Selasa, 05 Agustus 2014

Membangun Kebersamaan

Pangkep, Metropol - Kepolisian Resort Pangkep Sektor Kota Pangkajene dibawah pimpinan AKP Muh Hatta, berhasil membangun semangat kebersamaan antara aparat Polsek dengan masyarakat se Kecamatan Pangkep. Terbukti, selain Polsek Pangkajene telah mampu menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang semakin aman dan kondusif. Terutama menjelang dan pasca pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014 silam.

“Alhamdulillah, pelaksanaan pemilihan Presiden – Wakil Presiden RI, 9 Juli 2014 silam telah terlaksana dengan baik, aman, lancar dan sukses. Segenap elemen masyarakat teristimewa para wajib pilih telah menggunakan hak suaranya dengan baik dan benar sesuai nurani masing-masing,” ungkap Kapolsek Kota Pangkajene, AKP Muh Hatta, Rabu (9/7/2014) bertepatan hari pencoblosan.

Bahkan, menurut Kapolsek Minsate’ne, AKP Muh Hatta, masyarakat di perkampungan “Kamtibmas” Kelurahan Mappasaile telah menyatukan sikap untuk menjaga, memelihara serta mempertahankan situasi kemanan dan ketertiban masyarakat yang selama ini telah terwujud dengan baik terutama pada penyelenggaraan dan pasca pesta demokrasi lima tahunan pemilihan Presiden – Wakil Presiden.

Untuk memberantas dan memerangi segala bentuk tindak kriminalitas, perjudian, minuman keras, penggunaan obat terlarang, serta ketertiban berlalu lintas selama bulan suci Ramadhan yang bertepatan pemilihan presiden – wakil presiden,  pihak Kepolisian Sektor Kota Pangkajene menggalakkan kunjungan ke masjid-masjid, pembinaan terhadap anggota serta segenap elemen masyarakat. Kegiatan kunjungan ke masjid-masjid dilakukan atas kerjasama dengan unsur muspika Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. berkat tumbuh dan berkembangan semangat kebersamaan yang ditandai dengan mantapnya pembinaan terhadap anggota. Tiga anggota Polsek  Kota Pangkajene “naik pangkat” bertepatan Hari Bhayangkara ke-68.

Kegiatan kunjungan ke masjid-masjid merupakan tindaklanjut dari instruksi serta seruan Kepala Kepolisian Resort Pangkep, AKBP Deny Hermana, SIk, MSi. Dimana pada setiap hari Jum’at kami melakukan kunjungan ke  masjid-masjid serta melakukan pembinaan intensif terhadap anggota dan masyakarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan terkendali.

Pada setiap kunjungan, Kapolsek Kota Pangkajene senantiasa menghimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan 1435 H yang bertepatan dengan pemilihan presiden – wakil presiden.  Ini penting guna terwujudnya ketenteraman, kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan masing-masing.  (Bis)

Polda Sultra Rayakan HUT Bhayangkara Ke 68 Tanpa Atraksi

Kendari, Metropol - Perayaan Hari Ulang Tahun Bayangkara ke 68 tahun ini dilakukan dengan sangat sederhana yang dirangkaikan  dengan kenaikan Pangkat Perwira Polda.

Upacara peringatan HUT Bhayangkara kali ini di hadiri oleh Para pejabat Sipil dan Militer, Danrem 143 H/O, Dan Lanal, Dan Lanud, dan seluruh jajaranya.

Mengawali Sambutannya Kapolda Sultra  Brigjen  Arkian Lubis SH, membacakan Sambutan  Kepala Kepolisian Republik Indonesia Oleh Drs Sutarman Menegaskan, bahwa kenaikan Pangkat merupakan Salah satu Prestasi dan apresiasi yang diberikan oleh Pimpinan Polri kepada setiap Anggota Polri Yang dinilai layak dan berprestasi dengan loyalitas kerja. Pengabdian  dalam melaksanakan tugas kepolisian dengan baik dan jujur. Indikator keberhasilan setiap anggota Polri  yakni berhasil menjaga ketertiban masyarakat, mulai dari tingkat Polda, Polres, sampai pada tingkat Polsek.

Dengan keberhasilannya, maka kenaikan pangkat baik dari Perwira maupun Brigadir yang kita laksanakan hari ini merupakan Reward atas dedikasi sebagai prestasi yang dapat ditunjukan, selama melaksanakan tugas yang diemban Misi di Luar Negeri.

Dalam amanatnya Kapolri Sutarman berharap melalui momentum Peringatan Hari Ulang tahun Bhayangkara  yang kita laksanakan hari ini segenap Polri dan seluru jajaranya, harus siap mampu memberikan pelayanan, perlindungan, dengan pengayoman terhadap masyarakat.

Perayaan  HUT Bhayang kara kali ini terasa penuh khidmad karena dilaksanahan bersama kaum muslim dalam bulan suci Ramadhan yang dirangkaikan, dengan ramah tamah dan buka puasa bersama.

Adapun tema yang diangkat pada HUT Bhayangkara ke 68 kali ini yakni, tiga kata kunci sukses yang sangat penting. Kemauan melakukan sinergitas dalam melaksanan tugas kepolisian bersama Instansi terkait untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam Negeri dalam kondisi situasional. Dalam menjelang Pil Pres  yang akan kita laksanakan, Polri harus mampu, menjaga netralitasnya, dengan melaksanakan tugas semaksimal mungkin.

Mengakhiri kata sambutanya Kapolda menyampaikan, tujuh pesan dan harapan Kapolri kepada seluru Bhayangkara yang dibacakan oleh Kapolda Sultra yakni, pertama harus menjunjung tinggi kode etik Polri, kedua tingkatkan situasi ketertiban masyarakat, Ketiga perkokoh institusi Polri dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih. Keempat meningkatkan kapasitas personal, dan situasional Polri. Kelima tampilkan keteladanan dan kepemimpinan yang melayani seluruh jajaran Polri, Keenam secara khusus dalam menghadapi pemilihan Presiden dan wakil Presiden tanggal 9 Juli, dan terakhir, Ketujuh dalam menghadapi hari Raya Idul Fitri Kapolri meminta kepada seluruh jajaran kepolisian untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan perlindungan, pelayanan dan kelancaran dengan ketertiban masyarakat sebaik-baiknya. (Bahrun)

Patroli Gabungan Menjaga Kamtibmas Wilayah Cepu

Blora, Metropol - Upaya mengantisipasi dan menjaga Kamtibmas wilayah Kecamatan Cepu Blora terkait Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden yang baru saja dilaksanakan 9 Juli 2014, sinergitas TNI, Polri Khususnya Koramil 05/Cepu, Polsek Cepu dan Satpol PP melakukan Patroli gabungan keliling di wilayah Kec Cepu. Dengan rute Terminal, Ds. Mulyorejo, Nglorah, Kapuan, Getas, dan Pertamina.

Sebelum Patroli, dilakukan apel bersama di halaman Mapolsek Cepu yang di pimpin langsung oleh Danramil 05/Cepu Kapten Inf Ribut Agiyoko, SH dan Kapolsek Cepu AKP Sugiyatmo, SIK guna  untuk pengecekan persiapan personel sebelum melakukan Patroli, agar dalam pelaksanaan patroli sekiranya tidak ada hambatan.

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin melalui Danramil 05/Cepu Kapten Inf Ribut Agiyoko, SH menyampaikan, menindaklanjuti instruksi pimpinan komando  dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta kondusifnya wilayah. Khususnya wilayah Kec Cepu. Dimana wilayah Kec Cepu adalah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur yaitu Kab Blora dan Kab Bojonegoro.

Seusainya pemungutusan suara pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta sampai ditetapkan KPU Pusat hasil suara yang sah. “Diharapkan Wilayah Kab Blora tetap aman, tertib dan kondusif,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi segala sesuatu yang akan menimbulkan keresahan masyarakat, tentunya di bidang keamanan (Kamtibmas), Koramil 05/Cepu bersama Polsek Cepu dan Satpol PP mulai dari 6 Juli 2014 selalu melakukan Patroli gabungan di wilayah Kec Cepu. “Sampai sekarang masih diberlakukan,” tandasnya.

Menurut Kapolres Blora AKBP Mujiyono, SIK melalui Kapolsek Cepu AKP Sugiyatmo, SIK mengucapkan terima kasih kepada anggota Koramil 05/Cepu dan Satpol PP atas kerjasamanya selama melaksanakan tugas Pengamanan Pemilu Pilpres 2014. “Saya berharap semoga pelaksanaan pemilu Pilpres sampai selesai berjalan cukup tertib, aman, dan kondusif,” tegasnya. (Pujo/Sjn-Pendim 0721/Blora)

Polsek Urban Wonomulyo Sita Puluhan Dos Petasan dan Miras

Polewali Mandar, Metropol - Puluhan dos petasan berbagai jenis dan minuman keras berbagai merek di sita Polsek Urban Wonomulyo, Polres Polewali Mandar, operasi tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman di masyarakat, khususnya umat Islam  yang  melaksanakan ibadah puasa.

Kegiatan ini diperintahkan dari tingkat  Mabes, Polda, Polres, dan ke tingkat Polsek  guna memberikan rasa aman di masyarakat  dalam  bulan suci Ramadhan.

Petasan berbagai jenis yang disita tersebut milik Kamaruddin, pekerjaan wiraswasta alamat Wonomulyo, pihaknya telah di periksa di Mapolsek Urban Wonomulyo oleh Panit 2 Reskrim Aipda Darwis. (Usman Padong)

Polres Metro Kota Tangerang Siap Mengamankan Pilpres 2014

Tangerang, Metropol - Kepala Kepolisian Metro Tangerang (Kapolres) Kombes Pol Riad SIk MSi. Berharap penyelenggaraan Pilpres 2014 di wilayah hukum Polres Kota Tangerang berjalan Sukses.

Dalam hal ini pihaknya telah mengoptimalkan langkah – langkah untuk mengamankan semua agenda penyelenggaraan Pilpres.

Hal ini dikatakan Kapolres saat menerima kunjungan kerja Metropol belum lama ini di Mapolres Metro Tangerang.

“Untuk Pilpres Kita sudah melakukan persiapan-persiapan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan. Serta nantinya, kita akan lakukan evaluasi-evaluasi berdasarkan hasil analisis pengamanan pileg yang baru-baru ini. Untuk pengamanan Pilpres sudah kita persiapkan anggota dan sudah inventarisir wilayah-wilayah yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kordinasi dengan Panwas, KPU dan tokoh-tokoh masyarakat serta elemen-elemen masyarakat yang ada di Kota Tangerang, dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang Kondusif,” kata Kombes Pol Riad.

Personil yang dipersiapkan oleh Polres Metro Tangerang berkisar 1.150 Anggota untuk menjaga 3000 TPS yang ada di Kota Tangerang Banten, untuk BKO Pengamanan dari TNI Stanby di Mako masing-masing, menunggu permintaan pengamanan dari pihak kepolisian.

Lebih lanjut Kombes Pol Riad mengatakan, khususnya di Kota Tangerang ini sudah dua kali mengalami pesta demokrasi mulai dari Pilkada dan Pileg, “Alhamdulillah partisipasi masyarakat bagus, semua melaksanakan kegiatan demokrasi dengan aman, damai dan kondusif,”  harapannya. (Kamal)

Polres Buton Gelar Kegiatan Bedah Rumah

Buton, Metropol - Jelang hari Bhayangkara ke 68 jajaran Polres Buton menggelar kegiatan bedah rumah di wilayah hukumnya. Tepatnya di Kelurahan Kahulungaya, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, pada hari Sabtu, 14 Juni 2014.

Kali ini yang mendapat giliran bantuan bedah rumah tersebut adalah pasangan suami istri  La Nduse (85) dan Wa Ani (45).

Selain memberikan bantuan bedah rumah, Polres bekerja sama Pemerintah dan masyarakat setempat juga memberikan bantuan perabot rumah tangga, seperti kasur, Panci, sejumlah bahan sembako serta kargo.

Untuk diketahui La Nduse dan Wa Ani dikaruniai satu putra yang bernama Zunaidi kini baru menamatkan studi SMP nya. Pasutri itu dinilai pantas mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut karena sudah berpuluh-puluh tahun rumahnya  berukuran kecil itu  kondisinya sudah rusak dan tidak mampu lagi diperbaiki. Alasanya, La Nduse tak mampu lagi bekerja karena selain usianya tua, juga  sejak beberapa tahun lalu Ia hanya terbaring ditempat tidur karena sakit berat.

Untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, tak ada jalan lain Wa Ani harus menjalankan perannya selain mengurus dapur juga harus mencari nafkah.

Wa Ani bekerja mengumpulkan pasir di pantai yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumahnya. Pasir itu kemudian di jualnya kepada warga yang membutuhkan, dengan harga RP 450 per truk. Bila yang membutuhkan pasir berkurang, Sang nenek itupun rela mencari jalan  lain. Yakni  mencari daun Belinjo di hutan untuk di jualnya kepasar. Bila dirata-ratakan, hasil kerja keras Wa Ani setiap bulanya hanya kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.

Yang sangat menyedihkan lagi, Zunaidi yang masih duduk di bangku SMP itu juga terpaksa harus membantu ibunya dengan memecahkan batu untuk dijualnya. Meskipun harus membagi waktu untuk belajar dan bekerja, Zunaidi tetap saja bersabar karena demi meringankan beban ibunya.

Tidak hanya itu, pada hari yang sama, jajaran Polres Buton juga membangun rumah salah seorang janda warga Kelurahan Kambula-Mbulana, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton bernama Wa Ode Huse. Sang ibu beranak dua itu kini tinggal di rumah iparnya. Sejak  sekitar 30 tahun lalu ingin memiliki rumah sendiri namun belum mendapat ridha tuhan.

Juga melalui uluran tanggan Polres Buton bekerjasama dengan pemerintah kelurahan setempat, Wa Ode Huse yang bekerja sebagai penjual roti itu akhirnya dapat memiliki rumah sendiri. Selain itu,  Polres juga memberikan bantuan perabot rumah tangga, seperti kompor, oven, serta terigu.

Sebelumnya, beberapa anggota Polsek Pasarwajo Polres Buton bersama pemerintah setempat  melakukan survey di wilayah tersebut. Alhasil, yang dinilai layak untuk menerima tersebut adalah pasangan suami istri bersama sang janda anak dua tersebut.

Kegiatan sosial Polres Buton tidak hanya dilakukan saat ini saja. Kurang lebih hampir dua tahun terakhir sejak AKBP Drs M Fahrurrozi Sst MK Dilp QM menjabat Kapolres Buton, kegiatan bedah rumah terhadap warga miskin di wilayah Polres Buton sudah terhitung 11 kali.

Terkhusus kepada ibu Wa Ani kata Fahrurrozi, pihaknya memberikan bantuan kargo selain perlengkapan rumah tangga karena Wa Ani bekerja mengangkut pasir. Kargo itu dapat digunakan untuk mengangkut pasir agar bebannya dapat berkurang. Begitu pula kepada Wa Ode Huse janda anak dua itu.

Kepada Metropol dua penerima bantuan tersebut mengaku sangat berterimakasih kepada Kapolres Buton Atas bantuan yang diberikan. Dengan bantuan tersebut mengaku beban mereka dalam menjalani hidup akan berkurang.

Kegiatan bedah rumah yang dipimpin langsung Kapolres Buton AKBP Drs M Fahrurrozi   Sst MK Dilp QM itu  tampak berbeda dengan sebelumnya. Biasanya proses bedah yang dilakukan pihaknya disaksikan langsung oleh pemilik rumah, sedangkan kali ini  proses pembedahan pemilik rumah diinapkan di salah satu Hotel setempat, agar hasilnya lebih berkesan.

Ucapan terimakasih selain dari  penerima bantuan tersebut, juga sejumlah warga setempat yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut.

Bahkan, tidak sedikit warga yang merasa terharu hingga meneteskan air mata setelah melihat rumah pasutri dan sang janda tersebut sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya. Rumah Pasutri sebelumnya hanya berdindingkan anyaman irisan bambu atau jelaja dengan kondisi penuh lubang, kini seutuhnya telah berdindingkan papan yang tampak rapi dipoles dengan cat warna kuning. (Adnan/Daksan)

Upacara HUT Bhayangkara Ke 68 di Mapolres Polewali Mandar

Polewali Mandar, Metropol - Upacara  Hari Ulang Tahun Bhayangkara  ke 68  dilaksanakan di halaman  Mapolres Polewali Mandar, dengan inspektur upacara Kapolres Polman AKBP Yohan Priyoto, SIk. Sementara bertindak selaku  komandan upacara Kapolsek Tapango, Iptu Mansur SPd dan perwira upacara Kapolsek Tinambung, AKP Takdir Daut, yang diikuti peserta upacara satu peleton barisan Dalmas, satu peleton Sat Lantas, satu peleton Reskrim gabungan Intelkam, satu peleton  barisan Perwira, gabungan para Kapolsek.

Upacara HUT Bhayangkara ke 68 di  Mapolres Polewali Mandar yang dilaksanakan  tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pelepasan purna bakti 7 personil Kepolisian yang tahun 2014 ini menyelesaikan tugasnya, sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung  masyarakat dengan masa tugas 58 tahun. Ketujuh purna bakti tersebut di arak keluar meninggalkan Mapolres Polewali Mandar, usai mengikuti upacara. Tidak sedikit teman-teman  dan ibu Bhayangkari meneteskan air mata, saat ketujuh personil tersebut bersalaman disisi kanan dan kiri saat di arak keluar dari pintu gerbang Mako.

Amanat tertulis Presiden Republik Indonesia Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono yang  dibacakan oleh Inspektur Upacara Kapolres Polewali Mandar AKBP Yohan Priyoto SIK MM sebagai berikut, atas nama negara pemerintah dan juga pribadi, saya ingin menyampaikan  ucapan selamat Hari Bhayangkara kepada segenap anggota dan keluarga beserta seluruh keluarga besar  Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Saya  juga ingin  menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus  atas kinerja  dan darma bakti  yang telah saudara-saudara  berikan kepada  masyarakat, bangsa dan Negara  demi tegaknya hukum,  serta terciptanya  keamanan dan  ketertiban  masyarakat di seluruh tanah air.

Saya  berharap  melalui momentum peringatan hari Bhayangkara  tahun ini, segenap anggota  POLRI  dapat lebih memberikan pelayanan  perlindungan dan pengayoman dengan penuh  kesungguhan, keteguhan, keiklasan serta pelayanan dan pengabdian  terbaik  kepada  masyarakat. (Usman Padong)  

Pasca Laka Lantas di Proliman Kota Batu

Batu, Metropol - Pasca kejadian laka Lantas di Proliman, Kasat Lantas Polres Batu AKP Yudi Wahyudi Hindarto akan lakukan evaluasi dan kerjasama dengan Dinas terkait untuk cek kelayakan kendaraan.

“Kami akan cek, setiap kondisi kendaraan layak atau tidak. Kalau tidak harus dikemanakan? Hal ini akan segera kami bicarakan agar tidak lagi ada kejadian seperti ini. Namun alhamdulilah saat ini masyarakat bisa berpikir positif dengan tidak melihatnya sebagai kesengajaan. Namun lebih kepada kelalaian seseorang yang tidak memperhatikan kelayakan kendaraannya,” ujarnya.

Dari pemeriksaan, terjadinya Rem Blong dipicu dari minyak dan persneleng dalam kondisi kurang perawatan. Lebih lanjut, kami akan mewajibkan setiap kendaraan membawa peralatan seperti Dongkrak segitiga pengaman, serta kelengkapan surat menyurat dan pengecekan secara rutin.

Terkait itu, “sopir juga harus memiliki kemampuan mengemudi sesuai SIM yang dimiliki. Karena seperti diketahui, sopir Truk Kontainer dengan Nopol H 1974 CY itu hanya memiliki SIM A saja,” papar Kasat Lantas.

Ditempat terpisah, Kanit Laka Lantas Iptu Sigit mengatakan, masih mengumpulkan bahan keterangan para saksi dan saksi korban, sopir truk masih dirawat dan belum bisa berkomunikasi karena mengeluh sakit pada kepala dan nyeri di dadanya.

Mengenai korban sebanyak 23 terdiri dari 1 korban meninggal, dan pengemudi sedan patah tulang pada kaki kiri. Secara keseluruhan biaya sudah tercover di jasa Raharja, “evaluasi kejadian diantara penyebabnya adalah truk melintas bukan pada kelas jalannya, seyogyanya ada rambu rambu yang menegaskan. Setiap kendaraan tersebut bisa melewati atau tidak. Dengan demikian penegakannya jelas. Selama ini tidak ada rambu-rambu sama sekali,” lanjut Kasat.

“Seharusnya buku kir juga ada 2, traktor head sendiri, apalagi kir sudah mati pada bulan april. Dengan demikian agenda kedepan kami akan lakukan komunikasi dengan Dishub Provinsi yang akan difasilitasi oleh Dishub kota Batu,” papar Sigit.

Sebagai ingatan, sesuai informasi di lapangan sebelumnya terjadi tabrakan beruntun akibat rem Blong dari sebuah truk Kontainer no polisi H 1974 CY , yang melibatkan sebuah sedan N 1628 KF sepeda motor dan bus yang mengangkut siswa TK Dwi Matra surabaya, di Proliman Desa mojorejo Kota Batu, rabu, 11 juni 2014 dengan korban tewas bernama Ella (6).

Saksi mata mengatakan, kecelakaan maut tersebut terjadi ketika truk trailer dari arah Junrejo menabrak mobil jenis sedan yang dikendarai seorang Dokter, "Setelah ditabrak truk, sedan terseret lebih dari 10 meter dan menghantam bus yang berisi siswa dari TK Dwi Matra yang ikut ambruk dan menindih motor yang saat itu dikendarai oleh Ella dan ibunya,” terang warga.  (Yud/Rin)

Polres Enrekang Bantu Banpol

Enrekang, Metropol - Dalam rangka hari ulang tahun Bhayangkara yang ke-68, Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita SH MH. bersama jajarannya memberi bantuan kepada Abidin yang berdomisili di Desa Mandalan Kecamatan Curio. Seorang Banpol yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri untuk membantu Kepolisian dalam menjaga Kamtibmas, melalui program Enrekang Police Care Kepedulian Social Polisi Sisa’bu Sari’battang.

Bantuan ini diberikan sebagai ungkapan rasa terima kasih Kepolisian Enrekang atas pengabdian Abidin selama ini yang menghabiskan waktunya membantu tanpa pamrih. Awalnya rumah Abidin akan dibedah oleh Kapolres tapi ditolak oleh Abidin, untuk itu Kapolres memberikan bantuan dalam bentuk lain yaitu dua ekor kambing, sembako, pakaian dan uang tunai.

Saat menyerahkan bantuan, Kapolres mengatakan, giat kemanusiaan ini adalah salah satu upaya Polisi mendekatkan diri kepada masyarakat. Selain itu karena Abidin ini telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun membuat pihak Kepolisian merasa perlu untuk memberikan perhatian. Program EPC  sudah merambah sampai ke pelosok Desa, tim EPC sendiri setiap bulan bergerak mencari sasaran untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan Ini kepada masyarakat yang benar-benar perlu untuk dibantu, dan pada tanggal 1 Juni mendatang tepat dihari ulang tahun Bhayangkara EPC masih akan memberi bantuan kepada ibu Rema seorang janda buruh cuci dan salah satu anak anggota Polisi yang butuh biaya oprasi anaknya yang tidak memiliki langit-langit mulut.

Giat sosial yang dilakukan oleh jajaran Polres Enekang ini murni berasal dari sumbangan sukarela dari para anggotanya. Giat kemanusiaan yang menjadi ikon Polres Enrekang tersebut kini dijadikan program andalan Kapolda Sulselbar dan bahkan Kapolda kini mendapat julukan sebagai Bapak Police Care. (Sry YN)

Kapolres Malang: Polri Harus Netral Tidak Boleh Ikut Politik Praktis

Malang, Metropol - Memastikan Pelaksanaan Pilpres Kondusif, Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIk mengecek TPS di 30 Kecamatan di Kabupaten Malang, (Rabu 9 Juli 2014).

Pengecekan dilakukan  dari Kecamatan Lawang hingga Kecamatan BuluLawang  bersama  Perwira Polres Malang dan  Kapolsek di setiap wilayah kerjanya.

"Kegiatan ini  bentuk pengawasan terhadap personil  Polri yang bertugas  melaksanakan pengamanan di setiap  TPS. Dalam arahannya Kapolres menekankan agar mereka berkomitmen untuk menjaga netralitas Polri.

“Tugas Polisi adalah menjaga keamanan pelaksanaan  Pilpres. Tidak untuk ikut dalam politik Praktis. Hal tersebut  disampaikan kepada Kapolsek, Muspika dan anggota Linmas serta petugas TPS.

Selain itu, Kapolres juga menghimbau agar betul-betul memahami dan berpedoman pada SOP, melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab serta ikhlas.

Pahami tugas pokok, fungsi dan peran masing-masing dengan sebaik-baiknya. Sehingga diharapkan semuanya akan mampu menguasai cara bertindak atau apa yang harus dikerjakan dalam berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan. “Jangan meninggalkan wilayah penugasan sebelum akhir pelaksanaan tugas serta laporkan setiap perkembangan situasi kepada unsur pimpinan di satuan kewilayahan secara berjenjang dengan melalui sarana komunikasi yang ada,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman, SH.

Hingga pantuan selesai dilakukan  tidak ada laporan terkait pelanggaran yang dilakukan. “Kami berharap hingga selesai penghitungan suara dan penetapan  oleh KPU  kabupaten. Malang tetap dalam kondisi yang aman. Siapapun presidennya kita tetap akan dukung semua,” katanya.

Perlu diketahui, Polres Malang menerjunkan 2/3 kekuatan untuk  pengamanan  di 609  TPS yang tersebar di Kab Malang. Sebelumnya kami gelar pasukan tanggal 7 juli yang dikuti oleh 859 personil, tambah AKP Ni Nyoman, SH. (Yud/Rin)

Peringatan HUT Bhayangkara Ke 68 Tahun 2014

Makassar, Metropol - Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke 68, di Lapangan Mapolda SulselBar, yang di Pimpin oleh Irjen Pol. Drs. H. Burhanuddin Andi, SH, MH.  Melalui  momentum Peringatan HUT Bhayangkara Ke 68 tahun ini, segenap anggota Polri dapat lebih memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman dengan penuh kesungguhan, keteguhan, keikhlasan, pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Peringatan HUT Bhayangkara  tahun ini terasa khidmat, karena dilaksanakan bersamaan dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Bulan suci yang penuh dengan berkah dan ampunan oleh Allah SWT. Dan bersamaan pula Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-2019.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia, “Dalam sepuluh tahun terakhir ini, Polri telah menunjukkan peningkatan kinerja yang  baik. Saya merasa bangga atas berbagai prestasi yang  telah diukir oleh Polri dalam mengemban  tugas sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban, pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat, sekaligus sebagai penegak hukum,” ungkap Presiden RI.

Pesan dan Harapan Saya pada segenap Bhayangkara Negara dimana pun saudara bertugas dan berada, junjung tinggi Kode Etik Polri, yang merupakan Kristalisasi dari Nilai-nilai Pancasila, Tribrata, dan Catur Prasetya Polri. Tingkatkan pengawasan Internal untuk mewujudkan pelayanan Polri yang bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme. Perkokoh institusi Polri dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik  dan bersih good governance and government. Tingkatkan kapasitas personal dan institusi Polri, dan sikap keteladanan dan kepemimpinan yang melayani dari seluruh jajaran pimpinan Polri di berbagai tingkatan. Pimpinan Polri di berbagai tingkatan harus berani mengambil sikap dan tampil di depan dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat. Atasi dengan cepat dan cegah meluasnya setiap masalah yang timbul agar tidak menjadi isu nasional.

Dalam menghadapi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli mendatang, “saya  Instruksikan Jajaran Polri untuk  menjaga Netralisasi Anggota Polri dan memberikan pelayanan pengamanan dan penegakkan hukum. Dan lakukan koordinasi dan sinergi dengan KPU sebagai penyelenggara pemilu,dan  Bawaslu selaku lembaga  pengawas pemilu,  yang aman dan damai. Terakhir saya menyampaikan  amanat Kepada Segenap Jajaran Polri, sebagai  Presiden RI beserta Ibu Negara, seraya mengucapkan terima kasih atas semua pelaksanan tugas konstitusional Polri dalam ikut menyukseskan  pembangunan selama sepuluh tahun terakhir, Insyah Allah Polri kedepan dapat lebih profesional dan modern,” ucap Presiden RI. (Yogi B.T)

Mutasi dan Promosi Jabatan di Institusi Kepolisian Berau Kembali Bergulir

Berau, Metropol - Mutasi dan promosi jabatan di institusi Kepolisian Polres Berau kembali bergulir. Serah terima jabatan (sertijab) Resnarkoba, AKP Aryanto SH secara resmi di ganti oleh IPTU Satya Chusnur Ramadhana sebagai Kasat Resnarkoba Polres Berau, yang sebelumnya Satya bertugas di Kanit  Reskrim Polsekta Samarinda, sementara Aryanto mendapat tugas baru di Mapolda Kaltim.

Serah terima jabatan yang di pimpin langsung Kapolres Berau,  AKBP Mukti Juharsa di gedung  Widargo, pada (16/06). Dalam keterangan singkatnya, serah terima jabatan di jajaran kepolisian adalah merupakan amanah dari institusi, dan hal yang wajar untuk dilakukan, karena untuk pembinaan karier kepada pejabat yang bersangkutan, demi untuk memenuhi kebutuhan di jajaran institusi kepolisian, dimana mekanisme yang di emban untuk menjaga kesinambungan semakin meningkat dan berat tanggungjawabnya, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan  bagi masyarakat, hal inilah yang sering dilakukan Polri, khususnya Polres Berau agar bisa menjadi pengayom, pelindung  bagi masyarakat.

Dikatakannya, proses mutasi jabatan tidak terjadi begitu saja, tanpa ada kerja keras dan prestasi yang baik, kerja dan prestasi inilah yang di nilai dan dilihat oleh pimpinan Polri, sehingga pejabat itu bisa menduduki jabatan barunya.

Untuk  diketahui dalam serah terima jabatan  di jajaran Kepolisian Polres Berau, AKP Aryanto telah menjabat delapan bulan sebagai Kasat Narkoba, dan saat ini Aryanto di mutasi dan dipromosikan ke Polda Samarinda, pejabat baru Kasat Narkoba di jabat oleh IPTU Satya Chanur yang sebelumnya bekerja di Kanit Reskrim Polresta Samarinda.

Kapolres berharap kepada Kasat Narkoba yang baru, selamat dalam tugas barunya di Polres Berau, dan secepatnya melakukan langka cepat, dan ciptakan ide serta gagasan agar Kabupaten Berau lebih aman dan kondusif. (Sofyan)

HUT Bhayangkara Ke 68 Polres Enrekang

Enrekang, Metropol - Dalam rangka Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke 68 tanggal, 1 Juni 2014 lalu Polres Enrekang melakukan serangkaian kegiatan, baik yang bersentuhan dengan masyarakat, bawah dengan memberikan bantuan kemanusiaan, bakti sosial ditempat ibadah dan sarana umum, Syikir bersama yang dipimpin oleh ketua MUI sampai ke pemberian penghargaan kepada Para Vetran, Warakawuri, tokoh masyarakat, kepala Desa dan para Insan pers.

Acara yang digelar sederhana dihalaman Mako Polres. Selain dihadiri oleh Bupati Enrekang dan petinggi lainnya, tokoh masyarakat, Kapolres juga mengundang para Wartawan cetak dan Elektonik. Bahkan disela-sela sambutannya saat memberikan penghargaan Kapolres mengatakan Wartawan adalah sahabatnya, namun meskipun begitu jika jajarannya melakukan tindakan yang tidak benar Kapolres meminta agar sahabatnya tetap melakukan tugasnya secara profesional.

Kapolres Enrekang AKBP.Ika Waskita, SH.MH. Yang bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, yang isinya antara lain menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kinerja dan darma bakti Kepada para Bhayangkara yang telah dilakukannya dengan tulus dan penuh tanggungjawab. Baik yang bertugas diwilayah terpencil, dipedalaman, wilayah perbatasan, pulau-pulau terdepan dan bahkan yang saat ini sedang mengemban misi Internasional di luar negeri.

Ada beberapa pesan moral yang disampaikan dalam amanat itu. Pertama Polisi harus tetap menjunjung tinggi kode etik Polri, tingkatkan pemeliharaan Kamtibas, perkokoh institusi Polri, tingkatkan kapasitas personal dan institusional, tampilkan sikap keteladanan dan kepemimpinan yang baik.

Selain itu Dalam amanatnya Presiden juga berharap agar pemilihan presiden 9 Juli dapat berjalan dengan baik  dengan demikian kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Negara kita adalah Negara dan bangsa yang telah semakin matang dalam berdemokrasi.Oleh karena itu kepolisian diharapkan agar mempersiapkan diri memberikan pelayanan, pengamanan dan penegakan hukum.

HUT Bhayangkara Polres Enrekang diakhiri dengan acara Syukuran dan buka puasa bersama yang digelar di Mako Polres. (Sry YN)

Polsek Junrejo Amankan Orang Gila Merusak Tempat Ibadah

Junrejo, Metropol - Menjaga Kamtibmas di wilayah kerjanya, Kapolsek Junrejo Iptu Joko TW yang mendapatkan laporan dari warga tentang keberadaan orang gila mengamuk segera turun tangan dan melakukan pengamanan.

Betul saja, saat itu terlihat seorang laki-laki kekar dengan tubuh dekil dan garang tengah meracau sambil melempari kaca musholla sampai pecah, di Dusun Kajang Lor. Tak hanya itu, dia sempat masuk kampung dan mengejar perempuan yang terlihat didepannya. Sehingga  membuat resah masyarakat.

Akhirnya dengan bantuan warga, lelaki kekar yang tidak beridentitas itupun di ikat dan di taruh di belakang mobil dinas Polsek, lalu dibawa ke Dinas Sosial Kota Batu.

Namun sayang, begitu sampai di Dinas Sosial, pegawai menyatakan, bahwa kondisi orang gila berhubungan dengan kesehatan, oleh karena itu harus di bawa ke Dinas kesehatan, fungsi Dinas Sosial hanya memberikan rekomendasi agar pasien tersebut bisa di bawa ke RS Jiwa untuk dibiayai oleh negara.

Kapolsek menyatakan orang gila ini diketahui sudah sejak pukul 05.00 wib berada di Dusun tersebut. Entah kenapa tiba-tiba mengamuk dan merusak musholla. Saat diamankan juga tidak ditemukan identitas apapun. Warga juga tidak ada yang tahu darimana dia berasal dan keluarga siapa.

Berdasarkan hal tersebut, “setelah melapor pada pimpinan kami segera mengamankan dan menyerahkan ke Dinas kesehatan untuk diantarkan ke RS Jiwa yang telah di Rujuk Dinas Sosial yaitu RS Jiwa Lawang,” papar Joko TW. (Yud/Rin)

Polres Enrekang Turunkan Pengamanan Pilpres

Enrekang, Metropol - Dalam rangka menjaga kondisi aman dan kondusif pada perhelatan akbar pemilihan presiden 2014. Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH menurunkan sekitar 248 personil, 55 diantaranya adalah Bhabinkamtibmas dan disebar diseluruh TPS yang ada di Kabupaten Enrekang. 248 personil ini siap mengamankan dan mensukseskan jalannya pesta demokrasi 9 Juni 2014.

Pergeseran pasukan ini di pimpin langsung oleh Kapolres Enrekang H-2 menjelang Pemilu dihalaman Mako Polres. Antusias warga dalam menyalurkan aspirasinya terlihat jelas, ini dibuktikan lengangnya Kabupaten Enrekang saat proses pemilihan berlangsung, sebab mereka berkonsentrasi di TPS masing-masing.

Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH mengatakan, sebelum melapaskan personil telah berpesan kepada jajarannya agar tetap menjunjung tinggi netralitas dalam proses penyelenggraan pemilihan presiden tersebut. Demikian juga sinergitas dengan seluruh stake holder terkait sangat mendukung suksesnya perhelatan ini. Namun terlepas dari itu semua kepada seluruh masyarakat Enrekang Kapolres meminta kerjasamanya agar pemilihan presiden kali ini berjalan tertib, aman dan lancar tanpa gesekan.

Apapun hasil akhirnya nanti dan siapapun pemenangnya itu adalah pilihan rakyat. Kaplores sendiri pada hari H pemilihan presiden sekitar pukul 7.00 saat Metropol mendatangi Makopolres, beliau sudah tidak ada ditempat karena melakukan pemantauan secara langsung jalannya pilpres dari TPS ke TPS. Kondisi ini membuat Masyarakat semakin percaya, Kapolres mampu mengendalikan keamanan bumi Massenrempulu seperti yang dilakukannya pada pemilihan Bupati dan calon Legislatif sebelumnya.  (Sry YN)

Open Turnamen Kapolres Malang Cup 2014

Malang, Metropol - Kapolres Malang Cup 2014 diperebutkan dalam kegiatan  open turnamen Volly antar Polsek, serta di meriahkan melalui pertandingan Persahabatan dengan Ikatan waria Malang (Iwama), di halaman Mapolres Malang, Selasa, 24 Juni 2014.

“Berbagai kegiatan telah kami lakukan dalam menyambut HUT Bhayangkara yang ke 68, kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP. Ni Nyoman. Selain volly, juga lomba memasak, donor darah, khitan massal 100 anak tidak mampu yang diambil dari wilayah masing masing Polsek, anjang sana, serta bhakti sosial.

Hal ini merupakan giat tahunan sebagai upaya pendekatan diri terhadap masyarakat, “bertujuan menciptakan sinergitas polri dan masyarakat dalam mewujudkan penegakan hukum yang humanis,” papar Kasubag Humas yang memulai karirnya di Samarinda, kemudian pindah ke Jatim dan secapa pada tahun 2001-2002. Sehingga bisa menduduki beberapa jabatan sebagai Kataud, Kanit sidik III, Kanit PPA, KBO Reskrim, Kapolsek Gedangan, dan Kapolsek Pakisaji. (Yud/Rin)

Polsek Ngantang Berantas Penyakit Masyarakat

Ngantang, Metropol - Menjelang bulan Ramadhan yang berbarengan dengan masa Pilpres 2014, Polsek Ngantang - Malang menyita 7 botol arak Jawa yang dikenal dengan sebutan miras cukrik, serta menutup lokalisasi Embong Miring, Kamis 26 Juni 2014.

Minuman ini sangat berbahaya dan sudah cukup banyak menelan korban jiwa. Karena alkohol yang terkandung didalamnya cukup tinggi.

“BB miras jawa dalam kemasan botol minuman mineral ini kami amankan dari sebuah toko milik Haryono Dusun Sekar Desa Sidodadi Kecamatan Ngantang,” papar AKP Prayitno SH MH.

Kepada petugas Hariyono mengaku Miras Jawa itu adalah sisa barang sebelumnya. Karena pabrik yang ada di Tuban dan Bojonegoro tutup. Pengakuan tersebut, selanjutnya diberikan pembinaan. Tindakan ini merupakan upaya Polsek Ngantang dalam menindaklanjuti direktif Kapolda Jatim, “selama bulan Puasa tidak ada ormas yang melakukan Sweeping, untuk itu perlu koordinasi dengan unsur Tokoh Masyarakat, dan Tokoh agama,” ungkapnya.

Terkait Penutupan Lokalisasi Embong Miring kami lakukan selama bulan Ramadhan, namun tidak menutup kemungkinan Pemda akan melakukan penutupan seterusnya, mengacu pada penutupan lokalisasi Dolly. Tak sebatas ini, operasi penyakit masyarakat (pekat) terus kami laksanakan selama bulan puasa, selain miras, judi juga razia gepeng yang mengganggu ke khusukan bulan Puasa.

“Namun untuk warung-warung hanya kami himbau, karena masyarakat kita adalah masyarakat majemuk yang terdiri dari beberapa agama dan keyakinan. Tetap harus ada unsur saling hormat menghormati,” jelas Kapolsek. (Yud/Rin)

Polres Jember Musnahkan Ribuan Miras

Jember, Metropol - Bulan Suci Ramadhan, jajaran Polres Jember Kamis (26/6) memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis merk. Acara pemusnahan minuman keras dilaksanakan di halaman Mapolres Jember. Pemusnahan minuman keras merupakan barang bukti yang di dapat dari hasil operasi selama 6 bulan dari Januari hingga bulan Juni 2014.

Hadir dalam acara tersebut pihak MUI, Ormas Islam, Asisten I  Tata Praja Pemkab Jember Sigit Akbari mewakili Bupati yang berhalangan hadir, Kasatpol PP Pemkab Jember Suryadi, Kejari Jember diwakili oleh Sisharyanto Kasi Datun, Kodim Jember, Kapolsek-kapolsek di seluruh wilayah Polres Jember dan media baik cetak maupun elektronik, Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro, SIK, MSi di dampingi Kabag Ops Kompol Imam Pauji dan Kabag Humas AKP Edi Sudarto saat diwawancarai media di sela-sela acara mengungkapkan, “kali ini miras yang kita musnahkan 4500 botol terdiri dari berbagai merk maupun jenis yang merupakan hasil operasi cipta kondisi menjelang bulan puasa Ramadhan dari Januari hingga Juni,” katanya kepada Metropol.

Pemusnahan kali ini mengalami penurunan 34% dibanding periode yang lalu. “Kami sangat berterima kasih pada semua pihak, sinergi 3 pilar baik Babinsa, Kamtibmas, Babinsa Desa atau Kelurahan, serta ulama dan ormas juga turut mendukung penurunan peredaran miras di masyarakat,” jelas perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.

Dari hasil data yang di himpun,  total 4500 jenis miras ini terdiri dari 878 Anggur Merah, 1250 Anggur Kolesom, 180 Topi Miring, 163 Mansion, 135 Tomy Stanly, 450 Whisky, 45 Brandy, 65 Vodka, 1630 Arak Putih semua dilindas samapai hancur memakai alat berat dan tidak ada tersisa satupun minuman minuman yang disita Polres Jember semua hancur agar di bulan yang suci ini benar suci dari maksiat (red). (Andik/Umar) 

Kapolres Peduli Pilpres

Pangkep, Metropol - Kalau ada Kapolres Jajaran Polda Sulsel yang paling getol memerintahkan anggotanya agar tidak lalai dalam melaksanakan tugas mengawal dan menyukseskan   penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan pemilihan presiden. Dia adalah Kapolres Pangkep, AKBP Deny Hermana, S.Ik.M.Si.

“Saya tidak ingin melihat anggota lalai dalam pemilihan Presiden RI. Setiap anggota (Polisi) jajaran Polres Pangkep harus mengawal TPS pada saat pencoblosan,” imbuh Kapolres Pangkep AKBP Deny Hermana.

“Saya ingin para personel betul-betul bisa mobile, membangun komunikasi intensif dengan seluruh jajaran pelaksana pemilu termasuk TNI,”  tandas Deny Hermana pada apel gelar pasukan di Mapolres Pangkep, (30/6/2014).

Kapolres Pangkep berharap kepada anggotanya agar betul-betul menjaga dan mengawal pemilihan presiden yang berlangsung 9 Juli 2014. Ini penting demi terciptanya pemilihan yang berkualitas sebagai bagian dari demokrasi di negeri ini.

“Semua Kapolsek diharapkan mengoptimalkan peran masing-masing. Maksimalkan peran serta Gakumdu dalam mengawal dan menerima laporan pelanggaran pemilu sehingga, netralitas polisi betul-betul terjaga,” pinta Deny Hermana.

Sumber Metropol menyebutkan, setidaknya 488 personel dilibatkan dalam pelaksanaan pemilihan presiden, 9 Juli 2014. Sekitar 320 personel ditempatkn di TPS masing-masing.

Dari 606 TPS yang tersebar di Kabupaten Pangkep termasuk di wilayah kepulauan dan pegunungan, sebanyak 124 TPS diantaranya dianggap rawan. Rawan karena akses dan kondisi geografis yang jauh. Namun, pihak Polres Pangkep tetap melakukan upaya maksimal mengantisipasinya. Personel Polres Pangkep disiapkan 7 hari sebelum hari H,” ungkap Kabag Humas Polres Pangkep, AKP Edy. (Bis)

Karate Membentuk Moral dan Mental Yang Kuat

Jakarta, Metropol - Bertempat di gedung serba guna Sapras Polri Cipinang Jakarta Timur, Jumat 6 Juni yang lalu dilangsungkan  pelantikan pengurus cabang Perguruan Karate Do Tako (Tangan kosong) Indonesia untuk wilayah Jakarta Timur.

Dalam acara pelantikan pengurus tersebut juga ditampilkan berbagai atraksi dari dari peserta perguruan Karate Do Tako, seperti atraksi memecah genting semen dan balok dengan tangan kosong. Serta atraksi menarik lainnya seperti pertandingan/peragaan jurus-jurus dari sejumlah peserta. Peragaan-peragaan jurus tersebut dilakukan tidak hanya oleh peserta dewasa tetapi juga peserta anak-anak dari berbagi tingkatan sabuk.

Sebagai salah satu pembina Perguruan Karate Do Tako (Tangan kosong), Irjen Pol Drs Tubagus Anis Angkawijaya, yang saat ini menjabat Assapras Kapolri mengatakan, peran sertanya dalam kegiatan pembinaan Karate Do Tako ini merupakan salah satu wujud perpolisian masyarakat.

“Di Jakarta Timur khususnya sekitar Sapras Polri Cipinang ini cukup banyak peserta yang ikut perguruan karate do ini, baik masyarakat umum maupun anggota Polri sendiri. Maka ketika saya diminta untuk menjadi pembinanya ya saya terima dengan senang hati,” ucap Anis, harapan Anis, perguruan Karate do “Tako” yang dibinanya ini akan semakin maju dan berkembang di masa akan datang.

Revolusi Mental

Anis menambahkan, olahraga karate adalah salah satu olahraga yang mampu membentuk moral dan mental yang kuat bagi generasi muda serta anak-anak pada khususnya. Selain itu  dengan oleh raga karate akan membentuk jiwa sportivitas bagi anggotanya, sehingga lanjut Anis revolusi mental yang saat ini sedang digaung-gaungkan akan benar-benar bisa diwujudkan melalui salah satunya olahraga karate ini, dengan demikian Indonesia kelak akan mampu melahirkan generasi-generasi penerus yang bermoral tinggi serta bermental baja.

Selaku Pembina perguruan Karate Do “Tako”, olahraga karate bagi Anis memang sudah tidak asing lagi. Sejak kecil hingga menginjak remaja dan dewasa olah raga yang digelutinya adalah karate. Bahkan beberapa kali juga sempat meraih prestasi. Hingga sekarang ia pun masih terus mengikuti perkembangan olah raga yang mampu membangkitkan nyali personal ini. 

“Dulu saya memang suka Judo, karate. Makanya badan sekarang tetap seperti ini (sedang/proporsional). Tapi sekarang sudah tidak aktif lagi. Kini cukup jadi pembinanya saja. Namun tetap selalu mengikuti perkembangan olah raga karate ini,” ujar Anis menutup perbincangan dengan Metropol. (Baso Susanto)

Senin, 04 Agustus 2014

Polri Luncurkan e-KTA Pantau Transaksi Keuangan Personel

Jakarta, Metropol - Mabes Polri meluncurkan program yang menggandeng dua bank plat merah, BRI dan Mandiri. Program tersebut berupa Kartu Tanda Anggota elektronik (e-KTA), yang juga berfungsi untuk mengawasi sebagai transaksi keuangan personel Polri.

"Itu adalah bagian upaya yang dilakukan institusi Polri untuk mengawasi seluruh transaksi yang ada, sehingga transaksi itu terukur semuanya, dari transaksi yang ada di bank itu," kata Kapolri Jenderal Sutarman usai penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dengan Bank Mandiri dan BRI di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, pekan lalu.

KTA elektronik merupakan embrio dari single identity number. Selain menampung seluruh gaji personel Polri, di dalam kartu tersebut juga terdiri dari riwayat serta identitas pemilik kartu.

Ke depan, kartu yang menggunakan chip ini dilengkapi dengan data sidik jari. Bagi Polri, kartu tersebut juga selain riwayat keanggotaan juga meliputi nomor registrasi senjata.

Apakah artinya personel Polri tidak boleh memiliki akun Bank lain selain dua Bank yang dikerjasamakan?

"Kita harapkan, kita imbau kesana, nanti lama-lama kalau seluruhnya sudah, jadi bukan hanya memuat di rekeningnya Bank Mandiri, kita memuat semua perbankan," jawab Sutarman.

KTA elektronik untuk saat ini baru berlaku untuk jajaran Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dan bertahap ke tingkat Polda. Termasuk mereka yang bertugas di perbatasan. (Kamal)

Letjen TNI Gatot Nurmantyo Resmi Menjabat Sebagai Kasad

Jakarta, Metropol - Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah resmi menerima tugas dan tanggung jawab jabatan yang baru sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) menggantikan Jenderal TNI Budiman, setelah Presiden Susilo Bambang Yudoyono menjatuhkan pilihannya kepada Letjen TNI Gatot Nurmantyo selaku “Nahkoda” baru Angkatan Darat. Acara serah terima jabatan Kasad ini dilaksanakan setelah acara pelantikan Kasad oleh Presiden RI yang dilaksanakan pada hari  yang sama di Istana Negara, Jumat (25/7).

Dalam upacara serah terima jabatan tersebut bertindak selaku inspektur upacara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, bertempat di Lapangan upacara Mabes Angkatan Darat, Jl Veteran No.5 Jakarta Pusat, Letjen TNI Gatot Nurmantyo sebelumnya  menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Jenderal TNI Budiman selanjutnya akan memasuki persiapan masa pensiun.

Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan pergantian kepemimpinan TNI AD merupakan bagian dari pembinaan personel TNI, sebagai suatu hal yang biasa dari proses regenerasi dan tidak terkait dengan kepentingan politik serta untuk tidak dipolitisasi.

Lebih jauh Panglima menyampaikan esensi pergantian kepemimpinan TNI AD sesungguhnya adalah tradisi untuk dapat meneruskan kemajuan sebagai kesinambungan dari hasil yang telah dicapai oleh kepemimpinan sebelumnya. Kesinambungan itu harus menjadi kata kunci bagi pembinaan kekuatan dan kemampuan, yang menjadi domain TNI AD, dalam rangka mewujudkan gelar kekuatan yang aplikatif, baik kekuatan terpusat maupun kekuatan kewilayahan, katanya.

Kasad yang baru, lahir di Tegal, Jawa Tengah 13 Maret 1960, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982, dan mengawali karier militernya sebagai Danton MO.81 Kiban Yonif 315/Garuda, Dankipan B Yonif 320/Badak Putih, Dankipan C Yonif 310/Kidang Kancana, Kaurdal Denlatpur, Wadan Yonif 516/CY Dam V/Brw, PS Kasi-2/Ops Korem 174/Anim Ti Waninggap Merauke-Papua, Danyonif 731/Kabaresi, Dandim 1707/Merauke, Dandim 1701/Jayapura, Sespri Wakasad, Danbrigif 1/PIK Jaya Sakti, Asops Kasdam Jaya, Danrindam Jaya, dan Danrem 061/Suryakencana (2006-2007).

Adapun jabatan strategis di jajaran TNI Angkatan Darat yang pernah diembannya yaitu sebagai Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Komandan Kodiklat TNI AD (2011-2013), Pangkostrad (2013-2014), dan sekarang menjabat KASAD.

Selain menjabat Kasad Letjen TNI Gatot Nurmantyo juga mendapat kepercayaan menjabat sebagai Ketua Umum PB FORKI periode 2014-2018. (Kamal/Dispenad)

Senin, 19 Mei 2014

Muhammad Ramdhan Pomanto: Korupsi PDAM di Makassar Dapat Menjadi Pembelajaran

Makassar, Metropol - Walikota Makassar terpilih, Muhammad Ramdhan Pomanto mengaku tidak mengetahui secara detail kasus korupsi yang menjerat Walikota Makassar sebelumnya, Ilham Arief Sirajuddin. Ramdhan dilantik menjadi Walikota menggantikan Ilham Arief Sirajuddin Kamis (8 Mei 2014).

Meski tidak mengetahui kasus yang menjerat Walikota sebelumnya, tapi dia berharap, kasus dugaan korupsi terkait kerjasama PDAM dengan Pemkot itu dapat menjadi pembelajaran.

"Ini pelajaran yang menarik buat Makassar. Terutama dalam pemberantasan korupsi," kata Ramdhan.

Dia mengungkapkan, salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi lagi adalah dengan mengedepan transparansi.

"Semua nanti kerja sama akan datang harus transparan. Semua pihak harus terlibat dan kita harus buka seluas-luasnyanya," paparnya.

Selain itu, Ramdhan juga berharap akan ada kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam hal supervisi. "Saya minta supervisi dari KPK. Kalau perlu ada ruangan KPK disitu. Untuk mengikuti kami, kira-kira ya terserah, apa 6 bulan, satu tahun, untuk mendampingi kami. Mengawal, ada ruangannya disitu, saya akan segera membuat surat untuk itu," jelasnya.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan juga Dirut PT Traya Tirta, Hengki Widjadja sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait kerjasama kelola dan transfer untuk instalasi PDAM Kota Makassar.

Keduanya diduga melanggar pasal melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP. (AA Asmat)

Upah Tenaga Kerja di Blitar Masih Dibawah UMK

Blitar, Metropol - Sedikitnya 50 orang yang tergabung dalam Serikat Buruh Merdeka (SBM) Blitar, gelar aksi demo di perempatan Lovi Kota Blitar. Aksi yang digelar pada Kamis pagi (1/5) sekitar pukul 10.00 tersebut dalam rangka memperingati hari Buruh Internasional. Dalam aksinya, selain membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat, mereka juga membawa poster yang berisikan berbagai macam tentutan terkait tenaga kerja di Indonesia maupun buruh migran. 

Dikatakan Nanik Harianti, koordinator aksi, bukan hanya hari buruh Internasional yang oleh Pemerintah dijadikan sebagai hari libur Nasional. Namun masih banyak tuntutan lainnya yang mendasar, hingga saat ini belum terpenuhi, yakni upah yang layak, buruh tetap, hapus outsourcing, jaminan sosial, stop premanisme terhadap kaum buruh, cabut pelarangan pendirian serikat buruh, dan perlindungan hak-hak buruh migran. 

Lebih jauh Nanik menyampaikan, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo melalui Peraturan Gubernur Jatim Nomor 78 Tahun 2013, tentang upah minimum (UMK) Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Peraturan Gubernur Jatim tersebut mulai berlaku efektif per 1 Januari 2014. Namun menurutnya, hingga saat ini pemerintah Kabupaten/Kota Blitar dinilai belum melaksanakan Peraturan Gubernur Jatim Nomor 79 Tahun 2013. Pasalnya saat ini masih banyak tenaga kerja baik honorer GTT/PTT dan buruh masih mendapatkan honor jauh dibawah UMK. Sesuai Peraturan Gubernur Jatim tersebut UMK Kota/Kabupaten Blitar pada tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp 1.000.000, namun para buruh dan tenaga honorer masih mendapatkan upah Rp. 400 ribu hingga Rp. 600 ribu.

“Pemerintah Kota/Kabupaten Blitar tidak melakukan langkah-langkah untuk menyikapi pelanggaran. Demikian juga aparat penegak hukum juga tampak tidak berkutik terhadap realita yang ada. Ini Konyol,” ungkap Nanik disela-sela aksi demo buruh.

Sementara Fajri Shoba, aktivis Ratu Adil mengatakan, terkait pelanggaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) bisa dikenai sangsi pidana. Hal tersebut disampaikan Fajri telah melanggar Undang-undang Nomor 13 tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan, yakni pasal 90 ayat (1), pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Dan pasal 185 ayat (1), pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun, dan/atau denda paling sedikit Rp. 100 juta dan paling banyak Rp. 400 juta.

Lebih lanjut Fajri menyampaikan, terkait pelaksanaan UU RI Nomor 40 Tahun 2004, tentang Sitem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang ketentuannya diatur melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ), dinilai hanya merugikan rakyat. Pasalnya BPJS buakan jaminan Sosial yang bias mensejahterakan rakyat, namun BPJS hanya sekedar Asuransi Sosial. Untuk itu Fajri menuntut agar UU RI Nomor 40 Tahun 2004, tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) segera direvisi.

Selain revisi BPJS, Fajri juga menuntut agar menyeret, menangkap dan mengadili pengusaha atau perusahaan nakal yang memberikan upah dibawah UMK, hapus sitem Kerja Kontrak dan Outsourcing, berlakukan upah minimum sesuai ketentuan serta berikan jaminan keselamatan dan perlindungan hokum bagi buruh migrant. (IP/FJR)

Tombolo Masuk Bidikan KPK

Pangkep, Metropol - Memang sungguh memprihatinkan. Meski sejak tahun 2006 silam, proyek pembangunan jaringan irigasi (bendung) Tombolo Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan yang diduga “bermasalah” dan menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar 40 miliar rupiah lebih. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal ditindaklanjuti. Pihak Kepolisian Daerah Sulselbar terkesan tak punya nyali dan dinilai “lamban” dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi miliaran rupiah tersebut. “Ada apa gerangan, “sehingga kasus dugaan korupsi proyek bendung Tombolo tidak tuntas..?  Kondisi riel ini menimbulkan pertanyaan masyarakat.

Abdul Salam Usman, Kini, Alhamdulillah, selain kasus dugaan korupsi PDAM Makassar. Dimana  mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK juga memberi perhatian pada enam kasus yang ditangani Polda Sulsel. Keenam kasus ini sementara dalam koordinasi supervise kedua lembaga penegak hukum ini.

Dari data yang dihimpun Metropol, ada enam kasus yang dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tiga kasus diantaranya berada dalam kordinasi supervisi KPK yaitu, kasus dugaan korupsi Proyek pembangunan Jaringan irigasi (bendung) Tombolo Kabupaten Pangkep, tahun 2009, proyek pembangunan jaringan irigasi di Kabupaten Bone yang menetapkan Andi Irsan Galigo sebagai tersangka serta dugaan penyimpangan alokasi dana dari Pemkot Makassar tahun 2006, 2009 dan 2010 di Rumah Potong Hewan (RPH) Pemkot Makassar.

Hal ini dibenarkan Ketua KPK, Abraham Samad saat berada di Makassar beberapa waktu silam. Menurutnya, kasus yang dimaksud masuk dalam pemantauan khusus KPK. “Kita lakukan pemantauan khusus terhadap kasus tersebut,” ungkap Abraham Samad.

Ironisnya lagi, kata pemerhati Anti Koprupsi yang juga dikenal sebagai pendiri LSM Lembaga Penuntut Keadilan & Hak Azasi Manusia Republik Indonesia, Abdul Salam Usman, berdasarkan hasil penyidikan Polda Sulselbar setidaknya mantan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pangkep, Ir. Ismounandar, M.Si yang saat ini menjabat Kepala BPBD Makassar bersama mantan Kepala Bidang Pengairan  Dinas PU Kabupaten Pangkep Zainuddin Nur, ST telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun kenyataannya Ismounandar bersama Zainuddin Nur tetap saja berkantor. 

Proyek pembangunan jaringan irigasi (bendung) Tombolo yang memperoleh kucuran dana APBN, DAU serta dana Stimulus. Pelaksanaan pekerjaannya terindikasi tidak melalui proses tender,  melainkan diarahkan ke PT Patriotjaya Pratama Makassar yang seakan-akan sebagai pemenang tender. 

Rumor berkembang, bahwa ada upaya rekayasa seakan-akan proyek pengairan tersebut dilakukan melalui proses tender (lelang) dan diikuti 5 (lima) perusahaan masing-masing, PT Patriotjaya Pratama, PT Modal Utama, PT Herba Sari, PT Multi Engka Utama dan PT Bumicon. Ironisnya, ke lima perusahaan yang direkayasa sebagai peserta tender diwajibkan menyetor 100 juta rupiah untuk biaya pengacara. Sontak saja perusahaan yang direkayasa sebagai peserta lelang “memprotes” dan enggan menyetor kewajiban yang telah ditetapkan sebesar 100 juta rupiah.

Kepala Dinas PU Kabupaten Pangkep/panitia lelang dinilai melanggar peraturan pemerintah Nomor : 5 tahun 1999, pasal 22 tentang persaingan usaha tidak sehat. Putusan tersebut dikeluarkan KPPU melalui sidang pembacaan putusan perkara Nomor : 03/KPPU-1/2010 tentang tender (paket satu) pengadaan konstruksi bendung Tombolo yang digelar Jum’at tanggal 30 Juli 2010.   

Dalam sidang KPPU yang dihadiri ketua majelis komisi Ahmad Ramadhan Siregar beserta anggota komisi AM. Tri Anggraini dan Erwin Syahrir, diputuskan delapan terlapor yaitu PT Patriotjaya Pratama (terlapor 1), PT Modal Utama (terlapor II), PT Herba Sari (terlapor III), PT Multi Engka Utama (terlapor IV), PT Bumicon (terlapor V), panitia lelang bidang pengairan Dinas PU dan tata ruang Kabupaten Pangkep tahun anggaran 2009 (terlapor VI), pejabat pembuat komitmen Zainuddin Nur (terlapor VII) serta Kepala Dinas PU Kabupaten Pangkep Ir. Ismounandar (terlapor VIII) dinyatakan melakukan pelanggaran dengan persekongkolan untuk memenangkan terlapor 1 sebagai pemenang lelang.

Bahkan, KPPU merekomendasikan kepada Bupati Pangkep untuk memberikan sanksi administratif kepada terlapor VI, VII dan VIII. Sedang dalam keputusannya, KPPU meminta agar terlapor 1 di-black list untuk dilarang mengikuti tender di seluruh wilayah hukum Republik Indonesia. Sedang terlapor II, III, IV dan V di-black list untuk tidak boleh mengikuti tender selama satu tahun di seluruh wilayah hukum Republik Indonesia. 

Komisi pengawas persaingan usaha menghukum terlapor 1 untuk membayar denda satu miliar rupiah yang harus disetor ke kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran bidang persaingan usaha.

Menurut pemerhati Anti korupsi, Abdul Salam Usman, dengan adanya putusan KPPU Nomor : 03/KPPU-I/2010, sudah jelas telah memenuhi unsur-unsur merugikan keuangan Negara, dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Semoga pihak Kepolisian Daerah Sulselbar masih punya “nurani” dengan tetap memberikan perhatian khusus dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi yang terindikasi menimbulkan kerugian keuangan Negara miliaran rupiah tersebut. (Bis)

SKPD Kabupaten Takalar Harus Capai Target

Takalar, Metropol - Bupati Takalar DR. H. Burhanuddin Baharuddin, SE, M.Si, memberikan Warning kepada Pimpinan SKPD yang belum mencapai target realisasi kegiatan pada triwulan I tahun anggaran 2014. Hal tersebut diungkapkan pada saat memimpin Rapat Monitoring yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kab. Takalar, Selasa, 22 April 2014. Rapat  Monitoring turut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Unsur Muspida, para Kepala SKPD dan pimpinan Instansi Vertikal.

Kepala Bappeda diwakili Sekretaris Drs. Faisal Sahim, MM saat melaporkan  mengatakan bahwa tujuan rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Kabupaten Takalar Triwulan I untuk mengetahui  prosentase capaian yang telah dilaksanakan sampai akhir triwulan I.

Bupati Takalar menegaskan kepada para pimpanan SKPD lingkup pemerintah Kabupaten Takalar dan instansi Vertikal agar melaporkan hasil realisasi pelaksanaan kegiatan setiap bulannya paling lambat 5 hari setelah bulan yang bersangkutan berakhir.

Tahun 2014 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2012-2017 Kabupaten Takalar, untuk itu beliau berharap agar pelaksanaan Rapat monitoring triwulan I, para Kepala SKPD dan instansi vertical diminta penjelasan secara lengkap kegiatan yang telah dilaksanakan. Berkoordinasi tentang kendala yang dihadapi atau kiat-kiat jika telah diperoleh capaian yang melampaui target. Dan khusus pengelolaan dana yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan sumber lainnya, supaya dijelaskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang  bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam laporannya, para pimpinan SKPD kepada Bupati, bahwa rata-rata capaian SKPD sampai akhir triwulan I pertama dari semua program kegiatan sebagai berikut : Bidang Pendidikan sebesar 3,71%,  Bidang Kesehatan, Dinas Kesehatan 11,68%, Kantor RSUD 20.0%, Pekerjaan Umum 1,19%, Perencanaan Pembangunan 7,40%, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika 11,70%, Dinas Kebersihan Lingkungan 11,98%, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4,98%, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kepariwisataan 25,12%, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran 18,91%, Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan, Perindustrian dan ESDM 5,17%, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik 6,21%, Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Dan Perindungan Masyarakat 13,33%, OTDA, Pemerintahan Umum, Adm. KEUDA, Perangkat Daerah Kepegawaian dan Persandian : Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Penanaman Modal 7,74%, Sekretariat DPRD 11,0%, Inspektorat Kabupaten 20,24%, Badan Pengelola Keuangan Daerah 25,99%, Dinas Pendapatan Daerah 9,89%, Kec. Pattallassang 14,70%, Kec. Polombangkeng  Selatan 16,15%, Kec. Galesong Utara 7,46%, Kec. Galesong 24,38%, Badan Kepegawaian , Pendidikan dan Pelatihan Daerah 18,38%, Kantor Ketahanan Pangan 11,51%, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa dan Kelurahan 4,97%, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah 14,12%, Dinas Pertanian dan Kehutanan 6,86%, Dinas Perikanan dan Kelautan 9%, dari sekitaran  prosentase rata-rata. Capaian ini menandakan bahwa pelaksanaan pembangunan di SKPD berjalan baik. 

Pada kesempatan ini kembali Bupati menegaskan, bagi SKPD yang belum mencapai target realisasi agar lebih berpacuh lagi mengerjakan program yang belun terlaksana untuk menyelesaikan tepat waktu.di akhir sambutannya beliau mengharapkan agar rapat monitoring ini  mendapat perhatian bagi SKPD dan seluruh Kepala Instansi Vertikal. Beliau juga meminta kepada seluruh SKPD untuk mengambil langkah-langkah optimal dalam memacu kegiatan terkhusus kegiatan fisik yang memerlukan proses pelelangan agar tetap mematuhi setiap peraturan yang berlaku tentang pengelolaan keuangan Daerah dalam menjalankan program dan kegiatannya. (Sudirman/AA Asmat)

Penyampaian Laporan Ketua Pansus DPRD Matra Terhadap (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2013

Mamuju Utara, Metropol - Memimpin rapat sidang paripurna DPRD  Wakil Ketua II  Uksin Djamaluddin, menyampaikan bahwa hasil laporan Pansus DPRD terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah tahun 2013 yang di bacakan ketua pansus Ridwan Ali,SE, untuk penyempurnaan hasil kerja pansus terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Daerah, 

Uksin selaku pimpinan sidang juga menyampaikan, “atas kerjasamanya dan bekerja keras panitia khusus DPRD dalam membahas LKPJ kepala Daerah tahun 2013 yang telah menghasilkan keputusan DPRD sebagai Rekomendasi atas LKPJ kepala Daerah tahun 2013. Semoga berhasil setiap pekerjaan yang telah di laksanakan Dewan yang terhormat,” tandasnya. (Udin Virgo) 

Rapat Paripurna DPRD Bersama Pemda Mamuju Utara

Mamuju Utara, Metropol - Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamuju Utara, No 3 tahun 2014, tentang hasil pembahasan DPRD Matra, terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Mamuju Utara (Matra) tahun 2013, yang dipimpin oleh ketua DPRD Matra H. Yaumil RM, selaku pemimpin sidang rapat diruang paripurna istimewa.

Bupati Matra H. Agus Ambo Djiwa Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2013 tentang pertumbuhan Ekonomi mencapai sekitar 14 hingga 16 persen . Hal ini disampaikan dihadapan rapat Paripurna DPRD  tentang penyerahan LKPJ tahun 2013 di ruang sidang umum DPRD.

Ketua DPRD Matra H. Yaumil RM menegaskan, Agenda rapat Paripurna ini yakni, penyerahan LKPJ Kepala Daerah (Bupati)  tahun 2013 dan penandatanganan berita acara LKPJ tahun 2013 dari pemerintah ke DPRD.  

H. Agus Ambo Djiwa menambahkan, struktur prekonomian di Matra masih didominasi sektor pertanian, sebesar 40,58 persen, lebih tinggi di banding sektor industri yang hanya sekitar 35,18 persen. Sementara pada sektor jasa hanya 12,84 persen. Dan Pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 14 hingga 16 persen ditahun 2013, Pertumbuhan ini masih didomonasi sektor pertanian ungkapnya. (Udin Virgo) 

  
Penandatanganan Berita acara dan penyerahan LKPJ tahun 2013 kepada Kepala Daerah, oleh Wakil ketua DPRD Matra  H.Lukman Said, kepad Bupati Matra  H.Agus Ambo Djiwa.

Program Betonisasi Tidak Sesuai Dengan Bestek

Maros Metropol - Sejak Pencanangan Program Betonisasi di Kabupaten Maros pada tahun 2013, pembangunan betonisasi sudah mencapai jarak 103 km. Tahun 2014 mencapai jarak 145 km. Ini bukti nyata yang dilakukan oleh Bupati Maros Ir. H.M. Hatta Rahaman, MM. Banyaknya penghargaan yang di raihnya antara lain Piala Adipura, Aditya Mandiri, dan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang di berikan oleh BPK RI Makassar kepada Bupati Maros pada pencapaian Peningkatan  Keuangan Daerah  pada tahun 2013. 

Dalam  Hal ini sudah mencapai 70%,  pembangunan  perbaikan jalan di tingkat dusun dan desa yang ada di Kabupaten Maros terlaksana. Ironisnya  pekerjaan perbaikan jalan ke dusun dan desa banyak yang tidak sesuai dengan "Bestek", temuan Tim Metropol dari banyaknya dusun dan desa di Kabupaten Maros, pada awal pelaksanaan pekerjaan jalan yang berlubang hanya di timbun saja, dan tidak melukakan pendasaran tanah atau di Walas. 

Pemasangan papan selop yang mempunyai ukuran ketebalan jalan beton 12 cm, tidak memiliki rangka besi sebagai penopang untuk memperkuat ketahanan jalan beton tersebut. Pada pelaksanaan pengecoran tim pengawas dari Dinas PU Maros, dan masyarakat cuman diam melihat pekerjaan jalan beton yang tidak memiliki rangka besi. Apakah pekerjaan jalan beton ke dusun dan desa tidak sesuai dengan bestek atau asal jadi saja, atau tunggu episode ke dua? Masyarakat senang dan bahagia, tapi di Dusun Borong Kirasa Kecamatan Mandai, dan Dusun Sikapaya Kecamatan Bontoa, masih butuh perhatian dan uluran tangan, untuk melihat kondisi jalan, sarana air minum yang belum memadai, "kami minta pak...jangan tebang pilih dan di anak tirikan. Kami perlu diperhatikan juga,” ungkap warga.

Tim Metropol menemuai Kepala Dinas PU Maros Drs.Abdul Salam, tidak pernah ada diruang kerjanya. Masyarakat yang ada di Dusun Borong Kirasa hanya melalui akses jalan yang di bangunan berdasarkan swadaya,dan Dusun Sikapaya Kecamatan Bontoa sudah tiga puluh tahun jalannya rusak parah dan sarana air minum pun belum terpenuhi. Mereka meminta pemerintah memberikan bantuan berbaikan pembangunan jalan melalui program betonisasi di Kabupaten Maros. (Yogi BT)

Perseteruan Berujung Maut Ratusan Warga Duduki Mapolres Berau

Berau, Metropol - Kasus pengeroyokan  yang terjadi pada Rabu malam (07/05), tepatnya di jalan Murjani Tanjung Redeb, Berau  berujung maut, dimana salah seorang pemuda yang berinisial RD, tewas, mengundang reaksi ratusan persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), (8/05) sekitar pukul 02.00. menduduki Markas Kepolisian Polres Berau, sambil membawa senjata  tajam berupa mandaw, tombak, dan sumpit.

Kedatangan ratusan massa dan tokoh adat PDKT ke Mapolres, tak lain hanya ingin mempertanyakan dan mengklarifikasi sejauh mana penanganan kasus pengeroyokan tersebut, dan mereka (PDKT) minta kepada aparat kepolisian saat itu, kalau memang pembunuh tersebut sudah di tangkap, mereka minta  agar pelaku dikeluarkan dari tahanan, mereka telah membunuh keluaga kami, “Hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa,”  ungkap  PDKT di halaman Polres Berau.

Keadaan di luar halaman Polres semakin memanas, di mana massa PDKT, yang sudah tidak sabar menunggu kepastian hukuman bagi pelaku, akhirnya bisa diredam setelah salah satu tokoh masyarakat Dayak, bersama Bupati Berau yang didampingi Kapolrers Berau menyampaikan hasil pertemuan sesepuh mereka dengan pihak Kepolisian.

Salah seorang tokoh Adat dayak Yambit, di hadapan ratusan pemuda PDKT menyampaikan hasil pertemuan dimana dalam pertemuan yang di gelar diruang pertemuan Polres Berau, dihadapan 24 pemuka adat dayak bersepakat dengan pihak Polres dan pemerintah untuk kasus ini, kita lakukan dengan denda Adat, dan hukuman bagi pelaku tetap berjalan. Harapan yang di sampaikan Yambit selaku tokoh adat dayak agar kasus ini jangan sampai terulang lagi, Kabupaten Berau aman dan kondusif, kami berharap daerah yang kondusif ini jangan dikotori dan di nodai, masyarakat dayak adalah masyarakat yang cinta kedamaian. Olehnya itu selaku tokoh masyarakat dayak meminta kita semua tetap bersabar, sambil menunggu hasil pertemuan nanti dengan pihak Kapolda yang kebetulan datang bersama kita di Kabupaten Berau apa yang menjadi keputusan  bersama.

Ditempat yang sama Bupati Berau Makmur Hapk, mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum RD, Bupati menyadari betapa sedihnya pihak keluarga yang ditinggalkan, kami selaku Bupati mengucapkan terimah kasih yang setinggi-tingginya terhadap tokoh masyarakat dayak yang bisa dan mampu mengatasi persoalan ini, tanpa adanya kekerasan.

Kapolres Berau juga minta kepada masyarakat agar marilah kita jaga Kabupaten Berau ini agar tetap aman dan kondusif, tanpa adanya tokoh masyarakat dan semua warga masyarakat Berau Kepolisian tidak bisa berbuat apa apa,  untuk si pelaku, kami dari kepolisian yang  bekerja keras satu kali 24 jam, suda kami tangkap dan kami amankan di Mapolda Kaltim, hal ini di lakukan oleh pihak Kepolisian agar menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Untuk pelaku kami akan proses sesuai hukum yang berlaku, dari beberapa penyampaian yang telah dan menjadi kesepahaman bersama, ahirnya dapat meredam dan menyulutkan emosi pemuda PDKT. Merekapun hari itu juga bisa di bubarkan oleh sesepuh mereka dan kembali dengan damai.

Beredarnya isu yang menyesatkan melalui lisan dan informasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, Polres Berau menghimbau agar masyarakat jangan percaya dengan isu yang beredar, Polres Berau jamin berau aman dan kondusif seperti biasa. “Kami menghimbau juga kepada semua warga  masyarakat agar tetap melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Kapolres. (Sofyan) 

Luapan Banjir Limbah Beracun Lumpuhkan Kebun Masyarakat Birang

Berau. Metropol - Lagi masyarakat Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Pada 08 Mei, sekitar pukul 07 malam dikejutkan  meluapnya  lumpur limbah beracun yang di kirim salah satu anak perusahaan PT Berau. 

Dari keterangan beberapa Warga masyarakat setempat kejadian ini bukan baru ini terjadi. Namun pada tahun lalu tepatnya 2013 Lumpur limbah yang sama juga meluap. Akibatnya tanaman berupa buah buahan tak dapat di panen karna tercemar limbah. Kini terulang lagi, bahkan lebih dahsyat, karena kiriman limbah kali ini meluap hingga ke jalan, “akibat peristiwa ini kami minta perusahaan tambang mengganti kerugian  kebun kami yang rusak akibat tercemar limbah,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu dari hasil pengamatan beberapa awak media yang turun ke lokasi setempat, Limbah yang menggenangi kebun masyarakat melalui anak sungai di perkirakan sungai besar yang berada di Birang ikut tercemar limbah. Hal ini kalau air sungai tersebut di konsumsi. Bisa di duga masyarakat sekitar terkenah dampak limbah tersebut, yang menjadi pertanyaan juga terjadi hal ini akibat kecorobohan  pihak perusahaan yang di duga tidak melakukan pengamanan (sefty) di lapangan, masaalah penanganan limbah, sehingga hal serupa terjadi, dan kalau seperti ini terus menerus dan di biarkan saja, lambat laun  bukan hanya masyaakat Kampung Birang  yang terjangkit penyakit limbah, seluruh masyarakat yang ada di Tanjung, karena air sungai Birang bermuara ke sungai Segah yang  berada di Tangjung Redeb.

Terkait masaalah lumpur limbah yang kerap mengancam kehidupan masyarakat, Humas PT. Berau Coal, Arif Hadianto yang ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini menjelaskan,  perusahaan bisa memaklumi dan memahami apa yang terjadi di kampung Birang, penyebab dari semua ini dikarenakan perusahaan sedang membangun konstruksi Water monitoring point (WMP) 32 yang berada dikawasan tambang, namun dalam kenyataannya di luar dugaan terjadi curah hujan yang sangat tinggi, akibat curah hujan tersebut proses kontruksi WMP 32 yang sedang di bangun belum bisa penampung air hujan tadi, sehingga seperti beginilah keadaannya, banjir limbah bercampur lumpur masuk kedaerah kebun masyarakat. Intinya, menurut dia perusahaan tetap melakukan hal yang terbaik, berupa meminimalisir dampak yang terjadi yaitu, mempercepat kontruksi WMP 32, pembangunan water monitoring point sempat terkendala karena di klem masyarakat atas tanah yang ada di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Perusahaan bisa saja berdalih atas pembuatan dan pembangunan water monitoring Point yang di klem sementara di bangun, Namun kenyataannya tetap saja terjadi yang namanya luapan  limbah, Fakta kejadian yang terjadi pada tahun 2013 banjir telah melumpuhkan kebun akibat tidak menampungnya water monitoring point 29 yang di bangun tahun lalu. Namum buktinya jebol juga sekarang perusahaan dengan berdalih sedang melakukan pembangunan WMP 32, apakah bisa mengatasi persoalan yang sudah dua kali terjadi?, kita tunggu saja buktinya.  (Sofyan)