Pangkep, Metropol - Kalau ada Kapolres Jajaran Polda Sulsel yang paling getol memerintahkan anggotanya agar tidak lalai dalam melaksanakan tugas mengawal dan menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan pemilihan presiden. Dia adalah Kapolres Pangkep, AKBP Deny Hermana, S.Ik.M.Si.
“Saya tidak ingin melihat anggota lalai dalam pemilihan Presiden RI. Setiap anggota (Polisi) jajaran Polres Pangkep harus mengawal TPS pada saat pencoblosan,” imbuh Kapolres Pangkep AKBP Deny Hermana.
“Saya ingin para personel betul-betul bisa mobile, membangun komunikasi intensif dengan seluruh jajaran pelaksana pemilu termasuk TNI,” tandas Deny Hermana pada apel gelar pasukan di Mapolres Pangkep, (30/6/2014).
Kapolres Pangkep berharap kepada anggotanya agar betul-betul menjaga dan mengawal pemilihan presiden yang berlangsung 9 Juli 2014. Ini penting demi terciptanya pemilihan yang berkualitas sebagai bagian dari demokrasi di negeri ini.
“Semua Kapolsek diharapkan mengoptimalkan peran masing-masing. Maksimalkan peran serta Gakumdu dalam mengawal dan menerima laporan pelanggaran pemilu sehingga, netralitas polisi betul-betul terjaga,” pinta Deny Hermana.
Sumber Metropol menyebutkan, setidaknya 488 personel dilibatkan dalam pelaksanaan pemilihan presiden, 9 Juli 2014. Sekitar 320 personel ditempatkn di TPS masing-masing.
Dari 606 TPS yang tersebar di Kabupaten Pangkep termasuk di wilayah kepulauan dan pegunungan, sebanyak 124 TPS diantaranya dianggap rawan. Rawan karena akses dan kondisi geografis yang jauh. Namun, pihak Polres Pangkep tetap melakukan upaya maksimal mengantisipasinya. Personel Polres Pangkep disiapkan 7 hari sebelum hari H,” ungkap Kabag Humas Polres Pangkep, AKP Edy. (Bis)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar