Rabu, 22 Juni 2011

TNI Tetap Mengabdi Kepada Rakyat


Jakarta, Metropol.

Dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, TNI masih dijalur yang sudah ditentukan, yaitu mengabdi kepada rakyat. Itu merupakan sejarah kelahiran TNI, sejak masa Orde Lama, Orde Baru dan masa Reformasi. “TNI tidak boleh menyimpang dari unsur itu, tetap milik rakyat dan urusan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu keikhlasan,” begitu ungkapan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Waris, saat silaturrahmi bersama wartawan di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Sebagai TNI, pengabdian harus tulus dan perlu dedikasi yang dapat memberikan arti, “Begitu juga wartawan, karena wartawan harus berani tampil kedepan, seperti masa Orde Baru, dimana saya istilahkan, wartawan bagaikan angka 1 didepan dan angka 0 dibelakang. Ji ka digabungkan menjadi anga 10,” lanjut Pangdam Jaya.

Pertemuan Pangdam Jaya, beserta jajaran TNI dengan para wartawan media cetak dan elektronik, sebagai rasa kangen Panglima Kodam Jaya, semasa bertugas di Istana Negara, sehingga rasa kebersamaan ini tetap dipupuk. Bahkan, Pangdam Jaya, membuka sesi tanya jawab dengan wartawan secara terbuka.

Beberapa wartawan mencoba mempertanyakan kinerja TNI, seperti yang dilontarkan Rudiono dari media “Metropol”. Menurutnya, selama ini peran Babinsa di wilayah kelurahan jarang terlihat (Aktif). “Seperti di wilayah Jatinegara Kaum,” kata Rudiono.

Dengan nada prajurit, Pangdam Jaya menginstruksikan kepada Dandim, agar tanggap dengan permasalahan ini. “Mana Dandimnya. Coba diperhatikan itu, memalukan saja, masa Babinsa jarang turun ke lapangan,” kata Waris. (Rudiono).

Selasa, 14 Juni 2011

“ Mutasi Transparan Demi Melahirkan Figur Profesional Polri ”


Jakarta, Metropol.
Diskusi publik yang menyoroti tentang transparansi mutasi di lingkungan Polri yang diselenggarakan oleh PWI Pusat dan Indonesian Police Watch di kantor PWI Pusat Gedung Dewan Pers Kebon Sirih Jakarta. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Prof. Awaluddin Djamin sebagai salah satu senior polisi, Brigjen Pol. Drs. Mustafa Hary Kuncoro, M.Si, Neta Pane yang biasa dikenal cukup vokal dalam mengkritisi Polri untuk kebaikan dan salah satu perwakilan dari wartawan senior. Diskusi ini diikuti oleh para undangan seperti beberapa perwakilan dari beberapa Universitas yang ada di Jakarta, Mahasiswa PTIK, beberapa media baik cetak dan elektronik dan beberapa pengamat serta wartawan muda maupun senior.
Dalam acara pembukaan yang disampaikan oleh Ketua PWI Pusat dalam hal ini diwakili oleh wartawan senior Bapak Tarman Azam, menyampaikan Polri itu milik kita semua bukan milik Polri saja, karena itu kita peduli untuk melihat polisi khususnya bagaimana kaderisasi dalam pemilihan kepemimpinan di lingkungan Polri.
Sedangkan Bapak Prof. Awaluddin Djamin mengemukakan tentang kepemimpinan secara umum di negara ini dan kepemimpinan di lingkungan Polri yang tidak dapat dilepaskan dengan manajemen dan administrasi. Pada saat Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dalam pembukaan Lemhanas mengemukakan mengapa perlu dibangun Lemhanas adalah untuk melahirkan National Leaders. Masalah di negara ini adalah diawali oleh masalah kepemimpinan. Gap atau kesenjangan yang terjadi antara negara adalah disebabkan masalah manajemen atau manajerial leadership. Di Polri ada reformasi tetapi ada beberapa hal yang dirubah tetapi tidak justru lebih baik, itu namanya sontoloyo. Negarapun saat ini banyak lembaga komisi yang tidak jelas. Menurutnya pelaksanaan tugas kepolisian itu yang dilaksanakan secara komprehensif ada pada tingkat Polres, karena itu beliau menamakannya Polres sebagai KOD atau Komando Operasional Dasar.
“Merosotnya Polri dikarenakan merosotnya pelaksanaan tugas khas profesional Polri seperti Intelijen, Reskrim, Sabhara, Lalu Lintas dan fungsi Binmas dan disebabkan oleh lemahnya kemampuan manajerial atau manejerial leadership,“ ungkapnya.
SSDM Polri yang diwakili oleh Karo Binkar SSDM Polri Brigjen Pol. Drs. Mustafa Hari Kuncoro, M.Si menyampaikan, antara lain, Biro Pembinaan Karier didalamnya ada beberapa bagian, yaitu bagian pangkat, tugas khusus, info personil, penilaian kompetensi dan bagian mutasi dan jabatan. Transparansi pemutasian personil Polri saat ini sudah jauh berubah dari yang lama, dulu belum ada uji kompetensi tetapi saat ini kita sudah ada bagian uji Kompetensi untuk melihat bagaimana kompetensi personil Polri. Saat ini Polri cukup banyak memiliki para psikolog yang digunakan untuk melihat bagaimana kejiwaan para anggota Polri dan calon pimpinan di lingkungan Polri. Saat ini baik polri dan pegawai negeri sipil Polri berjumlah lebih dari 420 ribu orang dan memanajemeni orang sebegitu besar, tidaklah mudah. Karena itu ada pendelegasian wewenang dalam pembinaan karier anggota dan PNS Polri. Proses jalanya mutasi harus ada usulan dari satuan kerja atau Satker personil tersebut atau karena memang sudah lama diatas dua tahun di suatu jabatan. “Kemudian kita mintakan persyaratan dari Propam jika ada catatan, kemudian dibawa ke forum pra wanjak yang anggotanya para perwira senior Polri berpangkat bintang tiga. Pra wanjak dipimpin oleh Wakapolri untuk kemudian baru dibawa ke Wanjak,“ ungkapnya.
Pembicara dari IPW Bapak Neta Pane menyampaikan, awal diskusi ini dikarenakan polisi banyak dicerca oleh masyarakat, yang kemudian dikesankan bahwa yang muter-muter dalam promosi jabatan di lingkungan Polri orangnya hanya tertentu atau itu-itu saja. Organisasi Yang diuntungkan oleh era reformasi ini salah satunya adalah polisi seperti misalnya anggaran yang meningkat signifikan, jenderal bintang tiga dan yang lain semakin banyak serta jumlah personil juga semakin banyak, tetapi disatu sisi masyarakat tidak merasakan hasilnya.
 Kinerja Polri selama ini yang dapat di apresiasi cuma bidang narkoba dan Densus 88 walaupun belakangan Densus 88 sudah mendapat cercaan dari sebagian masyarakat. Kondisi saat ini Polisi makin banyak dilawan oleh masyarakat, ada diantara mereka yang ditabrak atau tertabrak oleh pengguna lalu lintas dan ada juga diantara mereka yang ditembak oleh orang yang tidak suka dengan polisi. Ini suatu fenomena tertentu, ini perlu dicermati oleh kita yang kemungkinannya dikarenakan sistem mutasi yang dilingkungan Polri yang tidak baik dan tidak transparan. Akibat sistem yang tidak jelas ini menyebabkan Polisi dibawah jadi bingung karena mutasi yang tidak transparan pada level atas. Belakangan disinyalir orang-orang partai sudah menitip calon-calon Jenderal untuk jabatan strategis tertentu, apalagi pemilu atau pemilukada tidak lama lagi. Diprediksi oleh nara sumber Neta Pane ini, bahwa pada tahun 2014 atau menjelang 2014 Polri sangat rawan menghadapi masalah ini. (Kamal/Divhumas Mabes Polri)

Membangun Resnarkoba Yang Di Percaya Masyarakat


 Banjarmasin, Metropol.

Rapat Kordinasi Bidang Reserse Narkoba (1/6) di Rupatama merupakan moment yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kemampuan profesi, menyamakan persepsi, menguatkan komitmen, menganalisa tantangan yang berkembang dan mengevaluasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas selama ini. Dengan harapan kedepan kinerja Res Narkoba semakin meningkat dan eksistensi sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara dan alat negara yang memiliki tugas pokok memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.


Maksud pembuatan rencana kegiiatan ini untuk memberikan gambaran kepada pimpinan tentang segala sesuatu yang akan diperlukan dalam rangka pelaksanaan rapat kerja tehnis. Dengan tujuan untuk memberikan masukkan kepada pimpinan tentang pelaksanaan rapat koordinasi guna dijadikan dasar dalam mengambil langkah dan kebijakan lebih lanjut.

Rakor Resnarkoba Polda Kalsel bertema "Kita wujudkan pola pikir dan prilaku penyidik yang bermoral, profesional, transparan, dan akuntabel dalam rangka membangun resnarkoba yang dipercaya masyarakat" di buka Oleh Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Suprodjo WS yang diikuti sekitar 102 peserta dari DIT Resnarkoba Polda Kalsel dan Polres-Polres jajaran Polda Kalsel dengan mengikuti seluruh materi yang disampaikan dengan sungguh – sungguh, melaksanakan seluruh kegiatan pelatihan mulai awal sampai dengan selesai..
(Akhmad. R/Humnas Polda Kalsel).

Kelompok Teroris Kemayoran Berencana Meracuni Polisi


Jakarta, Metropol.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo membenarkan rencana kelompok teroris Kemayoran yang akan meracun polisi. Saat ini 6 terduga teroris Kemayoran yang ditangkap masih diperiksa. "Sementara mungkin demikian (meracun polisi). Hasil pemeriksaan terhadap tersangka," kata Timur.

Hal itu disampaikan Timur Pradopo di Bandara Halim Perdanakusumah usai mengantar Presiden SBY yang berangkat ke Swiss baru-baru ini.

Timur enggan menjelaskan lebih lanjut modus teroris yang dianggap baru ini. Ia hanya meminta publik menunggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Sekarang sudah kita amankan mereka. Tentunya nanti akan ada perkembangan yang akan disampaikan. Tapi Insya Allah kita bisa antisipasi lebih cepat untuk melakukan langkah-langkah penindakan," kata Timur.

Enam terduga teroris ditangkap, Jumat (10/6) di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat dan satu di Tambora, Jakarta Barat. Mereka diduga berencana untuk menaruh racun di dalam makanan polisi. Polisi juga menemukan samurai, parang dan 4 buah pestol polpen  sebagai barang bukti.

Sementara itu di tempat yang sama Kapolri Jend Pol. Timur Pradopo mengatakan, akan menyampaikan nama-nama calon Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim), pengganti Komjen Pol. Ito Sumardi yang juga akan segera memasuki masa pensiun. "Nanti akan kami sampaikan nama-namanya," ujarnya.

Sedangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman yang namanya disebut-sebut akan menggantikan Ito mengaku siap apabila dicalonkan sebagai Kabareskrim. "Kalau pimpinan perintah kan laksanakan saja," demikian kata Sutarman. (Kamal)

Kabupaten Barru Kembali Raih Piala Adipura


Barru, Metropol.

Kabupaten Barru kembali meraih Adipura 2011 untuk kategori Kota Kecil. Perhargaan ini merupakan kelima kalinya diterima. Selain Barru, beberapa Kabupaten diantaranya Pinrang, Pangkep, Palopo dan Luwu Timur juga meraih piala yang sama untuk kategori Kota Kecil.

Kabag Humas Setda Barru Adhy Fatriah, mengatakan penyerahan Piala Adipura dari Presiden Republik Indonesia, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono diterima oleh Bupati Barru, Ir. H. Andi Idris Syukur MS, di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini.

Lebih jauh ia mengatakan seperti pada tahun-tahun sebelumnya piala yang terima tersebut setelah sampai didaerah akan diarak sebagai bentuk ungkapan terimakasih Pemerintah kepada seluruh masyarakat atas partisipasinya, Sehingga piala tersebut  dapat diraih kembali.

Bupati Barru Pola Pertanian Perlu Ditingkatkan


Jakarta, Metropol.

Cara Pertanian dan perlu ditingkatkan dalam pengelolaannya, agar hasil yang didapat lebih baik dan meningkat. Dimana selama ini perbedaan hasil jagung dengan menanam pada lokasi DEMFARM jauh sekali. Sehingga perlu para petani diberikan pelajaran menggunakan teknologi untuk menggarap perkebunannya.

Hal itu disampaikan Bupati Barru H M Andi Idris Syukur dalam sosialisasi pengembangan pertanian. Selain Bupati, hadir juga Kapolres Barru AKBP Darma Lelepadang dan Tokoh masyarakat, untuk percontohan penanaman jagung di lokasi tersebut.

Bupati Barru mengharapkan, agar teknologi yang didemokan  bisa menjadi milik petani, sehingga dapat digunakan kepada komoditas lainnya. “Begitu juga kelompok tani lainnya, “Kata And Idris Syukur.
(Mahmud Rahim/Humas Pemkab Barru)

Tiga Intel Gadungan di Tangkap


Kutim – Kaltim, Metropol.
Tiga intel gadungan yang kerap berkeliaran dan memeras warga Kutai Timur Kalimantan Timur, akhirnya ditangkap dan diamankan Jajaran Polres Kutai Timur.
"Ketiganya sudah kami amankan," kata Kapolres Kutai Timur AKBP Prasojo Wibowo, didampingi Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Sugeng Subagyo.
Menurut Kapolres AKBP Prasojo Wibowo, saat dilakukan penangkapan di rumah masing-maasing di Jalan APT Pranoto, Sangata Utara,  para tersangka mencoba menggertak petugas dan melakukan perlawanan dan mengaku dari Intelkam Polda Kalimantan Timur "Ketiga tersangka saat ini dalam penahanan Polres Kutai Timur, masing-masing bernama, Andi Indra Permana (21), A Basri Arwan (32) dan Beni Alwi (26)," kata Kapolres.
Dikatakan Kapolres, pengkapan Intel Gadungan ini,berawal dari laporan warga yang menjadi korban pemerasan aparat yang mengaku Intelkam Polda Kalimantan Timur.
"Selain mengancam warga, mereka juga kerap mengancam dan menodong sopir truk pengangkut kayu dari Rantau Pulung dan Teluk Pandan," ujarnya.
Sudah banyak warga yang menjadi korban melapor karena oknum dalam menjalankan aksinya menggunakan kekerasan dan mengancam menggunakan senjata pistol mainan. "Kalau tidak dituruti, tersangka tidak segan-segan menodongkan sangkur dan pistol mainan itu kepada korban," jelas AKBP Prasojo Wibowo menambahkan.
Dari laporan itu, kemudian Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kutai Timur bergerak cepat dan melakukan pengintaian di sekitar tempat para oknum mangkal yakni di kawasan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Kutai Timur.
Saat ditangkap Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 unit mobil Avanza bernomor polisi KT 135 RK yang disewa tersangka pada sebuah rental di Sangatta
Polisi juga menyita 1 buah pistol mainan, borgol, 1 buah badik dan tas, serta sejumlah ID Card Pers dan LSM serta uang tunai sebesar Rp 250 ribu sisa dari kejahatan meraka. "Tiga tersangka saat ini dalam proses pemeriksaan di Polres Kutai Timur," kata Kapolres.
(Tim Metropol)

Panglima TNI Dan Kapolri Cek Kesiapan Pengamanan WEFEA 2011

Jakarta, Metropol.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengecek secara langsung kesiapan pengamanan pelaksanaan World Economic Forum on East Asia (WEFEA) tahun 2011 di Hotel Shangrila, Jakarta.
          
WEFEA sendiri akan berlangsung selama dua hari, yang akan dihadiri oleh Presiden Singapura, Perdana Menteri Thailand dan Mongolia serta Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres RI Budiono selaku tuan rumah yang merupakan Very very Important Person (VVIP). Pengamanan VVIP sendiri merupakan tugas pokok dari Komando Operasi Pengamanan (Koopspam ) WEFEA tahun 2011.  Bertindak selaku Dankoopspam WEFEA adalah Mayjen TNI Waris (Pangdam Jaya) dan Irjen Pol. Sutarman (Kapolda Jaya) selaku Wadankoopspam.
          
Setiba di Hotel Shangrila, Panglima TNI dan Kapolri langsung menuju ke Posko Satgaspam VVIP  untuk menerima paparan kesiapan pengamanan VVIP yang disampaikan oleh Kolonel Inf. Hasan (Asops Paspampres). Beberapa hal yang menjadi perhatian Panglima TNI adalah masalah kontijensi dan rencana escape terhadap kemungkinan ancaman yang terjadi terhadap keselamatan VVIP. Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI berkesempatan untuk melakukan teleconference dengan Posko Satgaspamud yang ada di Halim, Posko Satgaspamwil yang ada di Kodam Jaya dan juga dengan Pusdalops TNI.
          
Selain meninjau Posko Satgaspam VVIP,  Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau Ballroom yang digunakan pada pertemuan WEFEA 2011, termasuk sarana dan fasilitas yang akan digunakan oleh para tamu VVIP. Selesai mengecek kesiapan pengamanan VVIP, kedua Jenderal yang merupakan satu angkatan tersebut, juga meninjau kesiapan barak anggota satgas yang terletak di areal Hotel Shangrila serta fasilitasnya.
          
Pengecekan kesiapan pengamanan WEFEA 2011 oleh orang nomor satu di jajaran TNI dan Polri tersebut untuk meyakinkan kesiapan pasukan yang terlibat dalam pengamanan baik dari TNI maupun Polri sehingga seluruh delegasi nantinya dapat melaksanakan kegiatan dengan aman dan nyaman. Keamanan dan kenyamanan delegasi dalam melaksanakan kegiatan WEFEA di Jakarta merupakan tugas dari TNI dan Polri yang tidak boleh ada toleransi dalam bentuk apapun, yang dapat merugikan nama baik bangsa Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan WEFEA Tahun 2011.
          
Sebelumnya, TNI dan Polri telah menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) World Economic Forum on East Asia (WEFEA) Tahun 2011 di Mako Paspampres, Jakarta. Apel dipimpin langsung oleh Dankoopspam dan diikuti oleh seluruh pasukan gabungan TNI dan Polri yang terdiri dari Koopspam TNI, Pengamanan VVIP yang meliputi Satgaspam VVIP, Satgaspamwil, Satgaspamud dan Satgasintel serta Pengamanan VIP (Very Important Person) yang dilakukan oleh unsur Polri. (Kamal/Puspen TNI)

Jumat, 03 Juni 2011

Polisi Bongkar Upal Senilai Rp 6,1 juta


JEMBER, METROPOL – (01/06)

Sindikat pembuat dan pengedar uang palsu dibekuk jajaran Satreskrim Polres Jember. Sedikitnya uang palsu sebanyak Rp 6,1 juta yang terdiri dari Rp 50 ribu sebanyak 122 lembarberhasil diamankan. Dari tiga anggota sindikat tersebut, baru satu orang yakni berinisial JN (36) warga Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi yang baru diamankan sedangkan dua lainnya masih menjadi buronan Polisi.

Pembongkaran sindikat tersebut terjadi setelah salah seorang polisi menyamar menjadi calon penjual sepeda motor. Ia akan menjual sepeda motor kepada Jn yang sebelumnya memang diintai Polisi. Transaksi jual beli sepeda motor itu dilakukan di sekitar RS Jember Klinik Kecamatan Patrang - Jember. Ternyata benar, JN menyerahkan uang palsu sebanyak Rp 6,1 juta untuk membayar sepeda motor tersebut. Akhirnya Jn digelandang ke Mapolres Jember. Jn mengaku mendapat uang tersebut dari Aw (50) yang kini masih dalam pengejaran polisi. Jn mendapat uang tersebut karena ia menjual sepeda motornya kepada Aw senilai Rp 6,5 juta. "Dari dia saya dapat uang itu. Saya tidak tahu kalau itu uang palsu," kata Jn kepada wartawan, .Jn mengenal Aw yang orang Jember saat kembali ke Jember setelah beberapa tahun hidup di Banyuwangi. "Saya pernah tinggal di Jember, dan kembali ke Jember untuk menjual sepeda motor itu," kata JN.

Karena merasa tidak mengetahui uang pembayaran sepeda motornya merupakan uang palsu, ia menggunakan uang tersebut untuk membeli kembali sepeda motor. Namun nasibnya apes, karena orang yang menjual sepeda motor kepadanya merupakan polisi yang menyamar. Meski mengaku tidak mengetahui kalau uang tersebut palsu, ia mengaku mengenal pembuat uang itu yakni At, warga Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates yang juga masih belum ditangkap oleh polisi. Polisi mengaku masih memburu dua orang tersangka tersebut.

"Mereka sindikat jual beli sepeda motor hanya modus saja. Biasanya untuk mengelabuhi korban, mereka membeli sesuatu menggunakan uang palsu ke toko-toko kecil pada malam hari," terang Kapolres Jember AKBP Samudi. Menurut Samudi, pihaknya masih terus menyelidiki kasus pembuatan dan pengedaran uang palsu tersebut. Dari tangan Jn, polisi menyita uang palsu sebanyak 122 lembar terdiri dari lembaran uang Rp 50 ribu (Rp 6,1 juta), dua buah scaner dan printer. Uang palsu tersebut hanya mempunyai dua nomor seri, yang berakhir masing-masing 71 dan 86. Kini Jn mendekam di sel tahanan Mapolres Jember dan akan dijera dengan Pasal 245 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman 15 tahun penjara. (Andik)

Pengabdian Untuk Mamuju Utara


Pasangkayu Metropol – (01/06)

Mengabdi dengan tulus adalah karakter yang melekat dalam diri pribadi Salahuddin.M. yang menjabat sebagai kepala bidang pendidikan dasar,29/januari-2011. Sebelumnya bertugas di kontor UPTD Dikpora Kecamatan Baras  Kabupaten Mamuju Utara [matra ] selama dua tahun. Pangkat dan kedudukan kapan saja dan di mana saja di pindahkan itu tergantung pada atasan,” ungkapnya.

Menurutnya, yang mana kesehariannya dihiasi dengan senyum yang ramah,sikapnya yang bersahaja dalam menjalankan tugas mempunyai kharisma sehinga dia adalah sosok di berikan amanah yang sangat dihargai, dan disukai atasan maupun bawahannya. Setiap yang ketemu dengannya akan merasakan sesuatu yang nyaman, baik dari tutur kata, prilaku dan tindakannya selalu berdasarkan pada prinsip kesamaan derajat sehinga dia tidak pernah membedakan status, entah itu atasan, bawahan, ataupun masarakat biasa, atau masyarakat menengah itu di samaratakan, tidak ada yang di beda bedakan, sebagai hamba Allah S.W.T.

Saat di temui Metropol, di ruang kerjanya, mengatakan, “semua apa yang di dapatnya dan di kerjakannya adalah amanah sehinga program pemerintah daerah visi dan misi utamanya di bidang pendidikan, dapat berjalan dengan baik, kalau kita menjalankan dengan ikhlas dan jujur,” paparnya.

Apakah itu proyek pembangunan gedung sekolah RkB, kantor, perpustakaan, dan lain-lainnya “kalau kita menjalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab akan berjalan dengan mulus, tapi kalau sebaliknya maka kita akan dituntut oleh masarakat didunia, lebih-lebih pertanggung jawaban kita pada yang maha kuasa di akhirat nanti,” tuturnya. [Udin Virgo]

Pemda Perlu Memperhatikan Dunia Pendidikan


Majene Metropol

Pemerintah setiap tahun memprogramkan pembangunan gedung sekolah untuk memajukan anak bangsa ke dunia pendidikan,  untuk mewujudkan pembangunan nasional dibidang pendidikan diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, perkembangan masyarakat, serta kebutuhan pembangunan yang tak kala pentingnya.
Untuk itu pemerintah yang bersangkutan janganlah memandang sebelah mata sekolah yang membutuhkan  pembangunan. Karena jelas sekolah ini sudah berapa kali meminta dan memohon kepada pemerintah setempat agar diberi bantuan ruangan kelas belajar, tetapi  belum tersentuh juga, apalagi gedung sekolah ini sudah  membutuhkan rehab gedung.

Kepala SD INPRES N0 54 Rangas Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene SUL-BAR Masmuda A.Ma Pd diruang kerjanya menjelaskan kepada wartawan media Metropol; sekolah ini sangat membutuhkan Ruang Kelas Belajar (RKB) sementara menampung siswa sebanyak 265 murid dan mempunyai RKB hanya 5 ruangan, 1 ruangan Kantor, tenaga pengajar PNS 12 orang, honor 9 orang. Untuk itu penerimaan siswa baru tahun ajaran 2011-2012 akan dibatasi maksimal 35 anak-anak, karena RKB tidak mencukupi. Masmuda juga menambahkan kepada pemerintah yang berkaitan dengan Dinas Pendidikan agar kiranya dapat memperhatikan sekolah ini  yang sangat memperihatinkan.  “kalau lokasi tidak memungkinkan bisa diberi gedung berlantai 2, itulah harapan kami disekolah agar kiranya khusus pemerintah Kabupaten Majene dapat memberikan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2011 betul-betul sekolah sangat butuh pembangunan tersebut,” katanya.  (Madi)

Pemecahan Masalah Warga Tabanio Dengan Kapolda

 

Banjarmasin, Metropol - (01/06)

Lebih dari 30 warga Tabanio (Kabupaten Tala) baik laki-laki dan perempuan dengan menggunakan beberapa mobil mendatangi kediaman Kapolda Kalsel.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin M.Si menyambut baik layaknya tamu bersilaturahmi ke rumah. Kapolda dalam menyambut warga Tabanio didampingi beberapa pejabat utama Polda, antara lain Dir Krimsus, Dir Krimum, Dir Pam Obvit dan Kabid Propam. Awal Kedatangan Warga tabanio ini langsung dijamu dengan makan siang baru pertemuan digelar di aula samping kediaman Kapolda.


Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan permasalahan tapal batas antara Tala dan Kabupaten Tanah Bumbu (tanbu) yang sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya. Awal mulanya karena dipicu pihak perusahaan PT KJW melakukan aktivitas di perkebunan padahal seharusnya tidak boleh karena masalah tapal batas desa belum ada keputusan dan warga sudah melapor kepada Kapolsek Tangkisung untuk memberikan jaminan tidak ada aktivitas perusahaan. Namun aktivitas perusahaan tetap berlanjut. Melapor ke Kapolsek tidak ada hasil maka warga mendatangi lokasi perusahaan namun ditahan oleh beberapa preman perusahaan dan beberapa oknum Brimob, alhasil oknum Brimob menodongkan senjata kepada warga.

Pada kesempatan ini warga meminta bantuan kepada Kapolda Kalsel untuk menyelesaikan masalah tapal batas yang belum ada kejelasan dengan meminta Kapolda medesak Gubernur agar segera menyelesaikan permasalahan tapal batas, meminta oknum Brimob yang membekengi perusahaan di tindak.

Kapolda berjanji akan membicarakan lagi dengan Gubernur supaya permasalahan ini cepat selesai. Kapolda akan memanggil pihak perusahaan melalui Dir Pamobvit. Kapolda akan menarik anggota Brimob yang ngepam di perusahaan tersebut melalui Kasat Brimob dan akan memanggil oknum Brimob yang melakukan penodongan terhadap warga melalui Kabid Propam.
(Akhnad. R/Bidhumas Polda Kalsel)

Pembunuhan Polisi Jaringannya Sudah Terorganisir


JAKARTA, METROPOL – (01/06)

 “Pembunuhan 2 anggota Kepolisian di Palu, Sulawesi Tengah, merupakan aksi yang terorganisir dan punya jaringan tertentu. Namun pihak Kepolisian sampai saat ini masih mendalami dan memastikan, termasuk keterlibatan dengan jaringan teroris di Indonesia,” kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Sejauh ini kata Kapolri, terus mencari motif dibalik peristiwa ini. “Dari pengembangan kasus ini akan kita kembangkan penyelidikan,” ungkap Timur.

Sementara Kepala Divisi Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, barang bukti, berupa senjata sebanyak 3 buah sudah ditemukan. “Jenisnya senjata Jugle atau US Caraben M-16, milik pelaku dan F2 milik Polisi yang ditemukan dan 25 butir peluru punya tersangka, jenisnya 9 mm,” kata Boy.

Kedua tersangka yang dapat ditangkap pihak Kepolisian itu berinisial F dan H, saat di adakan razia di Donggala, Kecamatan Palalo. Dari situ disita senjata. Untuk memastikan jenis senjata tersebut, pihak identifikasi Laboratorium dan Forensik (Labfor), Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tengah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), disekitar halaman kantor BCA, bertujuan memastikan jenis senjata dan amunsi yang digunakan pelaku.

Diketahui, F lahir tahun 1988, bekerja sebagai buruh di Poso, dan H lahir 1984 dan keduanya belum pernah terlibat tindak pidana kriminal. Namun para pelaku itu, yang menembak Bripda Yudistira dan Bripda Irbar hingga tewas dan melukai Bripda Dedy Anwar, ada motif lain, bukan tindakan kriminal, tapi bertujuan adalah target Polisi, ini dibenarkan oleh Wakil Kapolda Sulawesi Tengah Kombes Ari Dono Sukmanto.

Bahkan Kapolda Sulawesi Tengah, menjelaskan, kedua pelaku tersebut masuk Jaringan Jamaah Islamiah (JI). Tetapi secara rinci Kapolda, Brigjen Pol. Dewa Persana, belum bisa mengungkapkan secara jelas keterkaitan kedua pelaku tersebut dalam organisasi yang dikenal radikal. Organisasi ini juga yang pernah dikaitkan dengan peristiwa bom Bali I dan II. “Untuk sementara ini, belum bisa kita ungkap, tapi bisa dipastikan ada kaitan dengan JI,” ungkap Kapolda. (Tim Metropol)

Pembekalan Peserta Perbakin Kalsel


BANJARMASIN, METROPOL – (01/06)

Kurang lebih 50 peserta terdiriri dari Kalsel 40 orang dan Kalteng 10 orang Penataran berburu dan Uji Ketrampilan menembak yang di selenggarakan oleh Persatuan menembak sasaran dan Berburu Indonesia (PERBAKIN) dilaksanakanbaru-baru ini. Pembukaan di awali sambutan Wakapolda Kombes Pol Saput M.Si selaku Ketua Umum Pengprov Perbakin Kalimantan Selatan dan dilanjutkan sambutan Pengprov Perbakin Kalsel Wakil Ketua II Hadi Nugraha Gema selaku ketua Panitia untuk memberi masukan bagi peserta penataran.

Adapun sambutan Wakapolda olah raga menembak merupakan olah raga yang penuh resiko. Oleh karena itu, pengendalian diri harus menjadi prioritas utama dan menjadi perhatian bagi kita semua. Penataran berburu dan uji keterampilan menembak yang akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari. Penataran ini bukan hanya sebagai dasar untuk penerbitan kartu anggota maupun administrasi kepemilikan senjata semata. Akan tetapi, juga pemberian materi kepada para peserta untuk menjadi dasar agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diharapkan dalam penggunaan senjata api.
(Rasidin.R/Bidhumas.Polda.Kalsel)

IPDA Galian Apria Lulusan Akpol Tahun 2010

POLEWALI MANDAR, METROPOL – (01/06)

Kanit Patroli Satuan Lalu Lintas Polres Polewali Mandar, Ipda Galian Apria. A. Pr. S.Ip Lulusan Akpol Tahun 2010  yang di tempatkan di Polres Polewali Mandar, Polda SULSELBAR  Januari 2011. Pada pertengahan Pebruari 2011 dirinya diberi tangungjawab selaku Kanit Patrol  Patwal Satuan Lalu Lintas Polres Polman.

Jabatan Kanit Patroli yang di embannya tentu banyak prestasi yang ditonjolkan dalam kesehariannya, dalam hal penertiban berlalu lintas. Pertengahan Pebruari mengawali tugasnya  sampai memasuki bulan April saat ini kurang lebih 1.000 kendaraan roda dua yang terjaring razia, dikarenakan pelangaran, tidak dilengkapi kaca spion, dan tidak mengunakan helm standar, serta tidak dilengkapi SIM.

Dalam operasi penertiban kendaraan bermotor yang dilakukannya, barang bukti di sita dan beberapa lainya, sesuai dengan pelanggaranya, operasi tersebut adalah tindak lanjut dari pada Undang-Undang Lalu Lintas No 22 Tahun 2009.

Mengawali tugasnya selaku Kanit Patroli Patwal satuan lalu lintas Polres Polewali Mandar, sedikitnya 30 kendaraan terjaring dalam satu kali operasi penertiban yang tidak di lengkapi surat–surat dan kelengkapan lainya . Dengan demikian antusias warga Polewali Mandar saat ini untuk mengurus SIM sangat meningkat dan pengunaan helm standar dan kelengkapan berupa spion sudah ada peningkatan yang sangat signifikan.

Kanit Patroli Ipda Galian Apria lulusan Akademi Kepolisian tahun 2010  kepada Metropol usai melakukan operasi penertiban mengatakan, awal tahun 2011,  ditempatkan di Mapolres Polman, kondisi lalu lintas sudah mendekati wilayah yang mengkhawatirkan, “saat saya melihat kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang banyak di antaranya tidak memakai helm dan tidak memakai plat motor kendaraan, juga tidak menyalakan lampu disiang hari, serta spion,” ujarnya.

Pertengahan Pebruari  dipercayakan selaku Kanit Patrol Patwal, dan tugas fungsi adalah, menertibkan para pelanggar lalu lintas. Sebanyak 30 kendaraan terjaring kendaraan bermotor yang tidak di lengkapi surat–surat dan kelengkapan lainnya, sampai hari ini sudah 1.000 kendaran motor sudah di tahan di Mapolres Polman, “semuanya ditilang, pengguna jalan agar menyadari betapa pentingnya berkendaraan dengan disertai surat-surat kendaraan yang lengkap,” ungkapnya.

“Oleh karena itu program kami untuk lebih memajukan disiplin berlalu lintas didaerah ini dalam waktu dekat, tepatnya pertengahan bulan April akan diadakan berbagai macam acara  di antaranya,  Duta Lantas, Duta Helm, Cerdas Cermat bagi pelajar tentang berlalu lintas dan banyak lagi acara lainya yang berkaitan dengan peraturan berlalu lintas,” ungkap Galian Apria, kelahiran Bandung lulusan Akademi Kepolisian tahun 2010 ini. (Usman Padong)

Intel Polri Diminta Berguru Ilmu ke Wartawan


JOMBANG, METROPOL – (01/06)

Satuan Intelijen Keamanan Polri (Intelkam) diminta belajar banyak kepada wartawan. Hal itu terkait kecepatan kuli tinta dalam mengakses informasi yang berkembang di masyarakat.

“Terkadang informasi yang masuk ke Polisi itu kalah cepat dengan wartawan. Untuk itu saya minta para intel belajar banyak ke teman-teman wartawan,” kata Kapolres Jombang AKBP Marjuki saat ramah tamah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), baru-baru ini.

Ia juga mengakui, selama ini kinerja wartawan cukup cepat dalam menyampaikan informasi. Padahal di Kabupaten Jombang terdapat 21 Kecamatan. “Namun semua itu bisa diakses dengan wartawan. Hari ini muncul berita Kecamatan Wonosalam, hari berikutnya muncul berita Kecamatan lainnya,” katanya menambahkan.

Ke depan, Marjuki berharap ada kerja sama yang sinergis antara korps kuli tinta dengan korps Bhayangkara. Ia menyadari, tanpa ada publikasi dari media massa, kinerja kepolisian tidak ada artinya. “Oleh karena itu saya berharap kerja sama ini terus dilakukan. Apalagi saya ini baru 1,5 bulan menjabat Kapolres,” pungkasnya. (Tim Metropol)

Direktorat Narkoba Bareskrim Polri Mengungkap Perdagangan Narkotika Jaringan Internasional


JAKARTA - METROPOL. (01/06)

Kerjasama antara penyidik Bareskrim Polri dengan pihak Bea Cukai dan jasa pengiriman udara, belum lama ini di Bareskrim Tindak Pidana Narkoba, berhasil  mengungkap jaringan sindikat internasional perdangangan narkoba. Informasi yang di dapat dari petugas Bea Cukai Bandara Sukarno-Hatta, bahwa adanya paket kiriman dari negara India, dengan menggunakan jasa layanan pengiriman, barang tersebut berisi 4 koli paket, masing-masing didalamnya terdapat panci yang dibagian bawahnya terdapat serbuk kristal putih yang merupakan bahan kimia Ketamin (bahan dasar pembuatan sabu dan ekstasi), paket kiriman tersebut dialamatkan ke Jl. HR. Rasuna Said Blok 5 Kav. 1-2, Jakarta Selatan,  paket tersebut diambil oleh seseorang yang diduga warga negara India sebagai kurir. Petugas Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kasubdit III, Kombes Pol Adityawarman melakukan pembuntutan terhadap orang yang mengambil barang tersebut, dan dibawa kesalah satu hotel  di Jakarta Barat. Disitu petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua orang tersebut, antara kurir dengan pembeli (warga negara Malaysia). Dari hasil interogasi  tersangka mengaku  barang bukti tersebut akan diserahkan pada seorang wanita yang beralamat di Jakarta Utara, penangkapan pun berlanjut ke Liana, selaku penerima yang mengaku disuruh oleh seseorang yang bernama Suman, sebagai pengendali,  yang saat ini berada di LP Cipinang sebagai Narapidana.

Harga pasaran Ketamin itu per gram adalah Rp. 1.000.000,- dengan demikian kejadian ini merugikan negara sebesar Rp. 2,65 miliar. Pasal yang dilanggar, pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman dipidana, dipenjara paling lama 10 tahun. Dan denda maksimal sebanyak  1 miliar rupiah.

Ditempat yang sama juga diungkapkan jaringan sindikat narkotika internasional  seorang wanita yang bernama Yanti, warga negara Indonesia (TKW) asal Singapura, dengan menelan 54 butir heroin. Pada tanggal 8 Mei, Yanti terbang dari Malaysia menuju Bandara Bandung, yang dilanjutkan menuju Jakarta, dan langsung kesalah satu hotel di Cikini, selama 8 jam buang air besar untuk mengeluarkan barang bukti tersebut. Tersangka pun dijanjikan US. 2 juta, asal barang tersebut dari Irak, dikemas di Malaysia. Ini adalah jaringan sindikat Amerika oleh Mr. Toni. Terungkapnya jaringan narkoba ini atas informasi Kepolisian Narkotika Malaysia.

Dalam hal ini Direktorat Narkoba Bareskrim Polri mengucapkan banyak terima kasih, dan berharap kepada instansi terkait pihak Bea Cukai dan jasa pengawal kurir angkutan udara untuk tetap berkoordinasi, apabila ada hal-hal yang mencurigakan,” katanya. (Kamal).

Bupati Jeneponto Wisuda Ratusan Santri di Kelara


JENEPONTO, METROPOL – (01/06)
Di Masjid Agung Tolo Kecamatan Kelara tak jauh dari Kantor kecamatan Kelara, ramai di padati ratusan santri yang akan di wisuda. Pelaksanaan Wisuda Santri TPA se Kecamatan Kelara yang berasal dari 21 TPA yang ada di kecamatan tersebut. Sebanyak 213 santri yang hadir dengan di dampingi orang tua, saudara dan keluarga yang tampak tak sabar menanti prosesi wisuda berlangsung yang akan di lakukan Bupati Jeneponto Radjamilo.

Pada kesempatan tersebut hadir pula sejumlah pejabat yang turut mewisuda  para santri yaitu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Aburaerah Kr. Gonca, Kadis Capilduk Bakkrang, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Alim Alwi, Kepala Kecamatan Kelara Muhammad Amir, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) kabupaten Jeneponto Ustadz Armin, Para lurah se-kecamatan Kelara Berikut Tim penggerak PKK.

”Al-Qur’an adalah pedoman dan pegangan hidup bagi umat Islam  dalam menjalani hidup ini  agar hidup kita tetap selaras, baik di dunia maupun di akhirat kelak, maka mempelajari Al Qur’an merupakan kewajiban seluruh umat muslim di dunia, mulai anak-anak sampai dengan orang tua. Oleh sebab itu perlu kita tanamkan rasa cinta terhadap Al Qur’an, baik kepada diri kita sendiri maupun pada keluarga kita, khususnya kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus,” kata Radjamilo di sela sela sambutannya.

Lebih lanjut Radjamilo menegaskan, mengajarkan Al Quran kepada anak sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Pada usia tersebut, anak-anak memiliki daya tangkap dan daya serap  yang masih sangat kuat. Sehingga apa yang di ajarkan akan cepat di ingat. Seperti kata- kata bijak yang mengatakan, “Mendidik anak sejak  kecil bagaikan mengukir diatas batu, dan mendidik anak setelah remaja bagaikan mengukir di atas air.” Kata-kata bijak tersebut memiliki makna yang cukup dalam bahwa, apa bila kita mendidik dan mengajarkan kebaikan kepada  anak sejak kecil, maka akan lebih mudah membentuk watak dan kepribadiannya, dari pada kita mendidik dan mengajarkan anak setelah beranjak remaja.

Menurutnya, selain di ajarkan baca tulis Al Qur’an, anak-anak perlu pula di ajarkan makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di era globalisasi saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi berkembang sangat pesat. Dengan iptek, dunia seolah-olah tanpa batas. Iptek, di samping memiliki pengaruh positif, juga berpotensi negatif terhadap perkembangan anak. Untuk membentengi anak-anak kita dari pengaruh negatif iptek tersebut perlu di tanamkan keimanan dan ketakwaan yang bersumber dari Al Qur’an.

Oleh sebab itu Demikian Radjamilo, keberadaan Taman Kanak-Kanak Al Qur’an dan Taman Pendidikan Al Qur’an, sebagai wadah untuk mengajarkan membaca, menulis dan memahami isi Al Qur’an,  begitu penting. Demikian pula di Kabupaten Jeneponto, keberadaan TK/TPA telah memberikan dampak yang sangat besar bagi Pendidikan Al Qur’an kepada anak-anak usia dini.

Untuk itu lanjutnya, Pemerintah Daerah akan selalu mendukung dan membina TK/TPA agar dapat terus berkembang. Agar ke depan generasi penerus kita dapat menjadi generasi muda yang berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki iman dan ketakwaan kepada Allah SWT."jadi jangan bosan dengan kegiatan seperti ini,"ajaknya.

Di katakannya, pelaksanaan wisuda santri TK/TPA kali ini memberikan indikasi bahwa salah satu pilar keagamaan telah berjalan di tengah masyarakat. Pilar Agama tersebut di bangun bersama antara pemerintah, masyarakat dan semua elemen yang ada di Jeneponto. Menurutnya, tinggal bagaimana kita menjaga pilar tersebut agar tetap berjalan dan berdiri kokoh serta tidak usang di telan masa karena semakin lama tantangan yang akan kita hadapi dalam menegakkan ukhuwah Islamiah, akan semakin besar pula hambatannya.
Radjamilo berharap, kepada para orang tua, agar terus mendukung dan memberi motivasi kepada anak-anak mereka, agar terus memperdalam Al Qur’an sebab perjalanan mereka masih panjang dalam meraih cita-cita.

”Sedangkan kepada anak-anakku, para santri yang baru di wisuda, saya mengucapkan selamat. Kalian adalah anak-anak pilihan dan istemewa.”pujinya”. (M. Areif, K)

Bupati Arahkan LSM "Keroyok" Kapitalis di Ujung Lero


PINRANG, METROPOL – (01/06)
Mungkin karena pentingnya untuk membebaskan masyarakat nelayan di desa Ujung Lero Kec. Suppa dari keterkungkungan akibat ulah para kapitalis,  warga nelayan Ujung Lero bagaikan sapi perah sehingga Bupati Pinrang H. A. Aslam Patonangi SH, M.Si mengundang para Aktivis LSM yang ada di daerah ini. Tepatnya pada hari selasa 24 mei 2011 bertempat di pendopo rumah jabatan Bupati Pinrang. Meski molor satu jam,  acara dapat di laksanakan setelah jam menunjukkan pukul 20.30 wita, sebabnya Bupati Aslam Patonangi masih tidur lelap karena kelelahan setelah mendampingi Anggota DPRD Provinsi Sul-Sel dari komisi D.

Dalam sambutannya Aslam Patonangi tak lupa menyampaikan maafnya pada Aktivis LSM yang hadir pada saat itu, Aslam mengatakan “Ah..! saya minta maaf ini karena saya tertidur ,”katanya.

Di tengah berlangsungnya acara malam itu, Aslam meminta kepada LSM yang ada di daerah ini agar bersatu untuk “mengeroyok“ para kapitalis yang ada di Ujung Lero karena kelakuan kapitalis tersebut sudah sangat meresahkan nelayan yang ada di daerah itu “saya harap kepada saudara–saudara LSM bersatu mengeroyok kapitalis yang di maksud ,”ujarnya.

Lanjut Bupati, “saya prihatin dengan adanya ulah segelintir oknum yang tega membuat warga yang bekerja sebagai nelayan dan tidak bisa menghasilan apa-apa karena para nelayan tersebut, setelah pulang dari melaut dan setiap penghasilan yang didapatkan hanya digunakan untuk membayar utang terhadap juragan kapitalis yang berperan sebagai penampung ikan yang diperoleh dari para nelayan. Permasalahan itu terjadi karena, para tengkulak itu yang menggunakan kelicikan-nya solah-olah menjadi dewa penolong namun kenyataan-nya tengkulak itu selayaknya disebut sebagai penodong atau kaum kapitalis. Ironis memang kalau bangsa ini sudah dinyatakan merdeka sejak tahun 1945 namun kini masih ada masyarakat yang merasakan.

Hal-hal yang berbau penjajahan sebagaimana yang terjadi di Ujung Lero. Yang lebih anehnya lagi ketika hal itu terjadi namun seorang kepala daerah bukan-nya mengabil sikap untuk menggunakan kewenangan-nya sebagai pemegang kebijakan tertinggi di suatu daerah,  Bupati justru sibuk mengumpulkan LSM untuk melakukan pengeroyokan terhadap kapitalis dimaksud karna, apalah artinya LSM ketimbang kekuatan yang dimiliki oleh seorang Bupati ,”kata salah seorang anggota LSM yang tidak ingin disebut namanya. (Siti/Saleh Ar.)

56 Pati TNI Naik Pangkat


JAKARTA - METROPOL. (01/06)
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.  menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 56 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari Pati TNI Angkatan Darat 30 orang,  TNI Angkatan Laut 17 orang dan TNI Angkatan Udara 9 orang, di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.
Pati TNI yang melaporkan kenaikan pangkat dari TNI Angkatan Darat  diantaranya Letjen TNI Dr. Syarifudin Tippe, S.IP., M.Si. (Pj. Rektor Universitas Pertahanan), Letjen TNI Marciano Norman (Dankodiklat TNI AD), Mayjen TNI Hotman Sibarani (Pa Sahli Tk. III Bid.Polkamnas Panglima TNI),  Mayjen TNI Nana Suharna, S.E. (Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI), Mayjen TNI I Gusti Putu Buana (TA Pengkaji Bid. Tannas Lemhannas RI), Mayjen TNI Zaenal Fahri Tamzis, S.IP. (Staf Ahli Bid. Keamanan Kemhan RI), Mayjen TNI Djumadi (Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbud HAM Panglima TNI), Mayjen TNI Agus Surya Bakti (Deputi Bid. Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT), Mayjen TNI Agus Sutomo (Danpaspampres), Brigjen TNI Otte Ruchiyat, S.H. (Asdep 5/III Koordinasi Pemajuan dan Perlindungan HAM Kemenko Polhukam RI), Brigjen TNI Dwi Soerastyo, S.IP. (Bandep Ur. Perencanaan Kontijensi Setjen Wantannas), Brigjen TNI Eko Suprijanto (Dirtopad), Brigjen TNI Joko Sriwidodo (Dirpalad), Brigjen TNI Wisnu Satya Dharma S.E., M.M (Irum Itjen TNI), Brigjen TNI Doni Monardo (Wadanjen Kopassus) dan Brigjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A. (Sekretaris Pribadi Presiden RI).
TNI Angkatan Laut diantaranya Mayjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto, S.H (TA Pengajar Bid. SKA Lemhannas RI), Laksda TNI Santoso (TA Pengajar Bid. Geopol dan Wasantara Lemhannas RI), Laksma TNI Rabbin Astono Widodo, S.E. (Irben Itjen TNI),  Laksma TNI Raden Muhammad Ansyori (Kadisinfolahtaal), Laksma TNI Ir. Djoko Sulistyanto, M.M (Kadiskual), Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi, S.Mn (Wadanpaspampres) dan Laksma TNI Achmad Taufiqoerrohman M., S.E (Danguspurlabar).   
TNI Angkatan Udara diantaranya Marsda TNI Waliyo, M.Sc. (Deputi Bid. Pengembangan Setjen Wantannas), Marsda TNI Chairul Akbar, S.H. (Sekretaris Utama BNPT), Marsda TNI Bagus Puruhito (Dankodikau), Marsma TNI Tanto Suryanto (Pa Sahli Tk. II Kawasan Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI), Marsma TNI Ir. Hartono W.S (Dirmin Sesko TNI), Marsma TNI Suparman Djapri, S.Sos., M.M  (Dir. SDM dan Logistik Bid. II Non Akademik Unhan), Marsma TNI Yairus Panggabean, S.IP (Irum Itjen Kemhan RI), Marsma TNI Drs. J. Urip Utomo M.A (Direktur Geospasial Deputi Ka BIN Bid. Tekhnologi) dan Marsma TNI Barhim (Danlanud Hnd).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI memberikan beberapa atensi kepada para Pati TNI, diantaranya adalah  pertama, secara terus menerus cermati dan ikuti perkembangan global, regional dan nasional, agar dapat memperoleh gambaran yang utuh untuk membentuk pemikiran prediktif, dalam merencanakan langkah-langkah antisipatif, serta mengambil kebijakan-kebijakan yang konstruktif. Kedua, mantapkan kualitas kepemimpinan yang tangguh dengan  memberikan contoh nyata dalam hal disiplin dan integritas kepada jajarannya untuk menjadi prajurit TNI yang profesional sehingga diharapkan mampu membentuk image yang baik di masyarakat. Ketiga, tingkatkan kewaspadaan, tumbuhkan sense of security dan sense of intelligence di jajaran satuan masing-masing, guna mencegah segala bentuk provokasi dan hal-hal yang dapat merusak citra TNI. Keempat wujudkan sinergi, koordinasi dan sinkronisasi internal satuan, internal TNI serta dengan komponen nasional lainnya terkait pemberian bantuan perkuatan TNI dalam rangka melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai koridor hukum yang berlaku.
Hadir pada acara tersebut, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Daryatmo, S.IP, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Hotma Marbun, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E dan segenap pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan. (Kamal/Puspen TNI).