Selasa, 05 Agustus 2014

Resmob Enrekang Bekuk Pelaku Pencurian

Enrekang, Metropol - Masih dalam rangka operasi Sikat Lipu, jajaran Reskrim kembali menangkap pelaku pencurian uang sebesar Rp 66 juta pada Senin, 9 Juni 2014 lalu.

Pencurian ini dilakukan oleh Husair sopir kanvas rokok BLIS di kamar losmen Widya Graha Kelurahan Galontan Kecamatan Enrekang, saat pimpinan salesnya Rahmat Marsuki sedang berada dikamar mandi. Melihat uang sebanyak 66 juta dan handphone tergeletak di atas meja timbul niat jahat Husair untuk menggasaknya. Setelah mengambil uang pintu kamarpun dikunci dari luar dan pelaku kabur dengan menggunakan ojek.

Saat keluar dari kamar mandi itulah Rahmat kemudian sadar uang hasil penjualan rokok yang sedianya akan ditransfer raib. Rahmat kemudian berusaha keluar lewat jendela dan segera melapor ke Polsek setempat.

Menerima laporan korban Kapolsek AKP. Anthonius T. segera melaporkan ke Kasat Reskrim AKP Muhajir dan dilanjutkan melaporkan ke Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH MH Saat itu juga Kapolres segera memerintahkan untuk melakukan pengejaran, tidak memakan waktu lama, sekitar setengah jam setalah laporan diterima pelaku berhasil dibekuk di Maroangin oleh Tim Resmob bekerjasama dengan Polsek Maiwa. Pengejaran ini di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Muhajir dan Kapolsek Enrekang AKP Anthonius.

Kini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di mako Polres Enrekang. Husair sekarang harus mendekam dalam tahanan Polres untuk selanjutnya menunggu proses kasus ini berjalan. Sebelum kabur dengan mencarter mobil avanza  dengan nomor Polisi B 1411 BRL, pelaku sempat berganti ojek sampai tiga kali tujuannya untuk mengelabui petugas dan menyamarkan jejaknya.

Husair beralasan mencuri uang itu karena kecewa dengan atasannya karena selama bekerja selama enam bulan dengan perusahaan rokok itu setiap terima gaji selalu dipotong oleh atasannya. Meskipun demikian pria yang istrinya saat ini hamil besar tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatanya karena telah melanggar pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Sry YN)

Kelabui Petugas Sindikat Gunakan Modus Campur Narkoba

Jakarta, Metropol - Jaringan sindikat narkotika Malaysia-Iran menggunakan modus penyelundupan narkoba via paket yang didalamnya terdapat serbuk putih yang mengandung (bercampur) dengan sabu. Modus ini terungkap setelah petugas BNN mengamankan MST (WN Iran, 37), di luar kantor pos sesaat setelah menerima paket asal Iran yang berisi serbuk mengandung sabu seberat + 25.060,6 gram.  Kasus ini berhasil diungkap berkat kerja sama BNN, Bea Cukai dan Kantor Pos Besar Jakarta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tersangka MST, masalah  ekonomi menjadi alasan MST terjun dalam bisnis narkkoba. Pada Mei 2014 lalu, ia menerima tawaran pekerjaan sebagai kurir narkoba dari temannya bernama SHB (WN Iran yang pindah kewarganegaraan menjadi WN Inggris, 25). Pekerjaan yang harus dilakukan oleh MST adalah mengambil paket berisi serbuk mengandung sabu dari kantor pos lalu membawanya ke sebuah rumah yang akan dijadikan tempat penyimpanan sabu. Untuk pekerjaan seperti ini, MST ditawari upah yang cukup menggiurkan yaitu USD 20 ribu, atau sekitar Rp 200 juta.

Setelah setuju dengan bisnis ini, pada 17 Mei 2014, MST menghubungi rekannya bernama MJD (WN Iran, 44), untuk mencarikan rumah yang bisa dijadikan tempat penyimpanan sabu. MST menjanjikan imbalan sebesar   Rp 50 juta jika tugas tersebut berhasil dilakukan.

Pada tanggal 13 Juni 2014, paket berisi narkoba dari Iran telah tiba di Jakarta. Setelah mendapat kabar kedatangan paket tersebut, MST mengambil paket itu tiga hari kemudian pada tanggal 16 Juni 2014. Sesaat setelah MST mengambil paket tersebut. Tim BNN dengan sigap mengamankannya. Dari tangan MST, petugas menyita tiga dus paket berisi serbuk yang mengandung sabu seberat + 25.060,6 gram. Modus yang digunakan oleh sindikat ini adalah mencampurkan sabu dengan serbuk putih seperti tepung halus. Setelah itu mereka akan memisahkan sabu dan serbuk agar bisa diolah menjadi sabu murni.

Tim BNN selanjutnya melakukan penggeledahan di tempat tinggal MST di apartemen Kalibata City. Di TKP petugas juga menyita kertas lembaran putih berukuran 50x50 cm sebanyak 30 lembar yang diduga digunakan untuk alat bantu proses pemurnian serbuk putih. Tim BNN juga mengamankan WN Iran lainnya yaitu MJD yang sebelumnya ditugasi MST untuk mencari tempat penyimpanan sabu. MJD diamankan di loby Kalibata City, pada hari yang sama.

Menurut pengakuan MST, serbuk yang mengandung sabu ini belum sepenuhnya barang jadi karena perlu diolah lagi. Ia mengatakan, orang yang dapat “memasak” atau mengolah sabu secara utuh hanyalah  SHB yang berada di Iran. Pada akhirnya, melalui peran MST sebagai justice collaborator, SHB bisa dipengaruhi dan datang ke Indonesia, Selasa (24/6). Sesaat setelah keluar dari pintu gedung kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, SHB ditangkap tim BNN.

Dari keterangan para tersangka, mereka berencana untuk menjual sabu hasil olahan itu pada anggota sindikat narkoba di Aceh. Atas perintah seorang pria  berinisial MHR yang berada di Malaysia. (Red) 

Oknum Petugas Kantor Pos Terlibat Jaringan Narkotika

Jakarta, Metropol - Badan Narkotika Nasional kembali melakukan pemusnahan barang bukti, hasil tindak pidana narkotika. Pemusnahan barang bukti ini merupakan yang ke 15 kalinya sepanjang tahun 2014. Barang bukti yang dimusnahkan berupa 1.895,6 gram sabu dan 880 butir ekstasi. Sebelumnya petugas menyisihkan 15 gram sabu dan 33 butir ekstasi guna pembuktian perkara di persidangan, uji laboratorium, Diklat dan Iptek. Seluruh barang bukti ini merupakan hasil dari pengungkapan kasus penyelundupan Narkoba yang dilakukan oleh oknum petugas Kantor Pos Makassar. Total barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1.910,6 gram sabu dan 913 butir ekstasi.

Karir DI selama 26 tahun bekerja di Kantor Pos Makassar, harus berakhir karena keterlibatannya dalam jaringan sindikat Narkotika. Petugas BNN mengamankan DI di Kantor Pos Area X Jl. AP Petterani, Makassar, (6/6/2014). Karena kedapatan menerima sebuah paket kiriman dari Jakarta yang diketahui berisi narkotika.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari kecurigaan petugas Bandara Soekarno Hatta terhadap sebuah paket kiriman atas nama Hasanah yang ditujukan kepada DI di Kantor Pos Area X, Makassar. Hasil penangkapan awal diketahui paket Narkoba yang diterima  DI berisi 913 butir ekstasi. Pria yang bekerja di bagian Ritel dan Properti ini mengaku diperintah oleh He (DPO) di Jakarta untuk menerima paket kiriman tersebut. 

Dari pengakuannya, paket itu akan diserahkan kepada pria berinisial SY di sebuah minimarket di kawasan Veteran Utara, Makassar. Petugas kemudian mengamankan SY. Kepada petugas, pengangguran yang kerap berjudi sambung ayam ini, mengaku mendapat perintah dari tetangganya, C als B, yang kini buron.

Dari hasil pengembangan, diketahui DI akan kembali menerima paket kiriman Narkotika dari Jakarta. Petugas berhasil menemukan jejak pengiriman paket tersebut dengan nomor resi 13538830379 dan 13538830366. Setelah dilakukan pemeriksaan, pada paket tersebut ditemukan 20 bungkus plastik bening berisi Narkotika Golongan I jenis sabu Kristal seberat 1.910,6 gram.

Ini bukan pertama kali DI terlibat dalam aksi penyelundupan Narkotika. Tercatat DI telah menerima sekitar 8 paket serupa dengan total upah yang didapat sebesar ± Rp 23 juta. Merasa pekerjaan sampingannya ini tak membawa bencana. DI terus terlibat dalam aksi penyelundupan Narkoba hingga akhirnya petugas memboyongnya ke Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur.

Atas perbuatannya DI dan SY terancam pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup. Sementara C dan He, hingga kini masih dalam pengejaran petugas. (Deni/HumasBNN)

Berkas Kasus Pencucian Uang Murdani Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri Tangerang

Jakarta, Metropol - Anda tentu masih ingat dengan kasus pencucian uang hasil kejahatan narkoba dengan pelaku kakak beradik, yaitu Murdani (45) dan Safriadi alias Edy (37). Kini berkas kasus keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan atau P-21. Berkas perkara Murdani dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang, Senin (23/6). Sedangkan berkas perkara Edy sudah dilimpahkan terlebih dahulu pada Senin (16/6) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Seperti diberitakan sebelumnya kedua kakak beradik ini ditangkap pada hari yang sama, di tempat berbeda, Safriadi diamankan petugas BNN pada 25 Maret 2014 di Perumahan Singgasana Pradana, Jl. Galuh Pakuwon Timur No.12, Bandung, Jawa Barat. Sedangkan  Murdani, kakak dari Edy diamankan di Perumahan Puspita Serpong, Tangerang. Edy ditangkap BNN karena dugaan tindakan pencucian uang dari hasil kejahatan narkotika. Edy diduga memutarkan sebagian keuntungan hasil penjualan narkoba untuk mendukung bisnis properti yang dijalankan oleh kakaknya bernama Murdani.

Penangkapan Edy merupakan pengembangan kasus narkoba yang sudah ditangkap BNN, seperti Afdar (kasus 12 kg sabu), Nasirudin (2 kg sabu), Basyarullah (8 ons sabu), dan M.Isa (7,5 ons sabu). Keempat napi tersebut mengaku membayar uang hasil penjualan narkotika kepada Safriadi. 

BNN kemudian melakukan pelacakan terhadap Edy sejak awal 2013. Tim BNN memeriksa satu persatu rumah yang pernah ditinggali oleh Safriadi seperti di daerah Limusnunggal Bogor, Apartemen Permata Eksekutif Jakarta, dan Perum Anggrek Loka BSD. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata seluruh tempat tinggal tersebut atas nama Murdani (kakak kandung Safriadi).

Setelah dilakukan pendalaman kasus. Tim kini tidak hanya memburu Edy tapi juga mengincar kakaknya yaitu Murdani. Tim BNN berhasil membekuk keduanya pada hari yang sama yaitu 25 Maret 2014, di tempat terpisah. Di TKP Safriadi di Bandung, petugas menyita 6 tabungan milik Edy dengan menggunakan 6 nama berbeda. Ia menggunakan nama   Dadang C, Edy, Revaldi, Zulfikar, Indardi, dan Slamet Kuncoro. Dari enam tabungan ini, transaksi uang yang keluar masuk dari dan ke rekeningnya terhitung sebesar Rp 179,3 Miliar.

Menurut keterangan tersangka Edy, dirinya sudah melakukan peredaraan gelap narkotika jenis sabu sejak tahun 2004 sampai sekarang (2014). Narkotika yang ia dapatkan berasal dari MUN dan A (WN Malaysia). Selain menjual sabu yang ia dapatkan dari bandar besar, Edy juga seringkali menyimpan sebagian sabu untuk ia konsumsi sendiri. Di sebuah apartemen di Kelapa Gading yang ia sewa, petugas BNN menyita 8 gram sabu. Sementara itu, hasil penjualan ia setorkan kepada bandar di Malaysia, dan keuntungannya beberapa kali ia transfer untuk kakaknya, Murdani yang berbisnis properti.

Atas perbuatannya, Edy dijerat dengan Pasal 112 (2), 114 (2) dan 137 UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 3,4,5 UU No.8 Tahun 2010 tentang pencegahaan dan pemberantasan tindak pencucian uang. Total aset yang disita dari Safriadi senilai Rp 1 M yang terdiri dari tabungan, 1 unit mobil, 1 unit sepeda motor, dua bidang tanah dan bangunan. Sementara itu, dari tangan Murdani, petugas menyita aset senilai ±Rp 26 Milyar yang terdiri dari :  Rekening senilai Rp 7 milyar, deposito senilai Rp 2 milyar, 1 unit rumah di  Puspita Loka, BSD, Tangerang, 1 unit rumah Anggrek Loka BSD, 2 unit apartemen di Permata Eksekutif,  1 unit Apartemen Gateway, 1 unit toko di Permata Hijau, 1 Unit Mobil Harrier, 1 Unit Mobil Toyota Yaris, dan 1 Unit Mobil Nissan Xtrail, dan 2 unit truck. Atas kasus ini, Murdani dijerat dengan pasal 137 UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 3,4,5 UU No.8 Tahun 2010 tentang pencegahaan dan pemberantasan tindak pencucian uang. (Red)

BNN Musnahkan 26 Kilo Sabu dan 19 Liter Prekursor Dari Kasus Jaringan Iran dan Laboratorium Ilegal Narkotika

Jakarta, Metropol - Petugas BNN berhasil mengamankan 19.253 ml cairan yang diduga prekursor narkotika dan 1.872,8 gram sabu Kristal dari tangan sepasang suami istri WN Indonesia keturunan Tionghoa bernama Liong Kok Foe als David dan istrinya Tan Ay Hoa als Ay.

Keduanya diduga melakukan praktek illegal memproduksi sabu di laboratorium Narkotika (Clandestine Lab) di kawasan Perum Binong Permai Blo H20, Kec Curug, Tangerang. David dan Ay diamankan petugas pada hari Rabu 11 Juni 2014 lalu. Dari kedua tersangka, petugas tak hanya menyita precursor dan sabu Kristal, akan tetapi  juga mengamankan beberapa alat laboratorium dan zat kimia lainnya di lokasi kejadian.

Diketahui David merupakan mantan narapidana narkotika. Selama di dalam penjara, David belajar trik membuat sabu dengan rekan sesama narapidana Seharusnya, David keluar dari LP Desember 2016. Namun diberi keringanan bebas bersyarat pada 12 Agustus 2013 lalu. Saat menghirup udara bebas, David sempat menjalankan profesi sebagai petugas pelayanan di gereja. Namun sejak Mei 2014, David mulai mempraktekan trik membuat sabu yang pernah ia pelajari di LP.

Praktek yang dilakukan David adalah menerima sabu kualitas rendah dan mengupgradenya menjadi sabu kualitas tinggi. Sejak Mei hingga Juni 2013, David telah 6 kali mengolah sabu dan menghasilkan ± 18-54 gram sabu kualitas tinggi setiap kali produksi. Selama menjalankan bisnis ini, Davit mendapat arahan dari B (Napi sebuah LP) melalui telpon. Alat dan bahan untuk produksi sabunya pun dipasok dari kaki tangan B di luar LP.

Menurut pengakuannya, ia telah dua kali melakukan transaksi dari hasil produksinya kepada bandar. Tersangka mengaku melakukan ini karena dorongan ekonomi. Dari bisnis narkoba yang mereka jalankan, hasilnya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya yang berkuliah di perguruan tinggi swasta yang cukup mahal dan ternama.

Penangkapan David beserta istri mendapatkan reaksi mengejutkan dari masyarakat. Karena mereka tidak mengira pasangan ini selama ini melakukan kejahatan narkoba. Masyarakat setempat menyebut pasangan ini cukup tertutup sehingga mereka kurang dikenal baik di tengah masyarakat.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 129 huruf a Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BNN melakukan pemusnahan terhadap barang bukti tersebut  (15/7). Tak hanya itu, BNN juga memusnahkan sabu hasil dari pengungkapan kasus Jaringan sindikat narkotika Malaysia-Iran yang diselundupkan melalui perusahaan jasa titipan.

Sindikat Malaysia-Iran ini terungkap setelah petugas BNN mengamankan MST (WN Iran, 37), di luar kantor pos sesaat setelah menerima paket asal Iran yang berisi serbuk mengandung sabu seberat + 25.060,6 gram, (16/6). Tim BNN selanjutnya melakukan penggeledahan di tempat tinggal MST di apartemen Kalibata City, dan menyita kertas lembaran putih berukuran 50x50 cm sebanyak 30 lembar yang diduga digunakan untuk alat bantu proses pemurnian serbuk putih.

Total barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua kasus tersebut sebanyak 26.933,40 gram sabu Kristal dan 1.9253 ml precursor narkotika. Sebelum dilakukan pemusnahan, petugas menyisihkan sebelumnya 46,4 gram sabu dan 103 ml prekursor guna uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan. Sehingga total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 26.887 gram sabu dan 19.150 ml prekursor narkotika. (Deni M/HumasBNN)

Asean Bersatu Lawan Narkoba

Jakarta, Metropol - Dalam Pertemuan Para Pejabat Tinggi ASEAN,  untuk masalah narkoba atau Asean Senior Officials on Drug Matters (ASOD) di Hotel Dusit Thani, Wakil Presiden Philipina, YM Jejomar C Binay menyampaikan komitmen dan keteguhan Negara-negara ASEAN  untuk bersatu melawan dan mengatasi ancaman narkoba yang berpotensi menghambat kemajuan ASEAN, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah musuh bersama Asean. Karena itulah negara Asean harus melawannya sebagai one region, one asean”, tegas Jejomar.

Sementara itu, Kepala BNN, DR Anang Iskandar menilai pertemuan ASOD sangat penting. Karena dalam kesempatan ini Negara-negara Asean akan membahas langkah dan pencapaian masing-masing negara dalam mengatasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Asean.

Kepala BNN menjelaskan, dalam pertemuan ini ada tiga aspek penting dibahas lebih mendalam antara lain,  (1) pengurangan lahan tanaman gelap, (2) penurunan produksi, peredaran dan kejahatan narkoba, (3) pengurangan prevalensi narkoba masing-masing negara.

Pertemuan ASOD diketuai oleh Undersecretary Edgar C Calvante dari Dangerous Drug Board Philipina dan dihadiri oleh para pejabat tinggi anti narkoba  negara-negara Asean. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala BNN, DR Anang Iskandar didampingi sejumlah perwakilan wakil dari BNN, Badan POM, Polri dan Kemlu. Selain anggota ASEAN juga hadir mitra negara di luar ASEAN seperti Tiongkok, Jepang, India dan Korea Selatan  serta wakil dari UNODC dan DEA.

Dalam pembukaan sidang, para Ketua Delegasi memaparkan situasi terkini dari ancaman bahaya narkoba di negara masing-masing dan upaya yang ditempuh untk  mengatasinya. Dari masing-masing paparan dapat disimpulkan, bahwa upaya pengurangan lahan tanaman gelap seperti tanaman opium dan ganja mengalami dinamika keberhasilan seperti di Thailand untuk jenis opium dan tanaman ganja di Indonesia melalui program eradikasi tanaman gelap dan program alternative development.

Pada kesempatan paparan ini, hampir seluruh negara menghadapi ancaman yang sama, yaitu derasnya peredaran Amphetamine (ATS). Utamanya Methaphethamine atau sabu dan ekstasi. Sedangkan beberapa negara yang dekat dengan sumber tanaman opium seperti Myanmar,  Thailand, Laos, dan Kamboja tidak hanya menghadapi masalah ATS, akan tetapi juga heroin.

Oleh karena itu penelitian, monitoring, dan evaluasi dapat menjadi dasar pemahaman dalam rangka mengidentifikasi masalah utama dan mencari solusi yang strategis. Dengan variabel seperti di atas, kebijakan yang dihasilkan akan efektif dan mudah diterapkan.

Pada dasarnya, penelitian beserta bukti-bukti yang didapatkan bisa  menjadi pendukung dalam pengambilan kebijakan. Namun faktanya penelitian itu sendiri belum dioptimalkan secara nyata dalam membuat sebuah kebijakan. Ada dua hal yang menjadi penyebab hal ini. Pertama adalah penelitian itu sendiri masih minim, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kedua, para pengambil kebijakan belum terbiasa dengan pemanfaatan penelitian itu sebagai salah satu alat untuk menunjang pembuatan kebijakan.

Penyusunan kebijakan berbasis bukti dan juga pengembangan kualitas penelitian menjadi hal penting yang harus dibahas. Anggota ASOD sepakat bahwa penelitian tentang penyalahgunaan narkoba bukanlah hal yang mudah. Karenanya, diperlukan metodologi yang sesuai dan berkualitas. Artinya, peneliti akan memperhitungkan betul masalah populasi, sampling, metode pengumpulan data, analisis data, dan pada akhirnya peneliti akan menginformasikan hasil dari penelitian tersebut.

Sebagai penelitian penyalahgunaan narkoba pada kalangan rumah tangga memang penting. Tapi jika dibandingkan dengan populasi anak muda dan pekerja, maka penelitian akan jauh lebih bernilai. Karena penyalahgunaan narkoba banyak terjadi pada dua kalangan tersebut.

Dalam pertemuan ASOD ini, negara-negara anggota mendiskusikan tentang prosedur pengambilan sampel termasuk, multistage, purposive, stratified, systematic, and random sampling. Sedangkan dalam metode pengumpulan data, dibahas pula tentang wawancara tatap muka, kuisioner, dan teknil lainnya yang dapat meningkatkan keterbukaan dari responden.

Dari hasil pembahasan yang dilakukan, peneliti diharapkan untuk mempertimbangkan kualitas data sebagai faktor penentu keberhasilan analisis data survey prevalensi narkoba. Kualitas yang baik dipengaruhi oleh pertanyaan analisis, teori relevant untuk pengambilan keputusan analisis yang logis, dan penggunaan data yang relevan sebagai dasar pembuktian. Intepretasi data bukan hanya sekedar statistik, tapi juga dapat mendukung pembuatan kebijakan.

Para peserta pertemuan ASOD juga membahas tentang pentingnya penelitian tentang pengurangan demand dan supply narkoba. Semua pihak yakin bahwa program penanganan narkoba harus memperhatikan dua hal penting yaitu bagaimana menekan supply dan mengurangi demand. (Delly M/Humas BNN)

Pembentukan Jejaring Anti Narkotika di Lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur

Jakarta, Metropol - BNNK Jakarta Timur bekerjasama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, membentuk jejaring anti narkoba kepada seluruh jajaran pemerintah Walikota Jakarta Timur, di ruang pola kantor Walikota Jakarta Timur. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Drs Husein Murad MSi, Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi SH MH, Askesmas Drs H Ibnu Hajar MSi, para Kasudin, Camat dan Lurah.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara advokasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi aparatur di lingkungan Pemkot Jakarta Timur, Drs H Husein Murad MSi mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu bentuk rangkaian komunikasi secara sistematis agar pembuatan keputusan dan kebijakan dijajaran pemerintahan, siap menjadi kader anti narkoba dan dapat memberi manfaat posisif bagi masyarakat.

Lanjut Wakil Walikota Jakarta Timur, Narkoba adalah masalah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan jawaban dari masyarakat sendiri, ditandai oleh adanya perubahan yang diiringi dengan sikap penolakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dan sebagai konsekuensi dari tuntutan tersebut. Maka dalam melaksanakan P4GN dilingkungan masyarakat, kemitraan antara pemerintah BNNK Jakarta Timur dengan masyarakat menjadi prioritas, melalui kerjasama dalam menciptakan jejaring masyarakat anti narkoba, oleh karena itu untuk menjawab dan mengantispasi permasalahan narkoba, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategis nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba tahun 2011 – 2015 untuk dilaksanakan semua jajaran pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala BNNK Jakarta Timur Supardi SH MH berharap kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Lurah dilingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bisa meningkatkan kesadaran serta komitmen untuk bersama-sama melakukan sosialisasi pencegahan narkoba dilingkungannya. Terkait UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, Kepala BNNK Jakarta Timur menjelaskan, “UU tersebut mempunyai keunikan tersendiri, tegas, keras namun humanis bagi korban penyalahguna, tegas dan keras diberlakukan bagi para bandar, pengedar dan produsen untuk mendapat hukuman sesuai tingkat perbuatannya. Humanis bagi korban penyalahgunaan untuk menjalani hukuman dalam bentuk rehabilitasi medis serta sosial,” jelas Supardi.

Plt Kasi Pencegahan BNNK Jakarta Timur Anton S Siagian SH MH saat di wawancara Metropol mengatakan, eksistensi organisasi publik di era global sedang mengalami kesulitan menyikapi perubahan dari globalisasi, yaitu : 1. Perubahan lingkungan strategis internal dan. 2. Perubahan lingkungan strategis eksternal yang begitu cepat, kompleks dan dinamis, perubahan-perubahan perlu diantisipasi dengan sikap yang proaktif dan aktif dari organisasi publik dengan melakukan reformasi, revitalisasi dan pembentukan jejaring dalam suatu proses kebijakan. Membangun jejaring/kemitraan kerja pada hakekatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan berbagai ide informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan dalam suatu konsep kerjasama atau kesepakatan guna mencapai kesuksesan yang lebih besar. Maka BNNK Jakarta Timur khususnya di Seksi Pencegahan melakukan advokasi dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan prekursor narkotika di lingkungan Camat dan jajaran satuan-satuan perangkat kerja aparatur Kota Administrasi Jakarta Timur, melalui pembentukan jejaring anti narkotika dengan tema, “Terjalinnya kerjasama antara Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur dengan Jajaran Pemerintah Kota adminstrasi Jakarta Timur” diharapkan dapat bermanfaat bagi para Camat dan satuan perangkat kerja aparatur Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur agara dapat mencipatakan lingkangan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dan membentengi diri dari lingkungan dari penyalahguna narkotika. (Deni M)

Pembentukan dan Pengukuhan Jurnalis Media Pemberita di Lingkungan BNNK Jakarta Timur

Jakarta, Metropol - Upacara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2014, yang digelar dihalaman kantor Walikota Jakarta Timur. Hadir sebagai inspektur upacara Wakil Walikota Drs.H. Husein Murad MSI dan diikuti lebih dari 500 anggota upacara dari berbagai instansi pemerintah kota Administrasi Jakarta Timur, Para Kepala Kantor, Kepala Suku Dinas dan jajaranya, Kepala Satuan Pol. PP dan jajaranya, Kepala Sekertariat Kopri dan jajaranya, Kepala Bazis dan jajaranya, Kepala BNNK Jakarta Timur dan jajaranya, dewan pembina P4GN, komunar, gannas, granat, wartawan media cetak maupun elektronik dan FKKS Jakarta Timur.

Sebagai inspektur upacara Drs. H. Husein Murad, MSI dalam sambutanya membacakan, tema HANI tahun 2014 ini adalah “Drug Use Disorder Are Preventable And Treatable” (pengguna narkoba dapat dicegah dan direhabilitasi) tema ini mengandung makna bahwa pengguna narkoba adalah orang yang sakit. Mereka membutuhkan bantuan kita semua untuk berhenti dari kebiasaan mengkonsumsi narkoba dan membutuhkan rehabilitasi dengan harapan mereka dapat kembali melaksanakan fungsi sebagai anggota masyarakat secara normal. Mereka berhak memperoleh kehidupan yang sehat. Tema yang sangat inspiratif ini diharapkan dapat menggerakan dan mendorong segenap komponen bangsa dalam rangka menyelamatkan pengguna narkoba, mereka dapat dicegah agar jumlahnya tidak bertambah, mereka juga dapat direhabilitasi agar Demand (permintaan) narkoba menurun, ditambah dengan upaya penindakan terhadap para pengedar secara agresif, diharapkan berdampak pula pada menurunnya SUPPLY (peredarannya) narkoba di indonesia. Pada aspek pencegahan, telah dilakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) P4GN mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa secara luas keseluruh pelosok Indonesia. Dengan memanfaatkan sarana media cetak, elektronik maupun media online, serta tatap muka secara langsung kepada masyarakat. Disisi lain telah terbangun pula kesadaran, kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam menjaga diri, keluarga, lingkunganya dari bahaya penyalahguna narkoba yang dilakukan secara swadaya, baik dilingkungan pendidikan, lingkungan tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini upaya rehabilitasi pengguna narkoba selama kurun waktu 2010-2014 telah direhabilitasi sebanyak 34.467 residen baik melalui layanan rehabilitasi medis maupun sosial di lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat. Meskipun sudah banyak capaian yang dihasilkan dalam upaya menyelamatkan bangsa indonesia dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Namun masih banyak hal yang membutuhkan perbaikan dan upaya penyempurnaan, serta kerja keras kita bersama.

Indonesia negeri yang kita cintai ini terus membangun diri. Kita tengah melaksanakan transformasi besar untuk jangka waktu 20 sampai 50 tahun mendatang. Kita sepakat pada tahun 2045, seratus tahun setelah merdeka menjadi negara yang ekonominya semakin kuat dan berkeadilan,demokrasinya semakin matang dan stabil, peradaban kehidupan masyarakatnya semakin maju dan unggul. Bangsa Indonesia akan mengalami Demographic Deviden, dimana dari245 juta penduduk indonesia yang tergolong berusia produtif sangat besar, apabila generasi yang berusia produktif ini sehat secara jasmani dan rohani, cerdas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan terbebas dari penyalahguna dan peredaran gelap narkoba.

Selain itu Wakil Walikota Jakarta Timur Drs. H. Husein Murad, MSI melantik dan memberikan mandat kepada beberapa organisasi dan wartawan media cetak yang tergabung dalam P4GN di lingkungan BNNK Jakarta Timur. 3 orang dari organisasi KOMUNAR dan 4 orang wartawan salah satunya wartawan Metropol Deni Maita. Selain itu kepada media Sinar Pagi Baru, media sekolah dan aspirasi publik. Acara berlangsung secara hikmat dan berjalan lancar aman dan tertib. (Deni.M)

Penyalahgunaan Narkotika Jadi Persoalan Serius Negara-Negara Asean

Jakarta, Metropol - Asean Senior Official on Drugs (ASOD 35) menggelar pertemuan antar Negara anggota ASOD di Hotel Dusit Thani, Manila, Filipina, Selasa (1/7). Dalam pertemuan tersebut, beberapa negara, di antaranya Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia dan Indonesia, memaparkan bahwa penyalahgunaan ganja/marijuana/cannabis hingga kini masih menjadi persoalan serius di negaranya.

Berbagai program telah dilakukan, salah satunya adalah melakukan pemberantasan lahan ganja. Namun, hingga saat ini upaya tersebut dirasa belum optimal. Indonesia juga merupakan salah satu negara penghasil ganja dan sudah melakukan upaya alternative development melalui eradikasi lahan ganja yang ada di Provinsi Aceh. Tapi hingga kini masih belum sepenuhnya berhasil. Bahkan belakangan, berkembang pemikiran legalisasi ganja dari beberapa kelompok masyarakat di Indonesia dengan berdalih ganja telah diteliti memiliki khasiat pengobatan.

Beberapa orang menyebutkan ganja memiliki efek meningkatkan nafsu makan bagi penderita kanker. Akan tetapi tidak mudah tentunya melakukan legalisasi ganja mengingat ganja memiliki efek ketergantungan dan dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Filipina menjadi salah satu negara yang menentang keras legalisasi ganja. Dalam paparan country report pada siding plenary ASOD, Filipina menyampaikan komitmen terhadap ketidak setujuannya terhadap legalisasi ganja. Pernyataan delegasi Filipina tersebut langsung ditanggapi dan didukung oleh Director CNB Singapura Mr. NG Ser Song. Paparan dan pernyataan dari delegasi ASOD tentang legalisasi ganja ini tentunya harus mendapat dukungan dari seluruh negara ASEAN. Karena, dampak buruk yang ditimbulkan dari penggunaan ganja lebih banyak dibanding dengan dampak positif yang ada pada ganja. (Red)

BNN Kota Batu Peringati Hari Anti Narkoba 2014

Batu, Metropol - BNN Kota Batu gelar upacara Hari Anti Narkoba 2014  bertema Drug Use Disorder are Preventable and Treatable (Pengguna Narkoba dapat Dicegah dan Direhabilitasi), Kamis, 26 Juni 2014 di alun-alun Kota Batu.

Kegiatan tersebut merupakan wujud semangat dalam memberantas dan memerangi peredaran narkoba. Demi menyelamatkan generasi muda penerus bangsa.Seperti pada tujuannya bahwa tahun 2015 Indonesia diharapkan bebas dari Narkoba.

Upacara dihadiri oleh  Walikota yang didaulat sebagai Irup dan AKP Edi HK menjadi Komandan upacara. Hadir pula Jajaran SKPD, Kodim, Polres Batu, Kamling Udara Brantas dan Jawara Kota Batu, Persatuan Guru IGRA, Persatuan Security Kota Batu, SENKOM,  Kader Pelajar dan Kader Masyarakat. Dengan Jumlah Peserta mencapai 300 orang.

Dalam sambutannya Walikota menyampaikan, “tingkat pengguna narkotika dan obat terlarang banyak terdapat pada generasi muda. Padahal masa depan bangsa ada di tangan generasi penerus para generasi muda, karena itu pemerintah Kota akan memberikan dukungan serius dalam upaya pengentasan dan rehabilitasi Narkoba,” ujarnya.

Kepala BNN Kota Batu AKBP Drs Hari Triyogo SSTMk juga menyatakan, “perlu gerakan konkrit untuk memberantas Peredaran gelap narkoba. Untuk itu kami meminta dukungan dari masyarakat luas agar Kota Batu yang merupakan Kota Wisata tidak menjadi potensi bagi peredaran Narkoba,” ujarnya.

“Upaya pencegahan dan pemberdayaan terus kami lakukan melalui agenda rutin dilakukan oleh BNN Kotat Batu. Kedepan Harapan kami masyarakat tidak lagi memandang para pecandu narkoba sebagai penjahat namun sebagai orang sakit yang perlu penyembuhan,” paparnya. (Yud/Rin)

Kodim 1417/Kendari Melaksanakan Tes Urine dan Penyuluhan

Kendari, Metropol - Dalam rangka mensukseskan Indonesia bebas Narkoba, Kodim 1417/Kendari bekerja sama dengan BNN Kota Kendari menyelenggarakan tes urine dan penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), kepada personil Kodim 1417/Kendari.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembentukan kader penyuluh bahaya Narkoba kepada personil Kodim 1471/Kendari, yang mana pelaksanaannya akan dilaksanakan secara bertahap sehingga personil Kodim khususnya Babinsa yang  selalu berada di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini Dandim 1417/Kendari Letkol Inf Y.I. Bagus Suselo, S.Sos menyampaikan, bahwa bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,  karena berpotensi mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, Yaitu, hilangnya satu generasi baik secara kualitas maupun kuantitas dan beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekedar acara yang bersifat seremonial. Akan tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk terus menguatkan tekad dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba khususnya dalam pembinaan masyarakat dalam jajaran wilayah binaan Kodim 1417/Kendari.

Dalam kegiatan ini Kepala BNN Kota Kendari Dra Hj Murniaty. M, MTH, APT bertindak sebagai pemberi materi penyuluhan tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada prsonil Kodim 1417/Kendari. Kepala BNN dalam penyuluhannya menyampaikan bahwa Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan.

Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. (Daksan/Kodim 1417/Kendari)

Kapendam Jaya “Puasa Jangan Menurunkan Kinerja”

Jakarta, Metropol - Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas yang selalu ditunggu oleh umat muslim. Dibulan yang suci penuh ampunan tersebut umat islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Selain meningkatkan kualitas ibadah wajib, juga meningkatkan kuantitas ibadah sunnah. Jika kedua hal tersebut dapat dicapai niscaya puasa yang bertujuan mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Menjalankan Ibadah Puasa jangan menyebabkan kinerja menurun dan jangan dijadikan alasan kinerja tidak maksimal, justru sebagai prajurit harus selalu siap dan semangat dalam melaksanakan tugas yang telah diamanahkan,”  tegas Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Inf Mukhtar, S.I.P., dalam Apel satuan Anggota Pendam Jaya, bertempat dilapangan Apel Pendam Jaya, baru-baru ini.

Lebih lanjut Kapendam Jaya menekankan, setiap anggota Pendam Jaya tidak membijaksanai aturan dan perintah yang telah ditetapkan dan tugas yang telah diberikan. Disamping itu juga Kapendam Jaya menyampaikan agar kedisiplinan yang  telah diterapkan bagi seluruh anggota Pendam Jaya selalu ditingkatkan agar tercapainya tugas pokok Pendam Jaya. Dan isi kegiatan Ramadhan ini dengan penuh khusyuk. (Heroe)

Istri Pati Sematkan Pangkat ke Pundak Suaminya

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasau Marsekal TNI I. B. Putu Dunia, Wakasad Letjen TNI Munir  menerima Pelaporan Korps Kenaikan Pangkat 24 Perwira Tinggi (Pati) TNI di Aula Rumah Dinas Panglima TNI Jalan Untung Suropati, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Kenaikan pangkat para Pati kali ini berbeda dengan biasanya. Dimana penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dilaksanakan oleh istri masing masing Pati yang naik pangkat dan disaksikan oleh Panglima TNI beserta Ibu Koes Moeldoko. “Kadang-kadang kita sedikit lupa bahwa seolah-olah kenaikan pangkat tersebut hanya upaya kita sendiri. Tidak, bahwa kita bisa naik pangkat adalah sebuah upaya bersama antara istri, anak, orang tua dan juga mertua. Semuanya memiliki andil yang sangat besar”, ungkap Jenderal Moeldoko.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat atas kenaikan pangkat para Perwira Tinggi TNI dan berharap bahwa kenaikan pangkat tersebut memberikan dorongan yang lebih kuat atas sebuah kinerja baru, harapan baru dan tentunya membawa kebahagian bagi keluarga. 

Kenaikan pangkat ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 28/TNI/Tahun 2014 tanggal 27 Juni 2014 dan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin 1698/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014. Adapun ke 24 Pati TNI adalah sebagai berikut: 11 Pati TNI Angkatan Darat terdiri dari : Mayjen TNI Erro Kusnara, S.I.P. (Pa Sahli Tk.III Bid. Hubint Panglima TNI), Mayjen TNI Bambang Hartawan, M.Sc. (TA Pengajar Bid. Hubint Lemhannas), Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro (TA Pengajar Bid. Strategi Lemhannas), Brigjen TNI Sunaryo (Karoum Setjen Kemhan), Brigjen TNI Ida Bagus Purwalaksana (Karo TU Setjen Kemhan), Brigjen TNI Irwan (Dirziad), Brigjen TNI Ir. Dadang Wiganda, M.Si. (Waaskomlek Panglima TNI), Brigjen TNI Arminson (Pati Ahli Kasad Bid. Idpol), Brigjen TNI Tumino Hadi (Kabinda Sumatera Utara BIN), Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo (Kadisjarahad) dan Brigjen TNI M. Sofwat Nasution (Deputi Bid. Pembinaan dan Pengendalian Persandian Lemsanneg).

11 Pati TNI Angkatan Laut  terdiri dari: Laksda TNI Ari Soedewo, S.E. (TA Pengkaji Bid. Wasantara Lemhannas), Laksda TNI Siwi Sukma Adji (TA Pengkaji Bid. SKA Lemhannas), Laksma TNI Drs. Ir. Suyono Thamrin, M.Eng.Sc. (Karo Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Setmilpres Kemsetneg), Brigjen TNI (Mar) Gatot Triswanto (Danlantamal X Jpr Koarmatim), Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah (Danlantamal V Sby Koarmatim), Laksma TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si. (Danguspurla Armatim), Brigjen TNI (Mar) Bambang Sulisno Sono (Pa Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg), Laksma TNI dr. Syarief Hidayat, Sp.KK. (Karumkital dr. RML Diskesal), Laksma TNI Bambang Angkoso W., S.H., M.Hum. (Anggota Kelompok Hakim Militer Utama MA), Brigjen TNI (Mar) Suharyanto, S.E., M.M. (Deputi Bid. Pengamanan Persandian Lemsanneg), dan Laksma TNI Muhammad Faisal, S.E., M.M. (Dir. Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan).

2 Pati TNI Angkatan Udara terdiri dari : Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, S.E. (TA Pengkaji Bid. Ketahanan Nasional Lemhannas) dan Marsda TNI Yadi Husyadi (Deputi Bid. Pengembangan Setjen Wantannas).

Turut hadir pada acara tersebut, Sekjen Wantannas Letjen TNI Waris, Irjen TNI Letjen TNI Syafril  Mahyudin serta para pejabat Mabes TNI dan Angkatan.  Hadir pula Ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Dharma Pertiwi yaitu:  Penny Marsetio, Ida Ayu Kumala Putu Dunia, Endah Esti Hartaniningsih Ade Supandi, Erni Yenita Syafriel Mahyudin, Ir. Farida Haryani Hardiono Saroso, Sri Sayekti Muktiyanto, Nuraini Amri Husaini, Euis Ridwan, Shinta Sugeng Darmawan, Atty Karibiyama, Dhani Sugiartha dan Sri Wulandari B. Margono. (Kamal)

Sesepuh TNI Kunjungi Panglima TNI

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko didampingi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI Mayjen TNI Hardiono Saroso, Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Fuad Basya menerima kunjungan para Sesepuh TNI. Diantaranya, mantan Wakil Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono, Letjen TNI (Purn) Rais Abin, Letjen TNI (Purn) Syaiful Sulun dan Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo di Ruang Kerja Panglima TNI, Jalan Merdeka Barat No 2 Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengucapkan terima kasih kepada para Sesepuh TNI atas pelaksanaan kunjungan kepada Panglima TNI. “Kehadiran para Sesepuh akan memberikan energi baru bagi TNI. Karena para Sesepuh adalah senior yang memiliki pengalaman hidup, pengalaman bekerja di lingkungan TNI sehingga dengan pengalaman itulah TNI menimba ilmu dan memberikan penguatan kepada seluruh prajurit TNI,” kata Jenderal Moeldoko.

Para Sesepuh meminta kepada TNI untuk bisa memberikan jaminan atas rasa aman, tertib dan damai, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). Serta berharap TNI dapat menyiapkan kontijensi plan dalam menghadapi situasi-situasi yang kritis.

Kehadiran para Sesepuh kepada Panglima TNI adalah pesan yang sangat jelas bahwa mantan prajurit yang memiliki jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit maka jiwanya tidak akan pernah berubah, itulah pesan yang bisa dimunculkan pada pertemuan tersebut.

Sementara itu Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno mengatakan, para Purnawirawan tidak perlu rekonsiliasi karena mereka tetap berpijak pada landasan yang sama, yaitu sebagai pejuang prajurit, landasannya Sapta Marga dan Pancasila. Yang membedakan yaitu praktek politik. Setelah pensiun mempunyai hak politik yang sama dengan warga masyarakat yang lain walaupun masing-masing berada di tempat yang berbeda. Tapi tidak usah dikhawatirkan kedua belah pihak masih tetap pada alur NKRI yang berlandaskan Pancasila.

“Apapun dinamika dalam masyarakat jangan menjadi suatu ketegangan, apalagi sampai menjadi permusuhan. Indonesia mempunyai doktrin merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”, ujar Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. (Kamal)

Latihan Menembak Untuk Memelihara Kemampuan Prajurit

Blora, Metropol - Personel Kodim 0721/Blora melaksanakan latihan menembak Triwulan II semester I tahun 2014, dengan senjata ringan SS I dan Pistol, dilaksanakan di Lapangan tembak Baladewa Yonif 410/Alg, selama empat hari dari tanggal 17 sampai 20 Juni 2014 dan rutin dilaksanakan setiap triwulan sekali.

Menurut Pjs Pasi Ops Kodim 0721/Blora Kapten Inf Sugiyono, latihan menembak ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menembak bagi prajurit itu sendiri, sehingga diharapkan para prajurit tetap terjaga kemahirannya dalam menembak waupun disatuan teritorial.

Menurut Pjs Pasi Ops Kodim 0721/Blora Kapten Inf Sugiyono dalam latihan menembak dilatihkan ada tiga cara sikap menembak dengan senjata ringan laras panjang SS I jarak 100 m. Diantaranya sikap tiarap, jongkok dan sikap berdiri. Sedangkan untuk menembak senjata laras pendek Pistol FN-46 sikap berdiri jarak 15 m.

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin melalui Danramil 11/Jati Kapten Chb M Rifai selaku Perwira koordinator lapangan menyampaikan latihan menembak ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menembak bagi prajurit itu sendiri. Sehingga diharapkan para prajurit tetap terjaga kemahirannya dalam menembak waupun disatuan teritorial.

Walaupun sudah disatuan teritorial dan bukan satuan tempur, prajurit tetap dituntut mahir dalam menembak dan harus terbina, terjaga dan provosional, karena menembak adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap Prajurit Khususnya Prajurit Kodim 0721/Blora. Selanjutnya kepada seluruh anggota laksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh, perhatikan faktor keamanan dan patuhi prosedur. Tegas Danramil 11/Jati Kapten Chb M Rifai. (Pujo/Sjn-Pendim 0721/Blora)

Danrem 032/Wbr Berikan Materi Wawasan Kebangsaan Kepada Mahasiswa Unand

Sumatera Barat, Metropol - Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Widagdo Hendro S. bersama Staf dari Jajaran Korem 032/Wirabraja memberikan materi Wawasan Kebangsaan yang meliputi NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kepada 5.300 mahasiswa/i baru di Auditorium Convention Hall Kampus Universitas Andalas (Unand), Limau Manis Padang, Sumatera Barat, Selasa (15/7/2014).

Menurut Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Widagdo, kegiatan ini merupakan salah satu transformasi di bidang Teritorial oleh pimpinan TNI AD khususnya dalam memantapkan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan kepada segenap komponen bangsa.  Materi yang disampaikan tersebut atas seijin dari Lemhannas dan telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran Kodim, Satpur serta Satuan Balak Aju. Dimana nantinya tim yang ditunjuk pada tahap awal akan menyampaikan kepada siswa/i baru SLTA, mahasiswa/i baru perguruan tinggi yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Program tersebut sangat diapresiasi oleh Gubernur Prov Sumatera Barat serta seluruh penjabat Bupati/Walikota, dan akan digulirkan pada saat masa orientasi siswa SLTA. Para Dandim telah membuat MoU pemantapan nilai-nilai wawasan Kebangsaan dengan masing-masing Bupati atau Walikota di daerahnya.

Adapun tambahan materi yang diberikan meliputi, bahaya Narkoba, pergaulan bebas, PBB dan kegiatan Out Bound diantaranya permainan berpasangan, kegiatan buldozer, kegiatan bola tali, permadani, holahop, water estafet, tongkat estafet, jembatan tali dua dan jembatan tali tiga. Kegiatan permainan tersebut untuk menumbuhkan kerja sama, jiwa korsa, saling mengenal, kekompakan, menumbuhkan semangat serta disiplin.

Sementara itu, Rektor Unand Dr. H. Werry Darta Taifur, S.E., M.A. mengapresiasi kegiatan pemantapan nilai-nilai Wawasan Kebangsaan dari Korem 032/Wbr, dan sangat menunjang dalam membentuk karakter Mahasiswa/i baru yang akan memulai pendidikannya sehingga diharapkan nantinya Unand dapat menghasilkan sarjana-sarjana mumpuni yang berkwalitas serta dapat diandalkan, memiliki daya saing yang tinggi. Sarjana-sarjana yang berkepribadian Pancasila, menghargai kebhineka tunggal ikaan, selalu berpedoman kepada UUD 1945 serta  mencintai tanah airnya dengan segenap cintanya. (Red)

Prajurit TNI Tidak Boleh Bermain-Main di Area Politik Praktis

Jakarta, Metropol - Prajurit TNI tidak boleh bermain-main di area politik praktis yang berdasar loyalitas atau kesetiaan, maupun hubungan emosional masa lalu. TNI harus menjadi pengawal jalannya demokrasi di Indonesia. Demikian disampaikan Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Muktiyanto selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera tujuh belasan di Mabes TNI Cilangkap Jakarta.

Lebih lanjut Asrenum Panglima TNI menegaskan bahwa situasi aktual nasional yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya saat ini menjelang pemilihan Presiden yang tinggal hitungan beberapa hari lagi. Berkaitan dengan hal tersebut, Panglima TNI dalam berbagai kesempatan telah menekankan tentang netralitas TNI. Di tengah konstelasi politik yang semakin meningkat, TNI tidak boleh terpengaruh kepada bujukan atau rayuan atas dasar loyalitas dan kesetiaan masa lalu, iming-iming uang dan adanya kedekatan emosional.

Dalam kondisi situasi politik yang diwarnai saling curiga, saling menarik perhatian dan intrik politik, prajurit TNI harus tetap netral, bertugas secara profesional tidak terpancing oleh isu-isu yang sedang berkembang. Namun bukan berarti TNI apatis, tidak mau tahu terhadap perkembangan situasi politik yang terjadi. “Cermati, ikuti trend perkembangan yang terjadi, agar kita mampu menyikapi dan tidak terdadak terhadap apapun situasi yang akan terjadi,” tegas Asrenum Panglima TNI.

Usai Upacara, seluruh prajurit dan PNS Mabes TNI mengikuti  peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H di GOR A Yani Mabes TNI dengan penceramah KH Asep Mubarok yang bertema “Jadikanlah peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan kebersamaan dengan rakyat dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI”.

Dalam ceramahnya KH Asep Mubarok antara lain menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam adalah menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Karena dengan kejadian yang diperingati ini tidak hanya Isranya saja tetapi juga mengingat Mi’rajnya (Isra berarti jalan dan Mi’raj berarti naik). Untuk itu harus dapat mengambil hikmahnya berarti jangan jalan di tempat, tetapi harus maju jalan, harus mampu meningkatkan kualitas ibadah.

Dalam kesempatan tersebut, penceramah mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk melakukan hijrah dengan melakukan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an. Bila sebelum peringatan ini tidak pernah tadarus Al-Qur’an diharapkan setelah peringatan ini dapat mencoba untuk mengisi rumah dengan suara-suara toyibah sehingga datang keberkahan dari Allah SWT, seperti sabda Rasulullah yang artinya “Kasih cahaya rumahmu supaya malaikat hadir untuk memberi rahmat, dengan cara membaca Alqur’an, menegakkan sholat sunnah di tengah malam”. (Red)

Syukuran HUT Kodam VII/ Wirabuana Ke 64

Makassar, Metropol - Kodam VII/Wirabuana dalam kapasitas sebagai Komando Kewilayahan di bawah naungan TNI AD, dengan membawahi wilayah Pulau Sulawesi. Tepat pada tanggal 20 Juni 2014 genap 64 tahun, acara Syukuran HUT Kodam VII/Wirabuana Ke-64, dilaksanakan di Lapangan Upacara Kodam VII/Wirabuana di Pimpinan oleh Mayjen TNI. Bachtiar SIP MAP Pangdam VII/Wirabuana, diikuti oleh Brigjen TNI Rukman Ahmad SIP,  Kasdam, Irdam, Perwira Ahli, Perwira LO, Kabalak, Dansat Wilayah Makassar. Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, serta Pengurus, seluruh anggota, dan warga Kodam VII/Wirabuana.

Dari hasil wawancara tim Metropol, Mayjen TNI. Bachtiar SIP MAP, berharap dengan bertambahnya usia ini, kita mengintrospeksi diri, dan mengevaluasi kekurangan. Dari keberhasilan ini tentu harapan ke depan yang sudah berhasil dalam pelaksanaan tugas, prestasi dalam kegiatan olahraga, pada event-event Daerah dan tingkat Provinsi, anggota kita telah memperoleh medali, artinya kita sudah berada di level Nasional dan ASEAN.

“Harapan saya, kedepan Kodam VII/Wrb, harus semakin akses bisa membantu pemerintah, membantu masyarakat. “Untuk menghadapi Pilpres dan Wapres, sudah menyiapkan Kodam, Kodim, dan Korem. Korem ada 5 yaitu, Korem 131, Korem 132, Korem 141, Korem 142,dan  Korem 143, yang ada di seluruh Wilayah Sulawesi. Kita sudah insert untuk membantu pihak Kepolisian. Jumlah anggota untuk Wilayah Makassar 1 SST setingkat Batalyon kurang lebih 750 personil, cadangan sekitar 1500 personil, untuk Wilayah Sulawesi 3100 personil, cadangan sekitar 1800 personil.

“Sangsi Anggota yang tidak Netral, kita proses sesuai hukum yang berlaku tergantung kadarnya, kalau cuman mendukung dan tidak terlibat langsung. Kita bawa kerana hukum sesuai dengan bukti autentiknya. Saya yakin dan percaya Prajurit tidak ada yang tidak Netral,” tandasnya. (Y091 BT)


Penandatanganan Perjanjian Kerjasama TNI Dengan Basarnas

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Badan Search And Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) yang diwakili oleh Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo, S.Sos Kepala Basarnas di Ruang Hening Gedung Soedirman Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.   

Dalam sambutannya Panglima TNI, mengatakan bahwa dalam konteks interoperabilitas TNI - Basarnas memiliki kepentingan untuk menyusun nota kesepahaman. Sebagai bagian pengembangan pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI di bidang pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (SAR) sesuai yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Hal ini didasari oleh semangat jiwa kita untuk ingin bersatu padu menyelesaikan persoalan kesulitan manusia dalam memberikan perlindungan, pertolongan dan penyelamatan warga bangsa. Khususnya para korban kecelakaan pelayaran, penerbangan dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya.  Untuk itu, kiranya perlu dipedomani empat faktor kunci dalam mencapai efektivitas dan efisiensi tugas SAR, yaitu keahlian atau expertise, proses strategis operasi SAR, sumber daya atau resources, networking atau partnership dan investigasi menyeluruh.

Lebih lanjut Panglima TNI berharap nota kesepahaman ini harus dikembangkan ke arah penguatan beberapa substansi penting,  antara lain:  Pertama, penggunaan dan pembinaan sarana serta prasarana, dengan memperkecil keterbatasan dan ketergantungan. Kedua, peningkatan kapasitas dan kapabilitas satuan serta personel dalam tugas SAR di semua kemungkinan kondisi yang dihadapi.     Ketiga, formalisasi information sharing, terkait manajemen, operasional, teknologi dan perkembangan pengetahuan  SAR.    Keempat, menyelenggarakan operasi SAR nasional, terhadap kecelakaan penerbangan, pelayaran, bencana alam dan musibah lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Kasum TNI Laksdya TNI Ade Supandi, S.E., Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Wakasal Laksdya TNI Didit Herdiawan, Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Hardiono Saroso, Para Asisten Panglima TNI,  Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya dan beberapa pejabat teras Basarnas. (Kamal)

BEB 2014 Taruna Taruni Akademi TNI dan Polri di Tutup

Semarang, Metropol - Bhineka Eka Bakti (BEB) tahun 2014 taruna  taruni Akademi TNI dan Polri secara resmi di tutup oleh Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen TNI Gustaf Heru Prayitno, mewakili Danjen Akademi TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, S.SOS., M.M. bertempat lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian  di Semarang. Turut  hadir dalam upacara tersebut Wagub Akpol Brigjen Pol Srijono, para Pejabat Akademi TNI dan Akpol serta para pengasuh Taruna Akademi TNI dan Akpol.

Dalam sambutanya Danjen Akademi TNI yang dibacakan Direktur Pendidikan Akademi TNI mengatakan BEB sebagai program pendidikan intergratif atau pengenalan tempat pendidikan TNI maupun Polri, tujuan kegiatan Latihan Bhineka Eka Bhakti di AAU ini yaitu untuk mengenalkan Matra Udara khususnya Kampus Akademi Angkatan Udara. Selain itu, peserta pelatihan dapat menambah wawasan dan semangat integrasi, dapat menjalin kerjasama, kekompakan, dan kebersamaan antar Taruna dalam memasuki pendidikan selanjutnya.

Pada kesempatan yang sama  juga disampaikan  bahwa diera millennium ini, hakikat ancaman tidak lagi beroreantasi pada perang konvensional  atau perang simetris, tetapi justru yang lebih membahayakan adalah perang asimetris yang dapat mengancam sendi kehidupan yang apabila tidak ditangani akan menjadi  bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dimana dan kapan saja.

“Prajurit TNI dan Polri harus senantiasa manunggal dengan rakyat merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditawar lagi, karena harus disadari bahwa kemanunggalan dengan rakyat merupakan nyawa bagi keberlangsungan hidup TNI, Polri, Negara dan Bangsa Indonesia” kata Danjen Akademi TNI.

Mengakhiri amanatnya Danjen Akademi mengucapkan terimakasih kepada seluruh  perwira, bintara , Tamtama dan para pengasuh , pelatih dari Akademi TNI dan Akpol yang telah bekerja keras menyiapkan taruna dengan penuh dedikasi dan semangat yang tinggi, sehingga rangkaian kegiatan latihan dapat berjalan dengan aman sesuai program yang telah ditetapkan.

BEB dilaksanakan selama 10 hari yang di ikuti 751 Taruna Tingkat I tersebut terdiri dari:  373 dari Taruna TNI,  38 Taruni TNI, 304 Taruna dari akpol Akademi TNI dan Akpol Tk. I yang tergabung dalam kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Tahun 2013/2014, yang telah berkunjung ke AAU, Lanud Adisutjipto, Group 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartosura, Lanud Abdurracman Saleh Malang, AAL Surabaya, Bumi Marinir Karang Pilang dan berakhir di Akpol Semarang. (Red)

Latihan Gema Bhakti TNI dan USPACOM Ditutup

Jakarta, Meropol - Pa Sahli (Perwira Staf Ahli) Tingkat II Kawasan Eropa & Amerika Serikat Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI Brigjen TNI Endang  Sodik MBA. didampingi Director of the Joint Staff, Hawai’i National Guard Brigadier General Keith Tamashiro menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) Table Top Exercise Penanggulangan Bencana Alam Gema Bhakti 2014 antara TNI dengan USPACOM (United States Pacific Command) di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, (27/6/2014).

Latihan yang mengambil tema “Satuan Tugas TNI Siap Melaksanakan Latihan Penanggulangan Bencana Alam Dalam Rangka Operasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana Alam Internasional”, diikuti oleh 138 orang terdiri dari 86 orang unsur TNI dan 52 orang USPACOM dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 23 sampai 27 Juni 2014.

Brigjen TNI Endang Sodik dalam sambutannya mengatakan, Latihan Gema Bhakti adalah tentang koordinasi dan pengalaman belajar, dimana peran militer dalam fase tanggap darurat adalah unik dan penting, terutama dalam upaya untuk menyelamatkan nyawa. Hal ini memungkinkan kita untuk belajar dan memahami kompleksitas dan tantangan, dimana fasilitator dan pengendali bekerja keras untuk memberikan situasi yang realistis.

“Melalui Gema Bhakti kita bisa meningkatkan hubungan dan menjalin kerjasama yang baik. Keduanya sangat penting dalam masyarakat regional dan global saat ini, karena kita hidup di era konektivitas,” ujar Brigjen Endang Sodik.

Sasaran dari latihan ini adalah terwujudnya sinergitas kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan tingkat internasional, nasional dan daerah dalam kegiatan penanggulangan bencana alam pada skala nasional, terwujudnya mekanisme koordinasi kerjasama unsur militer dalam satu komando tanggap darurat bencana tingkat nasional, dan terwujudnya mekanisme operasional yang melibatkan bantuan militer internasional dalam kegiatan penanggulangan bencana.

Diakhir sambutannya, Brigjen TNI Endang Sodik mengucapkan terima kasih kepada semua perencana latihan, fasilitator dan peserta dari Indonesia maupun Amerika yang terlibat dalam latma Table Top Exercise Penanggulangan Bencana Alam Gema Bhakti 2014 yang telah berjalan dengan aman dan lancar. (Kamal)

LPK HAM – RI Desak Kasus Irigasi Tombolo Dituntaskan

Pangkep, Metropol - Lembaga Penuntut Keadilan dan Hak Azasi Manusia Repbulik Indonesia (LPK HAM – RI) mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2009, yang diduga keras menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp1,06 miliar.

Sekretaris Lembaga Penuntut Keadilan dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (LPK HAM – RI), Syaharuddin menyebutkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo Kabupaten Pangkep telah bertahun-tahun ditangani pihak Polda Sulsel. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan ditindaklanjuti.

“Kapolda Sulsel, Irjen Pol Burhanuddin Andi, saat awal menjabat Kapolda berjanji akan menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo. Namun kenyataannya hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan. Kinerja Kapolda Sulsel perlu dipertanyakan,” ungkap Syaharuddin.

Berdasarkan hasil penyidikan pihak penyidik Polda Sulsel, mantan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pangkep, Ismounandar yang saat ini menjabat Kepala BPBD Makassar bersama stafnya Zainuddin Nur telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, keduanya bebas berkeliaran bahkan terkesan “kebal hukum”.

Menurut sumber Metropol, proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo Kabupaten Pangkep menggunakan dana APBN Rp 12,7 miliar dan APBD Rp 2,4 miliar. Sebagian dana proyek diduga keras disalahgunakan. Disinyalir ada item pekerjaan proyek yang dikerjakan diluar perjanjian kontrak. Dalam amandemen kontrak, ada 8 rekanan yang mengambil uang muka 30 persen. Namun ada sebagian rekanan yang tidak melaksanakan kegiatan fisik.

Hasil audit BPKP Sulsel No LHA-309/PW21/5/2012, tertanggal 31 Mei 2012, diperkirakan kerugian Negara sebesar Rp 1,06 miliar. Mulai mencuat tahun 2011, sesuai laporan No LPA/1/1/2011/SPK, 31 Januari 2011.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Endi Sutendi yang dihubungi wartawan belum bisa memberikan keterangan rinci terkait perkembangan kasus tersebut. (Bis)  

LPK HAM – RI Desak Kasus Irigasi Tombolo Dituntaskan

Pangkep, Metropol - Lembaga Penuntut Keadilan dan Hak Azasi Manusia Repbulik Indonesia (LPK HAM – RI) mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2009, yang diduga keras menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp1,06 miliar.

Sekretaris Lembaga Penuntut Keadilan dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (LPK HAM – RI), Syaharuddin menyebutkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo Kabupaten Pangkep telah bertahun-tahun ditangani pihak Polda Sulsel. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan ditindaklanjuti.

“Kapolda Sulsel, Irjen Pol Burhanuddin Andi, saat awal menjabat Kapolda berjanji akan menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo. Namun kenyataannya hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan. Kinerja Kapolda Sulsel perlu dipertanyakan,” ungkap Syaharuddin.

Berdasarkan hasil penyidikan pihak penyidik Polda Sulsel, mantan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pangkep, Ismounandar yang saat ini menjabat Kepala BPBD Makassar bersama stafnya Zainuddin Nur telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, keduanya bebas berkeliaran bahkan terkesan “kebal hukum”.

Menurut sumber Metropol, proyek pembangunan jaringan irigasi Tombolo Kabupaten Pangkep menggunakan dana APBN Rp 12,7 miliar dan APBD Rp 2,4 miliar. Sebagian dana proyek diduga keras disalahgunakan. Disinyalir ada item pekerjaan proyek yang dikerjakan diluar perjanjian kontrak. Dalam amandemen kontrak, ada 8 rekanan yang mengambil uang muka 30 persen. Namun ada sebagian rekanan yang tidak melaksanakan kegiatan fisik.

Hasil audit BPKP Sulsel No LHA-309/PW21/5/2012, tertanggal 31 Mei 2012, diperkirakan kerugian Negara sebesar Rp 1,06 miliar. Mulai mencuat tahun 2011, sesuai laporan No LPA/1/1/2011/SPK, 31 Januari 2011.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Endi Sutendi yang dihubungi wartawan belum bisa memberikan keterangan rinci terkait perkembangan kasus tersebut. (Bis)  

Dishub Baubau Siapkan Dua Bus Pariwisata

Baubau, Metropol - Wujud kerja keras Dinas Perhubungan Kota Baubau terhadap pemenuhan alat transportasi di Kota Baubau, kini telah tampak didepan mata.

Setelah beberapa waktu lalu berhasil mendatangkan Fery milik swasta Adhi Swadarma III di Kota Baubau melalui hubungan kerjasamanya dengan pihak perusahaan tersebut. Pekan lalu juga menyediakan dua Bus Wisata yang siap untuk melayani para wisatawan yang ingin menikmati keindahan tempat-tempat wisata di Kota Baubau.

Dua Bus itu mulai dioperasikan minggu ini dengan rute Pantai Kamali, Bukit Wantiro, Benteng Keraton Kesultanan Buton, dan Kantor Walikota Baubau.

Tempat-tempat itu sangat strategis untuk menikmati keindahan Kota Baubau dan memang sudah menjadi langganan masyarakat dalam maupun luar Kota Baubau untuk jalan-jalan di Sore Hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau, Drs Amiruddin MSi menjelaskan, dua bus itu akan disiagakan di Pelabuhan Murhum ketika kapal Pelni bersandar.

"Kalau ada penumpang Pelni yang ingin jalan-jalan untuk menikmati keindahan tempat-tempat wisata di Kota Baubau, maka kami akan antar mereka,"ucapnya.

Kata Amiruddin, sebelumnya pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pihak Pelni. "Jadi pas kapal sudah mau sandar maka langsung diumumkan. Kalau ada yang mau jalan-jalan dibawah sudah ada bus yang siap antar," tuturnya.

Kemudian mengenai ongkosnya kata Amiruddin, akan lebih murah dari angkutan umum. Pihaknya juga akan menyediakan pemandu wisata. Untuk diketahui, sebelumnya Dishub Baubau juga telah menjalin kerjasama dengan pihak Garuda Air. Bila tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat ini sudah mendarat di Bandara Betoambari Kota Baubau. (Daksan)

Jeneponto Bertekad Raih WTP

Jeneponto, Metropol - Kabupaten Jeneponto Dua Tahun berturut turut yaituTahun 2012 - 2013 mendapat cap merah Disclaimer dari Badan Pemeriksa. Keuangan (BPK) RI. Makanya kami minta seluruh peserta Bimbingan teknis (Bintek) Penatausahaan dan pelaporan Asset Bidang Asset Daerah Dinas Pendapatan Pengelolalaan Keuangan Dan Aset Daerah Jeneponto untuk kita canangkan bersama agar kedepan merupakan kewajiban untuk memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  yang merupakan target dalam awal pemerintahaan. Sehingga kami mengharpkan kepada para Pimpinan SKPD untuk bergerak cepat membenahi sistem dalam pencatatan dan pelaporan Barang Milik Daerah jelas Bupati Jeneponto Drs H Ikhsan Iskandar, M.Si yang dibacakan asisten III Bidang Keuangan Umun dan Kesra Kabupaten  Jeneponto, H Arifin Kulle di Gedung Sipitangarri pada hari Selasa (24/6/14).

Lanjut Arifin Kulle, “kami harapkan merubah Mindset dan pola-pola kerja untuk cepat menuju paradigma kerja yang modern, cerdas, efisien dan akuntabilitas dengan tujuan peningkatan kualitas kinerja manjemen pengelolaan Barang milik Daerah. Karena Hanya dua kunci untuk meraih Wajar Tanpa Pengucualian (WTP) yakni, perbaiki Keuangan dan Pencatatan Pengelolaan Asset. Kalau ini semua sudah baik, maka kami yakin  Kabupaten Jeneponto akan keluar dari Cap disclaimer dan kita menuju raihan WTP,” jelas H Arifin Kulle.

Kepala Bidang Asset Dinas PPKAD H Muzakkir katakan, bahwa peserta bintek sebanyak 42 orang Bendahara dari seluruh SKPD guna memberikan pemahaman dan keterampilan kepada semua pengurus barang dan pimpinan barang tentang menejemen pengelolaan barang milik daerah, jelas H Muzakkir Usai acara, Kepala Biro pengelolaan Asset Provinsi Sulawesi-Selatan, Drs Ahmadi MM. katakan boleh saja dari predikaat disclaimer langsung WTP tanpa Wajar dengan pengecualian (WDP) dengan memperbaiki keuangan dan Asset Daerah. (M. Arief, K)

Pemusnahan Barang Bukti Miras Hasil Ops Pekat Polres Blora

Blora, Metropol - Polres Blora melaksanakan Upacara Peringatan ke 68 Hari Bhayangkara tahun 2014, yang dilanjutkan pemusnahan miras sebanyak 1368 botol air mineral yang berisi minuman beralkohol tradisional jenis Arak, yang merupakan barang bukti hasil Operasi Pekat selama bulan juni tahun 2014,  tempat di halaman belakang Mapolres Blora dengan cara ditanam dalam tanah (1/7).

Pemusnahan Miras tersebut di hadiri Bupati Blora, H Joko Nugroho, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin, Danyonif 410/Alg Letkol Inf Hari Santoso, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta para pejabat Polres Blora.
Kapolres Blora AKBP Mujiyono SIK dalam sambutannya menyampaikan, Pemda Blora sampai saat ini belum memiliki perda yang mengatur masalah Miras. Peraturan tentang miras masih dalam penggodokan oleh anggota dewan dan sambil menunggu keputusan dari gubernur. Berharap penggodokan segera selesai dan Perda segera terbit. Agar segera dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya Miras.

Hasil Operasi Pekat Polres Blora masih terdapat berupa belasan ribu botol Miras. Hasil ini bukan karena keberhasilan petugas, akan tapi merupakan sebuah tamparan keras, karena kegagalan dalam menjaga keamana dan lingkungan dari berbagi bentuk peredaran Miras, maupun kegiatan lain yang berdampak negative, yang akan merugikan kesehatan serta menghambat terwujudnya masyarakat Kab.Blora yang sehat, aman tertib dan kondusif.  tegasnya.

Lebih lanjut Kapolres Blora AKBP Mujiyono SIK menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan wilayah Kab Blora. Jauhi tentang miras dan tidak mengkonsumsi. Ciptakan hidup rukun, nyaman dan damai, terutama pada bulan suci ramadhan yang penuh berkah. (Pujo/Sjn-Pendim 0721/Blora)

Mutasi Ala “Siap Bisa”

Jeneponto, Metropol - Pasangan Bupati Dan Wakil Bupati Jeneponto yang pada saat kampanye Bertagline “SIAP-BISA” mereshufle Pejabat Eselon II dan III sebanyak 419 Orang, dimana eselon IIIA 47 Orang, Eselon IIIB. 97 Orang, Eselon IVA 322 Orang dan Pejabat Eselon IVB sebanyak 95 Orang dan semuanya bersedia menanda tangani fakta Integritas yang diwakilkan kepada Kabag Humas Din Hajat Kurniawan SSTP MSi yang dihadiri Bupati Jeneponto Drs H Ikhsan Iskandar MSi, Wabup H Mulyadi Mustamu SH, Ketua DPRD Jeneponto H Syuaib Sewang, para Muspida para Pejabat dan ratusan Pegawai yang dilaksanakan di Gedung Sipitangarri Bontosunggu pada Rari Rabu (26/6).

Yang menarik dari mutasi ini dimana baru saja melakukan mutasi pertama pada 23 Mei 2014 lalu, di reshufle sebanyak 232 Orang Pejabat Eselon II, III dan IV, namun pejabat Eselon II yang sudah menduduki Jabatan tetap tenang menduduki jabatannya dan 9 pejabat non Job serta 3 orang pejabat diparkir di Staf Ahli. Namun dimutasi kali ini, tidak dimutasi. Hanya pejabat Eselon III dan IV yang direvisi  oleh Bupati Jeneponto Drs H Ikhsan Iskandar.  Seperti pada mutasi pertama Mantan Kabag Humas Subhan Danuaris Nonjob diganti dengan Din Hajat. kurniawan, Mantan Kabag Kesra, Mantan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikan Srilita Rajamilo juga di non job diganti oleh Arfan Sanre serta seabrek pejabat mendapat promosi jabatan dan banyak pejabat yang non job.

Hal ini dibenarkan Oleh Bupati Jeneponto Drs H Iksan Iskandar MSi dan mengatakan bahwa mutasi pertama pada 23 meiyang lalu, ada terjadi kekeliruan data sehingga hari ini dilakukan perbaikan. Bagi pejabat yang baru dilantik akan memperhatikan daerah lingkungan kerjanya agar Kabupaten Jeneponto kedepan bisa meraih Adipura dan mendapat predikat WTP dari BPKRI juga pejabat yang baru dilantik sudah mananda tangani fakta integritas agar menjadi pemerintah yang bersih dan enam Bulan kedepan akan dievaluasi kinerjanya.

Bagi pejabat yang belum terakomodir agar bersabar dan bekerja dengan  baik, terutama harus bekerja lebih giat meningkatkan kinerjanya  karena semua pejabat lingkup Pemkab Jeneponto akan dievaluasi kinerja kalau mempunyai kinerja yang bagus tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan promosi jabatan pada mutasi selanjutnya jelas Bupati Jeneponto. (M.Arief,K)

Mutasi Ala “Siap Bisa”

Jeneponto, Metropol - Pasangan Bupati Dan Wakil Bupati Jeneponto yang pada saat kampanye Bertagline “SIAP-BISA” mereshufle Pejabat Eselon II dan III sebanyak 419 Orang, dimana eselon IIIA 47 Orang, Eselon IIIB. 97 Orang, Eselon IVA 322 Orang dan Pejabat Eselon IVB sebanyak 95 Orang dan semuanya bersedia menanda tangani fakta Integritas yang diwakilkan kepada Kabag Humas Din Hajat Kurniawan SSTP MSi yang dihadiri Bupati Jeneponto Drs H Ikhsan Iskandar MSi, Wabup H Mulyadi Mustamu SH, Ketua DPRD Jeneponto H Syuaib Sewang, para Muspida para Pejabat dan ratusan Pegawai yang dilaksanakan di Gedung Sipitangarri Bontosunggu pada Rari Rabu (26/6).

Yang menarik dari mutasi ini dimana baru saja melakukan mutasi pertama pada 23 Mei 2014 lalu, di reshufle sebanyak 232 Orang Pejabat Eselon II, III dan IV, namun pejabat Eselon II yang sudah menduduki Jabatan tetap tenang menduduki jabatannya dan 9 pejabat non Job serta 3 orang pejabat diparkir di Staf Ahli. Namun dimutasi kali ini, tidak dimutasi. Hanya pejabat Eselon III dan IV yang direvisi  oleh Bupati Jeneponto Drs H Ikhsan Iskandar.  Seperti pada mutasi pertama Mantan Kabag Humas Subhan Danuaris Nonjob diganti dengan Din Hajat. kurniawan, Mantan Kabag Kesra, Mantan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikan Srilita Rajamilo juga di non job diganti oleh Arfan Sanre serta seabrek pejabat mendapat promosi jabatan dan banyak pejabat yang non job.

Hal ini dibenarkan Oleh Bupati Jeneponto Drs H Iksan Iskandar MSi dan mengatakan bahwa mutasi pertama pada 23 meiyang lalu, ada terjadi kekeliruan data sehingga hari ini dilakukan perbaikan. Bagi pejabat yang baru dilantik akan memperhatikan daerah lingkungan kerjanya agar Kabupaten Jeneponto kedepan bisa meraih Adipura dan mendapat predikat WTP dari BPKRI juga pejabat yang baru dilantik sudah mananda tangani fakta integritas agar menjadi pemerintah yang bersih dan enam Bulan kedepan akan dievaluasi kinerjanya.

Bagi pejabat yang belum terakomodir agar bersabar dan bekerja dengan  baik, terutama harus bekerja lebih giat meningkatkan kinerjanya  karena semua pejabat lingkup Pemkab Jeneponto akan dievaluasi kinerja kalau mempunyai kinerja yang bagus tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan promosi jabatan pada mutasi selanjutnya jelas Bupati Jeneponto. (M.Arief,K)

Benarkah Ada Rekayasa Dalam Kasus Penangkapan Mantan Napi

Bangka Belitung, Metropol - Niat tulus dan suci pemerintah untuk memberantas peredaran sérta penyalahgunaan Narkoba, sedang menghadapi tantangan serius. Apa sebab? Ya karena berdasarkan investigasi serta catatan media ini, banyak proses penangkapan terduga atau tersangka Narkoba yang dilakukan terlihat dipaksakan. Seperti yang terjadi pada dua tersangka di kota Pangkalpinang. Masing-masing bernama J dan I. Kedua mantan pecandu juga pengedar-yang sudah berupaya tobat ini, dengan penuh penyesalan barus kembali melewati 'skenario' yang sama di hadapan UU No.35 tahun 2009 tentang pemberantasan Narkotika. Dengan jerat ketiga pasal hafalan Penyidik ini.Yakni pasal 112, 114 dan tentunya 127 UU No 35 tahun 2009 ini mereka kembali harus menjadi pesakitan. Tidak banyak yang menyimak,  12 Juni 2014 akan berakhirnya operasi Antik 2014 Polda Bangka Belitung. Tim Buser Restik Ditresnarkoba berhasil menciduk 8 tersangka yang merupakan target operasi (TO), dan 17 tersangka berdasarkan hasil pengembangan dari para TO.

Sebuah prestasi yang mengundang decak kagum. Mengingat sangat sulitnya meretas sistem 'sel putus' para pelaku atau sindikat narkoba. Namun di dalam perkembangan selanjutnya, prestasi ini kemudian berbalik jadi sebuah big question, ketika ada saksi di dalam operasi tersebut yang membuka aibnya sendiri. Sebut saja Bripka X. Dalam salah satu sesi tanya jawab santai, beliau membuka cakrawala jurnalis soal penangkapan duo tersangka J dan I. "Yaa itu tadi mas. Saat setelah reka ulang dan saya bisa melihat, bahwa salah satu tersangka seperti dipaksakan. Otomatis saya mundur," ujarnya.

“Maksudnya bang..? Awak media yang  tergelitik nalurinya terus mengejar. Iya saat itu ada dua kubu yang berbeda pendapat soal penetapan tersangka I. Karena di titik itu jelas terlihat bahwa kedatangan dia bukan untuk membeli, menjadi perantara atau kurir, apalagi menguasai dan memiliki, narkotika bukan jenis tanaman yang diduga jenis sabu.Tetapi lebih pada datang sebagai teman yang dijanjikan untuk dibayar sesuatu via hape kedua tersangka,” katanya.

“Saat itu juga saya kembalikan berkas tersebut. Dan memang lantas di ambil-alih oleh penyidik lainnya," tutup beliau.

Atmosfer jebakan bin rekayasa segera menyeruak di tempurung kepala. Saat mendengarkan penuturan penyidik berhati jujur dan langka tersebut. Ini adalah sebuah desain. Bukan hasil penyelidikan. Ada kemerdekaan seseorang dirampas, dengan menggunakan UU yang legal. Dan makin menemukan pembenaran, saat awak media berhasil secara sembunyi-sembunyi mewawancarai tersangka J di dalam Rutan Polda. "Benerlah bang.. aku nih dipaksa untuk mengakui bahwa bahan (sabu) itu milik kami berdua. Dan ku juga di bon lah bang.. (dipukuli) oleh mereka,” ujar J setengah berbisik. Yang menggambarkan betapa rusaknya mental dirinya akibat pemukulan serta tekanan psikologis dari para anggota restik Narkoba Polda Babel.

Sementara itu saat dikonfirmasi Metropol terkait penangkapan tersangka J dan I. Direktur ditresnarkoba Polda Bangka Belitung Kombes Pol Hariono dengan tegas menyatakan, “jika kedua tersangka memenuhi unsur delik pidana dan cukup barang bukti akan diproses. Mereka turut diduga merupakan pemain lama,” katanya.

Disisi lain, kepala lembaga pemasyarakatan narkotika kelas II A Kotamadya Pangkalpinang Drs Sulistyono berujar, tersangka I merupakan salah satu 'lulusan terbaik' lapas tersebut. Dalam arti kata untuk kasus sebelumnya yang telah inkrah, tersangka I telah mendapatkan semacam ijazah pembebasan bersyarat dengan katagori memuaskan.Jadi sangat disayangkan apabila seorang yang telah murni hendak melakukan proses kehidupan secara normal. Harus kembali berhadapan dengan tombak hukum yang menikamnya.

Sebab lainnya adalah, diwawancara yang dilakukan di dalam Rutan tadi,tersangka J secara eksplisit menyebutkan keterlibatan oknum anggota ditresnarkoba Polda Babel dengan nama samaran Apng.Yang dalam kaitan dengan tersangka J, orang inilah yang memesan via hape bahan(sabu) sejumlah tertentu untuk diambil di lokasi penangkapan di daerah Selindung. Dan saat tersangka J sudah melaksanakan apa perintah oknum tersebut.Tim Buser ditresnarkoba tiba-tiba datang menyergap.Tentunya dengan barang bukti yang memang sedang digenggam tersangka. (Red Babel)

Lima Puluh Empat Ribu Penduduk Mataram Belum Miliki KTP

Mataram, Metropol - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, H Ridwan mengatakan, sebanyak 54.305 penduduk di daerah itu belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Hal itu disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya, penduduk bersangkutan belum mengurus surat pindah, penduduk rentan atau uzur, memiliki gangguan jiwa, seperti gila, idiot dan lainnya," katanya.

Dikatakannya, jumlah penduduk Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang wajib KTP sebanyak 302 ribu jiwa. Dari jumlah itu sebanyak 248.949 penduduk sudah melakukan perekaman untuk pembuatan KTP elektronik (e-KTP).

Namun dari jumlah yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 247.695 sudah memiliki e-KTP. Sisanya masih menunggu penertiban dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Penduduk yang belum memiliki e-KTP, kita siasati dengan penertiban KTP manual. Karena penduduk tidak mungkin tidak memiliki kartu identitas," katanya.

Akan tetapi, katanya, pemberlakukan KTP manual hanya sampai tanggal 31 Desember 2014.

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya masih menerbitkan KTP manual. Karena terkendala belum ada mesin cetak e-KTP di daerah.

Sementara itu, masyarakat yang sudah menjadi penduduk wajib KTP dan sudah melakukan perekaman e-KTP. Harus menunggu penerbitan dari Kemendagri.

"Kita belum tahu kapan warga yang sudah merekam akan mendapatkan e-KTPnya . Karena itulah kita masih menerbitkan KTP manual dengan catatan berlaku hingga 31 Desember tahun ini," katanya lagi.

Menyingung tentang kesadaran warga masyarakat untuk membuat KTP, Ridwan mengatakan, kesadaran penduduk di Kota Mataram untuk pembuatan KTP cukup bagus.

Hal itu terbukti dari tingginya permohonan pembuatan KTP yang rata-rata mencapai 100--150 per hari. Kondisi ini disebabkan juga karena mobilitas penduduk Kota Mataram yang tinggi. (Pita AR)

Bupati Garut Digugat Warganya

Garut, Metropol -  Bupati Garut Rudy Gunawan digugat warganya. Ia digugat karena membiarkan aktivitas pariwisata di kawasan Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, makin menjamur.

Seorang penggugat, Aris Faizal, warga Kecamatan Tarogong Kaler, menilai aktivitas pariwisata air panas telah menyalahi peraturan dan merugikan masyarakat. Aris mengaku menggugat Rudy selaku Kepala Daerah Garut karena telah melayangkan dua kali surat somasi atau notifikasi.

"Surat somasi pertama saya layangkan pada 20 November 2013 lalu, setelah diberlakukannya moratorium penghentian pengembangan objek wisata di kawasan Darajat. Surat somasi kedua, saya kirim enam bulan kemudian, atau pada 20 Mei 2014," kata Aris di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa (15/7/2014).

Surat pertama ditujukan untuk membela kepentingan umum warga sekitar kawasan Darajat. Sementara surat kedua, dikirim untuk menyikapi sikap Pemkab Garut yang tidak menanggapi surat pertama. "Setelah dua surat somasi tidak mendapat tanggapan balik, barulah saya mengajukan gugatan ke PN Garut pada 23 Juni 2014 lalu. Gugatannya diterima dengan adanya surat pemeriksaan perkara perdata Nomor 15/Pdt.G/2014/PN.Grt," ucapnya.

Menurutnya, gugatan yang dialamatkan kepada Bupati Garut, Ketua DPRD Kabupaten Garut, dan sejumlah pengusaha pengelola objek wisata ini didasarkan atas terjadinya pembiaran pelanggaran di kawasan Darajat. Seluruh tergugat, telah membiarkan pelanggaran terhadap Perda Kabupaten Garut Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Dampaknya pada kerugian masyarakat umum. Setiap Sabtu dan Minggu, warga tidak bisa keluar rumah karena macet di Jalan Pasirwangi. Hasil pertanian pun tidak bisa diangkut. Pariwisata ini tidak didukung oleh infrastruktur jalan yang baik. Selain itu, bencana longsor terus terjadi di sekitar lokasi wisata," paparnya.

Kerugian terkait lalu lintas dan kondisi jalan yang jadi cepat rusak akibat aktivitas pariwisata dialami warga Desa Karyamekar dan Desa Padaawas. Setelah dicek ke intansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut dan Satlantas Polres Garut, mereka tidak pernah mengeluarkan izin adanya bus menggunakan jalur tersebut untuk dapat memasuki kawasan Darajat.

"Jadi pelanggarannya lengkap. Ada pelanggaran kepada masyarakat. Ada pelanggaran izin mendirikan bangunan, pelanggaran kawasan konservasi, hingga pelanggaran terhadap aspek fasilitas jalan dan lalu lintas. Namun kenapa pemerintah membiarkan," bebernya.

Aris menyebutkan, setiap hari libur, kawasan Darajat selalu disesaki oleh sebanyak 400 unit bus dan 680 mobil pribadi. Padahal, lebar badan jalan di kawasan ini sangatlah sempit. "Kami juga meminta legalitas pengambilan sumber air panas dari kawah Darajat diuji lagi karena filter dan izin amdalnya tidak jelas," imbuhnya.

Selama masa moratorium pengembangan wisata di Puncak Darajat telah digulirkan beberapa waktu lalu. Pemkab Garut hingga kini terkesan membiarkan aktivitas pembangunan yang terus berlangsung. Karenanya, selaku warga, ia mempertanyakan keseriusan Pemkab Garut dalam membenahi kawasan Darajat.

"Pemda Garut harus mengkaji kembali Rencana Detail Tata Ruang kawasan Puncak Darajat. Pembayaran pajak dari para pengusaha pun mungkin bisa membantu Pemda Garut. Makanya, kita tidak mungkin menutup tempat wisata itu, hanya menata kawasan tersebut supaya tidak menyalahi aturan," tandasnya. (Wiri)