Senin, 19 Mei 2014

Pendistribusian Soal UN Untuk Beberapa Sub Rayon Dapat Pengawalan Personil Polsek

Banten, Metropol - Demi  lancarnya penditribusian Soal Ujian Nasional (UN) dan Lembar jawaban komputer bagi sekolah SMP, SMA, MTsN, maupun MAN. Untuk sampai ke daerah terpencil sekalipun dapat pengawalan oleh Personil Polsek dari mulai pengiriman hingga tiba di sekolah masing-masing. 

Mamat Rahmat Wakil Ketua Panitia Penyelenggara UN Sub Rayon 7 memaparkan,  Rayon yang dia Koordinir meliputi 34 Sekolah Negeri dan 1 Sekolah Swasta, yang berada di 4 Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Panggarangan, Kecamatan Bayah, Kecamatan Cilograng dan Cibeber.

Sementara itu Ujang Enjah, MP, diketua Panitia UN yang berlokasi di MTsN Bayah menjelaskan, via Telepon, bahwa soal Ujian Nasional diperuntukan bagi 1669 siswa peserta ujian atau 43 sekolah MTsN di 9 Kecamatan diantaranya, Kecamatan Cilograng, Bayah, Panggarangan, Malingping, Cihara, Cijaku, Binuangeun Wanasalam dan Banjarsari dengan dibagi di  101 ruang, dan 202 orang pengawas. 

Ditempat berbeda KKM MAN Bayah yang diketuai oleh Ahmad Dimyati, M.Pd. menuturkan via telepon, bahwa Pesera Ujian berjumlah 614  siswa di 20 sekolah MAN, yang tidak hadir karena berbagai alasan sebanyak 15 orang dan 1 orang menyusul karena alasan sakit.

Atang Sutardi ketika ditemui di kantor UPT Bayah mengatakan, bahwa peserta UN untuk tingkat SD  yang akan dilaksanakan tanggal 19 Mei mendatang sebanyak 856 siswa dari 35 SD yang berlokasi dibeberapa Kecamatan.

Dari mulai pengiriman naskah ujian, hingga pengembalian kembali berita acara akan mendapat pengawalan dari personil Polsek Bayah. (Yuyung/Dicky Abiasa)

Mantan Kepsek SMP Negeri 1 Ma’rang Tersangka Kasus Honorer K2

Pangkep, Metropol - Menyikapi kekisruhan honorer Kategori Dua (K2) di Kabupaten Pangkep, pihak Kepolisian Resor telah menetapkan dua tersangka masing-masing mantan Kepala SMP Negeri 1 Ma’rang, Syamsuddin dan Maskur G, guru honorer fiktif di SMP Negeri 1 Ma’rang.

Mantan Kepala SMP Negeri 1 Ma’rang, Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka karena menandatangani SK fiktif tertanggal 3 Januari 2005, lengkap dengan absensi hingga 2010. Sementara Maskur G selama ini bekerja di salah satu perusahaan marmer, tetapi absensi di SMP Negeri 1 Ma’rang tetap terisi.

Kasus honorer kategori dua (K2) yang sementara berproses hukum di Polres Pangkep, bakal menyeret ratusan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep, ungkap Kapolres Pangkep melalui Kasat Reskrim AKP Ridwan Saenong.

Melihat amburadulnya perekrutan tenaga honorer K2, dipastikan akan banyak pimpinan SKPD yang tersangkut hukum. “Jumlahnya bisa mencapai ratusan. Sel Polres Pangkep muat menampung kapasitas sebanyak itu,” tandas AKP Ridwan Saenang kepada wartawan.

Polisi masih membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan indikasi kecurangan dan pelanggaran lainnya dalam penerimaan honorer K2. Polisi siap obyektif dan tidak tebang pilih. “Siapa pun yang terlibat, baik pemberi maupun penerima SK akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pangkep Ansharullah didampingi Sekretaris Inspektorat Andi Aryan mengatakan, kami benar-benar merasa heran dengan banyaknya pimpinan SKPD benani memberikan SK honorer fiktif. Untuk pengangkatan honorer K1 saja, kata Ansharullah, hanya 11 orang yang dinyatakan lolos verifikasi dan terangkat menjadi CPNS.

Sekretaris BKD Pangkep mencontohkan, di SMA Negeri 1 Pangkajene, ada 10 tenaga honorer  K2 dinyatakan lolos, sedangkan jauh sebelumnya sudah banyak honorer yang diangkat melalui perekrutan database. Begitu pula di SMP Negeri 1 Pangkajene, terdapat 9 honorer K2 yang terekrut.

Pertanyaannya, pada saat penerimaan CPNS K1 dan perekrutan lewat database, mereka dimana semua, ungkap Ansharullah via telepon selulernya. Kondisi semacam ini memang patut dipertanyakan, mengapa mereka tidak mendaftar pada saat itu, tandasnya. “Tim verifikasi hanya melakukan pendataan dan pemeriksaan, untuk penindakan kita serahkan kepada pihak berwajib,” ungkapnya.

Dari 664 honorer K2 yang dinyatakan lolos tes CPNS beberapa waktu lalu, untuk sementara tersisa 360 lebih yang lolos verifikasi dan validasi. “Kami tidak terlalu yakin dengan dokumen yang diserahkan ke tim verifikasi apakah asli atau fiktif, yang jelas masih ada tahap yang harus dilalui sebelum pengusulan NIP ke BKN Pusat,” pungkasnya. (Bis)

Lembaga Penuntut Keadilan & HAM – RI Apresiasi Honorer K2 Fiktif Diusut Tuntas

Pangkep, Metropol - Lembaga Penuntut Keadilan dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (LPK HAM – RI) mengapresiasi pihak Kepolisian Resor Pangkep untuk mengusut tuntas penggunaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan honorer fiktif. Proses hukum yang dilakukan tim penyidik Polres Pangkep telah menunjukkan kinerja yang memuaskan. Apatah lagi telah menetapkan sejumlah tersangka.

Honorer K2 yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni “Maskur G” serta salah seorang mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ma’rang, yakni Syamsuddin. Mantan Kepsek SMP Negeri 1 Ma’rang ditetapkan sebagai tersangka karena menandatangani SK fiktif tertanggal 3 Januari 2005 lengkap dengan absensi hingga 2010.
Ketua Bidang Hukum & HAM, LPK HAM-RI, Muhammad Taqwa Al Hamdi menyebutkan Honorer Kategori Dua (K2) yang lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jajaran pemerintah Kabupaten Pangkep. Tetapi tidak memasukkan berkas termasuk pencabutan rekomendasi dari Kepala Puskesmas Ma’rang harus tetap diusut tuntas. Penggunaan Surat Keputusan (SK) maupun rekomendasi pengangkatan honorer fiktif bisa terancam pidana.

Apatah lagi, dari sekitar 664 orang honorer Kategori Dua (K2) lingkup pemerintah Kabupaten Pangkep yang dinyatakan lolos seleksi pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebanyak 30 orang telah diproses  oleh  pihak Kepolisian Resor Pangkep karena bermasalah. Mereka rata-rata berstatus guru, kini telah  ditindaklanjuti pihak penyidik Polres Pangkep. Bahkan salah seorang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka Maskur G.

Ada indikasi, para honorer K2 yang telah dinyatakan lulus seleksi CPNS tidak mengembalikan berkas. Itu lebih disebabkan karena pimpinan SKPD yang bersangkutan tidak berani menandatangani Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM) nya.

Bisa saja, kata Muhammad Taqwa, para honorer tidak berani memasukkan berkas karena telah sadar SK mereka fiktif. “Berkasnya harus ada yang mengakui. Karena walaupun berkasnya lengkap tapi tidak ada yang mengakui ? Yah sama saja. Tetap tidak bisa lolos berkasnya,” pungkasnya.

Ironisnya, Kepala Puskesmas Ma’rang, dr. Hj. Andi Muddariah, MM kepada wartawan mengaku telah merekomendasikan dua Honorer K2 untuk mengikuti seleksi CPNS. Ke dua calon PNS tersebut masing-masing : Ramlah bertugas di Puskesmas Padang Lampe dan Darmawati bertugas di Puskesmas Bonto-bonto Ma’rang. Namun menjelang dilakukan validasi, rekomendasi tersebut dicabut dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pangkep.

Kedua Honorer tersebut direkomendasikan mengikuti seleksi CPNS semata-mata karena ingin membantu mereka. “Saya merasa iba karena keduanya merengeh minta dibantu. Ramlah melalui SMS  pernah meminta bantuan. Bantuka bu, sisa saya yang belum ikut seleksi. Ini demi masa depanku bersama anak-anakku. Jadi ini saya lakukan semata-mata ingin membantu mereka,” kata dr Hj. Muddariah. 

“Saya tidak paham kalau mereka ternyata bukan honorer tahun 2005. Yah, kalau memang harus berhadapan dengan hukum. Apa boleh buat. Inilah resiko jabatan. Tapi perlu diketahui bahwa bukan hanya saya yang melakukan hal semacam ini. Kondisi riel inilah yang perlu dilidik lebih lanjut,” tandasnya.

Kapolres Pangkep, AKBP Deni Hermana melalui Kasat Reskrim, AKP Ridwan Saenong, SH, MH, Selasa (29/4) membenarkan seorang tenaga honorer K2 ditetapkan tersangka karena terindikasi memalsukan dokumen pengangkatan. “Tidak ada maaf baik pejabat apapun termasuk kepala dinas yang berani membuat dokumen fiktif terkait pengangkatan honorer K2, mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Ridwan.

Kanit Idik I Polres Pangkep, Iptu H. Ismail Samad menambahkan, dari puluhan honorer K2 yang dilaporkan fiktif dan lulus seleksi CPNS, seorang diantaranya telah ditetapkan tersangka. “Tersangka Maskur G bertugas sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Ma’rang,” katanya.

Drs. H. Tajuddin Laode tidak menampik adanya laporan 30 honorer K2 “bermasalah” dan sementara ditangani pihak Polres Pangkep. Salah seorang honorer K2, Maskur G telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari tenaga honorer K2 yang bermasalah sudah masuk dalam tahap penyidikan. Kami juga sudah memanggil saksi-saksi. Bahkan, Bukti-bukti penting tengah dikumpulkan seperti surat pernyataan SKPD dan pimpinan SKPD honorer bersangkutan sudah diperiksa, ungkap Iptu Ismail. (Bis)

Hj. Norma, S.Pd Bertekad Membina Anak Didik Dengan Baik

Pangkep, Metropol - Lembaga Pendidikan Dasar SD Negeri 48 Bone-Bone yang saat ini dinakhodai sosok pemimpin muda, energik dan memiliki kemauan keras untuk memberikan yang terbaik bagi upaya membina anak didik menjadi generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang agamais dan berkarakter.

Bila berkunjung ke lembaga pendidikan dasar yang terletak di sebuah perkampungan terpencil Kelurahan Pabbundukang Pangkajene, Kabupaten Pangkep, selain kita akan menyaksikan betapa sepinya lokasi sekolah tersebut karena jauh dari suasana hiruk pikuk keramaian kota juga sarana transportasi memang terasa amat sulit. Namun, tiga bulan terakhir setelah dipimpin Hj. Norma, S.Pd suasana di sekolah ini lambat laun mengalami perubahan signifikan.

“Memang sudah menjadi niatan saya untuk melakukan perubahan dengan melibatkan segenap dewan guru, komite sekolah serta orang tua murid untuk membangun dan mengembangkan sebuah lembaga pendidikan menjadi yang terbaik, dengan tekad menjadikan siswa berkemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan memiliki kesadaran keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT,” ungkap Hj. Norma.

Dia menyebutkan, bila musim hujan, untuk melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah ini, terasa amat sulit karena lingkungan sekolah mengalami banjir. Pasalnya, sekolah yang berada di seputaran areal persawahan rawan banjir di musim penghujan. Itulah sebabnya, Hj. Norma mengajukan proposal ke Pemkab Pangkep via Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar dilakukan penimbunan pada pelataran sekolah yang senantiasa banjir dan amat becek setelah diguyur hujan. Apa lagi tidak dilengkapi pagar.

Lokasi SD Negeri 48 Bone-Bone yang tidak dilengkapi pagarisasi menyebabkan kerbau, sapi maupun kambing seenaknya masuk ke halaman sekolah. Bukan hanya menghabiskan tanaman juga kambing senantiasa bermalam di halaman sekolah menyebabkan kotorannya bertebaran dan terkesan jorok. Itulah sebabnya, Kepala SD Negeri 48 Bone-Bone, Hj. Norma mengharapkan bantuan pemerintah untuk pembuatan pagarisasi dan paving block.

“SD Negeri 48 Bone-Bone yang memiliki 6 rombel (5 ruang belajar), satu ruang serba guna. Pada  tahun ajaran 2013 – 2014  membina 169 siswa dengan tenaga pendidik guru PNS 8 orang dibantu tenaga honorer 5 (dua orang diantara lulus K2). Guru PNS yang berjumlah 8 orang, lima orang diantaranya sudah bersertifikasi,” kata Hj. Norma.

Kepala SD Negeri 48 Bone-Bone yang terobsesi mengembangkan sekolah binaannya menjadi sekolah unggulan dan berkualitas dengan senantiasa berupaya memberikan yang terbaik bagi siswanya.  

Mengingat banyaknya guru yang berpotensi di sekolah ini, Kepala SD Negeri 48 Bone-Bone memberikan peluang sebesar-besarnya kepada mereka untuk mengembangkan minat dan bakat siswa agar dapat semakin intens mengikuti kegiatan ekstra kurikuler termasuk bidang seni, budaya dan olahraga. “Untuk kegiatan kesenian, kami siapkan alat musik,” tandasnya. (Zainuddin)

Kabupaten Barru Juara Dunia Udang Vannamei

Barru, Metropol - Bersama 13 Menteri, SBY menyaksikan usaha tambak udang Vannamei yang berhasil memecahkan rekor dunia, dengan produksi 180 ton per hektar per musim. Prestasi yang diraih Kabupaten Barru pada tahun 2012 itu berhasil mengungguli pemegang rekor sebelumnya, Meksiko yang mampu memproduksi udang vannamei 80 ton per hektar. Keberhasilan kabupaten di pesisir barat Sulawesi Selatan ini pantas dijadikan referensi bagi daerah lain di tanah air, khususnya dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Dengan pengembangan usaha budidaya tambak udang, Kabupaten Baru berhasil menekan angka kemiskinan.

Saat ini jumlah penduduk miskin di Kabupaten Barru berjumlah 14 ribu KK atau 9,26 persen. “Kami berada di peringkat ketiga tersedikit jumlah penduduk miskinnya. Hal itu merupakan buah dari usaha tambak udang karena akan mempengaruhi pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Bupati Barru Andi Idris Syukur dalam percakapan dengan tim Kementerian PANRB di kediamannya, awal Maret silam.

Bupati menyadari betul bahwa daerahnya dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, yakni lahan pesisir yang potensial untuk tambak. Potensi itu harus dimanfaatkan secara optimal. “Indonesia tidak sulit untuk menjadi juara dunia udang, karena luas pesisirnya mencapai 1,22 juta hektare,” tambah Andi Idris Syukur.

Langkah-langkah Pemkab dalam pengembangan tambak udang itu juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Hal itu antara lain dilakukan dengan penyediaan sarana produksi, seperti benih, pakan, dan probiotik pestisida untuk pembersihan lahan dari bahan alami yang sudah disediakan. Petani tambak tinggal pakai dalam budidaya udangnya. Selain itu, penerapan biosekuriti secara maksimal sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran hama dan penyakit udang. “Ini bukti para petambak sudah memahami teknologi yang diberikan pemerintah. Keberhasilan ini juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujar Kabid Perikanan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Barru, Lasminati.

Lasminati menuturkan, pencapaian panen besar tersebut didukung pola budidaya para petambak yang disiplin dan menggunakan sentuhan teknologi. Pihaknya memberikan pendampingan, terkait cara menerapkan biosekuriti untuk mencegah penyakit, mulai dari pengolahan dasar tambak, alur keluar masuk air tambak, sampai sistem pengelolaan air tertutup. “Penggunaan probiotik harus hati-hati. Perlakuan probiotik di tambak yang tidak higienis berpeluang mengkontaminasi bakteri lain atau virus yang dapat bereaksi dan bisa mengeluarkan toksin,” ujarnya.

Semua itu dilakukan demi untuk mempertahankan kualitas dan meningkatkan produksi udang. Jika kualitas udang baik, maka daya saingnya juga tinggi. Pendekatan lebih pada ke sanitasi, nutrisi, dan cara budidaya yang baik. Artinya kualitas udang lebih terjamin kesehatan dan higienitasnya.

Dalam tambak udang dikenal dengan tiga cara, yakni tradisional, menengah atau middle, dan supra intensif. Ketiga sistem budidaya udang tersebut diterapkan dalam budidaya tambak udang vannamei, karena dalam dua bulan sudah bisa dipanen. Berbeda dengan jenis udang biasa, atau udang windu yang empat sampai lima bulan baru bisa dipanen.

Ketua Kelompok Tani Harapan Syamsuddin mengakui, pemerintah sangat membantu para petani tambak. Mulai dari menyiapkan bibit, pakan, sampai pestisida yang akan dipakai untuk membersihkan tambak. “Dulu petani beli sendiri, sekarang pemerintah yang menyediakan,” imbuhnya.

Syamsuddin mengungkapkan, untuk sistem budidaya secara menengah atau middle, memerlukan modal sekitar Rp. 100 juta sampai 150 juta rupiah per hektar. Tapi kalau modal untuk sistem budidaya secara supra intensif, dapat mencapai milyaran rupiah. Sistem menengah dan supra intensif sama-sama menggunakan teknologi dalam perkembangan budidaya udang.

Di samping itu, petambak juga harus menjaga ketersediaan oksigen melalui kincir, turbo jet, atau blower. “Ini berguna untuk menyemprot udang yang kepanasan dan untuk mengendalikan suhu air agar tidak terjadi perbedaan besar antara suhu siang dan malam hari.

Namun aplikasi budidaya ini diakui masih menjadi tantangan bagi para petambak untuk dapat dikembangkan secara lebih luas. Dengan teknologi dan modal yang cukup besar, masih banyak masalah yang harus dihadapi. Antara lain, infrastruktur di daerah seperti jalan, listrik, pelabuhan, serta irigasi. Belum lagi sistem logistik di daerah yang belum efisien, serta dukungan pembiayaan perbankan yang belum sepenuhnya mendukung usaha tambak.

Lasminati berharap, teknologi ini setidaknya bisa menjadi inspirasi bagi kalangan akademisi sehingga bisa ditindaklanjuti lebih jauh dan bisa didapatkan hasil yang lebih memuaskan. Sedangkan bagi kalangan pelaku usaha, hal ini dapat dipandang sebagai peluang usaha serta alternatif perluasan usaha. 

Meskipun budidaya udang merupakan salah satu andalan Kabupaten yang telah meraih tujuh piala adipura berturut-turut, namun Bupati Andi Idris Syukur tidak melupakan sektor lain. Kedepan, Pemkab berencana membangun terminal BBM, pabrik semen, pelabuhan yang besar, dan stasiun kereta api. “Saya tidak meninggalkan kontribusi dari pertanian dan perikanan, namun hal itu harus diimbangi dengan peningkatan sektor perindustrian dan jasa, mengikuti perkembangan jaman,” ungkapnya. (Mahmud Rahim/Ahkam)

Gelar Seni Budaya Tayub

Blora, Metropol - Tayuban merupakan salah satu seni kebudayaan yang ada di Kabupaten Blora. Tayuban berasal dari kata Tayub, menurut keroto boso adalah ringkasan dari kata “ditoto guyub” penyajian seni tayuban dari gerak tari para penari serta gending iringannya diatur bersama supaya serempak berdasarkan kesepakatan dari para pemain (penari dan penabuh) serta para penonton. Sehingga terwujud suatu keakraban dan persaudaraan. 

Seni Tayuban menggambarkan penyambutan para tamu atau pimpinan yang dihormati  oleh masyarakat menurut jenjang kepangkatan mereka masing-masing. Penyambutan itu oleh para pemain wanita yang di sebut joget dengan cara menyerahkan sampur (selendang yang dipakai penari wanita) atas petunjuk pengarih. Sehingga Tamu yang menerima sampur atau istilah kata “Ketiban Sampur” mendapatkan kehormatan untuk menari bersama-sama dengan joget.

Seni Tayuban dapat digolongkan tari rakyat tradisional yang sudah memasyarakat dan sudah menyebar di seluruh willayah Kabupaten Blora. Seni Tayuban pada umumnya dipentaskan pada upacara adat yaitu sedekah desa atau pada orang punya kerja, khitanan, perkawinan dan sebagainya.

Seperti halnya Desa Adirejo Kecamatan Tunjungan Blora, mengadakan sedekah desa dengan menggelar Seni Tayub, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia yang telah di berikan. Dengan dipentaskan Seni Tayuban agar masyarakat Desa Adirejo terwujud suatu kekraban dan persaudaraan, untuk membangun desa Adirejo ke depan lebih baik.  

Kepala Desa Adirejo Suhartono, SE mengatakan sedekah desa sudah menjadi acara tahunan masyarakat dan merupakan tradisi luhur yang harus diuri-uri sampai kapanpun, karena sedekah desa terkandung filosofi kekeluargaan dan kebersamaan di masyarakat.   

Tradisi ini sangat bagus, melihat masyarakat guyub, rukun dan kompak, dan mampu merekatkan kekeluargaan antara masyarakat, TNI, Polri serta Muspika Kecamatan Tunjungan yang hadir, di antaranya Camat Tunjungan Heni Ariyanto beserta anggota, Danramil 04/Tunjungan Kapten Inf Darmato beserta anggota, Kapolsek Tunjungan AKP Supriyo beserta anggota dan tamu undangan lainnya. "Seperti ini menjadi pemandangan langka diera jaman sekarang, bahkan masyarakat desa Adirejo yang merantau maupun yang sudah tinggal di luar kota masih menyempatkan mudik untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Tradisi para leluhur harus dijaga dan dilestarikan jangan sampai punah,” Tandasnya. (Pujo/Sjn-Pendim 0721/Blora)

Sindikat Narkotika Hongkong Kembali Beraksi di Jakarta

Jakarta, Metropol - Jaringan Sindikat narkotika Hongkong kembali beraksi di Jakarta. Namun upaya mereka digagalkan BNN. Dua orang anggota sindikat ditangkap, masing-masing berinisial LHF dan CC usai melakukan transaksi dengan pria WNI bernama Ram. Dari transaksi yang digagalkan ini, petugas BNN menyita 8.926,1 gram sabu. Lee terhitung  telah 11 kali mengedarkan sabu dengan jumlah besar dalam sebulan terakhir ini di Jakarta.

Pengungkapan kasus ini berawal dari hasil penyelidikan data intelejen dan laporan masyarakat tentang adanya gerak gerik mencurigakan warga asing di wilayah Jakarta Pusat. BNN langsung menindaklanjutinya dengan mengamankan dua orang WNA asal Hongkong yaitu LHF dan CC dan seorang orang WNI, Ram,  usai melakukan transaksi narkotika jenis sabu, Jumat (2/5) di depan restoran cepat saji Burger King di kawasan Thamrin Jakarta Pusat. 

Deputi Pemberantasan BNN, Deddy Fauzi Elhakim mengungkapkan, dalam transaksi ini LHF (47) menyerahkan sabu seberat 954,9 gram kepada Ram (33), yang sedang berada dalam mobil. Selain mengamankan keduanya, BNN juga mengamankan CC (44) yang bertugas sebagai pengawas transaksi di luar mobil. Pada saat penangkapan dalam mobil, Lee masih memegang satu bungkus sabu seberat 999,9 gram. 

Petugas selanjutnya menggeledah sebuah kamar di Hotel Amaris Mangga Dua tempat LHF menginap. Petugas berhasil menyita 7 bungkus sabu seberat  6.963,9 gram. Di tempat terpisah, petugas juga menyita sabu seberat 7,4 gram dari kamar hotel Everyday Mangga Besar, tempat CC menginap. 

 “Jadi, total barang bukti yang disita dari jaringan ini adalah sabu seberat 8.926,1gram,” imbuh Deddy. 

Sementara itu, dari pengakuan LHF (47), dirinya sudah sebelas kali mengedarkan sabu di Jakarta. Total sabu yang sudah ia edarkan lebih dari 20 kg, hanya dalam kurun waktu 1 bulan terakhir. “Saya memperoleh barang di Jakarta dari kurir-kurir lainnya yang saya tidak kenal,” ungkap LHF. 

Kepada petugas, LHF mengaku awal mula terjun ke dalam bisnis hitam ini pada Desember 2013. Pada 14 April 2014, ia berangkat ke Jakarta dan mendapatkan pekerjaan sebagai kurir narkoba dengan dibekali uang sebesar 20 ribu dolar Hongkong. Setibanya di Jakarta ia langsung diperintahkan oleh seorang pengendali kurir yang berada di Jakarta untuk mengambil sabu, dan selanjutnya mengedarkannya sesuai perintah. Sedangkan CC berangkat ke Jakarta pada 10 April 2014. Pada tanggal 20 April 2014, CC dipertemukan dengan LHF oleh pengendalinya. Sejak saat itu CC ditugaskan untuk menjadi pengawas transaksi narkoba. CC sebelumnya pernah bekerja di kasino dan belakangan ini ia juga aktif bermain judi. 

Sementara itu, Ram yang sehari-harinya berdagang pakaian telah empat kali melakukan transaksi narkoba. Ram mendapatkan upah berkisar Rp 3-4 juta dari setiap transaksinya. (Deni M) 

BNNP Sulbar Lakukan Pemeriksaan Urine 509 Personil Polres Polewali Mandar

Polewali Mandar, Metropol - Badan Narkotika  Nasional Provinsi  Sulbar,  melakukan pemeriksaan urine 509 personil Kepolisian Polres Polewai Mandar,  Selasa (6/5/2014) di ruangan Satuan Narkotika Polres Polewali  Mandar,  yang dipimpin  Ketua BNNP Sulbar Drs. Jusran  Rifai T. M.Si, serta  9 anggotanya  yang  disaksikan  oleh  Kapolres Polman AKBP Yohan Priyoto, S.Ik serta Kasat Narkoa  AKP Yustinus Magape.

Pelaksanan ini adalah inisiatif Kapolres Polman  meminta kepada BNNP untuk diakukan pemeriksaan urine kepada semua  anggotanya untuk mendeteksi apakah diantara anggota personil Polres Polman terindikasi  menggunakan obat terlarang, seperti  sabu-sabu, ganja dan obat psikotropika lainnya.

Ketua BNNP Sulbar kepada Metropol mengatakan, pelaksanaan ini kami sepakati  bersama Kapolres sejak tahun lalu diminta untuk diadakan tes urine. Tapi karena kegiatannya yang padat dan juga alat  terbatas makanya  di laksanakan pada 2014 ini, salah satu ide dari  Kapolres Polman. Karena beliau mau melihat kesiapan anggota di lapangan. “Bagaimanapun juga masalah obat–obatan ini, Polres Polman menjaga, artinya daerah alur tentu Kapolres ingin melihat anggota disini sudah tidak tersentuh dengan hal–hal seperti ini,” ujarnya.

“Kami sudah banyak berbincang bersama Kapolres dan saya sampaikan, bahwa di Polres ini kita harapkan sebelum masuk Kabupaten Majene dan Mamuju, salah satu alur yang selama ini kita tahu obat-abatan itu masuknya dari Sulawesi Selatan, inikan tidak bisa dipukiri,  terutama dari Sidrap, artinya masyarakat umum sudah mengetahui obat–obatan masuknya dari Sidrap,” katanya. ( Usman Padong)

BNN Targetkan Rehabilitasi 4 Juta Pecandu Narkoba SOSIAL Narkoba, BNN

Jakarta, Metropol - Badan Narkotika Nasional (BNN) bertekad akan terus menekan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan pusat rehabilitasi bekerjasama bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi.

Misi ini dinilai akan memperlancar penyelesaian kasus-kasus narkotika di berbagai wilayah. Khususnya mengenai proyek rehabilitasi. 

"Kami berusaha mensinkronkan, antara pusat dan daerah-daerah," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar.

Ditargetkan dalam 10 tahun ke depan pihaknya bisa merehabilitasi 4 juta pecandu narkoba. "Untuk tahun 2015 nanti kami akan merehabilitas 100 ribu. Tahun 2016 sebanyak 200 ribu. Tahun 2017 sebanyak 300 ribu. Begitu pun seterusnya, sehingga dalam 10 tahun akan berjumlah 4 juta," ucapnya. (Kamal)

BNN Juga Terapkan Lelang Jabatan

Jakarta, Metropol - Lelang jabatan bukan hanya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) ikut menyelenggarakannya untuk jabatan Deputi Pencegahan.
Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi BNN, Brigjen Dunan Ismail menuturkan, lelang jabatan yang diadakan BNN mengacu pada UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. “Karena Undang-undang yang disahkan pada 14 Januari lalu, karena itulah kami membuka peluang untuk mengisi jabatan itu,” katanya, Senin (5/5).

Menurutnya, pembukaan lelang itu terjadi, lantaran jabatan Deputi Pemberantasan yang saat ini diduduki oleh Yappi Manafe berakhir pada Agustus 2014 . Mengacu pada undang-undang itulah, BNN berupaya melakukan lelang jabatan untuk mengisi posisi tersebut. “Formulir pendaftarannya bisa langsung diisi di website kami di www.bnn.go.id dan dibuka untuk umum,” ujar Dunan.

Adapun ketentuan yang menjadi prioritas adalah sebagai berikut:
1. Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil.
2. Sekurang-kurangnya memiliki pangkat pembina utama muda (IV-c)
3. Pernah menduduki jabatan struktural eselon II minimal satu tahun.
4. Berusia setingi-tingginya 58 tahun pada bulan Mei 2014.
5. Kualifikasi pendidikan minimal S2.
6. Telah mengikuti dan lulus diklat kepemimpinan tingkat II.
7. Semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir.
8. Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan.
9. Tidak sedang menjai hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.
10. Sehat jasmani dan jiwa.
11. Menyerahkan LHKPN dan SPT tahunan.

Namun yang lebih utama, lanjut Dunan, calon Deputi yang terpilih, bisa melanjutkan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk menciptakan Indonesia bebas Narkotika tahun 2015.

“Karena bagi siapapun yang terpilih, nantinya pada 2016 akan diajukan ke PBB. Dari situ, diharapkan calon bisa menguasai hingga tingkat internasional. Karena laporan pencegahan akan dilaporkan pada tahap dunia itu,” ungkap Dunan. (Kamal)

Pemusnahan Narkoba Untuk Cipta Kondisi OMB Pilpres 2014

Kalsel, Metropol - Bertempat di Halaman Gedung Utama Polda Kalsel, (6 Mei 2014) dilaksanakan acara Pemusnahan Barang Bukti Narkotika dalam rangka cipta kondisi, untuk menghadapi Operasi Mantap Brata Intan Pilpres 2014, oleh Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Machfud Arifin, SH dihadiri Wakapolda Kalsel, Irwasda Kalsel beserta Para Pejabat Utama Polda Kalsel, Korem 101/ANT dan Kejaksaan Tinggi Kalsel, BNN Kalsel, Kanwil Depkumham Prov Kalsel, Balai POM Banjarmasin, Kalapas Kelas II A Banjarmasin, dan dihadiri para Peserta KKDN/Hanwil Dikreg XLI Sesko TNI TA.2014.

Pelaksanaan Pergelaran dan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Dalam Rangka Cipta Kondisi menjelang Pemilu Presiden dan Wapres 2014, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Machfud Arifin, SH yang  di dampingi Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Joko Suharyadi, M.Si, ini untuk memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat luas melalui peran media cetak maupun elektronik untuk menggambarkan kinerja Polri dalam upaya cipta kondisi jelang Pemilu Presiden dan Wapres 2014. 

Penggelaran dan Pemusnahan dilakukan bertujuan untuk menjamin kepastian hukum terhadap status barang bukti dalam suatu perkara, menjamin efesiensi tempat dan biaya perawatan barang bukti. Meminimalisir terjadinya penyalahgunaan barang bukti oleh petugas/penyidik. Guna menciptakan Situasi Kamtibmas di Wilayah Provinsi Kalsel yang kondusif Jelang Pemilu Presiden dan Wapres 2014.

Upaya Polda Kalsel dalam pengungkapan Tindak Pidana Narkoba pada periode Januari 2014 s/d 5 Mei 2014 yakni : 1. Jumlah Kasus : 483 Kasus, 2. Jumlah Tersangka : 626 Orang, 3.Barang Bukti :
a. Ganja    :  141,64  Gr
b. Ekstasi  :  14.633,5  Butir
c. Sabu     :  6.278,76  Gr
d. Gol. IV :  79.626  Btr  + 6,25  Gr
e. BAYA   :  553  Btl Miras  +  (92 Bks + 1.315 Btl Jamu) + 1.100 Liter Tuak.

TAHANAN YANG DIGELAR DAN BB yang dimusnahkan :
1. Laporan Polisi       :  3 (tiga) LP
2. Tersangka             :  5 (lima) Orang.
3. Barang Bukti :
    a. Ganja            :  31,40  Gr
    b. Ekstasi          :  4.635,5  Btr  +  41,71  Gr
    c. Sabu             :  3.667,3 Gr
(Rasidin. R./Bidhumas Polda Kalsel)

Polsekta Gubeng Gagalkan Peredaran Upal

Surabaya, Metropol - Dengan maraknya akhir-akhir ini mengenai peredaran uang palsu (Upal) kembali Jajaran wilayah hukum Polsekta Gubeng Surabaya, Senin 5 Mei 2014 telah berhasil menangkap tersangka Purwanto (39) pengedar uang palsu asal Dusun Ketapang Sidoarjo Jawa Timur.

Dan selama ini anggota Polsekta Gubeng, lama membututi tersangka tersebut untuk menangkap peredaran Upal di wilayah hukum Polsekta Gubeng.

Dalam waktu singkat anggota Polsekta Gubeng Surabaya menangkap tersangka sedang berfoya-foya di sebuah Panti Pijat tradisonal (Pitrad) di daerah Kalibokor Surabaya.

Dari hasil penangkapan, anggota Polsekta Gubeng mendapatkan barang bukti uang tunai sebesar Rp 6 juta rupiah.

Dalam kesempatan ini Metropol berhasil konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsekta Gubeng  AKP I Gede Made Wasa, SH. Menurut pria asal Bali ini mengatakan, Polsekta Gubeng akan memberantas tuntas peredaran Upal di wilayahnya. “Saya akan memberantas tuntas dan mengembangkan kasus upal ini,” tegas Kanit Reskrim. (Achmad Zubayri)

Polri dan MK Teken Kerja Sama Muluskan Pemilu 2014

Jakarta, Metropol - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kran bagi Caleg yang tidak puas dengan hasil pemilu pasca penghitungan suara di KPU selesai. Merujuk pada hal tersebut MK dan Kepolisian menyepakati penanganan persidangan dan penegakan hukum tindak pidana pemilu.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Aula Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Hadir Ketua MK Hamdan Zoelva dan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman.

"Kerjasama ini memudahkan dan meringankan untuk memuluskan penyelenggaraan pemilu. Khususnya dalam persidangan di MK. Karena jumlah Parpolnya lebih sedikit dari pemilu 2009. Walau demikian, kami tetap siap seberapapun jumlah yang masuk," kata Hamdan dalam sambutannya.

Polri memberikan dukungan pengamanan persidangan kepada MK sesuai dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya. Termasuk pengamanan persidangan jarak jauh dengan teknologi video conference di 42 kampus yang bekerjasama dengan MK.

Sedangkan terkait penegakan hukum dalam penyelesaian tindak pidana pemilu, MK akan memberikan data, informasi dan dokumen secara tertulis kepada Polri.

"Kami siap kapan saja dibutuhkan. Kalau perlu kami berada di dalam ruang sidang dengan pakaian preman. Setiap masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran pemilu laporkan ke Gakumdu. Jika itu termasuk tindak pidana pemilu akan dikirim ke penyidik," ujar Sutarman. (Red)

Polres Jaktim Panggil 5 Petugas Dishub Terkait Komplotan Pemalsu KIR


Jakarta, Metropol - Polres Jakarta Timur membongkar komplotan pemalsu KIR kendaraan yang beroperasi dekat dengan lokasi uji KIR di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Polres Jakarta Timur juga memanggil petugas KIR dari Dishub DKI Jakarta.

"Kita telah memanggil beberapa petugas buku KIR dari empat wilayah yakni, Tangerang, Depok, Bogor dan Bekasi. Selain itu kita juga memanggil penanggungjawab satuan pelayanan KIR Dishub DKI Jakarta," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni di Mapolres Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Petugas KIR Dishub DKI Jakarta yang dipanggil sebanyak lima orang. Kelima petugas itu dipanggil untuk menjadi saksi dalam kasus ini.

"Karena setelah kita periksa pelat uji, Kartu Uji Berkala, dan Buku KIR-nya semua asli, barang-barang itu sengaja dipalsukan oleh komplotan ini untuk mencari untung," imbuh dia.

Komplotan yang diringkus itu terdiri dari empat orang, yakni Herman Akhmad Sobari alias Eman (38), Sapangay (48), Aan Soebandrio (29) dan Affandi Suartanto (29). Mereka memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya.

"Nanti bisa ditanya ke Herman ini, dia berperan sebagai Kepala Seksie, kita curiga dia yang mengatur semua," tutur Mulyadi.

Herman salah satu tersangka kemudian mengungkap bahwa dia bersama rekan kerjanya telah 6 bulan melakukan modus operandi ini. Sebelumnya Herman merupakan seorang calo.

"Sudah hampir 6 bulan, dulunya saya calo biasa lama-lama belajar dan nyoba bisnis ini," ujar Herman.

Polisi pun masih mengejar seorang lagi anggota komplotan tersebut. Namun menurut Herman orang tersebut hanya berperan sebagai kurir. "Dia cuma kurir biasa, bukan anggota dishub," ungkap Herman. (Deni M)

Polres Jaksel Terima Ratusan Laporan Pelecehan Seksual Anak

Jakarta, Metropol - Kepolisian Metro Jakarta Selatan (Jaksel) menerima laporan 185 kasus yang melibatkan anak-anak dalam kurun waktu 2011 hingga 2013. 118 kasus di antaranya merupakan kasus pelecehan seksual.

"118 kasus pelecehan seksual dan 67 lainnya menyerang fisik anak," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat dalam sambutan pada Workshop Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak di SMK 57, Jakarta Selatan.

Sedangkan lanjut Wahyu, untuk dalam kurun waktu tahun 2013 hingga April 2014 pihaknya menerima 36 pelaporan kasus pelecehan seksual terhadap anak. "Untuk tahun 2013 hingga April 2014 ada 36 kasus," ucapnya.

Wahyu menambahkan hingga kini pihaknya masih terus mendalami kasus-kasus pelecehan dan kekerasan pada anak tersebut. Dia pun menuturkan pihaknya akan melakukan pencegahan terhadap kekerasan anak dengan terus memberikan konseling melalui polisi wanita.

Dalam workshop tersebut, Kepolisian mengundang 700 Kepala Sekolah yang berada di wilayah hukum Jakarta Selatan, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) serta pemerhati anak Seto Mulyadi alias Kak Seto.

Di tempat yang sama Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menuturkan, pihaknya menunggu pemanggilan BAP oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait pelaporannya terhadap kasus sodomi Jakarta International School (JIS) beberapa waktu lalu.

"Dari sisi pidana dapat dihukum 10 tahun. Karena dalam mengelola TK itu tidak ada izinnya," tuturnya.

Arist menambahkan, pihaknya menuding JIS telah melakukan kelalaian hingga anak didiknya menerima perlakuan tak senonoh dari petugas kebersihan yang ada. "Itu merupakan kelalaian hingga dapat dipidanakan, secara masif, berkelompok, bersama-sama dan dibiarkan," tandasnya. (Hariyanto K)

Polisi Berterima Kasih Kepada Masyarakat

Jakarta, Metropol - Polisi berterima kasih kepada pengguna jalan, hal itu disampaikan Ipda Kurtubi, SH. Petugas SatGatur (Satuan Penjaga dan Pengaturan) Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya yang setiap hari bertugas mengatur dan memantau disekitar jalan Sudirman sampai jalan MH. Thamrin Jakarta.

“Jalan Sudirman dan Jalan MH. Thamrin merupakan jalan protokol, maka tingkat kepadatan lalulintasnya sangat padat. Ditambah lagi disepanjang  jalan tersebut saat ini ada pembangunan tiang pancang monorail, hal ini mengakibatkan jalan menyempit dan membuat arus lalulintas tersendat, tetapi masyarakat pengguna jalan tetap tertib dan disiplin mematuhi rambu-rambu lalulintas yang ada dan tidak melakukan protes pada petugas yang ada,” imbuh Ipda Imam Kurtubi, SH kepada Metropol.

Menurut Pantauan Metropol di jalan Jenderal Sudirman dan jalan MH. Thamrin tiang-tiang pancang yang ditutup dengan plastik dan banyak pohon-pohon pelindung yang ditebang, hal itu mengakibatkan suasana menjadi panas dan gersang. (Haryanto SK)

KBO Reskrim Polsek Batu Terpilih Jadi PJS Kapolsek Kasembon

Batu, Metropol - KBO Reskrim Iptu Joko T.W diberi mandat Kapolres Batu pimpin Polsek Kasembon, Rabu 30 april 2014. 

Hal itu disampaikan di Rupatama, saat acara sertijab dari Kompol Lisnaryadi kepada Kapolres Batu AKBP Windiyanto yang dihadiri seluruh perwira dan anggota Polres Batu. Sebagai Inspektur ditunjuk AKP Puji, Kapolsek Pujon untuk memberikan laporan.

Saat prosesi sertijab, dilakukan pelepasan pangkat dan tanda tangan serah terima jabatan dari Kapolsek Kasembon, Kompol Lisnaryadi kepada Kapolres Batu AKBP Windiyanto, S.Ik.

Selanjutnya orang nomor satu di Wilayah hukum Polres Batu itupun menyampaikan sambutannya, sangat berterimakasih atas pengabdian yang telah diberikan Kompol Lisnaryadi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai anggota Polri diwilayah hukum Polres Batu, hingga memasuki masa pensiun.

Kompol Lisnaryadi merupakan sosok yang patut menjadi tauladan, walaupun sudah senior, akan memasuki masa pensiun serta kondisi sering sakit. Namun tetap semangat mendampingi anggota dilapangan baik siang maupun malam, kondisi hujan maupun kemarau.

“Hal seperti itu merupakan hal yang cukup sulit ditemukan dianggota yang lain,” jelasnya.

Terkait penunjukan Iptu Joko T.W sebagai PJS Kapolsek Kasembon dinilai berdasarkan SMK, kemampuan teknis dan taktis. Karena dalam melaksankan tugas sebagai KBO Reskrim Polres Batu cukup baik, dan sebelumnya juga menjabat PJS Kapolsek Junrejo saat Kapolseknya melaksanakan ibadah Umroh.
Saat itu dalam kepemimpinan sementara bisa memenuhi standar memimpin satu kesatuan. “Terbukti situasi bisa terkendali dan Pengungkapan kasus meningkat. Itu yang menjadi pertimbangan saya kembali. Menunjuk Iptu Joko T.W menjadi PJS Kapolsek Kasembon, tentunya dengan harapan bisa melaksanakan tugas lebih baik dari sebelumnya,” papar Kapolres.

Ditempat terpisah, Iptu Joko T.W berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan Kapolres kepadanya, dengan amanat itu dirinya berusaha melaksanakan pijakan yang yang telah dilakukan Kompol Lisnaryadi, serta melakukan pembenahan administrasi Internal. "Dengan dasar bidang Reskrim tentunya awal akan membenahi administrasi tubuh reskrim, lalu dilanjutkan unit lainnya untuk membuktikan, bahwa Polsek Kasembon bisa eksis seperti Polsek lainnya.

Kompol Lisnaryadi juga berharap walaupun masih PJS Kapolsek Kasembon, dengan usia yang masih muda, Iptu Joko T.W bisa menciptakan Kamtibmas dengan menekan angka kriminalitas dan meningkatkan ungkap kasus. (Yud/Rin)

Kapolri: Perbankan Jangan Sombong

Jakarta, Metropol - Kapolri Jenderal Sutarman mengakui, perkembangan Teknologi Infomasi (TI) sering dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab. Meski bank saling berlomba-lomba untuk meningkatkan layanannya, sudah sepantasnya berjaga-jaga atas cyber crime. Apalagi, satelit yang digunakan bisa disadap oleh seseorang.

"Kepolisian bisa merekam komunikasi. Contohnya saat menangkap Nazaruddin saat dia mengubungi Metro TV dan TV One lewat Skype. Koneksinya sudah pakai kabel, gelombang suara, dan satelit, setelah kita pasang alat akhirnya bapak itu ada di Dominika," tukasnya dalam Focus Group Discussion Kejahatan Perbankan Berbasis Teknologi Informasi (Cyber Crime) Strategi Pencegahan dan Penanganannya di Jakarta, (Selasa (13/5).

Sutarman mengimbau, agar perbankan maupun lembaga lain jangan sombong karena menganggap jaringannya telah dilapisi hingga beberapa kali. Pasalnya, website Polri yang sudah dilapisi beberapa pengaman bisa jebol.

"Makanya jangan sombong. Karakteristik hacker Indonesia banyak yang iseng, tapi ada juga yang memindahkan dana. KPU 2004 pernah sombong pengamanannya berlapis tapi buktinya nama partainya diubah untung hasilnya tidak," katanya.

Tambah Sutarman, dengan maraknya bisnis online, seperti cybermall, cyberstore, cyber ticket, dan transaksi online, maka nomor rekening makin mudah beredar di dunia maya. Apabila nomor rekening jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab, rekening tersebut nantinya akan dialiri uang hasil jarahan dari suatu bank, lalu 85-90 persen hasil jarahan ditransfer ke rekening pembuat malware dengan menggunakan layanan transfer uang, seperti MoneyGram dan E-Gold.

Melalui money mule, pelaku cyber crime menjadi sulit terdeteksi. Andai money mule dan bank berada dalam negara yang sama, mungkin tidak terlalu sulit membongkar kejahatan ini. Tapi, apabila sudah melibatkan banyak rekening dengan bank dan negara berbeda, kejahatan ini sangat sulit dilacak.

Simak saja statistik kejahatan cyber di Ibukota Jakarta. Pada 2011, kerugian akibat cyber crime mencapai Rp 4 miliar dan US$ 178.876,50 dengan 520 kasus. Pada 2012, jumlah kasusnya meningkat menjadi 600 kejadian dengan kerugian Rp 5 miliar dan US$ 56.448. Pada 2013, sepanjang Januari-Maret, kerugian masyarakat sudah mencapai sekitar Rp 1 miliar. Tahun ini frekuensi laporan masyarakat atas kejahatan jenis tersebut sebanyak 3-4 laporan per hari-bandingkan dengan 2012, yang hanya 2-3 laporan per hari.

Para pembuat malware merombak program mereka untuk menghindar dari deteksi antivirus yang kian canggih di komputer nasabah dan pada server bank. Caranya, dengan melibatkan banyak strategi yang membuat modusnya lebih berliku. Salah satu cara yang digunakan adalah mengirim malware masuk lewat social engineering, phishing, dan trojan. (Red)

Kapolri Lantik Kapolda Kalbar Baru

Jakarta, Metropol - Kapolri Jenderal Pol Sutarman melantik Kapolda Kalimantan Barat yang baru, Brigjen Arief Sulistyanto. Arief menggantikan Arie Sulistyo yang akan bertugas menjadi staf ahli Kapolri.

Kapolri berpesan agar Kapolda Kalbar yang baru dapat meningkatkan kinerja kesatuan di wilayahnya. "Hal ini diperlukan karena modus operandi kejahatan sekarang terus meningkat terutama di pelosok," ujar Sutarman di ruang rapat utama (Rupatama) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, baru-baru ini.

Menurut Sutarman, potensi tindak pidana di Kalbar cukup tinggi karena letaknya yang berbatasan dengan Malaysia. Dia berharap Kapolda baru dapat meningkatkan patroli di wilayah perbatasan. 

"Lakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan yang ada agar dapat dideteksi sejak dini," sebutnya.
Usai sertijab, Sutarman mengatakan, dipilihnya Arief sebagai Kapolda karena diyakini melakukan tugas dengan optimal. Pengalaman Arief selama 5 tahun di Bareskrim Polri jadi modal cukup penting. 

"Pengalaman yang dimiliki mampu bersinergi dengan masyarakat agar Kalbat tetap kondusif karena selama ini sering terjadi benturan juga," ujarnya. (Red)

Kapolres Mamuju Utara Ciptakan Jum’at Sehat

Mamuju Utara, Metropol - Kepala Kepolisian Mamuju Utara (Matra)  AKBP  Adri Irniadi, S.IK telah menciptakan suasana lingkungan yang sehat, bersih, indah, dan nyaman, bahkan juga suasana kerja pun semakin membaik di topang oleh semangat kebersamaan serta kedisplinan yang tinggi dari anggota jajaran Mapolres Matra. Dalam upaya menciptakan dan mewujudkan situasi Kamtibmas yang semakin aman dan terkendali.

Kapolres AKBP Adri Irniadi, saat diminta tanggapan tema hari Jum’at sehat mengatakan, “ini yang dilakukan adalah yang sangat bagus, seperti olah raga, kemudian ada juga senam, music karaoke, dan bernyanyi supaya tidak jenuh, yang dilaksanakan setiap hari Jum’at dihalaman Mapolres Mamuju Utara,” ungkapnya.  (Udin Virgo)

TNI Manunggal Membangun Desa di Kabupaten Barru

Barru, Metropol - Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia dan  kebetulan Kabupaten Barru mendapat kesempatan melaksanakan kegiatan ini sebagai upaya membantu Pemerintah memberdayakan wilayah pertahanan dan tugas Pemerintah di daerah dalam meningkatkan akselerasi. Kegiatan pembangunan di daerah pedesaan yang tergolong sebagai daerah miskin/ tertinggal, daerah terpencil/terisolir, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar, daerah kumuh perkotaan yang belum tersentuh oleh pembangunan.

Kegiatan TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) ke-92 ini akan berlangsung selama 21 hari, mulai tanggal 21 Mei hingga 10 Juni 2014 yang kegiatannya, tersebar di 61 Kabupaten/Kota, 71 kecamatan, 93 desa di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Barru yaitu di Kecamatan Tanete Riaja Desa Lompo Tengah, dengan melibatkan personel TNI, pada 280 sasaran TMMD yang tersebar di 13 Kodam.

Demikian yang disampaikan oleh Komandan Korem 142 Taro Ada Taro Gau (TATAG) Pare-pare Kolonel Infantri Syarifuddin Laupe, dalam sambutannya pada acara Peletakan Batu Pertama Pemasangan Dackker Pembangunan Jalan Pedesaan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh TNI sebagai Program dari Tentara Menunggal Membangun Desa ke-92 tahun 2014 dihadiri oleh Bupati Kabupaten Barru Ir. H. Andi Idris Syukur MS, Dandim 1405 Mallusetasi Letnan Kolonel Infantri Sri Widodo, S.IP, M.Si, DANRAMIL se-Kabupaten Barru bersama Personil TNI yang melaksanakan TMMD, Camat Tanete Riaja Mustakim Pannugu B. SW dan turut dihadiri pula  Para Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Tanete Riaja, serta Masyarakat Dusun Botttolampe. Kolonel Infantri Syarifuddin Laupe yang juga selaku penanggung jawab TMMD mengatakan bahwa tidak semua KOREM dapat melaksanakan TMMD dan  dalam  satu KOREM  juga tidak semua KODIM dapat melaksanakan kegiatan semacam ini. Alhamdulillah Kabupaten Barru pada Wilayah KODIM 1405 Mallusetasi yang mendapatkan kepercayaan melaksanakan program TMMD dan Program ini merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Lembaga Pemerintah dan non Pemerintah Daerah serta komponen masyarakat. Melalui program ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan  masyarakat di daerah pedesaan, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, serta disusun dengan sistem bottom up planning.

Program Tentara Menunggal Membangun Desa di Kabupaten Barru adalah Pembangunan Jalan yang dikerjakan Pra TMMD yang dimulai Bulan Maret 2014 Lalu. Menurut Komandan Korem 142 Tatag, sebelum pembukaan TMMD kami (TNI, red) telah melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memaksimalkan pekerjaan jalan tersebut, karena TMMD hanya berlangsung selama 21 hari. “Syukur Alhamdulillah kegiatan yang yang telah dilaksanakan sudah mencapai 50 persen dan  sudah dapat dimamfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Kabupaten Barru Ir. H. Andi Idris Syukur MS. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tentara Menunggal Membangun Desa juga merupakan sarana untuk meningkatkan  kemanunggalan TNI-Rakyat, dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional melalui kegiatan yang terintegrasi dengan seluruh elemen masyarakat secara berkesinambungan.

Kegiatan Tentara Menunggal Membangun Desa (TMMD) ungkap Bupati Kabupaten Barru Ir. H. Andi Idris Syukur difokuskan pada pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum berupa jalan sepanjang 1800 m yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah dan akan meningkatkan roda perekonomian desa atau daerah terpencil. Sedangkan sasaran non fisik diarahkan untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat desa guna meningkatkan kualitas hidup dalam membangun daerahnya sendiri menuju kehidupan sosial yang lebih maju sejahtera dan mandiri.

Ditambahkan pula oleh Bupati Barru pada kesempatan itu bahwa Kabupaten Barru saat ini mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai angka 7,77 persen yang mana kenyataan tersebut  jauh melampaui pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional.

Lanjut dikatakan Bupati Barru bahwa kita harus berbangga atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Barru dalam  melaksanakan seluruh Program Pengentasan Kemiskinan, misalnya program Rp. 500 juta/desa yang telah dilaksanakan sejak tiga tahun yang lalu dan itu sudah dipotret oleh Pemerintah Pusat.

Diakhir sambutannya Bupati Barru berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Barru untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu. Karena pada kenyataanya apa yang diisukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab tidak benar. (Mahmud Rahim/Ahkam)

Seleksi Penerimaan Taruna Wilayah Sultra Dipusatkan di Makorem 143 Haluoleo

Kendari, Metropol - Seleksi Penerimaan Taruna bagi pemuda-pemudi Sulawesi Tengggara yang ingin menjadi Prajurit Perwira karier TNI di pusatkan di Markas Komando Resort Militer (Makorem) 143 Halu Oleo. Hal tersebut disampaikan oleh Mayor Inf. Suleman Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143 HO Kepada Metropol di ruang kerjanya. 

Dikatakan olehnya bahwa untuk pendaftaran taruna bisa dilakukan di empat Markas Komando Distrik militer (Makodim) yang ada di Sultra yakni Makodim 1417 Kendari, Makodim 1416 Muna, Makodim 1412 Kolaka dan Makodim 1413 Buton. Peminat yang mendaftar untuk menjadi taruna sangat tinggi dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  

Diakui olehnya, bahwa seleksi penerimaan taruna sangat ketat sehingga jumlah pemuda dan pemudi yang lulus masih sangat sedikit tetapi mengalami peningkatan. "Tahun 2013 lalu yang berhasil masuk taruna dari sini ada dua orang sementara Tahun 2012 lalu, hanya satu orang," ungkap perwira menengah satu melati di pundak tersebut. 

Ditegaskan pula olehnya penerimaan taruna sangat ketat, transparan dan bebas dari praktek percaloan sehingga yang lulus adalah benar-benar yang memiliki bakat dan prestasi. "Setelah lulus disini, kemudian disaring di Makassar lalu disaring di Bandung, jadi sangat ketat," ungkapnya. 

Mantan Kepala Staf Kodim 1413 Buton ini juga menambahkan bahwa masalah Psikologi menjadi faktor utama yang menyebabkan pemuda-pemudi Sultra tidak dapat bersaing dengan pemuda-pemudi dari daerah lain. (Bahrun)

Puspen TNI Selenggarakan Rakorpen 2014

Jakarta, Metropol - Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Geerhan Lantara atas nama Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko secara resmi membuka Rapat Koordinasi Penerangan (Rakorpen) TNI Tahun 2014, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (6/5/2014).   Rakorpen TNI diikuti 132 personel dari Satuan Kerja (Satker) Mabes TNI, Mabes Angkatan dan Kepala Penerangan (Kapen) Kotama Angkatan, mengambil tema “Kita Mantapkan Sinergitas, Peran dan Komitmen  Penerangan TNI dan Jajarannya Dalam Rangka Mensukseskan Tugas Pokok TNI”.

Adapun maksud dan tujuan  Rakorpen TNI tahun 2014 yaitu, untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan bidang penerangan TA 2013 untuk lebih ditingkatkan lagi pada TA 2014, dengan tujuan agar dapat diperoleh kesamaan persepsi, langkah dan tindakan bagi satuan jajaran Penerangan TNI dalam rangka mensukseskan tugas pokok TNI. Khususnya bidang publikasi dan dokumentasi. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai. Pertama, terwujudnya kesiapan satuan Penerangan TNI, dalam mengimplementasikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI bidang informasi dan publikasi.  Kedua, terbangunnya suatu sinergitas, peran dan komitmen bersama jajaran Penerangan TNI dengan satuan-satuan TNI lainnya, khususnya satuan intelijen dalam rangka meningkatkan peran, tugas dan fungsi satuan Penerangan TNI dalam memberikan layanan informasi publik secara akurat dan benar.

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, bahwa pelaksanaan Rakorpen TNI tahun 2014 untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI bidang penerangan serta menambah wawasan jajaran Penerangan TNI dalam pelaksanaan tugas guna mendukung tugas pokok TNI. Rakorpen TNI merupakan salah satu program kerja yang sangat penting bagi keberhasilan tugas-tugas TNI kedepan.  Selain memantapkan koordinasi dan konsolidasi diantara komunitas penerangan, Rakorpen juga untuk menyatukan persepsi, langkah dan tindakan bagi satuan jajaran  Penerangan TNI di era keterbukaan informasi publik.
Lebih lanjut dikatakan, hadirnya Undang Undang tentang pers dan keterbukaan informasi publik, merupakan tantangan bagi Penerangan TNI dalam menjalankan fungsi dan tugasnya untuk memberikan informasi dan penerangan kepada masyarakat tentang kebijakan, kegiatan maupun langkah-langkah TNI secara terbuka, transparan dan obyektif. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat melalui media massa, jika tidak cepat, akurat dan mudah, dapat menyebabkan kebijakan TNI dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak informatif dan terkesan tertutup. Guna memantapkan kinerja, personel penerangan harus menguasai masalah, mempunyai kredibiltas, mempunyai kemampuan analisa dan memiliki kecepatan dalam bekerja, khususnya dalam menyampaikan informasi ke publik atau media massa. Satuan penerangan sebagai salah satu pelayan informasi publik harus dapat mereposisikan tugas dan fungsinya sebagai “communication facilitator” yang mampu menjembatani kesenjangan informasi antara institusi TNI dengan masyarakat serta seluruh stake holder-nya. 

Satuan penerangan juga harus melakukan diseminasi kebijakan TNI dan memfasilitasi layanan informasi, dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang program-program TNI yang telah, sedang dan yang akan dilaksanakan. Penerangan TNI harus mempunyai bargaining position, baik kelembagaan maupun fungsional.   Secara fungsional, pejabat penerangan  mempunyai posisi yang strategis, dimana personel penerangan dapat direct ke pimpinan TNI di semua level dan mempunyai jaringan yang kuat dengan media massa.

Diskusi panel dalam Rakorpen diisi antara lain oleh Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Prof. Dr. Tjipta Lesmana, M.A. dengan topik : “Public Relation di Era Keterbukaan Informasi dan Demokrasi”.   Dr. Rajab Ritonga, M.Si., dengan topik : “Penerapan UU RI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan UU RI nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik”.  Wakil Pemred ANTV Eko Ardiyanto, S.Pi., dengan topik :  “Menghadapi Transformasi Media, Antisipasi dan Pemanfaatannya Untuk Kepentingan Publikasi TNI” dan pembekalan Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, dengan topik “Mewaspadai isu-isu aktual yang mempengaruhi citra TNI, membangun koordinasi dan  sinergitas jajaran penerangan TNI dengan intelejen  guna memberikan layanan informasi publik yang akurat dan benar dalam rangka peningkatan citra TNI” serta Pembekalan Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya dengan materi, “Evaluasi pelaksanaan kegiatan publikasi dan dokumentasi TNI tahun 2013, serta pokok-pokok kebijakan Panglima TNI bidang informasi dan publikasi tahun 2014. (Heroe)

Puspen TNI Gelar Lomba Tembak Antar Wartawan

Jakarta, Metropol - Pusat Penerangan (Puspen) TNI menggelar lomba tembak pistol antar wartawan media cetak dan elektronik dalam acara ‘Gathering Media’ bertempat di Lapangan Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur (6/5)  Lomba tembak ini diikuti sekitar 200 Orang  wartawan dari berbagai media massa.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya dalam sambutannya mengatakan, kegiatan lomba tembak antar wartawan bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara TNI khususnya Puspen TNI.

“Atas nama Pusat Penerangan TNI, saya ucapkan selamat berkompetisi,” kata Mayjen TNI Fuad. Lebih lanjut, Kapuspen TNI mengatakan lomba tembak ini diselenggarakan untuk meningkatkan kedekatan antara TNI dan wartawan/media massa. Menurutnya, hubungan TNI dengan wartawan yang semakin dekat akan lebih ditingkatkan lagi demi keterbukaan informasi.

Kapuspen TNI menegaskan, saat ini TNI melalui Puspen TNI ingin lebih dekat dengan wartawan. “Saya sebagai pimpinan Puspen TNI akan selalu terbuka dan memberikan informasi apa adanya. Kalau benar, saya akan katakan iya dan kalau tidak, saya akan katakan tidak,” tegasnya.

Kapuspen juga menyampaikan, tugas pokok Puspen TNI ada dua yakni, mempublikasikan seluruh kegiatan TNI secara utuh kepada masyarakat dan mencari apa yang sudah terpublikasi di luar yang bukan bersumber dari TNI.

“Tentunya informasi yang kita sampaikan pada masyarakat harus sesuai peraturan di lingkungan TNI. Informasi positif dan negatif sama saja. Informasi negatif justru akan kita jadikan pemicu agar lebih baik,” tambahnya.

Lomba tembak antar wartawan yang digelar Puspen TNI ini memperebutkan hadiah berupa Piala tetap, uang dan sertifikat serta piala bergilir Kapuspen TNI dan rencananya akan diadakan setiap tahun.

Dalam lomba tembak antar wartawan ini, keluar sebagai pemenang, yakni Juara I adalah Yuda Kastawan (Indopos). Selanjutnya, Juara II adalah Danu Arifianto (Rakyat Merdeka) dan Juara III yakni Heri (RCTI). Sedangkan Juara Harapan I diraih oleh Mosista P (Galeri Foto Jurnalistik Antara), Juara Harapan II oleh Doni (Newsliputan6.com) dan Juara Harapan III adalah Puji Christianto (Harian Terbit).

Turut hadir sebagai peserta tamu antara lain Prof Tjipta Lesmana, Kadispenal Kolonel Laut. M. Simorangkir, dan Kadispenau Marsma TNI  Hadi.  ( Kamal )

Panglima TNI Sidak Kopassus dan Marinir

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi sejumlah Pejabat Teras Mabes TNI melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke satuan TNI yaitu, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung dan Brigade Infanteri (Brigif-2) Marinir di Cilandak, Jakarta.

Setibanya di Markas Kopassus pada pukul 08.00 WIB, Jenderal TNI Moeldoko langsung mengunjungi pos jaga depan dan berjalan menuju Lapangan Sarwo Edhie Wibowo. Di perjalanan menuju lapangan, Panglima TNI bertemu dengan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo yang sedang berolahraga pagi. 

Terkejut dengan kehadiran Panglima TNI, Mayjen TNI Agus Sutomo langsung melaporkan situasi dan kondisi kepada Panglima TNI bahwa Markas Kopassus dalam keadaan aman. Sementara itu, Panglima TNI, juga memerintahkan anggota Kopassus di Pos Jaga agar segera membunyikan alarm untuk bersiap apel kesiapsiagaan di Lapangan Sarwo Edhie Wibowo. 

Bunyi alarm terus menggema, satu persatu pasukan dari Grup 1 dan Grup 2 Parako, Grup 3 Sandiyudha, Denma Kopassus dan Satuan Penanggulangan Teror 81 mulai berlari memasuki lapangan. Kendaraan taktis Kopassus di parkir di pelataran gedung, selanjutnya prajurit mempersiapkan peralatannya.

Usai sidak di Kopassus, Panglima TNI dan rombongan melanjutkan Sidak ke Markas Brigif-2/Marinir di Cilandak. Setibanya di lokasi, Jenderal TNI Moeldoko langsung menyambangi pos jaga. Selanjutnya, memerintahkan untuk segera menyiapkan semua pasukan dan alat tempur yang ada.

Selama Sidak di Marinir, para prajurit Korps Marinir juga melakukan kegiatan yang sama yaitu mulai dari dibunyikannya sirine dan semua pasukan Marinir segera berkumpul di lapangan termasuk peralatan perang yang ada di Markas Marinir pun turut disiagakan.

Dalam Sidak tersebut Panglima TNI mengatakan sengaja ingin melihat kondisi sebenarnya, mengapa memilih pasukan terpusat. Karena Kopassus, Marinir, dan juga Kopaskhas adalah pasukan lapis ketiga. Apabila situasi krusial terjadi, mereka akan diturunkan, persiapan pasukan harus selesai dalam estimasi waktu 15 menit. “Sidak mendadak ini adalah menguji kesiapan pasukan TNI sehingga tidak ada situasi yang tidak tertangani dengan baik. Inspeksi ini untuk melihat kesiapan prajurit dalam mengantisipasi keadaan yang krusial saat pemilihan Presiden yang akan datang,” ujar Jenderal Moeldoko.

Lebih lanjut Jenderal TNI Moeldoko juga menegaskan bahwa apabila kesiapan pasukan lapis ketiga dinilai sudah mantap, maka bisa dipastikan lapisan pertama (Satuan kewilayahan) dan lapisan kedua (Komando Utama) juga akan memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi situasi krusial. “Sidak ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat agar jangan takut menghadapi situasi Pemilu dan juga  menjamin bahwa seluruh pasukan TNI siap menjaga masyarakat,” kata Panglima TNI. (Red)

HUT Ke-64 Yonbekang-4/Air Mengadakan Sosialisasi Dengan Warga

Jakarta, Metropol - Dalam rangka HUT yang ke-64 Yonbekang-4/Air 2014 mengadakan bakti sosial di wilayah Kelurahan Tanjung Priok RT.004/015 Kampung Muara Barat, Tanjung Priok, yang melibatkan Tiga RW. Menurut CAP CBA Suherman, ketua koordinator saat kami wawancarai menyampaikan, “di usia yang ke-64 ini, kita mencoba untuk berbaur dengan masyarakat dengan mengadakan kerja bakti untuk mengantisipasi timbulnya DBD dan saluran air yang mampet, dan juga kegiatan donor darah, lomba renang, dan futsal. Rencananya kami juga ingin mengajak teman-teman wartawan untuk bermain futsal bersama,” ujarnya.

Metropol juga mewawancarai Wakil Lurah Andi Dirham, “kami dan warga sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan kerja bakti bersama TNI yang telah memperhatikan wilayah kami, dan kalau bisa sebulan sekali. Harapan kami ada beberapa TPS disini, karena di wilayah kami hanya terdapat satu TPS saja itupun jauh dari warga,” Kata Wakil Lurah Kelurahan Tanjung Priok.

Kegiatan ini melibatkan 150 pasukan Yonbekang-4/Air, Batalion Pembekalan Angkutan 4/Air yang disingkat Yonbekang-4/Air sebagai eselon pelaksana dijajaran Ditbekangad yang memiliki tugas pokok melaksanakan pemindahan bekal materil dan personel dari suatu tempat ketempat lain melalui lautan, sungai, pantai, dan perairan pedalaman  dengan menggunakan sarana angkutan air yaitu kapal-kapal ADRI guna mendukung tugas Ditbekangad dalam melaksanakan tugas pokoknya Yonbekang-4/Air selalu berkoordinasi dengan instansi di lingkungan pelabuhan baik instansi militer, kepolisian, maupun masyarakat yang berkaitan dengan keberhasilan tugas pokok.

Dalam rangka hari jadi ke-64 Yonbekang-4/Air akan merencanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan pelajar yang berada dilingkungan Jakarta Utara dan sekitarnya, sehingga kekompakan dan kerjasama antara instansi dan masyarakat dapat terjalin dengan baik, agar kegiatan HUT ke-64 Yonbekang-4/Air dapat berjalan dengan tertib, lancar dan aman, maka dibuat rencana garis besar kegiatan HUT ke-64 Yonbekang-4/Air 2014.

Dengan semangat Kalaka Rata Yudha prajurit Yonbekang-4/Air bertekad memantapkan profesionalisme menuju transformasi Bekangad guna mendukung tugas pokok Bekangad. Maksud dan tujuan untuk memberikan gambaran tentang rencana garis besar kegiatan HUT ke-64 Yonbekang-4/Air 2014. Untuk mendapatkan persetujuan/keputusan dan arahan dari pimpinan umum tentang HUT ke-64 Yonbekang-4/Air. (Risyaji)

Sabtu, 03 Mei 2014

Kunker Budiono di Blitar Tinjau Perbaikan Pasca Eruspi Kelud

Blitar, Metropol - Wakil Presiden Budiono melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Minggu (27/4) sekitar pukul 9 pagi. Dalam kunjungan kerja tersebut Wapres Budiono meninjau bangunan yang terdampak erupsi gunung Kelud beberapa bulan lalu (Red. Februari 2014 ), seperti Puskesmas Nglegok dan gedung Sekolah Dasar Modangan 2, yang keduanya berada di Kecamatan Nglegok. 

Wapres Budiono beserta rombongan datang di Blitar kemarin sore, Sabtu (26/4) sekitar pukul 16.00 wib. Setelah beristirahat dan bermalam di Hotel Tugu jalan Merdeka Kota Blitar, esok harinya (Red. Hari ini ) Minggu (27/4) orang nomer dua di Indonesia ini melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Nglegok dan Sekolah Dasar Modangan 2.

Usai melakukan peninjauan di Puskesmas Nglegok, Budiono langsung meninjau gedung Sekolah Dasar Modangan 2, kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang jaraknya sekitar 5 kilo meter dari Puskesmas Nglegok.

Kedatangan wapres Budiono di Sekolah Dasar Modangan 2, langsung disambut siswa-siswa sekolah tersebut dan juga Bupati Blitar.

Dikatakan Bupati Blitar, Herry Noegroho, dipilihnya Puskesmas Nglegok, pasalnya Puskesmas tersebut menjadi rujukan bagi korban terdampak erupsi gunung Kelud pada bulan Februari kemarin. Sementara SD Negeri Modangan 2, saat terjadi erupsi gunung Kelud juga terkena dampak. Atap gedung Sekolah Dasar tersebut juga mengalami kerusakan.

Lebih lanjut orang nomer satu di Pemerintah Kabupaten Blitar ini menerangkan, tindakan serta langkah yang diambil Pemerintah Blitar setelah erupsi gunung Kelud yakni, memperbaiki bangunan-bangunan fasilitas umum bersama instasnsi terkati.

“Pihak pemkab memperbaiki fasilitas umum dan rumah-rumah penduduk dengan total sekitar seribu rumah lebih,” jelas Bupati Blitar.

Usai berfoto bersama siswa-siswa SD Negeri Modangan 2, wakil Presiden Budiono beserta rombongan, langsung meninggalkan sekolah tersebut untuk kemudian melanjutkan kunjungan kerja di Kabupaten Kediri untuk meninjau perbaikan infra struktur pasca erupsi gunung Kelud.

Kunjungan Kerja Wapres Budiono kali ini bebas dari aksi demo para aktivis Blitar, tidak seperti kedatangan-kedatangan sebelumnya yang penuh diwarnai dengan aksi demo. (IP)

Stimulasi Publik Dengan Tontonan Berkarakter Tuntunan

Jakarta, Metropol - Membangun kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba membutuhkan kreativitas yang tak kenal batas. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyadari betul hal ini. Karena itulah, Deputi Bidang Pencegahan BNN menggelar forum komunikasi berupa dialog interaktif dan pergelaran seni budaya dalam bentuk teater dengan mengusung tema “Melalui Pergelaran Seni Budaya Kita Selamatkan Pengguna Narkoba”, di TMII, Jakarta, Sabtu (3/5).

Kepala BNN, DR Anang Iskandar mengungkapkan kegiatan pergelaran seni dan dialog interaktif ini akan menjadi tontonan yang sarat dengan tuntunan dan menjadi sarana penyampaian informasi cukup efektif, tentang permasalahan narkoba yang terjadi saat ini.

Pada kesempatan kali ini, BNN kembali bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menurut Kepala BNN, kerja sama ini terjalin dengan spirit dan misi yang sama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap masalah adiksi yang dihadapi oleh pengguna narkoba.

”Masyarakat belum paham betul mengenai kekhususan para pengguna narkoba. Pada dasarnya mereka adalah orang  sakit yang harus diobati, bagi mereka penjara bukanlan solusi, karena tidak akan memberikan efek jera. Justru cara yang ideal adalah rehabilitasi agar mereka pulih dari masalah adiksinya. Harapannya tentu jelas sekali, masyarakat tidak lagi senang dengan penghukuman pada para pengguna karena mereka pada dasarnya bukan kriminal,” himbau Kepala BNN.

 Fakta empiris yang saat ini masih mengemuka di tengah masyarakat, para pengguna masih terkendala stigma yang menyebabkan mereka tidak ingin keluar dari persembunyiannya untuk direhabilitasi. Dengan pesan-pesan melalui seni teater inilah diharapkan mampu menggugah masyarakat untuk menghilangkan stigma, sehingga para pengguna narkoba tidak takut lagi untuk melaporkan diri ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), sehingga mereka bisa mendapatkan layanan rehabilitasi.

Dalam kesempatan ini juga, Kepala BNN berpesan kepada masyarakat untuk melaksanakan pola hidup sehat dan imun untuk menolak narkoba, sekaligus proaktif dalam rangka meningkatkan kampanye penyelamatan pengguna narkoba. (Kamal)