengatakan, “pada tahun ini kita fokus pada bidang agrobisnis. Diawal masa jabatan saya, dimana pada tahun 2011 kita telah mencanangkan Program Pendistribusian Komoditi. Apakah program tersebut sesuai dengan rencana atau belum. Kita berharap ke depan  Kab. Maros bisa menjadi "Penghasil Agrobisnis Yang Handal", terlebih sekarang ini sarana transportasi  dari dusun ke desa, dan Kecamatan penghasil komoditi sudah baik, sehingga diharapkan ke depan Kab Maros tidak lagi terhambat. Tidak lagi menjadi Kabupaten hanya sebagai Konsumen, kita berharap menjadi Produsen. Juga diharapkan pameran pembangunan ini bisa berlanjut dari tahun ke tahun,” tandasnya. (Y091 B.T)

Antusias Tim Penggerak PKK Menyambut Hari Kesatuan PKK Mamuju Utara Ke-42

Mamuju Utara, Metropol - Pencanangan bulan bhakti gotong royong masyarakat dengan tema hari kesatuan gerak PKK ke-42 kita perkuat ketahanan keluarga sebagai wujud persatuan dan kesatuan bangsa, Pengurus Tim penggerak PKK Mamuju Utara (Matra)  mengelar lomba PKK  setiap kecamatan dan Desa lingkup Pemkab Matra.

Ketua pengerak PKK Kabupaten Mamuju Utara, Hj Herni Agus, dalam sambutanya mengatakan, maksud tujuan adalah untuk melaksanakan penilian lomba PKK sekaligus melakukan pembinaan serta kegiatan ini dilaksanakan dalam memperingati bulan bakti gotong royong masyarakat dan hari pengerak  PKK  yang diperingati tahun ini.

Dimana tujuan umum acara ini adalah melestarikan dan mengembangkan serta meningkatkan membudayakan gotong royong masyarakat melalui program nyata 10 program PKK. Tujuan khusus acara ini adalah, pertama, terlaksananya administrasi PKK secara baik untuk mencapai sasaran dan tujuan, kedua berkurangnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) untuk mendukungnya keluarga sejahtera ketiga, meningkatkan usaha usaha keluarga serta meningkatkan pendapatan keluarga melalui program PKK. Keempat, Memanfaatkan tanah pekarangan sebagai lumbung hidup, dan obat keluarga dalam mewujudkan tanaman pangan keluarga. “Kriteria yang harus diketahui bahwa ada berapa aspek yang harus diperhatikan diantaranya mendengarkan pendapat tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dijadikan bahan dasar untuk penilaian lomba desa tersebut,” tandasnya.  (Udin Virgo)

Perhutani Tutup Mata Penambang Emas Merajalela

Jember, Metropol - Adanya Gunung Manggar di  Desa Wuluhan Kec Wuluhan Kab Jember sungguh memperhatinkan, ribuan penggali liar menempati gunung Manggar.

Banyak pendatang dari luar Kota Jember yang menambang emas dan masyarakat Wuluhan sangat kuatir sekali adanya penambang liar di kawasan gunung Manggar, dan yang ditakutkan masyarakat kalau hujan deras pasti akan mengalami banjir.

Padahal dulu untuk penambang emas sudah di demo oleh masyarakat setempat. Tapi masih saja belum jera malahan penambang liar bertambah banyak dan mereka yang datang dari Banyuwangi, Tasik, Bandung, Sulawesi, Mataram dan segala penjuru kota menempati Gunung Manggar dan yang bikin tenangnya para penambang liar di jaga oknum  dan perlobang di jaga ketat oleh oknum tersebut sangat banyak. “Perlobang 5 juta untuk keamanan mas,” kata salah seorang penambang liar yang tidak mau di sebutkan namanya saat dikonfermasi tim Metropol.

“Sangat banyak sekali mas, di gunung Manggar pekerjanya atau penambang liar kalau saya sendiri di sini sudah lama, ada sekitar satu tahun setengah dan tiga bulan sekali saya pulang kampung, ya alhamdulillah mas, saya bisa memberi makan anak dan istri walau saya jarang pulang,” ungkapnya.

Dari pihak Perhutani sendiri masih belum ada tindakan apapun dengan permasalahan yang ada di gunung Manggar, walaupun para penambang sudah banyak yang ditangkap oleh pihak kepolisian setempat atau Polres Jember. Itupun belum jera juga / kapok dan sementara ini tim Metropol  belum bisa konfirmasi langsung dengan pihak Perhutani mengenai penambang liar yang ada di gunung Manggar. Harapan masyarakat Wuluhan sendiri mengenai penambangan harus di tutup, karena sangat merugikan aset Negara dan kalau memang di legalkan, legalkan sekalian mas dan kalau di resmikan, resmikan sekalian biar masyarakat disini bisa tenang mas,” kata salah seorang warga yang kebetulan rumahnya ada di bawah gunung Manggar. (Red Metropol)

Kantor Desa Mattiro Tasi Dihuni Sapi

Pinrang, Metropol - Seperti inilah waja Kantor Desa Mattiro Tasi Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan yang terlihat sepi bagai kuburan.

Nyaris setiap harinya pintu kantor desa ini tertutup dan hanya beberapa ekor sapi terlihat bebas berkeliaran yang siap sedia berbagi kotoran.

Kondisi seperti ini sudah lama dirasakan warga setempat sejak pergantian Kepala Desa (Kades) lama, Rusman Ta’wil oleh Kades baru, Ir Sukardi pasca pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu silam.

Warga mengatakan, “sejak Ir Sukardi menjabat Kepala Desa Mattiro Tasi, pelayanan sudah tidak karuan, Kantor Desa juga seakan sudah manjadi kandang sapi,” kata warga.

Ir Sukardi, Kades Mattiro Tasi yang ditemui Metropol di kantornya untuk di konfirmasi beberapa waktu lalu, Sukardi tidak berada di tempat.

Hal ini menguatkan dugaan bahwa, Ir Sukardi malas berkantor dan benar saja kata warga. Buktinya, “kedatangan wartawan di kantor desa tersebut hanya disambut dua ekor sapi mewakili pak kades,” ujar salah satu warga.

Kepala Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMD) Drs H Alimin MSi saat ditemui di ruang kerjanya, kantor BPMD pinrang belum lama ini, kepada Metropol mengatakan, “saya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala kepala desa temasuk Kades Mattiro Tasi yang perlu ada peneguran jika benar ia malas masuk kantor. “Sebab, Kepala Desa dipilih langsung oleh masyarakat bertujuan untuk memberikan pelayanan sesuai harapan warga desanya,” kata Alimin, kepala BPMD Pinrang.

Lanjut Alimin menambahkan “bimbingan tekni serta binaan terhadap semua kepala desa juga rutin kami lakukan sebagai tuntunan demi terciptanya sebuah sistem pemerintahan yang pro pelayanan masyarakat di tingkat desa namun demikian tetapi, pembinaan memerlukan kesabaran dan tentu saja peran pers juga kami harapkan untuk membantu dalam hal pengawasan,” harap Drs H Alimin MSi, Kepala BPMD Pinrang. (Muh.Saleh AR)

Demo Illegal Loging Enrekang

Enrekang, Metropol - Kasus illegal loging yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Enrekang Drs H Andi Nasir MSi kini masih sementara bergulir. Meskipun proses ini masih dalam tahap penyempurnaan berkas, namun pihak Gerakan Aktivis Mahasiswa Pencinta Alam (GAM-PALA). Menganggap kasus ini semakin mengambang dan semakin tidak jelas, oleh karena itu GAM-PALA yang dikomandoi oleh Hasri Jek kembali melakukan demo ditiga titik yang dianggap berkompetensi memproses  kasus tersebut yakni Polres, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Enrekang.

Kekhawatiran itu kemudian ditumpahkannya dalam orasi yang menyebutkan pihak kepolisian dan kejaksaan “masuk angin” yang menyebabkan hukum tajam kebawah dan tumpul keatas. Bahkan berulang kali sang kordinator lapangan mengatakan pihak kepolisian terkesan sangat lamban mengatasi kasus ini. Intinya mereka meminta jika Andi Natsir memang sudah dijadikan tersangka, maka harus ditahan sama dengan pelaku lainnya. Namun anggapan itu dengan tegas ditampik oleh Kapolres AKBP Ika Waskita SH MH. Kapolres mengatakan kasus ini sudah berjalan sesuai mekanisme yang benar. Ini dibuktikan dengan surat Kapolres yang ditujukan ke Kapolda tertanggal 23 April 2014 tentang permohonan tertulis pemberitahuan penetapan tersangka dan permohonan persetujuan untuk melakukan penahanan, karena sesungguhnya pihak Polres Enrekang tidak berkompeten bersurat langsung ke Gubernur.

Selanjutnya Kapolda telah bersurat ke Gubernur tertanggal 9 Juni 2014 dan permohonan persetujuan tertulis diterima di Kantor Gubernur tanggal 11 Juni 2014. Meskipun surat yang ditujukan kepada Gubernur belum mendapat tanggapan, namun kasus ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hanya saja berkas itu kini dikembalikan ke Kepolisian karena menurut JPU masih ada berkas yang belum dipenuhi dan jika semua petunjuk sudah dipenuhi oleh penyidik maka berkas akan dikembalikan kepada JPU. Jadi tidak ada upaya pihak Kepolisian untuk memperlambat proses hukum, kasus tersebut tambah Kapolres. Hal serupapun dikatakan oleh pihak Kejaksaan, mereka berjanji akan bekerja profesional terhadap penanganan kasus ini. Oleh karena itu baik Kapolres maupun Kajari meminta agar masyarakat memantau perkembangan proses hukumnya.

Semoga kasus illegal loging yang melibatkan salah satu Ketua Partai besar di Kabupaten Enrekang ini betul tidak ditunggangi unsur politik yang kemudian akan memperkeruh suasana damai bumi Massenrempulu, kata HM Amin Palmansyah salah seorang tokoh masyarakat yang terpilih menjadi anggota Legislatif periode ini. Semoga semua unsur terkait yang berwenang menagani kasus ini tetap bekerja sesuai koridor yang berlaku tutupnya. (Sry YN)

Modus Dugaan Korupsi Kepala SMAN 1 Mawasangka

Buton, Metropol - Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Indonesia saat ini tidak hanya terjadi pada kalangan pejabat tingkat atas, namun telah merambah hingga ke level kepala sekolah.

Kali Ini dugaan tindakan tidak terpuji itu dilakukan Kepala SMAN 1 Mawasangka, Kabupaten Buton, Provinsi Sultra, Drs Husni dengan modus memalsukan tandatangan bedaharanya, Mauliana pada laporan pertanggung jawaban (LPJ) pembangunan gedung Laboratorium IPA di sekolahnya.

Pembangunan gedung tersebut menggunakan dana APBN anggaran tahun 2012 sebesar Rp 830 juta. "Saya tidak pernah tandatangani LPJ itu. Waktu itu kepala sekolah suruh saya untuk tandatangan. Tapi saya tolak karena uang itu dipegang sendiri oleh kepala sekolah, dan yang belanja bahan-bahan juga dia," tegasnya saat dimintai keteranganya di kediamannya pekan lalu.

Menurut Mauliana, anggaran proyek itu sebesar Rp 830 juta untuk pembangunan tiga RKB termasuk Laboratorium IPA tersebut. "RKB yang dibangun saat itu ada tiga. satu gedung Laboratorium IPA dan dua ruang belajar, anggaranya Rp 830 juta. Semua uang itu dipegang sendiri oleh kepala sekolah," tuturnya.

Maulina kembali menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah menandatangani LPJ tersebut. Semua tandatangan yang dibubuhkan dinamanya adalah dipalsukan.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMAN 1 Mawasangka Drs Husni membantah, kalau dirinya memalsukan tandatangan tersebut. Dia mengaku bahwa tandatangan pada LPJ itu asli tandatangan bendahara proyek Mauliana sendiri. (Adnan/H. Anwar)

SD Negeri 38 Bonto Perak Cahaya Dari Timur

Pangkep, Metropol - Lembaga Pendidikan Dasar SD Negeri 38 Bonto Perak merupakan sekolah inti pembawa cahaya dari timur Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Terbukti, meski sebagai sekolah yang berada di pinggiran timur Kecamatan Pangkajene, SD Negeri 38 Bonto Perak tak ketinggalan menjadikan siswa-siswinya untuk meraih prestasi, baik prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Terbukti, SD Negeri 38 Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep dibawah kepemimpinan Basri, S.Pd., M.Pd telah mengantarkan siswa-siswinya meraih prestasi gemilang di bidang non akademik dengan meraih juara pencak silat tingkat nasional.

SD Negeri 38 Bonto Perak yang berlokasi di Kelurahan Bonto Perak Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, membina kurang lebih 239 siswa-siswi. Dengan tenaga pendidik 13 guru PNS (semua sudah bersertifikasi) dan 10 guru honorer serta dibantu seorang bujang sekolah. Bertekad melahirkan generasi unggul, handal, berbudi luhur, berkarakter dan berkualitas, sesuai visi yang diemban yaitu unggul dalam prestasi berdasarkan Iptek dan Imtaq berbasis keterampilan dan budaya lingkungan. Tak ketinggalan sebagai sekolah ADIWIYATA tahun 2012 dan sekolah sehat pada tahun 2014 yang dibuktikan dengan raihan penghargaan dari Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A. Hamid, SE.

Mengingat SD Negeri 38 Bonto Perak yang memiliki 11 rombel dan 10 ruang kelas merupakan sekolah inti yang sering ditempati pertemuan serangkaian dengan kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru). Tidaklah berlebihan bila Kepala UPTD Kecamatan Pangkajene, H. Sabri Hamid, S.Pd menjuluki lembaga pendidikan dasar ini sebagai cahaya dari timur di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Dalam tahun pelajaran 2014 – 2015 menerima siswa baru secara “Online” sebanyak 40 orang.

Bahkan, dalam mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. SD Negeri 38 Bonto Perak merupakan satu-satunya sekolah pelaksana kurikulum 2013 secara mandiri yang dicanangkan Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid, SE, yang mana Pangkep satu-satunya Kabupaten sebagai pelaksana kurikulum 2013 secara mandiri di Sulawesi Selatan.

Kepala SD Negeri 38 Bonto Perak, Basir, S.Pd, M.Pd mengimbau kiranya dalam upaya meraih ADIWIYATA Nasional, pihak pemerintah Kabupaten Pangkep dapat memberikan bantuan bak air, mengingat di Kelurahan Bonto Perak bila musim kemarau, pasti yang menjadi kendala adalah masalah air bersih. Sementara untuk menjaga agar tanaman hijauan (bunga-bunga) tetap tumbuh subur, membutuhkan air yang cukup memadai. Hal itu telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Pangkep untuk mendapatkan perhatian.

Di bagian lain, Basri menyebutkan, saat ini yang amat mendesak adalah rehabilitasi rumah bujang sekolah. Mengingat sejak tahun 1975 hingga saat ini rumah bujang sekolah tidak pernah diperbaiki. (Bis)

Membentuk Karakter Anak Bangsa

Pangkep, Metropol - Lembaga Pendidikan Dasar SD Negeri 15 Bonto Jai Kabupaten Pangkep dibawah pimpinan Makka Tahir, S.Pd bertekad membentuk karakter dan tata krama anak bangsa yang semakin mantap dan meyakinkan melalui kegiatan amaliah Ramadhan.

Kegiatan Amaliah Ramadhan 1435 H yang berlangsung selama 5 mulai tanggal 7 – 12 Juli 2014, diikuti 65 murid-murid kelas 4 hingga kelas 6 serta 15 orang guru termasuk honorer. Bertujuan membentuk karakter dan tata karma anak bangsa sekaligus sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT baik anak didik maupun pendidik (guru) jajaran SD Negeri 15 Bonto Jai.

Kepala SD Negeri 15 Bonto Jai, Makka Tahir mengatakan, setelah selesai amaliah ramadhan, anak-anak didik akan tetap diberi pembinaan mental spiritual yang akan dilakukan oleh guru agama yang ada di sekolah ini. Dan, mereka mempraktekkannya melalui shalat berjamaah.

Selain itu, setelah murid-murid usai mengikuti kegiatan amaliah ramadhan dan sudah tahu apa visi misi sekolah, mulai dari cara bergaul, cara berpakaian (menggunakan pakaian seragam sekolah), selanjutnya mereka diharapkan mampu meraih predikat murid cerdas serta mencintai lingkungan sekolah yang bersih, indah, asri dan nyaman dipandang mata.

Di lembaga pendidikan dasar SD Negeri 15 Bonto Jai Kabupaten Pangkep diterapkan 5 sikap dalam menuntut ilmu pengetahuan yakni salam, sapa, senyum, sopan dan santun. Ini merupakan salah satu wujud pembinaan karakter, disamping diajarkan kepada murid-murid untuk shalat berjamaah bersama dengan para guru sebagai bagian membangun hubungan emosialonal dan cinta kasih antar sesama dan pencipta. Di SD Negeri 15 Bonto Jai, pun diterapkan pola pendidikan bernuansa Islami.

Kepala SDN 15 Bonto Jai, Makka Tahir, yang juga dikenal sebagai Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKKS) Kecamatan Pangkajene  mengemukakan, yang dimaksud dengan “Bernuansa Islami” adalah suatu upaya melestarikan nilai-nilai budaya  Islam. Dimana pada setiap hari Jum’at semua siswa berbusana muslim/muslimah serta dibarengi pengajian dan pembinaan mental spritual.

Bukan itu saja, di SD Negeri 15 Bonto Jai juga dilestarikan budaya bersih, budaya tertib, budaya sipakatau/kekeluargaan, budaya indah serta budaya sehat. Untuk mencapai nilai-nilai tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh semua warga sekolah, masyarakat (komite sekolah) bersama dewan guru.

Misalnya, untuk mencapai Sekolah bernuansa Islami, pada hari Jum’at. Setiap siswa sejak dini diupayakan untuk berbusana muslim dan muslimah serta belajar mengaji. Siswa laki-laki memakai celana panjang sedang perempuan berbusana muslimah dan berkerudung. Sedang untuk menumbuhkembangkan budaya bersih, diluncurkan program setiap siswa harus memungut satu sampah dengan mengkavling area perawatan serta kebersihan setiap kelas secara berkesinambungan.  (H Pattola)

Nirwana, SPd: Peduli Kebersihan dan Peningkatan Mutu

Pangkep, Metropol - Kalau ada guru yang terbilang amat peduli terhadap kebersihan lingkungan kelas, halaman sekolah dan sekitarnya. Dia adalah, Nirwana, S.Pd, guru kelas 2 SD Negeri 11 Pabbundukang Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep - Sulsel.

Selain amat peduli terhadap kebersihan lingkungan kelas, ia pun terbilang sangat memperhatikan upaya peningkatan mutu anak-anak didiknya, ungkap Kepala SD Negeri 11 Pabbundukang, Amiruddin, S.Pd.

Nirwana, terbilang guru yang cukup lama mengabdi di lembaga pendidikan dasar SD Negeri 11 Pabbundukang. Ia mengabdi sejak tahun 2003 silam dan termasuk salah seorang CPNS Honorer Kategori dua (K2) yang amat mendambakan menjadi PNS sebagai tempat mengabdi guna mencerdaskan anak bangsa.

Ketika ditemui wartawan, Nirwana yang terbilang guru kreatif dan memiliki kemauan keras mewujudkan lingkungan kelas dan sekolah yang bersih, indah, asri, nyaman dan memiliki nilai estetika yang menarik mengatakan, meski tugas utama kami mengajar anak-anak (murid) di kelas. “Namun tak lupa pula kami senantiasa memotivasi dan mengajak anak didik untuk melakukan kegiatan kebersihan kelas serta halaman sekolah,” katanya.

Sebelum masuk kelas, semua anak didik dianjurkan untuk pungut-pungut sampah yang tampak bertebaran di halaman sekolah. Setelah itu, mereka membersihkan kelas masing-masing dan memungut sampah yang ada di dalam kelas.

Kondisi semacam ini memang sengaja ditanamkan sejak dini terhadap anak didik agar mereka terbiasa melakukan kegiatan kebersihan yang diawali dari kelas masing-masing. Dengan tumbuh dan berkembangnya kebiasaan melakukan kegiatan kebersihan tersebut, niscaya akan terbawa hingga di lingkungan tempat tinggal masing-masing, ungkap Nirwana.

Saya sangat simpati dan mengapresiasi pola kepemimpinan kepala SD Negeri 11 Pabbudukang, kata Nirwana. Dengan penerapan manajemen keterbukaan yang dilakukan Pak Kepala Sekolah mendorong kami untuk disiplin, baik masuk kantor, mengajar serta melakukan berbagai kegiatan sekolah yang pada akhirnya mampu menumbuhkembangkan semangat persatuan, kekompakan dan kebersamaan dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, tandasnya.

Ada satu hal yang patut dicontoh dari pola kepemimpinan Bapak Kepala Sekolah, yakni membina dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah dengan tetap memprioritaskan kedisiplinan, kata Nirwana. Mudah-mudahan kondisi semacam ini dapat menjadi spirit bagi kami semua, pungkasnya. (Zainuddin)

Butuh Perbaikan Rumah Dinas

Pangkep, Metropol - Bila berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri 35 Tekolabbua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep – Sulawesi Selatan, setiap orang  akan berdecak dan berkata “sungguh memprihatinkan” kondisi sekolah yang terletak di daerah pesisir tersebut. Selain, kondisi rumah dinas kepala sekolah  dan rumah dinas guru mengalami rusak berat, juga guru-guru terkadang hanya membersihkan badannya dengan menggunakan air asin.

Tidaklah mengherankan bila di musim kemarau berkepanjang seperti sekarang ini,  badan mereka berkilau, peluh guru-guru terasa asin dan mengeluarkan aroma kurang sedap. Itulah sebabnya melalui Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda Kabupaten Pangkep segenap elemen masyarakat (dewan guru, komite sekolah dan orangtua siswa) memohon kiranya Bupati Pangkep H Syamsuddin A Hamid dapat memberikan bantuan perbaikan rumah dinas kepala sekolah dan rumah dinas guru, sarana air bersih berupa bak penampungan air yang dapat menampung air hujan serta sekali-kali diberikan air PDAM. Kalau bisa bukan hanya untuk kebutuhan di sekolah melainkan juga untuk kepentingan masyarakat Tekolabbua umumnya.

Kepala SD Negeri 35 Tekolabbua, H Nurdin Cali S.Pd mengemukakan, perbaikan rumah Dinas Kepala Sekolah dan rumah dinas guru sudah sangat mendesak. Begitu pula dengan kebutuhan air bersih di Tekolabbua Kecamatan Pangkajene sudah amat mendesak pemenuhannya. Selain karena sudah memasuki musim kemarau,  kebutuhan air minum nyaris tak terpenuhi. Bayangkan saja, setiap penduduk harus membeli air bersih seribu rupiah per  jerigen sementara penghasilan masyarakat terbilang minim. Itupun kalau kebetulan ada penjual air yang berkunjung ke Tekolabbua. Kalau tidak ada, yah …… kasihan deh.

Sekolah Dasar Negeri 35 Tekolabbua yang memiliki lahan 204 m2 dengan 6 rombel, membina 95 orang anak didik yang  dibina 9 orang guru. Dalam tahun ajaran 2014 – 2015 bertekad melahirkan cikal bakal generasi pelanjut cita-cita pembangunan bangsa yang memiliki sikap mental menggembirakan serta berkemampuan handal. Itulah sebabnya di SD Negeri 35 Tekolabbua diterapkan pembinaan mental spiritual secara teratur oleh guru agama.

Kualitas pendidikan yang ditunjukkan sekolah tak hanya tampak dari serangkaian prestasi murid. Ada beberapa faktor lain yang juga turut berdampak. Faktor-faktor tersebut antara lain ketersediaan sarana dan prasarana, infrastruktur memadai, kompetensi dan integritas tenaga pendidik, serta terpenting pula generasi kepemimpinan sekolah. Yang disebut terakhir menurut H. Nurdin, yang sehari – hari dikenal sebagai Sekretaris PGRI Kecamatan Pangkajene, juga tak mengenyampingkan pengaruh politis. Namun, tetap tunduk pada koridor aturan yang bersifat mengikat.

Menyinggung tentang pergantian kepemimpinan sekolah yang akhir-akhir ramai diperbincangkan, menurut H Nurdin, pergantian pemimpin sekolah harus didasari semangat demokratis. Dengan  dasar itu, akan ada imbas positif terhadap pembelajaran tata pikir peserta didik.

Sebaliknya, jika generasi school leadership itu tidak dilaksanakan atas dasar demokrasi, maka jangan harap sekolah akan menebarkan layar terkembang untuk selanjutnya mampu merancang “rumah masa depan” murid.  Sebab, menjadi kepala sekolah tentu tak terlepas dari kinerja pengelolaan tugas kependidikan, kepercayaan warga sekolah, integritas keteladanan dan apresiasi masyarakat yang berdasar.  (Bis)

Iuran Tidak Lunas Murid Terancam Putus Sekolah

Jember, Metropol - Adanya pungutan liar di SDN Bangsalsari 04 Desa Bangsalsari Kec Bangsalsari Kab Jember sangat marak dalam pungutan tersebut. Semua ibu wali murid sangat resah dengan adanya pungutan yang tidak sesuai itu dan semua pungutan itu dilampiri kwitansi yang jumlahnya sangat besar, sehingga semua ibu wali murid tidak mampu untuk membayar iuran tersebut. Masalahnya kehidupannya sangat minim sekali dan dari kelas 1 sampai 6 di pungut biaya 30 ribu rupiah di kalikan jadi pungutan tersebut 90 ribu rupiah dikalikan 215 murid total semua untuk dana sebesar Rp 19.350.000, jadi untuk murid yang belum melunasi iuran tersebut di ancam tidak akan dinaikkan kelas atau tidak menerima raport dari Guru.

Dengan permasalahan ini akan di adukan kepihak yang bersangkutan sesuai prosedur. Saat di konfirmasi beberapa wali murid sangat tidak setuju dengan adanya pungutan yang tidak jelas dan untuk kelas 6 ada iuran tambahan lagi 200 ribu rupiah. Sekitar empat puluh satu murid itu sudah berapa mas. “Saya aja hidup kembang kempis dan saya sendiri tidak sanggup untuk meneruskan anak saya sekolah kalau iuran begini terus,” kata salah satu ibu wali murid yang tidak mau di sebutkan namanya. “Saya sangat jengkel mas,” cetus beberapa ibu wali murid sambil berkacak pinggang.

Sementara ini semua ibu wali murid hannya bisa berdiam diri dan mengeluh kepada siapa saya mengadu mas, waktu berseru kepada wartawan, setelah mengkonfermasi para ibu wali murid tim Metropol bergegas door To door mencari kebenarannya dan apa yang dicari membuahkan hasil yang akurat apa yang ditemukan berupa kwitansi yang berisikan tulisan nominal sejumlah uang dan apa yang di adukan ke wartawan, memang benar apa adanya.

Dengan permasalahan penarikan uang ini memang sangat keterlaluan untuk Kepala Sekolah Sulasmi dengan titel Spd. MPd akan di adukan ke Diknas Jember dan BKD Pemkab Jember supaya apa yang dilakukan mendapatkan sangsi dari Diknas dan banyak sekali kegiatan yang di tarik iuran oleh Kepala Sekolah yaitu, pagar halaman dan paving itu semua dari seluruh murid Bangsalsari 04 dan apa yang diceritakan ibu wali murid mengenai ancaman tersebut akan di laporkan ke Polres Jember guna dimintai pertaggungjawaban. Karena membikin resah semua ibu wali murid juga mengakibatkan banyak yang terancam putus sekolah.

“Jadi apa Negara ini kalau Kepala Sekolah kayak gini mas,” kata salah seorang ibu wali murid, “kalau bisa pecat aja biar tidak bertingkah seenaknya mas,” ujar ibu wali murid lainnya.  (Red Metropol)

Bupati Barru lantik 13 Kepala Sekolah

Barru, Metropol - Untuk mengisi jabatan yang telah lowong dilingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, baru-baru ini Bupati Barru telah melantik 13 Kepala Sekolah yang dilaksanakan di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Barru.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Asisten III bidang Administrasi Umum, Kepala BKD dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru. Bupati Barru mengatakan bahwa terdapat 5 (lima) kompetensi kemampuan Kepala Sekolah. Dimana diharapkan kepada setiap Kepala Sekolah untuk memenuhi standar kompetensi diantaranya Kompetensi kepribadian, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi Supervisi dan Kompetensi Sosial.  

13 Kepala Sekolah yang dilantik  diantaranya 9 Kepala sekolah  SD, 3 Kepala Sekolah  Menengah Pertama dan 1 Kepala Sekolah SMK, “pelantikan ini untuk mengisi jabatan yang lowong dan bagi kepala sekolah yang baru saja dilantik diharapkan dapat bekerja dengan penuh tanggungjawab serta memperlihatkan prestasi yang baik demi kemajuan mutu pendidikan di Kabupaten Barru pada Khususnya,” ujar Ir HA Idris Syukur MS. (Mahmud Rahim/Humas Pemkab Barru)

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bayah Butuh Tambahan Ruang Kelas

Lebak, Metropol - Dengan Visi mempersiapkan generasi muslim yang berkualitas dan berakhlaq, serta Misi-Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu secara keilmuan, moral, dan social, menyiapkan dan mengembangkan SDM di bidang Imtek dan Imtaq yang berdasarkan ahlaqul karimah.  Madrasah ini kembali membuka pendaftaran siswa baru untuk  tahun ajaran  2014-2015.

MTsn Bayah memiliki fasilitas pendidikan  seperti gedung Madrasah yang refresentatif, lapangan olah raga futsal, Volly ball, Bulu tangkis dan lainnya. Termasuk Mushola perpustakaaan, lab computer IPA dan bahasa serta kantin. Untuk Kegiatan Eskul Pramuka PMR, Drumband, Paskibra Pencak silat Kaligrafi dan lainnya.

Ketika ditemui di kantornya, kepala Madrasah Baekandi S.Ag M.Pd.I menuturkan, ”sesuatu yang menggembirakan bagi kami. Saat  jumlah kelulusan tahun ini berjumlah 1669 siswa terbagi di 10 Kecamatan atau se-KKM (Kelompok Kerja Madrasah) dinyatakan lulus 100 persen, termasuk  siswa di madrasah ini siswa peserta ujian sebanyak 157,” kata Baehaki.

Jumlah siswa MTsn Bayah saat ini  581 orang. Baekandi  memperkirakan  jumlah siswa untuk tahun ajaran baru akan mencapai angka 700 orang siswa. Karena minat orang tua murid serta siswa itu senbdiri terhadap madrasah sangat baik. Dengan jumlah siswa sebanyak itu, kegiatan belajar akan terbagi menjadi dua, kelas pagi dan kelas siang.

“Madrasah setidaknya harus mempunyai 6 ruang kelas lagi. Jadi ini benar-benar kebutuhan kami yang amat mendesak. Mudah-mudahan yang berkompeten di Depag Kabupaten Provinsi maupun Pusat memenuhi harapan kami. Dan kami yakin Insya Allah generasi mendatang akan lahir generasi yang bertanggungjawab terhadap negara dan bangsa karena ditunjang olah ahlaq yang baik berasal dari madrasa ini,” pungkas Baekandi S.Ag M.Pd.I. (Dicky Abiasa)

Semangat Dalam Keterbatasan Membuahkan Kemenangan

Batu, Metropol - Keahlian Indra dalam menggoreskan cat lukis menghasilkan prestasi yang membanggakan. Bagi dirinya, keluarganya maupun sekolah SLB Eka Mandiri Kota Batu jalan Terusan Kasiman Ngaglik, tempat dia mencari Ilmu.

Hal itu telah dibuktikannya dengan menjadi juara I tingkat nasional di ajang FLS2N yang berlangsung di Semarang, mulai tanggal 1 – 5 Juni 2014 lalu.

Menurut wali kelasnya, Adi Indra SPd, Indra Krisvila merupakan sosok yang pantang menyerah dan unggul pembelajarannya baik dibidang akademik seperti IPA, IPS, Matematika, olahraga, maupun bidang seni.

Sudah banyak prestasi yang telah diraih, diantaranya lomba tenis meja mendapatkan juara II Tingkat Provinsi, dan juara II Provinsi lomba lari.

Namun dari sekian kemampuannya, melukis memang lebih menonjol. Murid kelas IV kelahiran 6 Desember 1999 itu sedari kecil sudah berkecimpung dalam dunia lukis. Jadi sangat bersyukur bahwa dia bisa menjadi juara nasional, setelah menjadi juara I tingkat Jawa Timur.

“Di sekolah kami, semua murid diajarkan ilmu akademik, seni, ketrampilan maupun wirausaha. Seperti sablon, bikin telor asin maupun ternak ulat sutra,” jelasnya.

Kami ingin semua murid SLB nantinya bisa mandiri dan tidak minder dengan kekurangan mereka. “Semangat karena keterbatasan merupakan kunci sebuah keberhasilan,” kata Adi. Hal itu sudah kami buktikan pada anak didik kami Indra.

“Untuk diketahui SLB Eka Mandiri sudah berdiri sejak tahun 1992 namun baru mendapatkan ijin tahun1993, kini dalam kepimpinan Kepala Sekolah Endang Retno Titik Wulan dan kerja keras para guru, prestasi anak didik lebih meningkat hingga nasional,” Jelas Adi. (Yud/Rin)

Kepala Sekolah Sukorejo 01 Diduga Tilep Dana Bos

Jember, Metropol - Adanya Dana Bos di daerah Sukorejo Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari Desa Sukorejo Kabupaten Jember, sangat di sayangkan bila dana tersebut digelapkan oleh oknum Kepala sekolah SDN Sukorejo 01. Entah dana tersebut di bikin apa para Guru tidak tau sampai sekarang. Bangunan yang di rehab indikasinya tidak bagus sama sekali dan yang hanya di rehab perpustakaan saja dan untuk yang lain tidak ada sama sekali.

Dengan permasalahan ini akan di adukan ke DIKNAS jember dan BKD Pemkab Jember agar dikemudian hari tidak semena mena terhadap Dana Negara dan Dana tersebut akan tersalurkan kepada penerima yang sah. Menurut narasumber yang temui dilapangan membenarkan adanya dana Bos yang diselewengkan atau di embat oleh oknum Kepala sekolah SDN Sukorejo 01 Bangsal Jember, dan sementara ini Tim Metropol belum bisa mengkonfirmasi oknum Kepala Sekolah SDN Sekorejo 01. Dan ada salah satu Guru yang mengeluh mengenai Dana Bos, karena selama ini para Guru takut untuk bertanya kepada kepala sekolah. “Ya mas, saya kecewa sama Kepala Sekolah, karena tidak transparan mas, dan saya bilang apa adanya, tidak di tambahi dan tidak di kurangi dan semua ini kenyataan mas,” kata seorang guru yang tidak mau di sebutkan namanya. “Dulu pernah dilaporkan Polisi, tapi tidak ada kabarnya sampai sekarang,” kata warga saat berada di depan SDN Sukorejo 01. “Dan kalau bisa beritakan aja di koran biar mantap mas,” kata para ibu wali kelas saat berbincang di area sekolah.

Apapun yang dikatakan para narasumber Tim Metropol akan menelusuri kejadian- kejadian yang ada di SDN Sukorejo 01 dan untuk kebenarannya akan kami telusuri sampai ke DIKNAS Jember atau tingkat kabupaten dan sementara ini Tim Metropol akan menampung berita yang terjadi di SDN Sukorejo 01 sampai permasalahan Dana Bos membuahkan hasil yang akurat dan sangat valid agar masyarakat Sukorejo merasa puas. (Tim Metropol)

Porseni SLTP/SLTA Tahun 2014

Enrekang, Metropol - Pekan Olahraga dan Seni antar Pelajar SLTP/SLTP dan sederajat SE Kabupaten Enrekang yang dilaksanakan pada tanggal, 16 s/d 21 Juni 2014 di Lapangan Abubakar Lambogo Batili dan GOR Massenrempulu yang berlokasi di Kecamatan Enrekang.

Pembukaan Porseni diawali dengan devile para peserta yang disaksikan oleh Wakil Bupati Enrekang H. Amiruddin, SH bersama Muspida, Anggota DPRD Drs. Nurdin Rauf, Para Kepala SKPD, Para Kepala sekolah dan undangan.

Drs. Mardin, M.Pd selaku Ketua Panitia pelaksanaan Porseni Tingkat Kabupaten Enrekang dalam laporannya pada pembukaan Porseni menyampaikan  dasar pelaksanaan kegiatan Porseni adalah undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2014 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Keppres No. 23 Tahun 1976 jo Keppres No. 52/1984 tentang Hadiah Seni, Ilmu Pengetahuan, Pengabdian dan Olahraga, Recana Jangka Menengah yang termuat dalam Rencana Strategi Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pariwisata, APBD Kabupaten Enrekang pada DPA Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten tahun anggaran 2014 program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga dan seni.

Tujuan kegiatan pecan Porseni antar pelajar SLTP/SLTA dan sederajat untuk membina silaturrahmi dan mengembangkan bakat olahraga dan seni dikalangan pelajar se Kabupaten Enrekang melalui pertandingan berbagai cabang olahraga dan kesenian. Tema “Dengan Porseni kita tingkatkan silaturrahmi dan sportifitas Olahraga” dengan sasaran untuk mencari bibit olahragawan yang berprestasi, melestarikan dan mengembangkan kesenian di kalangan pelajar, memotivasi kepada para pelajar mencintai olahraga dan seni, ajang silaturrahmi antar siswa dan mencari bibit olahragawan berprestasi untuk dikembangkan dan dibina lebih lanjut.

Jenis olahraga dan kesenian terdiri dari volley ball, tennis meja, bulu tangkis, sepak takraw, paduan suara dan nyanyi solo. Ikut dalam kegiatan Porseni terdiri dari SLTP 50 sekolah, SLTA 28 sekolah yang berasal dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang. Biaya dibebankan dalam DPA Dinas Pemuda dan Pariwisata Tahun Anggaran 2014.

Wakil Bupati Enrekang dalam sambutannya pada pembukaan Porseni menyampaikan pekan olahrga dan seni  antar pelajar bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi para peserta secara aktif produktif dan kreatif. Hal ini penting mengingat potensi yang teraktualisasi dengan baik dapat mengembangkan potensi diri peserta baik kepribadian kepemimpinan dan solidaritas.

Melalui perhelatan porseni ini diharapkan penggalian potensi para peserta dapat bermanfaat untuk mencari peluang-peluang yang lebih lanjut sehingga peserta dapat berkifrah dalam iven lebih tinggi di tingkat Provinsi atau di tingkat Nasional. Itulah tujuan utama mengapa porseni kita hadirkan kembali di Kabupaten Enrekang, oleh karena kita ingin membangkitkan potensi dibidang olahraga dan seni di kalangan pelajar, dilanjutkan pernyataan membuka porseni. (Syah)

Kejari Jakarta Pusat Sebar 1000 Stiker Anti KKN

Jakarta, Metropol - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) membagikan 1000 brosur dan menempelkan stiker dikendaraan motor dan mobil masyarakat pengguna jalan, tentang  program penguatan pengetahuan jaringan masyarakat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di wilayah DKI Jakarta dalam hari jadi Adhiyaksa ke 54 tahun, Jum’at (17/7).

“Aksi penyebaran stiker ini diharapkan bisa memberi pengetahuan tetang arti KKN,” ucap Kepala Seksi Intelejen Kejari Jakpus, Ferry Herlius, SH, MH menyebutkannya sembari membagikan brosur dan stiker.

"Kita ingatkan kepada masyarakat akan pentingnya bahaya KKN. Kasus korupsi  nampaknya sulit diberantas. Bukan saja pejabat yang terlibat, masyarakat sipil pun juga banyak yang menikmati uang haram tersebut,” katanya. (Risyaji)

Rehabilitasi Sebagai Pilihan Bagi Penyalah Guna Narkoba

Jakarta, Metropol - Deputi Bidang Rehabilitasi Dit PLRIP Badan Narkotika Nasional mengadakan diskusi bersama para remaja pada acara The 6th Annual Women’s Health Expo & Bazaar 2014 dengan tema ”Rehabilitasi Sebagai Pilihan Bagi Penyalah Guna Narkoba”. Kegiatan berlangsung di Hotel Sahid Jakarta, pada tanggal 15 Juni 2014 dan dihadiri 30 peserta remaja dengan  narasumber dari BNN dan RSCM. Dari kegiatan tersebut diharapkan meningkatnya pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat, khususnya remaja tentang penyalahgunaan narkoba sebagai perilaku berisiko tinggi serta tersosialisasikan fungsi rehabilitasi di kalangan masyarakat khususnya remaja sebagai pilihan bagi penyalah guna narkoba.

Masalah penyalahgunaan narkoba sudah menjadi permasalahan global, mewabah hampir di semua bangsa di dunia, mengakibatkan kematian jutaan jiwa, menghancurkan kehidupan keluarga dan mengancam keamanan dan stabilitas nasional serta merenggut kaum muda dan masa depan. Hasil survei nasional kerjasama antara Badan Narkotika Nasional dengan Universitas Indonesia Tahun 2011 tentang Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, diketahui bahwa angka prevalensi penyalah guna Narkoba di Indonesia telah mencapai 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun).

Dari 4,2 juta orang pecandu dan/korban penyalah guna narkoba hanya 10% yang dapat dilayani di tiap-tiap tempat rehabilitasi narkoba baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Hal ini disebabkan belum berjalan optimalnya PP No 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika.

Dr Amrita Devi SpKJ selaku narasumber menyampaikan, korban penyalah guna narkoba dan/ pecandu tidak perlu takut melapor ke institusi wajib lapor yang telah ditunjuk pemerintah. Dengan mengikuti program wajib lapor pecandu/korban dapat dilayani sesuai dengan tingkat ketergantungannya, baik dalam layanan rawat inap ataupun rawat jalan. Lebih lanjut dr Amrita Devi SpKJ menyatakan bagi para remaja jangan pernah sekali-sekali mencoba menyalahgunakan narkoba, karena efeknya tidak hanya secara fisik tapi juga mental dan perilaku. (Deni M)

Sanggar Becak (Betawi Cakung) Peringati Ulang Tahun Jakarta Ke 487 Tahun di Ruang Publik

Jakarta, Metropol - Menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke 487 tahun, Sanggar Betawi Cakung Jakarta Timur (BECAK) pimpinan Surya Atmadja MP atau yang lebih di kenal suhu Jaja ini, bekerja sama dengan Forum Betawi Rempug (FBR), menggelar acara di ruang publik untuk memperkenalkan kesenian budaya dan peninggalan benda bersejarah Cakung Jakarta Timur tempo dulu. Acara di hadiri artis Ibu Kota Urip Arpan, Bang Maksum, Kasudin Kebudayaan Jakarta Timur, Drs Husnizon Nizar MSI, Camat Cakung Ali Murtado, Wakil Lurah Cakung Barat Santi, Kapolsek Metro Cakung, Kompol Liliek Iriyanto SIk, tokoh masyarakat  KH Lutfi Hakim MA, Manajemen PT KMI Ining Sujana, tokoh agama dan masyarakat kurang lebih 250 orang yang hadir.

Dalam sambutannya, Surya Atmadja MP  sebagai pimpinan sanggar Betawi Cakung (BECAK), sekaligus sebagai tokoh sejarah Cakung memperkenalkan kepada masyarakat dan tamu undangan yang hadir. Kesenian budaya dan peninggalan sejarah Cakung yaitu, Golok Cha-Kung. Golok ini di katakan, buatan abad ke-13 M dan pembuatnya adalah Laksamana Sampo Lo Khoei Kian atau Aki Rakeyan Jaya Laksana, atau di sebut juga Aki Cha-Kung yang berasal dari Monggolia.

Selain itu masih banyak lagi benda dan kesenian-kesenian bersejarah lainnya. Seperti kesenian kesenian Betawi misalnya. Diantaranya, Lenong Betawi, topeng Banjet, Gambang Keromong dan masih banyak yang lainnya. Tetapi mereka sudah tidak begitu dikenal masyarakatnya. Apa lagi pada Generasi sekarang ini. Generasi mudanya sudah kurang mengenal lagi dengan kesenian kesenian daerah.

Mereka lebih memilih kesenian yang datang dari negara barat, mengapa generasi muda kurang mengenalnya. Dikarenakan tempat yang memiliki tanah lapang sudah tidak ada lagi, karena sudah menjadi rumah-rumah kontrakan, pabrik, mall dan lain sebagainya. Jadi sudah tiada lagi lahan yang dapat didirikan panggung pagelaran untuk mereka bermain melakukan pertunjukan, jadi wajar saja kalau generasi muda kurang mengenal kesenian tradisional Indonesia. “Disamping itu nasib mereka kurang mendapat perhatian dari pemerintah,” tuturnya. (Deni M)

Pengusaha Asal Madura Bagikan Zakat Mal dan Tijaroh Kepada Warga

Jakarta, Metropol - Pengusaha kaya asal Madura, H. Muhammad Ishak beserta istri Hj. Nasuha membagi-bagikan zakat mal dan tijaroh kepada warga Cakung Barat, Jakarta Timur, khususnya di wilayah RW 04 yang di tempatkan di sekitar halaman rumahnya.

Saat di wawancarai Metropol H.M. Ishak mengatakan, “sehari sebelum pembagian zakat mal dan tijaroh berlangsung, dari pintu ke pintu warga diberikan kupon per kepala satu persatu. Nantinya akan ditukarkan dengan barang dan uang. Lebih dari 1000 kupon yang di bagikan kepada warga yang tidak mampu diwilayah Cakung Barat Jakarta Timur. Adapun barang yang di bagi-bagikan itu berupa baju kemeja, kain sarung, mukena dan daster,” ujarnya. Acara pembagian tersebut berlangsung dengan aman dan tertib. (Deni M)

Tatap Muka dan Silaturrahmi Dirumah Dampingan Cipinang Jakarta Timur

Jakarta, Metropol - Dalam rangka menanggulangi masalah narkoba di wilayah Jakarta Timur, Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi, SH, MH bekerjasama dengan ketua lembaga swadaya masyarakat aftercare (rehabilitas) Wilis Wulandari (Wipi) mengelar acara tatap muka dan silaturrahmi dengan para mantan pencandu, penyalahguna narkoba di rumah dampingan Cipinang Jakarta Timur. Kurang lebih 40 orang yang hadir dalam acara tersebut, disamping para mantan pecandu penyalahguna narkoba yang mengikuti acara, turut hadir tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan yang baik itu, Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi, SH, MH memberikan sambutan kepada para mantan pecandu penyalahguna narkoba. Dari hasil survey Nasional penyalahguna narkoba tahun 2011 menunjukan angka prevalensi penyalahguna narkoba Indonesia sebesar 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang yang terdiri dari pengguna coba pakai, teratur pakai maupun pecandu. Untuk itu Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi, SH, MH mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan selaku lembaga swadaya masyarakat yang melaksanakan aftercare (rehabilitasi) yang selama ini bekerja keras menjangkau teman-teman pecandu harus berobat kemana, memberikan konseling, memberikan solusi apabila ada problem, memberikan obat, memberikan jadwal kapan pun minum obat, serta membawa ke rumah sakit. Ini merupakan pekerjaan yang sangat terpuji terlebih-lebih saat ini rekan-rekan sedang melaksanakan ibadah puasa, tentunya Allah SWT akan memberikan limpahan rahmat yang luar biasa juga, dikatakan dalam Al-qur’an surat Al-baqarah ayat 183 yang artinya: wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa (QS. Al-Baqarah 183) sikap terhadap seruan  wahai orang-orang yang beriman, sahabat Nabi Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu Berkata, “jika engkau mendengar Allah berfirman: wahai orang-orang yang beriman, maka pasang pendengaran baik-baik karena padanya (pasti terdapat) kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang akan dilarang” (Riwayat Ibnu Abi Hatim Dalam Tafsirnya Dan Abu Nu’aim Dalam Hilyatul Awliyaa). Setiap perintah dalam Al-qur’an pasti mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan, keberkahan, sedangkan setiap larangan dalam Al-Qur’an pasti mengandung kerugian, kebinasaan, kehancuran dan keburukan,” tegasnya.

Ketua lembaga swadaya masyarakat aftercare Wilis Wulandari saat diwawancarai Metropol mengatakan, rumah damping ini adalah salah satu yang dimiliki oleh Direktorat Pasca Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN). Rumah pendamping ini ada untuk membantu mempersiapkan para mantan penyalahguna narkoba yang sudah keluar dari pusat rehabilitasi, agar mereka siap kembali ke masyarakat.

Mantan pecandu narkoba Imam Fajri Harahap asal Sumatra Utara saat ditemui Metropol mengatakan, “saya merasa terbantu dan bersyukur adanya rumah pendamping ini, banyak hal-hal yang positif yang diberikan disini. Saya juga dibekali keterampilan, agar nantinya saya mempunyai bekal ke masyarakat,” tuturnya. (Deni.M)

Pemberdayaan Masyarakat Untuk Berperan Aktif Ciptakan Lingkungan Bersih dan Bebas Narkotika

Jakarta, Metropol - Kegiatan BNNK Jakarta Timur dalam upaya pencegahan pemberantasan dan peredaran gelap narkotika. (P4GN) yang di gelar di halaman sekolah SMPN 198 Jakarta Timur ini di ikuti lebih dari 300 orang tamu undangan, selain dari pihak orang tua murid antusias masyarakat sekitar sekolah SMPN 198.

Turut hadir untuk menjadi bagian dalam pemberdayaan masyarakat untuk berperan aktif ciptakan lingkungan bersih dan bebas dari penyalahguna narkoba, hadir juga Wakil Walikota Jakarta Timur Drs H Husein Murad MSI, Deputi pemberdayaan masyarakat BNN Kombes Amanty, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga swadaya masyarakat, selain itu BNNK Jakarta Timur mengadakan tes urine kepada 200 siswa dan siswa SMPN 198 Jakarta Timur.

Dalam sambutanya Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi SH MH mengatakan, saat ini kita dihadapkan pada permasalahan narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan, dimana terdapat 4,2 juta orang lebih yang sudah terlanjur mengkonsumsi narkoba, ditambah lagi dengan narkoba ilegal baik sintetis, alami, maupun narkoba jenis baru yang beredar luas di masyarakat, hal ini harus mendapat perhatian serius dari kita semua apabila kita tidak ingin generasi bangsa ini hancur karena narkoba. Penelitian BNN menunjukan bahwa setiap hari 40 orang mati sia-sia karena narkoba.

Setiap tahun diperkirakan mati sia-sia karena narkoba mencapai 15000 jiwa dan kerugian materiil mencapai 50 triliun. Narkoba tak hanya dilarang oleh orang tua, guru, dosen, bangsa dan negara, tapi juga agama, apapun agama yang dianut narkoba tetap dilarang.

Pada kesempatan ini Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi SH MH menyampaikan, begitu besar peran masyarakat, UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dalam pasal 104 sampai 109 mengatur bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan aktif mambantu upaya pencegahan, pemberantasan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) peran aktif tersbut diawali dari diri sendiri, keluarga, lingkungan baik dimana kita bertempat tinggal maupun dimana kita bekerja untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas dari permasalahan narkoba.

Hal ini tentunya komitmen dan kepedulian kita sehingga bisa menyelamatkan anak bangsa dari ancaman dan bahaya narkoba. Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika mempunyai keunikan yaitu dalam amanah undang-undang tersebut tegas, keras namun humanis, tegas, keras diberlakukankan bagi para bandar, pengedar dan produsen. Sedangkan humanisnya bagi para pecandu, penyalahguna dan korban penyalahguna narkotika yaitu, hukumanya rehabilitasi. Karena mereka adalah orang yang sakit yang perlu pertolongan dan bantuan serta kepedulian kita untuk direhabilitasi. (Deni M)

Angka Pelanggaran Lalulintas di Kota Baubau Menurun

Baubau, Metropol - Berdasarkan data sementara Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Baubau, angka pelanggaran lalulintas di Kota Baubau tahun ini menurun dibanduingkan tahun lalu. Pasalnya, dari Januari hingga Mei tahun ini angka pelanggaran berjumlah 1034, sedangkan tahun lalu dari Januari hingga Mei mencapai 1328 pelanggaran.

Kasat Lantas Polres Baubau, AKP Suparno Agus Candra Kusuma SIk melalui Kaur Bin Opsnya, Ipda Yacop Polii menyatakan, pelanggaran yang kerap ditemukan dilapangan terkait kelengkapan kendaraan. Seperti berkendaraan tidak dilengkapi SIM/STNK, tidak menggunakan helm, spion, menggunakan knalpot racing, serta muatan kendaraan melebihi kapasitas.

Agar angka pelanggaran kedepannya dapat ditekan sekecil mungkin kata Yacop. Pihaknya melakukan berbagai langkah, selain secara rutinitas melakukan operasi simpatik, juga terus melakukan kegiatan sosialisasi dengan masyarakat setempat soal tata tertib berlalulintas, menyebarkan brosur pelopor berlalulintas, memasang spanduk himbauan tata tertib berlalu lintas, hingga membentuk kelompok Petugas Keamanan Sekolah (PKS) yang mempesertakan ratusan pelajar dari sekolah Se Kota Baubau.
Namun demikian pria satu balok dipundaknya itu mengaku, upaya pihaknya tidak akan mencapai hasil maksimal bila tidak ada kerjasama dengan masyarakat setempat. Lebih lanjut Ia mengatakan, bila didasari kepatuhan terhadap tata tertib berlalulintas sangat penting. Selain untuk memenuhi tuntutan Undang-undang, juga demi mencapai keselamatan berkendaraan. Seperti menggunakan helm standar sangat berfungsi untuk melindungi terbenturnya kepala saat mengalami kecelakaan.

"Kami harap masyarakat selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas. Karena semua itu demi keselamatan diri bahkan orang lain," imbaunya.

Selain itu, juga untuk menciptakan disiplin berlalulintas pada Bulan Ramadhan tahun ini hingga Idul Fitri nanti. (Adnan/Daksan)

Polri Jangan Dimanfaatkan

Jakarta, Metropol - Suhu politik semakin panas. Sehingga institusi bhayangkara  harus bisa memandang secara jernih setiap laporan yang dibuat masyarakat khususnya berkaitan dengan Pilpres 2014.

Misalnya kasus beredarnya Tabloid Obor Rakyat. Beredarnya surat penangguhan pemeriksaan Joko Widodo terkait kasus korupsi TransJakarta. Beredarnya transkip pembicaraan Jaksa Agung-Megawati, dan sebagainya kini harus ditangani Bareskrim Polri.

"Kita harus menilai secara jernih dari semua pihak. Sehingga institusi Polri tidak dibawa ke ranah-ranah lain, tapi benar-benar penegakan hukum," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman.

Kapolri sebelumnya menjelaskan tentang penanganan kasus Tabloid Obor Rakyat yang isinya dianggap memojokkan calon presiden Joko Widodo. Pihak kepolisian tidak hanya melihat dari sisi pidana umum yang dilaporkan. Tetapi juga harus melihat izin tabloid tersebut.

Menurutnya bila tabloid tersebut tidak memiliki izin. Tentu kewenangan untuk menghentikan tabloid tersebut bukan di ranah kepolisian.

"Tetapi kalau seseorang membuat tabloid dan tanpa izin dan mengedarkan tentunya akan terkait ke sana. Ini kan pers diberikan kebebasan. Tapi kalau tanpa izin? Makanya kita sedang diskusikan dengan dewan pers dan teman-teman yang ahli hukumnya. Seseorang membuat tabloid tanpa izin mana yang akan kita kenakan," ungkapnya.

Dalam kasus beredarnya Tabloid Obor Rakyat, dikatakan Sutarman orang yang membuatnya sudah jelas. Sehingga bila ada pidana umum dalam kasus tersebut Polri tidak akan segan untuk menindaknya.

"Orangnya kan sudah jelas, yang menyampaikan sudah jelas. Kita negara yang bebas mengemukakan pendapat. Tapi jika penyampaian pendapat ini menyentuh kepentingan seseorang dan dirugikan, pidana umumnya kita proses," ujarnya.

Sejauh itu pula, pihak Mabes Polri mengambil langkah menunggu surat dari Dewan Pers mengenai langkah kasus Tabloid Obor Rakyat sudah menerima surat dari Dewan Pers terkait kasus Tabloid Obor Rakyat yang dianggap memojokkan calon presiden Joko Widodo.

"Dewan Pers sudah menulis surat ke saya bahwa itu tidak ada kaitannya dengan pemberitaan," ujar Sutarman.

Meskipun demikian, kepolisian tetap melihat bahwa produk yang dijadikan alat berita tersebut berbentuk tabloid. Sehingga harus dilihat izinnya.

"Mungkin tabloid tidak ada izin. Kalau tidak ada izin apakah ada pelanggaran Undang-undang Pers? tentu itu juga menjadi pemikiran penyidik yang menangani," ungkap Sutarman.
Meskipun demikian kepolisian sudah melakukan proses penyelidikan dalam kasus tersebut berdasarkan pelangaran KUHP atau tindak pidana umum yaitu pasal 310, 311, dan 334 tentang perbuatan pencemaran nama baik.

"Prosesnya sedang berjalan. Pasal mana yang dilanggar nantinya saya kira pidana umumnya. Karena apa, kalau dikaitkan dengan Undang-undang pers mungkin persnya tidak ada izin. Itu juga sedang dikonsultasikan dengan dewan pers," ujarnya.

Mabes Polri juga mencoba melibatkan beberapa instansi terkait untuk melihat dari segi pelanggarannya yang dilakukan Tabloid Obor Rakyat. Seperti beberapa saksi ahli diantaranya dari Dewan Pers, Kominfo, termasuk ahli bahasa.

Kata Kapolri, ada tiga Undang-undang yang dapat menjerat Obor Rakyat. Yaitu UU Pers No 40 tahun 1999, karena Obor Rakyat berbentuk tabloid.

"Kalau tidak izin. Berarti melanggar UU pers. Prosesnya peraturan UU pers itu sendiri," ujar Sutarman.

Kasus Obor Rakyat dapat pula masuk pidana umum bila ada pihak yang melaporkan keberatan atas pemberitaan tersebut. Sebab, kasus itu masuk delik aduan. "Kemarin pihak yang dirugikan melapor kepada kita," katanya.

Sedangkan untuk UU Pemilu, kata Sutarman, pelanggaran yang ada akan disampaikan kepada Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum (Gakumdu).

"Pelanggaran administratif, kode etik apa pidana. Itu Bawaslu melalui Gakumdu,  Kalau itu terkait pidana pers ditangani Dewan Pers. Kalau pidana umum ya pidana umum, kalau pemilu prosesnya, kami berdiri diatas rel, Polri tidak dibawa kemanapun. Kami akan berfokus pada ketentuan hukum berlaku," ungkapnya. (Delly M)

Sukses Pilpres Sukses Bangsa Indonesia

Pangkep, Metropol - Menjelang dan pasca pemilihan Presiden – Wakil Presiden 2014, Kepolisian Sektor Ma’rang dibawah komando, AKP H.R. Moeis, S.Sos., SH, MH bersama seluruh anggotanya, sangat intens melakukan pembinaan terhadap masyarakat wajib.

Selain mengajak masyarakat teristimewa para wajib pilih agar mau menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar sesuai nurani masing-masing, Kepala Kepolisian Sektor Ma’rang AKP HR. Moeis pun tak lupa menghimbau segenap elemen masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang hingga pasca pemilihan presiden dan wakil presiden. “Sukses pemilihan presiden – wakil presiden merupakan sukses kita semua bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut AKP HR. Moeis, masyarakat Kecamatan Ma’rang telah memahami betapa pentingnya menyukseskan pemilihan presiden dan wakil. Ini merupakan wujud nyata semakin meningkatkan kesadaran masyarakat di dalam berdemokrasi. Namun demikian, kami selaku pengayom masyarakat senantiasa mengimbau agar pesta demokrasi jangan dijadikan ajang untuk saling menghujat. Tetapi mari kita bersatu padu didalam kebersamaan menuju pilpres yang damai, aman dan sukses.

“Damai itu indah, Sebab itu mari kita sukseskan pilpres dengan aman dan penuh kedamaian,” tandasnya.

Menyongsong pesta demokrasi pemilihan presiden – wakil presiden, kepolisian sector Ma’rang menurunkan tim pengamanan secara mobile hingga pasca pilpres. Setidaknya 25 anggota Polsek Ma’rang melakukan pengamanan terhadap 62 TPS. Setiap lima TPS, dua anggota Polsek Ma’rang melakukan pengamanan. Alhamdulillah, pada penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan Presiden – Wakil Presiden, situasi aman dan terkendali. Dua belas ribu wajib pilih di Kecamatan Ma’rang menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar.  (Zainuddin)

Polri Akan Kawal Proses Rekapitulasi Suara

Jakarta, Metropol - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman  mengatakan, pihaknya akan mengawal proses rekapitulasi suara. Ini dilakukan supaya suara rakyat yang disalurkan melalui Pemilu Presiden 9 Juli adalah suara murni yang tidak dicurangi baik ditambahi atau dikurangi.

“Kami menunggu hasil real count oleh KPU. Langkah yang telah dilakukan Polri adalah mengamankan TPS dan merekam perhitungan suara yang ada di TPS meski kami memang tidak bisa menjangkau seluruh 478.000 TPS dengan 254.000 personel kami,” kata Kapolri Jenderal Sutarman pada wartawan.

Rekaman perolehan suara di TPS oleh anggota Polri itu, kata Sutarman, bukan ditujukan untuk ikut melakukan rekapitulasi suara, tetapi sebagai langkah antisipasi jika muncul sengketa hasil perhitungan suara di sebuah TPS di kemudian hari.

”Tentu kami tidak ikut merekapitulasi. Tetapi polisi punya bukti yang siap digunakan dan bisa dijadikan pertimbangan hakim jika kelak muncul sebuah sengketa pemilu. Kami harapkan hasil yang diperoleh adalah hasil riil yang tidak diubah, dikurang, dan ditambah. Suara ini betul-betul riil suara rakyat,” ujar Sutarman.

Untuk itu, pihaknya kini terus mengikuti proses pengawalan rekapitulasi suara. Dia juga mengajak kedua belah pihak untuk ikut mengawal supaya tidak ada kecurangan.

“Dari TPS kita kawal ke PPS pada 10-13 Juli. Lalu rekapan suara dari PPS akan didorong ke PPK pada 14-16 Juli dan nanti ke KPU daerah 17-19 Juli lalu ke KPU Pusat pada 20-22 Juli dan kemudian penetapan suara oleh KPU. Kami kawal seluruhnya dan hindari gesekan. Saya harap masyarakat tidak terprovokasi,” tambahnya.

Dia juga berharap massa pendukung untuk menahan diri untuk tidak turun ke jalan merayakan kemenangan berdasarkan hasil quick count karena hal itu rawan memicu masalah.

Dimana sebelumnya, Kapolri beserta rombongan meninjau beberapa TPS di Jakarta dan sekitarnya. Seperti yang dilakukan Kapolri Jenderal Sutarman saat berkunjung langsung sejumlah TPS wilayah Bekasi, Jawa Barat, di Perumahan Cluster River Town, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Saat tiba di lokasi, Sutarman disambut ibu-ibu yang ingin memberikan suaranya di TPS dan saat itu pula tanpa basa-basi, ibu-ibu itu menghampiri Kapolri untuk berfoto bersama.

Seorang ibu bernama Setiawati (47), mengaku terkejut atas kunjungan Kapolri. Dia pun salah seorang warga yang meminta foto bersama. “Pak foto dulu,” ujar Setiawati.

Saat dimintai tanggapannya terhadap respon masyarakat yang demikian, Sutarman mengatakan hal ini membuktikan masyarakat masih memberikan harapan terhadap pemilu dan aparat kepolisian.
"Selama ini masyarakat hanya melihat lewat TV. Jadi sekarang tahu betul pemimpin Polri," kata Sutarman.

Momen itu juga tidak hanya diterima Kapolri, pejabat lainnya juga menerima perlakuan yang sama seperti yang dialami Brigjen Pol Boy Rafli Amar. (Delly M)