Kamis, 17 April 2014

Sosok Marsinah Hadir di Gedung Kesenian Kota Batu

Batu, Metropol - Bangkit dari peti mati, sosok Marsinah  menginginkan  adanya keadilan bisa hadir di tengah  hukum yang  bisa dibeli. (Minggu, 30 Maret 2014).

Sebuah persembahan Teater Air,  dengan mengambil tempat di Gedung Kesenian Kota Batu   membuat semua mata tak berkedip. Seakan masuk dalam cerita  kesedihan, kepedihan dan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh Marsinah.

Menurut Fuad, Ketua Teater air persembahan itu mengingatkan adanya sosok pahlawan yang kasusnya  masih belum tuntas hingga sekarang.

Selain itu dengan persembahan sosok Marsinah maka diharapkan gender, kepedulian  perempuan  lebih diperhatikan, salah satu contoh TKW yang menjadi penyumbang Devisa Negara terbesar juga harus dilindungi betul-betul.

"Ini juga kreatifitas  Teater dan kesenian yang diwadahi dalam parade Teater Jawa Timur, berlangsung (29-30 maret 2014), bertujuan menciptakan rasa silaturrahmi dan persaudaraan,” ujar Fuad.

Selain itu dengan tema Jangan Menangis Indonesia, yang dibawakan  dalam  sebuah puisi oleh anggota cilik  teater air, Zahra, Lana dan Reva, kita semua bersama sama ikut prihatin dengan  kejadian alam  yang sudah tidak bersahabat, akibat keserakahan manusia, dan banyaknya  pemimpin Korupsi.

“Namun, saya yakin dalam wadah teater dan seni  akan tumbuh  generasi baik, jujur dan ikhlas, bertanggungjawab  dalam memperjuangkan nasib rakyat, peka terhadap lingkungan dan  rasa kemanusiaan,” tuturnya.

“Untuk parade diikuti 12 teater dari Batu, Malang, Mojokerto, Surabaya, Jember. Dihari pertama, persembahan dari Padepokan Gunung Wukir,  Laskar Anak, Teater Air dan  Teater Sun Jember. (Yud/Rin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar