Polewali Mandar, Metropol.
Operasi Cipta Kondisi yang di gelar Polres Polewali Mandar, dilaksanakan setiap malam yang dianggap rawan terjadinya tindak kejahatan. Operasi cipta kondisi sasaran utama merahasia senpi, senjata tajam dan juga untuk mengantisipasi terjadinya teror sebagaimana yang terjadi didaerah lain.
Operasi cipta kondisi yang digelar Polres Polewali Mandar gabungan dengan TNI Kodim 1402 Polmas yang dilaksanakan mulai tanggal 1 September sampai dengan 15 September 2012. Yang melibatkan personil satuan dan fungsi Dalmas, Satuan Lalu Lintas, Reskrim, Satuan Intel, Bimas dan personil lainya dibantu personil Kodim 1402 Polmas.
Operasi cipta kondisi yang dilaksanakan di depan Polsek Urban Wonomulyo, mendapati tiga orang terjaring razia membawa senjata tajam. Diantaranya pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju Utara, dan pegawai horoner juga dari instansi Dinas Perhubungan Mamuju Utara dan satu orang lainya warga dari Kabupaten Pinrang.
Operasi dipimpin langsung Waka Polres Polewali Mandar Kompol Andri, SH., Juga Kabag Ops Kompol Muh. Darwis, Kasat Lantas AKP Pawe Judda, Kasat Reskrim AKP Wahyudi Serta Kasat Sabahra, AKP Zulkarnain. Sementara Personil TNI Kodim 1402 Polmas di Pimpin Serka Akram.
Waka Polres Polman Kompol Andri, SH. kepada Metropol mengatakan, “operasi yang di gelar tersebut adalah bertujuan untuk menciptakan rasa aman dari gangguan kejahatan seperti teror yang terjadi dimana-mana, juga merazia senjata tajam, karena tidak sedikit terjadi korban baik masyarakat maupun aparat itu sendiri. Seperti terjadi didaerah lain adanya penembakan anggota Polisi oleh oknum yang tidak bertanggunjawab. Dipicu adanya penggunaan senpi dan senjata tajam olehnya itu sesuai dengan Perintah atasan bila didapati ada warga yang terjaring razia membawa senjata api maupun senjata tajam dan sejenisnya kita proses, sesuai dengan undang–undang pengunaan senjata tajam tanpa dilengkapi surat ijin pengunaan sajam tersebut,” katanya Andri.
Sementara itu Serka Akram dari Kodim 1402 Polmas mengatakan, adapun beberapa jaket loreng juga dirazia dari salah seorang pengemudi kendaraan. Alasan tersebut memakai jaket loreng pemberian dari keluarganya yang anggota TNI. “Jadi jaket tersebut kami amankan untuk sementara dan apabila pihak keluarga dari anggota TNI tersebut menghadap pada pimpinan kami tentunya jaket tersebut dikembalikan kepada pemilik, dalam hal ini anggota TNI tersebut. Tentunya juga akan diberikan penyampaian bahwa jaket ini tidak bisa diberikan oleh keluarga,” katanya. (Usman Padong)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar