Selasa, 18 September 2012

Polres Polewali Mandar Gelar Oprasi Cipta Kondisi

Polewali Mandar, Metropol.

Operasi Cipta Kondisi yang di gelar Polres Polewali Mandar, dilaksanakan setiap  malam  yang dianggap rawan terjadinya tindak kejahatan. Operasi cipta kondisi  sasaran utama merahasia  senpi, senjata tajam dan juga untuk mengantisipasi terjadinya teror sebagaimana yang terjadi didaerah lain.

Operasi cipta kondisi yang digelar Polres Polewali Mandar  gabungan dengan  TNI Kodim 1402 Polmas  yang  dilaksanakan mulai tanggal 1 September sampai dengan 15 September 2012. Yang melibatkan personil satuan dan fungsi Dalmas,  Satuan Lalu Lintas, Reskrim, Satuan  Intel,  Bimas  dan  personil lainya dibantu personil  Kodim 1402 Polmas.

Operasi cipta kondisi yang dilaksanakan di depan Polsek Urban Wonomulyo, mendapati tiga orang terjaring  razia  membawa senjata  tajam. Diantaranya  pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten  Mamuju Utara, dan pegawai  horoner  juga dari  instansi Dinas Perhubungan  Mamuju Utara  dan satu orang lainya warga dari Kabupaten Pinrang.

Operasi dipimpin langsung Waka Polres Polewali Mandar Kompol Andri, SH., Juga   Kabag Ops Kompol Muh. Darwis, Kasat Lantas AKP Pawe Judda, Kasat Reskrim AKP Wahyudi   Serta  Kasat Sabahra, AKP Zulkarnain. Sementara Personil  TNI Kodim 1402 Polmas  di Pimpin Serka Akram.

Waka Polres Polman  Kompol Andri, SH. kepada Metropol mengatakan, “operasi yang di gelar tersebut adalah bertujuan  untuk menciptakan rasa aman dari gangguan kejahatan seperti teror yang terjadi dimana-mana, juga  merazia senjata tajam, karena tidak sedikit terjadi korban  baik masyarakat maupun aparat itu sendiri. Seperti terjadi didaerah lain adanya penembakan  anggota Polisi oleh oknum yang tidak bertanggunjawab. Dipicu adanya penggunaan senpi dan senjata tajam olehnya itu sesuai dengan Perintah  atasan bila didapati ada warga yang terjaring razia membawa senjata api maupun senjata tajam dan sejenisnya kita proses, sesuai dengan undang–undang pengunaan senjata tajam tanpa dilengkapi surat ijin pengunaan sajam tersebut,” katanya Andri.

Sementara itu  Serka  Akram dari Kodim 1402 Polmas   mengatakan, adapun beberapa  jaket loreng juga dirazia  dari salah seorang pengemudi kendaraan. Alasan tersebut  memakai jaket loreng pemberian dari keluarganya  yang anggota  TNI. “Jadi jaket tersebut  kami amankan untuk sementara dan apabila pihak keluarga dari anggota TNI tersebut menghadap pada pimpinan kami tentunya  jaket tersebut dikembalikan kepada pemilik, dalam hal ini anggota TNI tersebut. Tentunya  juga akan diberikan penyampaian  bahwa jaket ini tidak bisa diberikan oleh keluarga,” katanya. (Usman Padong)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar