Berau, Metropol - Kasus pengeroyokan yang terjadi pada Rabu malam (07/05), tepatnya di jalan Murjani Tanjung Redeb, Berau berujung maut, dimana salah seorang pemuda yang berinisial RD, tewas, mengundang reaksi ratusan persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), (8/05) sekitar pukul 02.00. menduduki Markas Kepolisian Polres Berau, sambil membawa senjata tajam berupa mandaw, tombak, dan sumpit.
Kedatangan ratusan massa dan tokoh adat PDKT ke Mapolres, tak lain hanya ingin mempertanyakan dan mengklarifikasi sejauh mana penanganan kasus pengeroyokan tersebut, dan mereka (PDKT) minta kepada aparat kepolisian saat itu, kalau memang pembunuh tersebut sudah di tangkap, mereka minta agar pelaku dikeluarkan dari tahanan, mereka telah membunuh keluaga kami, “Hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa,” ungkap PDKT di halaman Polres Berau.
Keadaan di luar halaman Polres semakin memanas, di mana massa PDKT, yang sudah tidak sabar menunggu kepastian hukuman bagi pelaku, akhirnya bisa diredam setelah salah satu tokoh masyarakat Dayak, bersama Bupati Berau yang didampingi Kapolrers Berau menyampaikan hasil pertemuan sesepuh mereka dengan pihak Kepolisian.
Salah seorang tokoh Adat dayak Yambit, di hadapan ratusan pemuda PDKT menyampaikan hasil pertemuan dimana dalam pertemuan yang di gelar diruang pertemuan Polres Berau, dihadapan 24 pemuka adat dayak bersepakat dengan pihak Polres dan pemerintah untuk kasus ini, kita lakukan dengan denda Adat, dan hukuman bagi pelaku tetap berjalan. Harapan yang di sampaikan Yambit selaku tokoh adat dayak agar kasus ini jangan sampai terulang lagi, Kabupaten Berau aman dan kondusif, kami berharap daerah yang kondusif ini jangan dikotori dan di nodai, masyarakat dayak adalah masyarakat yang cinta kedamaian. Olehnya itu selaku tokoh masyarakat dayak meminta kita semua tetap bersabar, sambil menunggu hasil pertemuan nanti dengan pihak Kapolda yang kebetulan datang bersama kita di Kabupaten Berau apa yang menjadi keputusan bersama.
Ditempat yang sama Bupati Berau Makmur Hapk, mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum RD, Bupati menyadari betapa sedihnya pihak keluarga yang ditinggalkan, kami selaku Bupati mengucapkan terimah kasih yang setinggi-tingginya terhadap tokoh masyarakat dayak yang bisa dan mampu mengatasi persoalan ini, tanpa adanya kekerasan.
Kapolres Berau juga minta kepada masyarakat agar marilah kita jaga Kabupaten Berau ini agar tetap aman dan kondusif, tanpa adanya tokoh masyarakat dan semua warga masyarakat Berau Kepolisian tidak bisa berbuat apa apa, untuk si pelaku, kami dari kepolisian yang bekerja keras satu kali 24 jam, suda kami tangkap dan kami amankan di Mapolda Kaltim, hal ini di lakukan oleh pihak Kepolisian agar menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Untuk pelaku kami akan proses sesuai hukum yang berlaku, dari beberapa penyampaian yang telah dan menjadi kesepahaman bersama, ahirnya dapat meredam dan menyulutkan emosi pemuda PDKT. Merekapun hari itu juga bisa di bubarkan oleh sesepuh mereka dan kembali dengan damai.
Beredarnya isu yang menyesatkan melalui lisan dan informasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, Polres Berau menghimbau agar masyarakat jangan percaya dengan isu yang beredar, Polres Berau jamin berau aman dan kondusif seperti biasa. “Kami menghimbau juga kepada semua warga masyarakat agar tetap melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Kapolres. (Sofyan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar