Sabtu, 24 Desember 2011

PEMKAB Matra Gelar Pisah Sambut Kapolres Lama dan Baru

 
Mamuju Utara, Metropol.

Digelar pisah sambut Kapolres Mamuju Utara, dari Kapolres lama AKBP Drs. Kamaruddin, M.Si., kepada Kapolres Matra AKBP Adri Arniadi, S.IK. Keduanya dilantik di Makassar tanggal 15 November 2011, sedangkan AKBP Drs. Kamaruddin, M.Si.  mendapatkan Promosi  jabatan, sebagai Waka Brimob Polda Banda Aceh. Acara pisah sambut yang diadakan Pemkab Matra dihadiri oleh Para kepala SKPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, LSM dan rekan Pers.


Drs. Kamaruddin sebagai mantan Kapolres Matra yang mendapatkan promosi jabatan Waka Brimob Polda Banda Aceh, dalam sambutannya menyatakan, sejarah perjalanan kariernya serta kesannya dari awal keberadaan tugasnya sebagai Kapolres Mamuju Utara. Ia juga menceritakan kesuksesannya karena selama pemilihan legislatif, pemilihan Presiden dan Pilkada Matra dan Pilgub Sulbar berjalan lancar tanpa adanya pertumpahan darah. Sehingga Kabupaten Mamuju Utara dibawah kendali Polres Matra situasi Kabupaten Mamuju Utara tetap kondusif. Dua Tahun Sembilan Bulan Sembilan hari menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Kamaruddin.

Pejabat Baru Kapolres Matra, AKBP Adri Arniadi S.IK menguraikan cerita kariernya, mulai jabatannya sebagai Kasat Intel di Poso dan Kapolsek Palu Barat sampai dengan jabatannya sekarang sebagai Kapolres Mamuju Utara, Adri sangat berharap adanya jalinan kemitraan terhadap semua elemen masyarakat dan pemerintah Kabupaten Matra serta para SKPD dan Kepala Badan. “Apa yang telah dicapai AKBP Drs. Kamaruddin, M.Si. selama menjadi Kapolres Matra tetap kita pertahankan atau kita tingkatkan, karena Kabupaten Matra adalah Kabupaten yang berusia 8 tahun masih muda, sehingga perlu upaya kebersamaan mendukung program Pemkab Matra, serta terus berupaya melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta mewujudkan Matra tetap kondusif,” ungkapnya.

Bupati Matra Ir. H. Agus Ambo Djiwa, MP, dalam sambutannya mengatakan, Drs Kamaruddin, M.Si., adalah warga Mamuju Utara, sehingga dimanapun ia berada dipastikan ia menginggat Kabupaten Mamuju Utara, walau jauh tapi dekat dihati. Apa yang telah dicapai Kamaruddin sangat berarti bagi Mamuju Utara. “Sebagai Bupati Matra, atas nama Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara dan masyarakat Mamuju Utara, serta Ir. H. Agus Ambo Djiwa sekeluarga mengucapkan selamat dan sukses kepada AKBP Drs. Kamaruddin M.Si., yang diangkat menjadi Waka Brimob Polda Banda Aceh, semoga ALLAH SWT terus melindungi dan memberkati Kamaruddin dalam tugasnya,” ujarnya. Dan AKBP Adri Arniadi, S.IK selaku pejabat baru Kapolres Matra, Bupati Ir. H. Agus Ambo Djiwa mengucapkan, “selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Mamuju Utara,” pungkasnya. (Udin virgo)

Panglima TNI Pembinaan Hukum Landasan Pokok Pertahanan


Jakarta, Metropol.

“Pembinaan Hukum di lingkungan TNI ditempatkan secara strategis sebagai landasan dan perekat dalam pembangunan TNI. Baik sebagai landasan kekuatan pokok pertahanan dalam konteks tugas Operasi Militer Perang (OMP), maupun landasan sebagai salah satu komponen pembangunan bangsa dalam hubungan pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP)”.

Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono SE dalam amanatnya yang dibacakan Kasum TNI Letjen TNI  Suryo Prabowo pada acara Pembukaan Rapat Kerja Teknis Badan Pembinaan Hukum TNI (Rakernis Babinkum TNI) TA 2011, di Aula Mako Akademi TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan, pembinaan hukum TNI sebagai landasan kekuatan pokok pertahanan bermakna teraktualisasinya fungsi hukum sebagai alat kontrol TNI, instrumen penyelesaian masalah dan instrumen pengatur perilaku prajurit TNI dalam pelaksanaan tugas pokok dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun pembinaan hukum sebagai perekat dalam pembangunan TNI, bermakna kehadiran hukum dalam satuan dan diri prajurit TNI akan semakin memperkuat komitmen, serta solidaritas dalam pelaksanaan tugas pokok yang diembankan negara.

Dengan demikian, pembinaan hukum di lingkungan TNI bermakna sebagai optimalisasi peran dan tugas TNI serta memberi jaminan bahwa peran dan tugas tersebut akan berjalan dengan cara yang teratur, memberikan kemanfaatan serta dapat meramalkan segala konsekuensi hukum dari keputusan dan langkah–langkah yang diambil.

Panglima TNI mengharapkan, Rakernis Babinkum TNI TA 2011 ini akan merumuskan Manajemen Pembinaan Hukum di lingkungan TNI, baik melalui pendekatan sistem maupun pendekatan manajemen strategis.

Rakernis yang mengambil tema “Optimalisasi Dukungan Hukum dalam Pelaksanaan Tugas Pokok TNI” ini dilaksanakan selama 2 hari dan diikuti oleh 44 orang peserta yang terdiri dari Mababinkum TNI, Otjen TNI, Pusmasmil, Kaotmilti I sampai dengan III, para Kaotmil serta para Kamasmil.

Adapun materi yang akan disampaikan adalah tentang “Masa Depan Peradilan Militer” oleh Prof. Dr. Bambang Purnomo, S.H. ; “Efektifitas Penyelesaian Perkara di lingkungan Peradilan Militer” oleh Orjen TNI Brigjen TNI Heru Cahyono,S.H.,M.H. ; “Sosialisasi Perpang TNI Nomor Perpang/73/IX/2010 tentang Penentangan terhadap penyiksaan dan perlakuan lain yang kejam dalam penegakan hukum di lingkungan TNI” oleh Kadisgakkum Babinkum TNI Brigjen TNI M. Jayusman,S.H. ; “Tata Cara pemberhentian Oditur Militer” oleh Letkol Chk S. Mujiyono, S.H, M.H. ; “Persyaratan pengangkatan dan pemberhentian penyidik dan penyidik pembantu di lingkungan TNI” oleh Letkol Sus Jamingun, S.H, M.H dan “Optimalisasi Pembinaan Pemasyarakatan Militer” oleh Kapusmasmil.

Turut hadir dalam upacara pembukaan Rakernis Babinkum TNI TA 2011 diantaranya adalah Aspers Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Askomlek Panglima TNI, Kapuspen TNI serta para pejabat TNI lainnya. (Kamal).

MTS Negeri Kelara Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan


Jeneponto, Metropol.

Kepala MTS Negeri Kelara yang ditemui Metropol diruang kerjanya belum lama ini mengatakan, kalau Sekolah yang dipimpinnya itu memiliki jumlah Siswa sebanyak 485 Orang dan Guru PNS 33 Orang. Memang bukan hal yang mudah bagi seorang pemimpin yang mengayomi Siswa sebanyak itu. Tetapi bagi Salma, S.Ag. bukan jadi persoalan, karena pemimpin adalah penanggungjawab yang diamanahkan.

Namun karena kesadaran dan kerjasama dengan guru-guru sehingga mampu memberikan perubahan yang maksimal, utamanya dibidang pendidikan.

Salma, S.Ag sebagai Kepala Sekolah MTs Negeri Kelara patut dibanggakan karena melihat disetiap perubahan yang terkait dengan memajukan proses penbelajaran secara optimal terus diupayakan. Seperti penggunaan sarana dan prasarana yang sementara ini masih dilakukan pelaksanaannya. Apalagi melihat dari sarana dan prasarana yang sudah terpakai terlihat cukup bagus dan tertata rapi yang sangat menunjang proses belajar mengajar.

Sekolah MTS ini dalam mengukir prestasi ditahun 2009 meraih juara umum 1 saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jeneponto. Diantaranya juara sepak bola, sepak takraw, qasidah, dan tari-tarian. Pada tahun yang sama mendapat juara umum volly ball dan tenis meja pada kegiatan amal bhakti tingkat MTs, dan ditahun 2011 di kegiatan Olympiade IPS di kabupaten mendapat juara 2, pada kegiatan amal bhakti yang dilaksanakan di Kementerian Agama Jeneponto.

Hal itu dicapai berkat seluruh komponen Sekolah. Utamanya para tenaga pengajar berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, dan Alhamdulillah dengan usaha yang ikhlas setiap kegiatan yang terlaksana berjalan dengan baik, juga proses belajar mengajar di sekolah ini tetap berjalan lancar sebagaimana aturan dan mekanisme yang ada, karena berpatokan pada standar Mutu pendidikan yang digariskan pemerintah, baik guru-guru, juga secara optimal melaksanakan pengajaran sesuai standar pengajaran yang baku. (Zul Lallo) 

Kunjungan Staf Intel Panglima TNI ke Kodam Jaya/Jayakarta Dalam Rangka Pengawasan Kegiatan Intel Daerah


Jakarta, Metropol.

Paban II/Hublu Sintel TNI Kolonel Tek Judi Rustihadi yang mewakili Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W, SE mengadakan kunjungan ke Kodam Jaya/Jayakarta dalam rangka pengawasan kegiatan intel daerah bertempat di Aula Sudirman Makodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No.5 Cililitan Jakarta Timur.

Acara tersebut dihadiri Asisten Intelijen Kasdam Jaya Kolonel Inf Suko Pranoto, Asintel Pangarmabar, Asintel Kolinlamil, Asintel Pangkoops AU I, Asintel Kohanudnas, Asintel Kostrad, para Kasi Intel jajaran Kodam Jaya serta para Dan Unit Intel jajaran Kodam Jaya.

Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W, SE dalam amanatnya yang dibacakan oleh Paban II/Hublu Sintel TNI Kolonel Tek Judi Rustihadi menyampaikan, tugas kewasgiatan yang dilaksanakan Sintel TNI TA. 2011 di seluruh Kotamaops TNI, sesuai dengan tujuannya, bahwa tugas wasgiat sintel sangat penting untuk dilaksanakan guna mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan intelijen di daerah pada tahun 2011. Sebagai bahan evaluasi dalam menyusun program kerja yang akan datang.

Lebih lanjut Asintel Panglima TNI menyampaikan bahwa dari beberapa kasus-kasus yang mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri, masyarakat umumnya menilai bahwa lemahnya peran intelijen nasional turut memicu maraknya gangguan yang mengancam stabilitas keamanan nasional. Menurunnya peran intelijen dewasa ini tentunya menjadi tanggung jawab segenap komponen bangsa, untuk segera membenahi kinerja aparat intelijen secara komprehensif, integrative dan gradual. Dalam hal intelijen TNI selama ini kita sudah banyak memberi warna untuk kepentingan intelijen nasional, meskipun dalam intelijen TNI masih terdapat beberapa kelemahan-kelemahan yang harus kita tangani dengan baik dan konseptual,” ungkapnya.

Asintel Panglima TNI juga menekankan agar meningkatkan kinerja dan naluri intelijen, membentuk jaring intelijen, meningkatkan pengawasan dan pengamanan terhadap gudang senjata api, munisi dan bahan peledak, manfaatkan kominda secara maksimal untuk meningkatkan kerjasama intelijen di daerah serta budayakan dan tingkatkan sistem lapor cepat karena apabila laporan terlambat dapat menyebabkan pimpinan salah dalam mengambil keputusan. (Kamal)         

Kejaksaan Selamatkan Uang Negara Satu Miliar Lebih

Banjarmasin , Metropol.

Kejaksaan Negeri Banjarmasin, bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dalam 2011 berhasil menyelamatkan keuangan negara hingga satu miliar rupiah lebih dari sektor penagihan tunggakan.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Firdaus Dewilmar SH MH melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, M Aslah Faroki SH MH di Banjarmasin mengatakan, penyelamatan uang negara itu dihitung per Januari hingga saat ini.

Selama 2011, pihaknya bekerja keras melakukan penyelamatan uang negara dari pihak penunggak pembayaran kepada instansi pemerintah yang bersangkutan,  dalam hal ini Kejaksaan diperintah untuk menjadi Jaksa Pengecara Negara sekaligus melakukan penagihan tunggakan.

Dalam tahun ini ada tiga sektor penagihan tunggakan dan penyelamatan bangunan milik pemerintah yang digugat oleh warga atas perkara penyerobotan tanah yang mana dalam pendirian bangunan tersebut sebagian memakai tanah milik warga.

Tiga penagihan tunggakan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Banjarmasin, diantaranya penagihan rekening air PDAM ke pihak Lembaga Pemasyarakatan Teluk Dalam Banjarmasin, penagihan rekening air PDAM ke pusat perbelanjaan Sentra Antasari, penangihan tunggakan sewa toko, retribusi pasar dan retrebusi sampah pada Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin.

"Satu miliar rupiah lebih kita telah selamatkan uang negara dari empat sektor yang diantaranya tiga penagihan tunggakan, satu penyelamatan nilai bangunan, dan uang yang berhasil diselamatkan itu selanjutnya kita masukan ke kas negara," ucapnya.

Aslah kembali menjelaskan dan merincikan, untuk penagihan terhadap rekening air PDAM di Lapas Teluk Dalam berhasil menyelematkan uang negara sebesar Rp364 juta lebih, untuk penagihan rekening air di Sentra Antasari masih belum berhasil karena pusat perbelanjaan tersebut masih dalam sengketa antara Pemko Banjarmasin dan pihak Swasta dan dalam audit BPKP.

Sedangkan penagihan tunggakan sewa toko , retribusi pasar dan retribusi sampah di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, dari yang ditargetkan sebesar Rp3 miliar, Kejaksaan Negeri Banjarmasin selaku Jaksa Pengecara Negara saat ini baru berhasil melakukan penagihan sebesar Rp698 juta lebih.

Untuk penyelamatan bangunan milik Pemerintah Kota Banjarmasin dengan nilai sebesar Rp240 juta dengan nama Screen House itu yang digugat warga karena bengunan tersebut berdiri sebagian diatas tanah warga, berhasil juga diselamatkan dengan jalan damai, sehingga bangunan tersebut tidak jadi diruntuhkan.

Sehingga dari keempat sektor penagihan itu semua, uang negara yang berhasil diselamatkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Banjarmasin itu seluruhnya berjumlah Rp 1,302 miliar lebih dan yang ditargetkan empat sektor tersebut sebesar Rp 3,813 miliar lebih.

"Untuk 2011 ini kita baru berhasil menyelamatkan keuangan negera sebesar satu miliar rupiah lebih dari target yang ada, dan kekurangannya itu akan terus kita lanjutkan ditahun berikutnya sampai semua bentuk penagihan tunggakan terselesaikan dan uang negara pun terselamatkan semuanya," jelasnya.  ( A.Rahmadi.F)        

Kapolri Belum Ada Laporan Kekerasan Jurnalis


Jakarta, Metropol.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Timur Pradopo, mengaku belum mendapat informasi mengenai kasus kekerasan yang menimpa wartawan Rote Ndao News, Dance Henukh di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

 “Belum dapat informasi,” kata Timur usai menghadiri acara penerimaan Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLVI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Tahun 2011 di Istana Negara, Jakarta.

Saat dikonfirmasi mengenai petugas kepolisian setempat yang tidak melakukan pengamanan saat peristiwa tersebut terjadi, Timur seakan enggan berkomentar. “Nanti saya cek dulu ya,” katanya singkat.

Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Rumah Dance Henukh diserang massa pada Minggu, 11 Desember 2011 dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita.

Massa menyerang dengan lemparan batu dan kayu, hingga sebagian rumah rusak. Di tengah kepanikan dan rasa takut, Dance dan istrinya harus kehilangan anak mereka yang masih bayi berusia 1 bulan.

Di tengah suasana duka dan kalut, massa tanpa ampun kembali menyerang, Senin dini hari. Mereka bahkan membakar rumah Dance hingga hangus. Untung, Dance, istri, dan anaknya yang lain berhasil menyelamatkan diri. Namun, anaknya yang berusia 1 bulan meninggal, akibat syok dan kejang-kejang.

Sejauh ini motif belum diketahui. Namun menurut Dance, diduga terkait soal pemberitaan korupsi Alokasi Dana Desa yang digunakan untuk membangun kantor desa. “Dan pembangunan rumah transmigrasi lokal,” ujarnya.

Saat melapor, tim Kepolisian langsung ke rumahnya. “Tapi pada saat Polisi kembali, massa kembali menyerang,” ungkapnya. Kini Dance dan keluarga mengungsi. “Rumah dan seluruh perabot kami dan harta benda hangus terbakar,” katanya.

Atas kejadian ini yang menimpa wartawan, pihak Dewan Pers menggelar rapat khusus, guna membahas kejadian tersebut. “Kami sangat mengutuk peristiwa kekerasan ini. Apapun alasannya, tidak dibenarkan,” kata Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers.

Menurut Agus Sudibyo, jika ada pihak-pihak merasa dirugikan atas pemberitaan media, maka ada mekanismenya untuk menyelesaikan, tidak dengan cara kekerasan,” ujarnya.

Dewan Pers menilai, kekerasan ini sudah diluar batas. “Kami selama ini, banyak menangani kekerasan wartawan di daerah. Kami akan membahas langkah-langkah advokasi untuk Dance. Kami bergerak cepat,” kata Agus.

Kata Agus Sudibyo, Dewan Pers mengirim tim ke lapangan atau meminta kontribusi teman-teman AJI, untuk langkah-langkah advokasi. “Kami segera berkoordinasi dengan Polri mengenai masalah ini,” tegasnya. (MP).

Kampung Ambon, Sarang Mafia Narkoba


Jakarta, Metropol.

Aparat keamanan berhasil menyita berbagai macam jenis narkoba dan senjata api bernilai Rp. 11 miliar dalam razia di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Kampung Ambon bahkan disebut warga sekitar sebagai tempat tinggal mafia dan bandar narkoba.

Dalam sebuah perbincangan dengan Lurah Kedaung, Kali Angke, Jakarta Barat, Asmaran Abdullah, Kampung Ambon yang terbentuk sejak tahun 70-an ini dijaga ketat oleh para preman. Kampung ini merupakan salah satu wilayah di bawah Kelurahan Kedaung.

"Ada mafia, ya ada bandar. Makanya semakin terang-terangan benar. Dipasang portal di sana dan tidak sembarang orang yang boleh masuk," ujar Asmaran.

Asmaran menuturkan, nama Kampung Ambon, aslinya bernama Kompleks Permata, dikarenakan jalan-jalan yang berada di daerah itu mengambil nama dari jenis-jenis permata. Semisal Zamrud dan Saphir. "Orang sebutnya Kampung Ambon, karena sekitar 80 persen penduduknya berasal dari Ambon," terangnya.

Pada tahun 1973, pemerintah DKI Jakarta memindahkan orang-orang Ambon yang berasal dari wilayah Senen, Jakarta Pusat ke Jakarta Barat dengan alasan pada tahun itu sering terjadi perkelahian antar penduduk dan hingga kini terdapat sekitar 2.000 orang penduduk yang tinggal di Kampung Ambon.

"Sengaja dipindahkan ke sana. Jumlah penduduk meliputi RT. I sampai RT. VII dan RT. 15," kata Asmaran. Pada sepuluh tahun terakhir ini, kata Asmaran, Kampung Ambon sangat berbeda dari biasanya. Kampung Ambon mulai banyak ditempati oleh para pemakai dan pengedar narkoba. "Malah lima tahun terakhir, kalau dulunya sebatas pemakai dan pengedar, maka sekarang lebih parah lagi," ujarnya.

Parahnya, lanjut Asmaran, ada beberapa rumah yang memang sengaja dikontrakkan untuk bisa digunakan menikmati narkoba. Malahan tidak sembarang orang yang boleh masuk ke Kampung Ambon karena dijaga ketat oleh beberapa preman.

"Kalau orang luar masuk ke sana dianggap sebagai mata-mata. Kalau masuk akan ditanya mau kemana, mau ketemu siapa," kata Asmaran.

Namun, Asmaran menegaskan, tidak semua orang yang tinggal di Kampung Ambon setuju dengan apa yang terjadi di lingkungannya. Bahkan, sudah beberapa kali ada warga yang melapor ke pihak kelurahan dan RT setempat tentang kejadian di Kampung Ambon.

"Mereka ada juga yang takut melapor karena terancam. Dan razia yang dilakukan polisi sekarang ini, kami sangat berterima kasih," jelasnya.

Razia gabungan Kepolisian Kampung Ambon, menahan 58 orang. Yang terdiri 13 orang perempuan dan 45 orang laki-laki. Barang bukti yang disita berupa ekstasi 4.531 butir, sabu 4 ons, minuman keras sebanyak 80 botol, ganja 4 kilogram dan tablet happy five sebanyak 600 butir. "Kita menyita juga empat senjata api yang terdiri dari tiga berjenis FN dan satu lagi berjenis revolver," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari.

Selain itu, menyita uang tunai Rp. 281 juta. Dalam razia tersebut, rumah tingkat No. 186, Polisi juga menemukan ganja dan bong yang dimasukkan dalam kardus yang dibuang dalam semak belukar di halaman rumah. Dan pemiliknya bernama Michael.

Operasi yang dilakukan dari gabungan Mabes Polri, Polres Jakarta Barat dan Polsek Cengkareng, yang mulai sekitar 14.00 WIB dengan menyisir rumah-rumah di kawasan kampung Ambon tersebut.
(MP)

Gerakan Nasional Indonesia Bersih di Pimpin Langsung Kapolres Polewali Mandar


Polman, Metropol.

Kapolres Polewali Mandar,  AKBP  I  Gusti  Ngurah Rai,   memimpin langsung 250 personil Polisi Resort Polewali Mandar, melakukan pembersihan dibeberapa titik di Kota Polewali. Dalam rangka memperingati Gerakan Nasional Indonesia Bersih yang Pelaksanaan Puncaknya tanggal  20 Desember 2011, yang nantinya akan dipusatkan di kota Polewali. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang diberi Gelar Pasukan Berbaju Warna Orange.

Memperingati  Gerakan Nasional Indonesia Bersih, seharusnya digalakkan setiap hari Jumat secara berkesinambungan.  Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang ada disekitar. “Meskipun Pemerintah Daerah Polewali Mandar telah menggalakkan Jumat bersih tapi saat  ini  jarang lagi ditemukan,” Ujar I Gusti Ngurah Rai.

Giat pembersihan awalnya dilakukan dilingkungan internal Polres, kemudian dilakukan pada sejumlah titik. Selain melakukan pembersihan juga dilakukan pembuatan bak-bak sampah, gerakan pembersihan kali ini bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup. Diharapkan pekan berikutnya gerakan pembersihan semua instansi juga dapat menggelorakan kembali Gerakan Nasioanal Indonesia Bersih, agar dapat lebih banyak titik yang disentuh.

Harapannya kedepan, agar Polewali Mandar bukan hanya bisa mendapatkan penghargaan untuk kebersihan. Tapi juga nantinya bisa mendapatkan penghargaan Adipura.
(Ilham Tadang As).

Enrekang Membangun


Enrekang, Metropol.

Pembangunan Gedung baru Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Enrekang, menggunakan dana APBD senilai 4,9 M. Menurut keterangan, ada beberapa proyek pembangunan tidak ada IMB, termasuk bangunan DIKNAS Kab. Enrekang, Metropol mengkonfermasi kelokasi langsung bertemu dengan direktur pelaksana PT BUANA (Bomin) mengantar kami ke kantor dereksi dan menunjukkan IMB dan dokumen lainnya termasuk SPK yang dimulai tanggal, 7 Nopember 2011 sampai 31 Desember 2011, kini bangunan tersebut sudah mencapai 90 persen, lanjut kami meninjau langsung kelokasi bangunan dan ternyata penjelasan yang kami dapat benar adanya, malah Bomin menyatakan Insya Allah penyelesaiannya sesuai SPK dan tetap mengutamakan kualitas dan sebagai Kontraktor putra daerah tentu kami malu jika hal ini tidak selesai sebagaimana mestinya.

Pembangunan Gedung Natiro Mata dengan menggunakan dana APBD tidak jelas dimana tempat untuk konfirmasi. Hal itu disampaikan oleh DPK Llira, setelah Metropol meninjau ternyata benar tidak mempunyai kantor direksi dilokasi pembangunan. “Kami sulid untuk mendapat informasi, untung saat itu kami sempat ketemu ibu konsultan pengawas dan menanyakan masalah papan proyek dia mengakatan sampai saat ini belum diberikan dari instansi berwenang,” ungkapnya.

Pembangunan Gedung tambahan Kantor Daerah disinyalir tidak memiliki analisa dampak lingkungan. Hal ini sesuai dengan kenyataan yang dilhat langsung oleh Tim Metropol dilapangan. Masyarakat kompleks pinang permai khusus blok pinggiran kali menyatakan keresahannya bahwa baru-baru ini terjadi hujan berkisar tiga jam saja ketinggian air sudah mencapai halaman rumah, tidak seperti sebelum pembangunan dikerjakan kalau hanya tiga jam kompleks aman-aman saja dari genangan air, pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT. Adhasko Utama Jaya dengan waktu 16 Agustus 2011 ( 138 hari ) menggunkan APBD 2011 senilai Rp 4.856.370.000,- Konsultan pengawas CV. Cipta Bahagia Konsultan. (Tahar Tanti)

Ditpolair Polda Kalsel Peringati HUT KE 61


Banjarmasin, Metropol.

Ditpolair Polda Kalsel memperingati HUT ke 61 di Mako Polair Polda Kalsel, Banjarmasin.

Rangkaian Kegiatan sebelum merayakan HUT ke 61 Direktorat Polair melakukan kegiatan dengan masyarakat, yaitu pada tanggal 14 Nopember 2011. Ditpolair Polda Kalsel yang berkerjasama dengan Satuan Brimob Polda Kalsel melaksanakan kegiatan kerja bhakti dengan sasaran membersihkan sekitar pasar Ujung Murung, Sudimampir, Pasar Lima, depan kantor Walikota Banjarmasin, tanggal 17 Nopember 2011 Ditpolair Polda Kalsel melaksanakan kegiatan bhakti sosial Donor Darah yang dilaksakan di Mako Ditpolair dan 27 Nopember 2011 Ditpolair Polda Kalsel mengadakan acara Jalan santai yang diikuti oleh Keluarga besar Ditpolair Polda Kalsel bersama Masyarakat.

Sebagai bentuk rasa syukur dalam rangka memperingati HUT Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara. Ditpolair Polda Kalsel menyelenggarakan syukuran di Mako Ditpolair Polda Kalsel. Kapolda Kalsel yang diwakili oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput, M.Si. dan dihadiri Danrem 101 Kolonel Komaruddin, Danlanud Syamsuddinoor, Kepala Basarnas Kalsel, Para Pejabat Utama Polda Kalsel serta undangan dari Instansi terkait lainnya. Pada acara tersebut juga dilangsungkan pemotongan tumpeng oleh Wakapolda Kalsel yang didampingi Ibu serta diberikan kepada anggota Ditpolair Polda Kalsel termuda yaitu Bripda Iwan Maulana. Dirpolair Polda Kalsel Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto dalam sambutannya menjelaskan tentang sejarah terbentuknya Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara serta keberhasilan tugas yang selama ini telah dilaksanakan oleh Ditpolair Polda Kalsel. Sementara itu, sambutan Kapolda Kalsel yang dibacakan oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput, M.Si. menekankan kepada setiap anggota Ditpolair Polda Kalsel agar terus berprestasi dalam pelaksanaan tugas dan tetap menjaga kekompakan serta solidaritas antar anggota. (Rasidin/Bidhumas Polda Kalsel)

Direksi PDAM Jeneponto Disiplin Dalam Pelayanan

                                               
Jeneponto Metropol

Air adalah merupakan salah satu dari sumber kehidupan yang sangat penting bagi setiap orang juga semua mahluk hidup tanpa terkecuali. Seperti halnya program pemerintah melalui direksi penyediaan air minum (PDAM) Kab. Jeneponto. Penyediaan stock air mampu melayani sampai 9000 ribu pelanggan. Menurut direksi PDAM H. Burhan. B, S.Sos kepada Metropol  diruang kerjanya  mengatakan,  jumlah total keseluruhan pelanggan yang sudah terdaftar di PDAM baru mencapai 6000 (60%), dari penduduk yang ada dikabupaten Jeneponto, sementara sekitar (50%) masyarakat terindikasi telah melakukan pelanggaran tanpa sepengetahuan dari instansi yang terkait  yakni, dengan cara melakukan pengrusakan meteran air dan penyambungan ilegal.

H. Burhan. B, S.Sos menegaskan, bagi setiap pelanggan yang melakukan pelanggaran tersebut terlebih bekerjasama dengan pihak oknum dari petugas PDAM sendiri, maka sebagai direksi akan memberikan denda sesuai dengan aturan yang berlaku diruang lingkup PDAM, yaitu lima kali (5) lipat dari rekening pembayaran air dengan biaya yang dibebankan RP.6000 per (kwh), dan pelanggaran seperti ini sebelumnya akan ditindak lanjuti dengan cara kroscek olah TKP dilapangan, jika memang terbukti ditemukan adanya pelanggaran seperti melakukan penambahan daya stock air atau penambahan daya pelanggan yang sementara berjalan di enam (6) kecamatan, baik masyarakat (pelanggan) dan petugas PDAM, maka pihak direksi PDAM akan melakukan pembinaan sebelum menyerahkan penanganan masalah tersebut kepihak yang terkait melalui proses hukum .

Khususnya  pegawai  petugas PDAM sendiri yang melakukan pelanggaran tersebut maka  sangsi  akan diberikan hingga pemecatan tergantung besarnya pelanggaran, tegasnya.

Dengan adanya program penambahan daya, stock air dan penambahan daya pelanggan yang sementara berjalan di enam (6) kecamatan yakni kelurahan Binamu, Tamalatea, Turatea, Kelara, Batang dan Togo-togo, dimana pemasangan kilometer yang baru dikenakan biaya  Rp.1.450.000 ditambah  syarat-syarat mudah lainnya  yang telah ditentukan.

PDAM sendiri saat ini selalu siap melayani dan lebih mengutamakan dan meningkatkan pelayanan secara optimal,karena target kinerja PDAM kedepan kesemua lapisan masyarakat akan lebih ditingkatkan hingga mencapai (80%) dan hal tersebut tergantung dari penbiayayan  APBN pusat hal ini telah dicanamkan hingga tahun 2015 kedepan dengan program pemerintah ’’MILLENIUM DEVELOPMENT GOLS’’ (MDGS),sehingga dengan adanya program itu masyarakat bisa menikmati dan merasakan khususnya yang ada di Kabupaten Jeneponto, menuju masyarakat yang sejahtera dan bermartabat, harapnya .(zul lallo)

Dekalarasi dan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Penyelenggara Pengembangan SDM Indonesia (APEPSINDO) Hotel Sahid Jakarta, 19 Desember 2011




 

Danrem 051/Wijayakarta Jatuhi Hukuman Disiplin Atas Pelanggaran Yang Dilakukan Oleh Anggotanya


Bekasi, Metropol.

Danrem 051/Wijayakarta  Kolonel Inf Supartodi M.Si memimpin sidang Penjatuhan Hukuman Disiplin terhadap prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin bertempat di Aula Makorem 051/Wijayakarta  Jl. Niaga Raya Jababeka Cikarang Bekasi.

Upacara penjatuhan hukuman disiplin ini dihadiri oleh Kepala Staf Korem 051/Wijayakarta Letkol Inf Ontang Roma P, para Dandim jajaran Korem 051/Wkt, para Kasi Korem 051/Wkt, para Danramil serta seluruh Perwira jajaran Korem 051/Wijayakarta yang pangkatnya di atas pangkat dari yang dijatuhi hukuman.

Prajurit Korem 051/Wijayakarta  yang dijatuhi hukuman disiplin ini adalah Kapten Arm Juwandi karena  melakukan pelanggaran dengan menyalahgunakan jabatannya pasal yang dilanggar adalah Pasal 21 hurup ”a” dan Kep Pang Nomer Kep 22/VIII/2005 tanggal 10 Agustus 2005, tentang peraturan disiplin prajurit ” bawahan wajib melaporkan dengan segera kepada atasannya tentang segala sesuatu yang berhubungan kedinasan baik lisan atau tertulis.

Danrem 051/Wijayakarta Kolonel Inf Supartodi M.Si dalam arahannya menyampaikan bahwa penjatuhan hukuman Tegoran ini bertujuan menegakkan disiplin prajurit. Untuk memberikan efek jera kepada seluruh personel Korem 051/Wijayakarta  agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun.

Lebih lanjut Danrem 051/Wkt menyampaikan, sebagai seorang Perwira seharusnya dapat membedakan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, pegang teguh Sumpah Perwira “Budi Bhakti Wira Tama”, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Selalu mematuhi segala aturan dan peraturan bagi kehidupan prajurit dimanapun bertugas dan berada.

Kegiatan ini merupakan momen penting bagi kita sebagai anggota TNI agar menyadari bahwa sesungguhnya anggota TNI tidak kebal hukum dan harus tunduk terhadap hukum. “Ini contoh yang baik untuk tidak ditiru oleh anggota yang lain”, tegas Kolonel Inf Supartodi M.Si.  Sementara itu, Kapenrem 051/Wijayakarta  Mayor Inf Agus Irianto mengatakan, pelaksanaan sidang sangat bermanfaat bagi Korem 051/Wijayakarta dalam menata dan membenahi personel, utamanya bagi pelaksanaan tugas dan fungsi Kumrem 051/Wijayakarta. (Rudiono)

Bupati Pangkep Meminta Inspektorat Melakukan Penindakan Hukum


Pangkep, Metropol.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid, SE meminta  pihak Inspektorat untuk melakukan penindakan atau proses hukum terhadap setiap  oknum pejabat yang melakukan penyalahgunaan jabatan, anggaran maupun penyalahgunaan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2010 – 2011.
Bahkan  bila ada PNS atau aparatur yang sudah berulang kali diingatkan dan tidak mengindahkan pembinaan yang diberikan, silahkan inspektorat memproses secara hukum sesuai ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Kalau memang aturannya dinyatakan dipecat, yah dipecat saja, pinta Bupati Pangkep H. Syamsuddin A. Hamid”.

Sekaitan dengan adanya laporan dan pengaduan masyarakat yang sedang ditangani inspektorat baik yang berkaitan dengan masalah penggunaan ADD, Dana BOS, dana Gratis, penggunaan pengganti dana komite, PNPM. Gapoktan maupun masalah yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin serta ada diantara aparatur pemkab Pangkep saat ini sedang diproses karena menggunakan ijazah orang lain. Perlu memperoleh perhatian serius. Jangan biarkan kondisi yang dapat merusak citra pemerintah berlarut-larut terjadi di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep.

Menyinggung tentang ditemukannya  guru dan PNS tidak melaksanakan tugas tanpa keterangan jelas . Saatnya dilakukan pengecekan dan observasi sesjauhmana kebenaran informasi dan laporan tersebut. Kalau memang terbukti perlu dilakukan tindakan indispliner dengan memberikan teguran baik terguran lisan, tertulis maupun pemberhentian secara tidak hormat. Begitu pula dengan adanya temuan pelanggaran lain seperti melangsungkan perkawinan kedua tanpa persetujuan isteri yang syah. Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) perlu turun tangan, karena kesemua itu dapat berujung pada penjatuhan sanksi berat sebagai PNS,” kata Bupati.

Menyikapi instruksi Bupati Pangkep, Kepala inspektorat Pangkep  Drs. H.M. Yasin, SH.MH. menyebutkan, semua oknum yang tersangkut masalah pelanggaran dimaksud, semuanya sementara dalam proses untuk dibuatkan rekomendasi ke pimpinan (bupati), apakah yang bersangkutan nantinya mendapatkan sanksi ringan atau berat, tergantung aturannya.

Pihak inspektorat tidak hanya menangani masalah pelanggaran disiplin PNS tetapi meliputi seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, seperti halnya melakukan pemeriksaan kepada semua SKPD yang mengelola fisik bangunan dan pendapatan. Apakah sumber dananya  bersumber dari APBN, APBD maupun bantuan lainnya. Untuk itu, bagi rekanan atau pihak ketiga yang tidak mematuhi, tidak melaksanakan sesuai aturan atau tidak sesuai RAB akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Bila mana hasil temuan inspektorat tidak direalisasikan  akan ditingkatkan pemeriksaannya, termasuk menindaklanjuti hasil rekomendasi  DPRD sesuai hasil temuan mereka saat melakukan reses pada pembahasan sisa perhitungan APBD tahun 2011. (Bis)

Biro Hukum Provinsi Sulawesi Barat Sosialisasi UU No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka


Polman, Metropol.

Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah berjalan selama lima tahun di Provinsi Sulawesi Barat. Eksistensi Gerakan Pramuka serta peningkatan Fungsi Gerakan Pramuka mendorong organisasi Gerakan Pramuka terus menerus membenahi diri.
              
Untuk membangun sinergitas perencanaan Kegiatan pada tingkat Gugus Depan (Gudep) dan Kwartir Ranting (Kwaran) yang sesuai dengan semangat Undang-undang dan Gerakan Pramuka. Biro Hukum Sekda Provinsi Sulawsesi Barat, dan Kwartir Daerah (Kwarda) Sulawesi Barat, menyelenggarakan Sosialisasi Undang-undang Nomor 12 tahun 2010, tentang Gerakan Pramuka. Sosialisasi Tersebut Dikhususkan Ketua MABIGUS / Pembina  Gugus Depan se Kabupaten Polewali Mandar, yang umumnya berlatar belakang Guru dan Kepala Sekolah, yang di ikuti sebanyak 100 Orang Peserta, Ungkap Ka. Biro Hukum Drs. Dominggus Sariang, SH., MM. Saat acara pembukaan Sosialisi di Hotel Istana Wonomulyo.
              
Ketua Kwartir Daerah Ir. H. Andi Ibrahim Masdar dalam sambutannya menghimbau kepada peserta sosialisasi yang merupakan Andalan Kader Pramuka agar memanfaatkan waktu Sosialisasi secara maksimal. Hasil dari sosialisasi dapat disampaikan dan menerapkan secara simultan kepada Kwartir Ranting dan Gugus Depan.

Selain itu juga mengusulkan kepada pihak Pemerintah Provinsi melalui SekProv, dan Biro Hukum Provinsi Sulawesi Barat agar mengalokasikan Anggaran dari APBD tahun 2012.
          
Kegiatan Sosialisasi yang dibuka secara Resmi Oleh SekProv. Sulawesi Barat, Arsyad Hafid, dalam sambutannya mengingatkan, agar sesepuh dan Tokoh Pergerakan Pramuka tetap mengingat Jasa-jasa para pejuang. Pergerakan Pramuka Provinsi Sulawesi Barat khususnya Gerakan Pramuka di Kabupaten Polewali Mandar, yaitu Almarhum  H. Andi Masdar Pasmar.
(Ilham Tadang)

Senin, 05 Desember 2011

Rekomendasi Pemecatan Atau PTDH Ardiansyah


Kalsel, Metropol.

Anggota Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan, Briptu Ardiansyah, yang diamankan saat berada di rumah tersangka kasus narkoba Purnama, direkomendasikan untuk dipecat.

Rekomendasi pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu diputuskan dalam sidang Komisi Kode Etik (KKE) yang dilaksanakan di ruang Rupatama Polda Kalsel.

Dalam Sidang KKE tersebut bukan karena kasus narkobanya, melainkan kasus disersi atau tidak melaksanakan dinas lebih dari 30 hari berturut-turut.

Ketua Komisi, AKBP Slamet Setiyono menyatakan, dalam putusannya Briptu Ardiansyah terbukti bersalah. Karena tidak melaksanakan tugas secara berturut-turut lebih dari 30 hari kerja. Secara tidak sah atau tidak melaksanakan Dinas sekitar satu tahun.

Oleh karena itu, Ardiansyah dinyatakan tidak layak lagi dipertahankan sebagai anggota polisi dan direkomendasikan untuk PTDH. Adapun yang memberatkan, Ardiansyah diduga terlibat kasus narkoba.
Sebelum diputus, saat diperiksa Ardiansyah mengakui bahwa dia tidak masuk dinas sekitar satu tahun, yakni mulai bulan Juli 2010 sampai sekarang, "Saya sadar melakukannya dan saya tahu konsekuensi, pasrah menerimanya dan siap di PTDH karena kesalahan saya. Karena saya merasa tidak bisa diperbaiki lagi," tutur Ardiansyah. Saat ditanya Ketua Komisi, Ardiansyah mengaku bahwa tidak masuk Dinas lantaran masalah keluarganya. (Rasidin/Bidhumas Polda  Kalsel)

Polres Tarakan Akan Gunakan Teknologi Informasi

Tarakan, Metropol.

Perampokan di wilayah perairan terutama di daerah pertambakan yang kembali marak di wilayah Utara Kaltim, terus mendapat perhatian serius Polres Tarakan, AKBP Desman Sujaya Tarigan.
             
Hal ini juga menjadi komitmen Kapolres Tarakan yang baru AKBP Desman Sujaya Tarigan. Dia menegaskan akan membabat habis pelaku perampokan yang kini meresahkan masyarakat, terutama pengusaha tambak dan nelayan di wilayah Utara Kaltim ini.
             
“Langkah kita sekarang adalah melakukan identifikasi daerah, atau lokasi mana saja yang sering dijadikan tempat pelaku pencurian, termasuk waktu para pelaku itu melakukan aksinya serta seluruh tempat penampungan hasil pencurian itu,” Kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan.
              
Menurut mantan Kapolres Malinau ini, melihat letak geografis perairan laut Utara Kaltim yang luas, dan minimnya sarana dan prasarana serta jumlah personil Polres Tarakan dalam waktu dekat akan melakukan suatu System Information Technology.
              
“Untuk menindaklanjuti kasus perampokan tambak ini kami berusaha akan membuat sistem nantinya adalah salah satu solusi untuk mencegah, serta memberantas para pelaku,” Kata Kapolres Tarakan. “Dalam waktu dekat sistem ini akan kita terapkan,” Kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan.
              
Selain itu, lanjut Kapolres Tarakan yang baru dilantik 4 November lalu ini, pihaknya akan mempercayakan  kepada sejumlah aparat yang bertugas diperairan laut Tarakan diantaranya Angkatan Laut (AL), dan Polisi Air dan Udara (Polairud) Tarakan.
              
“Dan dalam waktu dekat kita juga akan adakan patroli gabungan dengan pihak Polres lain seperti dari Bulungan,” Kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan kepada Wartawan Metropol. Masih dikatakan Kapolres, disamping akan menerapkan sistem serta mengidentifikasi para pelaku perampokan hasil tangkapan masyarakat khususnya petambak.
             
Ditambahkan, Polres Tarakan sementara ini juga akan mengkaji kasus tersebut melalui potensi yang ada di masyarakat seperti di pos keamanan lingkungan (poskamling), polisi masyarakat (polmas) dan pihak keamanan lainnya. “Jika sistem ini sudah bisa dilakukan dilapangan, saya sangat optimis akan berjalan optimal dan dapat memberantas para pelaku perampokan,” kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan. (Andi Alamsyah)

Polres Jember Mendapat Bantuan 31 Unit Mobil Dari Polda Jatim


Jember, Metropol.

Dalam rangka meningkatkan mobilitas serta kegiatan pengamanan dan menjaga ketertiban masyarakat, Kepolisian Daerah Jawa Timur memberikan bantuan berupa 31 unit mobil patroli untuk Kepolisian resort Jember. Bantuan ini langsung di serahkan oleh Kapores AKBP SAMUDI kepada masing-masing Kapolsek, yang berjumlah 31 di wilayah Kepolisian Resort Jember. Hal ini berlangsung pada acara serah terima yang diadakan pada tanggal 25 Nopember yang lalu.

Bantuan ini berupa 29 unit mobil ranger dan 2 unit sedan patroli. Sedangkan yang 2 unit sedan tersebut diserahkan kepada Polsek Sumbersari dan Polsek Kaliwates Jember. Pada saat serah terima tersebut Kapolres memerintahkan pemakaian unit bantuan tersebut benar-benar dipergunakan untuk kegiatan tugas kepolisian. Bukan kepentingan pribadi atau kepentingan diluar dinas. Sehingga dengan bantuan tersebut akan memberikan efek simpatik masyarakat terhadap satuan kepolisian Jember khususnya masing-masing Polsek. (HS Butar2 & TIM)




Pisah Sambut Kapolres Pinrang


Pinrang, Metropol.

Usai Serah terima Jabatan Pejabat Kapolres Pinrang, dari Pejabat lama AKBP Akhmad Jamal Y, SIk, M.Si. ke pejabat yang baru AKBP Hery Tri Maryadi, SH. di Kantor Polda Sulselbar Makassar, 15 November 2011. Dilanjutkan dengan acara Malam Pisah Sambut 17 November 2011. Hadir dalam acara tersebut para Kasat, Kanit, Kapolsek dan segenap personil Kepolisian Polres Pinrang. Serta dihadiri sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda dan tak ketinggalan dari aparat TNI yang tak hadir.

Bupati Pinrang H. A. Patonangi, SH., M.Si. juga tak terlihat dari SKPD daerah ini. Demikian halnya Ketua DPRD Pinrang H. Darwis Bastama SP, serta anggota DPRD lainnya juga tak nampak memberikan ucapan selamat hingga usai pelaksanaan acara. Pada kesempatan itu, Akhmad Jamal, dalam sambutannya menyampaikan, beberapa pesan penting yang berkaitan dengan tugas-tugas pokok kepolisian, sekaligus menitipkan amanah kepada pejabat Kapolres yang baru dan jajarannya, agar lebih mampu untuk terus meningkatkan profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai penegak hukum. Selain itu, Akhmad juga tak lupa menyampaikan terima kasih, dan ucapan maaf kepada segenap lapisan masyarakat Pinrang, bilamana terdapat kesalahan ataupun kekeliruan selama menjabat sebagai Kapolres di Pinrang.

Sementara pejabat Kapolres yang baru AKBP Hery Tri Maryadi, SH., dalam sambutannya memberi apresiasi dan menyambut baik pesan-pesan yang telah disampaikan oleh seniornya, sekaligus memperkenalkan diri dihadapan para undangan yang hadir ketika itu. Hery Tri Maryadi menyampaikan harapannya agar bisa mengikuti jejak seniornya hingga dapat lebih “Awet bersama Masyarakat Kabupaten Pinrang,” Harap Hery Tri Maryadi. (Muh. Saleh AR)

Pisah Sambut Kapolres Jeneponto


Jeneponto, Metropol,

 AKBP Drs Ruslan Aspan, secara resmi menyerahkan jabatan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres), Jeneponto, kepada penggantinya AKBP. Sigit Waluya, S.Ik. SH. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SubDik Lalu Lintas di Polda Sulselbar. Acara lepas sambut Kapolres Jeneponto yang baru ini di langsungkan di Aula Rumah Jabatan Bupati Jeneponto 24 November lalu.

Selanjutnya, Ruslan Aspan memperoleh promosi jabatan menjadi Wakil Direktur Bimbingan Masyarakat, di Polda Sulawesi Selatan Dan Barat (SulSelBar). serah terima jabatan (sertijab),  sudah di lakukan di Polda SulSelBar, selasa 15/11 November 2011 lalu. Acara lepas sambut Kapolres baru ini di hadiri oleh Wakil Bupati Jeneponto Burhanuddin Baso Tika, sementara Bupati Radjamilo, tidak sempat hadir lantaran waktunya bertepatan dengan urusan Dinas di jakarta.

Selain wakil Bupati Jeneponto, hadir pada saat itu, jajaran Muspida Kabupaten Jeneponto, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Mulyadi Mustamu, yang di dampingi wakil ketua DPRD Jeneponto, Syamsuddin Karlos, Sekretaris Daerah  Ikhsan Iskandar, Kepala Pangadilan Negeri Jeneponto, perwakilan dari Komandan Distrik Militer 1425 Jeneponto, serta sejumlah Kepala Badan/Dinas/Kantor dan para tamu undangan lainnya.

AKBP Drs. Ruslan Aspan, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, dan ungsur Muspida lainnya yang telah membina kerja sama yang baik selama ia bertugas di Bumi Turatea, selama tiga tahun lima bulan.

Ruslan Aspan yang akan melaksanakan tugas baru di Mapolda SulSel-Bar, menyampaikan rasa terima kasihnya, dan memohon maaf apabila selama bertugas di Jeneponto ada hal-hal yang kurang berkenan.  Dia mengaku merasa berat meninggalkan Jeneponto, karena merasa daerah ini sudah bagaikan kampung halaman sendiri

“Tak ada gading yang retak, tak ada manusia tak luput dari kesalahan.  Untuk itulah, kalau selama bertugas di Jeneponto ada hilaf dan kesalahan yang saya lakukan, mohon di maafkan. Jangan di simpan di dalam hati, saya pribadi dan keluarga saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya,"ucapnya.

Ruslan menambahkan, "saya juga meminta maaf kepada seluruh anggota bila mana saya dalam tugas sering menegur anggota, tetapi ini semua ada maksud yang baik. untuk memperbaiki kesalahannya. Dan Harapan saya kedepannya kepada seluruh anggota hendaknya kekurangan perlu di perbaiki. Tetapi tanpa anggota (anak buah) apalah arti diri saya selama ini. Yang hebat justru anak buah bukan saya".ujar Ruslan yang di iringi tepuk tangan meriah seluruh undangan yang hadir di aula rumah rumah jabatan Bupati.


Menurut catatan, mantan Kapolres Jeneponto, AKBP Ruslan Aspan, telah membawa perubahan serta kemajuan pesat terkait persoalan hukum dan keamanan di wilayah kerjanya ini, dan hal ini tentu kembali di tingkatkan oleh pejabat kapolres yang baru.

Sementara, Kapolres Jeneponto yang baru AKBP sigit Waluya, S.Ik. SH memohon dukungan dan kerjasama yang sudah pernah di bangun oleh pimpinan sebelumnya. Ia juga meminta kepada semua pihak agar iklim yang sudah kondusif di Kabupaten Jeneponto bisa terus berjalan di bawah kepemimpinannya. pihaknya menambahkan Hendaknya para anggota bekerja sama kedepannya dan kebersamaan dan keterbukaan. Dan Semoga Bapak Ruslan Aspan dalam tugas barunya sekarang berjalan dengan sukses

"saya juga berharap kepada anggota adanya kerja sama yang baik, keterbukaan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas ini,"ucapnya menutup sambutannya

Wakil Bupati Jeneponto, Burhanuddin Baso Tika dalam sambutan lepas sambut antar Kapolres, mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama dan selamat datang kepada pejabat baru dan mengharap ada kerjasama yang baik "Kami mengucapkan terimakasih kepada pejabat yang lama atas dedikasinya selama ini, yang tulus mendharma baktikan kemampuannya demi kemajuan masyarakat Kabupaten Jeneponto. Dan kami mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang baru, dengan harapan dapat menjaga suasana kondusif yang telah lama terbentuk selama ini," ucapnya mengawali sambutannya

“Acara ini memiliki makna penting, yakni untuk membina keharmonisan,” kata wakil Bupati Burhanuddin Baso Tika. dalam sambutannya.

Lebih lanjut Burhanuddin menyatakan, meskipun pada kesempatan itu Bupati Jeponto Radjamilo berhalangan hadir, namun tidak mengurangi makna acara yang di laksanakan.

pada sambutannya pihaknya mengharapkan dengan adanya Kapolres yang baru penegakan hukum di wilayah itu bisa terus dilakukan, sehingga situasi keamanan bisa terus terjaga dengan baik. “Selaku aparatur pemerintah, kami akan membantu tugas polisi sebisa mungkin,” harapnya.

Pada kesempatan itu pula Burhanuddin juga mengenalkan secara gamblang suhu dan watak masyarakat jeneponto yang keras. tidak hanya itu dirinya juga menyampaikan jika tindak kriminal yang selama ini meresahkan warganya adalah pelaku kriminal sistim curi tebus yang hingga kini menjadi trend dan pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
Di katakannya, untuk lingkup pemerintahan kabupaten kalau ada pejabat pindah tugas, acara pisah sambut senantiasa dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk tetap membina, tetap menjaga keharmonisan. “Selanjutnya perlu dipahami, pisah sambut yang ditandai dengan pemberian cenderamata tidak ada kaitannya dengan gratifikasi. Cenderamata bukan gratifikasi. Tapi semata-mata untuk membangun kebersamaan agar kerja sama akan terus terjalin dengan baik,” tegasnya.

Kapolres yang pada pisah sambut itu di dampingi istrinya Nyonya Nunung. menerima cenderamata dari sejumlah pejabat. Masing-masing dari Bupati Jeneponto, Wakil Bupati, Dandim Letkol Inf Bambang Purwadi yang di wakili ajudannya. Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto, dan sejumlah kepala dinas di lingkup Pemerintah Daerah di daerah ini.

Ketua Panitia Lepas Sambut yang juga Wakapolres Jeneponto Kompol Benyamin Muntu, dalam lepas sambut, Kapolres lama berpesan agar Kapolres baru dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sekaligus juga dapat meningkatkan kinerja koprs Bhayangkara di wilayah Kabupaten Jeneponto.  (Zul Lallo/M. Arief K)

keterangan foto : 
1. Kapolres Jeneponto baru yang memberikan sambutannya di dampingi istrinya
2. mantan kapolres jeneponto AKBP Drs. Ruslan Aspan menerima cindera mata berupa cincing dari istri Wakil Bupati Jeneponto.
3. Pejabat kapolres baru AKBP Sigit Waluya, S.Ik. SH. memberi cindera mata kepada AKBP Drs. Ruslan Aspan
4. cipika cipiki antara AKBP Drs. Ruslan Aspan dengan AKBP Sigit Waluya, S.Ik. SH.
5. salam komando pejabat kapolres lama dengan pejabat baru
6. mantan kapolres jeneponto AKBP Drs. Ruslan Aspan salam komando dengan salah satu rekan Jurnalist dari media elektronik usai acara lepas sambut di depan rumah jabatan Bupati Jeneponto