Sabtu, 03 Mei 2014

“Suara Hati Rakyat” Tegaskan Dukungan Kepada Prabowo-JK

Jakarta, Metropol - Di ilhami salah seorang anak bangsa bernama Ilham Ilyas, “Suara Hati Rakyat” muncul. “Suara Hati Rakyat” yang dimotorinya terus bersuara dengan lantang menyampaikan aspirasi rakyat. Bersama “Suara hati rakyat” Ilham kembali menyampaikan dengan penguatan dukungan atas pencapresan H. Prabowo Subianto dan H. M. Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019, di Jalan Talang Betutu, Jakarta Pusat (22/04)

Orasi dukungan atas kedua tokoh tersebut pun telah dilakukakan di beberapa tempat seperti di Jl. Wahid Hasyim Jakarta Pusat 1 April lalu. 

Belum lama berselang, Ilham Ilyas kembali menegaskan aspirasi dan penyampaian tersebut dalam sebuah acara sederhana yang dibalut dengan rangkaian penyantunan anak yatim.  Acara yang berlangsung di Jl. Talang Betutu, Jakarta Pusat itu dihadiri para wartawan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik. 

Dalam konferensi pers ditengah-tengah acara tersebut, Ilham Ilyas menyampaikan bahwa keberadaan  “suara hati rakyat” sebagai penyambung lidah rakyat adalah bertitik tolak dari rasa tanggungjawabnya selaku anak bangsa, dimana bahwa masa depan bangsa dan negara Indonesia sejatinya adalah tanggungjawab seluruh Rakyat Indonesia yang dijamin UUD 1945. 

Oleh karena itu ketika ditanya awak media atas inisiatifnya memasangkan Prabowo-JK selaku capres dan cawapres, Ilham menuturkan bahwa sebenarnya hal itu adalah kehendak dan aspirasi rakyat yang dia dengar selama ini. Pilihan kedua tokoh tersebut adalah juga sejalan dengan apa yang ia akuinya sebagai “Ilham” dari Tuhan Yang Maha Kuasa, yaitu melalui mimpinya dimana pertengahan tahun lalu bermimpin dan bertemu Prokalmator RI Soekarno dan menyampaikan kepadanya agar rakyat memilih dua tokoh tersebut.

“Adalah amanah, melalui mimpi dimana saya bermimpi beretemu Soekarno bahwa pasangan Prabowo-JK lah yang akan membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini menuju kemerdekaan jilid II yaitu, kemerdekaan hakiki, kemerdekaan yang pro kepada kerakyatan,” ungkap Ilham dihadapan para wartawan yang meliput orasinya. 

Disinggung soal apakah yang telah ia lakukan itu sudah dikomunikasikan kepada partai-partai yang mendukung Pencapresan Prabowo, Ilham mengakui memang tidak mengkomunikasikannya, alasannya karena dirinya bukanlah orang partai. “Saya rakyat Indonesia biasa, saya mewakili diri saya sendiri sebagai rakyat yang mana sebagian besar rakyat Indonesia menginginkan perubahan atas kesadaran diri sendiri, bukan karena paksaan, bukan pula hanya mengharapkan kekuasaan dan kekuasaan semata.

Karenanya dirinya tidak akan merasa rugi apalagi kecewa jika apa yang telah ia aspirasikan itu tidak diterima oleh para elite partai,. “ Karena sejujurnya kita ini adalah pejuang politik bukan pekerja politik, jadi tidak ada resiko kerugian apapun jika hal ini tidak tercapai, kita sebatas hanya menyampaikan kepada bumi pertiwi ini, kepada seluruh rakyat Indonesia dengan tulus ikhlas, bahwa ini keinginan rakyat yang diamanatkan kepada saya, “maka sebagai warga beragama saya wajib menyampaikan amanah itu kepada seluruh rakyat, demi kejayaan bumi pertiwi yang kita cintai ini,” tuturnya 

Dalam acara orasi itu juga diiringi doa bersama dan penyantunan anak-anak yatim di sekitar Jl. Talang Betutu Jakarta Pusat. Penyantunan anak yatim pada acara itu menurut Ilham sebagai wujud kepedulian kepada rakyat kecil / anak-anak tidak mampu, sekaligus meminta doa dari mereka agar keinginan besar rakyat Indoensia tersebut bisa terwujud. 

“Keberpihakan kepada rakyat kecil seperti anak yatim ini adalah perwujudan pasal 34 yaitu, fakir misikin dan anak terlantar dipelihara oleh negara dan dijamin oleh negara, ini salah satu contoh yang akan kami berikan nantinya kepada rakyat Indonesia. Karena itu tindak lanjut kedepannya, “saya hanya berharap agar seluruh rakyat memberikan dukungan moril dengan berdoa dan mendukung agar bagaimana kita bisa menciptakan perubahan dengan dimulai dari kesadaran diri kita sendiri, ” pungkasnya. (Baso Susanto)

Pro Kontra Ilegal Loging

Enrekang, Metropol - Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH. menerima para mahasiswa pendemo yang pro dan kontra terhadap penanganan kasus illegal loging yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Enrekang Drs. Andi Natsir, Msi sebagai tersangka. 

Gerakan aktivis Mahasiswa Pencinta Alam (GAM PALA) yang dikomandoi oleh Hasri Jack pada dasarnya meminta penjelasan kepada Badan Kehormatan atas tindakan yang diambil terhadap Ketua DPRD yang telah melakukan pembalakan liar kawasan hutan lindung di Desa Tuncung Kecamatan Maiwa. Disamping itu GAM PALA juga meminta kepada Kapolres untuk segera melakukan penahanan terhadap Andi Natsir. 

Selang beberapa hari Polres Enrekang kembali dipenuhi oleh pendemo yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Pemerhati Hukum yang dipimpin oleh Dzenal Castro justru menantang Kapolres untuk menghentikan proses hukum terhadap Andi Natsir yang menurut mereka kesannya dipaksakan. Pengunjuk rasa yang pro terhadap Andi Natsir dan dalam orasinya menghujat habis dan bahkan terkesan menghina institusi kepolisian ini tidak diberi kesempatan sedikitpun memasuki Mako Polres.

Kapolres Enrekang yang menyaksikan langsung aksi demo, kemudian menerima beberapa orang perwakilan untuk diberikan penjelasan. Kapolres mengatakan bahwa kasus illegal loging yang melibatkan Ketua DPRD ini proses hukumnya sudah sesuai dengan aturan. Tidak ada unsur politik apalagi dikait-kaitkan dengan salah satu tim penyidik yang menangani kasus ini yakni Bripka Hermawan, SH. Karena ada dendam masa lalu. Disamping itu Kapolres Enrekang juga menjelaskan bahwa para penyidik yang memeriksa kasus ini adalah orang-orang terbaik di Polres Enrekang. Oleh karena itu Kapolres meminta kepada para pengunjuk rasa untuk mengawal proses hukum ini hingga titik akhir.

Bisa dari unjuk rasa ini, salah seorang tokoh Masyarakat dan tokoh pendidik Drs. Muslimin, justru menilai orasi para Mahasiswa sudah kelewat batas. Orasinya yang berkesan begitu kasar seolah tidak menghargai orang disekelilingnya bahkan institusi yang dihadapinya. Sadar atau tidak, Mahasiswa adalah manusia intelek yang seharusnya menghargai lembaga yang diwakilinya, meskipun memang kita harus berontak atas ketimpangan yang terjadi tetapi tidak harus mengabaikan etika dan sopan santun dalam menyampaikan Orasi. “Kata pelacur, anjing dan kata-kata kotor lainnya tidaklah pantas keluar dari mulut orang yang berilmu dan bermartabat,” ujar Muslimin, (Sry YN)

Polri Akan Tindak Anggota Terlibat Pelecehan Seksual

Jakarta, Metropol - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menindak tegas dan memproses hukum anggotanya jika terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap lima anak perempuan berusia delapan hingga 10 tahun di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

"Apabila fakta-fakta itu memang benar, kami pasti akan menindak tegas sesuai hukum karena termasuk pelanggaran berat untuk anggota Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy Rafli mengatakan Mabes Polri memberikan kesempatan kepada Kepala Kepolisian Daerah Aceh untuk menegakkan aturan secara internal dan melakukan langkah-langkah hukum yang tegas bagi oknum yang terbukti melakukan pelecehan seksual.

Sementara Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F. Sompie, mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap lima anak perempuan oleh oknum polisi langsung ditangani Kepolisian Daerah Aceh.

"Kapolda Aceh sudah memerintahkan Direktorat Kriminal Umum untuk menangani dan mengungkap kasusnya. Jika benar ada kasus itu, kami akan lakukan penindakan sesuai prosedur," kata Ronny.

Sebelumnya, lima anak perempuan dibawah umur menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum polisi di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

"Hasil penelusuran kami, korban pelecehan seksual bertambah menjadi lima orang, dan para orang tuanya telah melaporkan ke kepolisian setempat," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kota Banda Aceh, Badrunnisa.

Badrunnisa mengatakan semula tiga anak berusia delapan hingga sepuluh tahun dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oknum anggota polisi.

"Para korban yang diduga orang dekat, dan mereka sering diajak jalan-jalan oleh pelaku," kata Badrunnisa. (Red)

Orangtua Calon Bintara Diundang Kepala Polda Sultra

Kendari, Metropol - Para orangtua calon bintara penerimaan 2014 diundang Kepala Polda Sulawesi Tenggara, Brigadir Jenderal Polisi Arkian Lubis, untuk mendengarkan secara langsung pengarahan soal sistem seleksi penerimaan calon bintara polisi.

"Kami para orangtua calon bintara diundang untuk mendengarkan pengarahan soal seleksi penerimaan calon bintara polisi," kata Abdul Hamid, salah satu orangtua calon bintara.

"Tempat para orangtua calon bintara Polri akan mendengarkan pengarahan Kapolda Sultra tersebut di Aula Politeknik Kesehatan Kendari di Jalan MT Haroyono, Kendari," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Sunarto, dalam keterangan terpisah di Kendari. Pendaftar penerimaan calon Bintara di Polda Sulawesi Tenggara sebanyak 4.099 orang terdiri 2.880 pria dan 1.219 wanita.

Menurut dia, generasi muda yang berminat ikut seleksi calon bintara Polri cukup banyak. Namun sebagian di antara mereka menemui kendala administrasi karena persyaratannya ketat.

"Kami mengimbau anak-anak muda yang potensial tapi masih terkendala persyaratan administrasi tidak putus asa karena masih ada kesempatan pada waktu mendatang," katanya.

Kepada calon bintara yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi, Kabid Humas Polda mengimbau agar mempersiapkan diri menghadapi tes yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Sebab yang dapat menolong lolos menjadi bintara Polri, kata dia, hanya hasil tes baik secara akademik, fisik maupun psikologi.

"Peserta seleksi anggota Polri tidak dipungut bayaran. Jangan percaya adanya oknum yang menjanjikan kelulusan dengan kesepakatan menyetor sejumlah uang," kata Sunarto. (Red Sultra) 

Kapolres Enrekang Pantau Pengamanan Pilcaleg

Enrekang, Metropol - Sekitar 242 personil kepolisian diturunkan untuk melakukan pengamanan dan disebar diseluruh TPS di Kabupaten Enrekang dalam rangka pemilihan calon anggota legislativ 9 April 2014 lalu. Antisipasi pengamanan ketat yang dilakukan oleh jajaran Polres Enrekang demi terciptanya pilcaleg yang aman, pada malam H-1 menjelang pemilihan masih ada beberapa tim sukses Caleg yang melakukan aktifitas melawan hukum yang seharusnya tidak boleh dilakukan aktifitas pada minggu tenang. 

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH. Ini sempat mengamankan satu unit mobil Kijang Innova warna putih dengan nomor polisi 1406 UP, dikemudikan dua orang melintas ke arah utara dan mencoba menembus petugas kepolisian yang malam itu melakukan operasi cipta kondisi. Mobil salah satu calon legislatif DPRD Provinsi dari partai Golkar ini memuat sembako yang sudah dipaketkan dan siap dibagikan di sekitar Randangan Kecamatan Enrekang. Malam itu juga Kapolres segera menghubungi Panwaslu dan pihak yang berkompeten untuk melakukan tindakan penahanan barang bukti sehingga paket sembako tersebut tidak sampai dibagi.

Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, SH, MH. Mengatakan, kasus ini sementara dalam proses sidik, setelah melalui mekanisme yaitu klarifikasi dan diteliti oleh Panwas kemudian dilanjutkan pada tahap koordinasi dengan Panwas, Polri dan Kejaksaan dengan istilah GAKKUMDU tindak pidana pemilu. Setelah itu Panwaslu akan menyerahkan hasil klarifikasi dan penelitian yang menyatakan cukup bukti adanya unsur perbuatan melawan hukum tindak pidana pemilu untuk ditindak lanjuti ke pihak kepolisian. Selanjutnya pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka dan penyitaan barang bukti untuk diajukan ke Pengadilan negeri dan berkasnya dalam waku 2-3 hari akan diajukan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Enrekang. 

Kapolres menambahkan saat ini sudah ada dua tersangka yang ditetapkan yaitu Fian dan Ilham sebagai pihak yang mendistribusi barang tersebut, saat ini kasus tersebut sudah proses P21 dan sudah beberapa kali disidangkan mengingat waktunya cukup singkat yaitu 14 hari setelah penangkapan. 

Hingga berita ini diturunkan kondisi Kabupaten Enrekang menjelang dan pasca pemilihan calon legislative aman terkendali. Demikian halnya saat rekapitulasi suara berlangsung, itu karena adanya komitmen Kapolres Enrekang untuk membatasi pengunjung yang memasuki gedung KPU kecuali Anggota KPU, panwaslu, para saksi Partai, media cetak dan elektronik. Penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan TNI adalah wujud komitmen Kapolres Enrekang untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah kerjanya. Disamping itu Kapolres juga turun langsung melakukan pemantauan pengamanan hingga ke desa terpencil yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua. (Sry YN) 

Kapolda Metro Jaya Seleksi Penerimaan Brigadir 2014 Bersih dari KKN

Jakarta, Metropol - Pendaftaran penerimaan calon Brigadir Tahun Anggaran 2014 telah berakhir. Dalam waktu dekat, akan dilakukan seleksi bagi para peserta. Pada tahapan seleksi ini, Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatna menjamin proses tersebut bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Dwi yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Daerah Penerimaan Brigadir di wilayah Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum yang bermain.

"Kita menjamin proses seleksi ini bersih. Kalau ada oknum yang main-main, Propam akan bertindak," tegas Dwi kepada wartawan.

Dwi mengatakan, hanya kandidat yang lulus rangkaian tes yang akan lolos. Proses seleksi ketat yang disaksikan oleh pengawas internal dan ekseternal seperti Diknas DKI, Disdukcapil DKI, HIMPSI Jaya, IDI DKI Jakarta, FIK UNJ, Kompolnas, LSM KPS dan Lembaga Sandi Negara dan juga unsur Muspida seperti Gubernur DKI Jakarta, Pangdam Jaya, Pangkoops AU dan Deputi Pencegahan KPK.

"Proses seleksi ini disaksikan pengawas internal dan eksternal untuk mencegah praktek KKN dan penipuan sehingga akan berdampak pada integritas," kata Dwi.

Dwi juga menegaskan, pihaknya tidak menerima 'titipan' dalam proses seleksi ini.

"Tidak menerima sponsorship. Kembang mawar kembang melati, tidak boleh ditawar harga mati," ujar Dwi. (Red)

Kapolda Jambi Tidak Ada Pungutan Dalam Penerimaan Polisi

Jambi, Metropol - Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya menegaskan tidak ada pungutan alias gratis dalam proses penerimaan calon Brigadir Polri.

Penegasan ini disampaikan langsung Kapolda saat memberikan arahan kepada Panitia Daerah (Panda) calon Brigadir dan Polwan serta orang tua maupun wali calon Brigadir Polri Polda Jambi.

"Saya tegaskan kepada seluruh orangtua dan calon peserta seleksi untuk tidak tergiur dengan janji-janji dari orang-orang ataupun panitia yang menjamin kelulusan calon peserta," tegas Satriya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga mengajak semua pihak untuk ikut mengawasi jalannya proses penerimaan Brigadir Polri tersebut, agar selalu berada pada jalur yang benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Satriya mengatakan, jumlah peserta didik Brigadir Polri yang diterima tahun ini berjumlah 17.750 orang yang terdiri dari 10.750 orang pria dan 7.000 orang wanita.

Polda Jambi sendiri mendapat kuota peserta didik sebanyak 356 orang yang terdiri dari 196 orang pria dan 160 orang wanita atau untuk calon Polwan.

Untuk seluruh wilayah Provinsi Jambi, yang melakukan pendaftaran berjumlah 4.012 orang, yang terdiri dari 2.706 pria dan 1.306 wanita. 

Setelah diadakan pemeriksaan administrasi awal, telah terjaring peserta seleksi sebanyak 3.915 orang, dengan rincian 2.615 orang pria dan 1.263 orang wanita. (Red)

Bareskrim Polri Ringkus Bandar Togel Internasional Beromset Rp 400 Juta.

Jakarta, Metropol - Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia (Polri) berhasil meringkus seorang bandar togel jaringan internasional berinisial JY (50), di kawasan Jakarta Barat,  (Kamis 24 April 2014).

"Kami berhasil menangkap bandar togel berinisial JY, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sementara, “cara kerja yang dilakukan tersangka adalah menerima pasangan dari agen di bawahnya melalui SMS," ungkap Kasubnit I Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri AKP Anton Hermawan, di Gedung Bareskrim Polri.

Dalam menjalankan aksinya, JY menggunakan dua buah hand phone (HP) untuk menerima dan mengirim SMS nomor togel dari para pemain atau agen yang berjumlah 500 orang. Tak tanggung-tanggung, dalam sepekan tersangka bisa mengantongi uang hingga Rp400 juta.

"Keterangan pelaku omset per minggu Rp60 juta. Tapi dari penyelidikan seminggu Rp400 juta. Kami sudah memblokir lebih dari 100 rekening yang terindikasi terlibat judi togel tersebut," tegasnya. 

Anton menambahkan, rekening yang disita umumnya dari Bank Central Asia (BCA). Ratusan rekening tersebut digunakan oleh bandar, agen dan pemain untuk transaksi judi togel. "Kami temukan banyak pemain dan agen menggunakan rekening dengan data fiktif," sambungnya.

Kemudian, antara bandar dengan agen dan pemain ternyata sudah saling mengenal. Bahkan, tinggal satu komplek. "Sebagian besar di Jakarta dan saudara atau tetangga satu komplek jadi semuanya saling kenal. Mereka satu jaringan, saling kenal semua. Ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu," jelas Anton.
Menurut dia, tersangka JY berhubungan dengan jaringan togel yang ada di Singapura. Bandar di Singapura menawarkan taruhan yang sangat menggiurkan para pemain di Indonesia.

"Jika berhasil menebak dua angka akan mendapat 69 kali uang taruhan. Kalau menebak tiga angka mendapat 400 kali uang taruhan dan empat angka akan mendapat 2500 kali uang taruhan. Bisa dibayangkan kalau memasan Rp1000 saja berhasil menebak empat angka maka dapat Rp2,5 juta. Bagaimana kalau pasang lebih dari itu?" paparnya.

"Si Bandar menunggu hasil email atau dari situs perjudian di Singapura. Semua pakai SMS, dengan pasangan paling besar Rp50 juta dan kecil Rp500 ribu," lanjutnya.

Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri berhasil menyita sembilan buku tabungan BCA dan dua buku tabungan Bank Mandiri yang diatasnamakan anak tersangka. Selain itu, penyidik juga mengamankan satu buku catatan togel, tiga lembar catatan transaksi, tiga buah token BCA, dua buah HP, satu buah kalkulator dan alat tulis.

"Kami sejauh ini juga sudah memeriksa lima orang saksi, termasuk anak bandar judi togel," kata Anton. ( Kamal )

Bandar Narkoba Asal Kampung Dumaring Tertangkap

Berau, Metropol - Keberhasilan Satuan Reskoba Polres Berau mengungkap sindikat pemasok narkotika jenis sabu yang berskala besar, membuktikan bahwa Kabupaten Berau dijadikan sasaran  empuk para sindikat narkoba untuk melakukan transaksi barang haram tersebut, hal ini terungkap kembali, sekitar pukul 22.00 pada 14/04 satuan narkoba Polres Berau lagi-lagi meringkus dedengkot barang haram berinisial Sirajuddin (34) yang beralamat di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, yang merupakan bandar narkoba jaringan kota Tarakan Kalimantan Utara.

Kapolres Berau, AKBP Mukti Juharsa yang didampingi Kasubag Humas Polres Berau AKP K. Marwoto dalam keterangan persnya baru-baru ini diruang kerjanya mengatakan, untuk dihimbau kepada masyarakat Kebupaten Berau, waspada, bila melihat ataupun mendengar ada kegiatan yang mencurigakan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Menurutnya sindikat ini melakukan transaksi dengan karyawan perusahaan yang ada di pelosok seperti perusahaan sawit.

Kapolres mengatakan, terungkapnya kembali transaksi narkotika jenis sabu-sabu ini, tak lain adalah kerja keras dari SatReskoba Polres Berau, yang mana petugas Reskoba sudah memantau gerak gerik pelaku yang kebetulan merupakan target Kepolisian, saat dilakukan penggerebekan di rumahnya di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan tanpa ada perlawanan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, dua pucuk senjata api  masing-masing senjata penabur dan senjata laras panjang, lengkap dengan amunisi yang dipersiapkan melawan petugas, puluhan poket sabu-sabu yang sudah dikemas dengan berbagai macam ukuran, mulai paket kecil hingga paket besar, uang tunai sebanyak Rp. 179 juta dari hasil penjualan narkotika juga di amankan, guna bahan penyidikan.

Akibat perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal yang berbeda, yaitu pasal mengenai kepemilikan senjata api dan pasal 114 (1) dan  pasal 112 (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun, dan maksimal 14 tahun penjara. (Sofyan)

AKBP Eko Wahyuniawan, S.IK Jangan Abaikan Hal-hal Kecil Bila Berkendaraan

Baubau, Metropol - Kapolres Baubau, AKBP Eko Wahyuniawan, S.IK menghimbau masyarakat Kota Baubau untuk tidak mengabaikan hal-hal kecil dalam berkendaraan, seperti menggunakan helm bagi pengendara roda dua, dan menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat.

Pelanggaran-pelanggaran kecil pengendara, seperti tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman masih kerap terjadi. Apalagi ketika petugas Satuan Lalulintas (Satlantas) sedang tidak berjaga di jalan. Padahal, bila disadari hal itu tidak perlu terjadi. Karena helm dan sabuk pengaman sangat penting terhadap pencegahan resiko kecelakaan.

"Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas itu sangat penting, karena itu merupakan amanat undang-undang, yang tujuannya untuk mencegah resiko berkendaraan," ucap pria dua mawar dipundaknya itu.

Kecelakaan berkendaraan merupakan kejadian diluar dugaan, karena setiap orang pasti tidak menginginkan kecelakaan. Namun, selaku manusia biasa selalu tidak terlepas dari kelalaian.  Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka harus mematuhi tata tertib berlalulintas.

Hal yang perlu diketahui, angka kecelakaan di Indonesia sangat besar. Bila dibandingkan, jumlah korban perang dunia kedua yang kurang lebih berlangsung selama enam tahun, lebih besar jumlah korban kecelakaan selama satu tahun.

Bagi pengendara roda dua, helm terkadang hanya dijadikan sebagai hal sepele, namun sebenarnya itu sangat penting untuk melindungi benturan kepala bila terjadi kecelakaan. Karena hal yang paling fatal bila terjadi kecelakaan adalah benturan kepala. Sama halnya sabuk pengaman terhadap pengendara roda empat, juga untuk menghindari benturan kepala termasuk bagian tubuh lainnya.

Hal Senada juga diungkapkan Kasat Lantas Polres Baubau, AKP Suparno. Dia menambahkan, untuk pengedara roda dua, pelindung keselamatan hanya satu persen, yaitu helm pada bagian kepala. Pasalnya, pada bagian tubuh lainnya, seperti samping kiri kanan dan muka belakang tanpa pelindung apa-apa. Lain halnya mengendarai roda empat, karena masih dilindungi dinding. (Red Sultra)  

Panglima TNI dan Pangab Filipina Pimpin Sidang Ke-1 Philindo Military Corporation Tahun 2014

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bersama dengan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Filipina Jenderal Emmanuel Trinidad Bautista memimpin secara resmi acara sidang ke-1 The Philippines-Indonesia Military Cooperation (PHILINDO MC) di hotel Borobudur Jakarta, baru-baru ini. Forum Philindo MC merupakan forum pertemuan tahunan yang membahas, mengevaluasi, merekomendasikan dan melaksanakan kerja sama militer di kedua negara.

TNI dan Armed Forces of the Philippines (AFP) telah lama menjalin kerja sama militer yang saling menguntungkan di segala bidang dengan baik, serta telah memiliki kesepahaman bersama yang tertuang dalam The Joint Understanding Between the TNI and AFP on The Philippines-Indonesia Military Cooperation yang ditanda-tangani oleh Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara di Davao City, Filipina Selatan, pada tanggal 10 Desember 2012. 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa forum ini baru terselenggara yang pertama kalinya dan sesuai kesepakatan bersama. Kedua belah pihak setuju bahwa pelaksanaan forum akan dilakukan secara bergantian baik di Indonesia maupun di Filipina. Adapun materi yang dibahas yaitu kerja sama bidang intelijen (Joint Intelligence Sub-Committee/JISC), kerja sama bidang operasi dan latihan (Joint Operations and Exercises Sub-Committee/JOESC), kerja sama bidang pendidikan dan pelatihan (Joint Training and Education Sub-Committee/JTESC) serta hal-hal lain yang terkait kerja sama militer kedua Negara.

Pada akhir kegiatan, Pangab Filipina menyerahkan dan menyematkan satyalancana kehormatan Chief of Staf Armed Forces of the Philippines (CSAFP) Commendation Medal kepada Panglima TNI beserta 20 perwira TNI lainnya. Penganugerahan tersebut atas dasar ungkapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi AB Filipina terhadap para prajurit TNI, yang melaksanakan bantuan kemanusiaan saat wilayah di Provinsi Leyte Filipina dilanda bencana topan Haiyan.  Bencana tersebut telah menghancurkan harta-benda dan nyawa penduduk Filipina. Reaksi cepat pengiriman bantuan kemanusiaan oleh TNI yang dikirim dengan pesawat angkut C-130 Hercules tersebut telah mendorong Jenderal Emmanuel T. Bautista menyerahkan medali kehormatan kepada prajurit-prajurit TNI.

Dalam forum ini Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi oleh Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amril Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Aspers Panglima TNI Laksda TNI Sugeng Darmawan, SE. dan Kapuskersin  TNI Laksma TNI Suselo. Sedangkan Jenderal Emmanuel T. Bautista didampingi oleh Kepala Staf AFP  General Emmanuel Trinidad Bautista dan Komandan Eastmincom LtGen Ricardo Rainer G. Cruz serta beberapa staf lainnya.

Dalam kesempatan tersebut kepada rekan-rekan media, Panglima TNI memberikan keterangan terkait dengan jam tangan Richard Mile seri  black kite RM-011 yang digunakan Panglima TNI sehari-hari. Jam tangan tersebut merupakan produk innovation dan hasil replika yang sedemikian sempurna.  “Pada saat saya melihat jam ini, selalu menginspirasi saya untuk membuat inovasi-inovasi terbaru setiap hari,” kata Panglima. (Red)

Lepas Sambut Dandim 0721/Blora dan Kepala Pengadilan Negeri Blora

Blora, Metropol - Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora berlangsung acara lepas sambut Komandan Kodim 0721/Blora dari pejabat lama Letnan Kolonel Kav Abd Haris, S.IP kepada pejabat baru Letnan Kolonel Inf Ariful Mutaqin yang sebelumnya menjabat sebagai Dansecata/Gumil Resimen Induk Kodam Iskandar Muda, Selanjutnya Letkol Kav Abdul Haris, S.IP menempati jabatan baru sebagai Kabag Binsat Sdirbinpuanter Pusterad. 

Selain lepas sambut Dandim 0721/Blora juga dilakukan Kepala Pengadilan Negeri Blora dari pejabat lama Erma Suharti kepada pejabat baru S. Pujiono, SH, M.Hum, yang selanjutnya Erma Suharti pindah tugas di PN Yogyakarta. 

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama Dandim 0721/Blora Letkol Kav Abd Haris, dan Kepala Pengadilan Negeri Blora Ibu Erma Suharti atas pengabdiannya dan dedikasinya selama menjalankan tugas di Kabupaten Blora. Dan semoga ditempat baru nantinya keduanya semakin sukses dan semakin gemilang kariernya.

Letkol Kav Abd Haris, S.IP sambutannya menyampaikan terimaksih atas dukungan semua pihak utamanya jajaran Pemerintah Kabupaten Blora yang telah membantu selama menjalankan tugas di Kabupaten Blora. Hubungan antar pimpinan di Blora dan lapisan masyarakat. Menurutnya selama ini seperti keluarga dan penuh kebersamaan dan keakraban.

“Saya bertugas selama tiga tahun di Blora banyak kenangan dan pengalaman yang saya dapat. Saya sekeluarga mohon pamit dan minta do’a restunya agar ditempat baru bisa menjalankan tugas dengan baik. Semoga Kabupaten Blora semakin maju dan sejahtera” tegasnya.

Ucapan yang sama disampaikan Ibu Erma Suharti, selama menjalankan tugas di Kabupaten Blora, menurutnya hubungan antar pimpinan baik kedinasan dan diluar kedinasan bisa terjalin secara kekeluargaan. Dalam kesempatan ini pula, saya mohon maaf jika selama menjalankan tugas di Kabupaten Blora belum maksimal. 

Kabupaten Blora menurut saya tempat yang menyenangkan sehingga berat rasanya meninggalkan. namun ini semua karena tuntutan tugas, saya harus menjalaninya. Mutasi di Pengadilan Negeri Yogyakarta saya kembali ke kampung halaman dan bisa tinggal serumah dengan keluarga, “sekaligus bisa menjalankan tugas sebagai seorang Ibu rumah tangga yang baik,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Blora Abu Naïf beserta isteri, Kapolres Blora AKBP Mujiyono, S.IK beserta isteri, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Yusa Aulia beserta isteri, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Jaelan beserta isteri, Danyonif 410/Alg Letkol Inf Hari Santoso beserta isteri, Kasdim 0721/Blora Mayor Kav Burhanuddin beserta isteri, Pimpinan SKPD beserta isteri dan tamu undangan lainnya. (Pujo/Sjn-Pendim 0721/Blora)

Kasal Kunjungi Kontingen Garuda di Lebanon

Jakarta, Metropol - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio didampingi Aspam Kasal Laksda TNI I Putu Adnyana, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, PTRI (Perwakilan Tetap Republik Indonesia) PBB di New York Laksma TNI Yos Toto dan Athan RI di Kairo Kolonel Mar Ipung Purwadi, beberapa waktu lalu mengunjungi Prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai peacekeepers dan tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon.

Kedatangan Laksamana TNI Dr. Marsetio beserta rombongan disambut oleh Komandan Kontingen Garuda Unifil Kolonel Inf Adipati Karnawijaya beserta Komandan Satgas (Dansatgas) Kontingen Garuda (Konga) lainnya, diantaranya : Dansatgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-H/Unifil Letkol Inf M. Asmi,  Dansatgas MPU (Military Police Unit) Konga XXV-F/Unifil Letkol Cpm Andri Gunawan, Dansatgas FPC (Force Protection Company) Konga XXVI-F2/Unifil Letkol Inf Aulia Dwi serta Dansatgas MCOU (Military Community Outtreach Unit) Konga XXX-D Mayor Arm Ezra Nathanael, bertempat di Soedirman Camp, Naqoura, Lebanon Selatan.

Selanjutnya, Kasal dan rombongan bergerak menuju ruang briefing Mako Satgas FPC guna menerima paparan dari Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Adipati Karnawijaya. Diantaranya tentang tugas pokok beserta satgas apa saja yang tergabung dalam Kontingen Garuda dan kendala-kendala yang dihadapi serta situasi keamanan terkini di area operasi satgas Kontingen Garuda.

Dalam arahannya. Kasal antara lain menyampaikan rasa bangga terhadap keberhasilan yang telah di capai oleh Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda, dari awal penugasan sampai sekarang serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Prajurit TNI yang berada di Lebanon,” ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Laksamana TNI Dr. Marsetio memberikan bantuan berupa perlengkapan olahraga, antara lain enam buah meja tenis dan perlengkapan bola voli. Sebelum meninggalkan Soedirman Camp, Kasal menyempatkan diri untuk foto bersama beserta pejabat teras Kontingen Garuda di Lapangan Hitam Soedirman Camp, Naqoura, Lebanon Selatan. (Red)  

Wanita Indonesia Terlibat Jaringan Narkoba Internasional

Jakarta, Metropol - Kurang dari sepekan, dua wanita Indonesia ditangkap oleh BNN karena terlibat dalam jaringan narkoba. Pertama adalah Al, seorang ibu rumah tangga yang menjalani karir sebagai kurir narkoba. Dari tangan Al, BNN menyita sabu seberat 1.216,42 gram. Kedua, Jul, seorang wiraswastawan yang beralih profesi menjadi kurir narkoba. Dari tangannya, petugas BNN menyita heroin seberat 4.067,1 gram dan sabu seberat 2.386,9 gram.Kedua kurir wanita ini dikendalikan oleh orang Nigeria yang sama. 

Pertemanan wanita Indonesia dengan pria Afrika kembali berujung malapetaka. Al seorang wanita asal Jakarta, harus menelan pil pahit setelah ditangkap petugas BNN, pada 16 April 2014, di halaman parkir Seven Eleven Daan Mogot Jakarta Barat. Di dalam mobil tersangka, petugas menyita 1,72 gram sabu. Setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya di daerah Jakarta Barat, petugas berhasil menyita 1.214,7 gram. 
Al mulai menjalani kurir sejak Februari 2014. Ibu rumah tangga ini nekat menjadi kurir karena tawaran menggiurkan dari seseorang bernama Ben alias Hen (DPO) melaui situs jejaring sosial.  Pada saat itu, Ben menawarkan uang sebesar Rp 32 juta untuk pembayaran sewa rumah selama satu tahun, di kawasan Taman Surya Palem Paradis Jakarta Barat. 

Berdasarkan pengembangan data intelejen, rupanya Al pernah beberapa kali melakukan transaksi narkoba dan salah satunya bertransaksi dengan seorang kurir lainnya bernama Jul. Petugas melakukan penyelidikan yang lebih mendalam dan akhirnya berhasil meringkus Jul, pada Senin (21/4), di depan pintu masuk apartemen BNI Apartemen Sudirman Park dengan barang bukti heroin seberat 4067,1 gram. Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di tempat tinggal Jul lainnya di daerah Kramat Lontar dan petugas berhasil menyita sabu seberat 2.386,90 gram.

Dari keterangannya, Jul mengaku diperintah Ben (DPO) untuk mengambil sabu tersebut di Tamini Square, dua hari sebelum ia tertangkap. Sabu ia peroleh dari seorang pria asal Pakistan. Setelah mendapatkan barang tersebut, ia langsung membawa dan menyimpannya di rumah kakaknya di daerah Pasar Baru Timur.

Jul mulai mengenal Ben pada Desember 2013, setelah dikenalkan oleh temannya. Jul ditawari untuk menjadi kurir dengan upah variatif antara dua  hingga tiga juta rupiah setiap transaksinya. Ia hanya ditugaskan mengambil sabu di satu titik dan mengantarkannya ke titik yang lain. 

Sejak Februari 2014, Jul sudah melakukan lima kali transaksi. Pertama, pada pertengahan Februari, Ia mengambil sabu dari El (DPO) di Tanjung Priok dan menyerahkan kepada Sh (DPO) di Kampung Melayu. Kedua,  pada akhir Februari, ia mengambil 11 bungkus paket sabu dari El, di Bogor. Ketiga, pada pertengahan Maret, ia mengambil sabu dari Al alias Rit di daerah Jakarta Pusat dan menyerahkannya pada I di Kebayoran Baru. Keempat,  pada akhir Maret, ia mengambil sabu dari Al di Daan Mogot yang disembunyikan dalam 2 kotak susu yang berisikan masing-masing 7 bungkus paket shabu dan selanjutnya ia simpan di kostnya sambil menunggu perintah selanjutnya. Sedangkan aksi kelimanya gagal karena tertangkap tim BNN. (Kamal) 

Sosialisasi (P4GN) Di Lingkungan Perguruan Tinggi Jakarta Timur

Jakarta, Metropol - Acara Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dilingkungan Perguruan Tinggi Jakarta Timur yang dilaksanakan di gedung koordinasi perguruan tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III Cawang Jakarta Timur dan bekerjasama dengan BNNK Jakarta Timur, yang melibatkan 50 mahasiswa dari 22 universitas yang ada di wilayah Jakarta Timur.

Masing-masing universitas di wakilkan 2 orang peserta. Hadir sebagai narasumber Kepala BNNK Jakarta Timur  Supardi, SH, MH dan Prof. Dr. Ilza Mayuni, MA Kordinator Kopertis Wilayah III.

Anton S. Siagian, SH, MH sebagai pelaksana acara mengingatkan kepada para peserta bahwa, kita BNN Kota Jakarta Timur menghimbau peran aktif masyarakat, aparatur pemerintah, swasta, yang bermukim di wilayah Kota Jakarta Yimur untuk bersama-sama menyelamatkan korban penyalahgunaan narkotika. Mereka (korban) bukanlah musuh ataupun aib bagi siapa pun karena mereka adalah penerus bangsa dan tanah air ini yang harus diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika. 

Narkotika secara tidak langsung telah menjajah para kawula muda maupun tua, oleh karena itu dengan acara seperti ini, kita BNN Kota Jakarta Timur mengharapkan tumbuhnya kesadaran dalam diri mahasiswa/i untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

Tiga permasalahan yang harus di perangi di Indonesia, 1. Korupsi, 2. Terorisme 3. Narkotika. Bila ketiga  ini bisa di perangi maka kedepannya Indonesia akan bersih, Prof. Dr. Ilza Mayuni, MA berharap dalam program BNN yang bekerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Kopertis Wilayah III ini, menginginkan kedepannya akan lebih banyak lagi peserta yang hadir dalam sosialisasi (P4GN) dikarenakan di Jakarta Timur ini saja mempunyai lebih dari setengah juta mahasiswa PTN. 

“Kalau kita melaksanakan program yang sama dengan jumlah 1000 peserta yang hadir, di Jakarta Timur ini belum cukup kalau kita bandingkan dengan kebutuhan selain inisiatif BNN. Inisatif kompertis dan inisiatif kampus yang ingin kita tumbuh kembangkan, kampus secara mandiri bisa melaksanakan program-program ini yang dilakukan BNN  untuk memerangi narkotika di kalangan kampus,” tegasnya.

Dalam sambutanya sebagai narasumber dan ketua BNNK Jakarta Timur  Supardi, SH, MH menegaskan kepada peserta yang hadir, ada kurang lebih 23 juta orang penyalahguna narkotika masuk penjara. Untuk itu BNN telah mencanangkan tahun penyelamatan penyalahgunaan narkotika 2014, yang sudah ditandatangani oleh 7 Kementerian. Tahun 2014 ini untuk menyelamatkan pengguna narkotika supaya tidak menggunakan lagi, sehingga mereka bisa pulih dari narkotika. 

Ketua BNNK Jakarta Timur  Supardi, SH, MH berpesan kepada peserta sosialisasi (P4GN) yang hadir. Koordinator Kopertis Wilayah III Prof. Dr. Ilza Mayuni, MA menyatakan, “tanpa peduli BNN tidak bisa ada disini dan tanpa kepedulian anda semua. Untuk itu tugas adik-adik sebagai agen di kampusnya masing-masing bisa menjadi penyelamat narkotika agar anak bangsa terbebas dan bersih dari narkotika,” ujar Ilza Mayuni. (Deni.M)

Melalui Rapat Koordinasi BNN Optimalisasi Peran dan Fungsi BNNP dan BNNK

Jakarta, Metropol - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Rapat Koordinasi terkait penanganan pecandu Narkoba melalui upaya rehabilitasi di Redtop Hotel, Jl. Pecenongan 72, Jakarta Pusat, (Senin (28/4). Kegiatan yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi BNNP/BNNK di Bidang Rehabilitasi Pecandu dan Korban Penyalah Guna Narkotika” ini dihadiri oleh seluruh Kepala BNN Provinsi (BNNP) dan Kepala BNN Kabupaten/Kota (BNNK). Rakor ini merupakan bentuk dari implementasi dari peraturan bersama yang telah ditandatangani oleh BNN dan seluruh instansi yang tergabung didalam Forum Mahkumjakpol (Mahkama Agung, Kemenkumham, Kejaksaan Agung dan Polri) pada 11 Maret 2014 lalu. Tak hanya perwakilan BNN, Rakor juga dihadiri oleh perwakilan Kemkes, Kemensos, Kemenkumham, Kejaksaan, serta Bareskrim Polri. 

Hasil penelitian BNN bersama Puslitkes UI menunjukkan bahwa jumlah pecandu di Indonesia sekitar 3,8 s.d. 4,2 juta jiwa. 27 % diantaranya merupakan kelompok coba pakai, 45% kelompok teratur pakai, 26 % kelompok pecandu bukan suntik dan 2 % kelompok pecandu suntik (Jurnal Data P4GN Edisi Tahun 2013). Dari angka diatas, pecandu yang memerlukan layanan terapi dan rehabilitasi dengan segera adalah 1.190.000 orang. Korban penyalah guna yang tergolong dalam kategori coba pakai dan teratur pakai masih dapat ditangani dengan kegiatan pencegahan primer dan intervensi singkat. 

Pada tahun 2012, dari estimasi 4,2 juta penyalah guna narkotika di Indonesia hanya sekitar 14.510 orang yang mengakses layanan rehabilitasi di seluruh Indonesia. Jumlah terbanyak pada kelompok usia 26 – 40 tahun yaitu sebanyak 9.972 orang. Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido sendiri, pada tahun 2012 hanya dapat memberikan layanan kepada 908 orang pecandu. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar korban penyalah guna narkotika belum mendapat perawatan dan tidak terakses oleh layanan terapi dan rehabilitasi. 

Adanya PP Wajib Lapor No. 25 Tahun 2011 tidak menjadikan para pecandu mau melaporkan diri ataupun menjalankan rehabilitasi secara suka rela. Stigma negative masyarakat terhadap pecandu menyebabkan mereka (dan/atau keluarga) enggan mengakui bahwa dirinya adalah pecandu Narkoba. Disamping itu, banyak diantara kita yang masih menganggap pecandu merupakan pelaku tindak kriminal yang harus dihukum pidana. 

Menghadapi hal tersebut, BNN telah melakukan pencanangan tahun 2014 sebagai “Tahun Penyelamatan Pengguna Narkotika”. Program ini juga didukung dengan dikeluarkannya Peraturan Bersama antara Mahkumjakpol, Kemenkes, Kemensos dan BNN tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika melalui upaya rehabilitasi. 

Diselenggarakannya Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk mensinkronisasikan dan mengkoordinasikan kebijakan/program terkait rehabilitasi pecandu Narkoba kepada seluruh BNNP dan BNNK selaku pelaksana program rehabilitasi di wilayah. Melalui kegiatan ini BNN akan menyiapkan seluruh perangkat pendukung (software dan hardware) yang ada di wilayah khususnya yang terkait dengan pembentukan IPWL dan tim asesmen terpadu. Dengan melibatkan Kementerian terkait yang ikut serta dalam pembentukkan Peraturan Bersama, diharapkan kedepannya BNNP dan BNNK akan menjadi ujung tombak BNN dalam penanganan pecandu di seluruh wilayah di Indonesia. (Delly M)

Media Massa Senjata Ampuh Berantas Narkoba

Jakarta, Metropol - Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai, media massa merupakan senjata paling ampuh untuk mensosialisasikan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Direktur Diseminasi Informasi BNN Gun Gun Siswadi mengatakan, media melalui pemberitaannya bisa mengatasi permasalahan penyebarluasan dan penyalahgunaan narkoba yang sudah marak di Indonesia saat ini.

"Kebijakan yang telah ditetapkan oleh BNN sangat penting disosialisasikan media massa untuk didengar informasinya di masyarakat," kata Gun Gun.

Menurut dia, melalui media pihaknya mengajak masyarakat untuk mewujudkan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di negara tercinta ini.

"Ini sebagai wujud nyata kepedulian kita bersama dalam mengupayakan pencegahan narkoba dari lingkungan terkecil dan komunitas," ujarnya. (Kamal)

Jerat Bandar Melalui Tindak Pidana Pencucian Uang

Jakarta, Metropol - Bandar narkoba, Safriadi alias Edy ditangkap BNN karena dugaan tindakan pencucian uang dari hasil kejahatan narkotika. Safriadi diduga memutarkan sebagian keuntungan hasil penjualan narkoba untuk mendukung bisnis properti. 

Safriadi diamankan petugas BNN pada 25 Maret 2014 di Perumahan Singgasana Pradana, Jl. Galuh Pakuwon Timur No.12, Bandung, Jawa Barat, sedangkan  Murdani, kakak dari Safriadi diamankan di Perumahan Puspita Serpong, Tangerang pada hari yang sama. 

“Penangkapan Safriadi merupakan pengembangan kasus narkoba yang sudah ditangkap BNN, seperti Afdar (kasus 12 kg sabu), Nasirudin (2 kg sabu), Basyarullah (8 ons sabu), dan M.Isa (7,5 ons sabu). Keempat napi tersebut mengaku membayar uang hasil penjualan narkotika kepada Safriadi,” ungkap Kepala BNN, DR Anang Iskandar di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Proses Penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang Hasil Tindak Pidana Narkotika, di gedung BNN, baru-baru ini.

BNN kemudian melakukan pelacakan terhadap Safriadi sejak awal 2013. “Tim BNN memeriksa satu persatu rumah yang pernah ditinggali oleh Safriadi seperti di daerah Limusnunggal Bogor, Apartemen Permata Eksekutif Jakarta, dan Perum Anggrek Loka BSD. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata seluruh tempat tinggal tersebut atas nama Murdani (kakak kandung Safriadi)”, imbuh jenderal bintang tiga ini. 

Setelah dilakukan pendalaman kasus, tim kini tidak hanya memburu Safriadi tapi juga mengincar kakaknya yaitu Murdani. Tim BNN berhasil membekuk keduanya pada hari yang sama yaitu 25 Maret 2014, di tempat terpisah. Di TKP Safriadi di Bandung, petugas menyita 6 tabungan milik Safriadi dengan menggunakan 6 nama berbeda. Ia menggunakan nama   Dadang C, Edy, Revaldi, Zulfikar, Indardi, dan Slamet Kuncoro. Dari enam tabungan ini, transaksi uang yang keluar masuk dari dan ke rekeningnya terhitung sebesar Rp 179,3 Miliar. 

Menurut keterangan tersangka Safriadi, dirinya sudah melakukan peredaraan gelap narkotika jenis sabu sejak tahun 2007 sampai sekarang (2014). Narkotika yang ia dapatkan berasal dari MUN dan A (WN Malaysia). Selain menjual sabu yang ia dapatkan dari bandar besar, Safriadi juga seringkali menyimpan sebagian sabu untuk ia konsumsi sendiri. Di sebuah apartemen di Kelapa Gading yang ia sewa, petugas BNN menyita 8 gram sabu. Sementara itu, hasil penjualan ia setorkan kepada bandar di Malaysia, dan keuntungannya beberapa kali ia transfer untuk kakaknya, Murdani yang berbisnis properti. 

Aset  Safriadi disita berupa uang senilai Rp 700 juta. Sedangkan Murdani, disita asetnya senilai  15 M. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 137 UU No.35 Tahun 2009 tentang pencegahaan dan pemberantasan tindak pencucian uang. (Red)

BNN Musnahkan 23 Kg Sabu Hasil Ungkap Lima Kasus

Jakarta, metropol - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 23.183,93 gram sabu hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana Narkotika yang diungkap BNN sejak pertengahan Maret sampai dengan April 2014. 

Dari lima kasus tersebut, BNN menyita 23.474,41 gram sabu dan menyisihkan 290,48 gram sabu untuk keperluan laboratorium atau pembuktian perkara. 

Pemusnahan barang bukti yang dilakukan sesuai dengan Pasal 75 huruf k, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menerangkan bahwa barang bukti tindak pidana Narkotika harus dimusnahkan maksimal 7 (tujuh) hari setelah mendapatkan ketetapan pemusnahan barang bukti dari Kejaksaan Negeri setempat.

Tanggal 17 Maret 2014 lalu, petugas BNN mengamankan 3 (tiga) orang tersangka berinisial Kus (30), Mah (29), dan Ev (29), di sebuah Hotel di bilangan Bekasi dengan barang bukti berupa 90 butir kapsul berisi sabu dengan berat keseluruhan mencapai 876,3 gram. Awalnya Kus mendapat tawaran pekerjaan dari Tgn (DPO) untuk menjadi kurir berlian dengan di iming-imingi upah Rp 50 ribu per gram. Karena tergiur dengan upah yang ditawarkan, Kus kemudian mengajak rekannya Mah untuk pergi ke Cina. Sesampainya di Cina, Kus dan Mah diperintahkan oleh seorang pria berkulit hitam berinisial Oz untuk menelan 90 butir kapsul.

Setelah masing-masing menelan 45 kapsul, Kus dan Mah dengan diawasi seorang perempuan berinisial Ev bertolak ke Jakarta. Sesampainya di sebuah hotel di Bekasi, Ev meminta keduanya untuk mengeluarkan kapsul-kapsul tersebut dan sesaat kemudian ketiganya diamankan petugas di hotel tersebut. Setelah diamankan oleh petugas, Kus dan Mah baru meyadari bahwa kapsul yang mereka telan bukanlah berisi berlian melainkan Narkotika jenis sabu dengan berat total mencapai 876,3 gram.

Dalam kasus penyelundupan sabu dengan modus menitipkan barang belanjaan di kasir sebuah mini market kawasan Tanjung Duren yang diungkap BNN pada 1 April 2014. Dari kasus ini, petugas mengamankan 4 (empat) orang tersangka yang merupakan dua pasang suami istri, yaitu Din (27) dan Muh ( serta Sin dan Kev (WN Nigeria). Dari kasus ini petugas menyita barang bukti berupa 84,9 gram sabu. Jaringan yang dikendalikan oleh Kev ini hampir setiap harinya mengedarkan sabu dengan modus tersebut dan dengan variasi berat sabu antara 100 – 300 gram. Dalam satu bulan, mereka bisa mengedarkan lebih dari 4 Kg sabu.

Sedangkan kasus penyelundupan 20.411,7 gram sabu di kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat, yang melibatkan dua orang laki-laki berinisial SA (25) dan SU (29). SA diamankan petugas di sebuah hotel dengan barang bukti berupa sebuah koper dan ransel yang didalamnya terdapat Narkotika jenis sabu seberat 20.341,5 gram. Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di rumah kontrakan SA yang berada di daerah, Gandaria Utara Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di rumah tersebut, petugas menyita barang bukti sabu seberat 70,2 gram yang terdapat di dalam kamar SA serta mengamankan seorang laki-laki berinisial SU yang merupakan kakak ipar SA dan diduga berperan sebagai kurir. Jumlah barang bukti sabu yang disita dari kasus ini berjumlah 20.411,7 gram.

Kasus penyelundupan Narkoba jenis sabu yang keempat dilakukan oleh NLA als Li (33), WN Kenya. Perempuan yang berprofesi sebagai pedagang sepatu ini nekat menyelundupkan 1.122 gram sabu yang dikemas kedalam 94 butir kapsul dengan cara ditelan (swallowed). NLA als Li diamankan di Terminal Kedatangan 2D Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten, pada tanggal 7 April 2014, sekitar pukul 11.00 WIB. NLA als Li membawa sabu tersebut melalui jalur udara dengan rute penerbangan Nairobi – Doha – Jakarta.

Kasus kelima, petugas berhasil menyita 979,51 gram sabu yang diperoleh dari tersangka Se als Ww dan JW als Bs (35). Se als Ww diamankan petugas pada tanggal 24 Maret 2014, di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, sesaat setelah mengambil sebuah tas berisi sabu dari seorang wanita yang ditemuinya di Klenteng Pluit, Jakarta Utara. Sabu ini rencananya akan diserahkan kepada JW als Bs yang berada di Solo, Jawa Tengah. Petugas kemudian melakukan controlled delivery dan mengamankan JW als BS.

Seluruh tersangka dan barang bukti dibawa ke BNN guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati. (Kamal)

BNN Banten Bongkar Jaringan Nakorba di Lapas

Banten, Metropol - Lembaga pemasyarakatan (Lapas) ternyata tak membuat jera warga binaan untuk menghentikan aksi kejahatannya. Kelengahan petugas LP ternyata masih dimanfaatkan oleh penghuninya untuk mengendalikan jaringan peredaran narkoba antar narapidana.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten berhasil mengungkap sejumlah tersangka jaringan peredaran narkoba di Lapas kelas II Serang. Dalam pengungkapan itu, 2 narapidana dan 2 kurir ditangkap berikut barang buktinya.

Sindikat ini terbongkar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten yang mengamankan HAW, RH, dan AW di Pandeglang dan WW di Serang 5 April lalu. Keempatnya merupakan sindikat jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan oleh tahanan H dan D dari dalam Lapas Kelas IIA Serang.

Dari keempatnya polisi mengamankan 21.996 gram sabu, 100 butir pil ekstasi, dan 1.300 gram ganja kering. Selain itu polisi mengamankan barang bukti lain seperti uang sebesar Rp. 14 juta dan dua buah handphone dari dua tempat berbeda di daerah Pandeglang dan Serang.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Banten, AKBP Akhmad FH mengakui sulitnya menembus sindikat yang beroperasi di lapas karena keterbatasan teknologi pendeteksi.

“Petugas lapas umumnya masih menggunakan pemeriksaan kepada tamu secara manual. Itulah kesulitannya,” kata Akhmad FH.

Pihaknya, akan melakukan pengembangan dan melakukan sweeping secara berkala ke lapas-lapas dan blok di dalamnya untuk meminimalisasi peredaran narkoba di dalam lapas. “Kita akan lakukan secara bergilir dan mendadak,” pungkasnya. (Red)

Polisi Harus Hindari Arogansi

Banda Aceh, Metropol - Penasehat Ahli Kapolri, Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA mengharapkan aparat kepolisian yang bertugas di lapangan menghindari sikap-sikap arogansi dalam menjalankan tugas yang sifatnya tidak berbahaya dan mengancam.

Aparat kepolisian bukan saja sebagai aparat penegak hukum, namun juga harus bisa memperlihatkan sikap humanis yang menarik simpati masyarakat sehingga citra polisi yang sudah baik tidak ternoda hanya karena sikap arogan di lapangan.

“Sikap simpati lebih mengangkat citra polisi di mata masyarakat,” tegasnya kepada wartawan terkait eksekusi Walikota Medan nonaktif, Rahudman Harahap, beberapa waktu lalu.

Menurut Bachtiar, eksekusi terhadap Rahudman oleh tim eksekutor Kejati Sumut di Jalan Sei Serayu Medan Baru seperti hendak menangkap teroris kelas kakap dengan mengerahkan personel polisi bersenjata lengkap dan kendaraan taktis Baracuda.

Dikatakan, secara etika, dalam proses eksekusi Rahudman sangat kooperatif. Dia dieksekusi di rumahnya, bukan di tempat persembunyian atau pelarian. Seharusnya, polisi tidak perlu memperlihatkan seakan proses eksekusi itu seperti menangkap teroris.

Menurutnya, selama ini citra kepolisian terus membaik. Ini tak lepas dari keberhasilan Polri dalam mengungkap dan menangkap para gembong teroris di Indonesia. Namun, semua itu tidak bisa disamakan.

Bila Polri berhadapan dengan masyarakat, lanjutnya, maka harus bersikap berbeda dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sejauh tidak membahayakan, hendaknya bersikap sewajarnya dan bukan memperlihatkan sikap arogansi.

Razia kendaraan
Dalam kesempatan itu, Bachtiar Aly juga menyoroti aksi razia Polisi dari Poldasu terhadap kendaraan dari Aceh yang bernomor Polisi BL.

Dikatakannya, razia selayaknya tidak dilakukan secara berlebihan sehingga bisa menghambat transportasi dari Aceh ke Sumut. Sebab, bagaimanapun, kendaraan yang berasal dari Aceh juga berasal dari wilayah Indonesia.

Kondisi ini tentunya sangat mengganggu perekonomian masyarakat, terutama di Aceh. Sebab, jalur perbatasan Aceh-Sumut merupakan pintu gerbang perekonomian masyarakat di kedua daerah. Karenanya, razia yang berlebihan itu harus dihentikan.

“Polisi harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan di kedua daerah. Bukan malah menyulitkan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut,” tegasnya.

Dikatakan, Aceh dan Sumut saling membutuhkan satu sama yang lain. Karenanya, hal-hal yang bisa mengganggu hubungan antar kedua daerah ini jangan dilakukan. Bahkan, seharusnya Polri bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan di dua daerah ini.

Sekadar mengingatkan. Beberapa tahun lalu razia oleh oknum-oknum polisi nakal di daerah perbatasan tersebut telah berhenti karena adanya koordinasi antara Kapolda Aceh saat itu Irjen Pol Iskandar Hasan dengan Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro.

Namun, saat ini razia itu kembali meningkat. Oknum-oknum polisi di perbatasan kembali melakukan razia dengan mencari kesalahan-kesalahan para pengguna jalan. Terutama bagi kendaraan berplat BL. Alasan yang dikemukakan sering tidak masuk akal.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, pernah meminta Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, menyelesaikan masalah itu. Dia berharap masyarakat Aceh dapat melakukan kegiatan ekonomi di Sumut tanpa ada perbedaan baik di perbatasan maupun di dalam wilayah Sumut.

“Kita harapkan Gubsu lebih mengawasi aparaturnya di lapangan agar tidak menimbulkan persepsi yang buruk antara kedua pemprov. Jangan sampai hubungan antara Aceh dan Sumut terganggu karena selama ini saling tergantung,” ujarnya.

Zaini menambahkan, Aceh merupakan wilayah NKRI dan tidak ada yang membedakan pelayanan setiap warga negara. Saat ini, pemerintah dan masyarakat Aceh sangat terbuka terhadap masyarakat di luar Aceh untuk melakukan transaksi ekonomi maupun sebagai pekerja di Aceh. (Red/ANT)

Panglima TNI Terima Kunjungan Presiden KPD dan Ketua DPP KNPI

Jakarta, Metropol - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Aster (Asisten Teritorial) Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiarta Garjitha, S.H. dan Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya secara berturut-turut menerima audensi Presiden KPD (Komite Perdamaian Dunia) Dr. Djuyoto Suntani dan Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Taufan E.N. Rotorasiko, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Dalam pertemuan dengan Panglima TNI, Presiden KPD Dr. Djuyoto Suntani menyampaikan, KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) mempunyai tiga target, yaitu ditetapkan adanya bahasa dunia, etika dunia dan kebersamaan umat sedunia. Sementara itu, gong perdamaian dunia intinya adalah bahwa Indonesia adalah tempat peradaban dunia yang bisa menjaga kebesaran bangsa Indonesia. “Saya merasa senang,  Indonesia sudah mempunyai pusat perdamaian (peacekeeping) yang berada di Sentul,” kata Presiden KPD.

Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI menyampaikan sangat positif apa yang disampaikan oleh Presiden KPD karena sebagian negara, ada yang belum mengenal Indonesia secara baik. “Kita semua harus memiliki tanggung jawab kolektif untuk selalu mempromosikan bangsa Indonesia di dunia internasional,” kata Jenderal Moeldoko.

Sementara itu, Ketua DPP KNPI Taufan E.N. Rotorasiko menyampaikan bahwa, Komite Nasional Pemuda Indonesia ikut mensukseskan proses pergantian kepemimpinan dengan harapan akan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik ke depan. Kedua, diharapkan para pemuda untuk mulai memahami keadaan bangsa Indonesia ke depan, karena pemuda adalah harapan bangsa dan tulang punggung masa depan Indonesia. 

“Kami berharap ke depan dapat bersinergi secara khusus dengan TNI, karena KNPI melihat bahwa TNI memiliki program-program kerakyatannya, penanggulangan bencana alam, pembangunan desa dan sebagainya, yang sangat menarik bagi pemuda KNPI,” ujar Taufan.

Panglima TNI berharap, seluruh jajaran KNPI menata diri dengan baik dan dapat menggunakan wahana ini untuk penguatan. Karena sebagian diantara mereka ada yang dapat menjadi pemimpin. Kedua, dalam kapasitas organisasi besar, KNPI supaya mensosialiasikan hak politik kepada masyarakat, jangan malah mengajak masyarakat untuk memboikot pemimpin, Pemilu atau Golput dan seterusnya. Untuk itu, Panglima TNI memberikan saran untuk bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat dalam mensikapi hak politiknya. 

Panglima TNI mengajak seluruh anggota KNPI agar supaya terus menjaga nasionalisme demi keutuhan dan kedaulatan NKRI. Disamping itu, solidaritas perlu terus dipupuk dan ditingkatkan karena keanggotaan KNPI terdiri dari beberapa elemen masyarakat yang mencerminkan keanekaragaman Indonesia. (Kamal)

Hari Buruh Polri Siaga Penuh

Jakarta, Metropol - Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2014, atau disebut May Day, Polri telah mempersiapkan dalam pengamanan hari buruh tersebut. Kesiapan Polri bagi pengamanan pada hari buruh, tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi buruh yang memperingati dan bagi masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya.

Sebagai pimpinan Polri, Jenderal Polisi Sutarman menghimbau kepada para buruh dalam memperingati hari buruh, sebaiknya tidak menciptakan hal-hal yang kurang kondusif. “Kami sudah koordinasi berbagai kelompok masyarakat,” kata Sutarman.

Menurutnya, dalam menggelar kegiatan nanti, jangan melahirkan provokasi-provokasi. Sebaiknya peringatan hari buruh dilakukan bersama-sama perusahaan masing-masing.

“Karena hanya memperingati, tentunya bisa dilingkungan perusahaan dengan tumpengan atau bakti sosial,” kata Sutarman.

Kegiatan seperti tumpengan dan bakti sosial lebih berguna dibandingkan dengan turun ke jalan. “Kalau seluruh masyarakat lakukan peringatan dengan bakti sosial untuk bantu masyarakat yang membutuhkan akan terjalin rasa sosial dan solidaritas,” ungkapnya.

Senada dengan Kapolri, Wakapolri menghimbau agar buruh memanfaatkan hari libur May Day, melakukan tasyakuran dari pada demo. “Sebaiknya hari libur melakukan kegiatan tasyakuran di liburan. Masa hari ulang tahun dipakai merusak-rusak. Hari ulang tahun itukan syukuran,” kata Wakapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti kepada wartawan.

Wakapolri juga menyarankan agar para buruh membuktikan kepeduliannya kepada masyarakat dengan kegiatan bakti sosial. "Hari ulang tahun itu kan syukuran, sedikit makan-makan itu kan hari ulang tahun namanya, atau ada sedikit rezeki kita ke panti-panti sosial itu kan lebih bagus. Tetapi kalau tetap turun ya masa kita enggak kasih, kan tetap juga mereka akan turun juga," sambung dia.

Wakapolri menambahkan kegiatan seperti tumpengan dan bakti sosial lebih berguna dibandingkan dengan turun ke jalan.

"Kalau seluruh masyarakat lakukan peringatan dengan bakti sosial untuk bantu masyarakat yang membutuhkan akan terjalin rasa sosial dan solidaritas," ujarnya.

Kesiapan Polri dalam bentuk siaga penuh telah ditetapkan oleh Kapolri Jenderal Pol Sutarman dalam bentuk pertemuan melalui video conference kepada seluruh Kapolda.

Melalui siaran persnya, telah menyusun skenario pengamanan untuk mengawal aksi turu ke jalan buruh pada hari H diseluruh Indonesia. “Tapi harapan kita, teman-teman itu sudah merancang semua kegiatan untuk para buruh,” kata Agus Rianto, Kabag Penum Divisi Humas Polri.

Agus juga mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara aksi buruh. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar dapat memonitor jalannya aksi agar tetap berlangsung secara damai dan tertib. "Jadi kita monitor, koordinasikan dengan pihak yang kita tuju, termasuk apabila melintas jalan umum, kita informasikan kepada pengguna jalan lain," ungkapnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah personil Polisi yang akan dikerahkan untuk mengawal aksi buruh turun ke jalan tersebut, Agus mengatakan, itu tergantung kebutuhan tiap-tiap daerah. "Ya tergantung kebutuhan, nanti dilihat apakah perlu pengerahan personil cukup besar. Tapi mungkin ada alokasi lain, daerah yang besar tentunya butuh kekuatan cukup besar," terang dia.

Agus juga menghimbau agar penyelenggara aksi demo buruh pada 1 Mei nanti wajib untuk melengkapi ijin kegiatannya ke pihak kepolisian. Minimal tiga hari sebelum kegiatan dilaksanakan. "Karena itu perintah Undang-Undang (UU)," tegasnya.

Bagi yang tidak mentaati aturan tersebut. Dia menegaskan, pihaknya tidak segan untuk menindak tegas penyelenggara aksi sesuai dengan ketentuan. "Apakah nanti kita tidak akan berikan ijin ataupun kita bubarkan nanti kan kita lihat situasi yang ada," ungkapnya. (Red)

Majukan Pertanian Indonesia, Prabowo Rangkul 8 Parpol

Jakarta, Metropol - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Calon Presiden (Capres) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyambangi kantor DPN HKTI di lingkungan Kementerian Pertanian RI, Senin (28/4). Kunjungan dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi HKTI ke 41.

Dalam acara syukuran yang berlangsung sederhana tersebut, Prabowo datang bersama Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Jafar Hafsah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) Winarno Thohir dan Wakil Ketua Umum HKTI Rachmat Pambudy.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa HKTI adalah organisasi advokasi yang terbuka kepada semua individu yang ingin berjuang memajukan pertanian di Indonesia.

"Saudara-saudara dapat melihat sendiri, bagaimana saat ini kepengurusan DPN HKTI terdiri dari kader-kader terbaik bangsa yang berasal dari banyak partai politik. Saya lihat disini, di ruangan ini, ada pengurus DPN HKTI dari delapan partai politik," kata Prabowo.

Lebih lanjut, dikatakan, urusan pangan adalah salah satu urusan utama bangsa. Menurutnya, bangsa yang lapar tidak akan dapat bekerja dan menghasilkan sesuatu yang berguna untuk negara dan kehidupan masyarakatnya.

"Bangsa yang tergantung impor, akan selamanya menjadi mainan asing. Bangsa kita harus swasembada pangan, tidak boleh terus menerus bergantung pada belas kasihan bangsa lain," tegas prabowo.

Dalam acara tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa alasan dirinya mendirikan partai politik karena keterbatasan HKTI sebagai organisasi advokasi yang hanya bisa menyampaikan masukan kepada pemerintah saja.

"Kemampuan HKTI dalam menyejahterakan petani dan meningkatkan produksi pangan sangat terbatas. HKTI bergantung pada pemerintahan yang mau mendengarkan dan bertindak akan keluh kesah petani," ujarnya.

Karena alasan itulah, akhirnya Prabowo mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk maju ke gelanggang politik dan memperjuangkan aspirasi para kaum tani di Indonesia secara nyata.

"Selama ini sektor pertanian diabaikan, haluan orientasi ekonomi pemerintah kita keliru. Menyadari keterbatasan ini, saudara bisa perhatikan bagaimana banyak kader HKTI sekarang juga berjuang bersama saya di jalan politik," tutup Prabowo. (Red/ANT)

Indobatt Tuan Rumah Pertemuan Delegasi Cimic UNIFIL

Jakarta, Metropol - Satuan tugas Indobatt (Indonesian Batallion) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) menjadi tuan rumah diselenggarakannya pertemuan para delegasi CIMIC (Civil Military Coordination) satgas Kontingen yang tergabung dalam UNIFIL, bertempat di ruang rapat Markas Indobatt, UN Posn 7-1, Adshid al Qusayr, Lebanon Selatan.

Pertemuan delegasi Cimic UNIFIL dibuka secara resmi oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) Indobatt Mayor Inf Ade Rony mewakili Dansatgas Indobatt, diikuti oleh para delegasi Cimic dari berbagai negara seperti Perancis, Italia, Spanyol, El Savador, India dan Nepal serta dihadiri oleh Letkol Castro Blass selaku Chief G-9 Sektor Timur Unifil.

Tujuan diselenggarakannya pertemuan para delegasi Cimic Unifil adalah untuk melakukan koordinasi diantara Cimic Kontingen satu dengan lainnya, serta menjalin hubungan kerjasama yang lebih erat sekaligus sebagai ajang bertukar pengalaman.

Acara diisi dengan paparan staf Cimic masing-masing Kontingen. Pada kesempatan tersebut, Wadansatgas Indobatt Mayor Ade Rony mengucapkan terima kasih kepada Chief G-9 Sektor Timur Letkol Castro Blass yang akan mengakhiri masa tugasnya di UNIFIL beberapa saat lagi, atas semua dukungan, arahan dan kerjasama yang dilakukan dengan staf Cimic Indobatt. Sehingga, berbagai kegiatan Cimic Indobatt sampai dengan saat ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. 

Sebagai pemapar terakhir disampaikan oleh Chief G-9 Sektor Timur, dalam paparannya Letkol Castro Blass menyampaikan beberapa penekanan kepada masing-masing satuan tugas agar tetap melaksanakan tugasnya secara professional dengan memedomani SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ditetapkan Unifil.

Usai pelaksanaan pertemuan, Mayor Ade Rony mengajak para delegasi Cimic Unifil makan siang bersama dilanjutkan menyaksikan penampilan kolaborasi Angklung dan Rampak Gendang yang disuguhkan oleh prajurit TNI satgas Indobatt, serta pemberian cinderamata kepada Letkol Castro Blass. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama di Lapangan Soekarno Markas Indobatt. (Red)

Dari Diskusi Kelompok Ahli BNN Media Diharapkan Ekspose Keberhasilan Rehabilitasi

Jakarta, Metropol - Kelompok Ahli BNN, yang diketuai Komjen Pol (Purna) Drs. Ahwil Luthan kembali menggelar diskusi panel. Diskusi panel yang dilaksanakan 24 April 2014 yang lalu itu, kali ini mengambil tempat di Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih Jakarta Pusat. 

Dalam diskusi yang mengangkat tema “Bagaimana Peran Pers Dalam Implementasi Peraturan Bersama Tentang Penanganan Pengguna Narkoba.” Hadir sejumlah narasumber yang mengisi diskusi, seperti Ketua Dewan Pers Prof. DR. Bagir Manan selaku tuan rumah, Kepala BNN Komjen Pol DR. Anang Iskandar, perwakilan dari Kominfo, PWI, Deputi Pemberantasan dan sejumlah Pemimpin Media serta sejumlah wartawan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Dalam diskusi itu dipaparkan juga implementasi Peraturan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Kesehatan RI, Menteri Sosial RI, Jaksa Agung RI, Kepala Kepolisian RI, Kepala Badan Narkotika Nasional RI, yang memuat tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyelahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi, dan telah ditandatangani 11 Maret 2014, serta diundangkan 11 April 2014 dalam berita negara RI tahun 2014 nomor 465.

Terkait dengan tema diskusi yaitu Bagaimana Peran Pers Dalam Implementasi Peraturan Bersama Tentang Penanganan Pengguna Narkoba, Ketua PWI, Margiono menyatakan mendukung penuh langkah kebijakan apapun yang diciptakan pemerintah terkait penanganan narkoba yang ideal. Menurutnya saat ini memang perlu adanya sebuah rekontruksi penanganan narkoba yang tepat sasaran.

Masih menyangkut soal penanganan narkoba, Ketua Forum Pemimpin Redaksi Nurjaman mengatakan bahwa rehabilitasi bagi pengguna narkoba seiring dengan akan dibentuknya tim asesmen nanti maka diperlukan integritas yang tinggi bagi personil tim tersebut nantinya. Sebab tim asesmen memiliki kewenangan cukup vital dimana ia yang akan menentukan apakah seorang pengguna narkoba itu termasuk pengguna murni atau pengguna plus pengedar bahkan Bandar. Karena dikhawatirkan jika yang ditangani itu pengguna juga Bandar dan memiliki uang besar akan mudah tergoda, karena itu diharapkan para personel yang tergabung dalam tim asesmen bisa tahan dari segala godaan tersebut. 

Sementara itu Ismail Salidu, perwakilan dari kominfo juga berpendapat sama yakni mendukung penuh gerakan rehabilitasi masif pada pengguna narkoba. Menurutnya agar pesan-pesan tentang pentingnya rehabilitasi itu bisa ditangkap  oleh masyarakat luas, ada baiknya para kuli tinta bisa lebih banyak mengekspos kisah-kisah sukses pengguna narkoba yang sudah pulih dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Media bisa memunculkan keberhasilan rehabilitasi dari pengguna narkoba, dan menonjolkan aspek pencegahan dan rehabilitasinya. Sedangkan terkait dengan dikeluarkannya surat keputusan bersama Ismail berharap tidak ada lagi perdebatan soal pengguna narkoba akan direhab atau dipidana. (Baso Susanto)