Batu, Metropol - Bangkit dari peti mati, sosok Marsinah menginginkan adanya keadilan bisa hadir di tengah hukum yang bisa dibeli. (Minggu, 30 Maret 2014).
Sebuah persembahan Teater Air, dengan mengambil tempat di Gedung Kesenian Kota Batu membuat semua mata tak berkedip. Seakan masuk dalam cerita kesedihan, kepedihan dan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh Marsinah.
Menurut Fuad, Ketua Teater air persembahan itu mengingatkan adanya sosok pahlawan yang kasusnya masih belum tuntas hingga sekarang.
Selain itu dengan persembahan sosok Marsinah maka diharapkan gender, kepedulian perempuan lebih diperhatikan, salah satu contoh TKW yang menjadi penyumbang Devisa Negara terbesar juga harus dilindungi betul-betul.
"Ini juga kreatifitas Teater dan kesenian yang diwadahi dalam parade Teater Jawa Timur, berlangsung (29-30 maret 2014), bertujuan menciptakan rasa silaturrahmi dan persaudaraan,” ujar Fuad.
Selain itu dengan tema Jangan Menangis Indonesia, yang dibawakan dalam sebuah puisi oleh anggota cilik teater air, Zahra, Lana dan Reva, kita semua bersama sama ikut prihatin dengan kejadian alam yang sudah tidak bersahabat, akibat keserakahan manusia, dan banyaknya pemimpin Korupsi.
“Namun, saya yakin dalam wadah teater dan seni akan tumbuh generasi baik, jujur dan ikhlas, bertanggungjawab dalam memperjuangkan nasib rakyat, peka terhadap lingkungan dan rasa kemanusiaan,” tuturnya.
“Untuk parade diikuti 12 teater dari Batu, Malang, Mojokerto, Surabaya, Jember. Dihari pertama, persembahan dari Padepokan Gunung Wukir, Laskar Anak, Teater Air dan Teater Sun Jember. (Yud/Rin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar