Minggu, 02 November 2014

Pecandu Narkoba Harus Ditangani Secara Humanis

Jakarta, Metropol - Politik hukum negeri ini menyatakan dengan jelas, bahwa penyalah guna narkoba idealnya ditangani dengan cara rehabilitasi. Meski demikian, dalam praktek hukumnya, masih banyak benturan dan kendala sehingga penyalah guna narkotika masih ada yang bermuara di balik jeruji besi.

Menanggapi hal ini, Kepala BNN, DR Anang Iskandar mengungkapkan, toleransi dari penegak hukum menjadi kunci penting dalam penanganan penyalah guna narkoba yang ideal sesuai dengan amanat UU No. 35/2009 dan  Peraturan Bersama. Dan harus ditangani secara humanis agar kondisinya tidak lebih parah dan liar.

Bentuk toleransi ini bisa diwujudkan dengan komitmen penegak hukum, terutama penyidik dalam menjalankan amanah Perber, yaitu asesmen terpadu terhadap penyalah guna narkotika. Dalam hal ini, penyidik memintakan asesmen kepada tim asesmen terpadu untuk penyalah guna narkotika yang baru ditangkap.

Selain itu, langka pelayanan kesehatan dan penanganannya perlu diberikan perhatian agar pihak pecandu dapat disembuhkan karena dasar itu sebagai jaminan pengaturan bagi rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalagunaan narkotika.

“Langkah ini penting untuk ditempuh agar bisa membuktikan si penyalah guna narkoba ini  hanya penyalah guna murni atau penyalah guna yang merangkap pengedar dan bandar. Selain itu, melalui asesmen terpadu inilah kadar ketergantungan orang tersebut dapat diukur,” ungkap Kepala BNN, saat menghadiri Focus Group Discussion yang digelar Kelompok Ahli BNN dengan tajuk “Politik Hukum VS Praktek Hukum Dalam Menangani Permasalahan Narkoba di Indonesia”, di Gedung Pasca Sarjana UI, Jumat (31/10/2014).

Dalam konteks penghukuman, pada dasarnya bisa saja para penyalah guna narkotika ini pada akhirnya mendekam di penjara, mengingat UU 35/2009 menganut double track system pemidanaan.  Namun dengan toleransi yang ada, dari mulai proses penyidikan, penuntutan hingga pengadilan, semua penegak hukum memiliki persepsi yang sama dan reorientasi kemanusiaan sehingga pada akhirnya sang penyalah guna berakhir di pusat rehabilitasi. “Faktanya, penjara tidak memberikan efek jera dan tidak menyelesaikan masalah, sedangkan rehabilitasi bisa kembali memberikan secercah cahaya bagi mereka (para penyalah guna-red) untuk kembali pulih dan menata hidupnya,” jelas Anang.

Terkait rehabilitasi, Prof. Surya Jaya, Hakim Agung MA sangat setuju menjadi pilihan yang lebih baik untuk para penyalah guna narkotika murni ketimbang pemenjaraan. Bahkan ia berpendapat agar rehabilitasi ini bukan hanya diberikan pada pecandu yang sudah parah, tapi juga penyalah guna yang baru coba-coba.

Agar politik hukum UU 35/2009 ini jelas berorientasi pada penyelamatan penyalah guna narkoba, Surya juga menyarankan agar dalam pasal 127 tidak lagi memuat ancaman maksimal hukuman pidana penjara empat tahun, tapi cukup satu tahun untuk hukuman rehabilitasi. 

Sedangkan Wisnu Subroto memaparkan menyetujui penyalagunaan narkotika perlu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Karena mereka juga korban atau bisa disebut diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam. Rehabilitasi kata Wisnu suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu. “Baik fisik maupun sosial, agar nanti dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan bermasyarakat,“ ungkap Wisnu Subroto, Kelompok Ahli BNN Bidang Hukum dan Perundang-undangan. (Deni M)

Pemda Sulteng dan Walikota Qingdao - China Jalin Kerjasama Investasi

Jakarta, Metropol - Potensi ekonomi di Sulawesi Tengah cukup tinggi, utamanya sumber daya alamnya. Salah satu potensi itu ada di Kabupaten Morowali Utara. Selain kaya akan sumber daya alam seperti pertambangan, di Kabupaten ini juga memiliki potensi hutan dan perkebunan yang dapat dikelola menjadi sebuah industri besar dan mampu memajukan perekonomian daerah serta masyarakatnya.

Kekayaan sumber daya alam yang potensial ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi investor baik dalam maupun luar negeri berinvestasi. Salah satu investor yang telah berkomitmen untuk menjalin kerjasama dan berinvestasi di daerah ini yaitu para pengusaha dari kota Qingdao China.

Kerjasama itu dikuatkan dengan pertemuan antar kedua delegasi beberapa waktu lalu yaitu antara Pemda Sulawesi Tengah bersama Pemda Kabupaten Morowali Utara dengan Pemerintah Kota Qingdao beserta sejumlah pejabat dan pengusaha asal kota tersebut. Kehadiran kedua delegasi yang mengadakan pertemuan bisnis di Asean Room Hotel Sultan Jakarta (17/3) untuk menegaskan kembali atas rencana pelaksanaan kerjasama bisnis diberbagai bidang yang akan segera dilaksanakan.

Pada pertemuan kerjasama yang di mediasi oleh kuasa direksi PT. Transon Bumindo Resor Ilham Ilyas, SH, MM, hadir sejumlah pejabat dan pengusaha dari kedua delegasi itu, dan memberikan paparan serta presentasinya tentang potensi, serta peluang bisnis ekonomi yang bisa diperoleh dengan adanya kerjasama saling menguntungkan ini. Dari pihak Pemda Sulawesi Tengah hadir Asisten Bidang Ekonomi Pemprop Sulteng, Kepala BKPM Sulteng, Bupati Morowali beserta sejumlah pejabatnya. Sedangkan dari dari pihak Pemerintah Kota Qingdao, hadir Walikota beserta sejumlah jajarannya serta para pengusaha dari kota Qingdao.

Dalam pertemuan kerjasama itu, Gubernur Sulteng yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi, Drs. Amjad Lawasa, MM menyempatkan memberikan sambutannya  mengatakan, “dirinya menyambut gembira dan mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara Pemda Kabupaten Morowali Utara dengan Pemerintah Kota Qingdao beserta dua pengusahanya yang menjalin kerjasama,” ujarnya.

Disisi lain Amjad Lawasa mengatakan pembangunan di daerah Morowali Utara yang sangat potensial ini, memang membutuhkan investasi yang sangat besar. Karena itu kerjasama ini ia dukung sepenuhnya agar segera terealisasi. “Mudah-mudahan pembicaraan ini merupakan awal yang baik dan bisa berlanjut lebih jauh lagi, sehingga bisa membawa manfaat bagi rakyat Morowali,” ungkap Gubernur Sulteng yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian.

Sementara itu dalam sambutan balasannya Walikota Qingdao mengatakan sangat senang bisa bertemu pada kesempatan ini dalam rangka mewujudkan kerjasama ekonomi dan bisnis di Kabupaten Morowali. “Kota Qingdao adalah sebuah kota yang berkembang di China dan menjadi salah satu kota perekonomian yang sangat penting di negara kami. Selain itu Kota Qingdao juga menjadi kota pelabuhan dan wisata yang berkembang cukup pesat,” ungkap Walikota Qingdao. 

Walikota Qingdao mengatakan salah satu perusahaan besar asal negaranya sebelumnya telah sukses berinvestasi di Sulteng membuka berbagai Industri. Dari keberhasilan itu ia berharap pengusaha-pengusaha asal Qingdao juga bisa meraih sukses yang sama dengan berbondong-bondong berinvestasi di Sulteng khususnya di Kabupaten Morowali. “Kami sangat mendukung perusahaan-perusahaan asal Qingdao dengan memberikan kemudahan-kemudahan melalui berbagai kebijakan pemerintahan kami,” ujarnya. 

Dalam kerjasama dan invetasi itu rencananya berbagai proyek akan dibangun seperti pembangunan kawasan industri terpadu, pembangkit listrik berkekuatan 6,65 megawatt, pengolahan tambang nikel, besi baja, serta pegolahan limbah proyek pertambangan (blue green). Selain itu juga dibidang kehutanan, perkebunan dan perikanan. (Baso Susanto)

Jumat, 31 Oktober 2014

Konkep Menerima Bantuan Hibah Satu Unit Ambulance Dari Kemenkes RI

Bupati Konawe Kepulauan
H. Muh. Nur Sinapoy
Jakarta, Metropol - Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara menerima bantuan hibah berupa satu unit ambulance dari Kemenkes RI untuk digunakan sebagai alat penunjang pelayanan kesehatan didaerah tersebut. 

“Bantuan tersebut sebagai bantuan awal karena pihak Kemenkes berjanji akan menambah bantuan tersebut pada tahun 2015 mendatang,” ungkap Bupati Konawe Kepulauan H. Muh. Nur Sinapoy kepada Metropol ketika ditemui di Jakarta, Kamis 30 Oktober 2014. 

Bupati juga menambahkan, bahwa ini satu-satunya hibah untuk pertama kalinya sejak berdiri sebagai daerah otonom. Dengan adanya bantuan tersebut, Bupati berharap pelayanan kesehatan didaerah tersebut dapat lebih baik dari sebelumnya. 

Selain bantuan tersebut, Bupati Konawe Kepulauan juga berharap akan ada Puskesmas keliling baik didarat maupun dilaut yang dapat melayani masyarakat mengingat Konawe Kepulauan merupakan daerah pesisir yang terdiri dari tujuh Kecamatan dan sembilan puluh Desa/Kelurahan, dengan jumlah penduduk 29.164 jiwa. 

Selain bantuan tersebut, Bupati Konawe Kepulauan juga bercerita banyak tentang potensi Konawe Kepulauan yang belum dikelola dengan baik. Potensi tersebut berupa alam yang cukup indah dan potensial dikelola menjadi tempat kunjungan wisata seperti pantai yang indah, air terjun Tumburano yang indah pula, ada juga hutan mangrove yang cukup luas sekitar 2000 Ha. serta potensi alam lainnya yang hingga kini belum bisa dikelola dengan baik, namun Bupati berjanji akan mengembangkan potensi tersebut dikemudian hari demi kemajuan Kabupaten Konawe Kepulauan. 

Selain alam yang indah, Konawe Kepulauan juga memiliki potensi sumber alam berupa pertambangan nikel, besi, pasir kwarsa dan hutan luas yang belum terjamah dan 95% masih asri. Begitu juga dengan masalah pertanian yang menghasilkan Kelapa, Cengkeh, Pala dan jambu mete, yang perlu dikembangkan guna menunjang pembangunan Kabupaten Konawe Kepulauan dikemudian hari. (Ir/Red)

Perayaan HUT Kabupaten Konawe Kepulauan

Perayaan HUT Kabupaten Konawe Kepulauan
dipimpin Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam SE.
dan dihadiri oleh Danrem Halouleo, Kolonel Arh Andi Sumangerukka,
Kapolres Kota Kendari AKPB Anjar Wicaksana, S.IK,
DanLanud Wolter Monginsidi, Lektol PNB Dedy Susanto
Konawe Kepulauan, Metropol - Perayaan HUT pertama Kabupaten Konawe Kepulauan 23 Oktober 2014. Upacara bendera dimulai yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam SE berlangsung dengan khidmat. 

Pejabat yang hadir pada acara itu, Danrem Halouleo, Kolonel Arh Andi Sumangerukka, Kapolres Kota Kendari AKPB Anjar Wicaksana, S.IK, DanLanud Wolter Monginsidi, Lektol PNB Dedy Susanto dan seluruh staf SKPD Kabupaten Konawe Kepulauan. Upacara dipimpin Komandan upacara oleh AKP L.M Nazirin. 

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra membacakan sejarah terbentuknya pulau Wawonii hingga menjadi Kabupaten Konawe Kepulauan. Gubernur mengatakan, perjalanan panjang sudah ditempuh Konawe Kepulauan hingga tiba sampai hari ini. 

“Kami berharap, Konawe Kepulauan semakin memperkuat birokrasi untuk mempercepat pembangunan daerah. Kedepan para peserta yang lulus CPNS akan memberikan sumbangsih yang besar serta bersinergi dengan seluruh elemen di seluruh Kabupaten Konawe Kepulauan,” ujar Gubernur. 

Pada akhir kata sambutan, Gubernur menyerahan SK perpanjangan jabatan Bupati Konawe Kepulauan kepada Bupati H. Muh. Nur Sinapoy sebagai tanda dilanjutkannya masa bakti Bupati untuk pembangunan di Kabupaten Konawe Kepulauan. (Ir/Red)

Mayjen TNI Doni Monardo Menjabat Danjen Kopassus

Sertijab Danjen Kopassus dari Mayjen TNI Agus Sutomo
kepada Mayjen TNI Doni Monardo di Mako Kopassus,
Cijantung, Jakarta Timur
Jakarta, Metropol - Mayjen TNI Doni Monardo resmi pimpin Kopassus yang sebelumnya menjabat Komandan Paspampres, serah terima jabatan (sertijab) Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dari Mayjen TNI Agus Sutomo kepada Mayjen TNI Doni Monardo di Markas Komando Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10).

Dalam acara Serah terima jabatan dari Mayjen TNI Agus Sutomo kepada Mayjen TNI Doni Monardo tersebut dihadiri oleh Pangkostrad, Letjen TNI Mulyono, mantan Danjen Kopassus Letjen TNI Prabowo Subianto, mantan KSAD Pramono Edie, Jenderal TNI Purnawirawan Wismoyo Aris Munandar, Para mantan Komandan Jenderal Kopassus.

Sertijab pagi itu dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang bertindak sebagai inspektur upacara pada serah terima jabatan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) dari Mayjen TNI Agus Sutomo, SE. kepada Mayjen TNI Doni Monardo.

Dalam Pidatonya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, “berkenaan dengan sertijab Danjen Kopassus ini saya selaku Kepala staf Angkatan Darat dan atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI Agus Sutomo atas segala dedikasi dan pengabdiannya selama ini sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Dan selamat datang kembali kepada Mayjen TNI Doni Monardo,” ucap KSAD.

KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga berharap kepada Komandan Jenderal Kopassus yang baru, "agar terus melanjutkan dan meningkatkan upaya produktif pada satuan yang di pimpin, dengan memunculkan langkah-langkah baru yang semakin kreatif dan inovatif, pelihara dan mantapkan terus profesionalisme prajurit Kopassus agar senantiasa siap dan berhasil dalam setiap penugasan yang di percayakan,” harap KSAD. (Kamal)

Profesionalisme Kopassus Terhadap Integritas Bangsa

Jakarta, Metropol - Sejak berdirinya Kopassus dengan nama RPKAD, Komando Pasukan Khusus atau sering disebut Kopassus adalah salah satu pasukan elit yang dimiliki TNI saat ini dan sudah diakui dunia sebagai salah satu pasukan terbaik yang dimiliki Indonesia.

Loyalitas Pasukan Kopassus tidak usah diragukan lagi dalam segala hal. Demikian disampaikan Dosen Badan Intelejen Negara (BIN) dan juga Dosen Lemhannas DR. Nurcahaya Tandang, S.IP., SH., M.Si. saat diwawancara dengan media di Jakarta, Kamis (30/10). Terkait Kepemimpinan Danjen Kopassus yang baru Mayjen TNI Doni Monardo.

Kopassus sebagai pasukan elit yang dimiliki Indonesia dan merupakan bagian dari TNI dan tugasnya sebagai alat Negara, Kopassus sepenuhnya hanya mengabdi pada negara dan loyalitasnya mutlak juga pada negara dan tidak loyal pada perorangan ataupun pada satu kelompok tetapi loyal pada NKRI sebagai harga mati yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Terbukti dengan kehadiran Perwira-perwira Kopassus dalam mengawal Pimpinan Tertinggi Negeri ini, Danpaspampres Mayjen Andika, Dangrup A Paspampres Kol. Maruli Simanjuntak, Ajudan Presiden Kol. Widi P dan Danden Paspampres Letkol Anan Nurahman, adalah para perwira Kopassus yang dipercayakan Presiden Joko Widodo untuk dapat membantu dalam menjalankan Pemerintahan saat ini.

Dosen Lemhannas DR. Nurcahaya Tandang, S.IP., SH., M.Si, mengungkapkan, “siapapun Presiden di Republik ini yang nota bene adalah Panglima tertinggi di NKRI Kopassus tidak setengah-setengah dalam memberikan kesetiaan dan loyalitasnya dengan profesionalismenya yang dimiliki kedepan siap mengawal Pemerintahan RI yang sah dalam menjalankan roda pemerintahan sesuai yang diamanatkan oleh konstitusi di Republik ini,” ungkapnya. 

DR. Nurcahaya juga menjelaskan, “adapun pemerintahan saat ini yang dipimpin Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, kedepan buat pasukan Kopassus merupakan tantangan berat yang harus dijawab dengan penuh rasa tanggung jawab yang didasari pada ketulusan dan profesionalisme yang tinggi,” jelasnya. (Kamal)

Selasa, 21 Oktober 2014

SBY Pamit dan Minta Maaf

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Silaturahmi Nasional
dengan Kepala Daerah dan Pejabat Negara pamit dan minta maaf
di Sentul International Convention Center (SICC)
Jakarta, Metropol - Melalui acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) kepala daerah dan pejabat negara di Sentul International Convention Center (SICC), (15/10/2014). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan kata pamit. Presiden Indonesia pertama yang terpilih secara langsung itu lima hari lagi akan mengakhiri masa jabatannya.

Dari podium. Dihadapan jajaran kepala daerah, pimpinan lembaga negara, dan perwakilan organisasi massa, Presiden SBY menyampaikan kata pamit kepada masyarakat Indonesia.

"Lima hari lagi saya mohon diri karena saya akan kembali ke masyarakat dan saya doakan agar Saudara sekalian bisa mengemban tugas," kata Presiden SBY di SICC, Bogor.

Tak lupa suami dari Ani Yudhoyono itu meminta maaf bila selama memimpin belum bisa memenuhi harapan seluruh rakyat Indonesia.

"Jika ada kekurangan dan kelemahan saya. Barangkali ada sejumlah sasaran yang belum tercapai saya mohon maaf. Saya juga meminta maaf jika selama 10 tahun ini sikap dan tutur kata saya yang Bapak Ibu tidak berkenan, karena semata-mata untuk manajemen pembangunan," kata SBY‎.

Kepada jajaran kepala daerah seluruh Indonesia dan pimpinan lembaga negara, Presiden mengucapkan terimakasih atas kerja samanya selama ini. 

Selain kata pamit, rencananya Presiden SBY juga akan menggelar acara Kopdar Pamitan. Mingu (12/10/2014) lalu melalui akun Twitternya @SBYudhoyono. Masyarakat diajak mengikuti #KopdarPamitan bersama Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Kamis (16/10/2014) besok.

Susilo Bambang Yudhoyono akan meletakkan jabatan pada Senin (20/10/2014) pekan depan. Selanjutnya Presiden Indonesia akan dijabat oleh Joko Widodo (Jokowi). (Delly M/An)

Usut Tuntas Bentrok TNI - Polri di Batam

Dari ki-ka Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya
bersama Ketua Tim Investigasi Mayjen TNI Maliki Mift,
Wakil Ketua Tim Investigasi Brigjen Pol Drs Fahrizal,
dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie
saat memberikan keterangan pers mengenai
hasil investigasi kasus bentrokan TNI-Polri di Batam,
di Media Center, Kemenkopolhukam, Jakarta, (14/10)
Jakarta, Metropol - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, meminta untuk usut tuntas bentrok TNI-Polri di Batam. Ini sebagai suatu bentuk tindak lanjut investigasi TNI dan Polri terkait kasus yang berawal saat Ditreskrimsus yang dibackup Polda Kepri menggerebek gudang BBM ilegal di PT Bintang Abadi Sukses, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung depan Perumahan Umum Cipta Asri, tak jauh dari markas Brimob.

“Harus diusut tuntas. Bahkan Kapolri memerintahkan Kadiv Propam untuk melakukan pemeriksaan mendalam,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny Franky Sompie, kepada wartawan.
Dia menegaskan, apabila perbuatannya nanti menyangkut masalah disiplin, kode etik, maupun pidana, tetap berproses.

“Kita masih menunggu hasilnya,” kata Ronny. Lebih jauh Ronny mengatakan, rekomendasi tim investigasi, akan ditindaklanjuti dan akan kita tunggu hasilnya.

Sedangkan pihak TNI yang ikut tim investigasi, menjelaskan, siapapun yang melakukan kesalahan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan tentunya akan diproses hukum terhadap oknum anggota masing-masing, yang melanggar aturan.

"Setelah hasil investigasi ini, kita bergerak. Kalau ada yang terlibat, kita proses," kata Fuad didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie dan sejumlah perwira TNI dan Polri lainnya di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, (14/10). 

Dari proses itu nantinya akan memunculkan sanksi yang dikenakan. Sekarang tim tengah menindaklanjuti hasil investigasi itu.

"Tim akan bergerak baik TNI maupun Polri," tegasnya.

Fuad pun membantah menyembunyikan kejadian sebenarnya terkait bentrok itu. "Tidak ada yang kita sembunyikan. Kita justru berharap kejadian seperti ini tidak terulang," kata Kapuspen.

Proses penyelidikan akan dikoordinasikan. Mulai dari penyelidikan secara intelijen dan sebagainya. Sehingga insiden serupa tidak terulang lagi.

"Proses dilakukan di masing-masing. Termasuk Polri terhadap rekomendasi yang dihasilkan. Kita menunggu," kata Ronny.

Ia menyatakan, Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik memberikan juga hak bagi penyidik atau petugas untuk tidak membeberkan informasi yang masih dikecualikan.

"Dan itu ada kategorinya. Secara transparan hasil penanangan perkara akan terungkap saat sidang," ujarnya. (MP)

Advokasi Kader Penyuluh Anti Narkotika Dilingkungan Instansi Swasta

Kasudin Pariwisata Dedi Soetaerdi
Bersama Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi, SH, MH
dan Kasi Cegah
BNNK Jakarta Timur Anton, S. Siagian, SH
Jakarta, Metropol - BNNK Jakarta Timur bekejasama dengan Sudin Pariwisata Kota Administrasi Jakarta Timur mengelar acara advokasi kader penyuluh anti narkotika di lingkungan instansi swasta Kota Administrasi Jakarta Timur dalam rangka melaksanakan program pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) yang diadakan di aula gedung Walikota Jakarta Timur, yang di hadiri oleh Kasudin Pariwisata Jakarta Timur Dedi Soetardi, Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi, SH, MH dan para pengusaha di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dalam sambutanya sekaligus pembuka acara Dede Soetardi mengatakan, untuk mewujudkan lingkungan usaha pariwisata bebas narkoba pemerintah telah mengeluarkan perda Provinsi DKI Jakarta No 10/2014 tentang kepariwisataan, bahwa setiap penyelenggara kepariwisataan wajib untuk  antaranya: 1. Menjamin dan bertanggungjawab terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan pengunjung. 2. Memelihara kebersihan, keindahan dan kesehatan lokasi kegiatan serta meningkatkan mutu lingkungan hidup. 3. mencegah dampak sosial  yang merugikan masyarakat. Kebijakan sudin pariwisata antara lain: 1 melakukan pengawasan terhadap penyelenggara industri pariwisata. 2. melakukan penyuluhan kepariwisataan (termasuk penyuluhan tentang narkoba) kepada pengelola industri pariwisata. 3. memberikan penilaian dan penghargaan kepada usaha pariwisata, namun ada juga hambatanya seperti : Terbatasnya petugas pengawasan industri pariwisata, menyebarluasnya industri pariwisata di seluruh wilayah, lemahnya kesadaran pengelola industri pariwisata tentang bahaya narkotika dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi industri pariwisata.

"Dan solusinya adalah meningkatkan kerjasama dangan instansi terkait dalam pengawasan industri pariwisata, meningkatkan kesadaran pengelola industri pariwisata tentang bahaya narkoba dan memberi kan sanksi kepada pengelola usaha yang tempat usahanya dijadikan lokasi peredaran narkotika," tegasnya.

Kepala BNNK Supardi, SH, MH dalam sambutanya menututurkan bahwa kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat lintas Negara (transnational crime) kejahatan terorganisir (organized crime) dan kejahatan serius (serious crime) yang menimpa segenap lapisan masyarakat, menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama dari segi kesehatan, sosial ekonomi dan keamanan, mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) dimasa depan.

Dampak psikologis terhadap penyalahguna narkotika adalah emosi yang tidak terkendali, kecendrungan untuk selalu berbohong, tidak memiliki tanggungjawab, hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu, cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain, merasa dikucilkan/menarik diri dari lingkungan, tidak peduli dengan nilai/norma yang ada cenderung melakukan tindak pidana kekerasan, pencurian dan mengganggu ketertiban umum. 

Ciri-ciri pengguna narkotika adalah: jalan sempoyongan, bicara pelo, selalu terlihat mengantuk, terdapat tanda bekas suntikan/sayatan bagian tubuh, mengabaikan kebersihan diri, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, menghindari kontak mata dengan orang lain, kamar tidak mau diperiksa selalu terkunci, sering menerima telepon/tamu  yang  tidak dikenal, ditemukan (obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api dikamar), malas untuk belajar (bagi siswa/i), kurangnya sikap disiplin, sering bengong/linglung, sering membolos sekolah, mengabaikan kegiatan ibadah, menarik diri dari aktivitas bersama keluarga, sering menyendiri/bersembunyi dikamar tidur (kamar mandi dan tempat tertutup lainnya),” paparnya. (Deni M)

Perusahaan Plat Merah

Ketua Serikat Pekerja PT. Rukindo, Sunarja
Jakarta, Metropol - Perusahaan PT Rukindo yang sudah berjalan beberapa tahun kehadirannya dan beberapa kali berganti Direksi, namun tidak memberikan keuntungan, bahkan merugi. Jadi wajarlah kalau perusahaan ini dengan usaha dibidang pengerukan dan reklamasi disebut “Perusahaan Plat Merah”.

PT Rukindo yang awal semula tidak bergantung dengan perusahaan BUMN lainnya, kini memiliki induk perusahaan, yaitu PT Rukindo II sebagai pemegang saham, dengan tujuan dapat meraih laba dan tidak gulung tikar.

Jika PT Rukindo dikelola sendiri manajemennya oleh pihak negara yang ditunjuk berdasarkan kriteria yang ada, tentunya perusahaan ini sudah tidak mampu bersaing dengan perusahaan BUMN yang ada di Indonesia ini.

Anehnya, beberapa kali bergantian Direksi, namun pengelolaan manajemen untuk meraih untung, tidak juga didapat. Bahkan setelah pemegang saham beberapa kali menyuntikan dana untuk pekerjaan, tidak juga ada pekerjaan yang didapat. Sampai-sampai pihak karyawan sejauh ini belum mendapat tunjangan gaji ke 13.

“Pihak perusahaan tidak mampu lagi memberikan yang terbaik bagi karyawan. Janji-janji yang dilontarkan Direksi sejauh ini semakin sulit diwujudkan,” kata Sunarja, Ketua Serikat Pekerja PT Rukindo.

Menurut Sunarja, seharusnya perusahaan ini dipimpin orang yang mengerti tentang Rukindo. “Bukan orang asal ditempatkan saja,” ungkap Sunarja lagi.

Sunarja mencontohkan, Direksi-direksi yang sudah ada sekarang, seperti Direktur Utama dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia, tidak bisa mengelola manajemen perusahaan. Hanya Direktur Komersial dan Teknik bekerja sendiri. “Saya mengamati dan melihat Direksi Komersial dan Teknik, benar-benar mau bekerja dan turun langsung ke lapangan. Istilahnya jemput bola, tidak mau menunggu,” imbuh Sunarja.

Pihak SP sendiri tidak menyalahkan pemegang saham (PT Pelindo II). Langkah-langkah PT Pelindo II, sudah sewajarnya membantu PT Rukindo dengan beberapa kali menyuntikan dana. Namun pengelolaannya tidak baik.

Untuk itu, pihak SP PT Rukindo meminta pemegang saham agar mengganti kedua Direksi tersebut. “Sudah saat mengganti direksi yang tidak cakap bekerja dan memimpin perusahaan ini,” kata Andi Sapetungi, Sekjen SP Rukindo menambahkan. (Delly M)

Rumah Sakit Umum Massenrempulu Jorok

Suasana di koridor RSU Massenrempulu
Enrekang, Metropol - Bupati Enrekang Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd beberapa waktu lalu di ruang pola, mengungkapkan Kondisi Rumah Sakit Massenrempulu jorok, sebagai salah satu pusat layanan publik terbesar di Enrekang yang setiap hari dikunjungi ratusan pasien memang patut menjadi sorotan. Bukan hanya dari sisi kebersihan tapi dalam segala aspek. Termasuk ketersediaan obat-obatan.

Pengelola sebagai penyedia layanan harus memperhatikan kenyamanan para pengunjung terutama pasien rawat inap, dan kebersihan adalah salah satu aspek yang harus menjadi target perhatian pihak cleaning service yang telah diberi kepercayaan untuk menanganinya. Namun saat dikonfirmasi ke penanggungjawab kebersihan tentang rumah sakit yang masih jorok dimata Bupati dan sebagian kalangan, pihak pengelola kebersihan RSUM membantah.

Menurutnya selama berada dalam  pengawasannya, rumah sakit jauh lebih bersih di banding tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja pada jam-jam tertentu saat para petugas kebersihan RSUM sedang istrahat. Sampah-sampah mulai berserakan dimana-mana. Ini akibat ulah para pengunjung rumah sakit yang membuang sampah seenaknya. Padahal di setiap ruangan dan sudut rumah sakit sudah disediakan tempat sampah, kata koordinator cleaning service Harmitha Najamuddin.  

Tak ada yang bisa membantah bahwa untuk mencapai bersih yang maksimal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena sesungguhnya sampah yang ada dirumah sakit bukan saja berasal dari pengunjung atau keluarga pasien. Tetapi juga berasal dari para petugas dan pegawai rumah sakit.

Untuk itu perlu kesabaran ekstra menyadarkan mereka agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Satu hal lagi. Perlu ada panegakan aturan yang ketat untuk para pembesuk agar tidak membludak dan perlu ada pembatasan jumlah penjaga pasien. Diharapkan mampu meminimalisir terjadinya penyebaran sampah sebagai salah satu sumber kuman dan penyakit. Ini saja sudah terlihat bersih. 

"Saya berada didepan apotik rumah sakit keluar bau menyengat sampai kordinator cleaning service, harus menyemprotnya dengan pengharum berulang-ulang," kata salah seorang aktifis perempuan dari Forum Komunikasi Peduli Rakyat Miskin (Fokus).

Untuk menjadikan RSUM sebagai salah satu layanan kesehatan publik yang benar-benar maksimal dibutuhkan kesadaran semua pihak. Bukan saja para pengunjung tetapi para pelaku yang sedang bertugas agar kenyamanan pasien dapat dirasakan optimal.

Satu hal lagi yang mungkin bisa menjadi perhatian pimpinan RSUM agar meningkatkan service excellent bagi para petugas. Agar dalam menjalankan tugasnya mampu membuat pasien merasa sembuh, sebab pengalaman pribadi menilai masih banyak petugas rumah sakit yang tidak terlihat ramah sehingga tidak menutup kemungkinan banyak pasien yang merasa pelayanan yang tidak prima di RSU Massenrempulu. (Sry YN)

Pangkep Percontohan Maritim di Indonesia

Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid, SE
Pangkep, Metropol - Daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan salah satu percontohan wilayah maritim di Indonesia. Bahkan, Pangkep merupakan daerah pendukung program 100 hari Presiden RI – Wakil Preriden RI, Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Kabupaten Pangkep memiliki wilayah maritim yang cukup luas. Sebagai wilayah maritim yang luas membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Dalam upaya ini, Pangkep amat membutuhkan sarana transportasi laut yang memadai, imbuh Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid, SE pada pembukaan pendidikan jurnalistik HUT I Tabloid Teropong Bulusaraung dirangkai pekan kreatifitas Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Pangkep, bekerjasama PWI Provinsi Sulawesi Selatan, Jum’at (10/10/2014) di ruang pola Kantor Bupati Pangkep.

“Kabupaten Pangkep telah siap menjadi percontohan wilayah maritim di Indonesia. Itulah sebabnya, sejak usai menjadi pemateri dalam seminar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pangkep mulai melakukan upaya pengelolaan wilayah maritim dengan melibatkan semua unsur terkait,” ungkap Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid, SE.

Dengan luas laut mencapai 11.464,45 Km2 dan 250 km garis pantai, Pangkep dianugerahi kekayaan laut yang sangat besar dan beraneka ragam. Diperkirakan, potensi kekayaan laut Pangkep bernilai triliunan.
Salah satu bidang yang perlu digarap secara maksimal adalah potensi bioteknologi laut dan konservasi lingkungan laut. Dalam konteks bioteknologi, Pangkep dianugerahi banyak sumberdaya keanekaragaman hayati laut yang jika dikaji bioactive substances-nya akan menghasilkan banyak produk kelautan alami, berupa obat-obatan serta functional foods.

Dalam skala lebih besar, memerlukan kebijakan yang tepat untuk mengelola semua sumberdaya hayati laut, khususnya terkait pemanfaatan yang lestari, isu-isu sosial, sampai pada isu lintas perbatasan negara. Untuk itu, konsep konservasi yang tepat perlu dipertimbangkan. Yaitu menggabungkan distribusi biogeografis suatu biota laut (biological marine connectivity) yang ditentukan pola arus serta membentuk kesamaan genetika, pemanfaatan yang tepat, dan lestari melalui bioteknologi, serta pola kebijakan dalam suatu wilayah ekosistem pesisir.

Berkaitan dengan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian serius. Baik melalui simposium, seminar maupun pertemuan berkala seperti yang dilakukan Universitas Surya Banten, melalui lembaga risetnya, Center for Oceanography and Marine Technology And Marine Natural Products Research Center, mengadakan simposium internasional bertema International Symposium on Marine Biotechnology and Ocean Conservation, 15-16 September 2014 silam di Auditorium Surya University, Gading Serpong, Tangerang. 

"Simposium yang diselenggarakan Universitas Surya Banten diharapkan dapat memicu riset-riset multidisiplin bidang kelautan, serta mampu menjawab persoalan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Pangkep khususnya dan masyarakat Indonesia masa depan, sekaligus memperkokoh peran Kabupaten Pangkep sebagai wilayah Maritim Percontohan di Indonesia sekaligus sebagai Poros Maritim Dunia," ujar Bupati Pangkep. (Bisman)

Murid Madrasah Diniyah Maulana Yusuf Belajar Menggunakan Meja Lipat

Lebak, Metropol - Sungguh miris disaat pendidikan agama yang semestinya diterapkan pada generasi muda sejak dini. Akan tetapi kegiatan belajar menjadi tidak nyaman, sebab madrasah yang berlokasi di Desa Cikadu Kecamatan Cibeber ini tidak memiliki meja maupun kursi untuk belajar. Terpaksa para siswa membawa perlengkapan sendiri dari rumah masing-masing, berupa meja lipat, yang lebih memprihatinkan lagi para siswa yang seluruhnya berjumlah 90 orang tersebut belajar  sambil duduk di lantai.

Rahili S.Pd. Kepala Madrasah Diniyah saat  ditemui Metropol menjelaskan, “beginilah keadaan sekolah kami, dari 3 ruang kelas, hanya 1 ruang yang kami gunakan, 2 ruang lainnya belum selesai, yang kami bangun sebelumnya, kami dapatkan dari PNPM. Jadi untuk kegiatan belajar siswa 1 kelas kami pinjam ruangan SDN dan 1 kelas lainnya kami menempati ruangan Majlis Ta’lim. Jadi sarana maupun prasarana yang kami miliki amat minim. Sedangkan untuk PAUD dengan terpaksa kegiatan belajarnya kami menempati Mushola. Kami mohon pemerintah mendengar keluhan dan kebutuhan kami,” kata Rahili.

Salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya mengatakan, “Indonesia  sudah lama merdeka mas. Sementara anak-anak dituntut untuk mau belajar supaya pintar. Jadi program Pemkab, yaitu Lebak Sehat, Lebak Sejahtera dan Lebak Pintar. Belum seluruhnya menyentuh. Beberapa wilayah terbukti, masa sih anak-anak belajar kok dilantai, kayak jaman Kolonial saja. Oh iya, satu lagi yang ingin saya katakan. Di kampung sebesar ini dengan jumlah penduduk cukup banyak, Desa ini belum memiliki Masjid Jami, yang ada saat ini hanya Mushola, tidak bisa kami gunakan untuk Sholat Jumat, terlalu kecil,” kata tokoh warga tersebut.

Hendaknya pemerintah daerah tanggap pada persoalan di ujung wilayah Kabupaten Lebak yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi ini. Apalagi hal ini menyangkut masa depan pendidikan generasi penerus.Dan ini harus menjadi catatan juga PR bagi Pemerintah daerah Kabupaten Lebak. Apalagi untuk hal yang paling Urgent yakni sarana untuk beribadah berupa mesjid Jami belum dibangun alias belum ada di desa ini.Atau mungkin ada yang memiliki harta yang lebih, mau menyisihkan rizkinya untuk membantu membangun Mesjid Jami, siapa tahu? (Dicky Abiasa)

Kepala Sekolah Peduli Lingkungan

Kepala SD Negeri 50 Bonto Panno
Andi Nuraeni Umar, S.Pd
Pangkep, Metropol - Andi Nuraeni Umar, S.Pd. Kepala SD Negeri 50 Bonto Panno Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep merupakan salah seorang sosok pemimpin perempuan yang amat peduli terhadap upaya pelestarian lingkungan sekolah. Dia terbilang kepala sekolah yang penuh percaya diri dalam menakhodai lembaga pendidikan dasar di Pangkajene Kabupaten Pangkep.

Sejak  13 Juni 1912 silam, Nuraeni Umar, S.Pd mengabdi sebagai kepala sekolah di SD  Negeri 50 Bonto Panno Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep telah bertekad memberikan yang terbaik dalam upaya mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan hijau dan bertekad menjadikan sekolah yang dinakhodainya menjadi lembaga pendidikan terpandang di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.

Awal keberadaan kami di SD Negeri 50 Bonto Panno, kondisi sekolah sungguh sangat memprihatinkan. Setelah kami bermusyawarah dengan segenap dewan guru, orang tua siswa serta komite sekolah. Lambat lingkungan sekolah mulai tertata dengan baik.

Sekolah yang dulunya “Kumuh”, kini “berubah” dan terpandang di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep, beber Kepala SD Negeri 50 Bonto Panno, Andi Nuraeni. “Kami bertekad menjadikan lembaga pendidikan dasar SD Negeri 50 Bonto Panno Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, menjadi sekolah terpandang dan terbaik di wilayah Kecamatan Pangkajene ini,” kata Andi Nuraeni yang didampingi sejumlah guru kelas.

Lembaga pendidikan dasar SD Negeri 50 Bonto Panno bertekad menjadi sekolah terpercaya di masyarakat dalam mencerdaskan anak bangsa guna menyukseskan program wajib belajar 9 tahun, dengan misi menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi di bidang imtaq dan Iptek serta menelorkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, aktif, kreatif, inovatif sesuai perkembangan zaman. (Zainuddin)

Perbaikan Rumah Dinas Mendesak

Kepala SD Negeri 35 Tekolabbua
H. Nurdin Cali, S.Pd
Pangkep, Metropol - Bila berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri 35 Tekolabbua Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep – Sulawesi Selatan, setiap orang  akan berdecak dan berkata “sungguh memprihatinkan” kondisi sekolah yang terletak di daerah pesisir tersebut. Selain, kondisi Rumah Dinas Kepala Sekolah  dan rumah dinas guru mengalami rusak berat, juga guru-guru terkadang hanya membersihkan badannya dengan menggunakan air asin. Oleh sebab itu, perbaikan Rumah Dinas Kepala Sekolah sangat mendesak untuk direalisasikan. Begitu pula dengan pengadaan air bersih seperti saat ini. Musim kemarau berkepanjangan.

Tidaklah mengherankan bila di musim kemarau berkepanjang seperti sekarang ini,  badan mereka berkilau, peluh guru-guru terasa asin dan mengeluarkan aroma kurang sedap. Itulah sebabnya melalui Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda Kabupaten Pangkep segenap elemen masyarakat (dewan guru, komite sekolah dan orangtua siswa) memohon kiranya Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid dapat memberikan bantuan perbaikan rumah dinas kepala sekolah dan rumah dinas guru, sarana air bersih berupa bak penampungan air yang dapat menampung air hujan serta sekali-kali diberikan air PDAM. Kalau bisa bukan hanya untuk kebutuhan di sekolah melainkan juga untuk kepentingan masyarakat Tekolabbua umumnya.

Kepala SD Negeri 35 Tekolabbua, H. Nurdin Cali, S.Pd mengemukakan, perbaikan rumah dinas kepala sekolah dan rumah dinas guru sudah sangat mendesak. Begitu pula dengan kebutuhan air bersih di Tekolabbua Kecamatan Pangkajene sudah amat mendesak pemenuhannya. Selain karena sudah memasuki musim kemarau,  kebutuhan air minum nyaris tak terpenuhi. Bayangkan saja, setiap penduduk harus membeli air bersih seribu rupiah per  jerigen sementara penghasilan masyarakat terbilang minim. Itupun kalau kebetulan ada penjual air yang berkunjug ke tekolabbua. “Kalau tidak ada, yah …… kasihan deh,” H. Nurdin.

Sekolah Dasar Negeri 35 Tekolabbua yang memiliki lahan 204 m2 dengan 6 rombel, membina 95 orang anak didik yang  dibina 9 orang guru. Dalam tahun ajaran 2014 – 2015 bertekad melahirkan cikal bakal generasi pelanjut cita-cita pembangunan bangsa yang memiliki sikap mental menggembirakan serta berkemampuan handal. Itulah sebabnya di SD Negeri 35 Tekolabbua diterapkan pembinaan mental spiritual secara teratur oleh guru agama.

Kualitas pendidikan yang ditunjukkan sekolah tak hanya tampak dari serangkaian prestasi murid. Ada beberapa faktor lain yang juga turut berdampak. Faktor-faktor tersebut antara lain ketersediaan sarana dan prasarana, infrastruktur memadai, kompetensi dan integritas tenaga pendidik, serta terpenting pula generasi kepemimpinan sekolah. Yang disebut terakhir menurut H. Nurdin, yang sehari – hari dikenal sebagai Sekretaris PGRI Kecamatan Pangkajene, juga tak mengenyampingkan pengaruh politis. Namun, tetap tunduk pada koridor aturan yang bersifat mengikat.

Menyinggung tentang pergantian kepemimpinan sekolah yang akhir-akhir ramai diperbincangkan, menurut H. Nurdin, pergantian pemimpin sekolah harus didasari semangat demokratis. Dengan  dasar itu, akan ada imbas positif terhadap pembelajaran tata pikir peserta didik. Sebaliknya, jika generasi school leadership itu tidak dilaksanakan atas dasar demokrasi, maka jangan harap sekolah akan menebarkan layar terkembang untuk selanjutnya mampu merancang “rumah masa depan” murid.  Sebab, menjadi kepala sekolah tentu tak terlepas dari kinerja pengelolaan tugas kependidikan, kepercayaan warga sekolah, integritas keteladanan dan apresiasi masyarakat yang berdasar. (Bis)

Senin, 20 Oktober 2014

BNN Mencanangkan Tahun 2014 Sebagai Penyelamatan Pengguna Narkoba

Kepala BNN RI Dr Anang Iskandar SH, MH
pada Focus Group Discussion (FGD)
Tentang Dekriminalisasi dan Depenalisasi Bagi Pecandu
atau Penyalahguna Narkoba
di Gedung 3 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta, Metropol - Dari tahun ke tahun, prevalensi pengguna narkotika di Indonesia meningkat. Kini jumlahnya sudah mencapai 2,23 persen atau sekitar 4,2 juta orang. Untuk mengantisipasi dan menekan jumlah pengguna narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mencanangkan 2014 sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba.

Demikian disampaikan Kepala BNN RI Dr Anang Iskandar SH MH pada Focus Group Discussion (FGD) Tentang Dekriminalisasi dan Depenalisasi Bagi Pecandu atau Penyalahguna Narkoba di Gedung 3 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini, lanjut Anang, BNN sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan kebijakan dekriminalisasi dan depenalisasi.

"Menurut Undang-undang Narkotika No 35 tahun 2009, dekriminalisasi diartikan, membawa, memiliki, menguasai, menggunakan narkotika dengan jumlah tertentu untuk diri sendiri merupakan perbuatan melanggar hukum pidana. Tetapi tidak dijatuhi sanksi pidana penjara melainkan sanksi untuk melaksanakan rehabilitasi. Jadi, dekriminalisasi itu pilihan," terangnya.

Dikatakan, dekriminalisasi menurut UU Narkotika ialah memberikan kewenangan kepada hakim untuk memilih memutuskan hukuman penjara atau menetapkan tindakan rehabilitasi. Karena bentuknya pilihan, BNN mendorong kepada hakim untuk memilih hukuman rehabilitasi bagi pengguna narkoba. (MP)

Harus Tegas Terhadap Bandar Narkoba

Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kedua kiri) 
didampingi Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kiri), 
Kabareskrim Komjen Pol Suhardi Alius (kedua kanan)  dan
Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra (kanan) 
memegang barang bukti narkotika jenis sabu-sabu
saay pengungkapan sindikat internasional narkotika China-Hongkong-Indonesia 
di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/10)
Jakarta, Metropol - Kapolri Jenderal Sutarman mengakui tidak mudah untuk menindak para pelaku kejahatan narkoba. Alih-alih memberantas, malah ada beberapa Polisi yang akrab dengan bandar saat ditangkap.

Menurutnya, pengungkapan kasus terorisme, dalam upaya penindakan, justru yang dibenci  para kelompok teror adalah penegak hukum.

"Kasus ini sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. Tidak mengenal status sosial. Bisa saja anggota kita atau masyarakat anak-anak, dan bisa saja yang lain. Kita terus berkomitmen penegakan hukum secara tegas kepada sindikat internasional dan sindikat lainnya yang menyuplai ke Indonesia," kata Jenderal Sutarman di Mabes Polri kapada wartawan.

Pernyataan tersebut dikemukakan jenderal bintang empat itu dalam ekspose kasus pengungkapan 71 kilogram sabu-sabu oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, beberapa waktu yang lalu.
"Saya pernah menyampaikan kalau kita melakukan penangkapan pelaku terorisme kita dimusuhi, ditembak. Tapi kejahatan narkoba ditangkap. Mereka makin dekat dengan penegak hukum. Ini sangat berbahaya," ujar Sutarman.

Untuk memantau anggotanya agar tidak "terkontaminasi" siasat para bandar, Polri melakukan pengecekan rutin urine setiap anggota.

"Untuk keamanan anggota kita selalu melakukan pengecekan secara periodik, tes urin dan sebagainya. Kita ingatkan dan kita lakukan penindakan. Ada 80-an anggota kita dikeluarkan," ujar Sutarman.

"Kita terus melakukan pengawasan kepala unit Polres-Polsek. Sehingga tidak ada yang terlibat atau terpengaruh," imbuhnya.

Dari Hong Kong dan Tiongkok, Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri mengungkap 71 kilogram sabu-sabu siap edar dari empat tersangka. Diketahui berasal dari Hong Kong dan Tiongkok.

Dalam pemaparannya, Kapolri Jenderal Sutarman mengungkapkan kronologis penangkapan yang dilakukan jajarannya. Pada 23 September 2014 sekitar pukul 13.30 WIB di Hotel Grand Asia, Jalan Bandengan, Jakarta Utara, di kamar 511, aparat menangkap Agn yang merupakan warga negara Indonesia. Disita 4,5 kilogram sabu-sabu diduga berasal dari China dan dua handphone dari tersangka.

Dari pengakuan tersangka Agn, aparat mengembangkan penanganan kasus tersebut dan menangkap LTY, warga Negara China, di Hotel Hariston, Jalan Bandengan, di kamar 7011, sekitar pukul 09.00 WIB. "Ada barang bukti sabu seberat 25 kg dan dua buah handphone," kata Kapolri.

Tidak berhenti di dua tersangka, penyidik terus menelusuri keberadaan sindikat lainnya. Alhasil, di hari yang sama, sekitar pukul 10.45 WIB di lobi Hotel Fave, Pluit, ditangkap warga Negara China, CFC. Kepada penyidik CFC menyebut sabu-sabu yang dimilikinya ada di Apartemen Green Bay, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Barang bukti seberat 34 kg sabu. Diperoleh informasi yang bersangkutan adalah tempat menyimpan barang-barang yang masuk dari Hong Kong dan Tiongkok," kata Sutarman di depan wartawan.

Dari "nyanyian" CFC didapati informasi barang haram itu diperoleh dari seorang warga Negara Hong Kong, FKH. Polisi mendapati FKH mengirimkan sabu-sabu melalui ekspedisi ke alamat di Tanah Tinggi, Tangerang. Pengiriman dilakukan 27 September 2014.

"Narkoba jenis sabu disamarkan ke dalam makanan manisan kulit jeruk sebanyak 21 dus dan dikirim melalui jasa ekspedisi," jelas Sutarman.

FKH tidak tahu Polisi sudah mengendus penyelundupan sabu-sabu yang dimilikinya. Ketika mengetahui barangnya sudah tiba di Indonesia, dia pun terbang ke Indonesia pada 29 September 2014, tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 13.00 WIB.

Penyidik tidak langsung menangkap. Namun mengikuti gerak-geriknya. Pada pukul 22.00 WIB FKH bergerak ke alamat pengiriman sabu-sabu di Jalan Budi Asih 2, Tanah Tinggi. Saat tersangka membuka paket tersebut, ditangkap polisi direktorat tindak pidana narkoba. "Disita delapan kilogram sabu dan tiga buah HP," kata Sutarman.

Aparat masih melakukan pengembangan. Disinyalir bandar besar sabu-sabu berada di Hong Kong dan China. "Sebagai bandar di Tiongkok dan Hong Kong, inisial A dan B. Saat ini menjadi DPO kita," tandasnya.  (Delly M/An)

Jenderal TNI Dr Moeldoko Berikan Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko
saat menyerahkan penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014
kepada pemenang lomba inovasi, di Mabes TNI Cilangkap
Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, memberikan penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 kepada pemenang lomba penghargaan inovasi, di Mabes TNI Cilangkap, Minggu, (12/10).

Kegiatan ini merupakan salah satu ajang pemberian penghargaan kreativitas dan inovasi di lingkungan yang diselenggarakanh Mabes TNI, bekerjasama dengan CIS School of Innovation dan Yayasan Planet Inovasi, dimeriahkan oleh konser musik Iwan Fals, Fitri Carlina, Youbi Sister dan penampilan joget dari prajurit TNI
Penghargaan Inovasi Panglima TNI (Panglima TNI Innovation Award) mengidentifikasi, mengenali, mengakui, dan mendiseminasi karya inovasi militer yang terkait dan berasal dari lingkungan TNI/luar lingkungan TNI, mencakup: inovasi teknologi (technology innovation, high-end innovation) dan inovasi pendekatan kemanusiaan, serta inovasi SDM (human-approach innovation, low-end innovation).

Panglima TNI dalam sambutannya menekankan, tujuan kegiatan ini adalah memberikan apresiasi kepada individu/ tim/satuan militer dan PNS di lingkungan TNI. Serta individu/tim/organisasi non militer/di luar TNI yang menciptakan dan mengembangkan produk-produk inovatif. Serta mendorong tumbuh dan kembangnya ekosistem inovasi di lingkungan TNI dengan memperkuat kerjasama inter-sektoral antar aktor inovasi, serta memonitor implementasi kebijakan pimpinan TNI tentang inovasi dan meningkatkan peran strategis R&D (Research & Development) di lingkungan TNI pada khususnya dan nasional pada umumnya.

Jenderal TNI Moeldoko menjelaskan, marwah disiplin menjadi kekuatan TNI. Sedangkan marwah teknologi untuk semantiasa menghadirkan teknologi dan produk alutsista dalam negeri. Sementara itu, marwah seni dan budaya dihadirkan agar prajurit TNI memiliki cita rasa. “Terpadunya disiplin. Teknologi serta seni dan budaya menjadi kekuatan baru bagi TNI dan prajurit TNI,” kata Panglima TNI.

Jenis Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 ini yakni, Penghargaan Inovasi TNI Alutsista TNI, Penghargaan Inovasi TNI Non Alutsista, Penghargaan Inovasi (Ko-Inovasi) TNI dan Pemerintah Daerah, Penghargaan Inovasi (Ko-Inovasi) TNI dan Individu/ Tim/ Organisasi/ Lembaga Publik diluar TNI.

Adapun penerima penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014, yaitu Kategori Inovasi Alut TNI AD, diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat dengan mata Inovasi “Rancang Bangun Senjata Dopper”, diterima oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat. Kategori Inovasi Alut TNI AL, diberikan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut, dengan mata inovasi “Pembuatan Prototipe Swamp Boat”, diterima oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut. 

Kategori Inovasi Alut TNI AU, diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara, dengan mata inovasi “Pembuatan Bom Tajam BT-500 untuk Pesawat Standar NATO”, diterima oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara.

Sedangkan untuk Kategori Inovasi Non-Alut TNI AD, diberikan kepada Kapten Ctp Edi Nursantosa, S.Si., M.Sc, dengan mata inovasi “Pendekatan Indeks Vegetasi Citra Satelit Penginderaan Jarak Jauh untuk Mendeteksi Samaran Pasukan di Medan Tertutup”. 

Kategori Inovasi Non-Alut TNI AL, diberikan kepada Kolonel Laut (T) Abdul Rahman, S.T., M.T., dan Tim dengan mata inovasi “Rancang Bangun Pos Angkatan Laut Mandiri Energi Guna Meningkatkan Fasilitas Pangkalan di Lokasi Terpencil”. Kategori Inovasi Non-Alut TNI AU, diberikan kepada Kapten Lek Ramayuda Rahmad, S.T., dan Tim dengan mata inovasi “Server DEPOHAR 40 sebagai Integrator Jaring Komunikasi dalam Mewadahi Jaringan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance)”.

Sementara itu untuk Kategori Inovasi Partisipasi Masyarakat, diberikan kepada Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si., Dr. Akhiruddin Maddu, S.Si., M.Si., dan Esa Ghanim Fadhallah, dengan mata inovasi “Material Organik Penyerap Gelombang Radar dari Komposit Penyerap Chitosan-Hidroksiapatit untuk Aplikasi Militer Modern. Kategori Inovasi Partisipasi Organisasi Publik, diberikan kepada Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia, dengan mata inovasi “Siaran Suara Perbatasan RRI”, diterima oleh Direktur Utama Radio Republik Indonesia, Ibu Rosarita Niken Widiastuti. 

Kategori Inovasi Partisipasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, diberikan kepada Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai “Daerah pendukung tugas pokok dan fungsi TNI di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga Republik Demokratik Timor Leste di daerah Atambua, Nusa Tenggara Timur”, diterima oleh Bupati Belu, Drs. Wellem Foni, M.Si. Kategori Inovasi Partisipasi Pemerintah Daerah Provinsi, diberikan kepada Provinsi Kalimantan Timur, sebagai “Kontribusi dan partisipasi Pemerintah Daerah untuk mendukung tugas pokok dan fungsi TNI sekaligus sebagai daerah ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur”, diterima oleh Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak. (Kamal)

TMMD Ke 93 Atasi Keterisolasian di Konawe Utara

Kendari, Metropol - Sebagai salah satu daerah otonom yang baru saja dimekarkan, Kabupaten Konawe Utara masih membutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai. Kondisi  tersebut menginspirasi pimpinan TNI untuk membantu masyarakat di Konut dengan menjadikan wilayah Kabupaten Konawe Utara sebagai sasaran TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 93 di Sultra.

Dalam release yang diterima Metropol,  pelaksanaan TMMD di Konawe Utara difokuskan pada pembukaan jalan, pembuatan deuker dan bakti sosial kesehatan dan KB. Untuk pembuatan jalan dan deuker, akan dibuka  jalanan sepanjang 4 Km dengan lebar 4 meter yang menghubungkan Desa Sari Mukti dan Desa Molore, Kecamatan Langkikima yang selama ini terisolisasi. Sedangkan untuk bakti sosial dan KB akan diikuti 1067 peserta.

Danrem 143/HO Kolonel Arh Andi Sumangeruka selaku Inspektur Upacara pada pembukaan TMMD ke 93 pada hari Kamis, 9 Oktober 2014 yang membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad)  selaku penanggung jawab Operasional TMMD menyatakan bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa telah dimulai sejak tahun 1980 dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD).

Program ini berubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), setelah era reformasi, akibat adanya TAP MPR yang memisahkan Polri dari TNI. Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih dari 34 tahun, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil dan terisolir, sehingga keberadaan TNI untuk membangun sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah itu masih sangat relevan.

Dalam akhir amanatnya, Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan Tema TMMD ke 93 adalah ”Dengan Program TNI Manunggal Membangun Desa, TNI bersama-sama Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dan Seluruh Komponen Bangsa lainnya, Kita Optimalkan Pembangunan di Pedesaan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. (Daksan/Kodim 1417 KDI)

Pemancangan Tiang Pembangunan Rusunawa Paspampres

Sekretaris Kemenpera, Rido Ananda Anwar
dan Komandan Paspampres, Mayjen TNI Doni Monardo
Jakarta, Metropol - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Kementerian Perumahan Rakyat meresmikan penancapan tiang pertama pembangunan flat Paspampres,di Markas Komando Paspampres,” Jakarta Pusat belum lama ini.

Acara yang dihadiri Pejabat Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Plt. Walikota Jakarta Pusat mewakili Gubernur, Kabaranahan Kemenhan serta pejabat Muspida laknnya. Dalam sambutan Kempenpera yang diwakili oleh Sesmenpera, Rido Ananda Anwar menyampaikan, selain pembangunan di Mako Paspampres Tanah Abang juga akan dibangun di Bogor sebanyak 58 unit hunian dengan bangunan 3 lantai. "Sedang di Tanah Abang dibangun 8 lantai sebanyak 160 unit hunian" kata Rido.

Menurut Rido, Rusunawa tersebut dibangun dengan tipologi untuk penghuni lajang dengan Kapasitas 624 orang. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak komitmen bersama bagi pihak terkait untuk bisa mengawal pembangunan fisik seluruh pembangunan Rusunawa seluruh Indoneaia agar memenuhi standar mutu yang baik.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Paspampres Mayjend TNI Doni.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hunian bagi anggota paspampres yang saat ini tersebar di berbagai lokasi perumahan masih kurang dengan jumlah prajurit yang berdinas di Paspampres.

"Dirumah dinas Paspampres sebagian masih ditempati oleh purnawirawan Paspampres sehingga sebagian prajurit bertempat tinggal dipangkalan-pangakalan AL dan AU" kata Danpaspampres.

Menurutnya dengan adanya pembangunan flat ini akan berdampak positif bagi penugasan prajurit Paspampres. "Mobilisasi pasukan tidak mudah jika tempat tinggal jaraknya jauh" ujar Mayjend Doni. Lebih lanjut dirinya menjelaskan hal ini merupakan salah satu bentuk perhatian dalam memberikan kesejahteraan bagi prajurit. Yaitu dengan menyiapkan hunian yang layak bagi prajurit. (Kamal)

Kapolsek Metro Cakung Berbagi Daging Kurban

Jakarta, Metropol - Memperingati Hari Raya Idul Adha 1435 H, yang jatuh pada 5 Oktober 2014, seluruh umat muslim merayakannya dengan berqurban hewan kambing atau sapi, untuk dibagikan kepada warga miskin dan tidak mampu. Acara bagi-bagi daging qurban itu juga dilakukan oleh Kapolsek Metro Cakung Jakarta Timur, beserta jajarannya di halaman kantornya.

Menurut Kapolsek Metro Cakung Kompol Liliek Tribhawono Iryanto S.Ik, bagi-bagi daging kurban ke warga masyarakat ini merupakan bagian dari partisipasi Polri kepada masyarakat. Salah satu tugas Polisi memang melakukan pendekatan dan melayani masyarakat, dan contohnya pada saat ini kita berbagi kepada masyarakat yang berada dilingkungan Polsek Cakung. Ada 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang nantinya akan di bagi-bagikan kepada warga masyarakat yang berada dilingkungan Polsek Cakung.

Namun bukan hanya berbagi atau berqurban saja yang dilakukan, Polisi juga harus rela berkorban setiap harinya dalam menjalankan tugasnya sebagai Penegak hukum. “Semua anggota Polisi harus memiliki jiwa pengorbanan yang tinggi dan wajib berkomitmen berani berkorban untuk melayani masyarakat,” tandasnya. (Deni M)

Kapolres Enrekang Pimpin EPC Dikaki Gunung Latimojong

Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, S.H., M.H.
saat membawakan materi
Enrekang, Metropol - Menuju gunung Latimojong butuh waktu sekitar empat sampai lima jam perjalanan dari kota Enrekang. Selain jalan yang dilalui sangat sempit, curam dan berliku, menempuh perjalanan yang memicu adrenalin ini butuh persiapan fisik dan mental yang cukup. Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH yang memimpin 45 anggotanya menuju kaki gunung Latimojong, sesekali harus turun dan berjalan kaki melalui jalan yang rusak parah karena tidak beraspal.

Bukan hanya itu sepanjang perjalanan empat buah mobil yang membawa personil dan dua wartawan tertutup tebalnya debu. Namun sepanjang perjalanan yang sangat melelahkan. Kapolres tidak pernah mendengar sekalipun keluh kesah yang keluar dari bibirnya, bahkan terlihat jelas Kapolres sangat menikmati perjalanannya. 

Kegiatan Enrekang Police Care baru-baru ini dilaksanakan dari tanggal 2-3 Oktober 2014. Sasarannya adalah Dusun Karangan, Desa Latimojong Kecamatan Buntu Batu, dusun terkhir di kaki gunung tertinggi di Sulawesi. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa fungsi yang ada di Kepolisian antara lain Fungsi Lantas, Sabhara, Binmas, Intelkam, Reskrim, Narkoba, Fungsi Ba. Ops dan Polsek yang berada pada Kec. Buntu Batu. 

Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH didampingi oleh Kabag Ops Drs. Ismail H. Purwanto, Kabag Ren Kompol Saipul Alam, Kapolsek Baraka Iptu Rusli, SH, Kaurbin Ops Lantas Ipda Hasruddin, Kaur Dokkes Ipda Jonathan Lallo, Kapospol Buntu Batu Aiptu Muhajir, Kepala Desa Latimojong dan Personil Polres Enrekang yang tergabung dalam Tim EPC (Enrekang Police Care). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan penyuluhan hukum, pengetahuan dan pengenalan rambu-rambu kepada siswa siswi yang berada di pelosok Desa baik ditingkat SD dan SMP. Kedatangan rombongan Tim EPC di Desa Latimojong disambut baik oleh masyarakat dan para pelajar, sehingga kegiatan tersebut berlangsung lancar. Polisi lebih bisa berbaur dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga tugas pokok polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat terwujud dan situasi Kamtibmas maupun Kamseltibcar Lantas dalam Wilayah Hukum Polres Enrekang dapat tercipta situasi yang kondusif. 

Para siswa antusias dalam mengikuti kegiatan pasalnya moment seperti ini belum pernah mereka dapatkan selama hidup. Seorang Kapolres menantang medan sulit dan dinginnya udara, rela bermalam dirumah penduduk hanya untuk masyarakat yang ada di desa terpencil. “Tidak ada yang melakukan ini sebelumnya,” kata Kepala Desa Latimojong Sahruddin. 

Siswa yang kadang pulang lebih awal karena tak ada guru yang mengajar, hari itu sangat semangat mengikuti materi pelajaran, ingin rasanya mereka menahan agar Kapolres dan rombongan tinggal berlama-lama di Dusun Karangan, ini diungkapkan Risma salah seorang siswa SMP satu atap 5 Baraka.

Rasa peduli Kapolres Enrekang dengan kondisi ini yang membuatnya hadir ditengah-tengah para siswa. Selain berbagi ilmu, hari itu EPC juga berbagi makanan dan hadiah kepada ratusan siswa juga melakukan pengecatan di tiga sekolah tersebut. Harapan orang tua siswa kegiatan seperti ini bisa berulang lagi dan tidak hanya dilakukan oleh jajaran Kepolisian saja tapi juga pemerintah, yang memang seharusnya bertanggungjawab atas mutu pendidikan anak-anak mereka. Kegigihan para siswa yang berjalan kaki menempuh jarak sangat jauh menuju sekolah demi menimbah ilmu seharusnya di imbangi oleh pemerintah dengan menyediakan tenaga pengajar PNS yang cukup dan sarana prasarana yang memadai. (Sry YN)

Terduga Teroris Matra Diamankan Polda Sulteng

Mamuju Utara, Metropol - Densus 88 menggeledah rumah kos terduga (12/10). Polres Mamuju Utara membantu tim dari Mabes Densus 88 atas proses penangkapan terhadap RD yang terduga teroris. Soal keterlibatan dengan ISIS, maka hal itu merupakan Densus yang menjawab seperti apa penyelidikannya.

Aparat Kepolisian Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, menangkap oknum RD salah seorang warga jalan Nangka, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Sulawesi Barat, yang diduga kuat terlibat dalam aksi teroris.

"Baru saja aparat Densus 88 melakukan penangkapan terhadap seorang warga yang diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris. Saat ini, terduga teroris sedang diamankan untuk dibawa ke Polda Sulawesi Tengah di Kota Palu," kata Kasat Reskrim Polres Matra, AKP Herman E.W. Simbolon.
Aparat Densus 88 Anti Teror bersenjata lengkap dibantu aparat Polres Matra melakukan proses penangkapan dikediaman terduga usai melaksanakan ibadah Shalat dhuhur di salah satu Masjid terdekat yang ada di Pasangkayu.

Meski istri terduga sempat melakukan perlawanan. Namun aparat Densus dengan mudah melakukan penangkapan. Saat aparat Densus mengepung rumah terduga. Warga setempat yang ikut menyaksikan proses penangkapan dilarang mendekat di rumah RD. Bahkan, wartawan pun dilarang untuk mengabadikan gambar dari dekat sebelum petugas meninggalkan rumah terduga teroris. 

Terduga teroris kemudian langsung diamankan ke Polda Sulteng dengan sejumlah barang bukti diantaranya, buku jihad jaringan pengembangan teroris serta sebuah sangkur untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Matra belum memberikan kesimpulan apakah terduga juga merupakan jaringan terorisme ISIS. "Kami dari Polres Mamuju Utara membantu tim dari Mabes Densus 88 atas proses penangkapan terhadap RD yang terduga teroris. Soal keterlibatan dengan ISIS. Hal itu merupakan Densus yang menjawab seperti apa penyelidikannya," terang Herman.

Ketua RT III Kecamatan Pasangkayu, Ilham Amran menyampaikan, RD terduga teroris  termasuk sosok pendiam. "Terduga teroris RD yang kami kenal termasuk sosok yang kalem dan dikenal pendiam. Setiap hari dikenal taat bersembahyang di Masjid dan jarang bergaul dengan warga setempat," ujar  Ilham Amran.

Sehari setelah penangkapan (RD), wartawan mendatangi Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), tampak Kost (RD) dalam keadaan kosong tergembok. Menurut keterangan warga sekitar merasa kaget melihat aksi penangkapan (RD), Warga disekitar kost juga mengatakan, (RD) terkesan tertutup dan jarang berkomunikasi dengan warga. RD sering ke kota Palu meninggalkan istrinya hingga seminggu, dua minggu dan kalau berada di rumah jarang keluar kecuali ke masjid.

Wartawan lalu mendatangi kediaman keluarga istri terduga (RD) untuk mencari informasi. Namun istri Terduga (RD) tak mau memberi keterangan kepada wartawan. Beberapa teman kerja istri terduga ini berkunjung menemui istri (RD) yang terduga Teroris. Istri (RD) ini adalah PNS di Lingkup Pemkab Mamuju Utara. Awalnya bekerja di staf di Kesbanglinmas setelah diangkat PNS K1 Istri (RD) ditempatkan di SMAN 1 Pasangkayu sebagai Tata Usaha.

Penangkapan (RD) terduga teroris mengejutkan warga Mamuju Utara, sebab daerah ini dikenal sangat aman, namun bisa dimasuki oleh teroris. Sehari setelah penangkapan RD, menjadi buah pembicaraan dikalangan masyarakat kota Pasangkayu dan Mamuju Utara pada umumnya. (Udin Virgo)

Bareskrim Musnahkan 70 Kg Sabu Jaringan Tiongkok

Kasubdit I Ditnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Agus Rohmat
saat gelar barang bukti narkoba jenis sabu
Jakarta, Metropol - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan narkoba jenis sabu dengan berat sekitar 70 kilogram yang merupakan hasil sitaan dari para tersangka jaringan Tiongkok, Hongkong, Jakarta, Palembang. Seluruh narkoba yang dimusnahkan bila dinominalkan setara dengan Rp 138,63 miliar.

"Dari tiga tersangka kita berhasil mengamankan total barang bukti sabu-sabu sebesar 69,315 gram atau total 70 kg, dan bila dirupiahkan senilai Rp 138,63 Miliar," ujar Kasubdit I Ditnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Agus Rohmat di sela-sela pemusnahan barang bukti di area parkir Direktorat Narkoba, Selasa (14/10).

Agus menjelaskan, pengungkapan jaringan ini bermula saat petugas mendapatkan laporan adanya jaringan narkoba internasional. Awalnya petugas menangkap tersangka Agung Nugroho di depan kamar 511 lantai 5 Jalan Bandengan Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara pada 23 September lalu. Dari tangan tersangka, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 4.000 gram atau 4 kilogram.

"Pada hari berikutnya, kami menangkap seorang tersangka lainnya bernama Lo Tin Yau yang merupakan warga negara Tiongkok di kamar 7011 lantai 7, Hotel Horisson, Penjaringan, Jakarta Utara. Sabu seberat 25,22 kg sabu kami sita dari tangan tersangka," kata Agus.

Penyelidikan terus berlanjut sampai akhirnya polisi membekuk tersangka lainnya yang juga warga negara Tiongkok bernama Chau Fai Chuen di Lobi Hotel Fave, Penjaringan, Jakarta Utara. Petugas pun menyita narkoba jenis sabu seberat 32.325 gram atau 32,32 kilogram. "Barang bukti tersebut kami sita di Tower Cendana, Apartemen Green Bay Pluit," jelasnya.

Chau Fai Chuen diketahui atas adanya penyelundupan narkoba dengan modus memasukkkan sabu ke dalam makanan manisan jeruk. Narkoba itu dikirim dari Hongkong ke Indonesia melalui jalur laut. Selain ketiga tersangka tersebut, satu tersangka lainnya adalah warga negara Hongkong bernama Fan Koon Hung yang ditangkap pada 29 September sekitar pukul 13.00 WIB, saat dalam perjalanan dari Bandara Soekarno - Hatta menuju kawasan Tanah Tinggi, Tangerang, Banten menggunakan taksi.

"Pada hari yang sama, sekitar pukul 22.00 WIB, kami menangkap tersangka dan menyita barang bukti berupa dua dos berisi narkotika jenis sabu seberat 8.455 gram atau 8,4 kilogram yang disimpan di antara 21 dos manisan jeruk," tandas Agus

Agus menambahkan pemusnahan barang bukti ini kami menghimbau serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu bersama-sama memerangi narkoba, agar masyarakat Indonesia terbebas dari bahaya narkoba , Dittipidnarkoba Bareskrim Polri beserta jajarannya akan terus mengungkap, mencegah dan memberantas para pelaku sindikat kejahatan narkoba yang beroperasi di Indonesia. (Kamal)