Minggu, 17 Juli 2011

Panglima TNI Calon Perwira Remaja TNI Harus Miliki Sifat Air


Jakarta, Metropol.

“Sebagai seorang Perwira TNI yang sekaligus sebagai seorang pemimpin harus benar-benar unggul dan memiliki tujuh sifat baik seperti yang dimiliki oleh air,”  demikian antara lain penegasan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E, ketika memberi pembekalan kepada 635 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI abituren Akademi TNI di Balai Prajurit Sabang Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU), Maguwo, Yogyakarta.

Menurut Perwira Tinggi TNI Bintang Empat ini, tujuh sifat air tersebut diantaranya : Pertama, ketika dalam keadaan normal, air mempunyai sifat yang tenang. Ini bermakna sebagai pemimpin, tentu akan bertemu banyak masalah, pujian, kritik, caci maki bahkan cemoohan tetapi harus tetap tenang dan sabar serta tawakal untuk mencapai apa yang menjadi tujuan. Kedua, air akan mengalir ke laut yang merupakan kumpulan air dari seluruh dunia dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda. Maknanya, seorang pemimpin harus berpikir universal dan mempunyai wawasan yang luas, tetapi tidak mengorbankan kepribadian dan martabat bangsa yang merdeka dan berdaulat. Ketiga, air bisa digunakan untuk bercermin.  Artinya, pemimpin harus mempunyai sikap dan tindakan yang baik supaya bisa dicontoh oleh bawahannya. Di samping itu, pemimpin juga harus mampu bercermin kepada bawahannya. Keempat, air mempunyai sifat mengalir ke bawah atau tempat yang lebih rendah. Ini mengandung makna sebagai pemimpin, ia harus selalu memperhatikan bawahannya dan tidak cepat goyah hanya karena memikirkan kemajuan karir semata. Kelima, air bersifat pemersatu. Maknanya, seorang pemimpin harus dapat menggalang kesatuan dan persatuan komponen yang dipimpinnya. Keenam, air bersifat suci dan digunakan dalam kepentingan agama. Ini bermakna, sebagai seorang pemimpin harus beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, selalu menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya. Ketujuh, air juga bersifat sangat lembut, tetapi terkadang bisa menjadi sangat keras menghancurkan apa saja. Ini artinya,  seorang pemimpin yang baik harus bisa menjadi pedoman dan bertindak tegas agar berhasil dalam menjalankan kepemimpinannya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, dalam pola pembinaan karir Perwira TNI, tidak dimungkiri kemungkinan adanya iklim persaingan yang tidak sehat yang seringkali membawa dampak negatif dalam hubungan antar sesama perwira, atasan maupun bawahan yang kemudian dapat merusak keharmonisan komunikasi dalam satuan dan secara individual dapat menyebabkan kegagalan para perwira dalam meniti karirnya. Oleh karena itu Panglima TNI berpesan agar para Capaja TNI harus senantiasa menjunjung tinggi kehormatan dan Kode Etik Perwira untuk menumbuhkan komposisi yang fair dalam berkarir dan berprestasi di kalangan para perwira TNI.

Menutup pembekalannya, Laksamana TNI Agus Suhartono mengucapkan “Selamat Datang” di lingkungan Tentara Nasional Indonesia kepada seluruh Capaja TNI dan mengharapkan agar para Capaja menunjukkan dan membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai generasi penerus TNI yang handal, profesional, disegani lawan dan dicintai oleh rakyat Indonesia.   

Masih di hari dan tempat yang sama, sebelum menerima pembekalan dari Panglima TNI, para Capaja TNI juga menerima wejangan dari Ibu Tetty Agus Suhartono selaku Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI. Dalam sambutannya, Ibu Tetty mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas sebagai Perwira TNI, termasuk didalamnya pengembangan karir, sangat tergantung dan terpulang pada kinerja atau performance masing-masing individu. ”Tidak ada istilah sponsor yang akan mengangkat karir para perwira,” tegas Ibu dua orang putera ini. Lebih lanjut, Ibu Kehormatan Taruna menekankan agar para Capaja TNI jangan menghalalkan segala cara untuk kepentingan diri sendiri. Akan tetapi supaya mengedepankan keteladanan demi suksesnya pelaksanaan tugas pokok para Capaja kelak.

Pada bagian akhir, Ibu yang pernah menjadi Dekan di Universitas Surabaya ini berpesan agar kelak apabila Capaja memiliki istri dapat menghapus pameo “kalau suaminya Letnan maka istrinya Kapten”. Kontan ucapan Ibu Tetty ini mendapatkan tepuk tangan riuh dari para Capaja. Seusai memberikan pembekalan, Ibu Tetty Agus Suhartono menyerahkan cindera mata kepada Capaja TNI peraih penghargaan Adhi Makayasa dan melaksanakan foto bersama dengan perwakilan Capaja TNI. (Tim Metropol)

Ujian Paket C Dilaksanakan Serentak Di Kabupaten Sidrap


Sidrap, Metropol.

Pelaksanaan Ujian Paket C dilaksanakan di SMAN 1 Pangsid dari tanggal 5-9 Juli 2011, dengan dipantau langsung oleh Kadis Pendidikan Drs. Syahruddin HT,Ed.M, Kepala Bidang Menengah, Hj. Sanabong, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) A. Aslamiyah,serta dua orang tim pemantau dari dinas pendidikan propinsi yakni Suratna Yusuf serta Hj. Suriani Manjeng.

Rata-rata peserta paket C dari kalangan masyarakat umum dan siswa  SMA yang gagal dalam Ujian Nasional (UN), dengan mengujikan  tujuh mata pelajaran. Suasana ujian ini berlangsung aman dan lancar, sesuai data yang diterima wartawan Metropol enam pelaksana kegiatan paket C yakni, SKB dengan jumlah peserta 83 orang, PKBM Ima Putri 118 orang, PKBM Harapan jaya 70 orang, PKBM Nurul Reski 25 orang, Ponpes Al-Irsyad 24 orang, Ponpes Assalman 49 orang serta yang gagal formal 5 orang.

Menurut Suratna Yusuf salah satu staf dari Dinas Pendidikan Propinsi menuturkan, bahwa kapasitas kami hanya sebagai tim pemantau kegiatan paket C, dengan nada singkat. Dimana Kabid PLS A. Aslamiyah memberikan penjelasan bahwa, “untuk tahun yang akan datang pelaksanaan kegiatan paket C itu dilaksanakan oleh Sekolah Menengah  Atas (SMA) dalam artian mengikuti peralihan sesuai dengan petunjuk dari pusat,” ungkap Aslamiyah.
(Umar Lau)

Kolam Renang dan Water Boom Aquatic Kakaban di Buka


Berau, Metropol.

Penantian panjang masyarakat bisa menikmati suasana olah raga renang dan rekreasi dibekas salah satu sarana pendukung suksesnya PON XVII 2008 lalu, yakni Kolam Renang dan Water Boom Aquatic Kakaban Jl Jend Gatot Subroto kini berakhir sudah. Baru baru ini Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora). Berau, secara resmi melakukan acara pembukaan Operasional Penggunaan kolam renang yang keberadaannya tepat berseberangan jalan dengan Kantor DPRD Kabupaten Berau.

Pemotongan pita dan peresmian dilakukan oleh Bupati Berau Drs H Makmur HAPK MM, dihadiri DPRD, Muspida para Kepala Dinas dan Instansi serta undangan lainnya. “Pada kesempatan ini saya meminta kepada semua pihak bisa memanfaatkan secara benar dan baik sarana olah raga renang dan rekreasi ini,” ungkap Bupati Makmur.

Pemerintah melalui instansi berkompeten diharapkan melakukan pengelolaan, pemeliharaan serta pemberlakukan retribusi sebagaimana mestinya sehingga fasilitas umum yang merupakan salah satu asset daerah tersebut bisa tetap terjaga serta bisa bermanfaat bagi semua pihak. “Sementara untuk soal keamanan di harapkan  kepada para  petugas pengelola dapat bekerja secarta profesional dan senantiasa mengutamakan keselamatan pengunjung. Sehingga para pengunjung merasa aman dan nyaman menikmati fasilitas ini untuk ajang rekreasi. Yang kedepan dapat memberikan manfaat optimal baik bagi masyarakat luas maupun bagi Pemkab Berau menunjang pembangunan fasiltas umum lainnya,” pungkas Bupati Makmur.

Kepala Dispora Berau Drs H Mansyah Kelana mengatakan, soal retribusi berharap agar masyarakat mempunyai kesadaran yang tinggi akan pelaksanaanya. Karena  retribusi yang dipungut oleh pengelola adalah semata-mata untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD), yang pada akhirnya juga akan digunakan untuk biaya perawatan dan pemeliharaan gedung serta kolam itu sendiri. Apabila hal tersebut berjalan sesuai dengan harapan, keberadaan aset daerah tersebut akan memberikan manfaat yang baik  kepada semua pihak. Dasar  pengoperasian kolam adalah Keputusan  Bupati Berau No 407 tentang penunjukan Dispora sebagai pengelola Kolam tersebut serta Perda No 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

“Alhamdullilah akhirnya setelah sekian lama kolam tersebut dibangun dan  dlengkapi akhirnya kini secara resmi dibuka untuk umum. Memang dibutuhkan beberapa karyawan untuk mengoperasikan kolam, namun semuanya sudah tersedia. Termasuk antara lain untuk bagian Kebun, Operator, Cleaning Service, Karcis Masuk, Parkir, pelatih atau Instruktur dan yang lebih penting adalah petugas keamanan. Berbagai pembenahan juga terus dilakukan sehingga sarana umum ini optimal manfaatnya, untuk itu kita harapkan juga dukungan semua pihak,” pungkas Mansyah Kelana. (Bastian).

Polres Barru Rayakan Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-65


Barru, Metropol.

Perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara tahun 2011 ini, berlangsung meriah dibanding dengan tahun sebelumnya, karena pada tahun ini acara tersebut dilaksanakan dengan berbagai kegiatan menyambut HUT Bhayangkara ke-65 ini.  Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Barru dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-65 yaitu Bakti sosial oleh personal Polres Barru pada hari jum’at tanggal 24 Juni 2011. Sepeda santai pada hari minggu tanggal 26 juni 2011. Gerak jalan santai pada hari selasa tanggal 28 juni 2011. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan  (TMP) Sumpang Binangae, yang dilanjutkan dengan kegiatan Anjang sana ke panti Asuhan pada hari Kamis 30 juni 2011, dan puncaknya adalah pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-65 di halaman Markas Komando (MAKO) Polres Barru,  yang dilanjutkan dengan acara syukuran, pada hari jum’at tanggal 01 juli 2011.
        
Acara puncak perayaan tersebut di pimpin langsung  oleh Kapolres Barru AKBP Darma Lelepadang SH.MH. dan dihadiri oleh segenap jajaran Kepolisian Resor Barru, Bupati Barru H.Andi Idris Syukur MS. Ketua DPRD Barru H.Fakhruddin sabir SE, Kajari Barru Ngadimin SH,  serta seluruh undangan.
   
Dalam amanah tertulisnya, yang dibacakan oleh Kapolres Barru AKBP Darma Lelepadang SH.MH. Presiden  Republik Indonesia meminta, kepada segenap jajaran Polri untuk lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan cara-cara yang lebih persuasif,  bukan tindakan Represif.  Kedepankan upaya Pre-empetif dan Preventif.  Namun, jika telah terjadi pelanggaran hukum, demi tegaknya hukum dan keadilan,  maka pendekatan upaya paksa atau tindakan represif tidaklah salah.
         
Sehari sebelumnya,  tepatnya hari kamis 30 juni 2011 Kapolres Barru memberikan penghargaan kepada anggota unit Reskrim  Polres Barru yang berprestasi di Gedung Bola Sobae Barru. Adapun anggota Polres yang berprestasi tersebut yaitu, Personil yang berprestasi kerja dalam Tugas, 1. Briptu Made Dwi Astari. 2. Brigpol A.Harapah 3. Brigpol Muh.Kasim.

Personil yang rajin melaksanakan Apel, 1. Aiptu Midhan,  2.Bripka Hasbi, 3. Bripka Ibrahim, Brigpol H.Hamka. PNS yang rajin melaksanakan Apel, 1. Pengtu Syamsuddin.M, Loyalitas kerja, 1. Brigpol Muh.Fitriawan.k, 2.Brigpol Mansyur,

1. Unit yang tidak ada tunggakan : Unit II, 2. Unit terbanyak menyelesaikan kasus (P.21/Tipiring) yaitu
Unit PP, 3. Polsek yang melaksanakan administrasi penyelidikan dan penyidikan sesuai Jukminu
Reskrim yaitu Polsek Balusu.
       
Pada umumnya masyarakat  Kab. Barru mengaku puas atas kinerja para anggota kepolisian  Resor Barru,  utamanya dari segi keamanan.  Dimana Kabupaten Barru adalah salah satu Daerah di Indonesia yang paling aman, dan semua itu tidak terlepas dari kinerja para anggota kepolisian Resor Barru dan kordinasi yang baik dengan pemerintah daerah dan peran serta masyarakat Kabupaten Barru untuk bersama-sama menciptakan suasana aman dan kondusif. (Mahmud Rahim)

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Barru Laksanakan Kegiatan di Lapangan Yang Lebih Efektif


Barru, Metropol.

Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh kepala kantor pemberdayaan perempuan dan KB kabupaten Barru adalah, dengan cara melakukan pendekatan secara langsung kepada penduduk di setiap desa di wilayah Kabupaten.Barru.
   
Ketika Metropol menemui kepala kantor pemberdayaan perempuan dan keluarga  berencana   ( KB ) Drs. Usman Arsyad, MM.   Ia menjelaskan, bahwa sistem yang sangat efektif adalah dengan cara menugaskan kepada setiap staf yang berdomisili disetiap desa dan kelurahan  untuk melakukan kegiatan,  mendatangi warga dari  rumah ke rumah  ( DOOR to DOOR ),  untuk lebih memudahkan pemahaman dan penyaluran sesuai kebutuhan yang di harapkan, dalam pengembangan pemberdayaan perempuan, begitu juga pelaksanaan program keluarga berencana  ( KB ), di Kabupaten Barru, tetap berjalan dengan lancar sesuai dengan  kebutuhan masyarakat, kendatipun dana yang tersedia  tidak mencukupi, namun kegiatan ini tetap terlaksana sesuai dengan harapan.

Dari hasil kerja sama pemerintah Kabupaten Barru melalui kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ( KB ), dengan masyarakat. kini sudah di tandai dengan hasil pencapaian yaitu, apseptor aktif sebanyak. 16131, dari 30114. Pasangan subur atau mencapai 56,64 %. Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB),  Kabupaten Barru mengungkapkan, bahwa setiap tahun pencapaian apseptor rata-rata over target di atas 100 %, dari target yang diberikan Kanwil provinsi Sulawesi selatan, sehingga total pertilipiti  Red ( TPR ) , setiap ibu pasangan yang masih berproduksi, memiliki anak rata-rata 2 ( dua ) – 3 ( tiga ). ( Mahmud Rahim)

Kapolri : Aliran Dana dari Nazaruddin ke Ito Tidak Ada


Jakarta, Metropol.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo memastikan tidak ada aliran dana dari tersangka Muhammad Nazaruddin ke mantan Kabareskrim Ito Sumardi. Kepastian itu didapatkan Timur setelah bertanya langsung kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK sudah menyampaikan tak ada itu. Kita ikuti saja apa yang disampaikan KPK," kata Timur saat ditemui usai sertijab KASAD di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Karena tidak terbukti menerima uang, lanjut Timur, Ito tidak akan diperiksa secara internal. “Mau diperiksa bagaimana? Kan nggak ada. Silakan saja kalau nggak percaya tanya KPK,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Terkait kaburnya Nazaruddin, Timur mengungkapkan, Polri sudah mengirimkan red notice. Ia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil laporan dari Interpol.

“Kita tungggu. Dan saya  kira  semua yang kita lakukan suda sesuai prosedur. Kita tunggu saja laporannya dari Interpol,” cetus lulusan Akpol tahun 1978 ini.

Isu adanya aliran dana dari Nazaruddin ke Ito bermula dari penggeledahan yang dilakukan KPK di kantor milik Nazaruddin di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada malam 21 April 2011 lalu. Penggeledahan menyusul penangkapan atas Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Manajer Marketing PT. Duta Graha Indah, M. El Idris, dan Manajer PT. Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang. KPK menemukan berbagai dokumen, salah satunya dikabarkan kuitansi berisi pembayaran kepada Jenderal Polisi.

Ito sendiri sudah membantah isu tersebut. “Saya demi Tuhan tidak pernah ketemu Pak Nazarudin, dari siapa info yang menyesatkan itu? Keterlaluan,” katanya. (Kamal).

Bagir Manan Pemberitaan Nazaruddin Sesuai Kode Etik Jurnalistik


Jakarta, Metropol.

Dewan Pers menilai pemberitaan tentang mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sesuai kode etik jurnalistik. Tak ada yang salah saat media memberitakan keterangan berdasarkan SMS dan BlackBerry Messenger.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan, pemberitaan melalui SMS atau BBM merupakan fakta jurnalistik, terlepas apakah isi pesan benar atau tidak. Itu bukan fungsi pers untuk membuktikan, tapi fungsi penegak hukum.

Menurut Bagir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat terlalu berlebihan. Yudhoyono menganggap pers sebagai salah satu penyebab banyaknya persoalan di Partai Demokrat.

"Tidak ada yang sifatnya fiktif atau karangan. Karena itu, terlalu pagi kalau keterangan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD seolah-olah mengatakan persoalan-persoalan PD dan yang melibatkan orang-orang di internal Demokrat sekadar dibesar-besarkan pers," kata Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, dalam jumpa pers, di Kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) ini menjelaskan, apa yang diberitakan pers adalah sebuah kenyataan. Nazaruddin begitu saja meninggalkan tanah air dan kemudian dijadikan tersangka korupsi oleh KPK terkait kasus wisma atlet. "Itu kenyataan dan semua orang membicarakan itu, sehingga apa yang diberitakan pers masih atas kenyataan yang diketahui umum," jelasnya.

Menurut Bagir, sumber berita dari pesan BlackBerry Messenger (BBM) dan SMS sah untuk dijadikan berita. Termasuk dalam kasus Nazaruddin, fakta yang terjadi ada keterangan yang disampaikan melalui pesan tersebut.

"Kalau memang ada BBM yang ngomongnya gitu ya itu fakta. Itu saya anggap sepanjang ditulis berdasarkan itu, ya masih dalam fungsi jurnalistik," paparnya.

Bagir Manan menjelaskan, berita jelas didasarkan fakta. Namun memang, barangkali ada perbedaan persepsi mengenai pengertian fakta tersebut. Jelas fakta jurnalistik berbeda dengan fakta hukum.

"Fakta jurnalistik tidak harus dibuktikan kebenarannya, tapi apa adanya. Tapi fakta BBM itu ada, tapi apakah isinya kebohongan Nazaruddin atau orang yang buat, bukan lagi tugas jurnalistik untuk cek kebohongan dan sebagainya," terangnya.

Langkah pers yang mengangkat BBM itu sebagai berita dinilai Bagir bisa dibenarkan sepanjang dilakukan langkah klarifikasi dan menumbuhkan keyakinan bahwa itu berita yang benar dari orang yang benar. "Kalau memang ada yang merasa itu salah, buktikan saja. Jangan bebani kita untuk buktikan, bukan tugas kita," tegas Bagir.

Bagir menengarai jangan-jangan ada sesuatu di balik pernyataan SBY yang menyudutkan pers. "Jangan sampai dari pernyataan itu, sedang mencoba mengalih-alihkan persoalan itu," terangnya.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, mengatakan, SBY seharusnya mengurusi kadernya yang nyata-nyata berkonflik lewat media.
"Jangan gara-gara Anda sakit, jalannya pincang, jadi jalanan yang disalahin. Jangan gara-gara konflik di Partai Demokrat begitu dahsyat dan diberitakan dengan dahsyat, media disalahkan," katanya.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, menegaskan, SBY tak ada tendensi menyalahkan pers. "Tak ada kesan Pak SBY menyalahkan pers. SBY selalu mendukung kebebasan pers," ujar Saan. Menurut Saan, dukungan SBY kepada kebebasan pers itu tak diragukan lagi. Namun, menurut Saan, Partai Demokrat, memang merasakan ada pihak yang mengadu domba sesamanya.

"Kita memang merasa satu sama lain kayak dihadap-hadapkan. Kita masih mencari tahu juga siapa yang melakukan itu. Saya pastikan itu bukan media massa. Kita hanya merasa saja," katanya.

Dalam jumpa pers, di Cikeas, Senin (11/7) malam, SBY menyayangkan sikap media dalam pemberitaan Nazaruddin. Dia menilai SMS maupun BBM dari orang yang mengaku Nazaruddin dijadikan judul dan headline di media massa, sehingga menohok PD.

"Banyak pemberitaan media massa, termasuk media massa yang selama ini memiliki kredibilitas dan reputasi baik, yang terus juga mendiskreditkan PD, yang hanya bersumber pada SMS atau BBM,” kata SBY.

“Yang saya tidak pernah paham dengan akal dan logika saya, justru berita yang bersumber dari SMS dan BBM dijadikan judul besar, tema utama, dan headline yang mencolok. Tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya, kemudian dianggap sebagai sebuah kebenaran, dan dijadikan alat untuk menghakimi PD," sebut SBY lagi. (Delly. M)

Kapolda Sultra Instruksikan Tembak di Tempat


Kendari, Metropol

Sebagai institusi yang diamanahkan untuk  menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat, Kepolisian Republik Indonesia dituntut untuk dapat melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak terkecuali dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara yang meskipun di daerah ini situasi kondisi keamanannya cukup kondusif dan terkendali namun hal ini tidak membuatnya terbuai dengan hal tersebut.

Perilaku pelaku kejahatan yang akhir-akhir ini terkesan telah berani melawan aparat keamanan, juga menyebabkan kehawatiran masyarakat Sultra meningkat. Menyikapi hal tersebut Kapolda Sultra Brigjen Pol Drs. Sigit Sudarmanto, SH., MM. disela-sela peringatan hari bhayangkara 1 juli 2011 kepada sejumlah wartawan mengatakan,  telah menginstruksikan kepada jajaran Polda, Polres, Polsek maupun pos-pos Polisi untuk meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan kegiatan operasi kepolisian baik itu bersifat terpusat maupun mandiri.

Menyinggung soal teror yang dialamatkan kepada institusi kepolisian maupun pribadi polisi, kapolda mengatakan telah menginstruksikan perintah tembak ditempat. Selanjutnya dikatakannya   “ Bahwa teror tidak boleh dikembangkan karena bagaimana pun juga akan merusak sendi-sendi kehidupan khususnya dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat”. Saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan tentang maraknya aktivitas penambangan liar di Sulawesi Tenggara, Kapolda mengharapkan masyarakat atau siapapun yang mengetahui kegiatan ilegal tersebut hendaknya melapor kepada aparat kepolisian karena polda sultra tidak akan takut menghadapi pelakui penambang ilegal. “ Dibelakang siapapun kita akan melakukan penindakan tegas” tutupnya. (Daksan).

Kapolda Kaltim Kunker Ke Berau


Berau, Metropol.

Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) ke Daerah, Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo bersama istri serta rombongan lainya tiba di Berau, menggunakan Pesawat Kal Star. Disambut secara langsung oleh Bupati Berau, Kapolres, Dandim 0902/Trd serta Danyon Armed di Bandara Kalimarau, dimana untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus istirahat, sebelum bertatap muka secara langsung dengan keluarga besar Mapolres Berau, Kapolda bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi tempat wisata unggulan Kabupaten Berau yaitu Pulau Derawan.

Dalam kunjungan kesalah satu obyek wisata kebanggaan Bumi Batwakkal Berau tersebut, Kapolda menyatakan kagum dengan kendahan panorama alam yang ada, terutama akan keindahan dan unik serta langkanya berbagai jenis terumbu karang bawah laut Pulau Derawan.  Kapolda bersama rombongan kembali ke Kota Tanjung Redeb bertatap muka dengan keluarga besar Polres Berau, bertempat di Mapolres Berau Jl Pemuda.

Selain memberikan beberapa arahan kerja, pada kesempatan itu Kapolda juga mengungkap rasa bangga melihat langsung kondisi Polres Berau, disamping bisa bertatap muka dengan para Perwira serta personel Kepolisian Polres Berau. Kapolda antara lain menekankan kepada seluruh Personel Kepolisian Polres Berau untuk bisa meningkatkan kinerja sebagai sosok Polisi yang professional, sehingga mampu menjadi pelindung, pengayom, pelayan masyarakat dengan tetap menekankan kebersamaan dan kekeluargaan.

Seluruh personel Polres Berau hendaknya melaksanakan tugas sebagaimana peran fungsi Polisi, juga bisa memberantas kejahatan prioritas atau yang wajib, diantaranya, kejahatan pencurian kekerasan (Curas), pencurian pemberatan (Curat), pencurian motor (Curanmor) serta segala bentuk aktifitas  illegal yaitu illegal logging, Mining dan fishing. Disini saya akan selalu memonitor segala kegiatan yang dilaksanakan disetiap Polres di wilayah kaltim dalam memberantas  kejahatan yang menjadi prioritas,” tegasnya.

Tidak kalah pentingnya Kapolda juga memberi amanat untuk terus memberantas Narkoba, tidak saja hanya menangkap beberapa pengedar dan pemakai, tapi juga seluruh jaringannya yang ada, sebagai sebuah target yang harus dicapai. Belum tentu yang ditangkap merupakan pengedar besarnya, apabila yang ditangkap pengedar besarnya, pasti yang kecil-kecil juga akan ikut diberantas. Apabila ada anggota Kepolisian terkena kasus pemakaian Narkoba, secara tegas yang tersangka akan dipecat secara tidak terhormat.

“Ingat itu, pelanggaran lainnya juga akan dikenakan sanksi yang berlaku di Kepolisian. Disini saya menekankan tiga aspek yang harus menjadi pedoman didalam melaksanakan tugas yaitu, aspek pelayanan, aspek perlindungan dan aspek pengayoman. Kita bekerja memihak yang benar, bukan bekerja memihak yang membayar,” kata Kapolda.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Berau AKBP Endro Prasetyo Sik menyampaikan, masyarakat Berau pada umumnya masih menjunjung tinggi pancasila sebagai satu-satunya ideology atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta UUD 1945 sebagai landasan konstitusi bernegara. Wilayah Kabupaten Berau terdiri dari 13 Kecamatan, 107 FKPM model wilayah, 5 KPM model kawasan. Yang mana jumlah FKPM yang sudah terbentuk di Berau sebanyak 45 dan setiap organisasi FKPM diikuti oleh satu personel Polri untuk membina dan mengawasi kegiatan FKPM yang ada di desa maupun Kelurahan.

Luasan wilayah Berau 34,127 Km2 dan komposisi penduduk di Berau yaitu suku Bugis sebanyak 32 persen. Bajau, Berau, Dayak (Babada) 30 persen, Jawa 31 persen, cina 2 persen dan lain-lainya 5 persen. Jumlah keseluruhan penduduk di Kabupaten Berau saat ini 199,256 jiwa, laki-laki 107,169 jiwa dan perempuan 92,087 jiwa.

“Ada sekitar enam perkara yang dikatagorikan kerawanan di Berau ini, yaitu kaitannya dengan sengketa goa sarang burung, Kelangkaan BBM khusunya jenis Premium dan Solar, Perda Miras yang mana diketahui sampai saat ini belum ada pengesahan kembali, perda miras mendasari sasaran dari mendagri setelah pencabutan Perda Miras, Sengketa lahan antara kelompok tani, Illegal Loging jenis Kayu Hitam, dan sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan tambang batu bara dan kelapa sawit. Enam poin tersebut menjadi kerawanan Kamtibmas kedepan di Berau,” tegasnya.

Skuat personel Polres Berau saat ini sebanyak 469 personel, didukung Kodim 0902/trd dengan 190 perseonel, POM 8 personel, Yon Armed 180 personel, TNI AL 12 personel, Sat Pol PP 120 personel dan Sat Pol Air sebanyak 6 perseonel. Dalam memberikan pelayanan Kamtibmas masyarakat Berau bekerja sama dengan baik, yang tidak lepas dari rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang ditekankan oleh Pemkab Berau.

“Polres Berau juga meiliki langkah dalam mendukung program prioritas Polda Kaltim yaitu, melaksanakan giat razia melalui giat rutin Kepolisian yang ditingkatkan (tiada hari tanpa razia), melakukan pemetaan kerawanan daerah (Kring Reserse), melakukan hot spot guna menentukan sasaran giat patroli dan meningkatkan pembuatan produk intelejen dengan sasaran pada daerah dan pelaku yang menjadi target,” pungkas Kapolres Berau AKBP Endro Prasetyo Sik. dan pada malam harinyaKapolda melakukan tatap muka dengan Pemkab dan masyarakat Berau bertempat di gedung Bala Mufakat Jl Cendana.(Bastian)

Gubernur dan Nyonya Ayu Pastika Tinjau Lomba Design Songket dan Endek PKB XXXIIII.


Denpasar, Metropol.

Di tengah kesibukannya memimpin pemerintahan di Provinsi Bali, Jumat, 8 Juni 2011 siang, Gubernur Bali beserta Nyonya Ayu Pastika menyempatkan diri meninjau lomba design songket dan endek Bali, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIII yang ditutup hari ini di ruang tamu utama (VIP Room) Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Denpasar.

Pameran yang baru pertama kali ini menarik perhatian Gubernur, lebih-lebih hal itu merupakan inisiatif Ketua Dekranasda Bali Nyonya Ayu Pastika. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggandeng Disperindag dan Dinas Kebudayaan Bali untuk kegiatan ini. Hadir Kadiperindag Bali Gede Darmaja, Kadisbud Bali I Ketut Suastika dan Karo Humas dan Protokol I Ketut Teneng. Lomba diikuti delapan kabupaten/kota se-Bali. Masing-masing menampilkan kerajinan terbaiknya. Satu-satunya kabupaten yang tidak ikut adalah Tabanan disebabkan ketiadaan perajin.

Karya yang ditampilkan 41 lembar terdiri dari 23 kain endek dan 18 songket. Pada saat meninjau lomba, Gubernur Made Mangku Pastika mendapat penjelasan detail dari para perajin. Kata mereka, kain songket dan endek tidak bisa dikerjakan 100% dengan mesin. Ada beberapa bagian yang tidak bisa dikerjakan mesin. Teknologi paling modern untuk ini adalah ATBM sistem kartu. Songket bahkan disinyalir sama sekali tidak bisa dikerjakan mesin karena akan kehilangan ciri khas motif timbul dan paduan warna. ATBM sistem kartu juga belum mampu membuat songket karena kartunya cepat rusak. Ke-18 kain songket yang dilombakan 100% hasil pekerjaan tangan (hand made) sehingga originalitasnya dapat dipertanggungjawabkan. “Semuanya dibuat dengan tenun cagcag Pak Gubernur,” tutur perajin. Bahannya pun tak banyak variasi yakni kain katun dan sutera. Karena 100% hand made, waktu pengerjaan menjadi lama. Satu lembar songket bagus memakan waktu hingga tiga bulan. Itu sebabnya harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Kadisperindag Gede Darmaja mengemukakan, lomba bertujuan memberi ruang, baik bagi perajin maupun pecinta songket dan endek untuk mengembangkan apresiasi mereka. Kriteria yang dinilai meliputi  design timbul akibat perpaduan struktur anyaman antara benang lusi (vetikal) dan pakan (horisontal) untuk songket dan motif yang ditimbulkan akibat dampak warna dari benang dan pakan untuk jenis endek.

Sementara Gubernur Made Mangku Pastika berharap, lomba ini jangan hanya sekali ini. Perlu dilakukan minimal setahun sekali sampai masyarakat mengenal dan bangga. Gubernur mengatakan siap membantu pengenalan songket dan endek dengan mengupayakan kedua jenis ini menjadi pakaian resmi para kepala pemerintahan dan delegasi ASEAN Fair dan ASEAN Summit 2013. Gubernur membantah songket dan endek Bali kalah gengsi dibanding kain lainnya. Banyak kalangan menyukai dan mencintai songket dan endek. “Seiring membaiknya perekonomian, tidak semua kan masyarakat suka (kain) yang praktis, murah dan cepat mendapatkannya. Banyak juga yang mencari ini,” cetus Gubernur seraya berharap para perajin mempertahankan ke orisinilan karyanya dengan motif yang mengandung filosofi kehidupan khas Bali seperti Barong dan Rangda, kehidupan alam terbuka, dan pewayangan yang tiada duanya di dunia.

Usai meninjau lomba design songket dan endek, Gubernur beserta rombongan meninjau stand pameran arsitektur Bali. Mantan Kapolda Bali ini mengaku sangat terkesan pada kreativitas arsitek Bali yang sangat piawai membuat karya seni bangunan berupa pahatan ornamen bangunan seperti pintu, jendela, gazebo, dan jenis bangunan lain. Gubernur berharap, pameran seperti ini makin ditingkatkan di masa depan dengan disertai penawaran harga akhir yang sudah ditetapkan pemerintah. Dengan begitu calon pembeli mendapat kepastian harga sesuai kualitas bahan dan karya tanpa ragu-ragu. Untuk semua itu, diusulkan supaya dibentuk semacam tim kurator yang menilai kualitas dan harga produk. Itu disampaikan karena kualitas adalah harga. “Quality is price”. (Boby/Humas Pemprov) 

Acara Syukuran Peringatan Hari Bhayangkara ke 65


Banjarmasin, Metropol.

Setelah selesai upacara HUT Bhayangkara ke 65, di lapangan Mapolda Kalimantan Selatan, dilanjutkan dengan  acara Syukuran Peringatan hari Bhayangkara, di aula Bhayangkara Polda Kal Sel, beserta tamu dan para Undangan, Syukuran HUT Bhayangkara ke 65 ini, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakapolda Kal-Sel, Kombes Pol  Saput M Si, didampingi isteri, AKBP Dra Marhaeni M Si,  di iringi dengan lagu selamat Ulang Tahun, oleh para hadirin serta Artis Penyanyi ibu kota, Astrid Sastiasari.

bahkan Rudy Arifin, Gubernur Kalimantan Selatan, dan Wakapolda Kalsel, masing-masing didaulat untuk naik ke pentas, untuk menyanyikan sebuah lagu, sehingga membuat suasana peringatan ini, lebih meriah. Pada kesempatan ini juga, diwarnai dengan acara penerimaan  Tropi atas pemenang dalam berbagai perlombaan dan kegiatan, yang dilaksanakan sebelumnya, seperti perlombaan poskamling, dan lainnya.

Sambutan Kapolri, yang dibacakan oleh Wakapolda Kalsel, mengucapkan “Selamat Hari Bhayangkara kepada seluruh anggota Polri, dimanapun bertugas, dengan harapan, semoga di usia yang ke 65 tahun ini, Polri akan tumbuh dan berkembang menjadi Institusi yang profesional, bermoral, modern, transparan dan akuntabel,“ tandasnya. 

“Tantangan tugas yang dihadapi Polri adalah masalah Residual yang mengendap pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dibidang Pemerintahan dan kemasyarakatan, hal tersebut menuntut jajaran Polri melakukan kerjasama kemitraan dengan seluruh kelompok masyarakat maupun Pemangku kepentingan lainnya, untuk mengeliminasi jauh di hulu permasalahan, sehingga dapat menekan terjadinya gangguan Kamtibmas serta mengurangi jumlah korban  sekecil mungkin,” imbuhnya.

 Peringatan Hari Bhayangkara ke 65 ini, menurut Jendelal Pol Drs Timur Pradopo, sebagai Pimpinan tertinggi Institusi Polri, adalah tepat dengan Tema “Semangat Kemitraan kita Mantapkan Revitalisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk Mewujudkan Pelayanan“.  Mengakhiri sambutan ini, lanjut Kapolri mengingatkan kepada seluruh anggota Polri bahwa, setiap pekerjaan  dan jabatan yang diemban, merupakan suatu amanah yang harus dilaksanakan  dan ditunaikan dengan sungguh-sungguh, penuh rasa tanggungjawab, junjung tinggi kode etik Polri yang meliputi etika kepribadian, etika kelembagaan, etika kenegaraan, dan etika hubungan dengan masyarakat yang merupakan Kristalisasi dari nilai nilai Pancasila, Tribata, dan Catur Prasetya, tegasnya. ( Rasidin Rasyid )    

Kamis, 30 Juni 2011

Panglima TNI Tingkatkan Sinergitas TNI dan Polri


Pekan Baru, Metropol

“Tingkatkan sinergitas  dan koordinasi serta profesionalisme dalam menangani kekerasan horizontal, aksi terorisme, gejala radikalisme dan pembangkangan hukum guna terjaminnya keamanan dan ketertiban  di tengah masyarakat, sehingga roda pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar”.

Demikian penekanan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. kepada Perwira  TNI dan Polri dalam rangka safari kunjungannya bersama Kapolri selama 3 hari ke wilayah Sumatera di Pekan Baru, Rombongan Panglima  TNI dan Kapolri disambut dengan tarian adat Pekan Baru serta pengalungan bunga. Penyambutan tersebut mengusung tema “ Merajut Kebersamaan Membangun Negeri”.

Menurut Panglima TNI tema tersebut sangat tepat dengan tujuan kunjungan kerjanya yaitu untuk meningkatkan sinergitas,  kebersamaan, mempererat kekompakan dan keterpaduan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah serta masyarakat. Selain itu juga untuk meningkaatkan soliditas dan solidaritas TNI Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan dan pertahanan guna mendukung pembangunan nasional. Program pembangunan nasional akan berjalan dengan baik manakala didukung oleh situasi keamanan yang baik dan kondusif.  Tanpa keamanan yang baik dan kondusif mustahil program pembangunan nasional bisa dilakukan dengan baik.

Terkait tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya adalah membantu Kepolisian dalam mengatasi gangguan keamanan nasional atas dasar permintaan Polri. Panglima TNI menjelaskan minta bantuan bukan berarti tidak mampu, akan tetapi ada keinginan untuk bersama-sama mensinergiskan kemampuan antara TNI dan Polri, sehingga pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan dengan optimal. Sebaliknya pihak TNI yang dimintai bantuan jangan merasa lebih baik dan hebat. Sedangkan Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo menegaskan, untuk mengatasi masalah keamanan perlu adanya bantuan seluruh komponen bangsa termasuk Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat.

Usai memberikan pengarahan Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan melaksanakan foto bersama. Sebelum kembali ke Jakarta,  Panglima TNI di ruang VIP Lanud Pekan Baru menerima paparan dari Komandan Korem 031/ Wira Bima Kolonel Inf Zaedun, S.E., Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut Muhammad Ali dan Danlanud Pekan Baru Kolonel Pnb Bowo Budiarto S.Ip., terkait dengan situasi dan kondisi serta pelaksanaan tugas masing-masing satuan. (Kamal)

Kapolres Pinrang Cup di Buka Dalam Memperingati Hari Bayangkara Ke-65


Pinrang, Metropol.

Dalam rangka memperingati Hari Bayangkara yang ke-65 Tahun 2011, Kapolres Pinrang bersama jajarannya diikuti beberapa Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang juga turut meramaikan acara yang dibuka resmi oleh Kapolres (AKBP AKHMAD JAMAL Y,SIk. M.Si.).

Hadir dalam acara, para Kapolsek dari 12 Kecamatan diantaranya, AKP Muh. Idris SH, MH. (Kapolsek Suppa), AKP Muh. Amir SH, (Kapolsek Cempa), AKP Abd. Karim SH (Kapolsek Duampanua) Serta Wakapolres Pinrang Komisaris Polisi (Kompol) Jaenal HC, Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang A.Rumpang, SH.MH, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pinrang (Haeruddin SH) dan para panitia pelaksana kegiatan juga terlihat dalam barisan personil polisi di jajaran Polres saat mengikuti upacara.

Pembina upacara tiba ditempat upacara dan langsung mengambil alih kegiatan yang dimulai pada pukul 15.45 Wita. Dalam sambutannya, Kapolres menyarankan agar diantara sesama hendaknya perlu untuk saling mengenal sebab, pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang..! Tak sayang maka tak cinta" oleh karena kita saling mencintai maka, akan timbul perasaan untuk saling menghargai terhadap sesama, baik kepada saudara kita maupun terhadap orang lain, sehingga semangat kebersamaan itu tetap selalu terpelihara,” Ajak Kapolres.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolres juga menyampaikan arahan-arahannya mengenai pembukaan Kapolres Cup yang tujuannya adalah, “untuk menyambut hari Bayangkara sekaligus untuk meningkatkan kegiatan dalam ber-olah raga, dengan banyak berolah raga maka, kesehatan tubuh akan selalu terjamin,” demikian sambutan singkat Kapolres pinrang. (Muh.Saleh Ar)

Jabatan Irjen TNI dan Asrenum Panglima TNI di Serahterimakan

 
Jakarta, Metropol.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menerima pelaporan Korps Serah terima Jabatan (Sertijab) Irjen TNI dari Letjen TNI M. Noer Muis, S.IP., M.Sc. kepada Marsdya TNI Sukirno KS., S.E., dan Asrenum Panglima TNI dari Marsda TNI Amirullah Amin kepada Laksda TNI Among Margono, S.E., bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta.  Pelaporan Korps Sertijab tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/1157 / VI/ 2011 tanggal 10 Juni 2011 tentang Serah terima Jabatan Perwira Tinggi di lingkungan Mabes TNI.

Sebelumnya Marsdya TNI Sukirno KS., S.E., menjabat sebagai Wakasau dan selanjutnya   Letjen TNI Muhamad Noer Muis, S.IP., M.Sc. menempati jabatan baru  sebagai Staf Khusus Panglima TNI. Sedangkan Laksda TNI Among Margono, S.E.,  sebelumnya menjabat sebagai Asrena Kasal dan  Marsda TNI Amirullah Amin selanjutnya menjabat sebagai Pati Mabes TNI AU dalam rangka memasuki usia pensiun.
 

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan serah terima jabatan di lingkungan TNI memiliki dua dimensi, yakni dimensi dinamika dan dimensi pembinaan. Dari sisi dinamika, serah terima jabatan merupakan kebutuhan dan keharusan guna memelihara momentum, performance  dan tingkat kesegaran organisasi dalam mengemban tugas pokoknya.  Sedangkan dari sisi pembinaan, serah terima jabatan  merupakan bagian dari pembinaan personel, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja, sesuai peran, tugas pokok serta fungsi organisasi.

Kepada Letjen TNI Muhamad Noer Muis, S.IP., M.Sc. dan Marsekal Muda TNI Amirullah Amin, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pelaksanaan tugas serta darma baktinya selama menjabat sebagai Irjen TNI dan Asrenum Panglima TNI.

Sementara kepada Marsekal Madya TNI Sukirno KS., S.E., M.M., selaku Irjen TNI dan Laksamana Muda TNI Among Margono, S.E. selaku Asrenum Panglima TNI, Panglima TNI menyampaikan selamat bertugas dan bekerja.  Jabatan ini merupakan kepercayaan dan amanah, serta sekaligus kehormatan yang diberikan oleh TNI, bangsa dan negara.   (Kamal)

Indonesia Bebas Narkotika Tahun 2015

 
Jakarta, Metropol.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta, baru-baru mengeluarkan enam instruksi untuk mewujudkan target Indonesia Bebas Narkotika 2015. "Telah banyak yang kita tempuh (untuk menghentikan dan mencegah kejahatan narkotika) saat ini namun masih belum cukup, kita harus lebih giat dan agresif lagi," kata Presiden.

Instruksi pertama Presiden untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkotika 2015 berupa ajakan untuk meningkatkan intensitas dan ekstensitas pencegahan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.

Kedua, adalah ajakan untuk meningkatkan kerjasama regional maupun internasional supaya Indonesia tidak mudah diaduk-aduk oleh organisasi narkotika.

Kemudian yang ketiga adalah imbauan kepada para pendidik, orang tua dan pemuka agama untuk aktif mendidik generasi muda agar tidak tersesat dan terlibat dalam kejahatan narkotika.

Instruksi yang keempat, lanjut Presiden, ditujukan kepada polisi dan aparat hukum untuk aktif membongkar kejahatan narkotika dan memberikan hukuman setimpal. "Yang kelima adalah masyarakat harus lebih peduli dan aktif," kata Presiden.

Menurut Presiden, jangan sampai kasus-kasus sebelumnya dimana sebuah rumah menjadi tempat produksi narkotika namun tidak ada tetangganya yang mengetahui. "Ada yang disebut sebagai `neighborhood watch`," katanya.

Sementara itu instruksi yang terakhir adalah upaya bersama untuk mendorong program-program rehabilitasi narkotika dan kerelaan menyambut para mantan pengguna kembali di tengah masyarakat.

Turut mendampingi Presiden dan wakil Presiden Boediono pada kesempatan itu adalah Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono serta Kepala Badan Narkotika Nasional Goris Mere.

Pada kesempatan itu Presiden juga menandatangani Sampul Indonesia Bebas Narkotika 2015 serta menyematkan Pin Indonesia Bebas Narkotika pada empat pelajar berprestasi.

Mereka adalah Keyla Cahya Athalia siswi SD Islam Al-Azhar 09 yang merupakan pemenang olimpiade matematika dunia, Mohammad Iqbal Ibrahim siswa SMP Pribadi Depok yang merupakan pemenang junior olimpiade science dunia, Christian George Emor siswa SMA Lokan Santo Nicolas Sulawesi Utara yang merupakan pemenang olimpiade fisika dunia dan Abi sofyan Ghifari mahasiswa Universitas Indonesia jurusan kimia yang merupakan pemenang olimpiade kimia dunia.

Sedangkan, Kepala BNN Gories Mere dalam sambutannya, mengatakan, dari hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2008, Prevalensi penyalahguna Narkoba di Indonesia sebesar 1,99% dari penduduk Indonesia, berumur 10-59 tahun atau sekitar 3,6 juta orang.  Pada tahun 2010 prevalensi tersebut diproyeksikan naik menjadi 2,21% dan pada tahun 2015 apabila tidak dilakukan upaya-upaya penanggulangan yang komprehensif, akan meningkat menjadi 2,8% atau setara dengan 5,1 juta orang. Dikaitkan dengan fenomena gunung es, jumlah penyalahguna Narkoba sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Jumlah penyalahguna Narkoba “Coba Pakai” terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini sangat rawan bagi mereka yang belum tahu, belum paham dan belum sadar akan ancaman bahaya Narkoba, karena mereka akan men-“Coba Pakai” Narkoba dan timbul “Pelanggan Baru” yang apabila sudah meningkat menjadi teratur pakai atau pecandu. Maka akan menjadi pelanggan tetap.

Dengan semakin meningkatnya jumlah penyalahguna Narkoba di Indonesia, makin mengundang beroperasinya jaringan sindikat Narkoba di Indonesia.

Berdasarkan jenis pekerjaan para penyalahguna Narkoba yang menjalani proses penegakan hukum, pada umumnya adalah pekerja swasta, wiraswasta, dan buruh berusia diatas 30 tahun, dengan tingkat pendidikan terbanyak SLTA. Ini harus menjadi perhatian semua pihak bahwa ancaman terbesar ada pada kalangan siswa/pelajar SLTA sebagai generasi muda dimasa mendatang.

Dari 3,8 juta penyalahguna Narkoba pada tahun 2010, baru sebagian yang menjalani perawatan. Masih banyak penyalahguna Narkoba yang belum mendapatkan pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sehingga sangat rawan menjadi pasar terbuka jaringan sindikat peredaran gelap Narkoba.

Pada akhir-akhir ini, jaringan peredaran gelap Narkoba Internasional yang beroperasi di Indonesia semakin meningkat, diantaranya jaringan sindikat warga Iran, Nigeria, India, China dan Malaysia. Begitu pula dengan warga negara Indonesia yang terlibat jaringan peredaran gelap meningkat, bahkan beberapa diantaranya sedang menjalani proses hukum di luar negeri karena berperan sebagai kurir pembawa Narkoba.

Untuk mengatasi permasalahan yang telah diuraikan, pemerintah telah melakukan kegiatan dengan hasil sebagai berikut,

1. Telah dibentuk Kader Anti Narkoba diseluruh wilayah Indonesia, terutama dari pelajar dan mahasiswa.
2. Telah disiapkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan sistem wajib lapor pecandu narkotika.
3. Telah berhasil memutuskan jaringan sindikat peredaran gelap Narkoba jenis Sabu-sabu warga negara Iran dan beberapa jaringan sindikat lainnya, sejak dari sumbernya di luar negeri dan mengkoordinir berbagai penegak hukum antar negara untuk menangkap otak jaringan sindikat yang berada di luar negeri.
4. Telah berhasil mengungkap dan memutuskan jaringan sindikat Internasional, peredaran gelap Narkoba yang dikendalikan dari dalam negeri.
5. Telah berhasil mengungkap berbagai Mega Clandestine Labortory-Pabrik Gelap dalam skala besar didalam negeri milik sindikat Internasional yang beroperasi diberbagai kota besar di Indonesia
6. Bersama berbagai komponen masyarakat, bangsa dan negara telah menyatukan pola pikir dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk : Kebijakan Dan Strategi Nasional Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2011-2015 (Jaktranas P4GN 2011-2015) sebagai suatu bentuk komitmen bersama mewujudkan “Indonesia Negeri Bebas Narkoba”.

Memperhatikan kondisi ancaman Narkoba di tanah air, maka beberapa langkah kedepan telah disiapkan,

1. Peningkatan Kampanye Nasional yang massive sampai ke pelosok desa terhadap ancaman bahaya Narkoba.
2. Pada tahun ini telah dilakukan pembangunan tempat rehabilitasi untuk masyarakat Indonesia Bagian Timur yang terletak di Makassar (Sulawesi Selatan), untuk masyarakat Indonesia Bagian Tengah di Samarinda (Kalimantan Timur), dan tahun depan di Pagar Alam (Sumatera Selatan) untuk masyarakat Indonesia Bagian Barat.
3. Penyiapan jejaring institusi wajib lapor bagi pecandu Narkoba hingga di Puskesmas seluruh Indonesia.
4. Penguatan pengamanan pintu-pintu masuk jaringan sindikat peredaran gelap Narkoba dari luar negeri.
5. Terus meningkatkan operasional penegakan hukum guna menghancurkan jaringan sindikat Narkoba yang berasal dari dalam negeri dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum berbagai negara untuk menghancurkan sumber jaringan sindikat di luar negeri.
6. Melakukan Konsolidasi Nasional sebagai Pelaksanaan Kebijakan Dan Strategi Nasional di Bidang P4GN Tahun 2011-2015. (Kamal)

Gelar Operasional Bulanan Polda Kalsel

Banjarmasin, Metropol.

Polda Kalsel melaksanakan Gelar Operasional (GO) bulanan, yang dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Kalsel, Para Kapolres/ta dan Pamen Jajaran Polda Kalsel, bertempat di Rupatama Polda Kalsel, dipimpin oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Drs. Saput, M.Si. Pelaksanaan Gelar Operasional (GO) dimaksudkan sebagai bahan informasi kepada Pimpinan Polri, perkembangan situasi Kamtibmas di Wilayah Hukum Polda Kalsel, sebagai analisa dan evaluasi Kamtibmas selama satu bulan terakhir, kemudian perlunya rencana kegiatan /langkah kebijakan satu bulan kedepan kearah yang lebih baik.

Pimpinan Polri mengharapkan gelar operasional dapat memberikan hasil perbaikan tindakan atau kinerja kepolisian Polda Kalsel yang lebih baik, diikuti dengan situasi kamtibmas yang lebih kondusif serta Citra Polri di masyarakat selalu dicintai dan disegani. Perkembangan Kamtibmas harus selalu diwaspadai setiap saat, untuk menjaga ketentraman, kenyamanan dan keamanan masyarakat. (Tim Metropol/Bidhumas Polda Kalsel).

SD Darmawati Arief Gelar Perpisahan


Tangerang, Metropol.

Belum lama ini Yayasan Darmawati yang beralamat di Kuta Baru, Pasar Kemis Tangerang, menggelar acara pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas I dan kelas V SD Darmawati Arief. Selain dihadiri oleh orang tua siswa, hadir pula Camat Pasar Kemis, Lurah Kuta Baru Pasar Kemis, sedang dari Yonzipur Kodam Jaya diwakili oleh Ustadz Drs. H. Hasani MA, Ketua Komite Sekolah dan siswa-siswi serta tamu undangan lainnya.

Acara Perpisahan SD Darmawati yang berlangsung baru-baru ini berjalan lancar dan meriah, dengan diiringi berbagai acara kesenian. Selain itu,  Wisuda SD, Wisuda SKH, Wisuda TK Islam, dan Pemberian Piala Penghargaan pada siswa yang berprestasi, serta acara hiburan lainnya dari para siswa. Seluruh tamu undangan yang hadirpun turut bersukacita, karena dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Yayasan Darmawati yang ke-6.

Yayasan Darmawati Arief berdiri sejak Tahun 2005 dengan Bpk. Fahmi Abdul Malik, LC selaku Kepala Sekolah Dasar Darmawati Arief. Jumlah keseluruhan murid di Yayasan Darmawati  adalah 250 anak didik, yang terdiri dari TK Islam, SKH dan SD. Dari Tahun 2008 sudah mendapat bantuan operasional sekolah dari Diknas.

Selaku Pembina di Yayayasan Darmawati Arief yaitu Bpk. H.M. Arief Saddong, dalam kata sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswinya, khususnya kelas VI  SD Darmawati yang baru pertama kali melaksanakan ujian, walaupun masih bergabung dengan SD Kota Bumi III, salah satu SD Inti Tangerang. SD Darmawati mempunyai murid berjumlah 46 siswa yang semuanya lulus dengan nilai sangat memuaskan, untuk NEM dengan nilai tertinggi yang diraih oleh siswa SD Darmawati adalah 27,60 yang artinya nilai rata-ratanya adalah 9. Bapak Pembina Yayasan tak lupa mengucapkan ribuan terimakasih yang tak terhingga khususnya pada Bapak dan Ibu wali murid yang telah mempercayakan anaknya untuk sekolah di Yayasan Darmawati, “semoga kelak menjadi anak yang berbakti pada kedua orangtuanya serta berguna bagi Nusa dan Bangsa, Amin Ya Robbal Alamin,” ujarnya.

Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Bpk. H.M. Arief Saddong (Pembina Yayasan) dan Ibu Hj. Darmawati Arief selaku Ketua Yayasan, Dewan Guru, Kepala Sekolah, Para Donatur serta Bapak dan Ibu Wali Murid Kelas I sampai kelas VI. (Kamal)

Samsat Pangkep Optimalkan Pelayanan Prima

Pangkep, Metropol

Samsat Pangkep optimalkan pelayanan prima dengan memberikan terobosan yang mengutamakan kecepatan dan kepuasaan wajib pajak (WP) saat mengurus surat-surat kendaraan bermotor/STNK.

Langkah terobosan tersebut terlihat dari pelayanan check fisik kendaraan yang berada di kantor Samsat Pangkep, Jl. Sultan Hasanuddin Pangkajene Kabupaten Pangkep – Sulsel. Pelayanan yang dikomandoi oleh Ipda Ribi, bekerja dengan cepat dan akurat dengan mengutamakan yang pertama masuk dan pertama keluar, tidak ada berkas yang pilih kasih.

Sistem antre amat diperhatikan. Faktor kecepatan dan kepuasaan merupakan obsesi Ipda Ribi dalam memberikan pelayanan prima terhadap wajib pajak. Kalau bisa dilakukan dalam tempo sesingkat-singkatnya kenapa tidak. Bila perlu dalam waktu 5 menit, pengurusan surat-surat kendaraan bermotor/STNK sudah dapat terselesaikan.

Itulah sebabnya, semua petugas pelayanan surat-surat kendaraan bermotor/STNK telah diamanahkan untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dengan senantiasa mengutamakan pemberian pelayanan prima.

“Kami tidak membedakan wajib pajak dengan biro jasa. Siapa yang pertama diantrean dia yang pertama selesai. Demikian selanjutnya, dengan tidak melepaskan fungsi kami sebagai pemeriksa fisik nomor rangka maupun nomor mesin. Maksudnya, kami bekerja tetap profesional sebagai petugas keabsahan check fisik kendaraan bermotor,” kata Ipda Ribi, yang sehari-hari dikenal sebagai Kanit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Polres Pangkep.

Abdullah, seorang wajib pajak dari Ma’rang, kepada Metropol, ketika mengurus STNK, sangat terkesan dengan pelayanan check fisik. Dia hanya butuh waktu 10 menit, mulai dari pengesekan nomor mesin/rangka hingga  keluar berita acara check fisik.

“Saya kaget. Beberapa tahun lalu, saat check fisik, terasa amat lama. Sekarang, berkas satu loket, siapa yang pertama antre dia yang pertama selesai,” kata Abdullah.

Pemantauan Metropol, di loket mutasi terlihat antrean  untuk daftar amat tertib. Berkas yang ditumpuk ditata rapi dan dipanggil sesuai dengan tumpukan yang pertama.

Syahrul, wajib pajak, yang kebetulan lagi ngurus penggantian STNK mobilnya, saat ditemui wartawan Metropol ditempat duduknya sambil menunggu dipanggil petugas loket, mengungkapkan, “kalau pelayanan begini saya senang, tidak saling mendahului. Kami dipanggil sesuai nomor antrean. Para petugas loket pun amat ramah dan murah senyum”.

Aipda Darwis, petugas loket mutasi, saat ditemui Metropol mengungkapkan, bahwa semua ini merupakan bentuk pelayanan prima sesuai arahan pimpinan kami, dengan mengutamakan zero complain. Dalam pemberian pelayanan prima tersebut, kami tidak melupakan kelengkapan berkas, jika sudah lengkap langsung kami kasih tanda terima untuk pegangan sekaligus sebagai bukti pengambilan. (BIS)

Panglima TNI Resmikan Genderang Enam Belas Kodam II/BB


Medan, Metropol.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., meresmikan Genderang Enam Belas Kodam II/Bukit Barisan,  di Makodam II/BB Medan, Peresmian tersebut ditandai dengan penabuhan Genderang Utama oleh Panglima TNI, dilanjutkan dengan  demonstrasi  ketrampilan alat musik Genderang Enam Belas oleh prajurit-prajurit Batalyon Infanteri 100/Raider.

Penabuhan Genderang Enam Belas tersebut, dimaksudkan untuk mewujudkan kekompakan, melahirkan rasa kebersamaan, membangkitkan semangat berlatih dan sebagai ciri khas dari  setiap jiwa prajurit Raider  dimanapun berada. Menabuh genderang dengan semangat, serempak dengan sesekali berteriak dan berirama  melambangkan kegembiraan dan kebahagiaan dalam sosok wajah, tersirat karakter yang keras tetapi memiliki jiwa seni yang kuat serta hati yang lembut.

Pada kunjungan ke wilayah Sumatera tersebut,  Panglima TNI memberikan pengarahan kepada 600 Perwira TNI dan Polri dalam rangka meningkatkan sinergitas TNI dan Polri yang selama ini telah terbina dengan baik. Selain itu juga untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas TNI dan Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan dan pertahanan guna mendukung pembangunan nasional.

Dalam pengarahannya Panglima TNI selalu menekankan untuk terus mempererat kekompakan dan keterpaduan antara TNI dan Polri. Tingkatkan sinergitas  dan koordinasi serta profesionalisme dalam menangani kekerasan horizontal, aksi terorisme, gejala radikalisme dan pembangkangan hukum guna terjaminnya keamanan dan ketertiban  di tengah masyarakat, sehingga roda pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sebelumnya Panglima TNI menerima laporan tentang situasi dan kondisi serta hal-hal yang menonjol di wilayah Kodam II/BB yang disampaikan oleh Pangdam II/BB Mayjen TNI Leonardus JP Siegers.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI didampingi oleh para Asisten Panglima TNI dan Kabalakpus jajaran Mabes TNI termasuk Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E.. (Kamal)

Rabu, 29 Juni 2011

Walikota Menyambut Baik Kehadiran Patra Moderen




Palu, Metropol.
Walikota Palu Rusdi Mastura menegaskan agar pembangunan kembali Pasar Manonda segera diteruskan, dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan dan tidak menghilangkan kesan sebagai pasar tradisional. Hal itu diungkapkan, Walikota saat membacakan sambutan pada acara pembangunan tahap pertama pembangunan Patra Moderen Kota Palu, di pasar Inpres Manonda, dikutif dari situs Patra Moderen yang dilansir Metropol

Pihaknya menyambut baik pembangunan pasar ini dengan tujuan untuk mengakomodir berbagai keinginan masyarakat, terkait upaya memberikan kenyamanan dalam berbelanja maupun dalam berniaga. “Kami menyambut positif pembangunan pasar modern ini, sehingga bisa mengubah kesan tentang pasar tradisional yang kumuh, dan berbau. Selain itu, kami sangat berbangga karena pembangunan pasar ini dilakukan atas inisiatif dari pengusaha dengan tetap menjalin kemitraan dengan Pemkot sebagai fasilitator,” ungkapnya.

Sementara itu, pengembang Patra Moderen,  PT Saridewi Membangun, Imran mengatakan proses pembangunan pasar tradisional modern MTC ini akan berlangsung selama tiga tahapan.

“Proses pembangunan berbagai tahapan ini akan memakan waktu tiga tahun dengan konsep bangunan modern, yang terdiri dari ruko hingga lapak kecil. Dengan beraneka barang yang ditawarkan sehingga memudahkan konsumen dalam mendapatkan barang yang diinginkan dalam satu tempat,” jelas Imran. (Tim Metropol)