Senin, 06 Oktober 2014

Tangkal Narkoba Pendataan Warga Dimaksimalkan

Kegiatan Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat dalam P4GN bersama
Badan Narkotika Nasional (BNN) dan LSM Sahabat ’49
Jakarta, Meropol - Penanggulangan narkoba memerlukan upaya keras dari seluruh elemen. Di lingkungan masyarakat, pendataan warga menjadi langkah penting yang harus dimaksimalkan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal.

Seorang tokoh masyarakat Jati Pulo, Maksum, pada kegiatan Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat dalam P4GN bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan LSM Sahabat ’49, mengatakan pihak pengurus lingkungannya akan terus mendata siapa saja warga yang ada di daerahnya.

“Nanti pengurus RT dan tokoh masyarakat disini akan melakukan pendataan identitas warga agar diketahui siapa saja yang bertempat tinggal disini serta aktifitasnya,” tukasnya.

Melalui cara itu, sambung Maksum, diharapkan dapat diketahui data resmi warga di lingkungan Kelurahan Jati Pulo dan pekerjaannya. Jika ada kejanggalan ketika dilakukan pendataan warga, maka akan segera diproses guna diketahui kejelasannya.

“Supaya kalau ada pengedar, bandar, dan pemakai narkoba, yang coba-coba masuk wilayah kami dengan berpura-pura mengontrak atau mempunyai rumah disini, dapat segera kami tindak tegas,” imbuhnya.

Selain itu para tokoh masyarakat dan pengurus tingkat RT juga RW akan rutin menggelar pertemuan bersama jajaran kepolisian setempat dan melibatkan warga. Maksum mengungkapkan, pada pertemuan itu nantinya akan dibahas berbagai masalah lingkungan dan bila ada diketahui kejahatan narkoba agar segera dikemukakan.

Sedangkan Ketua LSM Sahabat ’49 Dedhy Haryadi mengatakan, menanggulangi persoalan narkoba akan berjalan baik bila tumbuh kepedulian dan kreativitas masyarakat atas hal itu. Penyalahgunaan narkoba, lanjutnya, akan tertutup ruang geraknya jika setiap masyarakat menaruh kewaspadaan pada lingkungan tempat tinggalnya. (Deni M/Humas BNN)

Narkoba Lebih Berbahaya Dari Teroris

Kapolri Jenderal Pol Sutarman beserta istri
disambut dengan Tari Gending Sriwijaya saat tiba di Mapolda Sumatera Selatan
dalam rangka kunjungan kerja, di Palembang, Sumatera Selatan
Jakarta, Metropol - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman dalam lawatannya di Sumatera Selatan, terasa mengesankan. Kenapa hal itu bisa dikatakan berkesan. Pada tahun 2011–2013, pernah menjabat sebagai Kapolresta (dulu Kapoltabes) Palembang.

“Saya dulu di Dempo (Poltabes lama), sampai enam bulan menjabat di gedung baru ini (Polresta Jakabaring). Ada tanaman jati yang saya tanam, sekarang sudah tidak ada,” ujarnya sambil tersenyum.
Dalam kunjungan ke Mapolresta untuk mengetahui kinerja aparatnya dilapangan menurutnya, penanganan kasus-kasus kejahatan sudah baik. Sutarman juga mengingatkan, petugas harus bertugas dengan tulus ikhlas, sebagai pelayan masyarakat.

Sutarman dalam arahannya, meminta kepada jajarannya fokus meminimalisir peredaran narkoba. Menurutnya, narkoba sudah sangat berat secara nasional, termasuk di Sumsel, melebihi kasus terorisme.
Saking beratnya, penikmat narkoba, tidak hanya masyarakat biasa, tapi sudah mengarah kepada anggota Polri sendiri.

“Saya yakin pasti ada yang terjebak masalah narkoba. Saya yakin diantara kita disini, tidak bersih narkoba,” kata Sutarman kepada seluruh jajaran Polda Sumatera Selatan dalam acara tersebut.

Dengan tegas Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengingatkan, jika ada aparat yang terlibat peredaran narkoba, apalagi sebagai pemakai. “Saya akan tindak. Bila perlu dipecat,” kata Sutarman.

Kapolri juga menilai tingkat kinerja Polda Sumatera Selatan, dalam hal pemberantasan korupsi. Dalam hal ini pengungkapan kasus korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Sutarman mengatakan pengungkapan korupsi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Perlu dukungan berbagai pihak. Baik kalangan masyarakat, dan bekerjasama berbagai lembaga hukum yang ada.

Oleh karena itu, pihak Polri perlu bekerja secara profesional dan betul-betul memberikan terbaik bagi bangsa dan negara.

Saat ini, dalam pengungkapan korupsi, Polda Sumatera Selatan telah melampaui target. “Yakni diatas 150 persen,” kata Sutarman.

Sutarman menambahkan. Polri sangat serius dalam melakukan pengungkapan kasus korupsi. Bahkan, untuk kasus korupsi, telah menjadi salah satu prioritas penegakan hukum. Karena berdampak sangat luar biasa dengan kemakmuran masyarakat. (Delly M)

Kapolda Babel Ingin Evaluasi

Kapolda Babel saat ditemui beberapa awak media
Belitung Timur, Metropol - Kapolda Kepulauan Bangkabelitung Brigjen Pol Drs. Gatot Subiyaktoro ditemui sejumlah wartawan seusai menghadiri pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Bangkabelitung (Babel) pada sore hari, Kamis tanggal 25 September 2014 di gedung DPRD Kabupaten Beltim.

Kapolda Babel menjawab beberapa pertanyaan wartawan seputar permasalahan pertambangan yang berada di Provinsi Bangkabelitung. Menurut Kapolda pertambangan di Kepulauan Bangkabelitung baik-baik saja, namun beliau mengatakan ketika menghadiri rapat di Hotel Grand Hatikadi Kabupaten Belitung pada pagi harinya sebelum menghadiri acara pelantikan DPRD Kabupaten Beltim, Kapolda berharap dari Dirjen Minerba itu hadir. Rupanya Dirjen minerba tidak hadir yang ada dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri.

“Kalau ada dari Dirjen Minerba banyak yang mau saya tanyakan, dalam arti dalam proses pertambangan atau pertimahan khususnya itukan ada tahapan tahapan mulai dari hulu sampai dengan hilir. Kalau kita kan sudah sering melaksanakan penindakan termasuk di Beltim juga sering dilakukan penindakan itu. Tapi prosesnya diluar kansering, sehingga kemarin saya ambil tindakan untuk hilirnya, kemudian sampai dengan kita menghasilkan 9 kontainer,” ungkap Brigjen Gatot.

Mengenai Tata Kelola Pertambangan, Kapolda Babel ini menginginkan kalau memang suatu kegiatan pertambangan sudah ada izinnya, yang mengeluarkan izinnya harusnya jangan mengeluarkan saja, tapi juga harus mengawasi apakah izinnya sudah sesuai dengan yang  diizinkan itu. 

Kemudian Kapolda mengatakan, hasil pemeriksaan mengikuti alur atau istilahnya meresi ulang verifikasiter nyata ditemukan ada IUP yang sudah mati. Seharusnya menurut Kapolda si penerbit izin itu tahu batasnya kapan, kalau sudah mati IUP nya didatangi jangan selalu dari pihak kepolisian saja tentunya selain anggota kepolisian terbatas juga kewenangan itu juga semua ada disetiap tahapan itu, Seperti surveyor ada pengawasnya juga karena ditunjuk pemerintah .

“Rapat tadi masalah berkaitan Permendag Nomor 44 tahun 2014 dulu Permendagnya Nomor 32 tahun 2013. Saya sampaikan untuk pelaksanaan Permendag 44 sudah mulai 1 November 2014, saya sampaikan harus ada semacam evaluasi, kemudian kapan evaluasi dilaksanakan setiap tahun minimal mungkin satu kali atau dua kali dengan tujuanarahnya adalah untuk kepentingan masyarakat. Apakah betul permendagn omor 44 itu sudah  pro rakyat, itu yang saya mintakan supaya ada semacam evaluasi yang semua untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan yang diluarmasyarakat Kepulauan Bangkabelitung,” kata Kapolda.

Mengakhiri jawaban atas beberapa pertanyaan wartawan Brigjen Pol Drs. Gatot Subiyaktoro menegaskan, kalau tambang illegal semua ditertibkan dan yang masuk lokasi IUP PT Timah biasanya PT Timah selalu diikutkan juga untuk sosialisasi. Disinggung masalah kasus Kadis tamben Beltim, Kapolda mengatakan, perkaranya sudah P 21 sudah diserahkan ke Kejati tahap II tinggal menunggu sidang. (Sahrus Salis)

Jangan Beri Ruang Bagi Penjahat

Jakarta, Metropol - Begitu maraknya premanisme dan kejahatan jalanan (street crime), dan peredaran narkoba membuat Polri tidak tinggal diam. Terbukti dari prestasi gemilang Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat (Jakbar), dalam kurun waktu seminggu berhasil meringkus puluhan pelaku kejahatan, terdiri dari 13 kasus, dengan 23 tersangka ditahan dan 3 orang lainnya dibina dengan barang bukti yang disita adalah aie softgun FN Bareta, parang, clurit, tujuh HP, dan dua sepeda motor. 

Selain itu, dari kejahatan penyalahgunaan narkoba Polres Metro Jakbar juga berhasil mengungkap 18 kasus kejahatan narkoba yang terdiri dari 30 tersangka, 3 orang di antara tersangka adalah wanita dengan barang bukti 110.48 gram shabu, 26 kilogram ganja, 132 butir ekstasi dan 6 butir pil Happy Five (H-5) keseluruhan barang bukti yang diamankan wilayah hukum Jakarta Barat (Wilkum Jakbar) tersebut senilai lebih kurang Rp 312 juta.

Hal itu disampaikan Mapolres Jakbar yang dipimpin langsung oleh Asep selaku Wakapolres Jakbar dengan didampingi Kasat Reskrim AKBP Hengky Haryadi Sik, MH dan Wakasat Narkoba Kompol Shinto Silitonga Sik. 

“Jangan beri ruang bagi penjahat. Kalau mereka meresahkan masyarakat, mengapa Polri tidak bisa bikin resah penjahat,” katanya kepada wartawan.

Menurut lulusan Taruna Akpol 1993 yang juga mantan Kapolres Kabupaten Bogor ini, pengungkapan kasus juga berkat gencarnya operasi cipta kondisi periode 16 - 22 September yang dilakukan malam, subuh dan siang hari di sejumlah lokasi yang rawan kejahatan. 

“Sebab, selain banyaknya tempat hiburan, Jakarta Barat juga memiliki wilayah padat penduduk yang tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonominya yang mendorong seseorang melakukan tindak kejahatan tanpa memikirkan resiko,” terangnya.

Diwaktu yang bersamaan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Hengky Haryadi Sik, MH juga menambahkan, Pekan lalu sedikitnya ada 115 pelaku kejahatan yang kami amankan dan 40 diantaranya kami proses hukum. Sementara pekan ini kami hanya mendapat 23, artinya meski masih ada tindak pelaku kejahatan, tapi semakin berkurang, begitu juga dengan penyalahgunaan narkoba. Namun dengan tegas Hengky  menyatakan pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan.

“Jika penjahat melawan atau membahayakan orang lain tentu kami beri tindakan tegas,” ujar Hengky seraya menyebutkan setiap saat anggota TIim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat berpatroli lengkap menggunakan senjata laras panjang. (Wiri Yutruski)

Situasi Kondusif Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Tanbu, Metropol - Dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Periode 2014 – 2019 pada tanggal 20 Oktober 2014 yang tinggal beberapa hari lagi, kondisi Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, khususnya Kamtibmas, aman dan kondusif. 

Menurut AKBP Asep Taufik, SIK, Kapolres Tanah Bumbu melalui  Kasat Reskrim,  AKP Ade P. Rihi, SH, SIK mengatakan, keseluruhan Operasi Mantap Brata selesai setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, ungkapnya ada Metropol, saat bertatap muka di ruang kerjanya baru baru ini (2/9/2014). Selain itu Dia juga menambahkan mengenai pelanggaran-pelanggaran atau tindak pidana yang bakal terjadi dalam Pemilu yang lalu, “Alhamdulillah tidak ada,” ujar Ade.

Sebagai Kasatreskrim Polres Tanah Bumbu yang telah dilantik beberapa hari yang lalu menggantikan AKP Ronaldo Maradona Siregar, SH, SIK, namun sebelumnya AKP Ade P. Rihi, SH, SIK adalah Kasat Reskrim Polres Martapura, sedangkan Ronaldo digeser menjadi Kabag Ops Polres Tanbu, menggatikan Gapur Siregar yang sekarang menjadi Waka Polres Tanah Bumbu. (Ras)

Sertijab Kapolda SulSelbar 2014

Makassar Metropol - Upacara Farewell Parade Serah Terima Jabatan Kapolda Sulselbar,  Senin (15 September 2014), di Lapangan Mapolda Sulsel. Dihadiri Gubernur Sulsel, Gubernur Sulbar, Pangdam VII Wirabuana, Pangkoops AU, Dan Lantamal VI, Dan Lanud Hasanuddin, Pangkosek II Kohanudnas, Ketua DPRD Prov Sulsel & Sulbar, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Pengadilan Tinggi, Rekan-rekan Insan Pers, LSM  dan Tokoh  Masyarakat, Agama, Pemuda, Mahasiswa. Upacara Farewell merupakan rangkaian Serah Terima Jabatan Kapolda Sulsel, yang telah di laksanakan Pada Hari Rabu Tanggal 3 September 2014, di Mabes Polri di Pimpin oleh Kapolri. 

Jabatan Kapolda Sulsel yang baru saya terima dari Irjen Pol Drs. H. Burhanuddin Andi, SH, MH, merupakan amanah sekaligus ujian yang harus senantiasa saya amalkan, agar dapat memberikan manfaat dan membawa berkah bagi masyarakat serta Institusi Polri, kata Irjen Pol Drs. Anton Setiadji, SH, MH. 

Dalam rangka mengantisipasi perkembang situasi dan kondisi masyarakat Sulselbar ke depan, di perlukan adanya keterpaduan dan kerjasama dengan semua stock holdert, karena pada hakekatnya keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas Polri semata, tetapi adalah merupakan tanggung jawab, kita bersama seluruh elemen dan lapisan  masyarakat. 

“Saya mengajak semua pihak bersama bahu membahu untuk mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Sulselbar ini, agar tetap dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Kapolda. 

Dari wawancara tim Metropol, Irjen Pol Drs. Anton Setaidji, SH, MH, mengatakan, "saya akan melanjutkan Program yang sudah berjalan dan cukup bagus," kata Kapolda. 

"Sulselbar merupakan pintu gerbang Wisata Lokal dan Mancanegara, kita harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban, agar tetap aman dan kondusif. Bayaknya pengaduan masyarakat Sulsel yang di akibatkan oleh Geng Motor,  yang sudah banyak menelan korban. Saya selaku Kapolda Baru cukup prihatin mendengar dan melihat atas perlakuan Geng Motor, yang pelakunya sendiri anak di bawah umur. Saya menghimbau agar masyarakat dan orang tua, senantiasa menjaga dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya, agar terhindar dari bahaya yang kita tidak inginkan. Dan akan kami tindaki Sesuai dengan Undang-Undang  yang berlaku," kata Kapolda Sulselbar. (YogiBT)

Polres Malang Dukung Komitmen Bersama

Malang, Metropol - Mendukung Komitmen bersama anggota Polri dalam penerapan pengendalian Gratifikasi,  Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta  Bacakan maklumat saat Apel Pagi pada 15 September 2014 di  halaman Mapolres.

Seperti diketahui sebelumya, Kapolri Jenderal Sutarman telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ketua KPK Abraham Samad, terkait penerapan pengendalian Gratifikasi untuk mendukung upaya pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  di lingkungan aparat kepolisian. Dengan dilandasi  ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, berpedoman pada nilai Tribrata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri serta Reformasi Birokrasi Polri.
Dengan demikian, melalui pembacaan maklumat akan memberikan pemahaman bagi anggota  secara utuh mengenai Gratifikasi.

Selanjutnya anggota sampai tingkat Babinkamtibmas akan mengetahui mana sesuatu  yang bisa dan tidak bisa diterima.

“Salah satu contoh, seorang keponakan memberikan makanan kepada pamannnya, adalah hal yang  biasa dan tidak masuk dalam gratifikasi. “Sedangkan anggota yang di janjikan atau diberikan sesuatu karena pekerjaannya, dan hal tersebut mempunyai imbas, itu akan masuk gratifikasi,” papar Adi Deriyan.

"Evaluasi akan terus dilakukan terhadap anggota  kami, agar mereka bisa menolak setiap bentuk gratifikasi, apabila nanti dilapangan masih ditemukan penerimaa gratifikasi akan ada  sanksi sesuai pelanggaran kewenangan dan nilai gratifikasi yang diperolehnya," tambah AKBP Adi Deriyan Jayamarta, pimpinan korps berbaju cokelat di wilayah Malang tersebut.

Secara terpisah, Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman dalam penjelasannya menyebutkan, ada 5 hal yang disampaikan Kapolres terkait komitmen bersama, yaitu,

  1. Tidak akan menawarkan atau memberikan suap, gratifikasi atau uang pelicin dalam bentuk apapun kepada lembaga pemerintahan, perseorangan atau kelembagaan, perusahaan Domestik  atau asing untuk mendapatkan bentuk  manfaat / kemudahan  sebagaimana  dilarang oleh perundang-undangan.
  2. Tidak meminta atau menerima suap, Gratifikasi dan uang pelicin baik langsung atau tidak langsung terkait dengan jabatannya dalam bentuk apapun dari perseorangan atau kelembagaan, perusahaan sebagaimana dilarang oleh peraturan perundang-undangan.
  3. Bertanggungjawab mencegah dan mengupayakan pencegahan korupsi  di lingkungan  Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan meningkatakan Integritas, pengawasan, dan perbaikan sistem sesuai tugas dan fungsinya.
  4. Akan menerapkan dan melaksankan fungsi pengendalaian gratifikasi di lingkungan Kepolisan Negara Republik Indonesia.
  5. Akan menyediakan sumber daya yang diperlukan dalam penerapan Pengendalian Gratifikasi dilingkungan  Kepolisian Negara Republik Indonesia, antara lain penyusunan peraturan Internal kepolisian, Training for Trainer (ToT) sosialiasi/Diseminasi, pemetaan area titik rawan gratifikasi, pemrosesan pelaporan penerimaan Hadiah/Fasilitas serta pengawasan dan Evaluasi. (Yud/Rin)

Selasa, 30 September 2014

Pemerintah Kabupaten Barru Studi Wawasan Bersama Wartawan

Rombongan Studi Wawasan 19 Media bersama Humas dan Protokoler Pemkab Barru 
dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum 
Drs. H. Zakaria dikantor Redaksi Metropol Jakarta, (30/09)
Jakarta, Metropol - Pemerintah Daerah Kabupaten Barru bersama dengan 19 orang wartawan yang aktif meliput dilingkungan Pemkab setempat, melakukan “Studi Wawasan” di Jakarta selama tiga hari.

Rombongan tersebut tiba di Jakarta hari Minggu sore dan menginap di hotel Neo Mangga Dua Jakarta. Humas dan Protokoler Pemkab Barru Andriansyah S.Sos, dan Mustaana S.Ksi, yang ikut dalam rombongan tersebut mengatakan bahwa rombongan “Studi Wawasan” yang diikuti oleh beberapa wartawan dari berbagai media tersebut dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Drs. H. Zakaria.

Ke sembilan belas wartawan yang ikut dalam rombongan tersebut diantaranya Rusman, (Harian Fajar), Akhmadi, (Harian Pare Pos), Rusdi, (Harian Berita Kota Makassar-BKM), Herdiman Tabi, (Harian Rakyat Sulsel), Wahyudin Suyuti, (Harian Ujung Pandang Expres), Abd. Latif Ahmad dan Rustan, (Fajar pendidikan), Sumardin, (Pijar), Abdul Muis, (Ajatapparen), Abdullah Saul, (Majalah Kibar Indonesia), Abdul Jalil, (Radio Iga FM Barru), Burhan, (Media Kasus), Andi Ahmad, (Indonesia Pos), Zainal Abidin, (Target Tuntas), Asnawi, (Media Lacak), Jumran, (Tipikor), Mahmud Rahim dan Ahkam Jayadi, (Biro Metropol Barru).  

Selama tiga hari di Jakarta, rombongan tersebut melakukan studi wawasan ke berbagai tempat untuk menambah pengetahuan dan pembekalan terhadap wartawan, diantaranya kantor PWI pusat yang berkantor di jalan Kebun Sirih No 34 Jakarta Pusat. Di Kantor PWI rombongan Pemkab Barru dan wartawan tersebut diterima oleh Usman Yatim dan diberi pemahaman dan informasi serta wawasan tentang Uji kompetensi wartawan, transparansi informasi dan kode etik wartawan dalam melakukan tugasnya.

Uji kompetensi wartawan, transparansi informasi dan kode etik wartawan merupakan faktor penting yang harus dipahami dan dimiliki bagi setiap wartawan, sehingga dengan alasan itu, pemkab Barru yang setiap hari berhubungan dan bekerjasama dengan wartawan yang ada di daerahnya, mengajak wartawan untuk melakukan “Studi Wawasan” guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan,  khususnya wartawan yang ada dan meliput di daerah kabupaten Barru. 

Selain itu, juga bertujuan agar wartawan dan pemkab Kabupaten Barru dapat bersinergi dengan baik, sehingga tujuan pembangunan yang akan dicapai dapat terwujud dengan baik pula. Disamping itu, inisiatif pemkab Barru untuk mengajak wartawan studi wawasan ke Jakarta, membuktikan bahwa pemkab Barru sangat peduli dengan peningkatan kualitas dan wawasan terhadap wartawan yang ada di daerahnya.
Selain mengunjungi kantor PWI pusat, rombongan tersebut juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi dapur redaksi Metropol pada hari Selasa pagi, 30 September 2014. Dalam kunjungan  silaturahmi dengan wartawan Metropol tersebut, Asisten III bidang Administrasi Umum Drs. Zakaria menyampaikan terima kasih dan berharap hubungan ini dapat tetap terbina dikemudian hari. Begitu juga dengan CEO Metropol Imran BAK didampingi oleh Pemimpin Redaksi Metropol, Delly Muhajirin, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap pula hubungan silaturahmi yang mulai terjalin ini, bisa berjalan dan berkesinambungan pula. 

Selesai mengungjungi dapur redaksi Metropol, rombongan pemkab Barru dan wartawan tersebut kemudian melanjutkan kunjungan ke Redaksi TV Indosiar. (Sudirman)

Sabtu, 20 September 2014

Puspen TNI Gelar Media Gathering Menjelang Peringatan Hari TNI Ke 69

Jakarta, Metropol - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Fuad Basya menggelar Media Gathering di Balai Wartawan, Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (17/09). Turut mendampingi Kapuspen TNI dalam acara tersebut Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) AL Laksma TNI Manahan Simorangkir, Kadispen AU Marsma TNI Hadi Tjahajanto dan Sekretaris Dinas Penerangan (Sesdispen) AD Kolonel Arm Gatot Eko Puruhito mewakili Kadispen AD.

Menurut Kapuspen TNI, Media Gathering kali ini diselenggarakan dalam rangka memberikan informasi terkait Peringatan Hari TNI ke 69 tahun 2014 yang akan diselenggarakan dengan menampilkan defile pasukan dan parade serta demo sailing pass dan flying pass berbagai Alutsista yang dimiliki TNI baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

“Peringatan ini diharapkan dapat dijadikan momentum guna meningkatkan profesionalisme dan disiplin serta semangat juang prajurit TNI dalam mengamankan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta untuk pelestarian tradisi dan nilai juang, juga untuk memupuk rasa kebanggaan dan jiwa korsa TNI, serta mendemonstrasikan hasil pembangunan kekuatan TNI,” kata Kapuspen TNI.

Dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari TNI ke 69 Tahun 2014, dilaksanakan beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan dengan tema “Cipta Kondusif dan Harmoni Nusantara” yang telah dan akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. 

Kegiatan tersebut telah berlangsung tanggal 19 - 21 Agustus 2014 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor. Juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial dengan pencapaian 15.145 pasien (meliputi pelayanan umum 8.701 orang, pelayanan gigi 2.420 orang, bedah minor 85 orang, operasi bibir sumbing 35 orang, poli mata 2.673 orang, khitanan 263 orang dan pelayanan KB 968 orang).

Sedangkan pada tanggal 2 September 2014, telah dilaksanakan kegiatan donor darah secara serentak di 34 Provinsi dan 135 kota dengan target 69.000 pendonor untuk melampaui rekor MURI yang saat ini adalah sebanyak 53.000 pendonor, di 32 Propinsi dan 115 lokasi. 

Sementara itu, untuk tanggal 14 September 2014 di Surabaya telah dilaksanakan Lomba Lari 10 K dengan peserta 13.584 pelari dengan rincian 8.161 orang dari TNI/Polri, 45 orang dari kategori elite, 3.023 peserta umum dan 2.355 orang pelajar; tanggal 18 September 2014 program Kali Bersih di Sungai Ciliwung sepanjang 14 Km dengan melibatkan 5.150 personel TNI, mahasiswa, Pemda dan masyarakat wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Kegiatan lainnya adalah pembuatan berjuta-juta Lubang Resapan Biopori tanggal 24 September 2014 di Mabes TNI Cilangkap dengan target 3.110.000 lubang dan saat ini sudah mencapai 5.597.328 lubang dan Fun Bike Gowes Bersama TNI tanggal 28 September 2014 yang akan menempuh jarak 22 Km dengan start dari Lapangan Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno dan finish di Jakarta Internasional Ekspo, Kemayoran Jakarta Pusat. 

Kapuspen TNI yakin bahwa pemerintahan baru yang dipimpin Jokowi-JK, kelak akan mengembangkan modernisasi alutsista TNI melebihi dari yang dicapai saat ini.Terkait HUT TNI kali ini, diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 20 miliar, itu diluar biaya penembakan rudal eksoset, yang bisa mencapai Rp 40 miliar.

Acara puncak HUT TNI Ke 69 dilakukan upacara dan defile pada 7 Oktober 2014 di Komando Armada Timur (Koarmatim), Dermaga Ujung, Surabaya,  Dengan Tema HUT TNI “Patriot Sejati, Profesional dan Di Cintai Rakyat” akan menumbuhkan semangat patriotisme bagi bangsa dan negara khususnya bagi prajurit TNI. 

Patriot, kata Kapuspen, adalah prajurit pejuang yang professional dan terlatih, meski masih ada kejadian dilapangan yang berputar arah, namun itu hanyalah dinamika belaka. Dengan Inspektur Upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga akan dihadiri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. 

Dari TNI Angkatan Darat akan dikerahkan sedikitnya 950 personel, dan akan mengerahkan Tank Leopard, Tank Marder, Tank Tarantula, Meriam MLRS, Meriam 155 Caesar, Peluru Kendali (Rudal), dan Helikopter Bell.

Dari TNI Angkatan Laut, akan dikerahkan diantaranya kapal-kapal perang terbaru yang baru saja dibangun seperti kapal pengangkut Tank Leopard, kapal perang dan helicopter. Dari TNI Angkatan Udara akan dikerahkan sejumlah pesawat tempur terbaru seperti Sukhoi, F-16, T50i Golden Eagle dan masih banyak lagi, yang akan menghitamkan langit Surabaya. (Kamal)

Jumat, 19 September 2014

Peran Perempuan Dalam Rehabilitasi Harus Ideal

Jakarta, Metropol - Kaum perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah, termasuk gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Antusiasme kaum perempuan jelas terlihat dari banyaknya tokoh atau organisasi yang giat melakukan berbagai aksi baik itu  dalam ranah pencegahan maupun rehabillitasi. 

Menanggapi hal ini, Ibu Gufron, istri dari Wamenkes RI, menyebut kaum wanita memang bisa berperan banyak dalam konteks P4GN. Namun satu hal penting yang harus jadi catatan adalah, kaum perempuan semestinya memahami dengan jelas tentang batasan mana yang bisa dilakukan dan mana yang tidak.

"Artinya tidak ada tumpang tindih tugas dan fungsi masing-masing. Jika kegiatan sosialisasi berupa penyuluhan atau kegiatan serupa, maka siapapun bisa melakukannya. Tapi jika terkait dengan rehabilitasi, maka biarkanlah orang yang betul-betul paham tentang rehabilitasi sebagai pelaksananya," imbuh Ibu Gufron, saat memberikan pandangannya dalam sebuah diskusi panel tentang peranan perempuan dalam percepatan implementasi rehabilitasi pengguna narkoba di Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (11/9). 

Senada dengan pendapat tersebut, Ratna Djoko Suyanto juga mengungkapkan, kaum perempuan bisa berperan dari hal-hal yang sederhana. “Turun langsung ke masyarakat dan memberikan pemahaman bahwa penanganan pengguna narkoba dengan cara rehabilitasi itu sudah menjadi sebuah kontribusi yang besar,” tandas Ratna. 

"Lebih baik melakukan hal-hal kecil yang nyata, daripada merancang hal besar tapi tidak pernah terlaksana," pungkas Ratna. 

Ketahanan Keluarga, Kunci Penting Atasi Masalah Narkoba

Dampak penyalahgunaan narkoba dalam sebuah keluarga sangat besar untuk tatanan kehidupan yang lebih luas. Misalkan seorang anak yang terkena narkoba dan dibiarkan, maka pola komunikasi antara sesama anggota keluarga akan rusak, dan berimbas di tengah masyarakat, sehingga ketahanan sosial pun semakin rentan. Tentu hal ini harus jadi perhatian semua pihak, bahwa kunci utama menangkal narkoba adalah menguatkan ketahanan keluarga. Demikian disampaikan Linda Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, saat menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan diskusi panel mengenai peran perempuan dalam percepatan implementasi rehabilitasi pengguna narkoba, di kantor Kemeneg  PP dan PA, Kamis (11/9).

Linda juga menambahkan, seorang anggota keluarga yang sudah terlanjur terkena narkoba seharusnya dirangkul bukan dijauhi. 

"Mereka harus dirangkul, dan diberikan pemahaman bahwa solusi yang ideal adalah rehabilitasi, karena jika tidak ditangani dengan proporsional mereka justru nantinya akan semakin terpuruk bahkan bisa meningkat jadi pengedar bahkan bandar," ujar Linda.

Ketika disinggung tentang peranan kaum perempuan dalam percepatan implementasi rehabilitasi, Linda optimis kaum perempuan memiliki potensi yang besar dalam mendukung hal tersebut. Menyambung hal tersebut, Ketua II SIKIB, Ratna Djoko Suyanto mengatakan, peranan kaum ibu dalam mendukung gerakan rehabilitasi sangat besar. 

"Jika dalam sebuah keluarga ada yang terkena narkoba, maka sang ibu haruslah berperan untuk menggiring anggota keluarganya ke IPWL agar dilakukan rehabilitasi," ujarnya.

Dalam konteks pencegahan, Ratna menghimbau agar sesama anggota keluarga saling melakukan pengawasan. Setelah itulah, baru pengawasan yang kuat dilakukan di level yang lebih besar yaitu masyarakat.

Karena itulah, kaum perempuan khususnya kaum ibu harus menjadi kaum yang berpengetahuan sehingga perlu untuk senantiasa diberdayakan dan ditingkatkan pemahamannya dalam masalah narkoba dari bagaimana cara mencegahnya hingga pada tataran  langkah-langkah wajib lapor ke IPWL dan juga prosedur tentang rehabilitasi.

Menanggapi pentingnya pemahaman kaum perempuan tentang masalah narkoba, Kepala BNN, DR Anang Iskandar setuju bahwa kaum perempuan khususnya kaum ibu harus mengerti betul tentang permasalahan adiksi. Satu hal yang perlu dipahami adalah jika ada anggota keluarga, katakanlah seorang anak terlanjur mengonsumsi narkoba, maka anak ini jangan dimusuhi atau dikucilkan dan disembunyikan. Anak yang terkena narkoba bukan aib, karena pada dasarnya mereka terkena zat adiksi yang membuat perilakunya berubah. 

"Sentuh dan rangkulah mereka, dan segera giring ke tempat rehabilitasi," himbau Anang.

"Ketika sang anak tersebut usai menjalani rehabilitasi, maka keluarga pun jangan cuek atau tak peduli, tetap harus ada pendampingan sehingga mereka bisa reintegrasi dengan baik di tengah masyarakat, dan tidak mengalami kekambuhan kembali," pungkas Kepala BNN.

Prihatin Banyak Perempuan Jadi Kurir 

Dalam kasus narkoba, kurir narkoba dari kalangan kaum perempuan persentasenya lebih tinggi dibandingkan kaum laki-laki. "Kaum perempuan yang terbujuk rayu kebanyakan berasal dari kalangan ibu-ibu muda dan remaja putri," ungkap Kepala BNN, DR Anang Iskandar.

Sementara itu, Linda Gumelar, Meneg PP dan PA mengatakan kaum perempuan penting untuk membangun ketahanan keluarga sehingga bisa terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, kaum perempuan perlu untuk melakukan berbagai kegiatan dari hal-hal sederhana. 

"Kaum perempuan terutama kaum ibu harus proaktif untuk mencari informasi tentang narkoba, lalu menyampaikannya kembali pada orang lain di berbagai kesempatan," imbuh Linda. (Kamal)

Panglima TNI Bertemu Muhammadiyah-NU

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta ormas Islam lain untuk membahas perkembangan kelompok radikal dan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) di Indonesia.

Pada pertemuan yang berlangsung di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu pagi, Jenderal Moeldoko mengatakan baru-baru ini bendera ISIS sudah berkibar di sejumlah tempat di Indonesia seperti di Solo, Jambi, Pekanbaru dan Aceh Timur.

"Secara organisasi, ISIS memang belum hadir di Indonesia. Namun, semangat ISIS sudah bisa dirasakan di Indonesia," katanya.

TNI, menurut dia, ingin mendengar masukan dari organisasi massa Islam seperti Muhammadiyah dan NU untuk mengantisipasi penyebaran pengaruh ISIS di dalam negeri.

"Semangat NU dan Muhammadiyah yang memiliki cita rasa toleransi diharapkan dapat menghentikan paham seperti itu yang dapat mengancam persatuan Indonesia. Kita ingin kelahiran semangat ISIS bisa diantisipasi dan dapat memakamkan pemahaman tersebut agar tak berkembang di Indonesia," ujarnya.

Asisten Teritorial Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sughiarta mengatakan silaturahim antara Panglima TNI dengan ormas Islam itu untuk membahas perkembangan kelompok-kelompok radikal yang ada di Indonesia.

"Silaturahmi ini untuk mengambil langkah penyelesaian agar kelompok radikal, termasuk ISIS tak berkembang lebih jauh," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan ISIS adalah produk lama. Tetapi menggunakan merek baru. Jika pemahamannya diterapkan maka dapat menimbulkan malapetaka di Indonesia. "Ada kontinuitas perubahan yang terjadi. Ditarik ke radikalisme Islam," kata Din.

Ia menegaskan, ISIS merupakan embrio fundamentalis Islam yang dapat menimbulkan malapetaka, pertentangan hingga pembunuhan. Semua akan dilakukan untuk mencapai tujuannya.

"Maka bagi kita, kalau tidak mampu dikelola dengan baik, akan terjadi pula pertumpahan darah. Termasuk juga bagi yang suka mengafirkan," ucapnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menuturkan masyarakat harus menyuburkan rasa nasionalisme dahulu. Baru memperkuat pemahaman agama.

Dia mencontohkan, negara Islam yang hampir 100 persen penduduknya muslim seperti Somalia dan Afganistan bisa berantakan karena tidak ada rasa nasionalisme.

"Negara Islam yang memiliki penduduk muslim 100 persen pun akan berantakan jika tidak ada rasa nasionalisme," ucap Said. (Kamal)

Female Support Group

Jakarta, Metropol - Yayasan "Sahabat Rekan Sebaya" (SRS) yang rutin menyelenggarakan pertemuan setiap dua minggu sekali, untuk para korban penyalahgunaan Narkoba, terutama kaum wanita, kali ini mengangkat tema “Female Support Group” dihadiri  mantan pecandu wanita, istri pecandu dan keluarga korban narkoba.

Acara tersebut diselenggarakan selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga sekaligus ajang untuk “Group Sharing” yakni menambah pengetahuan lewat sesi pertemuan dan juga belajar manajemen emosi dengan program "Self Healing".

Selain itu, pertemuan tersebut, juga bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan dalam menjalani kehidupan rumah tangga, agar aman dan nyaman. acara diakhiri dengan kegiatan terapi self healing yang gunanya untuk mengobati diri sendiri. 

"Karena awal penyakit berasal dari pikiran dan perasaan kita sendiri," ungkap dr Aisah Dahlan, pemilik yayasan tersebut, yang juga banyak menangani masalah narkoba. Selain pemilik yayasan, dr Aisah juga menjabat sebagai Kepala Unit Narkoba RS Bhayangkara Sespimma Polri Jakarta. (Lulu)

SBY dan Kebebasan PERS

Jakarta, Metropol - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jum’at (5/9) mengadakan acara perwujudan Silaturahmi Pers Nasional dan Peluncuran Buku “SBY dan Kebebasan Pers. "Testimoni Komunitas Media" di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta Kepala Negara, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono di dampingi Ibu Negara  Hj. Ani Yudhoyono beserta beberapa Menteri. Dan, Ketua Dewan Pers, Prof. DR. H. Bagir Manan, SH, Mhum. Ketua PWI, Margiono.

Buku “SBY Dan Kebebasan Pers” selaku editor, yakni Agus Sudibyo, Atmakusumah Astraatmadja, Jakob Oetama, Margiono, Ade Armando dan Bagir Manan yang pelucurannya di Ballroom Hotel Grand Hyatt ini berlangsung dari pukul 19.30 WIB berkahir 22.00 WIB penuh hikmat bermakna arti dari pada kebebasan pers di Indonesia.

Hadir para undangan terdiri dari seluruh pengurus PWI Provinsi, para pemimpin redaksi (pemred) media cetak, on line dan elektronik serta pimpinan Artha Graha Group Tomy Winata (TW), Lippo Group, Telkom Indonesia dan PLN. (Risyaji)

BNNK Jakarta Timur Memberikan Penyuluhan Kepada Para Mahasiswa

Jakarta, Metropol - Pentingnya pengetahuan tentang bahaya narkotika dalam lingkungan kampus, Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi, SH, MH menjelaskan latar belakang narkoba kepada kurang lebih 1000 calon mahasiwa dan mahasiswi baru universitas STMT Trisakti, bahwa kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat lintas Negara (transnational crime) kejahatan terorganisir  (organized crime) dan kejahatan serius (serious crime) yang menimpa segenap lapisan masyarakat, menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama dari segi kesehatan, sosial ekonomi dan keamanan, mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) dimasa depan, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis mau pun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.

Hilangnya rasa mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan kedalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-undang. Pengolongan narkotika: Narkotika golongan 1 seperti: heroin/putaw, ganja,cocain, opium, amfetamin/sabu, mdma/extacy, ini tidak digunakan dalam pengobatan. Karena berpotensi sangat tinggi menyebabkan kecanduan/adiksi, narkotika golongan 11 seperti: morfin, pethidin, metadona, ini digunakan dalam pengobatan, karena berpotensi ringanmenyebabkan ketergantungan/adiksi, narkotika golongan 111 seperti: codein, etil morfin (dionin), ini juga digunakan dalam pengobatan, karena berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan/adiksi, dampak narkotika pada kesehatan: mariyuana/ganja menyebabkan murung, tegang, mudah marah, rasa cemas berlebihan motivasi rendah dan susah dikendalikan, depresi dan paranoid, gangguan depresi dan berfikir, gangguan keseimbangan tubuh, sulit konsentrasi, gerakan lambat, hallucinogen, kangker paru. kokain ats (amfetamin, metafetamin/sabu dan mdma/ectasy)stimulant/upper, yaitu memacu kerja otak dan meningkatkan aktivitas tubuh, penggunanya menjadi amat gembira dan aktivitas meningkat.

Morfin, heroin, candu, opium, alcohol, depresan/down yaitu menghambat kerja optak dan memperlambat aktivitas tubuh, mengantuk, rasa nyeri dan stres menghilang. dampak psikologis terhadap penyalahguna narkotika adalah emosi yang tidak terkendali, kecendrungan untuk selalu berbohong, tidak memiliki tanggung jawab, hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu, cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain. Merasa dikucilkan/menarik diri dari lingkungan, tidak peduli dengan nilai/norma yang ada cenderung melakukan tindak pidana kekerasan, pencurian dan mengganggu ketertiban umum. 

Ciri-ciri pengguna narkotika adalah: Jalan sempoyongan, bicara pelo, selalu terlihat mengantuk, terdapat tanda bekas suntikan/sayatan bagian tubuh, mengabaikan kebersihan diri, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, menghindari kontak mata dengan orang lain. Kamar tidak mau diperiksa/selalu terkunci, sering menerima telepon/tamu yang tidak dikenal, ditemukan (obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api dikamar), malas untuk belajar (bagi siswa/siswi), kurangnya sikap disiplin, sering bengong/linglung, sering membolos sekolah, mengabaikan kegiatan ibadah, menarik diri dari aktivitas bersama keluarga. Sering menyendiri/bersembunyi dikamar tidur. 

Saat ditemui di tempat terpisah Ketua Yayasan STMT TRISAKTI Dr. H. Tjuk Sukardiman, MSI mengatakan kepada Metropol, “untuk mewujudkan lingkungan kampus bersih dan bebas dari narkoba akan sulit terwujud bila hanya di bebankan kepada rektorat dan dekanat saja,” katanya. (Deni M)

Barru Makin Maju 25 Anggota DPRD Barru Dilantik

Barru, Metropol - Kemajuan dan perubahan yang telah dicapai oleh kabupaten Barru selama empat tahun kepemimpinan Ir. H. Andi Idris Syukur MS. Dapat diukur secara umum pada pencapaian berbagai indikator kinerja tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Barru Tahun 2010-2015.

Pada tingkat tujuan dari 25 indikator yang ditetapkan, terdapat 6 indikator atau mencapai 24 persen yang tercapai sampai dengan tahun 2013 dan 19 indikator optimis dapat dicapai pada tahun 2015, sedangkan pada tingkat sasaran dari 230 indikator yang ditetapkan terdapat 25 indikator atau mencapai 10,86 persen yang telah tercapai sampai dengan tahun 2013 dan 205 indikator optimis dapat dicapai pada tahun 2015.

Beberapa capaian dalam tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan Kabupaten Barru dapat digambarkan antara lain pertama indeks pembangunan manusia Kabupaten Barru meningkat dari angka 70,86 persen pada tahun 2010 menjadi 71, 93 persen pada tahun 2014 dan sekaligus menempatkan Kabupaten Barru pada urutan ke 13 se-Sulawesi Selatan, kedua, angka merek huruf mengalami peningkatan dari 89, 23 persen tahun 2010 menjadi 90, 91 persen pada tahun 2013, ketiga rata-rata anak sekolah mengalami peningkatan dari 7,61 tahun pada tahun 2010 menjadi 7, 89 tahun pada tahun 2013, keempat, angka harapan hidup mengalami peningkatan dari 68, 85 tahun pada tahun 2010 menjadi 69, 71 tahun pada tahun 2013,  kelima, angka kematian bayi mengalami penurunan dari 5 per- 1000 pada tahun 2010 menjadi 1, 6 pada tahun 2013,  keenam, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dari 10, 68 persen pada tahun 2010 menjadi 9, 24 persen pada tahun 2013 dan sekaligus menempatkan Kabupaten Barru sebagai Kabupaten dengan jumlah penduduk miskin urutan ketiga terkecil di Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu Kabupaten Barru mengalami peningkatan pendapatan perkapita dari Rp. 7. 036. 580 pada tahun 2010 menjadi Rp. 14. 175. 305 pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 6, 54 persen pada tahun 2010 menjadi 7, 8 persen pada tahun 2013, Anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD) terus mengalami peningkatan dari 488 milyar lebih pada tahun 2010 menjadi 832  milyar  pada tahun 2015 yang akan datang.

Panjang jalan dalam kondisi baik meningkat dari 316 km pada tahun 2010 menjadi 326 km pada tahun 2013, panjang jaringan irigasi dalam kondisi baik meningkat dari 58 persen pada tahun 2010 menjadi 94, 10 persen  pada tahun 2013. Kemudian nilai investasi dikabupaten Barru juga mengalami peningkatan dari Rp. 44 milyar lebih pada tahun 2010 menjadi Rp. 1 triliun lebih pada tahun 2013.

Karena berbagai capaian tersebut Pemerintah Kabupaten Barru telah meraih banyak penghargaan, baik yang berskala nasional maupun yang berskala internasional, antar lain adalah pengelolaan keuangan daerah tahun 2013, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, yang pertama kalinya diraih oleh Pemerintah Kabupaten Barru, kemudian perhargaan Satya Lencana Wira Karya yang mana penghargaan tersebut merupakan panghargaan tertinggi dari Presiden RI yang didapatkan pemerintah Kabupaten Barru pada tahun 2014.

Demikian disampaikan Bupati Barru Ir. H. Andi Idris Syukur MS dalam kata sambutannya pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD. Kabupaten Barru masa jabatan 2014 – 2019 yang diselenggarakan dalam rapat Paripurna Istimewa DPRD Barru Rabu (10/9/2014) digedung DPRD Kabupaten Barru yang dihadiri segenap unsur Muspida, para pejabat dilingkup SKPD kabupaten Barru, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para undangan.

Ir. H. Andi Idris Syukur MS mengajak anggota DPRD yang baru dilantik untuk lebih memantapkan sinergitas dan kerjasama  dengan pemerintah Kabupaten Barru dan sekaligus mengucapkan terimah kasih kepada anggota DPRD masa jabatan 2009-2014 atas kerjasama dalam membangun Kabupaten Barru, sehingga selama empat tahun ini Barru semakin maju dan lebih baik.

Sudah banyak program pembangunan yang telah dilaksanakan dan itu tidak terlepas dari peran anggota DPRD serta peran serta masyarakat Kabupaten barru,” kata Bupati Barru.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru yang dilantik dan diambil sumpahnya pada rapat Paripurna Istimewa DPRD Barru masa jabatan 2014-2019 adalah, Hj. Nurhudajah Aksa, Drs. Arifai Muin, Andi Haeruddin, SH, Hj. Marwah, S.Sos, Drs. H. Abujahja Muhammad, Nur Hasbiah Main, Ir. Nurhaidah, Muhammad Ikbal SE, A. Wawo Mannojengi SH, Rakhman S.Sos, H. Mannahali Dg. Mattakko, Andi Dharwana, Andi Arqam Anwar, A. Baso Mannan S.Sos, H. Sirua Mustafa S.Sos, Darmaedi, Fajar Fitrawan, Lukman T, Hj. Hamsiati, Hasanuddin, H. Djamaluddin Ismail SE, Hacing S.Sos, M. Aliffandi, S.Pd, Ikhwan Fatriawan, H. Saharuddin Sunre, S.Pd.,MM. (Mahmud Rahim/Ahkam)

Pelayanan di IKT Dikeluhkan Para Ekspedisi

Jakarta, Metropol - Terjadinya pemaksaan secara halus oleh pihak manajemen PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), dalam bongkar muat kendaraaan mobil dari dermaga pelabuhan Tanjung Priok ke Dermaga IKT, membuat para ekspedisi mengeluh. Dikarenakan faktor bongkar muat yang dilakukan tidak profesional. Hal ini menyebabkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan.

Salah seorang ekspedisi mengatakan kepada Metropol, bongkar muat di IKT, tidak jauh bedanya dengan dermaga yang ada di pelabuhan Tanjung Priok. Mereka seenaknya menurunkan mobil dari atas kapal. Bahkan, kata salah seorang ekspedisi lagi, mobil jenis beko yang diturunkan dari kapal sampai rusak, dan pemilik marah-marah.

“bagaimana tidak komplain, cara kerjanya, asal-asalan. Yang saya tidak mengerti, kenapa kita tidak dapat mengontrol dan diberikan peluang untuk ikut membantu pemilik barang tersebut. Seperti di pelabuhan Tanjung Priok,” kata Anton salah seorang ekspedisi.

Menurutnya, tenaga kerja yang kita miliki dijamin sama baiknya tenaga kerja yang dimiliki IKT. “Persoalannya, apakah peluang itu ada,” kata Anton lagi.

Namun dari sisi lain, pemindahan bongkar muat barang mobil dari dermaga konvensional ke dermaga IKT, secara hukum belum jelas. Hal ini dikatakan oleh juru bicara Pelindo II Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Sofyan Gumelar. “Sejauh ini belum ada ketentuan yang jelas mengenai pemindahan itu,” ujarnya.

Selama ini bongkar muat di dermaga 006, masih ada dan tetap berjalan. Sedangkan mengenai tarif di dermaga konvensional hanya mencapai Rp 300 ribu, termasuk penumpukkan satu minggu. Di IKT selama 3 hari dikenakan biaya Rp 600 ribu, belum lagi ada pungutan yang tidak jelas di IKT.

Menyoal masalah tarik menarik bongkar-muat barang mobil di IKT dan kurang maksimalnya pelayanan disamping adanya indikasi pungli, pihak manajemen IKT membantah tuduhan itu. Menurut Armen Amir selaku Direktur Utama saat dikonfirmasi diruang kerja baru-baru ini mengatakan, pelayanan cukup maksimal kita berikan. Bahkan tenaga kerja yang kita pekerjakan, orang profesional semua.

“Mereka punya sertifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja,” kata Armen Amir.

Namun disinggung mengenai pungli, Armen membantah keras. “Itu tidak benar. Silahkan buktikan. Jika ada, langsung saja lapor polisi. Tidak usah ragu-ragu,” tegasnya.

Dermaga IKT merupakan terminal kendaraan pertama dan terbesar di Indonesia. Kami menyiapkan sarana prasarana untuk menunjang kelancaran arus kiriman kendaraan dengan fasilitas modern. “Begitu juga tenaga kerja yang ada,” lanjut Armen. (Delly M)

Gedung Pos Jaga Dinas Kehutanan Diresmikan Oleh Bupati Barru

Barru, Metropol - Luas hutan yang ada di Kabupaten Barru  saat ini : 65.185 Ha terdiri dari Hutan Lindung : 49.801 Ha dan Hutan Produksi Terbatas : 15.384 Ha. 

Pada Hutan Produksi Terbatas, terdapat pohon yang tumbuh subur antara lain pohon pinus, eboni, jati dan lain-lain. Untuk pengembangan ketiga jenis tanaman kehutanan yang bernilai ekonomis tinggi tersebut, tersedia areal seluas 3.000-5.000 Ha yang terdapat di Kecamatan Tanete Riaja dan Kecamatan Pujananting Dengan kondisi dan potensi lahan tersebut, membuka peluang bagi investor untuk pengembangan pohon pinus, pohon ebony dan jati super - Ebony, luas potensi lahan 1.450 Ha sudah dikembangkan 100 ha, produksi 2.417 kubik - Jati, luas potensi lahan 4.954 Ha, produksi 123.850 kubik - Pinus, luas potensi 3.850 ha sudah dikembangkan 2.350 Ha, produksi 41.125 kubik dan berdasarkan keadaan ini maka pemerintah Kabupaten Barru sangat memperhatikan hal tersebut dalam mengoptimalkan pengawasan hutan yang ada dikabupaten Barru yaitu dengan membangun Gedung Pos Jaga Kehutanan. 

Bertempat di halaman kantor Dinas Kehutanan  Kabupaten Barru telah dilaksanakan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peresmian Pos Jaga Kehutanan Agustus lalu.  Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Barru Ir.H. Andi Idris Syukur, MS. Dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Barru, Ir. Aminulllah Arsyad serta  pembawa hikmah Halal bihalalUstad Johani, S.Ag.

Saat tiba ditempat acara, Bupati Barru langsung menuju lokasi peresmian dengan melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya gedung baru Pos Jaga Kehutanan Dinas Kehutanan KabupatenBarru. 

Bupati Barru dalam sambutannya mengatakan, “waktu dulu saya menjadi Kadis Kehutanan disini, usia saya masih sangat muda yaitu 29 Tahun dan karir saya menghantarkan menjadi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi juga menjadikan saya sebagai Kadis Kehutanan Provinsi termuda di Seluruh Indonesia saat itu,” ujar Ir. H. Andi Idris Syukur, MS yang disambut dengan antusias dari para hadirin undangan.

Bupati Barru yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Insinyur Kehutanan se-Indonesia ini memberikan motivasi kepada seluruh staf beserta pihak terkait yang hadir di acara Halal bil Halal bahwa “orang Kehutanan juga mampu berkarir dan menunjukkan prestasi” sehingga diharapkan agar terus bekerja dengan penuh tanggungjawab agar dapat mempersembahkan karya nyata demi kesejahteraan masyarakat serta bagi negara kita, Negara Indonesia yang kita cintai dan senantiasa bersatu dalam membangun kabupaten Barru kearah yang lebik baik. (Mahmud Rahim/Ahkam)

Mabes TNI Rombak Tiga Jabatan Strategis

Jakarta, Metropol - Markas Besar TNI akan merombak tiga jabatan strategis, yakni panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, panglima Komando Daerah Militer Jaya, dan komandan jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD.

"Pergantian jabatan tersebut sudah saya tandatangani," kata Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, setelah bertemu sejumlah ormas Islam, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Moeldoko mengatakan, Mulyono yang saat ini menjabat panglima Kodam Jaya akan menjabat sebagai panglima Kostrad yang mengalami kekosongan sekitar satu bulan lebih setelah sebelumnya ditinggalkan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang saat ini menjabat kepala Staf TNI AD.

Sementara itu, Komandan Jenderal Kopassus TNI AD akan dijabat Mayor Jenderal TNI Doni Monardo yang saat ini menjabat sebagai komandan Pasukan Pengamanan Presiden, dan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD yang saat ini dijabat Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo akan menjabat sebagai panglima Kodam Jaya.

"Surat keputusannya sudah keluar, tapi pengangkatannya belum," kata Kepala Puspen TNI, Mayor Jenderal TNI Fuad Basya.

Menurut dia, untuk posisi komandan Paspampres belum ada penggantinya karena menunggu presiden terpilih. 

"Panglima TNI tidak bisa memilih komandan Paspampres, namun itu tergantung presiden," ujar dia. (Kamal)

Menyambut HUT TNI Ke 69 Kodim 9002/Trd Lakukan Kegiatan Sosial

Berau, Mertopol - Menyambut Hari Ulang Tahun TNI Ke 69 tahun 2014, Kodim 0902 Tanjung Redeb Kabupaten Berau lakukan beberapa kegiatan sosial diantaranya penyuluhan masalah narkoba dan sunatan massal sebanyak 36 anak, yang melibatkan 5 orang tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Berau dan beberapa kegiatan olaraga lainya. 

Danramil Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Berau, Irwan di sela kegiatan sosial dan olaraga yang sudah dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan kodim 0902/trd, didalam menyambut HUT TNI yang ke 69. Dalam menyambut HUT TNI ini, sesuai instruksi Dandim anggota Kodim yang di bantu anggota dari Armed sebanyak 25 orang dan beberapa orang dari kerja FKPPI akan melakukan kegiatan bakti sosial, berupa pembersihan sampah yang ada dipantai pulau Derawan dan tentunya kami juga akan memanggil masyarakat yang ada dalam kegiatan bakti sosial ini.

Dandim 0902/trd Kabupaten Berau Letkol Inf Ahmad Hadi Aljupri dalam sambutannya pada upacara karya bakti menghimbau, kepada seluruh masyarakat pulau Derawan, agar tetap menjaga kebersihan dan ke indahan pulau ini, kalau bukan masyarakat Kabupaten Berau dan penduduk pulau Derawan siapa lagi yang menjaga keindahannya. Saya selaku Dandim juga masyarakat Kabupaten Berau, siap mendukung dan menjaga biota dan ekosistim laut yang ada pulau pulau di Kab Berau. Terutama pulau Derawan.

Lebih jauh di katakan Dandim Derawan, “salah satu pulau kebanggaan masyarakat, apalagi sudah di kenal dimata dunia, cagar bahari inilah yang kita jaga bersama. Terutama terumbu karang dan keaneragaman ekosistimnya. Kehadiran saya di sini hanyalah motor penggerak dalam melestarikan dan menjaga keindahan pulau, kuncinya terletak di tangan masyarakatnya. Oleh karenanya, di himbau kepada masyarakat pulau Derawan, marilah kita jaga bersama, bila ada mendengar dan melihat oknum-oknum yang melakukan pengeboman ikan segera melaporkan pada kami agar secepatnya bisa ditindak lanjuti. Karena akibat perbuatan pemboman bisa merusak terumbu karang yang ada,” ungkap Dandim.

Sementara itu, ditempat lain dalam bakti sosial yang dilakukan Dandim 0902/trd juga mengadakan temu muka dengan para pemuda pulau Derawan, lakukan penyuluhan masalah narkoba. Kepalah Sekolah SMK Parmasi Diah Riani, SPd., MPd yang melakukan penyuluhan masalah narkoba pada masyarakat pulau Derawan mengatakan, dipilihnya pulau Derawan dalam rangka penyuluhan masala narkoba ini tak lain karena pulau Derawan jangkauannya dari Kabupaten Berau, agar masyarakat dan anak anak di pulau Derawan bisa memahami betapa buruknya manusia ketika sudah terasuki gangguan narkoba. (Yan)

Selamat Datang Irjen Pol Unggung Cahyono Tugas Berat Menanti Didepan

Jakarta, Metropol - Kapolda Metro Jaya yang lama Irjen Pol. Dwi Prayitno mengucapkan “selamat datang” kepada penggantinya Irjen Pol. Unggung Cahyono yang akan meneruskan tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya. Ungkapan itu disampaikan pada saat upacara penyambutan Kapolda baru sekaligus pelepasan atas dirinya yang akan bertugas di Mabes Polri sebagai Irwasum. Selain itu, Dwi juga berharap penggantinya kelak dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mengingat jakarta sebagai ibu kota, merupakan barometer dan pintu gerbang negara Republik Indonesia. 

Segala macam persoalan hidup baik itu menyangkut ekonomi, sosial, politik, hukum dan sebagainya, sifatnya sangat kompleks, sehingga memerlukan penanganan yang serius dan cepat. Namun Dwi yakin, penggantinya mampu melaksanakan semua itu dengan baik, Karena Irjen Pol. Unggung Cahyono memiliki pengalaman yang luas.

Sebaliknya, Irjen Pol Unggung Cahyono juga mengucapkan “selamat jalan” kepada Irjen Pol Dwi Prayitno yang akan menempati posisi baru sebagai Irwasum Mabes Polri. Unggung berharap tali silaturahmi yang sudah terjalin baik selama ini tetap dapat terpelihara dengan baik. Karena tidak jarang, akibat banyaknya kesibukan membuat seseorang terkadang melupakan pentingnya tali silaturahmi itu di pelihara. 

Tugas Berat Menanti Didepan Sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol. Unggung Cahyono akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan tugas berat yang menuntut penanganan secara serius. Salah satu yang paling urgen didepan adalah pelantikan presiden dan wakil presiden  terpilih Joko Widodo dan Jusup Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014 mendatang. 

Sebagaimana diketahui, pada saat Pilpres beberapa waktu yang lalu, berbagai reaksi yang timbul akibat perselisihan hasil pemilihan umum yang berujung pada sidang Mahkamah Konstitusi, bisa jadi akan berimplikasi pada pelantikan nanti, oleh karena itu, pengamanan harus disiapkan betul sehingga tidak ada cela bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan yang melawan hukum. Segala kemungkinan buruk harus dapat diantisipasi dengan baik dengan menyiapkan pasukan pengamanan yang optimal.

Selain itu, tugas berat di internal juga menunggu penyelesaian yang serius terutama di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Sebagaimana dilansir  media cetak beberapa waktu yang lalu, terutama diakhir masa jabatan Irjen Pol. Dwi Prayitno, Bahwa ada Milyaran rupiah uang raib dari hasil pembuatan Surat Izin Mengemudi, dengan menggunakan jasa calo, terutama diwilayah hukum Polres Bekasi, yang oleh pengamat, itu dianggap bukti kegagalan dan ketidakmampuan Dwi Prayitno memimpin Polda Metro Jaya. 

Kasus SIM, sesungguhnya merupakan cerita lama, namun seolah itu tak bisa dihentikan.  Bahkan kita semua tahu, bahwa kasus yang terjadi pada pembuatan SIM tersebut telah menyeret petingginya Irjen Pol. Joko Susilo kedalam bui, namun juga tak membuat efek jera. Ada apa sesungguhnya? Oleh karena itu, masyarakat berharap, Irjen Pol. Unggung Cahyono dapat menyelesaikan pesoalan yang membelit institusinya terutama pada Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. (Dirman)

Polres Enrekang Bantu Warga Desa Cemba

Enrekang, Metropol - Sekitar 8 kilometer dari arah kota Enrekang, mobil Patwal yang membawa Kapolres Enrekang AKBP. Ika Waskita, SH.MH bergerak menuju Desa Cemba melalui jalan yang rusak parah dan tebalnya debu yang beterbangan. Meskipun demikian Kapolres tetap bersemangat menuju kediaman Bapak Donal atau biasa dipanggil Bapak Aco, salah seorang keluarga terbilang miskin di Desa Cemba yang memiliki 7 orang anak dan tidak memilik pekerjaan tetap karena tidak mempunyai lahan sedikitpun. Karena kemiskinannya tidak seorangpun anak Bapak Donal yang melanjutkan pendidikannya ketingkat sekolah menengah. 

Semua hanya sampai sekolah dasar saja. Hal ini juga mungkin terjadi karena tidak adanya dorongan dan motifasi dari kedua orang tuanya yang juga si ayah tidak pernah mengecap pendidikan dan si ibu hanya sampai kelas tiga sekolah dasar.

Karena kondisi itulah Kapolres lalu memutuskan agar Giat Enrekang Police Care diarahkan ke keluarga ini. Seperti biasa tim bedah rumah melakukan pembongkaran pada bagian rumah yang sudah tidak layak pakai dan membuat jamban keluarga karena selama ini keluarga Bapak Donal tidak memiliki jamban. Selain membedah rumah, Kapolres juga memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada keluarga ini. 

Enrekang Police care yang ke XV kali ini menunjukkan kepedulian yang besar seorang Ika Waskita terhadap warga miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan. Giat yang menjadi Ikon Polda Sulselbar ini mempunyai tujuan yang mulia, Polisi selalu ingin mendekatkan diri kepada masyarakat. Satu hal yang Kapolres minta adalah masyarakat di wilayah kerjanya harus tetap menjaga ketertiban dan keamanan, melaporkan jika melihat kejadian yang melanggar hukum akan cepat ditangani.

Giat kemanusiaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh jajaran Polres Enrekang ini dirasakan sangat besar pengaruhnya atas perubahan kehidupan masyarakat miskin, keberadaannya ditengah-tengah masyarakat sangat dirindukan meskipun mungkin saja tidak lama lagi Kapolres akan beranjak dari Bumi Massenrempulu. 

Kegiatan yang berorientasi kepada perubahan hidup orang miskin ini sangat disayangkan, karena tak dilirik oleh Pemerintah yang seharusnya bertanggungjawab atas kondisi kesejahteraan masyarakatnya. Padahal bisa saja pemerintah Daerah menjalin kerjasama dengan pihak Kepolisian untuk gerakan kemanusiaan ini jika memang pemerintah peduli dengan nasib warganya,” kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Cemba yang enggan disebut namanya. (Sry YN)

Kapolda Babel Kunjungi Festival Sejuta Pelangi Fair 2014

Belitung Timur, Metropol - Kapolda Kepulauan Bangkabelitung (Babel), Brigadir Jendral Polisi Drs. Gatot Subiyaktoro, mengikuti acara pembukaan Festival sejuta pelangi Fair 2014. Acara pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) IV Kepulauan Bangkabelitung pada tanggal 9 September 2014. 

Dalam kedua acara tersebut Kapolda Babel ikut meresmikan pembukaan acara dengan memukul beduk bersama-sama dengan Komandan Korem (Danrem) 045 Garuda Jaya Kolenel (Inf) Untung  Budiharto, Gubernur Babel H. Rustam Effendi dan Bupati Belitung Timur dr Basuri Thahaja Purnama.

Dalam kesempatan itu, didampingi Kapolres Belitung AKBP Bobby P Marpaung dan Kapolres Belitung Timur, AKBP Candra S Kumara, Kapolda Babel serta Gubernur Babel dan pejabat lainnya, mengunjungi setiap stand yang mengikuti pameran di Festival Sejuta Pelangi Fair 2014, di depan Stadion Belitung Timur Pelangi desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur  (Beltim). 

Sewaktu mengunjungi stand PT. Timah Kapolda mendapat bingkisan berupa maskot porprov tarsius berbahan timah produksi kerajinan Pewter Mitra PT Timah Tbk, maskot serupa juga diberikan kepada Gubernur Babel.

Kunjungan yang menjadi perhatian Kapolda Kepulauan Babel salah satunya adalah stand Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung Timur. Kapolda sempat disuguhkan minuman jus rumput laut produksi KUB Cempedak Gantong binaan DKP Beltim oleh petugas jaga stand DKP Beltim. Beliau juga menanyakan bebera pahal tentang ikan yang berada di akuarium system resirkulasi buatan DKP Beltim yang tak memerlukan penggantian air yang terlalu sering diganti cukup beberapa bulan sekali.

Brigjen Pol Drs. Gatot Subiyaktoro setelah mengunjungi stand stand pameran Pestival Belitung Timur Pelangi, Beliau menyempatkan waktu untuk ngopi bareng bersama Gubernur Babel, Danrem 045 Garuda Jaya, Danlanal Babel, Danlanud Has Hananjoedin serta rombongan para pejabat Babel lainnya di warung kopi millennium pasar Lipat Kajang dikota seribu warung kopi Kecamatan Manggar kabupaten Belitung Timur. (Sahrus Salis/Hadi)

Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Jakarta, Metropol - Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba  AKBP Gembong Yudha, melakukan penggelaran dan pembakaran barang bukti Narkoba hasil pengungkapan dari bulan Juli sampai dengan September,di halaman Mapolres Jumat (12/09).

Beberapa barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil pengungkapan dari bulan Juli sampai dengan September, berupa  Ganja 15.9kg, shabu 2,4kg, exctasy 12.780butir, Happy Five (H-5) 2.810butir, heroin 130gram dengan total omzet Rp 8.067.264.000. Dari barang bukti yang dimusnahkan maka total orang yag terselamatkan adalah 89.366 Jiwa.

Pemusnahan Barang bukti narkoba tersebut terdiri dari 22 kasus yang terjadi di Polres Jakarta barat dengan jumlah tersangka 27 orang yang terdiri dari 25 laki-laki dan 2 orang perempuan. Mayoritas adalah pengedar dari Polsek Taman Sari, Kalideres, Tambora dan Kembangan.

Sebelum dilakukan pembakaran, puslabfor melakukan pengetesan dan pengujian barang bukti narkoba yang disaksikan pula oleh pihak Kejaksaan dan tersangka.

Terkait dengan program Jakarta Barat bebas narkoba, menurut Gembong, "Jakarta Barat sedang melakukan dua program, yaitu RW bebas narkoba dan hiburan sehat tanpa narkoba. Karena narkoba ini didua tempat tersebut beredarnya, yaitu ditempat hiburan dan di pemukiman - pemukiman. 

Dalam acara tersebut disampaikan pula mengenai kasus pengguna narkoba oleh 34 anggota Kepolisian, Gembong menyatakan, sampai saat ini ke 34 anggota kepolisian tersebut telah dilakukan pembinaan baik pembinaan fisik dan mental sekaligus pembinaan teknis kepolisian selama satu bulan. Setelah itu akan dilakukan tes urine kembali. 

Apabila dari hasil test urine positif maka akan dilakukan rehabilitasi selama 3-4 bulan, dan apabila hasilnya masih positif maka akan dilakukan akan dilakukan sidang kode etik. 

"Tahapan tersebut dilakukan dikarenakan ke 34 anggota kepolisian tersebut masih dalam taraf pengguna, dan apabila mereka terindikasi pada taraf pengedar tentu akan dilakukan tahapan tindakan hukuman yang berbeda pula," kata Gembong. (Kamal)

22 Persen Pengguna Narkoba Kalangan Pelajar

Jakarta, Metropol - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22 persen pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Hasil survei BNN di tiap-tiap universitas dan sekolah pada 2011 itu ditaksir bisa lebih besar lagi saat ini, mengingat adanya tren peningkatan pengguna narkotika.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto, menyampaikan, pelajar dan mahasiswa masih menjadi kelompok rentan pengguna narkoba. Lemahnya pengawasan orangtua, serta labilnya psikologi remaja membuat mereka mudah terjerumus menggunakan narkotika.

“Artinya dari empat juta orang di Indonesia yang menyalahgunakan narkoba, 22 persen di antaranya merupakan anak muda yang masih duduk di bangku sekolah dan universitas,” ujarnya.

Sumirat mengatakan, umumnya pengguna yang berada di kelompok 15–20 tahun menggunakan narkotika jenis ganja dan psikotropika seperti Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Megadon.

Sejak 2010 sampai 2013 tercatat ada peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang menjadi tersangka kasus narkoba. Pada 2010 tercatat ada 531 tersangka narkotika, jumlah itu meningkat menjadi 605 pada 2011. Setahun kemudian, terdapat 695 tersangka narkotika, dan tercatat 1.121 tersangka pada 2013.

Kecenderungan yang sama juga terlihat pada data tersangka narkoba berstatus mahasiswa. Pada 2010, terdata ada 515  tersangka, dan terus naik menjadi 607 tersangka pada 2011. Setahun kemudian, tercatat 709 tersangka, dan 857 tersangka di tahun 2013. Sebagian besar pelajar dan mahasiswa yang terjerat UU Narkotika, merupakan konsumen atau pengguna.

Pada 2011 BNN juga melakukan survei nasional perkembangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Dari penelitian di 16 provinsi di tanah air,  ditemukan 2,6 persen siswa SLTP sederajat pernah menggunakan narkoba, dan 4,7 persen siswa SMA terdata pernah memakai barang haram itu. Sementara untuk perguruan tinggi, ada 7,7 persen mahasiswa yang pernah mencoba narkoba.

Sumirat mengatakan, pihaknya menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberantas peredaran narkotika di kalangan mahasiswa dan pelajar. "Kami juga menjalin kerja sama dengan 59 lebih kampus di Jakarta untuk menangkal peredaran dan penyalahgunaan  narkotika," ujarnya.

Menurutnya, naiknya angka pengguna narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa akibat minimnya keinginan melakukan rehabilitasi.Setiap tahun, baru ada sekitar 18 ribu pengguna yang mendaftarkan diri ke program rehabilitasi. Untuk kelompok pelajar sendiri, pada 2013 tercatat ada 456 pelajar dan 391 mahasiswa yang mengikuti program rehabilitasi dari BNN.

Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Devi Rahmawati, menyebutkan, usia remaja dan mahasiswa rentan terpapar narkotika karena belum mencapai tingkat kematangan memadai. “Karena cenderung labil, kelompok pelajar dan mahasiswa kerap menjadi pasar empuk bagi pengedar,” ujarnya.

Meski termasuk golongan yang belum mandiri secara finansial, pelajar dinilai kerap melakukan tindakan nekat jika sudah masuk ke tahap pecandu berat. Hal itu membuat praktik penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa, kerap terkait dengan tindakan kriminal seperti pemalakan, penjambretan hingga pencurian.

Sementara itu, pengamat pedidikan, Andreas Tambah, menilai ada banyak faktor yang membuat pelajar rentan terkena narkotika. Selain psikologi remaja yang cenderung labil. Faktor lain yakni lemahnya kontrol dari pihak sekolah dan keluarga. Dari pengamatannya di lapangan, kerap ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba yang bersumber dari kurang harmonisnya keluarga.

"Biasanya anak-anak dari keluarga yang cukup mampu tetapi komunikasinya kurang baik dengan orangtua. Jadi perkembangan anak sulit diawasi," ujarnya.

Menurutnya, keluarga jadi faktor kunci untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Hal ini tidak bisa dianggap remeh. Apalagi pengedar biasa melakukan pendekatan yang lebih personal. Ia juga berharap ada peran serta pendidik yang memberikan penyuluhan tentang bahaya narkotika secara berkesinambungan.

Andres melihat tindak penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar merupakan fenomena berantai. Sehingga, jika seorang pelajar menjadi pencandu maka kemungkinan besar akan menyeret temannya. "Hal ini dimanfaatkan oleh sindikat pengedar, sebab meski daya belinya kurang baik. Tetapi dia tidak ingin terjerat sendiri, umumnya mengajak teman terdekatnya," tambah Andreas. (Deni M)

Kapolres Geram Dengar Sabung Ayam Dilegalkan

Enrekang, Metropol - Kapolres Enrekang AKBP.Ika Waskita, SH.MH. kecewa dan bahkan geram, pasalnya ada oknum yang mengatasnamakan dirinya melegalkan judi sabung ayam yang baru-baru ini berhasil dibubarkan di Kotu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. 

Yang membuat Kapolres geram adalah karena ditengah - tengah kegiatan yang menjadi target operasinya masalah judi, tiba-tiba saja ada oknum yang mengatakan bahwa kegiatan sabung tersebut sudah mendapat persetujuan Kapolres. 

Saat itu juga Kapolres melakukan klarifikasi terkait namanya yang ikut disebut - sebut. Salah satu masyarakat yang hadir dan menyaksikan kegiatan dilokasi sabung ayam tersebut membenarkan bahwa memang ada yang membackup kegiatan itu dan mencoba menjual nama Kapolres.

Untuk menghilangkan prasangka buruk dimata masyarakat. Kapolres lalu melakukan klarifikasi via telepon kepada Metropol, dirinya selaku Kapolres tidak pernah dan tidak akan pernah melegalkan judi sabung ayam sampai kapanpun, selama dirinya masih memegang kepemimpinan di bumi Massenrempulu sebagai Kapolres. 

"Dari awal saya bertugas di Enrekang, sudah menjadikan judi sabung ayam sebagai salah satu target oprasi dan sejauh ini pasti menindak tegas para pelakunya. Jika sekarang ada oknum yang mengatakan, saya menyetujui kegiatan tersebut, lalu apa kata masyarakat. Oleh karena itu sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah setuju dengan judi sabung ayam," kata Ika Waskita. 

"Tidak hanya sampai disitu, dimanapun berada seluruh jajaran Polres Enrekang wajib melakukan sosialisasi bahwa Kepolisian tetap menjadikan judi sabung ayam sebagai perjudian dan menjadi target operasi. Kapolres tetap berharap partisipasi aktif masyarakat dan kerjasamanya untuk memberikan informasi jika mendapatkan kegiatan yang melanggar hukum apapun bentuknya termasuk judi sabung ayam," tegasnya. (Sry YN)