Selasa, 02 Agustus 2011

Pemilihan Ketua OSIS Yang Baru dI SMKN Sidenreng


Sidrap, Metropol. 

Pelaksanaan  pemilihan ketua osis berlangsung dihalaman SMKN 1 Sidenreng yang dihadiri oleh para guru dan siswa-siswi sekolah ini,dan berjalan  secara tertib sesuai apa yang diharapkan,sesaui data yang diterima pada saat pemilihan ketua osis dimana tiga calon kandidat yang diajukan oleh para siswa yakni Agus,Nuryadi,serta Murfi  yang maju dalam ajang pemilihan ketua osis priode 2011-2012.Jumlah siswa yang memilih sebanyak 715 siswa yang telah dinyatakan oleh kepala sekolah  H Laondding siap untuk memilih.

Hasil perolehan suara pada saat itu dimana calon ketua osis yang baru memperoleh suara masing-masing Agus memperoleh suara 167,Nuryadi 424 yang telah memenangkan pemilihan ini, selanjutnya atas nama murfi meraih suara 129 dan  batal satu orang siswa.

Nuryadi adalah salah satu siswa SMKN 1 Sidenreng telah terpilh menjadi ketua osis yang telah mengalahkan rivalnya yang berasal dari kelas dua TKJ I.Sedangkan Agus dari kelas dua Akutansi satu, Murfi dari kelas dua akutansi dua.saat itu selaku ketua panitia adalah Drs Muh Saleh Kallang. (Umar Lau)

Mabes Polri Terus Buru Nazaruddin


Jakarta, Metropol.

Perburuan tersangka kasus korupsi wisma atlet SEA Games M Nazaruddin terus berlangsung. Sedikitnya tiga tim aparat penegak hukum terus bergerak memburu mantan bendahara umum Partai Demokrat itu.

“Tiga cukup. (Kalau) banyak-banyak tim habis-habisin duit kita,” ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman di Jakarta,baru-baru ini.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyakini Nazaruddin berpindah-pindah negara menggunakan paspor palsu. Sebab paspornya telah dicabut dan apabila memaksakan menggunakannya pasti akan ketahuan oleh otoritas negara setempat. “Kenapa tidak tertangkap, dia pakai identitas palsu di sana. Itu analisa kita,” tegasnya.

Sutarman menjelaskan, tim terus bekerja dan memang tidak mudah menangkap buronan di luar negeri. Dia mencontohkan, untuk memulangkan Umar Patek dari Pakistan saja hingga kini belum berhasil. Apalagi memulangkan Nazaruddin yang masih belum jelas rimbanya.

"Itulah hukum Internasional, kalau kita bisa menangkap di negara itu dari kemarin kita tangkap. Kita perlu diplomasi, kerjasama dengan interpol, polisinya," ujarnya.

Disinggung mengenai pilih kasih dalam penanganan Ketua Umum Partai Demokrat dalam pemeriksaan, Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman, menyatakan ada pertimbangan sosial. Namun pertimbangan itu, perlu disadari input-input yang masuk dalam suasana seperti ini. “ Apalagi penyidik, tidak seharusnya melakukan. Tapi mungkin mau cepat, dia kesana, “kata Sutarman.

Menurutnya pemeriksaan di luar Bareskrim Polri, sebenarnya ada yuridis formal yang dibenarkan undang-undang. Tapi kondisi sosial politik seperti ini, pemilihan pola pemeriksaan itu dirasa kurang tepat. Terlebih lagi, pemeriksaan Anas di Blitar jadi sorotan tajam dari masyarakat.

"Tetapi  itulah, saya kira perlu kearifan bagi penyidik. Itu adalah feedback bagi saya untuk terus, bahwa sekarang ini penegakan hukum tidak hanya lurus-lurus seperti yuridis formal saja. Kita juga harus memperhatikan aspek-aspek lain, termasuk aspek tuntutan masyarakat dan aspek keadilan masyarakat," tambahnya.

Sutarman bahkan mengaku tidak dilapori lebih dulu jika penyidik Bareskrim Polri hendak ke Blitar guna memeriksa Anas selaku pelapor. "Ya memang (tidak diberitahu), makanya kita tegur," tegasnya.

Dalam kasus ini, tambah Sutarman, semestinya para penyidik memperhatikan kondisi sosial masyarakat agar tidak menimbulkan pertanyaan publik. "Seperti kasus kakau, pisang setandan itu secara yuridis betul. Penyidik yang menangani benar, menahanannya benar, seluruhnya benar. Tindakan penyidik betul. Tapi itu tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat," kata Sutarman membandingkan pemeriksaan atas Anas dengan kasus pencurian kakau oleh Nenek Minah di Banyumas, Jawa Tengah yang akhirnya dihukum1,5 bulan percobaan.

Seperti diberitakan, sebelumnya penyidik Bareskrim Polri mendatangi Anas yang tengah berada di Blitar untuk menjalani pemeriksaan. Langkah polisi itu merupakan respon atas laporan Anas yang dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. (Tim Metropol)

Enam Kapolres di Polda Metro Jaya di Mutasi


Jakarta, Metropol.

Mabes Polri melakukan mutasi di instansinya. Kali ini, jabatan Kapolres di 6 Polres, Direktur Reserse Kriminal Umum dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dimutasi.

Perpindahan jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri bernomor STR/1525-1526/VI/2011 tanggal 29 Juli 2011. Pejabat-pejabat yang dimutasi antara lain, Kapolres Jakpus Kombes Hamidin digantikan oleh Kombes Angesta Romano Yoyol. Hamidin dimutasi dalam rangka mengikuti Sespati. Kombes Yazid Fanani, Kapolres Jakarta Barat digantikan oleh Kombes Setija Junianta yang sebelumnya menjabat Kapolres Bekasi Kabupaten. Sementara Yazid dimutasi dalam rangka mengikuti Sespati.

Posisi Setija sebagai Kapolres Bekasi Kabupaten digantikan oleh Kombes Wahyu Hadiningrat. Kombes Wahyu sebelumnya menjabat Kepala Satgaswil Jabar Densus 88 Mabes Polri. Kapolres Jakarta Selatan kini diduduki oleh Kombes Imam Sugianto, yang sebelumnya menjabat Kapolres Bekasi Kota. Posisi Kapolres Bekasi Kota kini diduduki oleh Kombes Priyo Widyanto.

Kapolres Depok Kombes Fery Abraham dimutasi menjadi Kabag Paminal Provos Divpropam Polri. Pengganti Ferry di Depok adalah Kombes Mulyadi Kaharni.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Yan Fitri Halimansyah dimutasi menjadi Kabagrenma Robinops Bareskrim Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Sufyan Syarif.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Herry Rudolf Nahak dimutasi ke STIK. Posisinya digantikan oleh Kombes Gatot Edy Pramono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan. (Dirman)

Kunjungan Atase Pertahanan dan Atase Darat Singapura Ke Kodam Jaya


Jakarta, Metropol.

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris menerima kunjungan Atase Pertahanan Singapura Colonel Chong Yean Tham, Atase Darat Colonel Yew Chee Leung dan Asisten Atase Darat Wo2 Raymond Chan bertempat di Ruang Tamu Pangdam Jaya.

Hadir dalam kunjungan Wairdam Jaya, Asrendam Jaya, para Asisten Kasdam Jaya dan Kapendam Jaya.

Kunjungan Atase Pertahanan Singapura kali ini dalam rangka rencana kunjungan kerja  Chief of Army Singapura Armed Forces pada tanggal 18 s/d 20 Juli 2011 mendatang. Kodam Jaya sangat siap siaga dalam setiap menerima kunjungan dari Tentara tetangga yang dapat berbagi dalam pelaksanaan tugas. (Rudiono)

Eksekusi Tanah Sengketa Berjalan Lancar


 Sidrap, Metropol.

Tanggal 19 Juli 2011, telah dilaksanakan eksekusi atas  perintah Ketua Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang, Dalam Surat Penetapan  Tgl 22 Juni 2011, No: 2 Eks/Pen.Pdt.G/2006/PN Sidrap dalam perkara antara Lakube Bin La Patta Dkk. Sebagai pemohon eksekusi melawan La Darru Bin Laside Dkk sebagai termohon eksekusi.

Untuk melaksanakan eksekusi terhadap putusan Pengadilan Negeri Sidrap, Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Makassar Tgl 23 April 2008, No. 08/Pdt/2008/Pt Mks, .10. Putusan Mahkamah Agung RI, Tgl 30 Juli 2009, No. 2456k/Pdt/2008. Sebelum dilaksanakan eksekusi, Ketua PN. Sidrap memberitahukan kepada Kapolres Sidrap AKBP Syamsi S.Ik,  bahwa, akan ada pelaksanaan eksekusi pada Tgl 19 Juli 2011 atas pemohon eksekusi St. Aminah yang akan dieksekusi 9 petak sawah yang terletak di Jl Parokki, Kelurahan Parokki, Kecamatan Pituriawa, Kab. Sidrap dengan lua s 1,48 Are, Kohir No. 391 No. Buku C 1909 Lompo Parokki.

 

Dengan adanya penyampaian atas eksekusi lahan/sawah tersebut di atas. Kapolres Sidrap AKBP Syamsi S.Ik memerintahkan kepada Kabag Ops, dan Kasat Intelkam untuk mengantisipasi sebelum eksekusi dilaksanakan,  anggota Polres Sidrap lansung turun ke lokasi tanpa mengenal hujan dan panas untuk menyelidiki dan memastikan atas lahan/sawah yang hendak dieksekusi itu.  Ternyata hasil penyelidikan Sat Intelkam tersebut telah mendapat keterangan-keterangan dari pihak masyarakat di sekitarnya bahwa sawah yang mau dieksekusi itu benar adanya. Pemohon eksekusi adalah St. Aminah. Setelah tiba masa waktu eksekusi dilaksanakan yaitu taggal 19 Juli 2011, maka Ketua PN. Kab. Sidrap LM. Damis, SH menunjuk kepada Wakil Ketua PN. Kab. Sidrap, M. Zainal, SH, MH untuk melaksanakan eksekusi, “ujar  Ketua PN. Kab. Sidrap waktu dikonfirmasi oleh Kepala Biro Metropol di ruang kerjanya.

Selanjutnya, atas keberhasilan eksekusi tersebut, tanpa gangguan dari pihak termohon eksekusi dkk, maka oleh pemenang eksekusi Dkk ( (St. Aminah) mengucapkan terimakasih kepada Ketua PN. Kab, Sidrap dan jajarannya, Kapolres Sidrap dan jajarannya, serta Lurah setempat, dan anggota masyarakat yang turut ikut mengamankan pelaksanaan eksekusi tersebut, dan tak lupa pula oleh pemenang eksekusi Dkk (St. Aminah) sekeluarga meminta maaf kepada bapak-bapak apabila ada kata-kata yang menyinggung perasaan sejak dimulainva acara eksekusi sampai selesai. “ Ujar ST Aminah. (Abd. Rahim MK)

Bupati Ade Swara Lantik 8 Kepala Desa Hasil Pilkades


Karawang, Metropol.

Bupati Karawang, H. Ade Swara melantik 8 orang Kepala Desa hasil pemilihan Kepala Desa baru-baru ini. Pelantikan kedelapan kepala desa yang berlangsung di Plaza Pemda Karawang tersebut dipadukan Apel Kesadaran Nasional dan pelepasan kontingen Persika Karawang yang akan berlaga di Kejuaraan Sepak Bola Suratin Cup Tahun 2011 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kedelapan kepala desa yang baru dilantik tersebut adalah: Ade Kosasih dari Desa Payungsari Kec. Pedes, Tatang Hidayat – Desa Sarimulya Kec. Kotabaru, Mamat – Desa Balongsari Kec. Rawamerta, Krisna – Desa Tanjung Mekar Kec. Pakisjaya, Yayu Rahayu – Desa Jatisari Kec Jatisari, Hayat Suderajat – Desa Cikarang Kec. Cilamaya Kulon, Nana Suryana – Desa Cikampek Selatan, Kec. Cikampek, dan Umar – Desa Cikampek Utara Kec. Kotabaru.

Dalam amanatnya Bupati Ade Swara mengingatkan, bahwa langkah awal yang harus dilakukan oleh kepala desa yang baru, adalah memahami dan menguasai peran dan tugas sebagai kepala desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang : “Pemerintahan Daerah” yang dijabarkan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang : “Desa”. Perda tersebut menjabarkan berbagai hal tentang tugas, wewenang, hak dan kewajiban kepala desa khususnya dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan desa, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat secara merata dan menyeluruh.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, kepala desa yang baru harus dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik, benar dan profesional terutama dalam upaya  meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara merata dan menyeluruh, memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat; melaksanakan prinsip tata tertib pemerintahan desa, tertib administrasi dan bersih dari KKN; memberdayakan masyarakat dan kelembagaan desa; serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Bupati juga berharap, para kepala desa yang baru untuk dapat meningkatkan kemampuan teknis kepemimpinan yang amanah, memahami, menguasai peran dan tugas kepala desa secara profesional yaitu menumbuhkembangkan kepercayaan masyarakat secara utuh sekaligus mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan desanya masing masing.  “Terlebih kepala desa beserta perangkatnya merupakan aparat pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Bupati melanjutkan, pelaksanaan pilkades kali ini telah melalui proses dan mekanisme demokratis yang luber dapat berjalan aman, tertib, lancar dan sukses diseluruh TPS-TPS di 8 desa dan 7 kecamatan yang dilaksanakan pilkades secara serempak pada tanggal 26 juni tahun 2011 yang lalu. Hal ini tentu berkat kesadaran yang tinggi dari warga masyarakat dengan sungguh-sungguh telah menghayati, mengamalkan dan menjalankan arti : keamanan, ketentraman dan ketertiban yang dijiwai oleh rasa kebersamaan

Di sisi lain, Bupati Ade Swara juga mengingatkan kepada para camat agar segera melakukan serah terima jabatan dari penjabat kepala desa yang lama kepada pejabat kepala desa yang baru, sehingga mereka dengan secepatnya dapat melaksanakan tugas, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan desa dan layanan publik, maupun tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan kewenangan kepala desa. “Begitu pula kepada kepala desa yang kalah harus berlapang dada (legowo) dan ikut terus berpartisipasi dalam pembangunan desa,” pesannya.
(SOL)

Antisipasi Kebut-Kebutan di Jalan Sat Lantas Polres Berau Jaga Ketat Titik Rawan


Berau, Metropol.

Sat Lantas Polres Berau memprediksi pada bulan  Suci Ramadhan 1432 H/2011 mendatang, justru menjadi ajang bagi remaja yang ada di Kabupaten Berau untuk melakukan nongkrong, konvoi motor hingga ajang balap liar atau kebut-kebutan dijalan raya. Prediksi itu didasarkan atas dasar data dari Sat Lantas Polres Berau pada Ramadhan tahun lalu yang menjadikan banyak remaja mendapatkan kecelakaan sampai-sampai ada kecelakaan maut akibat kebut-kebutan dijalan raya.

“Saya menghimbau kepada orang tua agar menasehati anaknya agar tidak keluar malam menggunakan motor. Catatan dari tahun sebelumnya, aksi konvoi dan kebut-kebutan serta trek liar terjadi jelang buka puasa, sehabis shalat Tarawih dan sehabis shalat Subuh,” ungkap Kapolres Berau AKBP Endro Prasetyo melalui AKP Gede Pasek kepada media ini, di ruang kerajanya
Jl. Pemuda, Berau.

Pihak Kepolisian, terutama Sat Lantas Polres Berau dalam hal ini akan tindak keras serta akan sering melakukan atau menggelar razia tengah malam Ramadhan nanti. Diharapkan kepada orang tua, tokoh Masyarakat, Agama, Guru disekolah agar bisa membantu pihak kepolisian Polres Berau untuk bekerjasama dalam menasehati anak-anak muda yang sering melakukan kebut-kebutan dijalan raya dan juga sangat meresahkan pengguna jalan lainya. “Kita berharap penuh terhadap orang tua dirumah yang bisa memberikan sedikit pengawasan penuh terhadap anaknya dalam hal ini. Yang mana itu dirujukan, apabila sayang dengan anaknya untuk tidak mengijinkan anak remajanya keluar pakai motor pada malan hari atau sampai larut malam,” tambahnya.

Dijelaskan pula, seperti halnya pada pada bulan-bulan sebelumnya Sat Lantas Polres Berau merinci kalau pada tiap bulanya pada tahun 2011, ini korban Lakalantas puluhan korban luka berat hingga luka ringan. Dengan demikian, memasuki bulan suci Ramadhan ini Sat Lantas Polres Berau tidak ingin Ramadhan dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan balap liar dan kebut-kebutan dijalan raya yang berujung menjadi kecelakaan maut. Sementara itu, sejumlah titik yang kerap dijadikan arena untuk balap liar atau kebut-kebutan seperti Jl. Pemuda, Jl Mangga I, II dan III, Jalan menuju kearah Tepian, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. APT Pranoto dan Aji Isa I dan II, jelasnya.

“Saya akan mengerahkan setiap anggota dari Sat Lantas Polres Berau untuk berjaga-jaga di titik–titik rawan balap liar dan kebut-kebutan tersebut dan itu semua bertujuan guna mengantisipasi adanya anak remaja di Berau yang mau atau ingin melakukan kebut-kebutan. Selain itu juga, setiap sore jelang berbuka puasa dan malam hari hingga usai shalat subuh, saya juga akan tempatkan anggota dikawasan tersebut. Jika ditemukan aksi kebut-kebutan atau balap liar, maka akan kami amankan dan langsung diproses di Kantor Polres Berau,” tegas Kasat Lantas Polres Berau dan mengakhiri perbincangan. (Bastian)

Aliansi Jurnalis dan LSM (AJI) Kabupaten Blora Study Banding Ke Kab. Jimbrana Bali


 Blora, Metropol

Aliansi Jurnalis dan LSM Kabupaten Blora, yang dipimpin oleh Kenthut Prasetya mengadakan studi banding ke Kabupaten Jembrana Bali untuk mengadakan wacana / perbandingan dari daerah tersebut agar dapat diadapsi dan dimodifikasi serta diaplikasikan sesuai dengan kondisi daerah kita.
Studi banding Aliansi Jurnalis dan LSM Kabupaten Blora ke Kabupaten Jembrana Bali diberangkatkan oleh Drs. H. Urip Daryanto (Ketua PWI Jateng II / Ketua Forum komunikasi wartawan Blora. Rombongan dipimpin oleh Kenthut Prasetyo dengan dipandu oleh Sholichan Mochtar, SH. AP (Reporter RRI / Ka. Humas dan Protokol DPRD Kabupaten Blora). Rombongan AJL diterima oleh

I Putu Agus Artana Putra Kasubag Protokoler DPRD Kabupaten Jembrana Bali. Statemen Ketua AJL bahwa agenda ilaturahim (Studi banding) ke Kabupaten Jembrana Bali / Pulau Dewata diilhami oleh gagasan cerdas untuk berfikir tentang perkembangan Blora, khususnya dalam memainkan peran WASMAS (Pengawasan Masyarakat) dan pendampingan masyarakat serta contoh sosial dan pencerahan publik dari media. Sehingga lanjut Kenthut  diperlukan sebuah perbandingan dan kajian dari daerah lain yang diasumsikan berkembang cukup baik. Harapan aliansi ke depan hedaknya ada good well dan politik well dari Bupati dan pimpinan DPRD dapat memberikan pos dana secara normatif karena tujuannya adalah mulia dan unsurnya cukup Representatif, pihaknya juga memohon maaf jika kadang jurnalis dan aktifis LSM tidak bisa berangkat semua karena untuk efisien anggaran dan kondisi yang ada, terlebih anggaran merupakan swadaya dari donatur dan iuran panitia.

Studi banding ini bukan merupakan suatu kelatahan atau ikut-ikutan seperti yag dilakukan oleh Dewan atau pejabat, tetapi merupakan gagasan murni dari kadang Jurnalis dan aktifis LSM Kabupaten Blora dan tidak ada sedikit pun muatan politis, tetapi didasari dengan tekad dan semangat untuk membantu perkembangan Kabupaten Blora yang lebih positif.

Dari pertemuan dengan DPRD Kabupaten Jembrana mengatakan, kita mendapat gambaran tentang penggalian Potensi daerah dan penataan alur pemerintahan serta penanganan administrasi yang cukup baik, sehingga kesejahteraan rakyat dapat betul-betul dirasakan dan diwujudkan,” kata salah seorang panitia. Penggalian potensi daerah peserta Perda-nya dari Pemerintah Kabupaten Jembrana ini rencana sebagian akan diadopsi dan dimodifikasi serta diaplikasikan ke Kabupaten Blora yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Di akhir pertemuan dengan DPRD Jembrana Kenthut Prasetya menyerahkan kenang-kenangan atau cenderamata berupa Batik Blora dengan corak latar belakang gambar pompa angguk minyak yang berada di Blora dan menerima dokumen Perda APBD Kabupaten Jembrana yang diserahkan oleh Kabag Humas DPRD Jembrana. (Pujo S.)

AKBP I Gusti Ngurah Rai Mahaputra, SIk Ukir Prestasi


Polewali Mandar, Metropol.

Kapolres Polewali Mandar, I Gusti Ngurah Rai S.Ik dalam menjalankan tugasnya menakhodai  institusi tertingi Kepolisian di Kabupaten Polewali Mandar,  sebagai pengayom dan pelayan masyarakat dilaksanakan dengan penuh dedikasi tinggi. Selama kurang lebih  dua tahun menjabat di daerah ini Kapolres Polman telah banyak melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan menciptakan hubungan harmonis kepada pemerintah Kabupaten, demi mewujudkan daerah yang aman dan tenteram  dari gangguan Kamtibmas

Prestasi yang di ukir, terciptanya Kamtibmas dan dapat menggagalkan penyeludupan penyu, penyeludupan minyak tanah bersubsidi, menciptakan disiplin berlalu lintas dan duta lantas.

Wujud semua itu, kata Kapolres saat HUT Polri  yang ke 65, dengan tema “Semangat Kemitraan,  Kita Mantapkan Revitalisasi Polri, Untuk Mewujudkan Pelayanan Prima,”

Kapolres berpesan, kiranya perlu memantapkan kemitraan Polri denga berbagai elemen masyarakat di Sulawesi Barat, khususnya Polewali Mandar.  (Usman Padong)

Petinggi Penegak Hukum Tanda Tangani MoU Perlindungan Whistleblower


Jakarta, Metropol.

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, beserta para petinggi penegak hukum lainnya telah menandatangani kesepakatan mengenai perlindungan Whistleblower. Penandatanganan tersebut dilakukan, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat.

Acara ini digelar oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bekerjasama dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH). Selain para penegak hukum, penandatanganan nota kesepahaman juga akan dilakukan oleh pihak eksekusitf pemerintahan, yakni Menkum HAM Patrialis Akbar dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Dalam penandatanganan kesepakatan ini, disepakati bahwa setiap informasi dari para pelaku kejahatan yang bersedia bekerja sama dengan para penegak hukum, merupakan hal penting untuk membantu aparat penegak hukum.

Selain penadatanganan kesepakatan perlindungan whistleblower, juga diadakan workshop dengan tema 'Perlindunhan Whistleblower sebagai Justice Collaborator'.

Para pimpinan instansi penegak hukum yang hadir dalam acara tersebut yakni, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busryo Muqoddas, Ketua  Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Penandatangan kesepakatan ini juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, dan ketua Satgas PMH Kuntoro Mangunsubroto.
(Tim Metropol)

Panglima TNI Tinjau Pelatihan Paskibraka Nasional 2011


Jakarta, Metropol.

Panglima TNI Laksamana  TNI Agus Suhartono, S.E., meninjau pelaksanaan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2011 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olah Raga Cibubur Jakarta Timur.  Pada kegiatan tersebut Panglima TNI  didampingi oleh Koorsahli Panglima TNI, Asrenum Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Askomlek Panglima TNI, Aster Panglima TNI, Wairjen TNI dan Kapuspen TNI. Kedatangan rombongan Panglima TNI disambut oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris dan Kepala Staf Kogartap I/Jakarta Brigjen TNI Bambang Hermanto serta pejabat Kemenpora, langsung menyaksikan pelaksanaan latihan upacara pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih.

Pelatihan  Paskibraka Nasional 2011 diikuti 66 orang  yang berasal dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia, tiap Provinsi mengirimkan satu orang putra dan satu orang putri  terbaik, yang diberi kesempatan untuk menjadi tim Pengibar Bendera Pusaka Merah Putih pada pelaksanaan Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-66 RI, 17 Agustus 2011 di halaman Istana Merdeka Jakarta Pusat.

Kegiatan penyelenggaraan pelatihan Paskibraka Nasional 2011 dilaksanakan mulai tanggal 20 Juli sampai 19 Agustus 2011. Selama mengikuti kegiatan, para peserta akan menerima pembekalan baik teori maupun praktek lapangan yang akan diberikan oleh narasumber dan pelatih yang berpengalaman dalam bidangnya.

Adapun materi yang akan diberikan terdiri dari : Materi Dasar Umum seperti Wawasan Kebangsaan dan NKRI, Manajemen Organisasi, Membangun Kepemimpinan Pemuda, Kebijakan Pengembangan Pemuda dan Demokrasi serta Deradikalisasi Pemuda Dalam Membangun Jiwa Nasionalisme. Materi pendukung diantaranya masalah Narkoba dan HIV/AIDS, bahaya pornografi di dunia maya dan etika pergaulan.

Materi Dasar Khusus meliputi, sejarah Paskibraka, memaknai semangat lagu Indonesia Raya, etika dan tatakrama kehidupan generasi muda dan sejarah Merah Putih. Praktek dasar lapangan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), cara melipat dan membentangkan Bendera, cara menaikkan dan menurunkan Bendera, cara mengikat tali Bendera di tiang Bendera, cara membentuk formasi barisan dan observasi lapangan. Selain itu juga mengadakan kunjungan kepada pejabat negara dan instansi tertentu, latihan kesenian, bakti masyarakat dan rekreasi.
(Kamal)

Panglima TNI Irup Sertijab Pangkohanudnas


Jakarta, Metropol.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Serah Terima Jabatan (Sertijab) Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) TNI dari pejabat lama Marsda TNI Eddy Suyanto, S.T., kepada pejabat baru Marsda TNI J.F.P. Sitompul, di Lapangan Upacara Kohanudnas Halim Perdanakusuma Jakarta. Marsda TNI Eddy Suyanto, S.T. adalah lulusan Akabri Udara tahun 1978 dan akan melaksanakan tugas baru di Lemhannas RI, sedangkan Marsda TNI J.F.P. Sitompul adalah lulusan Akabri Udara tahun 1980, jabatan sebelumnya adalah Sahli Panglima TNI.
 
Dalam sambutannya, Panglima TNI mengatakan bahwa Kohanudnas sebagai bagian integral dari TNI, bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas wilayah udara nasional secara mandiri maupun bekerjasama dengan komando utama operasional lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan NKRI, serta bertugas menyelenggarakan pembinaan administrasi dan kesiapan operasi unsur-unsur Hanud TNI AU dan melaksanakan siaga operasi untuk unsur-unsur Pertahanan Udara (Hanud) jajarannya, dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Oleh karena itu, Kohanudnas dituntut untuk selalu menjaga kesiapan operasionalnya secara utuh, mengingat tantangan tugas ke depan semakin berat seiring dengan perkembangan lingkungan strategis dan cenderung berubah cepat, dihadapkan kepada kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan luas wilayah udara nasional serta tersebarnya potensi sumber daya nasional yang harus selalu dilindungi dari kemungkinan gangguan pihak lain,” kata Panglima.

Salah satu upaya terobosan yang dilakukan oleh Kohanudnas saat ini yaitu telah dioperasikannya suatu sistem transmisi data yang mengintegrasikan hasil deteksi radar sipil dan militer, sehingga situasi wilayah udara dapat termonitor secara Real Time. Terobosan lain adalah melalui pengembangan Flight Clearance Information System (FCIS) bekerjasama dengan kementerian terkait. Hal ini merupakan langkah maju guna meningkatkan upaya deteksi dini, untuk mencegah terjadinya pelanggaran wilayah udara nasional oleh pesawat asing, baik berawak maupun tidak berawak sehinggga dapat diaplikasikan dan berujung pada pelaksanaan tugas pokok.

Diakhir amanatnya, Panglima TNI mengharapkan agar Kohanudnas TNI senantiasa mampu mengoptimalkan kemampuan peralatan yang dimiliki sekaligus dapat memanfaatkan sumber daya nasional yang tersedia, melalui pengembangan kerjasama dengan lembaga atau institusi nasional lainnya yang memiliki keterkaitan dalam bidang pertahanan udara. Pembangunan sistem integrasi yang dilaksanakan bersama-sama dengan pakar-pakar teknologi elektronika dalam negeri, untuk meningkatkan kemampuan Kohanudnas dalam memantau wilayah udara nasional dan mengurangi ketergantungan kebutuhan militer dengan pihak asing.

Usai upacara sertijab, dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang B.S V- Kohanudnas dan Ranting 01 Makohanudnas dari Ibu Ningrum Eddy Suyanto kepada ibu Vera J.F.P. Sitompul yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini ibu Tetty Agus Suhartono. (Kamal)

19 Pati TNI Naik Pangkat

Jakarta, Metropol.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menerima  Laporan Korps Kenaikan Pangkat 19 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari Pati TNI Angkatan Darat 8 Orang, TNI Angkatan Laut 7 orang dan TNI Angkatan Udara 4 orang, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta.

Pelaporan kenaikan pangkat tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/ 1383/ VII/2011 dan Sprin/ 1384/ VII/ 2011 tanggal 13 Juli 2011 tentang kenaikan Pangkat ke/dalam golongan Pati TNI yang berlaku terhitung mulai tanggal 12 Juli 2011.

 

Pati TNI yang melaporkan kenaikan pangkat dari TNI Angkatan Darat yaitu :  Mayjen TNI Thomas Edy Widagdo (Aster Kasad), Mayjen TNI Soekoyo (Wadan Kodiklat TNI AD), Mayjen TNI Moh. Erwin Syafitri (Waka Bais TNI), Brigjen TNI Yulia Ganawati (Karo Ku Setjen Wantanas), Brigjen TNI Abdul Kadir Sultan (Wadan Pusterad ), Brigjen TNI CH. Halomoan Sidabutar (Kabinda Papua BIN), Brigjen TNI Sunindyo (Sekretaris Kodiklat TNI AD) dan Brigjen TNI Pujo Wahyono, S.Sos. (Dansatintel Bais TNI).
           
TNI Angkatan Laut yaitu : Laksdya TNI Mochamad Jurianto, S.E. (Dansesko TNI), Laksda TNI Stephanus Budiyono, S.H. (Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil Panglima TNI ), Laksda TNI Arief Rudianto, S.E. (Danseskoal ), Laksma TNI Bambang Soesilo (Danlantamal I/Blw Koarmabar) Laksma TNI Djoko Harijanto (Kabinda Maluku Utara BIN), Laksma TNI Darwanto, M.A.P. (Danlantamal IV/Tpi Koarmabar) dan Laksma TNI Siwi Sukma Adji (Danguskamlatim).

TNI Angkatan Udara yaitu : Marsda TNI Hadiyan Suminta Atmaja (Sesmilpres Kemsetneg RI), Marsma TNI Sugihardjo (Wagub AAU), Marsma TNI Warsono (Irbinsumda Itjenau) dan Marsma TNI Agoes Haryadi (Pangkosekhanudnas II). 
           
Pada kesempatan tersebut Panglima TNI mengatakan bahwa kenaikan pangkat prajurit pada hakekatnya merupakan pengejawantahan penghargaan dari negara dan bangsa atas dedikasi dan prestasi dalam melaksanakan tugas serta pengabdian sesuai dengan tanggung jawab jabatan yang diembannya. Kenaikan pangkat juga merupakan kehormatan yang senantiasa dikaitkan dengan pembinaan karier personel yang dilandasi oleh obyektivitas dan konsisten, serta dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
           
Dihadapkan dengan dinamika tantangan tugas ke depan, maka kenaikan pangkat harus dapat dijadikan sumber motivasi dan inspirasi untuk memantapkan kejuangan dan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI, sehingga dapat membawa manfaat bagi diri yang bersangkutan dan memberi manfaat bagi upaya pembinaan satuan yang dipimpinnya. Untuk itu, para Perwira diharapkan dapat tampil menjadi panutan yang dapat dibanggakan bagi satuan dan anak buah serta lingkungan. Selain itu, kenaikan pangkat juga diharapkan menjadi pendorong semangat untuk menyongsong tugas yang semakin menantang dan kompleks serta bersifat multidimensional,” kata Panglima.

Berkaitan dengan tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks, Panglima TNI menegaskan perlu segera menindaklanjuti pengarahan Presiden kepada para Perwira TNI di Magelang tanggal 13 Juli 2011.  Pengarahan ini adalah direktif sekaligus petunjuk perencanaan Panglima Tertinggi untuk melakukan pengembangan doktrin, pembangunan kekuatan dan modernisasi TNI secara lebih konseptual dengan time line yang dipercepat karena memiliki urgensi yang tinggi.  Dengan demikian strategi pertahanan dan doktrin TNI dapat mengalir dengan baik, sehingga pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista TNI dapat dilakukan secara terkoordinasi.
           
Acara ini dihadiri juga oleh pejabat tinggi jajaran TNI diantaranya Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Irjen TNI Marsekal Madya TNI Sukirno,  Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, Wakasau Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi dan Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, S.E.(Kamal)

Minggu, 17 Juli 2011

Upacara HUT Bhayangkara POLRI ke 65 di Mapolda Kal Sel


Banjarmasin, Metropol.

Di lapangan  Mapolda Kalimantan Selatan, dilaksanakan Upacara HUT Bhayangkara ke 65, dipimpin lansung oleh Wakapolda, Kombes Pol Saput M Si, sekaligus mewakili Kapolda Kal Sel, Brigjend Pol Syafrudin M Si, saat ini sedang mengikuti Pendidikan di Lemhanas, Acara ini  dihadiri oleh Gubernur Kalsel Rudy Arifin, Para Pimpinan TNI, pejabat teras Polda beserta jajarannya, Pengurus Bhayangkari Polda, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat, tamu dan para Undangan,

Sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, yang dibacakan oleh Wakapolda Kal Sel, Kombes Pol Saput M Si, mengatakan  “ HUT Bhayangkara tahun ini, dapat menjadi momentum untuk dapat lebih memberikan Pelayanan , Perlindungan dan Pengayoman kepada Masyarakat dengan penuh kesungguhan , keteguhan,keikhlasan dan pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan Negara yang kita cintai. Lanjut, Bapak Presiden juga menegaskan bahwa, HUT Bhayangkara tahun ini dengan tema “Tiga Kunci Utama“ yakni melaksanakan Kemitraan, memantapkan Revitalisasi Polri dan mewujudkan Pelayanan Prima .

Tema ini menurut Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono relevan dengan tugas utama Polri di era reformasi saat ini. Peringatan Hari Bhayangkara ke 65 ini, secara serentak dilaksanakan diseluruh Tanah Air Indonesia, dari Sabang sampai Marauke, dimana secara khusus, diulang Tahun Polri tahun ini, Bapak  Presiden SBY mengharapkan “dibidang Penegakan Hukum yang menjadi tugas utama Polri, harus dilaksanakan dengan tegas, professional, untuk menjamin kepastian Hukum dan rasa keadilan Masyarakat, lebih jauh lagi , Dia menekankan kepada jajaran Polri, lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan cara cara yang lebih persuasif, bukan tindakan refresif, kedepankan upaya pre-emtif dan preventif,” tandasnya.

Sambutan Presiden, yang dibacakan oleh wakapolda Kalsel, menyampaikan pesan dan instruksi kepada segenap jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, yaitu. Pertama, sikap responsif dan penuh empati dalam melayani masyarakat dari berbagai lapisan. Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan tindak kekerasan dan kriminalitas. Ketiga, tanamkan kesadaran bahwa profesi kepolisian, merupakan wujud pengabdian yang mulia kepada masyarakat, bangsa dan Negara. Keempat, segenap unsur pimpinan Polri disemua tingkatan, di instruksikan untuk lebih memantapkan keteladanan, dan Kelima, tingkatkan keterlibatan Negara pada misi pemeliharaan Perdamaian  Internasional.

Pada kesempata ini juga , secara khusus  Presiden memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada para anggota Polri yang gugur dalam menjalankan tugas, demi Bangsa dan Negara, juga yang bertugas dipedalaman perbatasan Negara, pulau pulau terdepan serta atas upaya pencegahan terhadap aksi aksi terorisme serta penghargaan  dan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polri yang berhasil mengamankan KTT ke 18 di Jakarta,  demikian sambutan  Presiden RI pada Upacara HUT Bhayangkara ke 65  tahun 2011. (Rasidin Rasyid)

Pisah Sambut Kapolda Metro Jaya


Jakarta, Metropol.

Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar upacara serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya. Dalam upacara ini, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menyambut Kapolda Metro Jaya yang baru Irjen Untung S. Radjab.

Upacara digelar di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, (11/7). Upacara bertajukkan “Farewell and Welcome Kapolda Metro Jaya” ini diikuti oleh ratusan anggota Polda Metro Jaya dan pejabat terasnya serta ibu-ibu Bhayangkari.

Dalam sambutannya, Irjen Sutarman yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri menyampaikan agar Kapolda Metro Jaya mampu mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) Polri. Ia juga berpesan, agar jajaran Polda Metro Jaya terus memberikan keamanan terhadap masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

"Berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, unras dan lalu lintas merupakan tantangan yang harus kita hadapi," kata Sutarman.

Jakarta sebagai barometer, berpengaruh terhadap situasi di daerah-daerah. Di samping itu perkembangan situasi di dunia, kata dia, akan sangat berpengaruh terhadap situasi di ibukota.

"Terkait kebijakan publik dan ketidakpuasan masyarakat akan kebijakan pemerintah akan berdampak pada turunnya masyarakat dalam unjuk rasa," kata dia.

"Ini adalah tantangan yang harus kita jawab agar masyarakat memberikan kepercayaannya terhadap Polri," kata Sutarman. Upacara yang berlangsung sekitar 45 menit ini sempat memacetkan arus lalu lintas sekitar SCBD dan Gatot Subroto. (Sudirman)

Personel Polda Kalsel Kenaikan Pangkat


 Banjarmasin, Metropol.

Kenaikan pangkat yang ditandai dengan pelaksanaan korps Raport ini merupakan salah satu program pembinaan karier bagi personel Polri, yang didasarkan pada merit system and achievement yang dilaksanakan secara obyektif, adil dan konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan pada penilain aspek moral/mental kepribadian, kemampuan, prestasi kinerja, pendidikan serta aspek senioritas dengan tanpa mengorbankan kualitas. Pada kesempatan korps raport kali ini ada 482 personel Polda Kalsel yang berhasil mendapatkan kenaikan pangkat berjumlah 482 personel dengan rincian sebagai berikut:

 

Bripda Ke Beriptu 128 Orang, Briptu Ke Brigadir 185 Orang, Brigadir Ke Bripka 88 Orang,  Aipda Ke Aiptu 16 Orang, Aiptu Ke Ipda  1 Orang, Ipda Ke Iptu 1 Orang, AKP Ke Kompol 7 Orang, Kompol Ke AKBP 11 Orang, AKBP Ke Kombes Pol 3 Orang

Naik pangkat menjadi Kombes Pol antara lain Dir Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Yulius Bambang SIK, kemudian Direktorat Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Andean Sitinjak SIK, dan Direktorat Pam Obvit Polda Kalsel Kombes Pol Kasihan Rahmadi.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Syafruddin MSi mengingatkan kepada seluruh personil yang mendapat kenaikan pangkat, “agar tidak memandang kalau yang berada di pundak mereka hanya sebatas hiasan belaka, melainkan cerminan kualitas pribadi, kualitas,dan kemampuan untuk terus berprestasi dan humanis,” ungkap Syafruddin.(Rasidin Rasyid).

TNI dan ATM Tingkatkan Pengamanan Perbatasan


Jakarta, Metropol.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan Panglima ATM (Angkatan Tentera Malaysia) YBhg Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Zulkifeli bin Mohd Zin disambut dengan upacara Kebesaran Militer di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (5/7). 

Dalam pertemuan tersebut YBhg Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin memperkenalkan diri sebagai Panglima Angkatan Tentera Malaysia yang baru menggantikan Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Azizan Ariffin, TUDM.  Dalam pembicaraan keduanya berharap dapat melanjutkan dan meningkatkan kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata di semua bidang khususnya kerjasama tentang pengamanan perbatasan.

Sehari sebelumnya, pada jamuan makan malam di Hotel JW Mariot (4/7), Panglima TNI mengatakan, bahwa pertemuan kedua Panglima Angkatan Bersenjata ini akan menjadi momentum yang berarti dan bermanfaat bagi kedua negara dalam ikut serta mewujudkan kawasan ASEAN dan wilayah lainnya menjadi lebih  kondusif dan bermartabat atas dasar kemitraan komprehensif dan semangat serta solidaritas ASEAN. Hal tersebut akan berdampak strategis pada perwujudan peningkatan hubungan dan kerjasama antara Malaysia dan Indonesia, khususnya kedua Angkatan Bersenjata.
 
Dengan kedatangan Jeneral Tan Sri ke Indonesia sebagai PAT Malaysia yang baru, Panglima TNI berharap bahwa hubungan erat yang telah terjalin baik selama ini, akan menjadi landasan yang kokoh bagi kemungkinan perluasan kerjasama yang lebih nyata dan bermanfaat, tidak hanya bagi kedua Angkatan Bersenjata, namun juga bagi perluasan dan peningkatan interaksi serta  kerjasama antara Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara kedua pihak.

Sebagaimana diketahui, bahwa komunitas Pertahanan dan Angkatan Bersenjata kedua negara secara rutin dan efektif melaksanakan pertemuan General Border Committee (GBC) Malindo sejak tahun 1972 dan bahkan secara khusus kedua Angkatan Bersenjata juga melaksanakan forum HLC (High Level Committee) Malindo sejak tahun 2006, di samping juga melaksanakan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya antara staf dan angkatan dari kedua negara.  Dengan semakin eratnya hubungan kedua Angkatan Bersenjata Indonesia-Malaysia diharapkan, kegiatan tersebut akan semakin menguat dan meluas ke berbagai aspek kehidupan lainnya yang dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat di sepanjang perbatasan.   

Sebelum mengakhiri pertemuannya Panglima TNI dan Panglima ATM (Angkatan Tentera Malaysia) berencana akan menyelenggarakan HLC pada akhir tahun 2011, dalam rangka pertemuan tingkat tinggi antara kedua Angkatan Bersenjata untuk membahas kerjasama militer.

Ikut mendampingi Panglima TNI dalam pertemuan tersebut,  Kasal Laksamana TNI Soeparno, Wakasad Letjen TNI Budiman, Irjen AU Marsda TNI Irawan Supono, S.E., S.IP,  Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara, Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI Prayitno dan Athan RI untuk Kualalumpur.  Sedangkan PAT Malaysia didampingi oleh Laksdya Dato’ Abd. Hadi bin A. Rashid, Brigjen Hj. Mohd Anuar Rijaludin dan Letkol Noorul Azril bin Arifin. (Kamal)

SBY Membuka Jambore Nasional KE IX


OKI - Sumsel, Metropol

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, membuka Jambore Nasional IX, di Bumi Perkemahan Danau Telukgelam, Kabupaten Ogan Komring Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (2/7) pukul 15.30 WIB. Presiden, selaku pembina upacara, membuka jambore pramuka ini dengan menekan sirine dan pengalungan tanda peserta jambore kepada perwakilan pramuka penggalang.

Dalam kesempatan ini Presiden SBY juga menandatangani sampul Peringatan Seri Jambore Nasional IX tahun2011.


Jambore Nasional (Jamnas) merupakan pesta bagi anggota pramuka Penggalang yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Jamnas menjadi wahana pendidikan yang strategis untuk mengembangkan wawasan, memupuk jiwa persatuan dan kesatuan serta latihan kepemimpinan. Jamnas 2011 diikuti 18 ribu pramuka dari 33 provinsi se-Indonesia, dan  peserta dari Malaysia dan Singapura sebanyak 100 orang. Jamnas bertemakan 'Bersatu Teguh Menuju Indonesia Gemilang'. Motto “ Satya Kudarmakan Darma Kukubaktikan”

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, tujuan Jamnas kali ini untuk meningkatkan kemandirian, kepemimpinan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang. Mereka juga diharapkan memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengalaman kode kehormatan Pramuka,yaituTri Satya dan Dasa Darma.

Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terbinanya tali persaudaraan dan ikut serta membangun jati diri bangsa," kata Azrul Azwar dalam laporannya.

Sementara itu, Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, berbaurnya pramuka Penggalang dari seluruh tanah air merupakan wujud nyata dari Bhineka Tunggal Ika. Tema Jamnas 2011 juga memiliki makna yang amat dalam. "Bersatu teguh menjadi pendorong tekad bagi anak-anak sekalian untuk lebih bersatu padu menggelorakan semangat dan siap berjuang menunjukan Indonesiayanggemilang," ujar Kepala Negara.

Masa depan Indonesia terletak di tangan pemuda seperti mereka. "Karena itu tanamkan tema itu dalam dada kalian, jadilah generasi muda bangsa, pelopor dan pembaru masa depan. Songsong masa depan Indonesia Raya yang gilang gemilang," Presiden SBY mengingatkan.Usai membuka Jambore Nasional IX, Presiden SBY yang juga merupakan Ketua Mejelis Pemimpin Nasional Pramuka meninjau lokasi perkemahan Jamnas 2011 yang berjarak 2,5 km dari lokasi upacara. Turut mendampingi Kepala Negara dalam acara ini, antara lain, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng. Sebelumnya. (Syah)

Polsek Minasate’ne Terbersih


Pangkep, Metropol.

Meski baru dua bulan menakhodai Polsek Minasate’ne Kabupaten Pangkep, AKP Haliq Abham telah berhasil  buat  gebrakan mengantar Polsek yang dua tahun terakhir selalu memperoleh bendera hitam , menjadi Polsek tersersih di jajaran Polres Pangkep.

Dari 12 Polsek ditambah Kantor Satpolair melalui penilaian tim  penilai yang terdiri atas Dinas Pemukiman dan Kebersihan, Dinas Kesehatan dan Perwakilan Polres Pangkep. Polsek Minasate’ne terpilih sebagai Polsek terbersih disusul Polsek Pangkajene dan Bungoro.

Kapolres Pangkep AKBP Idil Tabransyah, SH.MA mengungkapkan, salah satu dari sekian banyak kegiatan yang diselenggarakan sebagai rangkaian Hari Bhayangkara ke-65 adalah lomba kebersihan antar Polsek  se wilayah tugas Polres Pangkep. “Kegiatan lomba kebersihan merupakan apresiasi dan support kepada Polsek untuk berbuat yang terbaik.

Ada satu hal yang menarik diraih Polsek Minasate’ne, ungkap Camat Minasate’ne H. Amiruddin. S. Sos. Bila dua tahun terakhir, Polsek Minasate’ne selalu memperoleh bendera hitam sebagai pertanda kurang bersih. Kini, setelah AKP. Haliq Abham menakhodai lembaga kepolisian sektor Minasate’ne,  mampu menunjukkan kinerja terbaiknya dengan meraih predikat terbersih. Keberhasilan tersebut tak terlepas dari keinginan Kapolsek Haliq Abham untuk melakukan berbagai pembenahan dengan tetap mengutamakan pelayanan prima dan kebersihan lingkungan.

Selain meraih predikat Polsek terbersih  se wilayah tugas Polres Pangkep, Polsek Minasate’ne pun meraih juara pertama lomba pos keamanan lingkungan (Pos Kamling) dan juara tiga se wilayah Sulselbar.

Semangat kerjasama, kekompakan dan saling pengertian jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) merupakan kunci keberhasilan Polsek Minasate’ne meraih predikat terbersih lomba kebersihan, juara pertama lomba Pos Kamling serta  juara ke tiga se wilayah Sulselbar, imbuh Kapolsek Minasate’ne.

Mantan Kapolsek Bungoro, Haliq Abham mengemukakan, apa yang diraih merupakan motivasi untuk berbabuat yang terbaik di masa mendatang, sembari menambahkan jauh lebih sulit mempertahankan daripada meraih predikat tersebut. Itulah sebabnya, kami senantiasa mengajak teman-teman yang ada di Polsek Minasate’ne untuk senantiasa bahu membahu dalam memberikan yang terbaik terhadap masyarakat serta institusi Polri. (Bis)

Pelabuhan Perikanan Muara Baru Dikembangkan Menjadi Model Mall

Jakarta, Metropol.

Dari sisi letak, Kawasan Perikanan Muara Baru cukup strategis sebagai tempat bermuaranya berbagai jenis hasil laut, berupa ikan. Kawasan ini masuk wilayah Jakarta Utara dan memberikan tempat yang sangat menjanjikan untuk perkembangan industri ikan terbesar di Indonesia.

Secara statistik, hasil laut yang dihasilkan memberikan signifikan bagi pengusaha untuk mengembangkan usahanya ke depan. Untuk itu, Kepala Pelabuhan Ir. Abdur Rouf Sam, Msi akan mencoba menjadikan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman sebagai Water Front City dan disinergikan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, yang terprogram pada tahun 2015.

Untuk menuju kearah tersebut pihak manajemen, telah membukan fasilitas angkutan masuk pelabuhan. Sebanyak 10 armada yang sudah beroperasi di kawasan tersebut untuk mengangkut pengguna jasa, dengan biaya per orang Rp. 1.000,- per orang, yang dikelola Koperasi Pelabuhan Perikanan. “Ini merupakan awal dari tujuan tersebut,” kata Abdur Rouf Sam kepada Metropol.

Untuk merealisasikan konsep Mall tersebut, kata Kepala Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, ada 4 komponen yang perlu di ejawantahkan. Yaitu, 1. Kebersihan dan Ketertiban. 2. Keamanan. 3. Meningkatkan Aktifitas Bisnis Perikanan. 4. Interplaner Relationship atau menjalin hubungan baik dengan semua pihak.

Selain itu, konsep infrastruktural harus menjadi perhatian seperti peninggian beberapa jalan, memperbaiki suplai air bersih dan meninggikan daya listrik dipelabuhan. Juga ada perbaikan pelelangan ikan dan akan di revitalisasi agar tercipta tempat ikan yang bersih dan sehat. “Membangun TPI yang serba baik, bagi orang yang datang kesini akan lebih nyaman. Begitu juga pembeli ikan,” katanya.

Sedangkan kata Rahmat Irawan, Kepala Pengembangan Pelabuhan, mengutamakan persoalan itu terus kita lakukan agar pusat tempat ikan terbesar diwilayah Jakarta, bukan saja Tempat Pelelangan Ikan (TPI), tapi lebih dari itu. “Pada dasarnya konsep program Minapolitan yang akan dicanangkan tahun 2012, terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait. Dimana konsep itu, dapat terwujud,” ungkapnya. (Delly. M)