Blitar, Metropol - Kedatangan Megawati Soekarno Putri di Blitar, selain didampingi Puan Maharani juga nampak Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) beserta para pengurus DPP PDIP.
Megawati bersama Jokowi kali ini tidak seperti bisasanya, terkesan tertutup untuk para wartawan. Tidak ada statemen apapun yang keluar dari Megawati maupun Jokowi. Penjagaan yang super ketat dari para pengawal Megawati, membuat para wartawan rela menunggu didepan pintu gerbang Makam Bung Karno. Bahkan Walikota Blitar, Samanhudi Anwar pun tidak diajak untuk nyekar dan do’a bersama Megawati dan rombongan. Terkesan suasana dikuasai oleh Caleg DPR RI, Djarot Saiful Hidayat mantan Walikota Blitar dan pengurus DPP PDIP. Walikota Blitar hanya rela menunggu diteras Masjid di Komplek Makam Bung Karno tanpa dipersilahkan untuk bergabung dengan rombongan yang sedang berdo’a di pusara Bung Karno.
Hingga acara nyekar usai, pihak rombongan orang nomor satu di PDIP ini, tidak ada dialog apapun dengan Walikota Blitar, bahkan saling berjauhan. Pemandangan seperti ini terasa aneh, seharusnya Walikota Blitar selaku penguasa teritorial dan sebagai tuan rumah diperlakukan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan tidak adanya keharmonisan ditubuh partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih.
Dikatakan seseorang yang tidak mau disebut namanya yang kebetulan juga melihat kejadian tersebut mengatakan, seharusnya Megawati beserta rombongan menghargai Walikota Blitar sebagai tuan rumah bukannya sebaliknya.
“Ini tidak dibenarkan mas. Seharusnya siapapun Walikotanya harus tetap kita hormati. Dia kan sebagai tuan rumah dan penguasa teritorial,” jelasnya.
Sementara Walikota Blitar, Samanhudi Anwar menanggapi situasi seperti ini mengatakan, tidak keberatan atas perlakuan dan etika politik terhadap dirinya. Bahkan dia dengan senyum khasnya mengajak orang disekitarnya untuk membicarakan hal lain, termasuk membicarakan APBD Pro Rakyat yang sudah dilaksanakan dalam pemerintahannya, seperti yang baru-baru ini diluncurkan, yakni bus sekolah, nikah gratis dan lain-lain. Samanhudi dalam tahun ini juga berencana akan mencanangkan Kuliah gratis. Jadi bukan hanya SD, SMP dan SMA yang gratis namun sampai perguruan tinggipun akan digratiskan.
“Tidak apa-apa, saya tidak diajak bergabung. Malah enak justru bisa bergabung. Ngobrol dengan kamu dan lainnya. Saya bisa lebih santai,” ungkap Samanhudi Anwar.
Antusiasme warga dan pengunjung Makam Bung Karno, bukan tertuju kepada Megawati dan Puan, namun tertuju kepada Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi). Mereka silih berganti memanggil nama Jokowi dengan penuh semangat. Namun mereka kecewa, pasalnya tidak bisa mendekat Jokowi, karena ketatnya pengamanan.
Ditempat terpisah, Kepala UPTD Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, Heru Santoso mengatakan, kedatangan Megawati beserta rombongan hanya kunjungan ziarah biasa ke makam orang tuanya, tidak ada kaitannya dengan pencapresan. (IP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar