Senin, 14 April 2014

Ilham Ilyas Mimpikan Bung Karno, Prabowo – JK Presiden – Wakil Presiden 2014

Jakarta, Metropol - Organisasi Kemasyarakatan “Suara Hati Rakyat” yang dipimpin anak bangsa bernama Ilham Ilyas, tak disangka-sangka telah bermimpi mendapat amanah dari Proklamator, Bung Karno, agar negara Indonesia tercinta ini dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla pada tahun 2014. “Memang sulit dipercaya saya bermimpi dikasih amanah oleh Bung Karno untuk menyampaikan Prabowo-JK sebagai pemimpin di 2014-2019,” ungkapnya.

Menurut Ilham kejadian tersebut pertengahan tahun lalu bertemu dengan Bapak Proklamator RI. “Pada Juli lalu saya didatangi Bung Karno dalam mimpi. Bung Karno berkata, “sampaikan kepada rakyat Indonesia (Prabowo-JK). Ini amanah, kau harus menyampaikan perubahan akan terjadi,” ujarnya.

Ilham menambahkan, selain amanah mimpi, Prabowo-JK dua tokoh yang diharapkan. “Dari segala aspek, kami membutuhkan pemerintahan yang pro pada rakyat,” katanya.

Ketika disinggung, apakah hal ini sudah disampaikan kepada Prabowo atau JK. Hanya sebatas memasang spanduk dan membuat posko relawan saja. “Belum. Karena kita bukan politisi. Tidak perlu menyampaikan kepada mereka,” imbuhnya.

Hanya menyampaikan amanah dalam bentuk deklarasi sebanyak 50 orang bernyanyi di pelataran Jalan Wahid Hasyim. Dan mengenakan baju dukungan Prabowo.

Sebagai juru bicara “Suara Hati Rakyat”, meminta maaf jika deklarasi mengganggu strategi politik Pak Prabowo dan Pak JK. Menurutnya, deklarasi ini hanya menyalurkan aspirasi masyarakat yang ingin mendapatkan pemerintah yang pro rakyat. “Inilah suara hati rakyat Indonesia. Suara rakyat adalah suara Tuhan”.

Ilham juga secara bijak, meminta maaf jika mengganggu strategi politik Prabowo dan JK. Bahkan Ilham tidak mengenal secara pribadi dengan Prabowo maupun JK. Bahkan bukan bagian keluarga kedua tokoh tersebut. “Deklarasi kami ini tidak dibiayai siapa-siapa,” pesannya.

Ilham menyatakan, adanya deklarasi ini untuk menyuarakan suara agar pemimpin kelak merupakan yang dikehendaki rakyat yakni Prabowo-JK. Katanya, dukungan kepada Prabowo dan JK berdasarkan kebebasan menyatakan pendapat.

“Kami disini berdasarkan UUD 1945 pasal 28 yang menyatakan kebebasan untuk berpendapat,” ungkapnya. (Delly M.)

Jumat, 11 April 2014

Pembangunan Hotel Barru Diresmikan

Barru, Metropol.

Pemerintah Kabupaten Barru melakukan kerjasama dengan pihak swasta yaitu  Bosowa Group, melaksanakan pembangunan Hotel Barru yang diresmikan oleh Gubernur Sulsel DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH. Belum lama ini, di Pusat Kota Kabupaten Barru. Hal tersebut merupakan terobosan yang patut diacungi jempol, mengingat perekonomian Kabupaten Barru saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan ditandai dengan banyaknya investor atau pelaku industri yang akan masuk di Kabupaten ini, sehingga kebutuhan akan tempat tinggal sementara atau hotel yang memiliki fasilitas yang memadai, pasti akan meningkat. 

Gubernur mengatakan dalam sambutannya, "Saya bersyukur dibawah kepemimpinan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Barru saat ini. “Karena Kabupaten Barru semakin berkembang. Hal itu ditandai dengan pembangunan hotel mewah perdana kerjasama Pemkab Barru dengan investor Bosowa Group," kata Syahrul Yasin Limpo

Direktur Bosowa Propertindo Eko Prastowo mengatakan, Hotel Barru ditargetkan akan rampung pada tahun ini, dan dibangun dengan empat lantai, jumlah kamar sebanyak 60 unit, memiliki ball room dengan kapasits 600 orang yang dilengkapi areal parkir yang bisa menampung 100 kendaraan bermotor, serta fasilitas kolam renang dan khusus di lantai empat dibuka perkantoran dengan dasar bahwa Kabupaten Barru akan berkembang pesat dengan kehadiran banyak industri.

Bupati Kepala Daerah Kabupaten Barru Ir. H. Andi Idris Syukur, MS.,  mengungkapkan, kegembiraannya atas  kerjasama ini, dan berharap agar Kabupaten Barru dapat terus bekerjasama dengan Bosowa Group dan  pihak- pihak Investor lainnya sehingga Kabupaten Barru semakin berkembang dalam percepatan, penetapan Kabupaten Barru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia dapat segera terlaksana.  (Mahmud Rahim / Ahkam)

Wilson Lalengke Manusia Modern Diatur Informasi

Jakarta, Metropol.

Dewasa ini, siapa yang menguasai informasi. Niscaya dia akan Berjaya. Dan, perlu dipahami bahwa manusia modern diatur oleh informasi. Jadi sebagai kuli disket (wartawan) maka kita dituntut untuk menguasai informasi agar kita tidak mengalami ketertinggalan.

Hampir semua orang yang mendengar ungkapan tersebut percaya akan kebenarannya. Dan ini memang bukan omong -kosong, realis telah memberikan bukti di sepanjang sejarah manusia. Seseorang yang memiliki informasi selalu memenangkan atau menguasai setiap kesempatan yang ada, ungkap Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke ketika membawakan makalah tentang jurnalisme warga & pengenalan PPWI pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan jurnaliseme bagi wartawan News Metropol. Berlangsung di Hotel Jayakarta – Jakarta, Kamis (27/3), diikuti perwakilan dari 14 Provinsi dan 51 Kabupaten/Kota se Indonesia dengan tema “Mengoptimalkan Jurnalis Sebagai Profesi”.

Peran informasi menurut Wilson Lalengke, sesederhana apapun bentuk dan sistem informasi itu adanya, tidak pelak merupakan penentu keberhasilan usaha apapun yang dilakukan setiap orang. Kemenangan dan kegagalan dalam sebuah peperangan amat ditentukan oleh kehandalan agen spionase dan intelijen yang tugas utamanya mengumpulkan informasi dari musuh masing-masing pihak yang bertikai.

Kemajuan penjualan produk sebuah perusahaan, yang menjadi tumpuan mati-hidupnya perusahaan itu, sangat tergantung kepada peran promosi dan iklan yang tidak lain berisi informasi tentang  produk dan proses menginformasikannya kepada calon konsumen.

Secara mutlak pula, “sifat jahat” media massa menjadi alat penghancur manusia dan kebudayaannya. Peristiwa Mbah Priok dan Kerusuhan Kosambi di seputaran Ibukota Jakarta beberapa waktu lalu, menurut Ketua Umum PPWI, adalah dua contoh kasus saja yang masih segar di ingatan warga masyarakat sebagai akibat buruk dari publikasi informasi melalui media massa.

Tayangan langsung tindakan brutal “oknum” Satuan Pamong Praja (Satpol-PP) terhadap beberapa orang warga telah memicu eskalasi puluhan ribu massa berbondong-bondong ke lokasi kejadian untuk menumpahkan rasa amarah sebagai respon atas informasi yang mereka terima.

“Reaksi public”, atas setiap informasi yang disajikan media massa adalah kata kunci yang harus menjadi landasan berpijak dalam membedah persoalan publikasi dan media massa. Suatu informasi dan sumber yang sama akan direspon secara berbeda oleh masyarakat dari daerah/Negara yang berbeda. Reaksi masyarakat juga selalu berbeda disebabkan faktor kedekatan warga dengan substansi informasi yang disampaikan media massa. Misalnya reaksi masyarakat Indonesia cenderung reaktif dibandingkan dengan masyarakat Philipina atau Thailand ketika merespon informasi tentang konflik yang terjadi di palestina. Hal ini lebih disebabkan oleh kedekatan emosional antara penerima informasi di Indonesia yang mayoritas muslim (notabene) mempunyai hubugan erat dengan negeri Arab – dibandingkan dengan pembaca dari wilayah lain yang penduduknya mayoritas non-muslim.

Fakta disepanjang sejarah membuktikan bahwa penikmat manfaat terbesar dari kehadiran media massa umumnya terbatas kepada para pemegang kepentingan di balik penyebaran informasi yang termuat didalamnya. Secara kasat mata, pemangku kepentingan di dunia publikasi media massa berkaitan erat dengan ekonomi dan politik. Media massa pada umumnya dikooptasi oleh kepentingan kelompok pengusaha dan politikus. Pada tataran kehidupan bermasyarakat, jarang media massa menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat banyak. Terutama di level paling bawah. Biarpun kalangan media membutuhkan masyarakat, hanya sebatas sebagai sumber muatan media massanya belaka atau sekedar sebagai konsumsi produk media massa semata,” ungkap Wilson Lalengke.

Ia menyarankan kepada segenap wartawan News Metropol agar didalam melalukan peliputan untuk diberitakan hendaknya senantiasa memperhatikan kode etik jurnalistik. Lakukan cek and recek serta dalam pembuatan berita memperhatikan unsur 5 W + 1H.

Pada penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jurnalistik jajaran wartawan  News Metropol, turut membawakan makalah masing-masing Mung Pujanarko dengan materi Menulis berita & Press Release, Dany PH Siagian dengan materi menulis feature & profil serta Imam Suwandi dengan materi Etika jurnalistik. Semua pemateri berasal dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). (Bisman)

Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Luthan, SH. MBA. MM Metropol Rambah 14 Provinsi 51 Kabupaten/Kota

Jakarta, Metropol.

News Metropol terbitan Jakarta makin diminati masyarakat. Bukan hanya di Ibukota Republik Indonesia, tetapi telah menyebar dan merambah pada 14 Provinsi dan tersebar pada 51 Kabupaten/Kota di seantero Nusantara.

Kami akui, bahwa media News Metropol bisa tetap hadir secara rutin, eksis sampai sekarang bahkan telah berkembang dan diminati masyarakat luas, itu lebih disebabkan karena memiliki karakter yang berbeda dengan media cetak lainnya.

News Metropol lebih bernuansa pada upaya mendukung penegakan hukum di republik tercinta ini, memberi makna tersendiri bagi pembacanya, kata Ketua  Dewan Pembina News Metropol Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM pada pembukaan Diklat Jurnalistik bagi wartawan News Metropol, sebagai rangkaian peringatan HUT Tabloid Metropol yang berlangsung di Hotel Jayakarta – Jakarta, Rabu – Jum’at, 26-28 Maret 2014. Diselenggarakan News Metropol dengan narasumber oleh tim Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Semua ini terlaksana, tidak terlepas dari perjuangan dan kerja keras rekan-rekan wartawan yang mencintai dunia kewartawanan.

“Alhamdulillah, ketika kita harus bersaing dengan rekan media, ternyata media kita masih tetap bertahan meski dalam menapaki edisi demi edisi harus tertatih-tatih dan harus melewati berbagai kendala. Bahkan yang menggembirakan media Metropol telah merambah 14 Provinsi dan diminati masyarakat pada 51 Kabupaten/Kota di seantero Nusantara,” ungkap Ahwil Luthan.

Selain itu, media Metropol bisa eksis dan berkembang tidak terlepas dari setianya para pembaca yang berasal dari berbagai kalangan, terutama dikalangan Kepolisian dan BNN. Dimana kita senantiasa menjalin ‘kemitraan’ kerjasama dengan semua pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta serta masyarakat pada umumnya.

Dalam menapaki usia empat tahun ini, maka ke depan media Metropol tak hanya eksis, tapi berkembang luas dan merambah di seluruh pelosok Indonesia yang belum tersentuh. Dengan kata lain, meski media Metropol ini penampakannya penuh kesederhanaan tapi mampu beredar secara nasional…!! Tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri.

Bahkan, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangkep ke-54 tahun 2014 membawa kesan tersendiri bagi para pembaca Tabloid News Metropol Jakarta. Selain dinilai penyajian  beritanya terkesan sangat familiar juga memberi nuansa tersendiri bagi upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam menunjang dan menyukseskan pelaksanaan pembangunan. News Metropol memberi semangat dan harapan baru menuju terwujudnya Supremasi Hukum di negeri tercinta Republik Indonesia ini.

News Metropol terbukti telah menjadi kebutuhan warga masyarakat daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep. Selain berfungsi sebagai sarana komunikasi dua arah antara pengelola media terkemuka di Jakarta juga menjadi bacaan berkualitas yang menyajikan berita hangat, faktual, terpercaya dan tuntas.

News Metropol Jakarta berfungsi ganda, ungkap sejumlah masyarakat Kabupaten Pangkep. Selain berfungsi sebagai sarana pendidikan juga berfungsi sebagai media sosial kontrol pelaksanaan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan serta pembinaan kemasyarakatan. Yang terpenting News Metropol menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi.

Ke depan, News Metropol amat diharapkan dapat lebih gencar melakukan peliputan dan investigasi berbagai penyimpangan, yang konon kabarnya semakin merusak tatanan kehidupan masyarakat. Penyimpangan, penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran yang dapat menimbulkan kerugian keuangan Negara perlu semakin diintensifkan pelacakannya.

Pelanggan dan pembaca News Metropol Jakarta amat mengharapkan para kuli disket (Wartawan) yang berhimpun dalam wadah News Metropol hendaknya semakin jeli, cermat dan berani mengangkat fakta berbagai penyimpangan yang mengarah kepada tindakan penyalahgunaan anggaran dan korupsi. Enyahkan antek-antek pelaku korupsi di Bumi Persada Indonesia ini. “Wartawan News Metropol maju terus pantang mundur dalam mengungkap berbagai kasus penyimpangan serta tindakan korupsi” yang telah membudaya di Negeri tercinta Indonesia ini, imbuh masyarakat. (Bis)

Kamis, 18 Oktober 2012

Selamat Datang di Polda Babel Brigjen Pol Budi Hartono Untung (Selamat Bertugas di Tempat Baru Irjen Pol Rum Murkal)

Babel, Metropol.

Jajaran Polda Babel gelar tradisi penyambutan Kapolda Babel yang baru Brigjen Pol Budi Hartono Untung dan pengantaran Kapolda Babel yang lama  Irjen Pol Rum Murkal di tempat tugas baru. Kegiatan tradisi Pedang Pora dilakukan di halaman Mapolda Babel beberapa lalu. Kegiatan tersebut, diikuti seluruh Kapolres se Polda Babel dan terlihat ratusan rangkaian bunga ucapan Kapolda yang baru saja dilantik dari DirPolair se Indonesia. Dari rangkaian acara pengantaran atau pelepasan Kapolda yang lama, Kapolda yang baru Brigjen Pol Budi Hartono Untung diajak bersepeda bersama Kapolda lama Irjen Pol Rum Murkal berkeliling menuju rumah dinas Kapolda Babel yang di ikuti para pencinta sepeda asal Cycling Pangkalpinang Community.

Dihadapan para perwira Polda Babel, pencinta sepeda dan para wartawan yang hadir di rumah dinas Kapolda Babel usai bersepeda berkeliling diseputaran Komplek Pemrov Babel, Kapolda Babel Brigjen Pol Budi Hartono Untung dengan tidak sungkan mengatakan, “saya baru kali ini bersepeda dan kaku kalau over gigi sepeda. Dan acara seperti ini, memberikan kesan tersendiri untuk saya,” ungkapnya. (Suryadi/Syamsul Bahri)

Presiden SBY Beserta Rombongan Tinjau Lomba Cipta Seni Pelajar 2012

Cipanas-Jabar, Metropol.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau secara langsung lomba cipta seni pelajar 2012 yang digelar di Hutan Jati Putih Kawasan Hutan Lindung, Istana Kepresidenan Cipanas, Jawa Barat, pekan lalu.

Presiden yang didampingi oleh Ibu Negara, meninjau langsung para peserta yang tengah menyelesaikan karyanya.

Cipta Seni Pelajar 2012, melombakan lima kategori, yaitu cipta lagu, cipta puisi, lomba melukis, lomba mendesain batik dan membatik di kain mori.

Lomba tersebut diikuti 231 peserta yang terdiri dari 99 tingkat sekolah dasar dan 132 menengah pertama, yang telah lolos seleksi di tingkat provinsi.

Presiden dalam kesempatan tersebut menilai karya-karya seni yang dibuat para pelajar luar biasa.

"Semuanya luar biasa. Karyanya bagus dan indah-indah. Saya yakin dewan juri akan sulit menentukan juaranya. Semuanya indah dan bagus," kata Presiden.

Presiden menambahkan, agar para peserta anak didik terus mengembangkan dan mengeksplorasi potensi seni yang dimiliki.

Menurut Presiden, memiliki jiwa seni dan mencintai kesenian akan menumbuhkan perilaku yang baik seperti mencintai perdamaian dan mengembangkan kasih sayang.

Presiden menambahkan, karya-karya seni yang juara dalam lomba ini akan didokumentasikan sebagai apresiasi.

Seusai meninjau, para pesertapun mendapatkan kesempatan berfoto bersama Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Ditempat yang sama, Tim Metropol mendapat informasi melalui pendamping peserta lomba Cipta Seni Pelajar 2012 dari Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Munsir, Dikpora Kab. Gowa dan Murniati, S.E. Kemendikbud Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, “peserta tingkat sekolah dasar yang kami dampingi diantaranya Deah, dari SD Mangkura 3 Kota Makassar, mewakili lomba cipta seni puisi. Sementara Ratu Cantika, dari SD Pabbangiang, Sungguminasa, Kab. Gowa, mewakili lomba nominasi batik I dan Firdaus Munsir dari SD Bontokamase Kab. Gowa mewakili lomba seni lukis,” ujarnya kepada Metropol.

Selain itu, dari tiga pendekar seni cilik tingkat SD tersebut, satu diantaranya mendapatkan juara tiga adalah Firdaus Munsir dari SD Bontokamase, Kab. Gowa yang mewakili lomba seni lukis. (MP)

Polsek Koja

Jakarta, Metropol.

Demam tawuran dikalangan pelajar, mahasiswa menjadi tren di tanah air ini. Hal ini membuat Pemerintah menjadi perhatian melihat gejala ini. Itu sebabnya, pemerintah mengintruksikan agar aparat dan kalangan pendidik ikut serta meredam gejolak ini.

Antisipasi untuk meredam gejolak ini, seperti yang dilakukan aparat Kepolisian tingkat wilayah, adalah sosialisasi di sekolah-sekolah. “Kami mencoba kearah pendekatan secara persuasif,” kata Seli Pudja, Kapolsek Koja.

Dalam sosialisasi ini, bukan saja tim dari Kepolisian yang terlibat, namun dari Danramil, tokoh masyarakat, Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan guru.

Pembentukan tim khusus untuk memberikan pemahaman dan pengertian, dibekalinya juga peralatan HT. “Tujuannya untuk lebih cepat mengantisipasi adanya unsur tawuran,” ujar Kompol M. Seli Pudja kepada Metropol. (Aji)

KPK dan Polri Bersinergi

Jakarta, Metropol.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia akhirnya menemui kesepakatan dan bersinergi dalam menangani kasus korupsi yang muncul dipermukaan, terutama masalah penanganan korupsi simulator mengemudi untuk ujian Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kesepakatan pertemuan itu, kata Johan Budi, juru bicara KPK, didaulat oleh Ketua KPK, Wakil KPK dan Kapolri untuk membicarakan penanganan kasus korupsi simulator dan masalah ditetapkannya penyidik KPK, Novel Baswedan, sebagai tersangka di Polda Bengkulu. “Pertemuan itu membahas situasi yang mungkin terjadi dan kurang kondusif,” katanya.

Sebelumnya, kata Johan Budi, KPK sudah bertemu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan serta Menteri Sekretaris Negara, yang intinya bahwa Presiden SBY akan turun tangan menyelesaikan kisruh tersebut.

Akhirnya Presiden menyampaikan amanatnya untuk menyelesaikan perseteruan antara KPK dan Polri dengan mengamanatkan beberapa poin penting. Yang intinya, penanganan dugaan korupsi alat simulator yang disangkakan mantan Kepala Korlantas Inspektur Jenderal Djoko Susilo tetap ditangani KPK.

Polri pun segera melaksanakan arahan Presiden dengan berkoordinasi dengan KPK. Polri melaksanakan koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan pengadilan untuk menyerahkan 3 tersangka kasus simulator SIM ke KPK, yakni Brigjen DP, pengusaha BS dan SB, berkasnyya sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Sedangkan mengenai kasus simulator, penyidik Badan Reserse Kriminal Polri akan terlebih dahulu menggelar kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator pengemudi di Korps Lalu Lintas Polri yang ditangani KPK dan Kejaksaan. Setelah gelar perkara, Polri akan melimpahkan kasus tersebut ke KPK. “Sudah ada koordinasi penyidik KPK, Bareskrim Polri dan Kejaksaan,” kata Brigadir Jenderal Pol Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri.

Boy menambahkan, penyidik Bareskrim Polri terlebih dahulu ingin menggelar atau membahas perkembangan penyidikan kasus tersebut pekan depan. Namun KPK akan menggelar perkara Senin depan.

Sedangkan Kejaksaan tidak terlibat langsung mengenai hal ini, apalagi untuk pelimpahan perkara dari Polri ke KPK. “Dari arahan Presiden tidak ada yang menyinggung atau memerintahkan kepada instansi. “Jadi kami menunggu bagaimana langkah Polri,” kata Andhi Nirwanto, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. (Delly M.)

KPK Seratus Tujuh Puluh Kepala Daerah Bermasalah

Jakarta, Metropol.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Dedi A. Rahim mengatakan, lebih dari 170 kepala daerah bermasalah dan dalam proses hukum.

"Kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah itu kini sedang didalami dan menjadi perhatian KPK," kata Dedi pada seminar nasional yang digelar Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Salah satu faktor penyebab indikasi kasus korupsi di lapangan, karena budaya birokrat dan ketidakmampuan mengelola keuangan daerah dengan baik dan sehat.

Karena itu, kata dia, keberadaan KPK selain melakukan monitoring atau pemantauan, juga bertugas mengubah perilaku birokrat.

"Termasuk mendorong penegakan hukum yang konsisten. Ini dapat mencontoh Singapura yang membuat aturan yang simpel dan konsisten," katanya.

Salah satu contoh aturan tersebut, aturan tentang larangan membuang sampah sembarangan sejak 1980-an sudah diterapkan hingga saat ini dan konsisten dijalankan.

Sedang faktor lain yang harus dibangun, kata Dedi, pendidikan integritas. KPK sudah mencoba memberikan pendidikan integritas melalui jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Misalnya melalui program Kantin Kejujuran.

Workshop nasional yang mengusung tema "Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel untuk Pencapaian MGD`s 2012" juga dirangkaikan dengan Info Fair yang diikuti sedikitnya 25 stand pameran, serta pemberian Award kepada anggota DPRD yang mendorong kinerja Pemda. (MP/An)

Jadilah Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Banyuwangi, Metropol.

Kecelakaan lalu lintas bisa dikategorikan, sebagai perbuatan yang dapat dipidanakan. Ini diatur dalam kitab Undang-undang hukum pidana karena perbuatan tersebut digolongkan “mengakibatkan orang mati atau luka” diatur dalam pasal 359 dan 360 KUHP. Adapun bunyi pasal tersebut adalah sebagai berikut : pasal 359 KUHP menyatakan bahwa barang siapa, salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurang selama-lamanya satu tahun. Sedangkan dalam pasal 360 ayat (1) dinyatakan barang siapa, menyebabkan orang luka sedemikian rupa hingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatan atau pekerjaan sementara, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya enam bulan atau hukuman denda.

Berkaitan hal diatas, Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi dibawah komando AKP Lukman Cahyono, S.IK, kerap kali melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas dijalan raya kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan belum lama ini Polres Banyuwangi mengirim duta Lalu Lintas untuk tingkat kabupaten, dan berhasil menjadi juara pertama. Dan masih menurut Lukman, “tanpa kita sadari kecelakaan lalu lintas merupakan mesin pembunuh bagi siapa saja yang gemar melanggar peraturan lalu lintas,” tegasnya. (Rudiono) 

HUT TNI Ke 67 Refleksi Pengabdian TNI Kepada Masyarakat

Jakarta, Metropol.

Peringatan hari jadi TNI Tahun ini, digunakan sebagai refleksi, sekaligus renungan untuk menyatakan kebulatan tekad atas seluruh pengabdian TNI kepada masyarakat, Bangsa dan Negara. Pada hari jadi ke 67 ini, TNI membulatkan tekad melalui tema yang diusung, “Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Solidaritas, TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI.

Tema tersebut merupakan cerminan niat, tekad dan semangat TNI untuk melaksanakan tiga aspek fundamental tugas pokok TNI, bersama komponen bangsa lainnya. Yaitu, pertama, menegakkan kedaulatan Negara, kedua, mempertahankan keutuhan wilayah Kesatuan Republik Indonesia dan ke tiga, melindungi  segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara. Untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI adalah tugas segenap lapisan masyarakat dan komponen bangsa, tidak hanya menjadi tugas TNI semata, kata Panglima TNI.

Lebih jauh Panglima TNI mengatakan, “Kita kembali menguatkan langkah perjuangan bersama, sebagaimana yang kita laksanakan pada masa perjuangan merebut kemerdekaan tahun 1945. Kita wujudkan SISHANKAMRATA dimasa damai guna mengamankan segala sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia, baik idiologi, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan serta sumber daya alam dan manusia yang dapat kita gunakan sebagai modal bagi kepentingan pembangunan kesejahteraan masyarakat, Bangsa dan Negara,” ungkap Panglima.

Peningkatan profesionalisme prajurit, TNI telah mencapai angka 29% kekuatan penangkalan, yang diformat dalam pembangunan kekuatan pokok minimum (minimum essential force) TNI secara bertahap dalam tiga restra, tanpa menyimpang dari sasaran jangka panjang yaitu terwujudnya optimum essential force dan ideal essential force.

Pemerintah dan DPR telah memberikan perhatian terhadap pentingnya memiliki kekuatan angkatan bersenjata yang handal. Pembangunan kesejahteraan rakyat adalah hal yang pokok dan penting. Namun disisi lain pertahanan dan keamanan Negara juga merupakan hal penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena kesejahteraan dan keamanan merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Pemerintah secara bertahap telah menaikkan anggaran pertahanan negara dalam RAPBN tahun 2012 sebesar Rp. 64,4 triliun dan direncanakan tahun 2013 pemerintah telah menyiapkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar Rp. 77,7 triliun. Meskipun belum sepenuhnya mencapai tingkat standar kemampuan penangkalan, namun paling tidak kita sudah dapat merumuskan kebutuhan alutsista sesuai doktrin, strategi militer dan geografi Indonesia, serta sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis.

Panglima menambahkan, “wartawan merupakan mitra kerja, yang juga turut membesarkan TNI dalam konteks tugas TNI dalam menjaga dan mengawal NKRI,” kata Panglima TNI. (Kamal)

Gaji Penyidik Polri Lebih Rendah Daripada Penyidik KPK

Jakarta, Metropol.

Kesenjangan perbedaan masalah gaji yang diberikan oleh Pegawai Negeri  maupun swasta dalam pekerjaan, merupakan persoalan kearifan seseorang untuk berbuat lebih bijak melakukan kinerja. Apalagi dilihat dari eselon atau tingkat kepangkatannya, seperti yang terjadi di tubuh Polri.

Dimana Polri bagian penyidik diketahui lebih rendah dibanding dengan penyidik yang ada di KPK. Kesenjangan ini membuat beberapa penyidik yang sudah ditempatkan di KPK merasa betah dan terhormat jika sudah bekerja di KPK. Hal ini diakui oleh Boy Rafly Amar dari Karo Penmas Polri, ketika isu ini mencuat kepermukaan. “ada perbedaan gaji penyidik dan biaya operasional penindakan kasus di Polri dan KPK, sampai empat atau lima kali lipat,” ungkap Boy Rafly Amar.

Namun kata Boy, tidak ada keluhan secara mendasar menyangkut perbedaan gaji kedua instansi. “Tidak ada keluhan kami bertugas apa adanya,” katanya lagi.

Kalau melihat perbadaan, memang jelas jauh dibawah standar. Misalnya,  gaji untuk penyidik berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) di Polri berkisar Rp4 juta, sedangkan di KPK bisa mencapai Rp20 jutaan hingga Rp25 juta.

Begitu juga dengan biaya operasional penyidikan kasus korupsi. Biaya penyidikan di Polri sekitar Rp37 juta per kasus, sedangkan di KPK bisa mencapai Rp300 juta.

Boy mengakui perbedaan itu, tapi dia mengklaim hal itu tidak menjadi hambatan bagi penyidik Polri untuk melakukan tugas sesuai wewenangnya.

Namun dia mengatakan, jika kenaikan gaji dan biaya operasional segera terealisasi dapat berdampak positif pada kinerja kepolisian.

 Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika mengatakan, anggaran pemberantasan korupsi di KPK, Polri dan Kejaksaan akan disetarakan sehingga tidak ada alasan lagi pemberantasan korupsi terkendala anggaran.

Menyinggung hal itu, Boy memberikan apresiasi. Menurut dia, kesetaraan ini bisa membantu upaya Polri dalam penegakan hukum terutama penindakan korupsi.

"Ya memang timpang, maka dari itu jika ada anggaran tambahan merupakan dukungan positif buat kami," katanya. (BS/AN)

BNN Dan HKTI Bekerjasama Dalam Rangka Pelaksanaan Cetak Biru Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Masalah narkoba telah menjadi permasalahan yang serius. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terjadi di segala lapisan masyarakat, mulai pejabat hingga rakyat biasa. Ancaman narkoba pun kian mengkhawatirkan karena dapat berpotensi melemahkan sektor ekonomi, kesehatan, sosial, budaya, bahkan pendidikan, dan menghancurkan sebuah generasi.

Menanggapi masalah narkoba yang kian kompleks, Presiden RI telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional di Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tahun 2011-2015.

Dalam Inpres ini Presiden RI memberikan arahan kepada segenap Menteri, Pejabat Setingkat Menteri, Kepala LPNK, Gubernur, dan Bupati/Walikota bersama seluruh komponen masyarakat lainnya, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melaksanakan Jakstranas P4GN Tahun 2011-2015, melalui penyusunan Rencana Aksi di lingkungan masing-masing secara bersama mewujudkan pencapaian "Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015" sebagai tahap awal dalam mewujudkan "Indonesia Negeri Bebas Narkoba".

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), untuk berkolaborasi dalam rangka  melaksanakan kegiatan yang berorientasi pada P4GN, melalui penandatangan nota kesepahaman.

Nota kesepahaman ini sangat penting karena menjadi landasan kerjasama antara kedua pihak dalam melaksanakan kegiatan P4GN. Secara spesifik, kerjasama yang akan dijalin lebih terfokus pada aspek pengembangan pasca rehabilitasi bagi korban penyalahguna narkoba. Adapun ruang lingkup kerjasama yang akan direalisasikan adalah dalam bentuk kegiatan berikut ini :
•  Pengembangan usaha di bidang pertanian baik di bidang pembibitan dan pengolahan hasil produksi.
• Pengembangan usaha di bidang peternakan berkelanjutan mulai dari pembibitan, penggemukan, dan pemotongan.
•   Pengolahan pupuk kandang, biogas, dan makanan ternak.
•   Mendukung tersedianya sarana dan prasarana dalam membentuk recovering addict menjadi manusia yang tangguh dalam mengembangkan potensi diri menuju hidup yang normatif, produktif dan mandiri.
•  Melaksanakan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada para petani anggota HKTI serta pembentukan Kader Anti Narkoba.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNN dengan HKTI dalam rangka pelaksanaan Cetak Biru (blue print) rehabilitasi berkelanjutan berbasis kekaryaan bagi para pecandu Narkoba yang telah pulih (recovering addict), merupakan bukti konkret kedua pihak dalam upaya mengurangi permintaan dalam konteks narkoba (demand reduction)

Melalui kerjasama yang dijalin antara BNN dan HKTI diharapkan para korban penyalahguna narkoba dapat segera pulih dan mampu menjalankan kehidupan secara sehat, mandiri, dan produktif.  (Imr/Humas BNN)

Polres Enrekang Mengadakan Penyuluhan Kamtibmas dan Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Enrekang, Metropol.

Binmas Polres Enrekang mengadakan penyuluhan Kamtibmas dan akibat penyalahgunaan NARKOBA dengan sasaran para pelajar. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal, 2-5 September 2012, tersebar di 9 sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dari Kasat Binmas yang terdiri dari Aiptu RT. Parantean, S.Sos., SH., M.Si (Kanit Polmas), AKP Haeruddin (Kanit Binmas), AIPTU Muh. Safar, S.Pd (Kaurmintu), Briptu Tawakkal (BA. Binmas), Briptu Ariyanto (BA. Binmas).

Di SMP Negeri 2 Enrekang pada tanggal, 5 Oktober 2012 AIPTU Muh. Safar, S.Pd sebagai pemateri menyampaikan tentang penyalagunaan NARKOBA, pada pemaparan materinya menyampaikan, 1. penyalagunaan NARKOBA adalah pengguna NARKOBA diluar keperluan medis, tanpa pengawasan dokter dan merupakan perbuatan melanggar hukum, 2. penyalahgunaan NARKOBA meliputi taraf coba-coba, hiburan, penggunaan secara teratur dan ketergantungan, 3. penyalahgunaan NARKOBA dilakukan dengan cara ditelan, disuntik, dirokok, disedot dengan hidung, tergantung dari jenis NARKOBA yang digunakan, 4. Penyalagunaan NARKOBA bersifat Borderless, 5. Penyalagunaan NARKOBA berkaitan erat dengan kejahatan, lalulintas, kecelakaan kerja, putus sekolah, putus kerja, hancurnya masa depan, 6. Penyalagunaan NARKOBA menimbulkan gangguan/kerusakan organ tubuh seperti otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, organ reproduksi serta gangguan psikis termasuk perasaan, kepribadian dan perilaku, 7. Pengguna NARKOBA secara berulang kali dan terus menerus akan menimbulkan ketagihan/ketergantungan yang makin lama makin meningkat, 8. Penyalagunaan NARKOBA adalah gangguan perilaku dan perbuatan anti sosial seperti berbohong, membolos, malas, sex bebas, mencuri, merusak, melawan orang tua, suka mengancam dan berkelahi sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, 9. Penyalagunaan NARKOBA mempunyai resiko besar dalam penularan HIV/AIDS, 10. Penyalagunaan NARKOBA harus dilawan dan diperangi secara bersama.

Pada sesi tanya jawab, beberapa siswa bertanya yang pada intinya bagaimana semestinya agar dapat terhindar dari NARKOBA? dalam menjawab pertanyaan tersebut Safar berpesan pada semua siswa agar tegas mengatakan “TIDAK” terhadap NORKOBA, “PERANG terhadap NARKOBA”, bila teman mengajak memakai NARKOBA, katakan “saya mau sehat”. “Untuk itu sebaiknya siswa mengikuti kegiatan yang sifatnya mendidik seperti Pramuka, Olah raga, berlatih seni dan lain-lain kegiatan yang mengarah kepada masa depanmu, hal ini kalian dapat lakukan dengan disiplinkan dirimu hidup sehat tanpa Narkoba,” kata Safar mengakhiri sesi tanya jawab sekaligus menutup penyuluhan tersebut. (Syah)

Selasa, 18 September 2012

Senjata Teroris di Luar Kontrol TNI

Jakarta, Metropol.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, hingga kini pihaknya turut mengawasi tindakan radikal terorisme yang mengacaukan keamanan wilayah NKRI. Selain itu, pihaknya juga ikut mengawasi peredaran senjata yang dimiliki kelompok penebar teror tersebut.

Namun menurut Agus, kemungkinan senjata-senjata yang digunakan teroris untuk menebar teror di Indonesia berasal dari jalur yang tak diketahui pasukannya di kawasan perbatasan.

"Pengawasan sudah kita lakukan, tetapi barangkali mereka mendapatkan senjata dari jalan-jalan yang tak terpantau oleh kita," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono saat ditemui di Gedung DPR, pekan lalu.

Lebih lanjut, Panglima menjelaskan, tak sedikit para anggota terorisme itu belajar dan berlatih di Filipina. "Nah cara masuk ke Indonesia ini banyak, kalau jalur yang ke sweeping pasti enggak bisa, tentu mereka lewat jalur yang tidak terawasi," ungkap Panglima.

Menurut Panglima, aparat intelijen dari pihaknya juga telah mendeteksi dini untuk mengetahui aktivitas pelaku teror. "Tetapi memang peraturan perundangan kita mengetahui ada hal-hal yang akan terjadi, kita hanya bisa mencegah dan mengimbau, tidak bisa melakukan tindakan seperti dulu," pungkasnya. (Kamal)

Polri Waspadai Penyelundupan Narkoba Asal Myanmar

Jakarta, Metropol.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mewaspadai penyelundupan narkoba baru jenis pil bernama "yaba-yaba" yang berasal dari Myanmar.

"Informasinya dari Polis Diraja Malaysia terkait adanya peredaran narkoba baru jenis pil bernama yaba-yaba," kata Direktur IV Narkotika Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Arman Depari di Jakarta.

Arman mengungkapkan hal tersebut pada pertemuan Bilateral Ke-7 antara Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotika Polis Diraja Malaysia (JSJN PDRM) di Ancol, Jakarta Utara.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, Commissioner Police YDH Datuk Noor Rashid bin Ibrahim, Deputy Commissioner of Police YDH Dato Haris Wong bin Abdullah dan beberapa delegasi dari Malaysia, serta para Direktur Reserse Narkoba Polda se-Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Polis Diraja Malaysia, pil yaba-yaba itu berharga murah dan tidak menutup kemungkinan bisa beredar di Indonesia. Arman mengaku belum mengetahui secara pasti narkoba jenis baru tersebut, namun pil yaba-yaba itu telah beredar di Malaysia berdasarkan pengungkapan dari Polis Diraja Malaysia.

Sementara itu, Commissioner Police YDH Datuk Noor Rashid bin Ibrahim menjelaskan penyelundupan dan peredaran narkoba semakin maju di Malaysia.

Datuk Rashid mengungkapkan pil yaba terdiri dari tiga butir dalam satu sachet, sedangkan isi kandung pil yaba tersebut belum dapat dipasti, namun pihak Polis Diraja Malaysia sedang menguji kandungan narkoba asal Myanmar itu.

Beberapa waktu lalu, petugas Polis Diraja Malaysia menemukan sekitar 500 butir yaba di wilayah Kedah yang berbatasan dengan Pulau Pinang dan tempat pelabuhan sandar kapal dari Myanmar.

Datuk Rashid menduga pil yaba diedarkan di daerah Kedah, karena banyak warga Myanmar yang bekerja di tempat tersebut. (Imr)

Polri Waspadai Penjualan Narkoba Untuk Kegiatan Teroris

Jakarta, Metropol.

Pihak Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mewaspadai hasil penjualan narkoba untuk tindak kejahatan lainnya, seperti kegiatan jaringan teroris.

"Itu akan dibahas bagaimana pendanaan terorisme ini, kemungkinan ada juga dari hasil penjualan gelap narkotika," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman.
   
Sutarman mengatakan, penyalahgunaan hasil penjualan narkoba akan menjadi bahan pembahasan pada pertemuan "Senior Official Meeting on Transnational Crime" (SOMTC) pada tingkat ASEAN di Thailand, akhir September 2012.

Jenderal polisi bintang tiga itu, menyatakan pertemuan SOMTC akan membahas berbagai tindak kejahatan, termasuk menemukan cara untuk mengantisipasi hasil uang penjualan narkoba yang digunakan untuk kegiatan teroris.

"Di samping untuk menemukan langkah strategis, taktis dan teknis dalam rangka penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini. Kita juga akan melacak bagaimana larinya para pengedar narkoba yang sudah ditangkap dan uangnya digunakan untuk apa," ujar Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu, menuturkan pihaknya belum menemukan adanya indikasi jaringan narkoba memanfaatkan uangnya untuk kegiatan terorisme di Indonesia. Namun para pelaku teror akan melakukan apapun termasuk mencari dana dengan cara merampok untuk jihad (fai).

Guna mengantisipasi hal tersebut, Mabes Polri harus mewaspadai agar pelaku teror tidak masuk dalam peredaran gelap narkoba yang anggarannya dimanfaatkan untuk kejahatan lainnya.
(B. Susanto)

Polres Polewali Mandar Gelar Oprasi Cipta Kondisi

Polewali Mandar, Metropol.

Operasi Cipta Kondisi yang di gelar Polres Polewali Mandar, dilaksanakan setiap  malam  yang dianggap rawan terjadinya tindak kejahatan. Operasi cipta kondisi  sasaran utama merahasia  senpi, senjata tajam dan juga untuk mengantisipasi terjadinya teror sebagaimana yang terjadi didaerah lain.

Operasi cipta kondisi yang digelar Polres Polewali Mandar  gabungan dengan  TNI Kodim 1402 Polmas  yang  dilaksanakan mulai tanggal 1 September sampai dengan 15 September 2012. Yang melibatkan personil satuan dan fungsi Dalmas,  Satuan Lalu Lintas, Reskrim, Satuan  Intel,  Bimas  dan  personil lainya dibantu personil  Kodim 1402 Polmas.

Operasi cipta kondisi yang dilaksanakan di depan Polsek Urban Wonomulyo, mendapati tiga orang terjaring  razia  membawa senjata  tajam. Diantaranya  pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten  Mamuju Utara, dan pegawai  horoner  juga dari  instansi Dinas Perhubungan  Mamuju Utara  dan satu orang lainya warga dari Kabupaten Pinrang.

Operasi dipimpin langsung Waka Polres Polewali Mandar Kompol Andri, SH., Juga   Kabag Ops Kompol Muh. Darwis, Kasat Lantas AKP Pawe Judda, Kasat Reskrim AKP Wahyudi   Serta  Kasat Sabahra, AKP Zulkarnain. Sementara Personil  TNI Kodim 1402 Polmas  di Pimpin Serka Akram.

Waka Polres Polman  Kompol Andri, SH. kepada Metropol mengatakan, “operasi yang di gelar tersebut adalah bertujuan  untuk menciptakan rasa aman dari gangguan kejahatan seperti teror yang terjadi dimana-mana, juga  merazia senjata tajam, karena tidak sedikit terjadi korban  baik masyarakat maupun aparat itu sendiri. Seperti terjadi didaerah lain adanya penembakan  anggota Polisi oleh oknum yang tidak bertanggunjawab. Dipicu adanya penggunaan senpi dan senjata tajam olehnya itu sesuai dengan Perintah  atasan bila didapati ada warga yang terjaring razia membawa senjata api maupun senjata tajam dan sejenisnya kita proses, sesuai dengan undang–undang pengunaan senjata tajam tanpa dilengkapi surat ijin pengunaan sajam tersebut,” katanya Andri.

Sementara itu  Serka  Akram dari Kodim 1402 Polmas   mengatakan, adapun beberapa  jaket loreng juga dirazia  dari salah seorang pengemudi kendaraan. Alasan tersebut  memakai jaket loreng pemberian dari keluarganya  yang anggota  TNI. “Jadi jaket tersebut  kami amankan untuk sementara dan apabila pihak keluarga dari anggota TNI tersebut menghadap pada pimpinan kami tentunya  jaket tersebut dikembalikan kepada pemilik, dalam hal ini anggota TNI tersebut. Tentunya  juga akan diberikan penyampaian  bahwa jaket ini tidak bisa diberikan oleh keluarga,” katanya. (Usman Padong)

Pisah Sambut Pangdam Jaya dan Pengantaran Mayjen TNI Waris

Jakarta, Metropol.

Serah terima jabatan Pangdam Jaya/Jayakarta dilaksanakan di Aula A.H. Nasution Markas Besar TNI Angkatan Darat yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Eddi Wibowo.

Usai melakukan serah terima jabatan, Pangdam Jaya dan mantan Pangdam Jaya melanjutkan acara pisah sambut dan tradisi pelepasan serta pengantaran mantan Pangdam Jaya di Markas Kodam Jaya.

Untuk kegiatan pisah sambut, acara diwarnai dengan berbagai hiburan tari dan musik oleh artis Ibukota. Dalam acara tersebut turut hadir Gubernur DKI H. Fauzi Bowo, Kapolda Metro Jaya, Danlanud, Pangarmabar, Pangkoops AU-1, Pangkolinlamil, Kasdam Jaya, Kasgartap 1/Jakarta, seluruh pejabat Kodam Jaya, prajurit, PNS serta Persit PD Jaya.

Sebelum pelepasan mantan Pangdam Jaya dilaksanakan pula penanaman pohon oleh Mayjen TNI Waris dan Ny Sri Waris di dampingi Pangdam Jaya beserta istri sebagai bentuk dan ungkapan kepedulian lingkungan  serta penghijauan.

Pelepasan mantan Pangdam Jaya ditandai dengan pengisian buku kesan dan pesan serta penghoramatan lambang-lambang Kodam Jaya yang kemudian dilanjutkan dengan jajar kehormatan Payung Pora yang dilaksanakan oleh para Perwira Pertama Kodam Jaya. (Rudi)

Peneror Rumah Dinas Kapolri Ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya

Jakarta, Metropol.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pengirim SMS berisi ancaman di rumah dinas Kapolri, Jl. Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. SMS berbunyi, “Rumah dinas bosmu di Patimura 10 menit lagi meledak”.

SMS berisi ancaman dari nomor HP 081210471940. Petugas Dit Reskrimum Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan ke rumah di Jl. Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ternyata yang dimaksud dalam SMS tersebut adalah rumah Dinas Kapolri.

Hasil penyelidikan diketahui keberadaan tersangka berada di sekitar Jl. H. Suhaemi No. 3, Sawangan, Depok. Petugas pun meluncur ke lokasi. Namun setiba di lokasi ternyata pelaku tidak ada. Kemudian petugas berpindah ke Jl. H. Mawi, Parung, Bogor, setelah dilakukan penyisiran pelaku tidak juga ditemukan.
Petugas kemudian memperoleh informasi yang akurat bahwa keberadaan pelaku ada Jl. H. Mawi, Warujaya No. 73 Rt. 03/05 Parung, Bogor, kemudian dilakukan penggerebekan dan penangkapan.

Dari kartu identitasnya, pelaku diketahui bernama Suhadi, 47 tahun, alamat Jl. Bunga Melati Rt. 002/002, Kelurahan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dari pelaku, petugas menyita barang bukti antara lain 2 HP Nokia, 2 SIM Card Indosat, SIM C atas nama Suhadi, dan 1 bungkus Kartu Perdana Telkomsel bekas terpakai.

Kepada petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya. Dia yang mengirim SMS dari No. HP 081210471940 ke Operator 1717 (Call Center Polda Metro Jaya) dan HP yang digunakan yaitu HP Nokia model 1200 type RH-99. Suhadi juga mengaku Sim Card yang digunakan untuk mengirim SMS sudah dimusnahkan dengan cara mematahkan Sim Card tersebut kemudian dibuang ke dalam kloset.

Sebelumnya, Suhadi juga mengaku  telah mengirim SMS yang isinya ancaman teror ke nomor-nomor yang dituju didapatkannya dari Koran Femime edisi 13 Agustus - 06 September 2012 yang berlokasi di Jakarta, Bali dan Surabaya.

Tersangka akan dijerat dengan UU No. 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. (Sudirman/Bidhumas PMJ)

Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Sebanyak 9.212,2 Gram

Jakarta, Metropol.

Badan Narkotika Nasional memusnahkan sejumlah barang bukti tindak pidana Narkotika yang berhasil disita selama periode akhir Agustus 2012. Pemusnahan barang bukti yang dilakukan pada hari ini sesuai dengan amanat Pasal 75 huruf k dan Pasal 91 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Barang bukti tindak pidana Narkotika harus dilakukan pemusnahan setelah mendapatkan ketetapan pemusnahan barang bukti dari Kejari setempat. Dalam kasus ini adalah Kajari Medan, Tangerang, Bandung dan Jakarta Barat.

Dari total 9.316,2 gram barang bukti Narkotika berupa sabu yang berhasil diamankan oleh BNN, yang akan dimusnahkan adalah sebanyak 9.212,2 gram. Sedangkan yang disisihkan untuk keperluan Lab atau pembuktian perkara sebanyak 59 gram. Untuk keperluan ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak 22,5 gram, dan untuk keperluan pendidikan dan pelatihan disisihkan sebanyak 22,5 gram.

Adapun barang bukti Narkotika ini diperoleh dari sejumlah kasus hasil pengungkapan sindikat jaringan Narkoba yang dilakukan oleh BNN dengan kronologis sebagai berikut,

Laporan Kasus Narkotika Nomor : LKN/68–SIN/VIII/2012/BNN, LKN/71 sampai dengan 73–SIN/VIII/2012/BNN, tanggal 24 sampai dengan 27 Agustus 2012. Yang berawal dari analisis intelejen, petugas melakukan penyelidikan secara detil dan berhasil mendapatkan tersangka yang bertugas sebagai kurir penyelundup Narkoba berinisial ES yang bekerja sebagai ABK, HS, dan SA. Ketiganya merupakan warga negara Indonesia.

ES dan HS diperintah oleh seseorang untuk mengambil sabu di India. Setelah mendapat perintah, keduanya berangkat menuju India pada tanggal 8 Agustus 2012. Pada tanggal 14 Agustus 2012, ES dan HS menerima sabu dari seseorang berkewarganegaraan Nigeria. Sehari kemudian, kedua tersangka bertolak ke Timor Leste dengan membawa 2 (dua) koper berisi sabu. Di Timor Leste, mereka mendapat perintah lanjutan untuk mengambil 1 (satu) koper lainnya.

Setelah mendapatkan koper tersebut, ES dan HS diperintahkan untuk menunggu SA. Selanjutnya ketiganya bertemu, dan berangkat ke Kupang pada tanggal 22 Agustus 2012 dengan membawa 3 (tiga) koper berisi sabu, melalui jalur darat. Setibanya di Kupang, mereka menginap di Hotel Brengston kamar 105. Pada 23 Agustus 2012, pukul 02.30 WIT, ketiganya berhasil diamankan oleh petugas BNN.

Dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka, diketahui bahwa sabu tersebut akan diserahkan kepada G dan R di tempat terpisah. Selanjutnya petugas melakukan control delivery kepada G dan berhasil mengamankan tersangka di sebuah kamar hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Medan, pada tanggal 24 Agustus 2012, beserta barang bukti 2.675,2 gram sabu.

Pada tanggal 26 Agustus 2012, control delivery kembali dilakukan kepada tersangka R dan rekannya berinisial C. Selanjutnya C ditangkap oleh petugas di kawasan Cibodas, Tangerang, dengan barang bukti 3.951,8 gram sabu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap C, tersangka mengaku mendapat pesanan sabu dari 3 (tiga) orang berinisial HJ, HW, dan WY. HJ memesan sabu seberat 507,3 gram, HW memesan 50,2 gram, sedangkan WY memesan 1.504,7 gram. Petugas akhirnya berhasil mengamankan ketiga tersangka tersebut di lokasi yang berbeda di kawasan Tangerang, Banten.

Atas kasus ini, BNN berhasil menyita 8.689,2 gram sabu. Hingga kini BNN masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, seperti laporan Kasus Narkotika Nomor : LKN/77–WTB/VIII/2012/BNN, tanggal 31 Agustus 2012, yang berawal dari penangkapan tersangka A pada Rabu, 1 Februari 2012, di Jalan Raya Tubagus Angke, Kel. Angke, Kec. Jelambar, Jakarta Barat, dengan barang bukti 12 Kg sabu. Petugas kemudian melakukan penyidikan dan diperoleh keterangan bahwa tersangka A telah melakukan bisnis peredaran gelap Narkotika tersebut sejak tahun 2007. Tersangka A menjual sabu tersebut kepada para pelanggan yang diantaranya adalah SW dan TMI. Pembayaran dari pembelian sabu tersebut dilakukan kepada SW dan TMI. Atas kejadian tersebut, petugas BNN kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka SW dan TMI pada tanggal 31 Agustus 2012, di rumah tersangka, Perumahan Singgasana Pradana Jalan Kuta Kencana Tengah IX B-23, Cibaduyut Wetan, Kota Bandung. Dari penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti sabu seberat 97 gram.

Sedangkan laporan Kasus Narkotika Nomor : LKN/78-INTD/VIII/2012/BNN, tanggal 31 Agustus 2012. Pada hari Kamis, 30 Agustus 2012, petugas Bea & Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencurigai adanya sebuah paket kiriman Fedex dengan nomor airwaybill 800268386795 yang dikirim oleh EO (WN Nigeria) dengan alamat Moshalasi Dosumu Lagos Nigeria kepadaYK (WNI) dengan alamat Jalan Wijaya Kusuma No. 51 Tomang. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut dan didapati bahwa di dalam paket tersebut terdapat 4 (empat) botol bedak yang di dalamnya berisi kristal putih diduga Narkotika, dan setelah dilakukan tes menggunakan narcotest, hasilnya positif mengandung sabu.

Pada hari Jumat, 31 Agustus 2012 petugas melakukan control delivery, dengan mengirimkan paket tersebut ke alamat dimaksud. Selanjutnya paket tersebut diterima pada pukul 12.00 WIB, oleh tersangka YK (32), karyawati yang bekerja di sebuah club malam. Petugas kemudian mengamankan YK beserta paket sabu yang diterimanya. Dari pengakuan tersangka, didapat keterangan bahwa YK menerima paket tersebut atas perintah dari Tm, Napi salah satu Rutan di Jakarta, yang divonis 5,6 tahun kurungan penjara karena kasus Narkoba, dan baru menjalani masa hukumannya selama 9 bulan. Tm merupakan teman dekat YK. Sebelumnya Tm dan rekannya MY (Napi salah satu Rutan di Jakarta, dengan Vonis  4,6 tahun, dan baru menjalani masa tahanan 10 bulan) mendapat perintah dari rekannya sesama Napi berinisial Om, yang ditahan karena kasus pencurian emas, dengan masa hukuman 10 bulan dan telah menjalani masa hukuman selama 9 bulan 2 minggu. Tm dan MY dijanjikan imbalan masing-masing sebesar Rp. 5 juta jika berhasil memasukkan sabu ke dalam Rutan tersebut.

Rencananya sabu tersebut akan digunakan untuk pesta Narkoba di dalam sel Om, sebagai tanda hari kebebasan Om dari masa tahanannya. Om memesan sabu tersebut langsung dari Nigeria melalui layanan komunikasi handphone. Menurut pengakuannya, pemesanan ini merupakan kali pertama yang dilakukannya, selama menjalani masa hukuman.

Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas atas kasus ini adalah sebanyak 530 gram sabu. Dengan dimusnahkannya barang bukti di atas setidaknya ±37.265 anak bangsa telah terselamatkan dari penyalahgunaan Narkoba. Pemusnahan barang bukti hari ini merupakan ke-19 kalinya yang dilakukan oleh BNN selama tahun 2012. Berikut ini adalah jenis dan jumlah barang bukti yang telah dimusnahkan BNN selama tahun 2012 :

Jenis Barang Bukti    Jumlah Barang Bukti Telah Dimusnahkan
1.    Shabu    47.202,71 gram
2.    Ganja    43.019,95 gram
3.    Kokain    793,90 gram
4.    Heroin    10.116,70 gram
5.    Ekstasi    1.418.669 butir
6.    Negative substance    101 gram

(Imr/Humas BNN)

Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis Pangdam Jaya/Jayakarta Ke 27

Jakarta, Metropol.

Setelah melaksanakan Korps raport serah terima Pangdam Jaya dari Mayor Jenderal TNI Waris kepada Mayjen TNI E. Hudawi Lubis dihadapan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang dilaksanakan di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution Mabes AD Jl. Veteran Jakarta Pusat. 

Mayjen TNI E. Hudawi Lubis lahir di Tapanuli Selatan tanggal 7 Agustus 1956 dan mempunyai seorang istri Sri Wulandari serta 2 orang anak. Pendidikan Umum SD tahun 1969, SMP tahun 1972, SMA tahun 1975, setelah menyelesaikan pendidikan di Akabri pada tahun 1980, sedangkan pendidikan yang pernah ditempuh selama kariernya Sesarcabif pada tahun 1981, Sussar Para tahun 1981, Lat Komando tahun 1981, Sussarpa Intel tahun 1984, Sus Gumil 1987, Suspa Intel Strat tahun 1988, Diklapa II/Inf tahun 1990, Sussa Inggris tahun 1991, Seskoad tahun 1998, Sesko TNI tahun 2000, Lemhannas tahun 2006 dan Susdanrem tahun 2007.

Karier Militer Mayjen TNI E. Hudawi Lubis dimulai dari Komandan Peleton Group 3 Kopassus tahun 1981, Paops Group 3 Kopassus tahun 1983, Danki Group 3 Kopassus tahun 1984, Pa Intel Group 3 Kopassus tahun 1985, Kaurops Susko Group 3 Kopassus tahun 1987, Danden 3/22 Group 2 Kopassus tahun 1991, Wadanyon 22 Group 2 Kopassus tahun 1992, Danyon 12 Group 1 Kopassus tahun 1995, Wadan Group 3 Paspampres tahun 1996, Komandan Group 4 Kopassus tahun 1998, Komandan Group 2 Kopassus tahun 2000, Asops Kasdam IX/UDY tahun 2003, Paban II/Bindik Spersad tahun 2005, Danrem 043/Gatam Kodam II/Swj tahun 2007, Danpusdikter Pusterad tahun 2008, Waaspam Kasad tahun 2009, Asdep 2/IV Koord Intelijen tahun 2011, Danpussenif Kodiklat TNI AD tahun 2011, Pangdam XII/Tpr tahun 2011 dan sekarang menjabat sebagai Pangdam Jaya tahun 2012. Sementara Mayjen TNI Waris selanjutnya akan menduduki pos barunya sebagai Sekjen Wantannas.

Pengalaman penugasan Ops Seroja TimTim tahun 1983, 1987, Ops Aceh tahun 1991 dan Ops Maluku tahun 2001. Sedangkan penugasan diluar negeri tahun 1993 ke Singapura, Australia,  Amerika Serikat, tahun 1995 ke Rusia, tahun 1996 ke Thailand, tahun 1997 ke Nepal, tahun 1998 ke Amerika Serikat, tahun 2000 ke Singapura, Thailand, tahun 2009 ke Turki, tahun 2010 ke Pakistan dan Brunei Darussalam. Tanda jasa yang dimiliki SL Seroja, SL GOM VII/Aceh, SL Dwija Sistha, SL Kesetiaan VIII Tahun, XVI Tahun, SL Dharma Bantala dan Bintang KEP Nararya. (Rudi)

Kepala Kejati Babel Lantik Leonard Sebagai Kejari Baru Pangkal Pinang

Pangkal Pinang, Metropol.

Kepala Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Bangka Belitung, Budiono secara resmi melantik Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebagai kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Pangkal Pinang menggantikan pejabat lama sebelumnya Zulbakar. Pelantikan itu berlangsung di Aula Kejati Babel baru-baru ini.

Setelah pelantikan, Leonard mengatakan mohon dukungan dan bagi dirinya yang terpenting adalah bagaimana seseorang itu dapat menjalan kan tugas dan kewajibannya sebagai aparat penegak hukum, dapat memberikan bentuk pelayanan sebagai penegak hukum sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Terkait kasus korupsi menurut Leonard peran seorang Jaksa cukup berat dalam menangani setiap kasus korupsi. Lebih lanjut Leonard mengatakan peran dan fungsi jaksa atau aparat penegak sesungguh nya tak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, terlebih lagi dalam hal mengungkapkan sesuatu kasus korupsi di daerah termasuk kasus-kasus korupsi di wilayah kota Pangkal Pinang.

Suatu komitmen pencegahan ataupun tindakan pemberantasan korupsi itu haruslah dimulai dari dalam diri manusia itu sendiri.  Jadi tidak hanya fungsi kejaksaan saja. “Jadi saya mohon dukungan dari pada elemen masyarakat untuk memberantas korupsi,” Kata Leonard.

Sebelum menjabat sebagai Kejari kota Pangkal Pinang menjabat sebagai kepala kejari Metro Lampung Tengah, Bandar Lampung. (MP Babel)

Brigjen TNI Agung Risdhianto MDA Dilantik Jadi Kasdam Jaya/Jayakarta

Jakarta, Metropol.

Setelah melaksanakan acara Korps raport serah terima Kasdam Jaya dari Brigadir Jenderal TNI Edy Susanto kepada Brigjen TNI Agung Risdhianto MDA dihadapan Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Waris yang dilaksanakan di Aula Sudirman Makodam Jaya Jl Mayjen Sutoyo Cililitan Jakarta Timur. 

Brigadir Jenderal TNI Agung Risdhianto lahir di Klaten Jawa Tengah tanggal 22 April 1961 dan mempunyai seorang istri bernama Harmin Dwi Handayani dengan 2 orang anak, pendidikan Umum SD tahun 1973, SMP tahun 1976, SMA tahun 1980, S2 tahun 1994 setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil pada tahun 1985. Sedangkan pendidikan yang pernah ditempuh selama kariernya Sesarcabif pada tahun 1986, KIBI tahun 1986, Platoon Comand Battle tahun 1987, Smal Arms Field Firing Safety Course tahun 1990, Grade 3 Tactics & Staf Course tahun 1991, Diklapa I/Inf tahun 1991, Suspa Binlatsat tahun 1991, American Language Course tahun 1991, British Council tahun 1992, English For Language Course tahun 1993, Master Of Defence Course Adm tahun 1994, Demolition Officer Course tahun 1996, Diklapa II/Inf tahun 1996, Seskoad tahun 1997, Air Assalut tahun 1998, Suspatih Raider tahun 2003, Sus Raider tahun 2003, Susfung Intel tahun 2004, Sus Manajemen tahun 2005, RCDS T.2 (Lemhannas Inggris) tahun 2008 dan Sus Athan tahun 2009, 

Karier Militer Brigadir Jenderal TNI Agung Risdhianto dimulai dari Danton 3/A Yonif 203/AK Brigif 1 PIK/JS Kodam Jaya tahun 1986, Danton 2/A Yonif 203/AK Brigif 1 PIK/JS tahun 1988, Danki B Yonif 201/JY Brigif 1 PIK/JS Kodam Jaya tahun 1989, Pgs. Danki Paskibraka tahun 1993, Pjs Kasi Ops Yonif 201/JY Brigif 1 PIK/JS Kodam Jaya 1993, Wadandenma Brigif 1 PIK/JS tahun 1995, Kasi Ev & Org Bagbinsat Pussenif Kodiklat TNI AD tahun 1996, Pabandya Lat Sopsdam I/BB tahun 1999, Danyonif 125/SMB Rem 023 Kodam I/BB dan Danyoif 131/BRS Rem 023 Kodam I/BB tahun 2000, Dandim 0301/BRS Rem 011/WB Kodam I/BB tahun 2002, Ws Kabagdik Rindam I/BB tahun 2003, Dandim 0314/Inhil Kodam I/BB tahun 2003, Pabandya 3/Dokinfo Spamad tahun 2004, Kapoksus Sintel Bais TNI tahun 2006, Athan RI Inggris tahun 2006, Paban IV/Siapsat Sopsad tahun 2010, Sekreatris Pribadi Presiden RI tahun 2011, Wadanpussenif Kodiklat TNI AD tahun 2012 dan sekarang menjabat Kasdam Jaya tahun 2012. Sementara Brigjen TNI Edy Susanto selanjutnya akan menduduki pos barunya sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Politik Lemhannas RI.

Pengalaman penugasan Ops Seroja Tim Tim tahun 1988, Ops Aceh tahun 1999 dan Ops-Ops Pamtas RI-RDTL tahun 2001. Sedangkan penugasan tugas belajar diluar negeri tahun 1987 ke Inggris, tahun 1991 ke selandia Baru, tahun 1993, 1994 ke Inggris, Belgia, Perancis, tahun 1995 ke Inggris dan tahun 1996 ke Korea Selatan. Sedangkan penugasan ke luar negeri tahun 1997 ke Yugoslavia, Macedonia, tahun 2001 ke Timor Leste, tahun 2006 ke Inggris, tahun 2007 ke Belanda, tahun 2008 ke Swedia, Jerman, tahun 2009 ke Perancis, Arab Saudi, tahun 2011 ke Switzerland, India, Jepang sedangkan tahun 2012 ke Cina dan Korea Selatan.

Tanda Jasa yang dimiliki SL Seroja, SL Dharma Nusa Aceh, SL Wira Karya, SL Santi Dharma, SL Dwija Sistha, UN Medal, UN Perdamaian, SL Kesetiaan VIII Tahun, SL Kesetiaan XVI tahun, SL Kesetiaan XXIV tahun, Bintang K.E.P Nararya, SL Dharma Nusa Atambua, SL Dharma Nusa Papua dan SL Wira Siaga. (Rudi)

Irjen Anang Resmi Jadi Gubernur Akpol Gantikan Irjen Djoko Susilo

Semarang, Metropol.

Irjen Pol Anang Iskandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri,  resmi dilantik menggantikan Irjen Djoko Susilo sebagai Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol). Pelantikan dilakukan oleh Kalemdikpol Polri Komjen Pol Oegroseno di Semarang.

Upacara pelantikan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 08.45 WIB di Lapangan Bhayangkara, Akpol Semarang, Jalan Sultan Agung. Komjen Pol Oegrosono dalam amanatnya sebagai inspektur upacara mengatakan, Irjen Djoko Susilo digantikan karena dipindahtugaskan ke Mabes Polri dan tidak bisa meninggalkan tugas-tugasnya di sana.

"Ditarik tugas pos di Mabes Polri, karena tidak bisa meninggalkan tugasnya di sana. Maka pada hari ini dilantik pejabat definitif, Irjen Pol Anang Iskandar," kata Oegroseno.

Setelah resmi menjabat sebagai Gubernur Akpol, posisi Kadiv Humas Polri digantikan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suhardi Alius. Sedangkan posisi Wakapolda Metro Jaya saat ini dijabat oleh Brigjen Sudjarno.

Sebelumnya Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo membenarkan pencopotan Irjen Djoko Susilo sebagai Gubernur Akpol berkaitan dengan dugaan korupsi simulator SIM yang melilitnya.

Irjen Djoko Susilo sendiri saat ini sudah dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Polri. Sedangkan posisi Gubernur Akpol yang lama kosong telah diisi oleh Irjen Pol Anang Iskandar dengan ditandai dengan prosesi dan penandatanganan surat keputusan pelantikan. Irjen Djoko tak hadir dalam pelantikan tersebut. (Adhi Djasmadi)

BIN Ingin Bekerja Sama Dengan Polri Secara Intens

Jakarta, Metropol.

Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marsekal Muda TNI, Ma`ruf Sjamsoedin mengatakan selama ini kerja sama dengan Polisi maupun TNI sangat intens.

"Koordinasi BIN dengan Kepolisian sangat intens. Jadi di dalam BIN itu ada namanya komunitas intelijen. Jadi apa-apa disampaikan semuanya di dalam komunitas itu," ujar Ma`ruf usai menghadiri dialog nasional dan rakernas PB IKA PMII di Jakarta.

Dalam komunitas itu juga, lanjut dia, dibahas mengenai langkah antisipasi terhadap teror-teror yang ada.

Ma`ruf yang mendapatkan penghargaan sebagai alumni kehormatan PMII itu mengatakan bahwa aksi terorisme yang terjadi selama ini, bukan berarti BIN tidak bekerja.

"Kata-kata kecolongan itu, bukan berarti kita tidak bekerja. Mereka (teroris) belum melakukan niatnya, mereka sudah kena sendiri," tambah dia.

Disinggung mengenai sumber dana para teroris itu, Ma`ruf menjelaskan sumber dana bisa berasal dari simpatisan atau bahkan uang dari kantong mereka sendiri.

Pihaknya juga sedang menyelidiki, apakah teror yang terjadi belakangan ini terkait dengan Pemilu 2014.

"Tapi kalau pilkada, jangan dikait-kaitkan."

Sejumlah aksi teror, terjadi di Tanah Air, selama sebulan terakhir. Mulai dari penembakan Polisi di Solo, hingga ledakan bom di Depok. (MP/AN)

Bantaeng Sebagai Kabupaten Berbasis Desa Mandiri

Bantaeng, Metropol.

Prof. DR.H. Nurdin Abdullah, MM. Bupati Bantaeng, mengutarakan, bahwa visi ke depan pembangunan Bantaeng, telah dicanangkan program menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai wilayah terkemuka berbasis desa mandiri dengan menanamkan lima program, yaitu,

Peningkatan kapasitas SDM. Mewujudkan Kelurahan dan Desa Mandiri. Mewujudkan intensitas terpadu. Mewujudkan pusat pertumbuhan ekonomi di  wilayah sekitarnya. Dan mewujudkan pemerintah yang amanah.

Lanjut Nurdin Abdullah mengatakan, untuk mencapai tujuan kelima program ini, maka Dr. H. M. Nurdin Abdullah, yang menahkodai Kabupaten Bantaengtelah menetapkan program pembangunan di atas tiga pilar, yaitu : 1. Pilar penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. 2. Pilar menjadikan Kabupaten Bantaeng benih berbasis teknologi. 3. Pilar Bantaeng sebagai pusat perkembangan ekonomi baru.

Program yang dicanangkan ini, bukan program muluk – muluk, tapi program ini di dasari dari hasil ev aluasi Badan Penelitian Provinsi Sulawesi Selatan, tentang kajian layanan publik terhadap kabupaten dan kota. Hasil evaluasi Bank Indonesia melalui pendekatan regional Long Devision Ratio (LDR), MOU dengan Ehime Toyota Jepang, menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai daerah binaan dalam rangka akselerasi pembangunan di Kabupaten Bantaeng.

Dari Badan Evaluasi Penelitian Provinsi Sulawesi Selatan, Bantaeng berhasil menduduki rangking pertama dengan nilai 93,72%, disusul masing – masing dari Kabupaten Pangkep, Barru dan Enrekang, serta urutan kelima Sinjai.

Penilaian ini, melalui beberapa pendekatan. Diantaranya pendekatan pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Hasil penilaian Bank Indonesia, melalui pendekatan regional, Long Devision Ratio (LDR), Kabupaten bantaeng berhasil meraih rangking 1 dengan nilai 135%.

Dalam skala nasional, Kabupaten Bantaeng berdasarkan survey Bappenas melalui pendekatan wilayah kabupaten tertinggal, dari 14 kabupaten tertinggal di Sul-Sel, Kabupaten Bantaeng sudah keluar dari kabupaten tertinggal, yang sebenarnya pemerintah menargetkan keluar dari kabupaten tertinggal nanti pada tahun 2012.hasil ini diperoleh melalui survey Bappenas yang dilakukan berdasarkan pendekatan pendidikan, kesehatan dan ekonomi, infrastruktur dan kapasitas keuangan daerah.

Skala internasional, Kabupaten Bantaeng juga telah berhasil melakukan MOU dengan Ehima Toyota Jepang, menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai daerah binaan dalam rangka akselerasi pembangunan di Kabupaten Bantaeng.

Prestasi yang kini telah dimiliki Kabupaten Bantaeng, tentu kita ketahui bersama bahwa tidak mungkin dating dengan sendirinya, tetapi prestasi yang diperoleh Kabupaten Bantaeng diraih atas dasar kerja keras pemerintah masa sekarang ini, Dr. Nurdin Abdullah. Dan keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama dengan semua komponen yang terkait dalam struktur pemerintahannya.

Terbukti, program pembangunan yang direncanakan telah mengalami proses perealisasian. Seperti baru – baru ini telah dilakukan pembangunan rumah sakit berlantai lima.

Bidang pariwisata, pemerintah merencanakan pembangunan wisata pantai yang refresentatif dan sudah dilaksanakan pembangunan tempat rekreasi di Korongbatu, yang bertaraf internasional dengan luas areal 4 hektar.

Bidang perikanan dan kelautan serta perhubungan, telah dilakukan pembangunan pelabuhan samudra terletak di desa Bonto Jai. Serta sarana perhubungan darat yang semakin luas sehingga dapat membuat transportasi darat semakin lancar dan aman.

Bidang perdagangan, telah dibangun pusat perbelanjaan dengan desain yang padu sebagai pasar tradisional dengan suasana modern yang berlokasi di Lambocca. Tidak ketinggalan Dinas Kehutanan yang di nahkodai Ir. Hero, sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Telah merintis, menjadikan kota Bantaeng sebagai kota penghijauan.

Yang tak kalah pentingnya, Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menandatangi kerjasama Jepang dalam bidang ekspor Talas, dengan wacana kalau disiapkan lahan seluas 200 ha dengan hasil 300 ribu ton/tahun. Diprediksi royalty Rp. 10.000/kg, akan diperoleh pemasukan per tahun dari ekspor Talas ini sebesar Rp. 30 milyar/tahunnya. (Jalal Maulana)

Selasa, 04 September 2012

Tradisi Penerimaan Pangdam Jaya Baru Mayjen TNI E. Hudawi Lubis

Jakarta, Metropol.

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris memimpin acara Tradisi Penerimaan Pangdam Jaya Baru Mayjen TNI E. Hudawi Lubis bertempat di Makodam Jaya/Jayakarta Jl. Mayjen Sutoyo No. 5, Cililitan, Jakarta Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kodam Jaya Brigjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A,  seluruh pejabat Kodam dan jajarannya, seluruh prajurit dan PNS Makodam Jaya beserta Pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya.

Kegiatan Tradisi Penerimaan tersebut diawali penyambutan oleh Kasdam Jaya/Jayakarta Brigadir Jenderal TNI Agung Risdhianto, M.D.A ditandai jajar kehormatan dan tradisi Payung Pora yang dilaksanakan oleh para Perwira Pertama Kodam Jaya dan pemasangan bet lokasi Kodam Jaya yang disematkan oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris, tidak hanya tradisi itu saja yang dilakukan akan tetapi Prajurit baru yang akan bertugas di Kodam Jaya diharuskan untuk mengisi buku Corps Raport sebagai bukti bahwa Mayjen TNI E. Hudawi Lubis sudah resmi menjadi warga Kodam Jaya. Acara dilanjutkan dengan penghormatan kepada lambang-lambang Satuan Kodam Jaya serta Penciuman Bendera Pataka Kodam Jaya/Jayakarta oleh Pejabat Pangdam Jaya yang baru Mayjen TNI E. Hudawi Lubis dan kegiatan diakhiri dengan acara perkenalan Pejabat Pangdam Jaya yang baru dengan para Perwira Staf Kodam Jaya. Acara tradisi seperti ini biasa dilakukan di Kodam Jaya setiap terjadi pergantian pucuk pimpinan Kodam Jaya/Jayakarta.      

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Risalah Memorandum dari Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris kepada Mayjen TNI E. Hudawi Lubis, yang mana memorandum itu merupakan pertanggungjawaban Kodam Jaya.  (Rudi) 

Saya Tetap Kooperatif

Jakarta, Metropol.

Tidak ada masalah, jika Irjen Djoko Susilo yang diduga korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat saat menjabat Kepala Korps Lalu Lintas, diperiksa oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. “Nggak Ada masalah. Mereka juga melakukan penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK, Zulkarnain kepada wartawan di gedung KPK.

Djoko Susilo, diperiksa di Bareskrim sebagai saksi untuk proyek pengadaan Simulator SIM sebesar Rp. 196,8 miliar. “Tidak ada yang perlu dikuatirkan. Yang penting sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” ungkap Zulkarnain.

Sedangkan Djoko Susilo mengatakan kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, jika dipanggil akan tetap kooperatif terhadap KPK. “Saya akan datang,” kata Djoko Susilo.

Disinggung mengenai dirinya sebagai tersangka oleh KPK, Irjen Pol Djoko Susilo, tidak mau berkomentar. Termasuk yang dituduhkan dirinya menerima uang suap pada proyek pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

KPK telah menetapkan Djoko sebagai tersangka pada akhir Juli 2012. Namun pemeriksaannya masih menunggu evaluasi tim penyidik KPK. “Mudah-mudahan minggu ini kami akan evaluasi dulu. Minggu depan baru ada hasilnya,” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjodjanto.

Djoko Susilo disangkakan oleh KPK dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang No : 31 tahun 1999 jo UU No : 20 tahun 2001, tentang penyalahgunaan wewenang dan perbuatan memperkaya diri dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara. (MP)

Polda Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada Kalbar

Pontianak, Metropol.

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar simulasi dan gelar pasukan Mantap Praja di Pontianak, sebagai persiapan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Kalbar 2013.

Pasangan calon peserta Pilkada Kalbar meskipun tidak lengkap menyaksikan simulasi pengamanan Pilgub tersebut.

Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Unggung Cahyono mengatakan, simulai.

gelar pasukan Mantap Praja tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kesiapan personel Polda Kalbar dalam pengamanan pilkada provinsi itu yang sebentar lagi akan berlangsung.

"Meskipun personel Polda sudah siap dalam mengamankan proses Pilkada Kalbar, kami tetap berharap pilkada berjalan dengan aman, tertib dan lancar sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin sesuai dengan harapan semua pihak," ujarnya.

Polda Kalbar, menurut dia, sudah menurunkan personel untuk pengamanan pasangan calon, masing-masing dua personel. "Personel tersebut jauh hari sudah kami persiapkan baik dari segi skenario pengamanan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, hingga deteksi dini dan mencegah hal-hal di luar keinginan bersama," ungkap Unggung.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar berpesan kepada personelnya untuk tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam praktik politik praktis.

"Kami akan mengerahkan sebanyak 6.872 personel dalam pengamanan Pilgub Kalbar, serta dibantu oleh TNI dan Linmas," katanya.

Tampak puluhan kendaraan taktis milik Polda Kalbar diturunkan dalam simulasi pengamanan itu seperti mobil "water canon", mobil kawat berduri dan ribuan personel polisi yang dilengkapi tameng dan pemukul yang diskenariokan mengamankan proses hingga terjadi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada proses Pilgub Kalbar.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalbar telah menetapkan jadwal kampanye Pilkada Kalbar pada 3-16 September.

"Untuk mempersiapkannya, telah dilakukan rapat koordinasi membahas jadwal dan pelaksanaan kampanye itu," kata Ketua Pokja Kampanye KPU Kalbar Sofiati.
Dalam jadwal kampanye disepakati bahwa lokasi kampanye dibagi dalam empat zona yaitu Zona 1 meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Zona 2 meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, kemudian zona 3 meliputi Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, zona 4 meliputi Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu.

Pasangan calon nomor urut 1 akan memulai kampanye di zona 4, pasangan calon nomor urut 2 akan memulai kampanye di zona 1, kemudian pasangan calon nomor urut 3 akan memulai kampanye di zona 2 dan pasangan calon nomor urut 4 akan memulai kampanye di zona 3.

Sementara hari pertama kampanye yaitu 3 September akan diadakan di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat dalam bentuk penyampaian visi, misi dan program pasangan calon di hadapan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Barat. (MP/An)