Jakarta, Metropol - Bertempat di gedung serba guna Sapras Polri Cipinang Jakarta Timur, Jumat 6 Juni yang lalu dilangsungkan pelantikan pengurus cabang Perguruan Karate Do Tako (Tangan kosong) Indonesia untuk wilayah Jakarta Timur.
Dalam acara pelantikan pengurus tersebut juga ditampilkan berbagai atraksi dari dari peserta perguruan Karate Do Tako, seperti atraksi memecah genting semen dan balok dengan tangan kosong. Serta atraksi menarik lainnya seperti pertandingan/peragaan jurus-jurus dari sejumlah peserta. Peragaan-peragaan jurus tersebut dilakukan tidak hanya oleh peserta dewasa tetapi juga peserta anak-anak dari berbagi tingkatan sabuk.
Sebagai salah satu pembina Perguruan Karate Do Tako (Tangan kosong), Irjen Pol Drs Tubagus Anis Angkawijaya, yang saat ini menjabat Assapras Kapolri mengatakan, peran sertanya dalam kegiatan pembinaan Karate Do Tako ini merupakan salah satu wujud perpolisian masyarakat.
“Di Jakarta Timur khususnya sekitar Sapras Polri Cipinang ini cukup banyak peserta yang ikut perguruan karate do ini, baik masyarakat umum maupun anggota Polri sendiri. Maka ketika saya diminta untuk menjadi pembinanya ya saya terima dengan senang hati,” ucap Anis, harapan Anis, perguruan Karate do “Tako” yang dibinanya ini akan semakin maju dan berkembang di masa akan datang.
Revolusi Mental
Anis menambahkan, olahraga karate adalah salah satu olahraga yang mampu membentuk moral dan mental yang kuat bagi generasi muda serta anak-anak pada khususnya. Selain itu dengan oleh raga karate akan membentuk jiwa sportivitas bagi anggotanya, sehingga lanjut Anis revolusi mental yang saat ini sedang digaung-gaungkan akan benar-benar bisa diwujudkan melalui salah satunya olahraga karate ini, dengan demikian Indonesia kelak akan mampu melahirkan generasi-generasi penerus yang bermoral tinggi serta bermental baja.
Selaku Pembina perguruan Karate Do “Tako”, olahraga karate bagi Anis memang sudah tidak asing lagi. Sejak kecil hingga menginjak remaja dan dewasa olah raga yang digelutinya adalah karate. Bahkan beberapa kali juga sempat meraih prestasi. Hingga sekarang ia pun masih terus mengikuti perkembangan olah raga yang mampu membangkitkan nyali personal ini.
“Dulu saya memang suka Judo, karate. Makanya badan sekarang tetap seperti ini (sedang/proporsional). Tapi sekarang sudah tidak aktif lagi. Kini cukup jadi pembinanya saja. Namun tetap selalu mengikuti perkembangan olah raga karate ini,” ujar Anis menutup perbincangan dengan Metropol. (Baso Susanto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar