Kamis, 04 September 2014

Ekonom Dukung Jabatan Wamen Dihapus

Jakarta, Metropol - Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa jabatan wakil menteri (wamen) memang sebaiknya dihapus. Pasalnya, pembagian kerja antara Menteri dan Wamen menjadi tidak jelas.

"Sekarang ini memang tidak jelas apa yang dikerjakan Menteri dan Wamen. Dulu kan wamen diakomodir karena menterinya sebagian besar dari partai," terang dia.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, jabatan Menteri yang direkrut dari partai menimbulkan kekhawatiran apakah kompetensinya memadai. Oleh sebab itu, dibuatlah jabatan Wamen yang biasanya diambil dari struktural kementerian, atau dari profesional untuk mengimbangi kekuatan menterinya yang berasal dari partai.
 
"Jadi, kalau argumennya hanya untuk mendukung menterinya, ngapain? Mendingan profesionalnya langsung yang jadi Menteri. Hanya karena dulu kan ada ikatan politik, Menteri dari partai, profesionalnya jadi Wamen. Jadi, saya kira tidak perlu (ada wamen)," jelas Lana.
 
Senada dengan Lana, Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, sebaiknya jabatan Wamen tersebut dihapus karena nantinya semua akan dipertanggungjawabkan oleh Menteri.
Jika lingkup kerja Menteri dan Wamen dibedakan, Destry menilai, hal tersebut justru tidak bagus. Akan lebih baik, menurutnya, memperkuat jabatan struktural seperti sekretaris jenderal (sekjen) atau direktur jenderal (dirjen).
 
"Karena kalau menurut saya, kalau strukturnya sudah bagus, mestinya Sekjennya kuat, diikuti Dirjen yang kuat. Tidak perlu ada (wamen), juga tiadak apa-apa. Lebih jelas tanggung jawabnya mengerucutnya ke satu, yaitu Menteri, karena kalau ada Wamen juga bingung. Ini sebenarnya tanggung jawab siapa, Wamen atau Menteri?" tandasnya.
 
Sekedar informasi, presiden terpilih Joko Widodo sebelumnya membuka peluang untuk menghapus jabatan wamen dalam kabinetnya. Kendati demikian, dia masih akan mempertimbangkannya sebelum menghaspus, mengingat beban kerja menteri yang berat.
 
Sementara Wamen Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi tak setuju jabatan tersebut dihapus. Menurut dia, jabatan wamen merupakan penunjang dalam menyeimbangkan posisi menteri yang notabene berasal dari politisi.
 
"Wamen ini penting. Saya kira dari kabinet pemerintahan saat ini ada juga kesan yang kuat bahwa hampir semua wakil menteri datang dari profesional. Dimana beberapa menteri berasal dari politisi. Itu dapat menyeimbangkan kemampuan politik dan profesional dalam menjalankan kebijakan kementerian," katanya beberapa waktu lalu. (Delly M)

Panglima TNI Beri Pembekalan Anggota DPR RI

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko hadir sebagai pemateri pada kegiatan Pembekalan dan Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi Anggota DPR RI periode 2014-2019 di Aula Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas RI, (27/8/2014).

Dalam materi yang diberi judul “Peran TNI Dalam Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI". Panglima TNI menjelaskan mengenai perbedaan ciri-ciri masyarakat di negara maju, dengan negara berkembang. Negara maju di huni oleh masyarakat yang memiliki kebutuhan tinggi akan prestasi, memiliki disiplin yang tinggi, mempunyai tanggung jawab pribadi, menyukai tantangan, serta keunggulan dalam pekerjaan.
Sedangkan pada masyarakat di negara berkembang memiliki ciri sensitif terhadap reaksi orang lain, anti kritik, juga mudah melakukan penyelewengan. “Saya yakin anggota DPR RI termasuk ke dalam ciri-ciri masyarakat maju,” jelas Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, potensi konflik di Indonesia adalah masalah Ideologi (degradasi pengamalan Pancasila sebagai ideologi bangsa, keinginan kelompok tertentu merubah Pancasila dengan ideologi lain). Politik (sengketa Pemilu, demokrasi transaksional). Ekonomi (masalah hutang luar negeri, masalah BBM, defisit anggaran perdagangan bebas, pencucian uang). Sosial Budaya (kemiskinan, pengangguran meningkat kerusakan lingkungan hidup, korupsi, konflik SARA, wabah penyakit, narkoba, TKI ilegal). Hankam (separatisme, terorisme, maslah perbatasan kejahatan lintas negara).

Kegiatan pembekalan dan pemantapan yang diselenggarakan atas kerjasama Lemhannas RI dengan DPR RI ini, menurut Panglima TNI adalah momentum yang tepat untuk mendiskusikan berbagai permasalahan kebangsaan yang sedang dihadapi saat ini. “Ini adalah momentum, anggota DPR bisa berkumpul di Lemhannas RI untuk membicarakan persoalan-persoalan demi kemajuan bangsa,” ungkap Panglima TNI.
Panglima TNI berulang kali mengingatkan supaya anggota DPR RI tidak salah langkah dalam membuat kebijakan. Kemacetan politik yang terjadi dapat dimunculkan, dapat pula dipecahkan oleh anggota DPR RI. “Hati-hati, begitu salah membuat kebijakan a
kan banyak prajurit yang menjadi korban,” kata Moeldoko.

Moeldoko juga mengimbau agar anggota DPR RI selalu memperhatikan situasi geopolitik di kawasan Asia Pasifik. “Lingstra mohon dipahami sebaik-baiknya oleh rekan-rekan anggota DPR,” pinta Panglima TNI.
Bertindak selaku moderator dalam kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh Lemhannas RI ini adalah Deputi bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Laksda TNI Ir. Leonardi M.Sc. (Kamal/Puspen TNI)

Optimalisasi Ruang Publik Dalam Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pentingnya Rehabilitasi

Jakarta, Metropol - Penanggulangan narkoba membutuhkan sinergi lintas sektoral, agar hasilnya maksimal. Sebagai salah satu langkah nyata BNN dalam optimalisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN menggandeng PT. Jasa Marga.
 
Dalam konteks prevensi, upaya nyata kedua instansi Jasa Marga akan dioptimalkan dalam bentuk pemanfaatan ruang publik yang berada di bawah kewenangan Jasa Marga, yaitu Jalan Tol untuk sosialisasi tentang masalah narkoba.
 
Sebagai bentuk komitmen kerja sama yang akan dibangun ke depan, BNN bersama dengan PT Jasa Marga melakukan penandatanganan nota kesepahaman, di Jakarta,  (25/8).
 
Kerja sama ini dioptimalkan terfokus dalam sosialisasi masalah bahaya narkoba dan pentingnya rehabilitasi. Jika dilihat dari segi potensinya, Jasa Marga tentu memiliki peluang untuk membantu sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya rehabilitasi terutama mengenai program Wajib Lapor bagi pecandu narkotika.
 
Jasa marga memiliki otoritas dalam pengelolaan jalan tol. Karena itulah, jalan tol dapat  dimanfaatkan sebagai salah satu wahana sosialisasi masalah narkoba. Termasuk isu pentingnya rehabilitasi dan wajib lapor.
 
Adapun ruang lingkup kerja sama yang dibangun antara kedua instansi lain, diseminasi informasi dan advokasi mengenai pencegahan dan penyalahgunaan Narkotika, pemanfaatan area jalan tol untuk sosialisasi bahaya Narkotika; sosialisasi wajib lapor bagi pecandu, penyalah guna, dan korban penyalahgunaan Narkotika dan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam bidang P4GN.
 
Kepala BNN, DR Anang Iskandar, berharap melalui kerja sama ini, masyarakat semakin paham tentang permasalahan narkoba, sehingga semakin proaktif untuk mendukung gerakan rehabilitasi.
 
Sebagai  focal point BNN melakukan berbagai terobosan signifikan

Sebelumnya pada tanggal 21 Agustus 2014, Kepala BNN Anang Iskandar telah meresmikan penggunaan gedung BNNK Badung. Gedung yang berlokasi di Jl. Raya Abianbase, Kapal, Mengwi – Badung ini berdiri di atas lahan seluas ± 1000 M², dengan luas bangunan 500 M², terdiri dari bangunan utama 2 (dua) lantai.Penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan gedung ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui mekanisme pinjam pakai.

Berdasarkan hasil penelitian BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes-UI) tahun 2011, prevalensi penyalahguna Narkoba di Provinsi Bali sekitar 1,8%. Dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak ±2.706.300 orang, maka penyalahguna Narkoba di Bali diperkirakan mencapai 48.713 orang. Menyikapi kondisi ini maka tiap jajaran BNNK/Kota yang berada di bawah koordinasi BNNP Bali, dituntut untuk berupaya keras menciptakan langkah-langkah konkret dan terintegrasi dalam upaya pencegahan, pemberantasan, pemberdayaan masyarakat serta rehabilitasi, guna menekan laju peningkatan prevalensi penyalahgunaan Narkoba.

Selain itu terkait dengan Peraturan Bersama (Perber) tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi (telah ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Agung, Menkumham, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala BNN, Menkes dan Mensos) pada 11 Maret 2014 lalu, maka akan dilaksanakan launching 16 lokasi pilot project asesmen terpadu oleh Menkumham dan Kepala BNN pada tanggal 26 Agustus 2014 esok di Jakarta.

Peraturan Bersama merupakan mekanisme hukum dalam mengimplementasikan aturan tentang pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalah guna Narkoba. Peraturan Bersama ditujukan untuk menjembatani proses hukum. Khususnya pada level penyidikan, guna menentukan apakah yang bersangkutan merupakan penyalahguna atau pengedar melalui proses asesmen, meliputi aspek medis dan hukum.  Asesmen medis bertujuan menentukan apakah yang bersangkutan terindikasi sebagai pengguna Narkotika. Berdasarkan kapasitas barang bukti dan motif penggunaan yang diajukan oleh penyidik. Sedangkan ases menhukum untuk menentukan apakah yang bersangkutan terindikasi sebagai pengedar atau bagian darijaringan sindikat peredaran gelap Narkoba.

Dengan diresmikannya gedung BNNKBadung ini diharapkan upaya P4GN di Kabupaten Badung dapat berjalan optimal dan mendukung secara penuh seluruh program yang telah dicanangkan oleh BNN dalam mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba Tahun 2015.  (Deni M)

Masa Transisi Pemerintahan Institusi Polri Berbenah Diri

Jakarta, Metropol - Setelah masa transisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Budiono, kepada Presiden terpilih Joko Widodo – Jusuf Kalla, institusi Polri berbenah diri.

Beberapa Perwira Tinggi (Pati) yang menduduki strategi penting dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dimutasi berdasarkan kebutuhan yang ada.

Sehingga Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman mengambil langkah tertulis untuk mutasi beberapa Pati Polri.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor : ST/1687/VIII/2014, tanggal 27 Agustus 2014. Langkah ini, tidak lain upaya penyegaran institusi Polri.

Hal ini diakui juga oleh Wakil Kepala Polri Komjen Polisi Badrodin Haiti, suatu hal penyegaran. “Tidak ada yang istimewa. Tidak ada muatan politisnya,” ungkapnya.

Badrodin Haiti menambahkan mutasi penyegaran tugas. Selain itu, sudah ada Pati yang pensiun dan harus diganti. “Pilpres sudah selesai. Artinya krusial-krusial sudah terlewatkan. Sehingga ditata kembali personel-personel untuk penyegaran karena ada yang sudah lama, sehingga perlu penyegaran tugas,” kata Badrodin.

Selain itu, mutasi jabatan merupakan pembinaan karir terhadap para Pati Polri. Sehingga, dimasa akan datang pelayanan terhadap masyarakat semakin baik. Karena itu, kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Ronny F Sompie menambahkan, tidak lain, agar terus dinamis. Sehingga dapat menyesuaikan dengan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dihadapi.

Sedangkan rotasi itu untuk menduduki jabatan baru, diantaranya, Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) yang semula Brigjen Endang Sudrajat digantikan oleh Brigjen Arman Depari (sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri). Pejabat lama pensiun.

Kapolda NTT semula Brigjen Ketut Untung Yoga Ana, digantikan Brigjen Endang Sunjaya yang saat ini menjabat Wakapolda Aceh. Sedangkan Untung Yoga menempati posisi sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdik Polri. Polda Sumatera Utara yang semula Irjen Pol Syarief Gunawan digantikan Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo (yang semula menduduki jabatan Gubernur Akpol). Irjen Pol Syarief Gunawan ditempatkan posisi staf ahli Kapolri bidang sosial budaya.

Kapolda Riau diisi oleh Brigjen Dolly Bambang Hermawan (Kepala Biro Pengendalian Personel SDM Polri), menggantikan Brigjen Condro Kirono dan Brigjen Condro Kirono menempati posisi Kakorlantas Polri yang menggantikan Irjen Pudji Hartanto. Dan Pudji Hartanto sebagai Gubernur Akpol.

Kapolda Jambi Brigjen Satria Hari Prasetya digantikan Brigjen Bambang Sudarisman. Kapolda Kalimantan Timur diisi Irjen Andayono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Irwasum dan Posisi Wakil Irwasum akan digantikan oleh Dicky Atotoy. (Delly M)

Selasa, 05 Agustus 2014

Pesantren Modern Daar El Kutub Mencetak Santri Berkualitas

Lebak, Metropol - Pondok Pesantren yang berada di Kecamatan Bayah ini berdiri diatas lahan seluas 6 Ha terbentuk sejak tahun 1990 Oleh Kyai Kaelani Susby. Beberapa bangunan yang ada diantaranya SDIT(Sekolah Dasar Islam Terpadu). MTs dan Aliyah. Perkembangan Pesantren ini juga tidak luput dari Bantuan Dinas, Depag Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Adapun mata Pelajaran Umum mengikuti Kurikulum yang ada.

“Seratus  persen untuk pelajaran umum dan  ilmu Pengetahuan agama seratus  persen. Dunia akhirat agar berimbang. Merupakan hal yang wajib juga bagi para santri ketika mulai masuk pondok diharuskan berbahasa Indonesia, Arab dan Inggris. bahkan bahasa Arab dan Inggris merupakan bahasa komunikasi sehari-hari,” papar Dra Tati Suharyati yang merupakan Istri Kyai Kaelani Susby Pendiri Pesantren ini.

Materi Pelajaran agama bagi santri kelas lima dan enam(Setingkat kelas dua dan tiga SLTA) yakni Fikih Sunnah berbahasa Arab,Tafsir Ali Ashoguni dan untuk hadistnya Bulughul Maram. Sedangkan untuk kegiatan eskul bagi para santri Pondok menyediakan Marawis, Qasidah, Band, Drumband dan seni bela diri Taekwondo. Para guru pendidik atau ustadz/ ustadzah ada 39 orang. “Insya Allah akhir Desember ini kami akan memilki pondok tiga tingkat merupakan program kementerian RI, yaitu Petahana Djan Faridz Kementerian Perumahan Rakyat,” Papar Kyai Kaelani Susby menjelaskan.

Ditempat terpisah seorang wali Santri bernama Usup Sukmawijaya yang  kini putrinya sudah melanjutkan jenjang pendidikan disalah satu perguruan tinggi di Serang Banten menjelaskan, ”Alhamdulillah anak kami sudah memiliki bekal ilmu agama, sehingga akidah ahlak, sikap tutur kata dan perilaku sangat baik,“ kata Usup Sukmawijaya. (Dicky Abiasa)

BNN Lantik Pejabat Baru

Jakarta, Metropol - Melantik tiga pejabat baru untuk tingkat eselon I dan II di lingkungan BNN, (14/7) di kantor BNN lantai 7.  Sesuai Keputusan Presiden RI Nomor : 88/M Tahun 2015, Drs. Aidil Chandra Salim, M.Com dilantik sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama BNN dan Brigjen Pol. Drs. Taufik Nurhidayat, M.H. sebagai Inspektur Utama BNN. Selain itu juga Kombes Pol. Drs. Roeslan Nicholas dilantik sebagai Inspektur II Inspektorat Utama BNN, berdasarkan Keputusan Kepala BNN Nomor : KEP/357/VII/SU/KP.02.01/2014/BNN.

Sebelum acara pelantikan tersebut, Kepala BNN terlebih dahulu menyampaikan esensi etos budaya kerja pegawai BNN, dengan mengacu pada tiga aspek utama, yaitu servis, integritas dan profesional.

“Servis mengacu kepada pelayanan yang kita berikan bagi masyarakat dengan mengedepankan aspek kesopanan dan efektifitas yang tinggi. Sedangkan integritas menonjolkan nilai-nilai yang mesti ada dalam setiap individu pegawai, meliputi kejujuran, kesederhanaan, dan disiplin. Adapun aspek profesional menguji seseorang untuk senantiasa bertindak dan bekerja sesuai aturan. Walaupun seorang pegawai memiliki kecakapan dalam bekerja namun tidak patuh terhadap aturan maka profesionalismenya akan menjadi hancur,” ungkap Kepala BNN Anang Iskandar.

Ia juga mengingatkan kepada jajaran BNN agar mampu membangun nilai kepemimpinan. “Kepemimpinan individu dapat dibangun melalui keteladanan, mengutamakan team building, peningkatan kemampuan, dan berprestasi tiap hari sesuai dengan target yang ada,” sambung Jenderal bintang tiga ini.

Etos budaya memang penting untuk ditumbuhkembangkan oleh setiap personel BNN. Karena tantangan permasalahan narkoba ke depan kian kompleks. Dalam sambutannya, Kepala BNN Komjen Pol. DR. Anang Iskandar mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi perubahan paradigma di dunia. Khususnya di kawasan Asia dan Eropa tentang penanganan bagi pecandu dan penyalahguna Narkoba.  Bila dahulu perlakuan bagi mereka adalah hukuman penjara, kini berubah karena saat ini mereka diarahkan untuk menjalani rehabilitasi. Hal ini juga dibuktikan dengan tema peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada tahun ini, yang diperingati oleh masyarakat dunia setiap tanggal 26 Juni, yakni dengan mengangkat pesan “pengguna Narkoba dapat dicegah dan direhabilitasi”.

Paradigma ini tentunya akan berpengaruh terhadap orientasi pekerjaan di BNN itu sendiri.  Masyarakat harus diyakinkan bahwa pecandu dan penyalahguna Narkoba adalah orang yang sakit sehingga perlu dipulihkan. Anggapan sebagian besar masyarakat yang menganggap bahwa mereka harus dihukum dan dipenjara mesti diubah secara perlahan. Selain itu langkah berikut yang dapat dilakukan adalah berupaya untuk merubah cara berfikir para penegak hukum. Terhadap mereka perlu dilakukan reorientasi, agar turut mendukung upaya rehabilitasi bagi penyalahguna Narkoba. Oleh karenanya dengan dilantiknya ketiga pejabat pada hari ini diharapkan tugas tersebut menjadi lebih ringan.

Orientasi penanganan bagi pecandu dan penyalahguna Narkoba dengan paradigma ini telah dimulai di negara-negara Eropa sejak 10 tahun lalu. Antara lain di Luxemburg, Belanda, Portugal dan juga di Australia.  Menurut United Nations Office on Drug and Crime (UNODC) Regional Asia untuk di wilayah ASEAN saat ini program tersebut baru berjalan di Thailand dan Indonesia. Sebagai informasi. Aplikasi paradigma baru ini akan mulai dijalankan pada pertengahan bulan Agustus 2104 esok dengan pilot project di 16 kota di Indonesia. Kedepannya diharapkan melalui program ini dapat menurunkan tingkat prevalensi penyalahguna Narkoba di Indonesia. (Deni M/Humas BNN)

Kepala BNN Lantik Lima Pejabat

Jakarta, Metropol - Dalam roda organisasi Badan Narkotika Nasional (BNN), mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah, dan menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam rangka menghadapi tantangan tugas ke depan yang terus berkembang. Pada hari ini Kepala BNN, Anang Iskandar, melantik lima orang pejabat yang akan mengisi sejumlah posisi di lingkungan organisasi BNN.

Dalam sambutannya, Kepala BNN menjelaskan beberapa aspek yang menjadi tantangan kedepan yang harus mendapat perhatian bersama. Hal yang paling utama adalah merubah paradigma penegakan hukum menjadi pendekatan yang seimbang dengan pendekatan kesehatan. Sebagaimana diketahui, pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai pelaku tindak kriminal, sampah masyarakat, dan berbagai stigma lainnya. Tantangannya adalah bagaimana merubah paradigma pecandu Narkoba sebagai korban penyalahgunaan Narkoba yang harus mendapat penanganan rehabilitasi.

Kepala BNN menambahkan, permasalahan lain yang harus dihadapi adalah belum optimalnya rehabilitasi terhadap pengguna dan pecandu narkoba. Mengingat potensi pelayanan rehabilitasi sangat lah besar. Indonesia memiliki 2.200 Rumah Sakit dan 11.000 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Rumah Sakit dan Puskesmas yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan sebagai IPWL sebanyak 274 rumah sakit dan puskesmas. Namun secara aktual, hal ini belum berjalan dengan optimal dikarenakan sedikitnyajumlah pecandu yang mau secara sukarelamelaporkan diri dan menjalankan rehabilitasi narkoba. Ini disebabkan karena ketakutan masyarakat terhadap hukum pidana penjara yang biasa dijatuhkan kepada pecandu Narkoba.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah standar Internasional pencegahan yang telah ditetapkan oleh UNODC. Ada ada 5 (lima) target grup yang perlu mendapat perhatian lebih untuk mendapatkan sosialisasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, yaitu sektor keluarga, sektor komunitas, sektor tempat kerja, dan sektor kesehatan.

Dalam pelantikan tersebut, Kepala BNN juga memberi beberapa penekanan kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama adalah seorang pemimpin harus mampu mengenali berbagai permasalahan yang ada di lingkungan kerja yang baru dan dapat melakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kinerja personel. Selain itu, perkuat kebersamaan internal dan lakukan koordinasi instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat.

Pejabat yang dilantik :
1.    Darmawel Aswar, sebagai Direktur Hukum BNN
2.    Armensyah Thay, sebagai Kepala BNN Provinsi Aceh
3.    Ali Pranaka, sebagai Kepala BNNP Riau
4.    Dani Moch. Darmawan, sebagai Kepala BNNP Kalimantan Barat
5.    Supriyadi, sebagai Kasubdit Pengawasan Tahanan, Barang Bukti dan Aset. (Dely/HumasBNN)

PLN Babel Byarpet Mafia Solar Ikut Bermain

Pangkalpinang, Metropol - Dengan semangat otonomi daerah yang diusung oleh pemerintahan provinsi kepulauan Bangka Belitung, maka mulai  tahun 2011 telah dilakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di dua tempat berbeda di Babel. Yang pertama adalah pembangkit listrik tenaga uap Air Sijuk di kabupaten Belitung berkekuatan 11 MW. Dan diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama tahun 2014 yang akan datang.

Walaupun dalam kenyataan yang sesungguhnya, malah molor. Dan menjadi beban anggaran belanja daerah. Karena secara ekonomis kerugian akibat PLN yang sering byarrpet ini, dapatlah dibuat secara matematis sederhana. Umpama anda adalah seorang pengusaha rumah makan.Dengan kondisi seperti sekarang, dimana listrik masih menjadi sesuatu yang mewah. Maka saat rumah makan yang anda buka hanya diterangi oleh cahaya lilin, dipastikan pelanggan akan enggan untuk sekedar mampir. Jika kita memaksa untuk membeli genset, di sisi satunya tidak sesuai dengan pemasukan yang diperoleh dari minimnya pelanggan yang terkadang fluktuatif.

Keadaan carut-marut kelistrikan di Bangka Belitung ini, sejatinya harus mendapat penanganan serius.Baik dari pemerintah pusat sebagai regulator. Ataupun, pemerintahan daerah sebagai eksekutor. Karena sebagai informasi, kedua PLTU ini menelan biaya sebesar Rp 922,9 miliar yang berasal dari kucuran APBN pusat dan APBD setempat.

Untuk PLTU yang kedua adalah, PLTU Air Anyir yang berlokasi di dekat RSUP Malaria Provinsi. PLTU ini berkekuatan sebesar 30 MW. Dan di proyeksikan dapat menyediakan pasokan energy untuk 4 Kabupaten dan 1 kotamadya. Sekedar catatan, dua tahun lalu pihak DPR menyetujui usulan pemerintah mengalokasikan dana subsidi untuk listrik untuk PLN di Januari  2013 kemarin, sebesar Rp 78,63 triliun.

Hitungan subsidi ini diperoleh karena  tingkat konsumsi BBM tiap tahun di Bangka Belitung juga mengalami peningkatan.Dengan demikian, konsumsi bbm PLN yang tiap tahun mengalami kenaikan.
Lalu, bagaimana halnya dengan pembangkit diesel yang masih jadi andalan di Bangka Belitung? Kecenderungan yang terjadi disini salah satunya adalah sering padamnya aliran listrik ke pelanggan. Yang bermuara pada tingginya kuota bbm untuk memenuhi kerongkongan mesin diesel PLTD yang ada di Bangka. Bahkan menurut salah satu sumber yang tak dapat disebutkan disini, ada kemungkinan suplai BBM disini juga turut dimanipulasi sedemikian rupa untuk kepentingan mafia timah.

Karena kalau hitungan secara makro dua tahun lalu saja dijadikan patokan. Maka sudah sepantasnya faktor penghambat aliran energy ini dapat diminimalisir. Alokasi subsidi demikian besar, suplai BBM malah menunjukan grafik menanjak, jadi apa sebenarnya yang salah? Seharusnya kan malah mengalami penurunan. Dikarenakan ada subsidi dari pemerintah pusat untuk mengatasi pasokan daya listrik dan dibangunnya beberapa PLTU yang menopang kinerja elektrifikasi. Mari kita berandai-andai ala hitungan orang awam.

Kalau dalam 1 jam beroperasi sebuah PLTD ataupun genset yang disewa tadi memerlukan konsumsi 100 liter solar.Maka dalam sehari semalam akan keluar angka 2,4 Ton solar yang dibutuhkan. Di sisi lain, jika saja mafia tambang tadi turut bermain, maka hitungannya adalah, mati lampu dalam sehari di provinsi Bangka Belitung selama 2 jam dikalikan 20 hari kerja dalam sebulan, maka solar yang diduga mengalir keluar wilayah kerja PLN adalah 0,4 ton solar dalam sebulan.Angka ini berlaku untuk satu PLTD ataupun satu genset.

Bagaimana  halnya dengan wilayah dalam satu provinsi? Jawabnya adalah,  mafia timah tadi akan mendapatkan selisih harga solar industry dan membeli dengan harga solar subsidi yang lumayan besar dan berlipat-lipat. Ini ditilik dari segi penghematan modal untuk membeli BBM sebagai salah satu darah usaha Timah illegal. Karena di sisi keluhan pelangan, banyak fakta di lapangan menyebutkan, saat call centre 123 dihubungi oleh pelanggan yang kesal dengan ulah byar-pett tadi, PLN justru membuka aibnya secara tidak sadar.

Sebagai contoh, pelanggan disini jika menghubungi shortcut 123 pusat, akan serta merta di alihkan ke  PLN wilayah Babel. Jika sudah demikian maka jawaban ganjil dan klise akan mengalun merdu di telinga pelanggan yang kesal tadi. Perbaikan jaringan,genset yang rusak, kabel tertimpa pohon, sampai keterlambatan pasokan BBM juga dimasukan sebagai daftar buang badan BUMN ini. Keadaan stagnan yang menyedihkan ini sudah berlangsung cukup lama dan membosankan. (L. Hakim)

Mudik Lebaran Bersama PELNI

Jakarta, Metropol - Kali ini PELNI telah menyediakan mudik lebaran yang cukup memberikan kenyamanan. Selain itu, Pelni juga memberikan diskon tiket bagi pemudik, sebesar 50 persen bagi Kelas I, II, III dan IV disejumlah ruas dan kapal.

“Seluruh armada telah dikerahkan, untuk melayani pemudik tahun ini. Dan tidak ada kapal yang docking selama masa angkutan lebaran 2014,” kata Dirut Pelni, Sulistyo Wimbo Hardjito. Pelni juga dilengkapi sistem dan fasilitas keselamatan yang memenuhi standar regulasi The International Convention For The Safety Of Life At Sea (SOLAS) dari International Maritime Organization (IMO).

Diketahui lonjakan pemudik yang menggunakan kapal Pelni tahun 2014 mengalami kenaikan 3 persen menjadi 729.520 penumpang dari 708.272 penumpang pada periode mudik 2013 lalu. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor roda dua, dengan tujuan Semarang, kapal Ciremai sebagai alternatif menghindari jalur Pantura Jawa.

KM Ciremai merupakan kapal 3 in 1 kedua yang dimiliki Pelni yang mampu mengangkut penumpang, konteiner, sekaligus kendaraan mobil dan motor. Kapal Motor Ciremai akan melayani angkutan sepeda motor pada tanggal 24 Juli dan 26 Juli untuk rute Tanjung Priok (Jakarta) menuju Tanjung Emas Semarang.

Komunikasi penumpang juga diberikan pelayanan oleh Pelni selama berlayar. Sebanyak 16 kapal penumpang telah dilengkapi Base Transceiver Station (BTS), yang khusus melayani teknologi Security Alert And Tracking System yang terbuka dan mudah dipantau oleh masyarakat umum melalui internet secara real time.

Sebagai kapal penumpang selama ini, Pelni juga menyediakan jasa angkutan transportasi laut, meliputi jasa angkutan penumpang dan muatan barang antar pulau. Saat ini perusahaan Pelni mengoperasikan 25 unit kapal penumpang dan 3 unit kapal barang tipe Caraka yang memiliki kapasitas 3.000 ton. Jenis barang yang diangkut menggunakan kapal barang Pelni, diantaranya baju, semen, pupuk, tapioka, kaca dan aluminium. (Delly M)

Kawasan Konservasi Perairan Perlu Perhatian Pemerintah

Jakarta, Metropol - Tuntutan dunia internasional yang disuarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Indonesia benar-benar memperhatikan kawasan wilayahnya yang dijadikan konservasi. Dimana kondisi lingkungan, baik satwa maupun fauna telah mengalami kepunahan dan terdegradasi.

Setidaknya Indonesia perlu memprioritaskan kawasan konservasi perairan, dengan alasan luas wilayah perairan lebih luas dari daratan.

Pengembangan kawasan konservasi yang luasnya 20 juta hektar pada tahun 2020. Luas yang dicapai saat ini 15,76 juta hektar. Tapi untuk menambah luas tersebut sudah mengalami stagnasi. Sudah tidak ada lagi kawasan koservasi, karena sudah tidak ada wilayah peruntukannya.

Setiap wilayah perairan telah di kavling-kavling oleh masing-masing sektor. Untuk wisata bahari oleh Kementerian Pariwisata. Pertambangan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan sektor perikanan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. KKP sendiri telah menetapkan 11 wilayah pengelolaan perikanan.

Untuk memenuhi janji pemerintah kepada dunia internasional, langkah yang ditempuh, yakni perlu mendeklarasikan wilayah perarian di kawasan pulau-pulau kecil terluas untuk dijadikan kawasan konservasi. Dan sebanyak 92 pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain. “Sebanyak 5 juta hektar akan dijadikan kawasan perairan pulau-pulau kecil terluar. Banyak ekosistim dan satwa yang harus dilindungi,” kata Agus Dermawan, Direktur Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada wartawan.

Menurut Agus, kawasan konservasi perairan merupakan salah satu alat efektif dalam mendukung perikanan berkelanjutan untuk jangka panjang, bagi nelayan dan mendukung perbaikan habitat. Kajian ilmiah telah membuktikannya efek terhadap ukuran dan kelimpahan ikan.

Kajian di Filipina, Australia dan Afrika Selatan dalam kawasan konservasi meningkat ukuran ikan 1,9-2,0 kali lipat dibandingkan wilayah yang tidak dilindungi.

Selain itu, konservasi berbasis ekosistem juga dapat mengembangkan konservasi untuk melindungi jenis ikan yang terancam punah, mempertahankan jenis keanekaragaman ikan dan keseimbangan ekosistim. Upaya tersebut, kata Agus untuk melindungi jenis ikan yang hampir punah. Seperti Pari Manta. Berdasarkan kajian empiris Pari Manta sebagai aset wisata bahari yang dapat menyumbangkan nilai ekonomi nasional sebesar Rp 243,75 juta per tahun atau setara dengan Rp 9,75 miliar selama hidup 40 tahun. Nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan nilai konsumsi daging dan insan Pari Manta di pasaran. Pari Manta nilai jualnya hanya berkisar Rp 1 miliar sampai Rp 4 juta. (Delly M)

Pembangunan RSUD Modern Mandek

Bantaeng, Metropol - Pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantaeng, yang diberi nama RSUD Anwar Makkatutu, salah seorang dokter ahli kulit yang berasal dari daerah ini, di lihat dari bangunan fisiknya, sudah hampir mencapai tahap penyelesaian. Dimana bangunan fisik bangunan berlantai delapan ini, yang sudah diselesaikan pekerjaannya telah mencapai 70%. Kini penyelesaian pembangunannya mengalami penundaan akibat anggaran pembangunan belum ada. Padahal, Pjs. Direktur RSUD rencanakan tahun depan rumah sakit ini sudah dapat dioperasikan.

dr. Sultan, Pjs Direktur RSUD Bantaeng, saat ditemui Metropol di ruang kerjanya, pekan lalu mengatakan, "tahun depan gedung baru RSUD Anwar Makkatutu, sudah bisa ditempati, andaikan anggaran penyelesaian pembangunan rumah sakit tahun ini cepat dikucurkan," ujarnya.

Rumah sakit umum Kabupaten Bantaeng ini, di bangun dengan bangunan berlantai delapan dan ditargetkan dapat menampung 220 pasin rawat inap. Dengan rencana anggaran biaya yang diajukan, lebih kurang sebesar Rp 168 miliar.

Sementara dari tiga tahapan pengucuran anggaran biaya pembangunan rumah sakit ini, totalnya baru menggunakan biaya sebesar Rp 65.7 miliar, yang diperoleh secara bertahap. Tahap pertama sebesar Rp 19 miliar, tahap kedua sebesar Rp 13,3 miliar, dan tahap ketiga sebesar Rp 33,4 miliar. Kesemua anggaran ini murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Adanya keterlibatan investor dari Jepang, yang turut membantu pembangunan rumah sakit elite menurut ukuran rumah sakit di daerah ini, saat dipertanyakan pada dr. Sultan. Jawabnya, "Soal investor dari Jepan, Bantuan dalam hal anggaran pembangunan itu tidak ada, tetapi bantuan dalam bentuk peralatan kesehatan (alkes) itu ada. Hanya saja bantuan alat kesehatan ini nanti diserahkan setelah pembangunan gedung rumah sakit rampung," tutur dr. Sultan.

Keberadaan rumah sakit yang berlantai delapan dan tergolong besar serta elite di Kabupaten Bantaeng, sasarannya adalah untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah selatan provinsi Sulawesi Selatan, seperti dari Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Selayar.

Dengan adanya RSUD Bantaeng, rumah sakit yang rencana memiliki sarana pelayanan kesehatan lengkap dan modern, diharapkan kedepan dapat membantu pelayanan kesehatan masyarakat selatan, sehingga masyarakat bagian selatan wilayah Sulawesi selatan yang butuh pelayanan kesehatan, tidak perlu repot ke Makassar berobat, karena di rumah sakit ini nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang komplit. 

Semoga saja, bantuan anggaran pembangunan rumah sakit ini, cepat terealisasi agar pembangunannya dapat dengan segera dirampungkan. (Jalal Maulana)

Jembatan Bujangga Siap Dibangun

Berau, Metropol - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten  Berau, melalui  Anggaran APBN Tahun 2014. Telah mengalokasikan anggaran kurang lebih  Rp 10 miliar untuk kegiatan pembangunan jembatan  Bujangga.

Pengalokasian anggaran pembangunan jembatan yang terletak di bujangga tersebut merupakan sangat  skala prioritas, karena menghubungkan jalan poros provinsi yang putus  beberapa tahun lalu.

Manager utama PT Mahameru Teknindo  Dedy Kurnia selaku kontraktor pelaksana yang di temui diruang kerjanya pada 19/06 mengatakan,  untuk kegiatan  rencana pembangunan jembatan bujangga mulai awal Maret, kami sudah melakukan kegiatan pemancangan, dan sesuai kontrak kerja kegiatan pembangunan jembatan ini di targetkan 210 hari, sesuai kalender, itu rencana awal, namun ada beberapa hambatan juga yang kami temui di lapangan yang kadang kala pihak perusahaan belum bisa bekerja, seperti faktor air.

“Ketika air surut pihak perusahaan belum bisa lakukan kegiatan pemasangan tiang pancang. Pada awal pemasangan tiangnya kebetulan masih dilahan yang kering, jadi tidak ada hambatan, namun sekarang ini sudah mulai masuk di daerah yang berair. Dimana terjadi air pasang yang sangat tidak memungkinkan untuk kita bekerja, hal semacam  inilah yang biasa memakan waktu, namun tetap kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait yaitu dinas pekerjaan umum kabupaten berau selaku perwakilannya,” katanya.

Untuk tiang pancang yang di butuhkan dalampembangunan jembatan yang mencapai 100 meter dan lebar jembatan mencapai 7 meter tiang pancang yang di butuhkan kurang lebih 450  tiang,kami selaku pihak kontraktor pelaksan berharap agar kegiatan pembuatan jembatan ini tidak banyak hambatan, agar bisa cepat selesai dan di pergunakan untuk pengguna jalan yang ada di Kabupaten Berau.

Sementara itu Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau selaku perwakilan, melalui bidang pengairan berharap agar proses kegiatan pembangunan jembatan tersebut bisa berjalan lancar dan aman tanpa ada kendala dilapangan. Namun tidak bisa juga di pungkiri faktor alam terkadang juga merupakan satu kendala.

Semoga saja dalam kegiatan pembangunan jembatan ini, tidak mengalami banyak rintangan, agar kegiatannya cepat selesai dan secepatnya dapat dinikmati oleh kita semua sebagai pengguna jalan,” ungkapnya. (Sofyan) 

Kabupaten Barru Menjadi Tuan Rumah Temu Bisnis Kapet

Barru, Metropol - Wilayah Kabupaten Barru memiliki potensi yang cukup baik dalam hal pengembangan sapi yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, olehnya itu Pemerintah Daerah Kabupaten Barru, sekarang ini bertekad untuk terus menggali potensi tersebut dengan berbagai cara salah satunya dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi para Kelompok-kelompok Tani dan juga pemberian bantuan untuk peningkatan produksi di sektor Peternakan.

Terkait dengan hal tersebut baru-baru ini dilaksanakan acara yang bertajuk Pengembangan Ternak Sapi dan Temu Bisnis Inkubator dan Industri yang diselenggarakan oleh Kapet Pare-pare. Acara ini dilaksanakan di Baruga Singkerru Adae Rumah Jabatan Bupati Barru dan dihadiri oleh Gubernur Sulsel dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Sulsel Side Salam, Direktur Penataan Ruang Kementerian PU Firman, Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Syamsuddin dan sejumlah kelompok tani di wilayah Kapet Pare-pare yang meliputi daerah Barru, Sidrap, Pinrang, Pare-pare dan Enrekang.

Dalam sambutannya, Bupati Barru Ir H Andi Idris Syukur MS mengatakan, Showroom sapi yang ada di Kabupaten barru dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak, terserapnya tenaga kerja yang lebih banyak, tersedianya jaringan informasi tentang jumlah produk sapi beserta produk ikutannya, dan terciptanya peluang usaha bagi dunia usaha, baik skala kecil, menengah maupun besar. Sedangkan untuk program Instalasi Pembibitan diarahkan untuk meningkatkan kualitas, mutu genetik dan pelestarian plasma nutfah, dalam hal ini pemurnian sapi bali.

Ketua pelaksana harian BP Kapet Pare-pare Drs Ama Saing mengatakan, acara ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang bisa dikembangkan di tengah-tengah masyarakat, dengan pengembangan sektor peternakan masyarakat dapat menuju industrialisasi peternakan di wilayah Sulsel.

Ir H Andi Idris Syukur MS menjelaskan pula bahwa populasi sapi bali setiap tahun di kabupaten Barru terus meningkat, data terakhir jumlah sapi bali sudah mencapai angka 65 ribu ekor dengan demikian pengembangan potensi sapi bali di wilayah Kabupaten Barru masih terbuka luas. Sehingga diharapkan dengan acara temu bisnis yang diselenggarakan oleh Kapet Pare-pare, di mana Kabupaten Barru mendapatkan kehormatan dengan menjadi tuan rumah diharapkan mampu lebih membuka peluang untuk perkembangan serta peningkatan mutu Sapi Bali yang ada, apalagi Barru telah ditetapkan sebagai wilayah pemurnian sapi Bali. (Mahmud R/Ahkam/Humas Pemkab Barru)

Kabupaten Barru Menjadi Tuan Rumah Temu Bisnis Kapet

Barru, Metropol - Wilayah Kabupaten Barru memiliki potensi yang cukup baik dalam hal pengembangan sapi yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, olehnya itu Pemerintah Daerah Kabupaten Barru, sekarang ini bertekad untuk terus menggali potensi tersebut dengan berbagai cara salah satunya dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi para Kelompok-kelompok Tani dan juga pemberian bantuan untuk peningkatan produksi di sektor Peternakan.

Terkait dengan hal tersebut baru-baru ini dilaksanakan acara yang bertajuk Pengembangan Ternak Sapi dan Temu Bisnis Inkubator dan Industri yang diselenggarakan oleh Kapet Pare-pare. Acara ini dilaksanakan di Baruga Singkerru Adae Rumah Jabatan Bupati Barru dan dihadiri oleh Gubernur Sulsel dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Sulsel Side Salam, Direktur Penataan Ruang Kementerian PU Firman, Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Syamsuddin dan sejumlah kelompok tani di wilayah Kapet Pare-pare yang meliputi daerah Barru, Sidrap, Pinrang, Pare-pare dan Enrekang.

Dalam sambutannya, Bupati Barru Ir H Andi Idris Syukur MS mengatakan, Showroom sapi yang ada di Kabupaten barru dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak, terserapnya tenaga kerja yang lebih banyak, tersedianya jaringan informasi tentang jumlah produk sapi beserta produk ikutannya, dan terciptanya peluang usaha bagi dunia usaha, baik skala kecil, menengah maupun besar. Sedangkan untuk program Instalasi Pembibitan diarahkan untuk meningkatkan kualitas, mutu genetik dan pelestarian plasma nutfah, dalam hal ini pemurnian sapi bali.

Ketua pelaksana harian BP Kapet Pare-pare Drs Ama Saing mengatakan, acara ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang bisa dikembangkan di tengah-tengah masyarakat, dengan pengembangan sektor peternakan masyarakat dapat menuju industrialisasi peternakan di wilayah Sulsel.

Ir H Andi Idris Syukur MS menjelaskan pula bahwa populasi sapi bali setiap tahun di kabupaten Barru terus meningkat, data terakhir jumlah sapi bali sudah mencapai angka 65 ribu ekor dengan demikian pengembangan potensi sapi bali di wilayah Kabupaten Barru masih terbuka luas. Sehingga diharapkan dengan acara temu bisnis yang diselenggarakan oleh Kapet Pare-pare, di mana Kabupaten Barru mendapatkan kehormatan dengan menjadi tuan rumah diharapkan mampu lebih membuka peluang untuk perkembangan serta peningkatan mutu Sapi Bali yang ada, apalagi Barru telah ditetapkan sebagai wilayah pemurnian sapi Bali. (Mahmud R/Ahkam/Humas Pemkab Barru)

Presiden RI Buka Puasa Bersama di Mabes TNI Cilangkap

Jakarta, Metropol - Presiden RI Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden (Wapres) RI Prof Dr Boediono, melaksanakan buka puasa bersama dengan segenap pejabat tinggi TNI dan personel Mabes TNI bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, (3/7/2014).

Kedatangan Presiden dan Wapres disambut oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko, Kapolri beserta Kepala Staf Angkatan dan pejabat tinggi TNI lainnya. Kegiatan yang sudah dilaksanakan hampir setiap tahun ini, merupakan ajang silaturahmi untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah diantara para pejabat tinggi negara.

Sebelum melaksanakan buka puasa bersama, diadakan ceramah rohani yang disampaikan oleh Prof DR Nazarudin Umar, Wakil Menteri Agama RI dengan tema “Dengan Hikmah Puasa Ramadhan 1435H/2014, Kita Mantapkan Iman dan Takwa Serta Komunikasi Sosial Prajurit TNI Dengan Rakyat Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan”.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya mengingatkan pentingnya meletakkan agama dalam konteks berbangsa dan bernegara. SBY mengatakan, agama hendaknya diposisikan sebagai nilai bukan sebagai simbol. "Agama itu harus kita lihat sebagai nilai. Jangan melihat agama hanya sebagai simbol semata," kata SBY.

"Simbol itu bisa memecah belah, tapi kalau nilai bisa menyatukan. Dengan nilai, kita bisa membangun toleransi, dengan nilai yang sama-sama mengajarkan kebajikan, kita bisa membangun harmoni," kata SBY.

Selain menyinggung soal agama sebagai nilai, Presiden juga berpesan soal peran TNI yang sangat penting dalam menjaga persatuan dan perdamaian. Dia meminta agar TNI menjadi institusi yang dicintai rakyat dan bukan justru representasi yang menakutkan. Dengan demikian, Indonesia tidak akan bernasib sama dengan sejumlah negara yang saat ini di dalam negaranya sedang terjadi konflik.

"Kalau itu sudah ada pada TNI kita, ditakuti lawan, disegani lawan, dicintai rakyat, TNI akan menjadi kekuatan tangguh yang diandalkan bangsa," tambahnya.

Acara buka puasa bersama Presiden Yudhoyono dan Wapres Boediono, dengan segenap pejabat tinggi TNI dan prajurit TNI di Mabes TNI Cilangkap. Berlangsung sederhana tetapi penuh khidmad.  (Delly/HumasTNI)

Presiden RI Dr Susilo Bambang Yudhoyono Lantik 453 Perwira TNI

Jakarta, Metropol - Presiden RI Dr Susilo Bambang Yudhoyono melantik 453 Perwira baru lulusan akademi Tentara Nasional Indonesia dalam suatu upacara pelantikan dengan pengambilan sumpah Prasetya Perwira (Praspa) di Bumi Tetuko Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara Maguwo Yogyakarta,  (26/6/2014).

Presiden SBY pada sambutannya menyampaikan, ucapan Selamat kepada Perwira Remaja lulusan Akademi TNI yang baru saja dilantik. Para perwira telah berhasil menyelesaikan pendidikan Akadami TNI yang mengantarkan menjadi perwira remaja sekaligus menyandang gelar Sarjana Sains Terapan Pertahanan. “Dengan semua capaian itu, saya yakin dan percaya para perwira remaja akan mampu mengemban setiap tugas negara serta akan lebih siap dan sigap dalam menhadapi tantangan penugasan di masa akan datang,” tegasnya.

Lebih lanjut Presiden SBY mengatakan, bahwa mulai saat ini para perwira akan menjalani profesi di bidang ketentaraan dan bertugas di seluruh tanah air dan akan menapaki jalan panjang yang penuh dengan tantangan. Berbagai penugasan pendidikan lanjutan serta titian jenjang karier yang berliku. “Tempuhlah semua perjalanan berat dan mulia itu dengan penuh semangat dan kesungguhan disertai sikap sabar, ikhlas dan tawakkal agar senantiasa sukses dan dapat mencapai karier tertinggi sebagaimana yang kalian cita-citakan,” ungkap Presiden.

Menurutnya, Perwira Remaja memasuki jajaran Tentara Nasional Indonesia ketika negara tengah meningkatkan postur dan kemampuan tentara termasuk memodernisasi sistem persenjataan dan alat perlengkapannya. Hal ini dilaksanakan agar TNI selalu siap dan memiliki kemampaun semakin tinggi, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dan TNI harus mampu menghadapi berbagai ragam ancaman nasional maupun non tradisional termasuk melakukan peperangan modern.

“Kita ingin menjadikan TNI sebagai kekuatan pertahanan yang handal. Tentara kita harus terlatih menggunakan senjata dan peralatan militer, berlatih, bermanuver dengan taktik secara baik, terdidik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dipersenjatai dengan alutsista yang semakin canggih, namun kita tidak bermaksud mengambangkan kekuatan militer yang agresif. Bangsa Indonesia cinta damai meskipun kedaulatan dan keutuhan NKRI adalah harga mati,” tegas Presiden.

Menurutnya, pemerintah ingin agar TNI memiliki kekuatan yang tangguh dan mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, mampu meningkatkan kontribusinya dalam operasi perdamaian dunia, melaksanakan berbagai operasi militer perang di seluruh wilayah Indonesia.

Dikatakan, dunia dan kawasan sekeliling terus berkembang secara dinamis dan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Geopolitik juga terus berubah termasuk di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Asia Pasifik Selatan yang mengharuskan Indonesia untuk mengembangkan dan memutakhirkan strategi dan kebijakan dan doktrin pertahanan.

“Peran Indonesia sebagai kekuatan regional dan pelaku global semakin mengemuka, Indonesia juga telah menjadi pelaku aktif dalam berbagai arsitektur kerjasama kawasan seperti ASEAN, East Asia Summit dan APEC, oleh karena itu para pemimpin TNI harus memilki wawasan dan pengetahuan yang luas dalam menghadapi perkembangan strategis agar bidang pertahanan dijaga dan lindungi,” tegasnya.

Adapun 453 Perwira Remaja (Paja) yang dilantik Preseiden RI terdiri dari 248 lulusan Akmil, 98 lulusan AAL dan 104 lulusan AAU serta 3 taruna Akademi TNI dari ketiga angkatan yang mengikuti pendidikan di National Defense Academy (NDA) Jepang. Praspa TNI 2014 ini merupakan tahun pertama dalam sejarah Taruna penerima beasiswa NDA Jepang yang dilantik oleh Presiden RI menjadi Letnan Dua bersama-sama dengan teman seangkatannya dari Akmil, AAL dan AAU. Ketiga Taruna penerima beasiswa NDA Jepang Angkatan XIII TA 2011-2016 atas nama Novian Yudha Pratama (Akmil), Ravega Rullianov Ruben (AAL), dan Yanuar Widyantoko (AAU).

Jangka waktu studi di NDA Jepang sesuai kurikulum yang ditempuh selama 5 tahun, 1 tahun untuk pendalaman bahasa Jepang dan 4 tahun untuk akademi. Pengiriman Taruna Akademi TNI ke NDA yang bermarkas di kawasan Yokosuka Jepang merupakan salah satu bentuk kelonggaran hubungan pertahanan Jepang dengan berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

Dalam pelantikan tersebut Presiden RI menyematkan Bintang Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik dari setiap Angkatan. Ketiga Perwira yang menerima Bintang Adhi Makayasa yaitu Letda Inf Tegar Aji Widhiwardhana ST Han. (Akademi Militer), Letda Laut (P) Egistya Pranda ST Han. (Akademi Angkatan Laut), dan Letda Lek Chandra Ari Wijaya ST Han. (Akademi Angkatan Udara).

Letda Inf Tegar yang lahir di Ponorogo pada tanggal 21 November 1990 adalah anak Suseno seorang PNS Guru yang beralamat Jl Sedap Malam No 2 Sekaran Siman Ponorogo Jatim, Kemudian Letda Laut (P) Egistya lahir di Surabaya pada tanggal 26 Maret 1992 adalah anak Kolonel Laut (E) Sugiarto yang beralamat di Perum Green Valley Bekasi Jalan Raya Kranggan No 99 Blok B 10. Sedangkan Letda Lek Chandra lahir di Mataram pada tanggal 8 Pebruari 1993 adalah anak dari Karjono SP, PNS yang beralamat Jalan Bung Tomo No. 24 Kauman Praya, Lombok Tengah NTB.

Dalam upacara tersebut dihadiri Menkopolhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, Mensesneg Letjen (Purn) Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menhub EE Mangindaan, Menpora Roy Surya, Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasal Laksamana TNI Dr Marsetio, Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia, Danjen Akademi TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, SSos, MM, Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya, Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi, Gubernur AAL Laksda TNI Taufiqoerrohcman, SE, Gubernur AAU Marsda TNI Tabri Santoso, SE Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, para Gubernur Akademi Angkatan dan para Atase Pertahanan Negara Sahabat, pejabat TNI baik Darat, Laut maupun Udara lainnya serta para orang tua Perwira Remaja TNI 2014.

Pada upacara Praspa dan pelantikan Paja TNI alumni Akademi 2014 oleh Presiden RI tersebut sepuluh pesawat tempur TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 15 dan Skadron Udara 3 yang terdiri dari delapan T-50i Golden Eagle dan dua F-16 ikut menyambut Perwira Remaja Akademi TNI 2014 dengan melakukan fly pass terbang formasi melewati podium upacara, sehingga menimbulkan rasa bangga pada Perwira Remaja. (Red)

Asean Didorong Aplikasikan Standar Pencegahan Internasional Berbasis Ilmu Pengetahuan

Jakarta, Metropol - Pertemuan Working Group (WG) Preventive and Education dalam Sidang ASOD ke 35 di Philippina, dipimpin oleh Deputi Pencegahan BNN, dan dihadiri delegasi Negara-negara ASEAN (Indonesia, Philippina, Brunai, Cambodia, Thailand, Singapore, Vietnam, dan Myanmar), pada tanggal 1 Juli 2014. Dalam kesempatan ini, masing-masing negara membahas berbagai program pencegahan, usulan, dan rekomendasi di bidang pencegahan ke depan.

Diskusi fokus dalam WG Preventive Education membahas berbagai program pencegahan yang telah dilakukan oleh masing-masing negara ASEAN. Indonesia memaparkan standar pencegahan dunia,  khususnya implementasi Pilot Project Standar Pencegahan berbasis ilmu pengetahuan (scientific) dan berbasis bukti (evidence-based)  di 3 Provinsi: DIY, Riau, dan Kepri). Singapore tentang Singapore's Dance Works. Brunai tentang Brunei's Gallery Info Dadah. Thailand tentang Thailand's anti-drug scouts and ASEAN Youth Leader Nework Against Drug Project, dan Philippina tentang Life Skills Training Prevention Training Programs.

Dari hasil diskusi tersebut, diperloleh berbagai rekomendasi, antara lain sebagai berikut:

1.  Perlu saling membagi informasi tentang program dan pengalaman di antara sesama anggota tentang bagaimana cara untuk menjangkau para pemuda. Kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki resiko tinggi menjadi penyalahguna narkoba.

2.  Negara-negara ASEAN perlu mengadopsi the UNODC’s International Standards on Drug Use Prevention, mengikuti Indonesia, yang telah mengadopsi Standard tersebut dan telah melaksanakan Pilot Project implementas Standard tersebut di 3 Provinsi.

3. Diperlukan monitoring dan evaluasi terhadap program pencegahan intervensi yang dilaksanakan oleh masing-masing negara ASEAN. Tidak hanya tentang perubahan pengetahuan tentang bahaya narkoba saja. Tetapi mencakup juga perubahan perilaku yang menciptakan faktor protektif karena imlementasi program dan intervensi di bidang pencegahan, untuk mengetahui apakah program yang dilaksanakan efektif atau tidak.

4.   Mengantisipasi agenda Bidang Pencegahan post 2015. Perlu ada kajian dan evaluasi tentang kesuksesan program pencegahan yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN, yang dapat diadopsi dan dilaksanakan sebagai program pencegahan yang efektif, berbasis ilmu pengetahuan (scientific-based) dan berbasis bukti (evidence-based).

5.   Perlu ada website khusus tentang the ASEAN Preventive Education Working Group sebagai wadah pertukaran informasi, ide, dan pengalaman tentang berbagai program dan intervensi di bidang pencegahan sesama negara anggota ASEAN. (Yappi Manafe, Deputi Pencegahan BNN). (Red)

Panglima TNI dan Dubes Pakistan Bahas Kerjasama Militer

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kasum TNI, Koorsahli Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Kapuspen TNI, dan Kapuskersin  TNI menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk RI Ms. Attiya Mahmood yang didampingi Atase Pertahanan Kolonel Muhammad Shahid Siddeeq serta Mr. Shakeel Staf Athan, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, (14/7/2014).  Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI dan Dubes Pakistan untuk RI membahas peningkatan kerjasama militer kedua Negara yang telah lama terjalin.

Jenderal TNI Dr. Moeldoko menegaskan, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Pakistan dibuka tahun 1950 dengan didirikannya Representative Office Indonesia di Karachi, Ibukota Pakistan pada waktu itu. Pada bulan September 1967 KBRI yang berlokasi di Karachi dipindahkan ke Islamabad sehubungan dengan perubahan ibukota negara Pakistan dari Karachi menjadi Islamabad. Selanjutnya pada tahun 1971, kantor perwakilan RI yang ada di Karachi dijadikan kantor konsulat RI. 

“Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Pakistan merupakan bagian dari upaya diplomasi aktif Pemerintah RI dalam memperoleh dukungan politik terhadap perjuangan memperoleh kemerdekaan dan kedudukan Pakistan yang pada saat itu sangat strategis, yakni sebagai lintas jalur internasional baik darat maupun laut”, tegas Panglima TNI.

Hubungan kerjasama pertahanan dan militer RI-Pakistan telah berlangsung lama dan berjalan baik hingga sekarang.  Peningkatan dari wujud kerja sama ini telah dituangkan dalam Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic Republic of Pakistan on Cooperative Activities in the Field of Defence (Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang Kegiatan Kerjasama di Bidang Pertahanan) yang ditandatangani oleh Menhan kedua negara pada tanggal 21 Juli 2010 di Jakarta. 

Adapun lingkup kerjasama tersebut meliputi, dialog dan konsultasi bilateral tentang isu-isu strategis dan keamanan yang menjadi perhatian bersama, pertukaran informasi terkait kelembagaan dan masalah-masalah pertahanan termasuk mengenai organisasi, doktrin dan kebijakan, kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertahanan melalui pertukaran personel, kunjungan-kunjungan, pelatihan, serta bentuk-bentuk kerjasama teknis lainnya berdasarkan prinsip timbal balik dan saling menguntungkan, mempromosikan pengembangan sumber daya manusia pada lembaga-lembaga pertahanan dan Angkatan Bersenjata kedua Pihak melalui pendidikan/pelatihan, saling kunjung, latihan bersama, pertukaran pengamat militer untuk menyaksikan latihan dan pertukaran tenaga ahli bidang pendidikan, penyediaan peralatan dan kegiatan lain yang terkait, dan kerjasama di bidang lain yang menyangkut kepentingan bersama. (Delly M)

Wapres Ajak Elemen Bangsa Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba

Jakarta, Metropol - Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono mengajak seluruh elemen bangsa terlibat aktif dalam gerakan untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba di Indonesia.

Wapres menyebutkan, pelibatan seluruh komponen bangsa sangat diperlukan. Sebab saat ini angka prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 5 juta orang, seiring dengan merebaknya jaringan penjual narkoba Internasional di negeri ini.

"Cara terbaik adalah menangkal peredaran narkoba sebelum merebak dan memotong mata rantainya. Semua itu tidak mungkin hanya dilakukan oleh negara. Tetapi harus menjadi sebuah gerakan bersama, yaitu gerakan nasional," kata Wapres pada puncak peringatan "Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2014" di Istana Wakil Presiden.

Pada kesempatan itu Wapres menyerahkan penghargaan kepada penggiat antinarkoba Agus Widanarko dan Andi Muhammad Aslam.

Wapres didampingi Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menkumham Amir Sjamsuddin, meyakini keterlibatan elemen bangsa dalam gerakan nasional pemberantasan narkoba akan memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional.

"Jika kita tidak melakukan gerakan apa pun, maka angka prevalensi penyalahgunaan narkoba akan terus meningkat. Diperkirakan bisa mencapai hingga 5 juta orang. Yang banyak terkena adalah generasi muda yang kita harapkan mengganti kita semua, yang diharapkan menjadi generasi yang lebih baik dari kita," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar mengatakan, tema HANI 2014 "Pengguna Narkoba Dapat Dicegah dan Direhabilitasi" mengandung harapan agar masyarakat tidak salah memandang terhadap pengguna narkoba. "Mereka adalah orang sakit, dapat dicegah dan direhabilitasi," ujar Anang.

Anang mengatakan, berdasarkan World Drug Report tahun 2013, yang dirilis UNODC, organisasi dunia yang menangani masalah narkoba dan kriminal, diperkirakan terdapat 315 juta orang yang berusia produktif, antara 15 - 64 tahun menjadi pengguna narkoba. Kurang lebih 200 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyalahgunaan narkoba.

"Jumlah narkoba yang beredar cukup besar dan pengguna narkoba yang memperoleh pemulihan masih relatif kecil," ujar dia.

Sejumlah capaian BNN dalam upaya menyelamatkan Bangsa Indonesia dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dilakukan melalui pelaksanaan "Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)".

"Sudah banyak capaian dalam upaya menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Namun masih banyak hal yang membutuhkan perbaikan dan upaya penyempurnaan, serta kerja keras kita bersama," kata Anang. (Red)

Dubes RI Untuk Lebanon Puji Penampilan Seni Indobatt

Jakarta, Metropol - Duta Besar (Dubes) RI untuk Lebanon, Drs Dimas Samodra Rum MBA, beserta Ibu, mengutarakan rasa kagum dan bangganya kepada Komandan Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf M. Asmi dan para prajuritnya yang telah menampilkan kesenian Indonesia dalam acara Womens League Annual Garden Party, di Marquand House Gardens American University of Beirut, beberapa waktu lalu. 

Penampilan kesenian dan kemahiran prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda XXIII-H/Unifil, baik Pria dan Wanita dalam memainkan musik Angklung dan Rampak Gendang serta Tari Saman telah memukau para hadirin yang mayoritas adalah para Ibu-ibu yang tergabung dalam anggota Womens League.

Kesenian Indonesia yang diperankan oleh prajurit TNI tersebut, mendapat sambutan yang sangat meriah dari para penonton. Mereka pun sibuk mengabadikan dengan kamera kekompakan para prajurit TNI, baik Pria maupun Wanita dalam memainkan alat musik tradisional asli Indonesia dan tarian khas Aceh ini.

Disamping itu, Tim Angklung dan Rampak Gendang yang dipimpin oleh Pasi CIMIC (Civil Military Coordination) Satgas Indobatt Lettu Inf Jeremiah Sesa dengan menampilkan beberapa lagu yaitu Just Give Me A Reason dan I will Survive yang dinyanyikan oleh Serda (Kowad) Gusti Ayu, membuat suasana acara semakin meriah.

Sementara itu, Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M Asmi mengatakan, “melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat di Lebanon, khususnya yang hadir di American University of Beirut. Sehingga kebudayaan khas Indonesia yang begitu banyak, akan lebih dikenal luas di kalangan dunia Internasional,” ujarnya. (Red)

Berkas Kasus 40,1 kg Sabu WN Iran Diserahkan Ke Kejaksaan Negeri Sukabumi

Sukabumi, Metropol - Masih ingatkah Anda  dengan pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 40.104,3 gram dengan tersangka WN Iran,  yaitu  Mostafa Moradalivand dan Seiyed Hashem, di Hutan Cagar Alam Pelabuhan Ratu, 26 Februari 2014?  Kini berkas perkara dua tersangka ini sudah lengkap atau P-21 dan dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6). Dua tersangka ini dikenakan pasal 114 Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Mostafa dan Seiyed sudah tiga kali masuk ke  Indonesia. Pada Januari 2014, para tersangka masuk melalui Denpasar. Setelah itu, para tersangka masuk ke Jakarta untuk melakukan aksinya.

Dari pantauan petugas, Mostafa meluncur ke Pelabuhan Ratu, sedangkan Seiyed tinggal di Jakarta. Mostafa memilih tinggal di salah satu hotel yang sepi, tepat di bibir pantai. Kegiatan sehari-hari tidak banyak mengundang perhatian warga sekitar. Namun, Mostafa selalu membayar sewa mobil atau motor di atas standar harga yang ada.

Pada tanggal 9 Februari 2014, saat pagi buta, Mostafa mengalami kecelakaan mobil di sebuah tikungan di kawasan Cagar Alam Tikungan I Pelabuhan Ratu. Mobil yang ia kendalikan meluncur keluar jalur dan mengundang perhatian warga. Rupanya, saat kecelakaan itu terjadi, Mostafa tengah membawa sabu seberat 40,1 kg yang disimpan dalam tiga tas. Sesaat setelah kecelakaan terjadi, Mostafa langsung berinisiatif lari ke dalam hutan cagar alam dan mengubur tiga tas berisi sabu itu di hutan tersebut untuk menghindari kecurigaan warga sekitar. Jarak penimbunan sabu sekitar 15 meter dari bahu jalan raya. Sejak kecelakaan itu, intensitas komunikasi antara Mostafa dengan Seiyed di Jakarta semakin tinggi. Selang beberapa hari, Seiyed datang ke Pelabuhan Ratu untuk membantu Mostafa. Pada tanggal 25 Februari 2014, malam hari, Mostafa bersama Seiyed sempat berkeliling dengan menggunakan motor untuk memantau lokasi tempat ia menimbun tas berisi narkoba.

Keesokan harinya, 26 Februari 2014, Mostafa bersama Seiyed datang ke lokasi untuk mengambil sabu tersebut. Saat keduanya mendekati lokasi penimbunan sabu, petugas mengamankan keduanya.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas joint operation dengan US-DEA.. Selain itu, BNN  juga memberikan apresiasi kepada Polda Jabar, khususnya Polres Sukabumi yang proaktif membantu pengamanan di TKP. (Red)

Penyelundup BBM Oleh PT AJM Kebal Hukum

Jakarta, Metropol - Majelis persidaangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) yang di Ketuai Hakim Dasma, SH, MH dengan anggota Hakim Richard Silalahi, SH dan J. Wisnu Wicaksana, SH  atas perkara limbah B3 (Bahan, Berbahaya, Beracun), Kamis (10/7) ini, Jaksa mengagenda pembacaan rentutnya sudah tiga (3) kali menunda sidangnya. Lantaran, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Roginta Sirait, SH belum siap menghadirkan terdakwanya, yakni Sendi Setiawan (32), yang tidak di tahan.

Pasalnya, sang terdakwa yang di anggap melanggar Pasal 53 huruf c jo Psl 23 ayat (2) huruf c UU RI No. 22/2001 dan Pasal 53 huruf d jo Psl 23 ayat (2) huruf d UU No. 22/2001, tentang Migas dan Gas Bumi. Yaitu tanpa izin usaha penyimpanan dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30 milyar.

Sementar itu, Sekjen Asosiasi Pengelolaan Limbah B3 Indonesia (APLI), Andrianus Tanari yang memantau proses persidangannya mempertanyakan ada apa sudah beberapa kali menunda-nunda sidangnya. “Ini menjadi pertanyaan kami, sebab dengan selalu ditunda-tunda sidangnya, tentunya sangat mengganggu sistim pembuangan limbah kapal-kapal di Pelabuhan Tanjung Priok melalui Reception Facilities (RF),” tutur Andrianus di PN Jakut, pekan lalu yang dijumpai awak media.

Menurut Andrianus, barang bukti sebanyak 75 ton yang mengandung BBM jenis MFO kurang lebih 17 ton yang ditangkap pihak Kepolisian PolAir Polda Metro Jaya pada Selasa (26/11/2013) lalu di UTC I Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut saat melakukan pengambil limbah B3 dari Kapal MV. Baktic Strait melalui Tongkang BPP 105 dengan Tag Boat Tanjung V. Izin yang dikeluar pihak Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Priok adalah pembuangan B3 sebagaimana SPK dari keagenan MV. Baltic Strait, yakni Arpeni Pratama Ocean Line sebanyak 75 ton kepada PT. Ana Jaya Mandiri (AJM) yang di kelolah oleh Sendi Setiawan. Namun, pada pelaksanaannya PT. AJM mengambil BBM jenis MFO sebanyak 17 ton dari Kapal MV Baltic Strait tersebut.  

Jadi, kata Andrianus bahwa PT. AJM menyalahgunakan perizinan yang dikeluarkan Syahbandar tersebut. Seharusnya pihak Kepolisian menjerat PT. AJM selaku pelaku penyelundup dan penggelapan BBM jenis MFO.

Sebagaimana dalam dakwaan sang Jaksa, hasil Lab. 9476/BBM/F10425/2013-S2 tertanggal 27-12-2013. Ketetapan Dirjen Migas No. 14496K/DJM/2008 tanggal 21-82008, sebanyak 17 ton adalah BBM jenis MFO.

Sementara itu diperoleh, pangkalan penampungan limbah B3 di Sarang Bango, Marunda Cilincing, Jakut yang selama ini digunakan oleh PT. AJM di sinyalir illegal itu, dua pekan lalu di santroni Kepolisian pihak Sumdaling Polda Metro Jaya, dan diproses penyidikannya hingga tempat tersebut di Polis Line. (Risyaji)

Pengadilan Tinggi Jakarta Vonis 18 Tahun Mafia Narkoba dan Pencucian Uang

Jakarta, Metropol - Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menjatuhkan vonis kepada Afdar. Seorang pelaku kejahatan narkoba dan pencucian uang dengan hukuman 18 tahun penjara beserta denda sebesar Rp 1 Milyar Subsidair satu tahun kurungan.

Sebelumnya, Afdar diganjar dengan hukuman 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Karena dinilai ringan. Jaksa naik banding dan dikabulkan. Dari hasil banding inilah, Afdar dikenakan hukuman jauh lebih berat yaitu 18 tahun penjara, sesuai dengan putusan Nomor : 61/PID/2014/PT.DKI, yang diucapkan pada sidang terbuka untuk umum pada Jumat 23 Mei 2014.

Vonis ini dijatuhkan Majelis Hakim yang diketuai Kornel P Sianturi kepada terdakwa Afdar dalam kasus tindakan pencucian uang. Afdar dinyatakan bersalah karena secara sah dan meyakinkan menurut hukum, dirinya menempatkan, membayarkan dan membelajanjakan, mentransfer uang yang berasal dari tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Afdar (40), seorang pria asal Aceh Utara ini terlibat dalam transaksi narkoba pada Februari 2012 lalu di Jakarta. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengambil narkoba di Jelambar, Jakarta. Kasus ini berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), dengan barang bukti sabu seberat 12.192,3 gram.

Dari hasil pemeriksaan, Afdar telah berbisnis narkotika sejak 2006. Ia membeli narkoba dari beberapa orang dengan cara mentransfer kepada rekening-rekening tertentu. Termasuk salah satunya kepada Edy (bandar besar) yang sudah diamankan oleh BNN, pada 25 Maret 2014.

Dari terdakwa Afdar, telah disita sejumlah barang bukti dengan perincian sebagai berikut :
•    Uang tunai pecahan Rp 100 ribu sebanyak 250 lembar, dengan total Rp 25 juta.
•    Uang tunai Rp 219 juta.
•    Sejumlah bidang tanah di tujuh lokasi berbeda di Desa Cibuluh Kecamatan Sukamakmur Bogor, dengan total luas 84.362 m².
•    Sebidang tanah di Kampung Gunung Malang Desa Sukaharja Bogor, seluas 6.150 m².
•    Satu unit rumah di Bintara Bekasi beserta surat-suratnya
•    Satu unit mobil Fortuner atas nama terdakwa. (Red)

Penyidik Polda Sulsel Sambangi Polres Jeneponto

Jeneponto, Metropol - Didepan Penyidik Polda Tri Winarso alias Tri, saat dimintai keterangan, dengan tegas mengatakan, yang sejujur-jujurnya bahwa Mulaskar alias Akka tidak tahu menahu atau ikut serta didalam kasus pembobolan pencurian barang elektronik (curnik) di Toko Surya Mas jalan Pelita Kabupaten Jeneponto.

“Adapun yang saya tanda tangani di BAP saya tunjuk Mulaskar alias Akka tidak tahu menahu, bahkan saya akui kalau Mulaskar adalah otak dari kasus curnik itu, karena saya terpaksa karena ditekan, dipukuli,” tutur Tri.

“Itumi yang saya herankan, kalau saya berkata jujur saya dipukuli, sebaliknya kalau saya berkata bohong saya malah dibaik-baiki, diberi minuman teh kotak dan rokok,” lanjutnya.

Diwaktu yang sama pada ruang terpisah tempat Mulaskar alias Akka diperiksa menerangkan kepada Penyidik Polda SulSel, “saya hanya dimintai Tri Winarso alias Tri untuk direntalkan mobil untuk kunjungan ke pesta temannya di Bantaeng. Kalau masalah Tri, menyalahgunakan mobil itu saya tidak tahu menahu apalagi saya ikut serta atau otak dalam kasus pencurian/pembobolan di Counter Toko Surya Mas Group di jalan Pelita Kabupaten Jeneponto, itu sama sekali tidak benar,” tutur Mulaskar.

“Memang benar, ada yang saya tanda tangani di BAP, karena saya tidak tahu kalau itu pernyataan keikut sertaan saya sebagai otak pelaku pencurian tersebut. Itu karena saya dibodohi, di iming-iming para penyidik Reskrim Polres Jeneponto. Penyidik mengatakan, kamu tidak tahu masalah ini jadi kamu tidak usah baca, langsung saja kamu tanda tangani, karena kamu saya mau bebaskan hari ini. Yakin dengan perkataannya karena tidak mungkin ia berkata bohong apalagi Polisi / Penyidik sudah sumpah Jabatan tidak mungkin dia mau tipu saya ternyata saya dibohongi,” ujar Mulaskar.

Pukul 14.00 Wita, Pada saat ditemui Wartawan, kedua tersangka curnik yakni Tri dan Akka meneteskan air mata bahagia dan mengatakan, “saya puas atas pelayanan pihak Penyidik Polda SulSel yang tegas dan pemanis, sangat berbeda dengan penyidik Polres Jeneponto,” lanjut tutur kedua tersangka curnik dan memohon kepada pihak media sosial dan Wartawan agar memberitakan dan menyampaikan masalah ini agar meneliti dan membaca hasil BAP, jangan mau tertipu atau mau dibohongi para Penyidik penipu yang ada di Kepolisian Resort Jeneponto, katanya kepada Wartawan. (M.Arief,K)

WN Malaysia Divonis 8 Tahun Penjara

Batam, Metropol - Chua Mei Hua alias Sally (24), WNA asal Malaysia divonis hukuman 8 tahun penjara dan denda sebanyak Rp1,5 miliar, subsider 3 bulan kurungan penjara, karena terbukti telah memiliki serta membawa narkotika jenis sabu sebanyak 200 gram.

Vonis yang dikeluarkan oleh majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut Sally dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Dalam sidang, Sally terbukti telah melanggar Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas vonis yang dikeluarkan oleh majelis hakim, Sally mengaku menerima. "Sally menerima dan mengakui kesalahannya dan tidak akan melakukan kembali. Dia juga menyampaikan dalam sidang kalau dia merupakan tulang punggung keluarga. Sehingga meminta hukuman yang ringan," kata Asmiyati selaku penerjemah dari Dinas Pendidikan Kota Batam yang mendampinginya dalam sidang.
Sementara itu, Jaksa Trianto mengatakan bahwa pihaknya akan berpikir terlebih dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kita masih pikir-pikir apakah banding atau tidak," katanya seusai sidang.

Sebagaimana diketahui, Chua Mei Hua alias Sally tertangkap di Pelabuhan Internasional Batam Center pada 23 Desember 2013 lalu karena terlah membawa narkotika jenis sabu sebanyak 200 gram. Barang tersebut diterima Sally dari Ang Mio Khia, yang juga merupakan warga negara Malaysia.
Saat tiba di Batam, Sally yang kala itu bersama dengan Kelling alias Satis dicurigai oleh petugas Bea Cukai setelah tas yang dibawanya terdeteksi menyimpan barang mencurigakan saat melintasi mesin x-ray. "Barang itu disimpannya di dalam baju. Dan katanya akan diserahkan ke Sandy," kata Trianto. (Red)

Pengedar Narkotika Jenis Sabu Ditangkap Polsek Junrejo

Junrejo, Metropol - Seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu ditangkap aparat Polsek Junrejo, di jalan raya Dusun MojoSantri Desa Mojorejo Kota Batu, Kamis 26 Juni pukul 17.30 Wib.

"Dari tangan tersangka Sugiono, alamat dusun Krajan Desa Temas Kota Batu kami mengamankan barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu. Saat ini belum kami ketahui pasti beratnya karena belum dilakukan penimbangan. Namun dari pengakuan tersangka diaku seberat 1 gram sabu. Dia mendapatkan barang dari pandaan dengan harga beli Rp 1.400.000.

Sebagai catatan Sugiono merupakan residivis, “dia pernah kami tangkap karena kasus pencurian sapi di Dinas Peternakan Prov yang terletak di Desa Oro oro Ombo,” kata Kapolsek Junrejo, Iptu Joko TW.

Keberhasilan penangkapan ini bermula dari Informasi masyarakat bahwa Sugiono sering melakukan penjualan sabu-sabu, dan bertindak sebagai freelance untuk membelikan barang dari Pandaan tepatnya di Dusun Klataan.

Setelah anggota  berhasil memancing dengan menstransfer sejumlah uang, Sugiono di monitoring perjalanannya hingga sampai di Mojosantri. Petugas segera melakukan razia, ternyata benar didapati satu bungkus narkotika golongan satu jenis sabu.

Kini tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Junrejo untuk dilakukan penyidikan, tersangka melanggar pasal 12 ayat 1 UU No 35 th 2009 ttg narkotika berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika gol 1 bukan tanaman. di kenai pasal 112 ayat (1) UU No 35 Thn 2009 tentang narkotika. Ancaman pidana penjara paling ringan 4 tahun dan paling lama 12 tahun. (Yud/Rin)

Penipu Bermodus Supervisor Marketing Bank BCA Batu Ditangkap Polisi

Batu, Metropol - Gara-gara menipu ibu kos senilai Rp 38.500.000, Feri Yulianto, yang bernama asli Hendro Eko als Cleo  dibekuk petugas Polsek Batu, saat asik karaoke di tempat hiburan Doremi, 4 Juni 2014.

"Sekarang tersangka sudah kami amankan dan dalam proses penyidikan, kata Kanit Reskrim Polsek Batu Iptu Tukiman. Penipuan itu terjadi  setelah Cleo menyewa  sebuah kamar kos milik PJL, yang beralamat di Jl Dewi Sartika Atas nomor 59 Kec Batu, mulai 20 Mei 2014.

Kepada ibu Kosnya dia mengaku sebagai Supervisor Marketing Bank BCA Cabang Batu yang bertugas mengambil hadiah undian yang tidak diambil oleh pemenang, barang tersebut kemudian dijual kepada orang yang bersedia membayar pajak undian berhadiah.

Selanjutnya, FY menawarkan barang-barang berupa TV, lemari Es kepada  PJL, selang 2 jam kemudian sekitar pukul 22.00 Wib, FY als Cleo kembali menemui ibu kosnya dan berkata, "bu Orang tua saya kemarin mendapatkan Mobil Innova. Mereka sudah membayar pajak undian yang diselenggarakan Bank BCA Cabang Surabaya. saat ini ada 3 orang yang sudah memberikan DP senilai Rp 25 Juta, tapi pihak Bank BCA Batu mematok harga Rp 50 juta,” kata Cleo.

Karena penuturan yang meyakinkan, PJL pun tertarik untuk membeli mobil Innova yang digambarkan oleh Cleo, setelah tawar menawar dan berdalih menelpon bosnya, akhirnya Cleo memberikan harga senilai Rp 31,7 juta untuk mobil Innova, totalnya mencapai Rp 38,5 juta ditambah dengan perlengkapan rumah tangga berupa TV, Lemari Es dan lainnya. Kesepakatanpun terjadi,  PJL menyerahkan uang tersebut kepada Cleo.

Setelah berhasil mendapatkan uang, Cleo meninggalkan tempat kos tanpa pamit. mengetahui pelaku pergi dari tempat kos sementara barang yang dinanti tak kunjung tiba, PJL tersadar telah ditipu dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Batu yang segera menindaklanjuti.

Karena perbuatannya Pelaku dikenai pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,”  papar Iptu Tukiman. (Yud/Rin)

Pengecer Judi Togel Ditangkap Polsek Batu

Batu, Metropol - Pengecer Judi Togel  berinisial SA, tak berkutik saat tertangkap  sedang melayani  pembeli togel di kediamannya, Jln Suropati,  Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Batu Iptu Tukiman, tersangka  merupakan TO Polsek Batu, beberapa hari sebelumnya anggota sudah mendatangi rumahnya, namun  tidak bertemu.

"Kami hanya  mendapati pintu depan rumah dalam keadaan digembok, tak berputus asa anggota kembali melakukan lidik dan mendapatkan  informasi  bahwa pembeli bisa masuk lewat samping rumah,” kata Tukiman.

Strategi pengintaian jarak jauh pun dilakukan, alhasil petugas mendapati sesorang yang diduga pembeli nomor togel masuk dari samping rumah tetangga SA, karena tak mau kecolongan akhirnya petugas  mengikuti. Benar saja, pelaku didapati sedang  mencatat tanggal pembelian di secarik kertas.
Dengan sigap anggota  Polsek Batu, yaitu Brigadir Budi santoso dan  dan Briptu Erik mengamankan Tersangka yang berusaha menghilangkan BB dengan memasukkannya didalam sebuah plastik hitam.

Akhirnya, dari penggeledahan petugas mengamankan BB berupa uang Tunai sebesar Rp 714.000,  9 bendel kupon togel, beberapa lembar kertas catatan, 1 buah  pena, 1 buah buku tafsir mimpi.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku  baru menjadi pengecer Judi togel sejak bulan maret 2014  dengan  penghasilan  cukup banyak, perhari bisa mencapai 1.000.000 rupiah. Namun karena penangkapan dilakukan pukul 15.00 Wib, BB dibawah satu juta rupiah.

"Modus operandi penjudi togel saat ini berbeda dari sebelumnya, agar tidak tercium oleh petugas para pembeli hanya diberikan secarik kertas  maupun sobekan kertas rokok yang ditulisi  tanggal pembelian dan no togel. apabila angkanya tembus , pembeli  memperlihatkan kertas yang sudah  ada tanggal pembelian hasil tulisan  pengecer,” kata Kanit Reskrim.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya SA dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman  selama lamanya 10 tahun Penjara. (Yud/Rin)

Barang Bukti Mobil Xenia Hasil Penggelapan Diamankan Polsek Junrejo

Junrejo, Metropol - Polsek Junrejo mengamankan  sebuah mobil hasil penggelapan, (Rabu, 9 Juli 2014) di Pasuruan, Jawa Timur.

"Barang bukti  kami sita dari rumah  E,  yang terindikasi sebagai seorang penadah. dia  membayar mobil Xenia N 1925 KD seharga Rp. 30.000.000 kepada  Bagus dan wawan yang beralamat di Jln Samadi Kota Batu.

"Kronologisnya, Korban yang bernama Sai, warga Junrejo Batu, sudah saling mengenal dengan kedua Pelaku,” kata Kapolsek Iptu Joko TW atas dasar itulah dia percaya saat keduanya  menyewa mobil dengan dalih mengurus usaha kayu mereka di Probolinggo.

Sesuai kesepakatan, DP diberikan tersangka, perjanjian 10 hari pakai dengan biaya sewa  per hari Rp 250.000, setelah melewati batas hari perjanjian, mobil tak kunjung dikembalikan, Sai menelpon Wawan  yang menyuruhnya menemui di Bank BRI daerah Turen.

Setelah bersabar menunggu mulai pagi hingga malam tak kunjung datang, korban  mencari rumah  istri Wawan di daerah Sumber Manjing dan mengetahui mobil dan tersangka tak dirumah, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Junrejo.

Dari informasi  korban  dan masyarakat, anggota kemudian melakukan lidik dan mengetahui mobil sudah digadaikan kepada seseorang di daerah Pasuruan.

Pengejaranpun dilakukan, namun sayang  petugas hanya menemukan BB  mobil, sedangkan Endi, Wawan dan Bagus melarikan diri.

“Wawan diketahui  melarikan diri ke Kalimantan dengan membawa surat nikah dan KTP Istrinya, sedangkan Endi dan Bagus masih dalam penyelidikan,” papar Kapolsek. (Yud/Rin)