Kamis, 17 April 2014

WN Nigeria Kendalikan Peredaran Sabu di Jakarta

Jakarta, Metropol - Tim BNN berhasil membekuk jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan WN Nigeria bernama Kev. Dari jaringan ini disita sabu seberat 87 gram. Jaringan ini ternyata hampir tiap hari mengedarkan sabu dengan modus menyimpan di sebuah tempat. Dalam satu bulan mereka bisa mengedarkan lebih dari 4 kg sabu. 

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di kawasan Meruya. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BNN melakukan penyelidikan. Pada tanggal 1 April 2014, tim BNN mencurigai adanya gerak-gerik mencurigakan seorang perempuan di sebuah minimarket di kawasan Tanjung Duren. Perempuan ini menitipkan belanjaan pada kasir. Setelah itu ia pergi sekitar pukul 2 siang. 

Setelah satu jam berselang, datang dua orang yang mengambil belanjaan tersebut di kasir. Selanjutnya tim BNN langsung mengamankan kedua tersangka yang diketahui bernama Muh dan Din (suami istri). Dari tangan keduanya disita sabu seberat 87 gram yang disembunyikan dalam kardus minuman cereal. 

Tim selanjutnya melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan wanita bernama Cin (tersangka yang menitipkan barang di kasir) di kostnya di kawasan Meruya. Dari keterangan Cin, ia sudah melakukan modus nitip barang di kasir sebanyak 3 kali di tempat yang sama, dengan variasi berat sabu antara 100-300 gram. 

Menurut Cin, peredaran narkoba ini dikendalikan oleh Kev, WN Nigeria yang ia akui sebagai suaminya. Sekitar pukul 11 malam, Kev tiba di kost tersebut, dan selanjutnya ia diamankan oleh tim BNN. Menurut pengakuan Kev, barang bukti sabu yang disita itu merupakan stok terakhir yang dia pegang dan edarkan.  Kev adalah WN yang sudah kost di kawasan Meruya lebih dari 2 tahun. Ia mengaku sebagai pelaku usaha eksportir pakaian. (Deni M)

538 Warga Campurjo Tidak Hadir Mencoblos Pileg

Polewali Mandar, Metropol - Tingginya  angka golput  di Desa Campurjo Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar, dengan jumlah  DPT  sebanyak  2111 orang yang terdaftar  untuk melakukan hak pilihnya di 5 TPS hanya 1573 orang yang hadir. Sementara 538 wajib pilih tidak  hadir melakukan hak pilihnya dalam Pemilihan Umun pada 9 April 2014 lalu. Dengan demikian persentase ketidakhadiran dalam melaksanakan hak pilihnya sebanyak  29,75 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Pemilihan  Umum  tahun 2009 lalu, tinginya angka Golput kali ini di Desa Campumpurjo menjadi tanda tanya kepada  Pemerintah Desa. Apakah kurangnya pemahaman ataukah masyarakat sudah jenuh melakukan pencoblosan. Disamping angka golput, juga tingginya angka kesalahan dalam melakukan pencoblosan, dilihat dari persentase jumlah suara batal sebanyak 93 yang salah coblos, dalam hal ini mencoblos dengan tiga gambar partai  dan kesalahan lainnya.

Sekretaris PPS Wageono juga selaku Sekretaris Desa Campurjo saat ditemui di  Sekretariat PPS mengatakan, rekapan suara di lima TPS di Desa Campurjo sudah rampung,  semuanya dengan lancar aman dan tertib, tidak mengalami kendala apa pun, bahkan para saksi dari setiap partai politik peserta pemilu dan para saksi Caleg yang datang meminta data rekapan, kami berikan dan melayani dengan baik, tentunya juga sebagai sekretaris PPS di desa ini  berterima kasih kepada masyarakat atas antusiasnya berbondong ke TPS memberikan hak suaranya dengan baik. Adapun  tinginya prosentase kesalahan cara pencoblosan dan tinginya ketidakhadiran dalam hal ini Golput, mungkin dikarenakan adanya kesibukan dan lain sebagainya. Olehnya itu kami himbau kepada masyarakat Desa Campurjo khususnya agar  nantinya dalam pesta demokrasi yang akan datang apakah itu pemilihan legislatif, pemilihan Presiden dan pemilihan Bupati dan lain sebagainya. Marilah kita semuanya menyadari, bahwa seorang warga Indonesia yang baik adalah warga yang rela melakukan hak pilihnya,” ungkapnya. (Usman Padong)

BKSDA Sultra Amankan Dua Pelaku Ilegal Loging

Kendari, Metropol - Tim BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sulawesi Tenggara kembali menangkap 2 orang tersangka pelaku ilegal loging. Kedua pelaku yang berinisial SA dan T tersebut ditangkap oleh tim BKSDA Sultra saat menjalankan aksinya di Kawasan Hutan Suaka marga Satwa Tanjung Batikolo, Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan, pertengahan Bulan Maret lalu. 

Menurut Prihanto, Kepala Seksi Penyidikan BKSDA Sultra kepada Metropol saat ditemui di ruang kerjanya, tersangka saat ini tengah disidik dan berkasnya segera akan dilimpahkan ke kejaksaan. Selain kedua tersangka, BKSDA Sultra juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit chaisaw (gergaji mesin) merek sthill dan 15 meter kubik kayu olahan. "Barang bukti chainsaw kita amankan di sini (Kantor BKSDA Sultra) dan kayunya kami amankan di Kantor Resort KSDA Konawe Selatan," kata Prihanto. Untuk mengantisipasi maraknya aktifitas pembalakan liar, Mantan Kepala Seksi Humas BKSDA Sultra ini mengatakan saat ini pihaknya gencar melaksanakan patroli rutin dan operasi pengamanan bersama yang melibatkan Polhut (Polisi Kehutanan) dan SPORC (Satuan Polhut Reaksi Cepat). (San/Bahrun)

Bupati Masih Ingin Kerjasama YLP2EM Tetap Berlanjut

Enrekang, Metropol - Tidak terasa dua tahun sudah program Building Better Budget for Women and the Poor ( B3WP ) kini berakhir pada tanggal 15 april 2014. Program kerjasama YLP2EM dengan pemerintah Kabupaten Enrekang dan The Asia Foundation dengan donor dari Negara Canada ini selama dua tahun mendampingi SKPD di Kabupaten Enrekang dalam merancang proses penganggaran yang berpihak kepada perempuan dan masyarakat miskin. Selama dua tahun program ini telah banyak berkonstribusi terhadap pendampingan. Semua SKPD rata-rata ietal familiar dengan strategi penyusunan RPJMD, pembuatan RKA yang memiliki GBS dan GAB, penyusunan RAD dan masih banyak lagi kegiatan yang menyangkut perencanaan penganggaran yang sinergis dengan visi-misi Bupati terpilih.

Bupati Enrekang Drs. H.Muslimin Bando, M.Pd saat closing date program B3WP pada jumat, 11 April diruang pola beberapa hari yang lalu justru tidak mengharapkan program ini berakhir, dikatakannya bahwa Enrekang masih sangat menginginkan proram pendampingan seperti ini karena saat ini kita masih terus berproses untuk menuju gerbang Emas. Oleh karena itu kepada direktur YLP2EM Bupati berharap kerjasama ini tetap terjalin dalam bentuk apapun dan untuk itu dirinya berjanji akan tetap menerima YLP2EM kapan saja untuk program selanjutnya. 

Meskipun program ini telah berakhir, “tapi bukan berarti hubungan silaturrahmi juga terputus kata Direktur YLP2EM Ibrahim Fattah, SH.MH. Disela-sela sambutannya pada closing program ini. Yang jelas dampak dari program ini semua SKPD di Kabupaten Enrekang kini mulai menyusun program perencanaan yang pro Gender dan pro poor secara berkesinambungan, program yang selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat Enrekang. (Sry YN) 

Gara-Gara Minta Gaji Naik Pabrik Plastik Ditutup

Jember, Metropol - Pada saat pemilihan atau pencoblosan para pekerja di pabrik plastik UD. Gebang Jaya  menggelar demo menuntut kenaikan gaji pada tanggal 11 April 2014 jam 17.20 di jalan Kacapiring No.32 Kel. Gebang Kec. Patrang, Kab. Jember. Pendemo para ibu ibu rumah tangga yang berjumblah (40) orang, Iyem (samarannya) para pendemo menuntut para buruh di naikkan gaji karena tidak sesuai UMK. Tiga hari ini pendemo melakukan mogok kerja bersama sama, di depan pabrik ada yang membawa nasi sendiri dan membawa minum.

Selama masalah ini tidak ada respon dari pihak pabrik,” pendemo akan berdemo lagi kata pendemo yang tidak mau di sebutkan namanya. Saya mas, “sudah kepihak disnaker(dinas tenaga kerja)setiap hari tapi kami para pekerja tidak pernah digubris sampai saat ini saya menunggu mas’’saya dan teman teman sudah di kasih surat tapi itupun tidak jelas karna tidak ada setempel perusahaan mas apa itu bukan akal akalan orang pabrik kalau memang tidak sanggup gaji saya dan teman teman ya, “gimana caranya jangan permainkan orang kecil mas, “kata pendemo saat di konfermasi wartawan Metropol. Hari hampir gelap para pendemo tetap di area pabrik plastik UD. Gebang Jaya dan tak lama kemudian anggota Polsek Patrang datang yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Patrang AKP. Bambang Setiawan SH.MH, Kapolsek Patrang langsung turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Sesampai di TKP para pendemo sudah buyar tapi masih ada beberapa yang masih menunggu di area pabrik. Saat itulah Kapolsek Patrang menghimbau sama pendemo sebelum menggelar demo harus ijin dulu ke pihak berwajib, apa lagi ini hari tenang,” kata Kapolsek Patrang AKP Bambang Setiawan SH.MH.

Apa yang di katakan Kapolsek Patrang di terima dengan baik oleh ibu ibu atau pekerja pabrik.dan para pekerja pabrik langsung membubarkan diri dari pabrik dan pulang ke rumah masing masing. Kapolsek Patrang bersama dua anggotanya langsung mininggalkan TKP dan memantau TPS TPS di wilayah Patrang. (Andik Sugiono)

Gedung Serba Guna Talisayan Ditolak Warga

Berau, Metropol - Gedung olahraga Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau yang dibuat  tahun 2013, menggunakan dana APBD 11, yang mencapai angka kurang lebih Rp. 500 Juta, secara spontan ditolak masyarakat Kecamatan Talisayan. Karena pekerjaan gedung tersebut di buat oleh salah satu perusahaan pemenang tender di Dinas Dispora Kabupaten Berau  dibuat asal jadi dan sangat amburadul, dari hasil investigasi tim media, mengamati dari dekat dimana bagian ruangan gedung ini sudah mulai retak, pengecatan sangat amburadul di duga saat lakukan pengecetan tidak menggunakan kuas sehingga terkesan temboknya kasar dan kini catnya mulai luntur dan terkelupas. 

Kepala Wilayah Kecamatan Talisayan (Camat) Drs. H. Abdurahman yang sempat ditemui di rumah Dinasnya mengatakan, pihak kontraktor pelaksana sudah kami panggil, ia sudah memenuhi panggilan kami, dan secara teknis pihaknya akan melakukan perbaikan gedung tersebut. Kami tekankan pada pihak kontraktor agar gedung tersebut diperbaiki, bahkan bila perlu dibongkar karena tidak sesuai dengan kebutuhan sebagaimana gedung yang layak. Dikatakan oleh Camat, “setelah kami sampaikan perihal tersebut kontraktor dalam waktu singkat akan melakukan perbaikan gedung tersebut, itu janjinya kepada kami,” kata Camat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olaraga Kabupaten Berau Suprianto, SH yang ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini mengatakan, “kegiatan pembangunan Gedung serbaguna  Kecamatan Talisayan mekanisme kegiatan Proyek tersebut berdasarkan lelang. Kami Dinas terkait tidak mengintervensi siapa-siapa pemenangnya. Dalam kegiatan pekerjaannya Dinas Dispora sudah berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat agar pekerjaannya  diawasi. Artinya kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Dinas tidak pernah mengawasi, namun kami serahkan pada warga setempat, berkaitan  dengan laporan bahwa proyek itu di tolak warga masyarakat, Dinas akan segera memanggil kontraktor yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan proyek tersebut,” ujarnya. (Sofyan)

Megawati Sukarno Putri Nyekar dan Berdo’a Dimakam Bung Karno

Blitar, Metropol - Kedatangan Megawati Soekarno Putri di Blitar, selain didampingi Puan Maharani juga nampak Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) beserta para pengurus DPP PDIP. 

Megawati bersama Jokowi kali ini tidak seperti bisasanya, terkesan tertutup untuk para wartawan. Tidak ada statemen apapun yang keluar dari Megawati maupun Jokowi. Penjagaan yang super ketat dari para pengawal Megawati, membuat para wartawan rela menunggu didepan pintu gerbang Makam Bung Karno. Bahkan Walikota Blitar, Samanhudi Anwar pun tidak diajak untuk nyekar dan do’a bersama Megawati dan rombongan. Terkesan suasana dikuasai oleh Caleg DPR RI, Djarot Saiful Hidayat mantan Walikota Blitar dan pengurus DPP PDIP. Walikota Blitar hanya rela menunggu diteras Masjid di Komplek Makam Bung Karno tanpa dipersilahkan untuk bergabung dengan rombongan yang sedang berdo’a di pusara Bung Karno.
Hingga acara nyekar usai, pihak rombongan orang nomor satu di PDIP ini, tidak ada dialog apapun dengan Walikota Blitar, bahkan saling berjauhan. Pemandangan seperti ini terasa aneh, seharusnya Walikota Blitar selaku penguasa teritorial dan sebagai tuan rumah diperlakukan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan tidak adanya keharmonisan ditubuh partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih.

Dikatakan seseorang yang tidak mau disebut namanya yang kebetulan juga melihat kejadian tersebut mengatakan, seharusnya Megawati beserta rombongan menghargai Walikota Blitar sebagai tuan rumah bukannya sebaliknya.

“Ini tidak dibenarkan mas. Seharusnya siapapun Walikotanya harus tetap kita hormati. Dia kan sebagai tuan rumah dan penguasa teritorial,” jelasnya.

Sementara Walikota Blitar, Samanhudi Anwar menanggapi situasi seperti ini mengatakan, tidak keberatan atas perlakuan dan etika politik terhadap dirinya. Bahkan dia dengan senyum khasnya mengajak orang disekitarnya untuk membicarakan hal lain, termasuk membicarakan APBD Pro Rakyat yang sudah dilaksanakan dalam pemerintahannya, seperti yang baru-baru ini diluncurkan, yakni bus sekolah, nikah gratis dan lain-lain. Samanhudi dalam tahun ini juga berencana akan mencanangkan Kuliah gratis. Jadi bukan hanya SD, SMP dan SMA yang gratis namun sampai perguruan tinggipun akan digratiskan.

“Tidak apa-apa, saya tidak diajak bergabung. Malah enak justru bisa bergabung. Ngobrol dengan kamu dan lainnya. Saya bisa lebih santai,” ungkap Samanhudi Anwar.

Antusiasme warga dan pengunjung Makam Bung Karno, bukan tertuju kepada Megawati dan Puan, namun tertuju kepada Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi). Mereka silih berganti memanggil nama Jokowi dengan penuh semangat. Namun mereka kecewa, pasalnya tidak bisa mendekat Jokowi, karena ketatnya pengamanan.

Ditempat terpisah, Kepala UPTD Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, Heru Santoso mengatakan, kedatangan Megawati beserta rombongan hanya kunjungan ziarah biasa ke makam orang tuanya, tidak ada kaitannya dengan pencapresan. (IP)

Mini Bus Terbalik Enam Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

Berau, Metropol - Mini bus bernomor polisi B 7103 SDA, Jumat, (04/04) sekitar pukul 08.00 Wit, terbalik hingga terseret mencapai lima meter di jalan trans  bangun Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Mini bus Milik perusahaan batu bara, PT Berau Coal  yang mengangkut enam orang karyawan dari perusahaan dengan tujuan Tanjung Redeb diduga terguling akibat menghindari pengemudi sepeda motor yang sedang parkir di tepi jalan, akibat dari peristiwa itu enam orang penumpang yang merupakan karyawan perusahaan batubara milik PT Berau Coal terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Dari hasil olah TKP saat itu, petugas Satlantas Polres Berau melihat bus yang lagi terguling di tepi jalan. Beberapa staf dan karyawan perusahaan tersebut mengatakan pada petugas, kecelakaan mini bus ini tak lain akibat sopirnya menghindari sepeda motor yang sedang parkir di tepi jalan, tidak bisa lagi menguasai setir mobil, akibatnya miring dan terguling, untuk tidak mengganggu dan membuat kemacetan, “bus ini kami tarik ke tepi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” kata petugas Satlantas.

Menanggapi hal tersebut di atas, manajemen perusahaan PT. Berau Coal sampai berita ini diturunkan tidak berhasil melakukan konfirmasi dengan bagian Humas, karena tidak berada di tempat, Media Metropol juga sudah melakukan komunikasi kepada bagian external PT. Berau Coal melalui via pesan singkat, namun tidak dapat jawaban. (Sofyan)

Pemilihan Ulang di Kabupaten Pinrang

Pinrang Metropol - Pesta demokrasi melalui Pemilihan umum (pemilu) diselenggarakan lima tahun sekali.

Tanggal 9 April 2014 bangsa ini kembali melaksanakan pemilu secara serentak di seluruh tanah air.

Meski demikian, tetapi pemilu kali ini terdapat beberapa dearah terpaksa mengadakan pemilihan ulang.

Salah satunya, daerah Kabupaten Pinrang Sulawesi selatan melakukan pencoblosan ulang di 6 Lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pasalnya, surat suara yang di distribusikan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pinrang ke 6 TPS tersebut tertukar.

Selain tertukar, surat suara juga sudah ada yang terlanjur di coblos peserta wajib pilih di TPS tempat ia menggunakan hak pilihnya. Sehingga untuk melakukan pemilihan ulang harus menunggu kiriman surat suara dari pusat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang, Mansyur Hendrik saat dimintai konfirmasi kepada Metropol mengatakan, “memang ada enam TPS melakukan pemungutan suara ulang di antaranya, Kecamatan Duampanua tepatnya di TPS 1 dan 4 Kelurahan Lampa, TPS 4 dan 5 Kelurahan Tata’e. Sementara, di Kecamatan Batulappa adanya di TPS 1 Kelurahan Watang Kassa, sedangakan di Kecamatan Cempa, terdapat TPS 3 Desa Salipolo ,”Jelasnya.

Dari enam TPS yang melakukan pemungutan suara ulang terdapat sebanyak 2.189 wajib pilih. Sementara surat suara yang diperlukan untuk pemungutan suara ulang sebanyak 1.709 ,"terangnya.

Menurut Hendrik, KPU sudah menyediakan surat suara cadangan di masing-masing TPS sebanyak 2,5 persen dari jumlah wajib pilih yang ada, “sehingga, untuk kebutuhan pemilihan ulang tersebut, sisa ditambah sebanyak 1.141 lembar ,” ujarnya.

Sumber kepolisian menyebutkan, ada beberapa TPS di Kecamatan Cempa yang surat suaranya tertukar seperti di TPS I Salipolo 100 lembar, TPS dua 25 lembar, TPS-3 30 lembar dan ada tiga lembar yang sudah terlanjur dicoblos oleh wajib pilih yang memilih untuk salah satu caleg dan surat suara itu sudah di masukan kedalam peti suara di TPS tempat ia menggunakan hak pilihnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Duampanua di TPS 4 Kelurahan Lampa sebanyak 12 lembar. Begitu juga dengan di TPS 1 sebanyak dua lembar.

Sedangakan pelaksanaan pencoblosan ulang yang sedianya dilaksanakan di 6 TPS, minggu 13 April 2014 berjalan aman dan lancar.

Surat suara yang batal digunakan belum sepenuhnya di tarik untuk dikembalikan ke KPU sementara susrat suara tersebut di khawatirkan akan di manfaatkan untuk caleg tertentu.

Namun demikian, ketua KPU mengatakan “Surat suara yang tertukar itu sebahagian sudah di tarik ke KPU sebahagian juga masih berada di PPK Kecamatan ,”kata ketua KPUD Pinrang, Mansyur Hendrik.

Di tempat terpisah, komisioner panwaslu Kabupaten Pinrang, Muh.Sakir SE, S.Pd yang dimintai konfirmasi seputar pelanggaran pemilu pinrang dan salah satunya, kasus yang melibatkan, Abd.Rahman oknum Sekertaris Desa Siwolong Polong Kecamatan Mattiro Sompe Pinrang, kepada Metropol mangatakan “Kasusnya telah kami tindak lanjuti dan sementara diproses berdasarkan aturan jadi. Kita tunggu saja hasilnya ,” jawabnya Singkat. (Muh.Saleh AR.)

Seminar Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kabupaten Barru

Barru, Metropol - Bertempat di Aula BPMD Kabupaten Barru, (Selasa, 01 April 2014) telah diadakan Pembukaan seminar Rencana Tata Ruang Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kabupaten Barru 2014, yang diselenggarakan oleh Kader Masyarakat Desa/Kelurahan (FKPM) Kabupaten Barru bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Barru dan Oxfam Indonesia Timur.  

Acara ini dihadiri oleh Bupati Barru Ir. H. Andi Idris Syukur MS, Kepala Bappeda Kabupaten Barru. Ir. H. Nahruddin, Livelihood Advisor Oxfam Ibu Jaya Tulha, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa.

Dalam sambutannya, Bupati Barru mengatakan, bahwa Kabupaten Barru memiliki kawasan pesisir yang cukup luas yakni mencapai 15.619,89 HA memiliki potensi yang sangat besar. Ketika potensi tersebut dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, maka perubahan yang akan terjadi akan sangat besar bagi masyarakat. 

Dijelaskan pula bahwa berdasarkan hasil analisis sementara, ada sembilan jenis pola penggunaan lahan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Barru yaitu Hutan, Kawasan bakau/mangrove, Perkebunan, Pemukiman, Pertanian Lahan Basah, Pertanian Lahan Kering, Peternakan Besar, tambak dan pertambangan. Sembilan jenis penggunaan lahan tersebut merupakan dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk menata pengelolaan Sumber Daya Alam pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Barru dimasa yang akan datang. 

Melalui Seminar ini, Ir. H. Andi Idris Syukur mengharapkan kepada semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan lembaga yang concern tentang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil bisa bermusyawarah sebaik mungkin untuk mendapatkan masukan yang bermanfaat bagi perumusan aturan-aturan tata ruang pesisir dan pulau-pulau kecil yang saat ini sedang proses tahap penyusunan Perda. 

Diakhir sambutannya, Bupati Barru atas nama pemerintah Kabupaten Barru mengucapkan terimakasih kepada pihak Oxfam atas dukungan dan peran sertanya dalam mendukung proses pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Barru. Dan beliau berharap agar yang hadir pada seminar ini dapat memberikan pemikiran-pemikiran positif sehingga tujuan dari pelaksanaan seminar ini dapat tercapai dengan baik untuk menuju Kabupaten Barru yang lebih baik (Mahmud Rahim/Humas)

Amankan Pemilu 2014 1 Polisi Hilang dan 2 Tewas

Jakarta, Metropol - Meski selama masa kampanye hingga pemungutan suara Pemilu 2014 berjalan kondusif, namun beberapa peristiwa menonjol terjadi yang membawa duka bagi Korps Bayangkara. Saat pengamanan Pemilu 2014, seorang Polisi hilang bernama Brigadir Imanuel Jenarung dan 2 anggota lainnya tewas.

"Ada beberapa musibah yang dialami rekan kita anggota Polri saat pengamanan selama Pileg," kata Karopenmas Brigjend Boy Rafli Amar kepada wartawan baru-baru ini.

Musibah yang menimpa 3 anggota polisi itu terjadi di beberapa wilayah di daerah Indonesia. Satu peristiwa terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang anggota Polri meninggal dunia.

"Beliau meninggal dunia saat bertugas mengawal logistik karena sakit. Meninggal setelah dirawat di Puskesmas," ungkap Boy.

Kemudian 1 anggota Polri tewas di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terjadi kecelakaan lalu lintas pada 8 April 2014. Kecelakaan itu menimpa Briptu Johari yang berboncengan menggunakan sepeda motor dengan rekannya yang juga seorang anggota Polri.

"Beliau termasuk  petugas yang melakukan kegiatan dan pemantauan di TPS di Natuna. Kemudian mengalami kecelakaan tunggal, jatuh dari sepeda motor yang mengakibatkan Briptu Johari meninggal dunia," beber dia.

Sedangkan Brigadir Imanuel Jenarung yang diduga hilang merupakan anggota Polres Mangarain Nusa Tenggara Timur. Peristiwa itu, jelas Boy, terjadi saat Immanuel tengah bertugas melakukan pengamanan TPS di wilayah pegunungan dan jurang yang sulit dijangkau menggunakan sepeda motor. Menurutnya, Brigadir Immanuel memang mengidap penyakit malaria.

"Sementara kita duga yang bersangkutan terjatuh. Karena helm dan sepeda motornya ditemukan di jurang sedalam 100 meter," sambung Boy.

Ditegaskan Boy, sampai saat ini Brigadir Immanuel masih dinyatakan hilang alias belum ditemukan. "Artinya mohon maaf, dinyatakan hilang. Mohon maaf. Baru motor dan helmnya yang ditemukan. Jadi, kita masih mencarinya," terang Boy.

Brigadir Immanuel sendiri bertugas saat hendak menjaga TPS di daerah Rana Emdata, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Diharapkan, ada masyarakat yang menemukan dalam  perawatan. "Mudah-mudahan berhasil ditemukan dan dalam perawatan," tandas Boy. (Red)

Dirlantas Polda Sultra Dirganti

Kendari, Metropol - Dirlantas (Direktur Lalu Lintas) Polda Sultra (15 April 2014), diserahterimakan dari Kombes Pol Drs. Herukoco, M.Si. Kepada Kombes Pol Drs. Asrul Azis. Sertijab (Serah Terima jabatan) tersebut dipimpin oleh Kapolda Sultra Brigjen Pol Drs. Arkian Lubis yang dilaksanakan di Aula Mapolda Sultra dengan suasana penuh hikmat. 

Kepada sejumlah wartawan, Kapolda Sultra Polri merupakan hal yang rutin dan wajar. "Pejabat lama akan mengikuti pendidikan di lembang dan pendidikan di lembang itu memerlukan waktu yang lama sehingga jabatannya harus dilepaskan," ujarnya.

Kepada pejabat baru, Perwira Tinggi (Pati) bintang satu tersebut mengharapkan agar melanjutkan program yang telah dicanangkan oleh pejabat lama sekaligus dapat membuat terobasan ataupun inovasi baru untuk memajukan perlalulintasan di Sulawesi Tenggara. Pada acara sertijab tersebut, selain dihadiri oleh pejabat teras Polda Sultra juga hadir Kapolresta Kendari AKBP Anjar Wicaksana serta seluruh Kasatlantas Polres jajaran Polda Sultra. (Daksan/Bahrun.)

Kapolda Harus Awasi Anggotanya Yang Kena Gangguan Mental

Jakarta, Metropol - Wakapolsek Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Ipda Sukarno (46), ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di pohon, tepatnya di sebuah pekarangan di belakang rumahnya, Dukuh Ngelo, Desa Mojo Kecamatan Andong. Sukarno nekat mengakhiri hidupnya lantaran memiliki penyakit ambeien yang tidak kunjung sembuh selam bertahun-tahun.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F. Sompie mengatakan, seharusnya pimpinan atau Kapolda setempat harus memberikan perhatian khusus terhadap anak buahnya itu.

"Biasanya pimpinannya meminta bantuan dari kepala bagian psikologi di Polda minimal mendapatkan masukan sejauhmana tingkat gangguan psikologi yang bersangkutan dan konsultasi pembinaan baik secara rohani dan psikologi," kata Ronny di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, pekan lalu.

Ronny F. Sompie meminta kepada Polda di seluruh Indonesia agar lebih memperhatikan gejala gangguan terhadap anak buahnya. Sehingga, bunuh diri terhadap anggota kepolisian tidak terulang kembali.

"Pimpinannya mencari solusi terhadap yang bersangkutan ada perhatian, ada pendekatan dari hati ke hati, itu seni kepemimpinan. Tapi tergantung dari masing-masing kepala kesatuannya memberikan perhatiannya," imbuhnya.

Jenazah Sukarno kini telah di kebumikan. Kasus tersebut masih ditangani oleh polisi. Namun dugaan awalnya motif bunuh diri, akibat depresi, karena penyakit ambeien dan indikasi tumor yang sudah menahun. (Red)

Pesta Demokrasi Pileg “Sukses”

Pangkep, Metropol - Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat “Kamtibmas” di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep menjelang dan selama pelaksanaan Pemilu Calon Anggota Legislatif (Pileg) 9 April 2014 berlangsung sukses, aman dan kondusif.

Kondisi riel ini terwujud berkat adanya instruksi Kapolres Pangkep AKBP Deni Hermana, S.Ik, M.Si kepada segenap Polsek untuk mengajak masyarakat menciptakan dan mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kondusif, aman dan terkendali menjelang dan selama pelaksanaan Pemilihan Calon Anggota Legislatif 2014.

“Segenap elemen masyarakat daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep amat diharapkan untuk senantiasa meningkatkan peran aktifnya agar penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilihan Caleg dapat terlaksana dengan baik dengan senantiasa mengedepankan tercipta dan terwujudnya situasi Kamtibmas yang sudah kondusif dapat lebih kondusif lagi, imbuh Kapolres Pangkep AKBP Deni Hermana saat melakukan kunjungan sekaligus pemantauan kesiapan pelaksanaan Pemilu Caleg yang berlangsung 9 April 2014 silam.

Menurut Kapolres Pangkep, lingkup tugas pokok Polri sesuai Undang-undang No. 2 Tahun 2002 adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat dan harta benda yang dalam sejarah pengabdian pelaksanaan tugas Polri telah menerapkan metode dengan prinsip, bahwa pencegahan lebih baik daripada penindakan.

Pandangan ini menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai objek dalam pembinaan Kamtibmas, namun sebagai subjek, serta mencegah orang-orang yang akan melakukan kejahatan dan tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan niatnya teristimewa dalam pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu Caleg.

Metode pelaksanaan tugas Polri yang lebih mengutamakan tindakan pencegahan yang sifatnya membimbing dan membina masyarakat serta melakukan sentuhan kepada kelompok dan komunitas guna mengantisipasi terhadap ancaman dan gangguan Kamtibmas yang mungkin akan terjadi serta terhindar dari aksi kejahatan telah dirasakan manfaatnya, sehingga merupakan fungsi tersendiri (fungsi preventif) yang menjadi icon fungsi Binmas dalam lingkup tugas Polri disamping fungsi preventif penegakan hukum.

Alhamdulillah, dengan semakin mantapnya pelaksanaan pembinaan terhadap segenap elemen masyarakat daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep, menjelang dan selama penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilu Caleg. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat “Kamtibmas” aman dan terkendali. Itulah sebabnya, Kapolres Pangkep AKBP Deni Hermana tak lupa menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada segenap eleman masyarakat Kabupaten Pangkep atas suksesnya penyelenggaraan Pesta Demokrasi lima tahunan Pemilu Caleg 2014. “Semoga kondisi riel tersebut ke depan dapat dipelihara dan dipertahankan,” ungkap Deni Hermana. (Bisman)

Polda Metro Jaya: Harus Selektif Mempekerjakan Pegawai Outsourcing

Jakarta, Metropol - Pihak Polda Metro Jaya menghimbau pengelola sekolah lebih selektif mempekerjakan pegawai outsourcing guna mengantisipasi peristiwa tindak kejahatan atau kekerasan terhadap siswa.

"Jangan sampai anak (siswa) dirugikan kegiatan sekolahnya dan juga bagaimana pengamanan di sana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto.

Imbauan polisi terkait kasus kekerasan seksual yang dialami murid taman kanak-kanak "blasteran" Surabaya - Belanda berinisial AK (6) yang diduga dilakukan beberapa pegawai kebersihan di sekolahnya.

Rikwanto menyatakan seluruh sekolah harus mengevaluasi terhadap tingkah laku pekerjanya yang dapat merusak reputasi sekolah.

Adanya kasus pelecehan seksual terhadap AK, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang tersangka Awan dan Agung yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 292 KUHP dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Rikwanto menuturkan penyidik kepolisian masih mengembangkan penyidikan karena diduga masih terdapat pelaku lainnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan bakteri yang terdapat pada anus korban identik dengan bakteri pada kedua tersangka. (Red/An)

Polres Enrekang Bedah Rumah Ibu Buhaya

Enrekang, Metropol - Giat Enrekang Police Care yang ke XI kali ini menyasar rumah Ibu Buhaya yang terletak dikelurahan Baraka Kecamatan Baraka. Janda beranak enam yang kini sudah berusia sekitar 60 tahun dan ditinggal mati oleh suaminya 17 tahun silam lalu, selain mendapat bantuan bedah rumah dari Kapoles Enrekang juga mendapat bantuan sembako dan uang tunai. 

Giat kemanusiaan yang dilakukan oleh jajaran Polres Enrekang ini, berdampak sangat besar atas kehidupan rakyat miskin. Kehadiran Kapolres Enrekang ditengah-tengah masyarakat selalu dirindukan. Tekadnya yang begitu kuat dan ketulusan hatinya membantu sesama tanpa embel-embel dan tendensi apapun terlihat dengan kehadirannya disetiap giat EPC yang digelar dan terjun langsung bersama anggotanya bekerja tanpa kenal lelah. 

Bahkan Giat Kemanusiaan ini justru mengundang tanya seorang tokoh perempuan di Baraka bernama Hj. Hadira kenapa justru pemerintah yang seharusnya punya tugas dan tanggungjawab atas kehidupan masyarakat miskin diwilayah kerjanya tidak menampakkan batang hidungnya. Seharusnya pemerintah yang sensitive terhadap kondisi kehidupan masyarakat miskin tambah Hadira. Untuk itu dirinya berjanji satu saat akan bertemu lagi dengan Kapolres Enrekang jika dirinya sudah cukup dana untuk bergabung dalam Giat EPC ini demi membantu sesama yang tidak mampu dan niat tulus Hj. Hadira.

Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH Saat menyerahkan bantuan ini dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini akan dilakukan rutin setiap bulan secara merata di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini adalah wujud empati jajaran Polres Enrekang dan pengurus Bhayangkari terhadap kondisi masyarakat yang tidak mampu. 

Kapolres hanya meminta bantuan dari seluruh lapisan masyarakat untuk bekerjasama menciptakan keamanan diwilayah masing-masing. Selain itu Kapolres juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh anggotanya yang dengan tulus bekerja membantu menyelesaikan setiap tahapan EPC ini. Intinya kapolres memberikan kontribusi kepedulian yang sangat besar terhadap perubahan hidup masyarakat miskin meskipun disadari bahwa ini bukan tugas pokok kepolisian. Kapolres Enrekang juga berharap agar pemerintah juga turun tangan secara serius untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin. 

Peruntukan dana yang sudah ada untuk membantu mereka itu seharusnya dimaksimalkan dengan secara berkesinambungan turun kelapangan mencari sasaran siapa yang memang layak menerima bantuan itu. Apapun itu Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH telah mengukir sejarah sebagai Kapolres pertama di Enrekang dan bahkan mungkin di seluruh Indonesia dalam melakukan giat kemanusiaan melalui Enrekang Police Care. Namanya kini terpatri bahkan sulit dilupakan dan sangat dirindukan hadir ditengah-tengah masyarakat. 

Kapolres yang selalu melibatkan insan pers media cetak dan elektronik disetiap melaksanakan kegiatan ini memang memiliki kharisma tersendiri dalam melakukan pendekatan kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerjanya. ( Sry YN )

Polres Jakut Kerahkan 300 Personil Jaga Distribusi Naskah UN ke Sekolah

Jakarta, Metropol - Untuk mengantisipasi kebocoran serta kelancaran pendistribusian soal ujian nasional (UN) dan Lembar Jawaban Komputer (LJK), Polres Jakarta Utara mengerahkan 300 personil.

“Ada 300 kekuatan personil dari Polres Jakarta Utara. Kami mengamankan penjagaan di tempat penyimpanan dan saat pendistribusian ke masing-masing SMA. Satu sekolah dikawal dua personil,” kata Kasat Binmas Polres Jakarta Utara, AKBP Nurdi Satriadji.

Nurdi yang melakukan pengawasan, sekitar pukul 05.00 WIB menjelaskan, untuk Jakarta Utara ada 81 SMA dan 76 SMK dimana Jakarta Utara ada 3 rayon, yakni rayon 3 ada di SMA 13, rayon 4 ada di SMA 75, rayon 5 ada di SMA 111 Penjaringan.

Menurut Nurdi sistem pengamanan distribusi soal dan LJK Ujian Nasional ini dilakukan sejak dokumen ujian nasional di drop, yakni pada hari sabtu (12/4) saat soal ujian di drop di masing-masing rayon.

“Pengamanan ini kami lakukan agar tidak terjadi kebocoran. Jadi kami awasi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kasat Binmas Polres Jakarta Utara AKBP Nurdi Satriadji.

Anggota yang melakukan pengawal sejak soal UN diambil pihak sekolah di rayon masing-masing, hingga selesai ujian dimana soal tersebut dikembalikan lagi ke rayon pengambilan semula.

Noviola Leni, Kepala Sekolah SMAN 13 sekaligus Ketua Rayon 03 Jakarta Utara mengatakan, rayon yang ia koordinasi terdiri dari 26 sekolah swasta dan 6 sekolah negeri.

“Hingga kini distribusi soal UN berjalan lancar karena dijaga, Pak polisi. Dan sampai saat ini tidak ada kebocoran soal UN. Kita meminta untuk jangan percaya dengan soal atau jawaban oleh pihak lain karena itu menyesatkan,” tukasnya. (Heroe)

Sejumlah Daerah Lakukan Pemungutan Suara Ulang

Jakarta, Metropol - Sejumlah wilayah melakukan pemungutan suara ulang Pemilu Legislatif, akibat insiden tertukarnya surat suara. Untuk itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan pengamanan agar pemungutan suara ulang ini berjalan aman dan kondusif sebagaimanana pelaksanaan Pemilu Legislatif pada 9 April 2014 lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Agus Rianto mengatakan, pemungutan suara ulang ini merupakan pelaksanaan surat Badan Pengawas Pemilu No 0394/IV, tanggal 9 April 2014. Selain itu, juga pelaksanaan surat Komisi Pemilihan Umum (KPU), merespon surat Bawaslu, No 306, April 2014.

"Apabila surat suara tertukar, harus dilaksanakan pemungutan suara ulang. Waktunya paling lambat 10 hari setelah Pemilu Legislatif," kata Agus Rianto di Jakarta, Jumat (11/4).

Pelaksanaan pemungutan suara ulang ini harus dilaksanakan mulai tanggal 10-19 April 2014. 

Agus mengatakan, pelaksanaan pemungutan suara ulang ini diserahkan pada KPU daerah yang surat suaranya tertukar. Adapun sejumlah daerah yang melakukan pemungutan suara ulang adalah sebagai berikut.
Pada 10 April 2014, pemungutan suara ulang dilaksanakan di Lumajang, Jawa Timur, di tiga tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Tanggal 11 April, di dua TPS di Boyolali. dan satu TPS di Kabupaten Seluma, Bengkulu. 

12 April 2014, di enam TPS di Madiun dan satu TPS di Mojokerto. 

13 April dilaksanakan pemungutan ulang di 23 TPS di Surabaya, delapan TPS di Sumenep, di Nganjuk 21 TPS, Ponorogo satu TPS, Bojonegoro enam TPS, dan Gresik tiga TPS. Serta satu TPS di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. 

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, yaitu Bekasi, Depok, Tangerang, dan Grogol Selatan. Pemungutan ulang dilaksanakan pada 13 April 2014 di 106 Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

"Kekuatan Polri yang diturunkan tetap sama seperti pada Pileg tanggal 9 April. Kekuatan kami sudah di plot seperti itu. Mudah-mudahan pemungutan ulang tetap aman dan kondusif seperti tanggal 9 April," ucap Agus. (Kamal)

Kontingen Garuda di Haiti Terima Suku Cadang dari Indonesia

Jakarta, Metropol - Setelah menempuh perjalanan yang panjang kurang lebih 1 bulan dengan menggunakan kapal laut yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta-Indonesia akhirnya kapal barang yang membawa kontainer material spare parts dan beberapa barang keperluan operasional yang merupakan bekal dukungan untuk Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-C/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti) akhirnya tiba di Pelabuhan Leogane, Haiti. 

Kedatangan material tersebut merupakan gelombang ke dua. Gelombang sebelumnya telah tiba pada bulan Pebruari 2014 dengan jumlah total 7 kontainer. Setelah kegiatan bongkar muat dilaksanakan, secara berangsur-angsur dengan menggunakan truck cargo Satgas Kizi TNI, barang-barang tersebut langsung dibawa menuju Bumi Garuda Camp, Gonaives dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam, Minggu (13/04/2014).

“Material bekal ulang yang tiba meliputi, Suku Cadang untuk alat berat, kendaraan operasional baik yang bertonase besar dan juga kendaraan kecil, termasuk juga aki kendaraan, alat pemadam kebakaran, komponen elektrik alat berat Zeni, ban kendaraan, dan lain sebagainya,” kata Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXXII-C/Minustah Letkol Alfius saat meninjau bongkar muat suku cadang di pelabuhan Leogane.

“Diharapkan, dengan adanya dukungan tersebut membuat seluruh peralatan Zeni dan kendaraan yang dimiliki Konga XXXII-C/Minustah menjadi lebih prima dan siap untuk melaksanakan tugas baik Konstruksi, Rehabilitasi maupun pekerjaan Minor Engineering yang merupakan tugas dan tanggungjawab Kontingen Garuda Indonesia dalam Misi PBB di Haiti,” kata Dansatgas.

Lebih lanjut Letkol Czi Alfius Navirinda K mengatakan, dengan adanya dukungan ini sangat disambut gembira oleh seluruh personil Kontingen Garuda di Haiti. Hal ini dikarenakan seluruh peralatan dan kendaraan yang saat ini digunakan telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan tugas di Haiti. Tentunya ada beberapa komponen terutama Ban yang sudah memasuki masa untuk diganti, dikarenakan telah mengalami kerusakan diakibatkan kondisi jalan yang kurang baik di sebagian wilayah operasional Satgas Indonesia. 

Hal ini juga ditambah dengan luasnya AOR (Area of Responsibility) Engineering yang menjadi tanggung jawab Kontingen Garuda Indonesia yang meliputi 50% bagian wilayah kerja Misi Minustah seperti wilayah Artibonite, Nord, Nord Ouest dan Ouest Departement yang jarak terdekat ke sasaran pekerjaan dapat ditempuh 6 jam perjalanan darat. 

Yang lebih menggembirakan lagi dengan adanya dukungan suku cadang tersebut,  2 unit kendaraan Prime Over sebagai Trailler bagi pengangkutan alat-alat berat Zeni yang telah lama  tidak dapat beroperasi dikarenakan kerusakaan dibagian ECU (Electric Control Unit), namun setelah suku cadang tiba dan segera diperbaiki oleh Tim Mekanik Satgas Kizi Indonesia. Saat ini kedua unit kendaraan angkut tersebut dapat berfungsi dan siap untuk mendukung tugas Pasukan Garuda. (Red)

Mayjen TNI Fuad Basya Jabat Kapuspen TNI

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada acara serah terima jabatan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI. Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI dan Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014). Serah terima ini berdasarkan  Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/207/III/2014  tanggal 21 Maret  2014, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI. 

Kapuspen TNI saat ini dijabat oleh Mayjen TNI M. Fuad Basya yang sebelumnya menjabat Pa Sahli Tk. III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI menggantikan Laksda TNI Iskandar Sitompul, SE yang saat ini menduduki jabatan baru sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam. 

Sementara jabatan Koorsahli Panglima TNI yang sebelumnnya dijabat oleh Mayjen TNI Leonardus JP. Siegers, S.IP diserahterimakan kepada Mayjen TNI Hardiono Saroso yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Kasad. Sedangkan jabatan Asintel Panglima TNI yang dijabat oleh Mayjen TNI Tisna Komara diserahterimakan kepada Laksda TNI Amri Husaini yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam. 

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, peran dan tugas Puspen TNI sebagai bridging factor TNI dengan segenap prajurit dan masyarakat, merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan tugas dan peran TNI. “Sebagai komponen bangsa dalam melaksanakan tugas dan perannya, TNI tidak terlepas dari kehidupan masyarakat, yang secara langsung akan terkait dengan kehidupan prajurit”, ujarnya.

“Puspen TNI harus bekerja profesional dan proporsional, dengan berpedoman pada sepuluh kebijakan Panglima TNI bidang penerangan dan informasi, yang secara kreatif harus dikembangkan, serta diimplementasikan melalui penggunaan teknologi media komunikasi dan media dunia maya yang berkembang”, kata Panglima TNI. 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI atas nama komando menyampaikan ucapan selamat atas jabatan baru kepada Mayjen TNI Hardiono Saroso, Laksda TNI Amri Husaini dan Mayjen TNI M. Fuad Basya, karena jabatan yang disandang oleh Jenderal dan Laksamana menuntut dedikasi, loyalitas dan profesionalisme, bagi pelaksanaan tugas dan peran TNI, di tengah perkembangan kehidupan nasional dan global yang terus bergerak dinamis. 

Selanjutnya kepada Mayjen TNI Leonardus J.P Siegers, S.Ip, Mayjen TNI Tisna Komara dan Laksda TNI  Iskandar  Sitompul, S.E., selaku pribadi dan atas nama komando, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan, atas pelaksanaan tugas selama ini. (Kamal)

Panglima TNI Terima Dewan Harian Nasional 45

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI Mayjen TNI Hardiono Saroso, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya menerima Ketua Umum Dewan Harian Nasional (DHN) 45 Jenderal TNI (Purn.) Tyasno Sudarto beserta pengurus DHN, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, pekan lalu.

Usai melakukan pertemuan, kepada insan pers Panglima TNI menyampaikan bahwa pertemuan dengan Ketua Umum DHN’45, tidak ada muatan yang berkaitan dengan politik ataupun Pemilu. “Kunjungan Ketua Umum DHN’45 beserta rombongan dalam rangka silaturahmi serta menyampaikan beberapa program internal DHN’45”, ujar Jenderal Moeldoko.

Disamping itu, terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2014, Panglima TNI meminta kepada seluruh prajurit TNI aktif agar tidak sampai termakan isu-isu yang bisa menyudutkan institusi TNI. “TNI sudah sangat tegas dan jelas tidak lagi berpolitik praktis dengan berbagai implikasinya sejak beberapa kali Pemilu terakhir,” tegas Panglima TNI. 

Sementara itu, menjelang Pemilu Presiden pada 9 Juli nanti, tidak ada kiblat-kiblatan atau kelompok-kelompok kepada tokoh tertentu, seluruh prajurit kiblatnya satu, yaitu Panglima TNI. “Tidak ada TNI A berkiblat pada B, TNI B berkiblat ke C," tegas Jenderal Moeldoko. 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, pelaksanaan pengamanan Pemilu Legislatif 2014 telah berjalan dengan baik. Namun demikian, untuk pengamanan ke depan akan lebih ditingkatkan lagi karena dinamika yang dihadapi lebih tinggi termasuk dinamika politiknya karena akan sangat berbeda antara Pemilu Legislatif dengan Pemilu Presiden. Untuk itu, TNI akan melakukan langkah-langkah yang lebih baik didasarkan pada evaluasi pelaksanaan pengamanan Pemilu Legislatif. (Kamal)

Satgas Kizi TNI Sajikan Kuliner Khas Indonesia di Haiti

Jakarta, Metropol - Sebagai Duta Bangsa dan Duta Negara, Pasukan Pemelihara Perdamaian Indonesia yang bertugas di Haiti, selain dituntut profesional dan disiplin tinggi sesuai jenis tugasnya. Juga harus memiliki kemampuan untuk mampu menonjolkan hal-hal yang berkaitan dengan ciri khas Bangsa Indonesia. Seperti sifat ramah tamah, budaya timur yang positif, sikap bersahabat dan juga tidak ketinggalan mempromosikan pariwisata, adat budaya termasuk kuliner khas Indonesia.

Demikian juga halnya yang dilaksanakan oleh Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-C/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti), dalam menyajikan kuliner khas Indonesia pada setiap acara, seperti Medal Parade dan kunjungan Force Commander beberapa waktu lalu.

Dalam setiap acara tersebut Kontingen Indonesia selalu menampilkan beberapa kuliner khas Indonesia. Salah satu contohnya, ketika para Prajurit Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-C/Minustah menerima pengakuan dan penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan disematkannya medali PBB atas jasa, kontribusi dan pengabdiannya dalam misi rekonstruksi dan rehabilitasi di Haiti. 

Kuliner khas Indonesia yang disajikan oleh Kontingen Indonesia diantaranya seperti Nasi Rawon, Rendang, Semur, Tonseng, Sate Ayam, Sate Kambing, Risoles, Lemper, Kue Lapis, Kue Putri Salju, Kelepon, dan lain sebagainya yang disajikan dengan menarik. Yang menarik perhatian adalah kelepon dan kopi luwak minuman yang sangat diminati oleh para tamu undangan.

Ada beberapa hal menarik yang disampaikan oleh Lettu Czi Wirawan dan Serka Agus Fitradi sebagai Perwira dan Bintara Satgas yang bertanggung jawab dalam membuat dan menyiapkan segala macam Kuliner Khas Indonesia. Diantaranya adalah kendala untuk mendapatkan bahan baku membuat kue, seperti santan kelapa dan gula aren. Beberapa bahan baku bahkan harus dibawa dari tanah air seperti, jinten, tepung kembang peka, kapulaga, adas manis, kayu manis, cengkeh, laos, kunyit, kemiri dan kecap manis yang memang sulit di dapat di Haiti. Untuk buah kelapa, para prajurit harus mencarinya keluar camp disebabkan UN (United Nations) tidak menyertakan kelapa didalam dukungan logistiknya, sedangkan untuk santan kelapa diganti dengan menggunakan susu cair.

Apresiasi diberikan para tamu undangan yang hadir dalam setiap acara yang dilaksanakan oleh  Satgas Kontingen Indonesia. Tidak hanya menikmati setiap kuliner khas Indonesia yang disajikan tetapi mereka juga bertanya secara mendetail tentang nama. Serta cara membuat kuliner-kuliner tersebut. Begitulah minat para tamu undangan terhadap kuliner Indonesia yang memang selalu memiliki tempat yang spesial di hati. Para tamu undangan yang berasal dari penjuru dunia yang tergabung dalam misi PBB Minustah. (Red)

Sosok Marsinah Hadir di Gedung Kesenian Kota Batu

Batu, Metropol - Bangkit dari peti mati, sosok Marsinah  menginginkan  adanya keadilan bisa hadir di tengah  hukum yang  bisa dibeli. (Minggu, 30 Maret 2014).

Sebuah persembahan Teater Air,  dengan mengambil tempat di Gedung Kesenian Kota Batu   membuat semua mata tak berkedip. Seakan masuk dalam cerita  kesedihan, kepedihan dan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh Marsinah.

Menurut Fuad, Ketua Teater air persembahan itu mengingatkan adanya sosok pahlawan yang kasusnya  masih belum tuntas hingga sekarang.

Selain itu dengan persembahan sosok Marsinah maka diharapkan gender, kepedulian  perempuan  lebih diperhatikan, salah satu contoh TKW yang menjadi penyumbang Devisa Negara terbesar juga harus dilindungi betul-betul.

"Ini juga kreatifitas  Teater dan kesenian yang diwadahi dalam parade Teater Jawa Timur, berlangsung (29-30 maret 2014), bertujuan menciptakan rasa silaturrahmi dan persaudaraan,” ujar Fuad.

Selain itu dengan tema Jangan Menangis Indonesia, yang dibawakan  dalam  sebuah puisi oleh anggota cilik  teater air, Zahra, Lana dan Reva, kita semua bersama sama ikut prihatin dengan  kejadian alam  yang sudah tidak bersahabat, akibat keserakahan manusia, dan banyaknya  pemimpin Korupsi.

“Namun, saya yakin dalam wadah teater dan seni  akan tumbuh  generasi baik, jujur dan ikhlas, bertanggungjawab  dalam memperjuangkan nasib rakyat, peka terhadap lingkungan dan  rasa kemanusiaan,” tuturnya.

“Untuk parade diikuti 12 teater dari Batu, Malang, Mojokerto, Surabaya, Jember. Dihari pertama, persembahan dari Padepokan Gunung Wukir,  Laskar Anak, Teater Air dan  Teater Sun Jember. (Yud/Rin)

Hj. Wahidah, S.Pd Membawa Perubahan

Pangkep, Metropol - Meski baru sekira 10 bulan  menjabat Kepala  SD Negeri 8 Pacce’lang Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Hj. Wahidah, S.P  yang dikenal sebagai mantan guru kelas 6 SD Negeri 7 Tekolabbua,  datang dan hadir dengan tekad membawa perubahan. Perubahan merupakan amanah yang wajib diejawantahkan, tandasnya.

Terbukti, saat wartawan Metropol  berkunjung ke ruang kerjanya (Sabtu, 12/4) lalu. Wajah sekolah yang dulunya tampak tak terawat, kini tertata rapi. Ruang Kepala Sekolah telah dicat dengan warna merah muda memberi nuansa baru, di lembaga pendidikan dasar SD Negeri 8 Pacce’lang telah mengalami perubahan. 

Tanpa basa-basi Kepala Sekolah SD Negeri 8 Pacce’lang menyebutkan, bahwa kehadirannya di lembaga pendidikan dasar ini semata untuk merubah image masyarakat, yang tadinya menganggap sekolah ini senantiasa “bermasalah” menjadi lembaga pendidikan yang mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Banyak info dan masukan yang telah kami dapatkan. Oleh sebab itu, sebagai orang yang diberikan amanah oleh Bupati akan menjalankan amanah tersebut secara profesional dan proporsional. Memang untuk melakukan sebuah perubahan tentu banyak tantangan dan hambatannya, tetapi dengan tekad untuk sebuah perbaikan. Kami berharap segenap elemen jajaran SD Negeri 8 Pacce’lang bersama komite sekolah dan orang tua siswa  dapat memahami hal tersebut dan mau bahu membahu dalam melakukan perbaikan dimaksud.

Mengingat Bupati Pangkep amat membutuhkan sosok kepala sekolah profesional bukan titipan, maka kami akan menjalankan amanah tersebut sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Tentunya perlu ditopang oleh semangat kebersamaan, kekompakan dan saling pengertian semua pihak. Bukan berarti kami mau menggurui, tetapi ini kami lakukan semata karena panggilan profesionalisme, imbuh Hj. Wahidah.

Itulah sebabnya, selama menjabat Kepala Sekolah, kami menerapkan pola manajemen keterbukaan. Tanpa keterbukaan, niscaya teman-teman yang ada di sekolah ini termasuk komite sekolah dan orang tua siswa enggan untuk berperan aktif. Implementasinya, setiap menjelang semester diadakan pertemuan dengan segenap dewan guru, komite sekolah serta orang tua siswa.

Alhamdulillah, dengan diwujudkannya pola manajemen keterbukaan, semua program yang telah dicanangkan dapat terlaksana dengan baik. Dan, perlu diketahui, kini telah terjelma perobahan pola pikir dan pola tindak dari segenap jajaran lembaga pendidikan dasar SD Negeri 8 Pacce’lang ini. Kondisi riel semacam ini akan tetap dilakukan guna terwujudnya peningkatan kualitas anak didik serta terlaksananya proses belajar mengajar yang semakin nyaman, ungkap Hj. Wahidah.

SD Negeri 8 Pacce’lang membina 221 siswa dengan tenaga pengajar 9 orang guru PNS, 3 orang guru honorer telah bertekad menjadikan lembaga pendidikan dasar ini menjadi lebih baik dan mampu menelorkan siswa yang mampu bersaing dengan siswa lainnya di daerah ini. Disebutkan, tahun 2014 ini, siswa SD Negeri 8 Pacce’lang telah menorehkan prestasi menggembirakan dengan meraih juara II renang pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar.  

Hj. Wahidah menambahkan, meski tahun 2014 ini sekolah yang dinakhodainya memperoleh bantuan proyek pembangunan rumah dinas kepala sekolah melaui DAK, namun ia pun berharap kepada pemerintah agar dapat diberikan bantuan tanah timbunan, mengingat bila musim hujan halaman sekolah senantiasa digenangi air bah, juga kondisi lapangan upacara becek. Bukan itu saja, di sekolah ini “kambing” seenaknya bermalam di halaman sekolah. (Bis)

Kepala Daerah Kabupaten Barru Serahkan Insentif Bagi Tenaga Pendidik PAUD

Barru, Metropol - Bertempat di Baruga Singkeru AdaE Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Barru pada hari Senin, 7 April 2014 telah dilaksanakan acara Penerimaan Insentif Penyelenggara dan Tenaga Pendidik Paud Triwulan I Tahun 2014, yang dirangkaikan dengan Silaturrahmi dengan Bupati Barru. Acara ini dihadiri oleh Bupati Barru, Ir. H. Andi Idris Syukur, MS, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru DR. Ir. Abustan, M.Si. 

Dalam sambutannya, Bupati Barru mengatakan, pendidikan untuk anak usia dini sangat penting sebagai pembentukan karakter. Ibu Ani Yudoyono pada kunjungannya beberapa waktu lalu saat bertatap muka dengan Bunda Paud Kabupaten Barru mengutarakan rasa bahagia beliau melihat pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Barru yang telah mencapai Satu Paud Satu Kelurahan/Desa dan untuk Kabupaten Barru saat ini telah menuju Satu Paud Satu Dusun/Lingkungan. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru melaporkan bahwa Jumlah Tenaga Pendidik KB, Tenaga Pendidik TK dan Penyelenggara KB/SPS APBD 2014 yang menerima Insentif adalah 283 Orang. 

Diakhir sambutannya, Ir. H. Andi Idris Syukur, MS mengharapkan agar para tenaga pendidik dapat mendidik anak-anak pada usia dini dengan baik, karena anak-anak  tersebut adalah calon-calon pemimpin bangsa, sehingga sangatlah penting membentuk anak yang berkarakter Indonesia serta berkarakter to Berru sebagai identitas diri mereka. Dan beliau berharap para pendidik harus menyadari, bahwa tanggungjawab yang diemban sangatlah besar, karena menyangkut pendidikan moral anak. Hal ini sesuai dengan slogan PAUD yaitu ‘Selamatkan Moral Anak Indonesia’ (SEMAI). (Mahmud Rahim/Ahkam/Humas Pemkab Barru)

Polisi Kawal Distribusi Soal UN di Jakarta Utara

Jakarta, Metropol - Pendistribusian lembar soal dan lembar jawaban komputer rayon 3 Jakarta Utara dilakukan di SMA Negeri 13 mendapatkan pengamanan dari Polres Jakarta Utara. Sebanyak 32 kepala sekolah dari rayon 3 Jakarta Utara bersama staf masing-masing sudah berada di SMA 13 sejak Senin pukul 04.30 pagi dan dimulai dengan shalat serta rapat koordinasi selama 15 menit.

Noviola Leni, Kepala Sekolah SMAN 13 sekaligus Ketua Rayon 03 Jakarta Utara mengatakan bahwa rayon yang ia koordinasi terdiri dari 26 sekolah swasta dan 6 sekolah negeri.

"Persiapan distribusi soal dimulai sejak jam 05.15 WIB dimulai dengan membuka ruang segel penyimpanan. Pembukaan ruangan didampingi oleh kepolisian, pengawas satuan pendidikan dari perguruan tinggi, dan panitia ujian," ujar Noviola.

Ia menjelaskan bahwa kemudian soal diangkut ke ruangan panitia dan siap didistribusikan ke kepala sekolah masing-masing sekolah.

Ia menjelaskan tidak ada kekurangan dalam penyediaan soal dan distribusi. "Soal-soal untuk ujian dari hari Senin sampai Rabu sudah disimpan di SMA 13 dihadiri oleh perwakilan dinas pendidikan provinsi, dan kami dari panitia sudah mensortir sesuai kebutuhan masing-masing sekolah" jelas Noviola.

Pendistribusian soal ujian dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) di SMA 13 mendapatkan pengamanan dari Polres Jakarta Utara. "Pengamanan ini kami lakukan agar tidak terjadi kebocoran. Jadi kami awasi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Kasat Binmas Polres Jakarta Utara AKBP Nurdi Satriadji kepada wartawan.

Nurdi menjelaskan, Jakarta Utara ada 81 SMA dan 76 SMK, di mana Jakarta Utara ada 3 rayon, yakni rayon 3 ada di SMA 13, rayon 4 ada di SMA 75, rayon 5 ada di SMA 111 Penjaringan. Menurut Nurdi sistem pengamanan distribusi soal dan LJK Ujian Nasional ini dilakukan sejak dokumen ujian nasional di drop, yakni pada sabtu (12/4) saat soal ujian di drop di masing-masing rayon.

"Ada 300 kekuatan personel dari Polres Jakarta Utara. Kami mengamankan penjagaan di tempat penyimpanan dan saat pendistribusian ke masing-masing SMA," ujar Nurdi.

Nurdi menjelaskan untuk pengamanan lembar kunci jawaban memiliki tempat penyimpanan khusus. "Ada dua kelompok pengamanan, pertama pengamanan naskah ujian di empat rayon dan pengamanan di lokasi penyimpanan naskah di SMAN 13," tutup Nurdi. (Usup)

Dharma Pertiwi Bertekad Tingkatkan Kepedulian Sosial

Jakarta, Metropol - Dharma Pertiwi bertekad untuk meningkatkan kepedulian sosial, hal ini berkaitan dengan bagaimana memperkecil jurang antara yang kaya dengan yang miskin. Kemudian Pendidikan sangat strategis karena hanya dengan pendidikan bisa merubah segala hal dan menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Sedangkan kepedulian lingkungan merupakan salah satu bagian dari isu-isu besar, saat ini Indonesia tengah memasuki isu-isu besar yaitu kelangkaan energi, air dan makanan, dimana isu-isu besar tersebut harus di respon dengan sebaik baiknya. 

Hal tersebut  di atas semuanya berkaitan dengan tema yang diusung oleh Dharma Pertiwi dalam upaya memberikan kontribusi positif bagi TNI. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Dharma Pertiwi di Wisma A. Yani Jakarta. 
Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Moeldoko dalam sambutannya mengatakan bahwa tema peringatan HUT ke-50 adalah  dengan semangat kebersamaan, Dharma Pertiwi bertekad meningkatkan kepedulian sosial, pendidikan dan cinta lingkungan guna mewujudkan kesejahteraan prajurit TNI beserta keluarganya. Dari tema tersebut mengandung tiga pokok pikiran yaitu kebersamaan dan kepedulian, pendidikan dan cinta lingkungan, serta kesejahteraan prajurit beserta keluarganya. 

Kebersamaan dan kepedulian seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, dengan kebersamaan dan kepedulian, maka anggota Dharma Pertiwi diharapkan mampu menghadapi setiap dinamika perkembangan yang terjadi dengan hati yang sabar dan ikhlas serta dapat menyelesaikan berbagai bentuk persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di lingkungan. 

Pendidikan dan cinta lingkungan adalah dasar sendi utama kehidupan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan. Jika kehidupan keluarga telah sehat, cerdas dan sejahtera maka kehidupan masyarakat dan bangsa juga akan menjadi lebih baik. 

Kesejahteraan prajurit TNI dan keluarga ini sesuai dengan hasil Rapim TNI yang lalu, maka pimpinan TNI telah mengamanatkan agar meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI dan PNS TNI dalam rangka menjaga profesionalitas dan memelihara moril personel yang diwujudkan dengan menaikkan gaji, pemberian tunjangan-tunjangan serta melanjutkan pembangunan perumahan prajurit dan PNS TNI. 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI dan Ketua Umum Dharma Pertiwi menyerahkan tali asih  kepada warakawuri, anak yatim dan dilanjutkan dengan pemberian beasiswa kepada putra putri anggota Prajurit TNI. Kemudian untuk memeriahkan peringatan HUT ke-50, telah diselenggarakan beberapa kegiatan yaitu Bhakti Sosial ke Sinabung Sumatera, ceramah kesehatan tentang tanam benang dan ceramah pembinaan mental, anjangsana ke rumah sakit TNI, gerak jalan santai dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Kamal)

Taman di Jakarta Utara Marak PSK dan PMKS

Jakarta, Metropol - Kurangnya pengawasan dari instansi terkait mengakibatkan sejumlah taman di Jakarta Utara beralih fungsi, menjadi lokasi mangkal Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Bahkan, di Taman Tablo yang terletak di Jl Yos Sudarso, Kelapa Gading Barat, ketika malam berubah menjadi lokasi mangkal Pekerja Seks Komersial (PSK). Keadaan tersebut membuat warga sekitar resah dan terganggu. 

Taman di Jakarta Utara yang kerap dijadikan lokasi PMKS berkumpul diantaranya, Taman Gorontalo, Sungai Bambu, Tanjung Priuk, Taman Sulawesi, Koja, Kecamatan Koja. Sedangkan taman yang dimanfaatkan PSK sebagai tempat mangkal diantaranya, Taman Terminal Tanjung Priok dan Taman Tablo.

Syahrul (31), warga Kelapa Gading Barat, mengatakan, keberadaan para PSK kini semakin marak di sekitar Taman Tablo. Hal itu menurutnya, karena lemahnya pengawasan terhadap taman yang terletak di Jl Yos Sudarso sisi timur.

"Mereka mulai mangkal sejak pukul 21.00 sampai jelang subuh. Ini kan jalan besar, kan nggak bagus kalau sampai anak-anak melihat hal seperti itu," keluhnya.

Menurut Syahrul, bebasnya para PSK tidak terlepas dari penerangan yang minim di Taman sepanjang 300 meter itu. Selain itu, walaupun sudah berulang kali ditertibkan, bila memang tidak ada pengawasan, para PSK akan kembali datang. "Mungkin seharusnya ada CCTV yang mengawasi. Jadi kalau mereka mulai mangkal akan ketahuan," katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Utara Junaedi mengaku, sudah mendapat laporan soal kondisi tersebut. Bahkan, ia mengaku sudah memerintahkan Sudin pertamanan untuk menindaklanjuti laporan yang dia terima.

”Saya sudah menerima laporannya. Saya sudah perintahkan petugas menyelesaikan masalah disana (Taman Tablo),” ujarnya.

Selain persoalan PSK, tambah Junaedi, Pemkot Jakarta Utara juga sudah meminta Sudin pertamanan memastikan seluruh taman di wilayah utara Jakarta bebas dari PMKS. Sampai saat ini, ia mengakui masih ada beberapa taman seperti Taman Gorontalo dan Taman Terminal Tanjung Priok yang menjadi tempat berkumpulnya PMKS.

”Sesegera mungkin akan kita bereskan. Saat ini saya sudah meminta kepada Sudin Sosial dan Satpol PP untuk melakukan penertiban," ungkapnya. (Heroe)

BNN Gelar Workshop P4GN Untuk Wartawan

Jakarta, Metropol - Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Workshop Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi wartawan Media Massa, di Balai Pendidikan dan Pelatihan BNN, pekan lalu. 

Dalam kesempatan ini, Kepala BNN, DR. Anang Iskandar menaruh harapan besar agar para jurnalis dapat memberikan pemberitaan yang tepat dan lengkap tentang permasalahan narkoba yang sedang dihadapi. Menurut Kepala BNN, realitas yang ada di tengah  masyarakat adalah kurangnya pemahaman tentang masalah pengguna narkoba yang masih dianggap kriminal. 

“Masyarakat bukannya tidak paham, tapi belum melek betul tentang apa itu masalah adiksi yang dialami oleh pengguna narkoba, sehingga ketika pandangan masyarakat seperti itu, permasalahan narkoba tak kunjung usai,” kata Kepala BNN. 

“Karena itulah, peran media sangat besar dan dituntut kreativitasnya untuk menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba. Dengan harapan masyarakat jadi lebih paham mengenai bagaimana penanganan yang ideal terhadap pengguna narkoba,” pungkas Anang. 

Anang menambahkan, bahwa ada dua isu penting yang harus dipahami bersama, pertama masalah supply dan demand. Keduanya adalah bentuk kejahatan. Tapi yang membedakan adalah penanganannya. Ketika menghadapi demand, yaitu perkara pengguna narkoba yang tertangkap, maka hukumannya adalah tidak ditahan tapi direhabilitasi. Sementara dalam perkara supply, yang terkait peredaran narkoba, maka penjahatnya harus diberantas dengan keras dan tegas. (Kamal/Huas BNN)

Polri Keluarkan SP3 Tentang Tindak Pidana Pemilu

Jakarta, Metropol - Menjelang Pemilu tahun 2014, hiruk pikuk partai politik semakin meningkat tensinya. Dikarena para partai politik memberikan kebebasan bagi kadernya untuk mencalonkan diri menjadi calon legislatif.

Kebebasan untuk mencalonkan diri sebagai caleg para kader partai politik menimbulkan pelanggaran-pelanggaran tentang pemilu. Beberapa pelanggaran yang telah diketahui itu, pihak Polri telah menemukan 14 kasus pelanggaran.

Kasus-kasus ke 14 pelanggaran pemilu itu yang ditemukan Polri ternyata tidak memenuhi unsur pidana. Sehingga Polri mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus pidana pemilu.
“Terdapat 14 kasus yang di SP3, karena tidak memenuhi unsur pidana,” kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta.

Namun begitu, Polri tetap menyidik sejumlah kasus dugaan pelanggaran pemilu lainnya. Hingga kini, korps baju cokelat telah menerima sedikitnya 83 kasus dugaan tindak pidana pemilu. Menurutnya, kasus itu merupakan terusan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Seluruhnya 83 kasus. Penyidikan 41, P21 ada 27 kasus,” kata Sutarman.

Kata Kapolri, sebelum kampanye rapat terbuka Polri sudah menerima 45 kasus. Tujuh di antaranya masih dalam penyidikan dan 23 kasus lainnya berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21 serta 14 di SP3. 
Sementara, saat masa kampanye rapat terbuka, Polri menerima 38 kasus. Sebanyak 34 di antaranya masih dalam proses penyidikan. “Sedangkan empat kasus sudah P21,” ujar Sutarman.

Menurutnya, pada umumnya pelanggaran pidana pemilu itu menyangkut perusakan alat peraga kampanye. Kemudian, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ikut kampanye, politik uang, kampanye  di tempat terlarang, di luar jadwal dan pemalsuan identitas. 

"Untuk PNS yang ikut kampanye, ada 15 orang. Sedangkan money politik ada 12 kasus. Kasus pelanggaran dilakukan oleh orang per orang bukan secara korporasi,” paparnya.
Namun, Sutarman enggan membeberkan asal usul parpol yang diduga terlibat pidana itu. “Nanti takut disalahgunakan,” sambungnya.

Sutarman menyatakan, hingga kini anak buahnya terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan pidana pemilu itu. Walaupun, Polri hanya diberikan waktu 14 hari untuk menuntaskan kasus yang terkait pemilu. “Diharapkan proses seluruhnya bisa selesai,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini. (Red)