Senin, 19 Mei 2014

Program Betonisasi Tidak Sesuai Dengan Bestek

Maros Metropol - Sejak Pencanangan Program Betonisasi di Kabupaten Maros pada tahun 2013, pembangunan betonisasi sudah mencapai jarak 103 km. Tahun 2014 mencapai jarak 145 km. Ini bukti nyata yang dilakukan oleh Bupati Maros Ir. H.M. Hatta Rahaman, MM. Banyaknya penghargaan yang di raihnya antara lain Piala Adipura, Aditya Mandiri, dan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang di berikan oleh BPK RI Makassar kepada Bupati Maros pada pencapaian Peningkatan  Keuangan Daerah  pada tahun 2013. 

Dalam  Hal ini sudah mencapai 70%,  pembangunan  perbaikan jalan di tingkat dusun dan desa yang ada di Kabupaten Maros terlaksana. Ironisnya  pekerjaan perbaikan jalan ke dusun dan desa banyak yang tidak sesuai dengan "Bestek", temuan Tim Metropol dari banyaknya dusun dan desa di Kabupaten Maros, pada awal pelaksanaan pekerjaan jalan yang berlubang hanya di timbun saja, dan tidak melukakan pendasaran tanah atau di Walas. 

Pemasangan papan selop yang mempunyai ukuran ketebalan jalan beton 12 cm, tidak memiliki rangka besi sebagai penopang untuk memperkuat ketahanan jalan beton tersebut. Pada pelaksanaan pengecoran tim pengawas dari Dinas PU Maros, dan masyarakat cuman diam melihat pekerjaan jalan beton yang tidak memiliki rangka besi. Apakah pekerjaan jalan beton ke dusun dan desa tidak sesuai dengan bestek atau asal jadi saja, atau tunggu episode ke dua? Masyarakat senang dan bahagia, tapi di Dusun Borong Kirasa Kecamatan Mandai, dan Dusun Sikapaya Kecamatan Bontoa, masih butuh perhatian dan uluran tangan, untuk melihat kondisi jalan, sarana air minum yang belum memadai, "kami minta pak...jangan tebang pilih dan di anak tirikan. Kami perlu diperhatikan juga,” ungkap warga.

Tim Metropol menemuai Kepala Dinas PU Maros Drs.Abdul Salam, tidak pernah ada diruang kerjanya. Masyarakat yang ada di Dusun Borong Kirasa hanya melalui akses jalan yang di bangunan berdasarkan swadaya,dan Dusun Sikapaya Kecamatan Bontoa sudah tiga puluh tahun jalannya rusak parah dan sarana air minum pun belum terpenuhi. Mereka meminta pemerintah memberikan bantuan berbaikan pembangunan jalan melalui program betonisasi di Kabupaten Maros. (Yogi BT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar