Minggu, 16 Oktober 2011

Panglima TNI Canangkan Penanaman Pohon di KSD Sentul


Bogor,  Metropol - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono  S.E bersama Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo memulai pencanangan penanaman pohon di Kawasan Santi Dharma Sentul, Bogor, baru-baru ini. Acara pencanangan penanaman pohon ini merupakan rangkaian kegiatan Bhakti TNI dalam rangka Peringatan ke-66 Hari TNI  tanggal 5 Oktober 2011, sekaligus bagian dari dua rangkaian kegiatan lainnya, yaitu kegiatan persiapan pencanangan penanaman pohon oleh Presiden RI.

Peresmian markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian  (PMPP) TNI, pada bulan Desember 2011.

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan,  bahwa PMPP TNI adalah salah satu komponen dari program Four In One, yang diprakarsai oleh Presiden RI untuk kawasan ini. Ketiga program lainnya adalah standby forces, badan nasional penanggulangan bencana dan badan nasional penanggulangan terorisme.

Pembangunan keempat program ini dipandang sangat penting dan memiliki urgensi yang tinggi, guna menyiapkan para prajurit, baik TNI maupun Polri, dalam rangka melaksanakan pendidikan dan latihan serta melakukan  kerjasama dengan negara-negara sahabat dalam bidang peacekeeping, penanggulangan bencana dan terorisme. Hal ini didasarkan pada pemahaman dan tantangan serta tuntutan untuk melaksanakan tugas-tugas operasi militer cukup tinggi.

Di sisi lain, saat ini bangsa Indonesia juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global yang sangat berpengaruh langsung terhadap kehidupan manusia. Bumi menjadi panas karena semakin banyak karbon dioksida yang dilepas oleh hasil pembakaran sumber energi, seiring dengan meningkatnya laju penduduk di dunia dan tingginya penggunaan sumber energi oleh manusia.

Guna mengatasi dampak pemanasan global, maka upaya pelestarian hutan merupakan langkah yang cerdas dan tepat, karena hutan bisa menangkap dan mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas sumber energi dan berkeliaran di bumi. Dengan demikian, penting dan mendesaknya pembangunan kawasan ini dalam rangka menyiapkan kapabilitas prajurit TNI maupun Polri, sama penting dan mendesaknya dengan upaya  pelestarian lingkungan, melalui gerakan menanam dan merawat serta memelihara pohon, dalam rangka menyelamatkan bumi dan kehidupan masa depan anak cucu bangsa Indonesia.

Untuk itu, pembangunan kawasan Indonesian Peace and Security Centre, dirancang dalam satu kesatuan dengan penyiapan hutan seluas 158,6 hektar dari 261 hektar luas kawasan seluruhnya, sehingga pembangunan itu sendiri tidak mengabaikan aspek-aspek pelestarian lingkungan hidup. Dari lahan hutan seluas itu, 50% menjadi tanggungjawab TNI-Polri, dan sisanya telah dibagi sektor-sektor kepada beberapa instansi pemerintah yang lain.

Dalam pencanangan penanaman pohon tersebut, akan dilakukan penanaman sebanyak 1.000 pohon dari beberapa jenis tanaman yang secara bertahap akan terus dilakukan hingga mencapai 50.000 pohon sebelum tanggal 28 November 2011. Jenis pohon yang ditanam yaitu Mahoni, Trembesi, Sengon, Jabon, Gmelina Arborea, Rambutan, Kayu Afrika, Menteng dan Nangka. Pemilihan tanaman jenis ini dikarenakan mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat dan ekologi terhadap lingkungan serta proses tumbuh tanaman yang cepat.

Acara pencanangan penanaman pohon di Kawasan Santi Dharma Sentul dihadiri juga oleh para Kepala Staf Angkatan, pejabat TNI dan Polri serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. (Kamal)

Kapolri Mempercepat Kerjasama di Bidang Keamanan dan Pemberantasan Narkoba Lintas Negara


Jakarta, Metropol - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo, beberapa waktu lalu, telah menerima kunjungan dari kepala Kepolisian  Brunei Darussalam, Commissioner Of Royal Brunei Force Police, Dato Sri H. Hasrin Bin Dato Paduka Hj. Sabtu, membahas kerjasama bidang keamanan dan kejahatan Transnasional, dan juga menerima kunjungan kenegaraan Kementerian Dalam Negeri Negara Republik Mozambique, dalam hal penandatanganan MoU tentang pencegahan dan penanggulangan kejahatan lintas negara dan pengembangan kapasitas (Copality Building).

Dalam pertemuan dengan Kepolisian Brunei Darussalam, membahas bidang Internasional dan rencana MoU mengenai implementasi kerjasama antar dua negara. Adapun dengan Mozambique, mempererat membangun kerjasama di bidang pengembangan kapasitas, pengawasan, pencegahan narkoba dan kejahatan lintas negara.

Rombongan Kepolisian Brunei Darussalam, juga berkunjung ke Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol. Boy Salamuddin di dampingi sekretaris NCB-Interpol, Pejabat utama Dibhubinter Polri. Sedangkan rombongan wakil Menteri Mozambique dan rombongan juga berkunjung ke lingkungan Polri di Baharkam (Badan Pemelihara Keamanan) Polri, Bareskrim (Badan Reserse Cooperation), Museum Polri, Akademi  Kepolisian, JC LEC ( Jakarta Center For Low Enforce Ment Cooperation) di Semarang dan PT. Pindad di Bandung Jawa Barat. (MP)

Polri Menggandeng Provider Untuk Mengungkap Sindikat Penipuan Melalui SMS


Jakarta, Metropol - Polri saat ini sudah menangkap sindikat penipuan SMS. Polri bekerja sama dengan provider untuk mengungkap kasus penipuan lewat SMS. Polri yakin dengan menggandeng provider dapat melacak sindikat pelaku penipuan SMS.

"Mabes Polri berkoordinasi dengan jajaran Polda-Polda, Metro, Jabar termasuk Polda-Polda yang banyak menerima laporan pengaduan tentang penipuan lewat jalur teknologi. Itu sekarang dilakukan kerjasama antara Polda-Polda yang terkait dengan Mabes Polri tentu dengan provider juga untuk menelusuri hal-hal yang bisa dijadikan fakta-fakta hukum untuk paling tidak mengetahui, melacak, menelusuri sumbernya itu," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana di kantornya pekan lalu.

Provider di Indonesia masih punya kelemahan, seperti identitas pemilik simcard meskipun peraturannya sudah jelas namun masih banyak konsumen yang belum paham.

"Karena kan kita ketahui sekarang ada faktor kelemahan-kelemahan yang terkait dengan simcard itu. Simcard itu kan memang belum sepenuhnya tertib. Atas nama siapa pemegang simcard itu, walaupun peraturannya cukup jelas. Tapi di lapangan tidak seperti itu. Sehingga temen-teman dari Bareskrim dan Polda-Polda memerlukan waktu untuk bagaimana memastikan itu asal muasalnya dikirim dari mana," jelasnya. (MP/Divhumas Mabes Polri)

Razia Gabungan POLRES dan TNI


Tarakan, Metropol - Aparat gabungan Polres Tarakan dan TNI, menggelar razia disejumlah tempat  hiburan malam  atau diskotik. Dalam razia dibeberapa  tempat hiburan, petugas gabungan yang terdiri dari sekitar 60 anggota Polres Tarakan, dan belasan anggota TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara itu menggeledah serta memeriksa kartu identitas pengunjung satu per satu. Beberapa orang yang sedang menikmati hiburan malam pun kaget dengan kedatangan petugas, termasuk sejumlah penghibur (ladies), yang sedang asyik menemani  tamunya. Dari pemeriksaan, sebanyak 13 pemuda terjaring dari hasil razia gabungan lantaran tak memiliki kartu identitas atau KTP .

“Target kami dalam Operasi  Pekat razia gabungan tahun 2011 ini  adalah premanisme. Namun yang kami dapatkan hanya 13 orang, karena tidak memiliki KTP  dikategorikan masuk dalam premanisme,” ujar Kapolres Tarakan, AKBP Drs. Agustinus Budi Prasetyo SH. MH., melalui Kepala Bagian Humas Polres Tarakan AKP Subarjo kepada Metropol.

AKP Subarjo mengungkapkan sejatinya ada delapan sasaran Operasi Pekat kali ini diantaranya, narkoba, sajam, senpi illegal, KTP dan lain sebagainya. Mengenai sasaran yang akan dirazia, Subarjo  menyebutkan, seluruh tempat hiburan malam. Bila dalam razia tersebut ada yang kedapatan membawa sajam dan narkoba, maka pihak kepolisian akan memproses, “Kita akan memproses dengan  ketentuan yang berlaku, karena ini operasi kewilayahan, yang diperintahkan oleh Polda Kaltim. Sehingga apapun yang ditemukan atau melanggar dengan ketentuan Undang-Undang akan diproses,” terang Subarjo.

Tak hanya itu, dalam razia gabungan yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 02.00 Wita dini hari itu, petugas juga memeriksa seluruh izin tempat hiburan malam yang didatangi untuk dirazia. Namun pihaknya tak menemukan adanya surat izin yang habis masa berlakunya atau tak memiliki izin.

“Mengenai izin keramaian, kalau mati (habis masa berlakunya), kita perintahkan untuk tutup dan segera untuk mengurus izinnya. Dan untuk 13 orang yang digiring ini hanya dilakukan pembinaan,” tandasnya.

Rencananya, razia seperti  ini akan dilakukan secara rutin. Menurutnya, jika ada warga termasuk aparat yang tertangkap dan ditemukan adanya pelanggaran maka ditindak sesuai prosedur. (Andi Alamsyah)

Kota Parepare Masuk Pelayanan Investasi Terbaik


Jakarta, Metropol - Satu lagi prestasi di ukir Kota Parepare yang mendapat penghargaan sebagai kota terbaik dalam pelayanan investasi.  Penghargaan berupa “Investment Award 2011”  tersebut diterima dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Selain Parepare, ada dua kota lain yang juga menerima “Investment Award 2011”, yakni Kota Solo, dan Dumai.

Penghargaan serupa juga diterima 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Ogan Komering Ilir.  BKPM juga memberikan “Investment Awards 2011” kepada 7 provinsi, masing-masing Sulawesi Selatan, Jawa Tengah,  Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi  Utara.

Prestasi membanggakan yang diterima Kota Parepare adalah Prestasi Investment Award 2011 untuk kategori Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Sebagai penyelenggara PTSP di bidang Penanaman Modal Kota Terbaik tahun 2011. Parepare menempati posisi tertinggi, disusul kota Dumai, Riau, dan Solo.

Plt Wali Kota Parepare H. Sjamsu Alam yang menerima langsung penghargaan dari Menteri Perindustrian, MS. Hidayat mengatakan, “Parepare memang sudah beberapa kali menerima penghargaan terkait pelayanan perizinan. Namun untuk tahun 2011, Parepare telah mengeluarkan 53 macam perizinan dan 15 perizinan investasi,” ujarnya.

Parepare menyingkirkan 229 PTSP kabupaten dan 36 kota PTSP. Penilaian ini didasarkan atas beberapa aspek, seperti, kelembagaan dan pelimpahan kewenangan, sumber daya manusia yang profesional, kompetensi SDM, sarana prasarana, media dan mekanisme kerja serta ketersediaan layanan pengaduan.

Kesuksesan Parepare ini mengikuti kesuksesan Sulsel yang berhasil meraih penghargaan provinsi terbaik bidang penanaman modal atau Regional Champions 2001. Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo atas prestasi tersebut. Penghargaan bergengsi ini juga diterima Syahrul YL di tempat yang sama.

Kebanggaan Syahrul pun diungkapkan usai menerima penghargaan. "Penghargaan ini bukan akhir, tapi ini adalah awal untuk menggenjot iklim investasi di Sulsel, tinggal bagaimana kita memastikan keamanan wilayah," ujarnya bangga.

Apa alasan Kota Parepare menerima “Investment Award 2011”? Seperti dijelaskan Kepala BKPM, Gita Wirjawan, pemberian penghargaan “Investment Award” dimaksudkan untuk mengapresiasi daerah-daerah yang ramah dengan investasi.

Ada sejumlah indikator yang menjadi acuan dalam menetapkan daerah penerima “Investment Award 2011” tersebut. Di antaranya, proyek yang ditawarkan kepada investor, kesiapan sumber daya manusia (SDM), hingga pada sarana dan prasarana untuk menunjang investasi.  Peran pemerintah daerah dalam menarik pemodal cukup signifikan dalam ketatnya persaingan belakangan ini. (Kamal/Rahim MK)

Komjen Pol Gories Mere Bali di Minta Waspadai Sindikat Narkoba Canggih


Badung, Metropol - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Gories Mere menegaskan, Bali harus mewaspadai  masuknya sindikat narkoba internasional.

Sindikat narkoba tersebut kini sudah memiliki sistem peralatan yang canggih agar bisa membawa narkoba dalam jumlah besar. “Sistem peralatan untuk mendeteksi masuknya jaringan narkoba internasional ke Indonesia saat ini sudah dimiliki oleh para pengedar,” ujar Komjen Pol Gories Mere saat ditanya  lolosnya seorang pengedar asal Uganda bernama Magambe melalui Bandara Ngurah Rai.

Sindikat narkoba saat ini sudah memiliki X-Ray tersendiri, sebelum memasuki bandara. Tentunya kawanan sindikat tersebut lebih awal melakukan uji coba guna memastikan koper atau tasnya tidak terdeteksi X-Ray. “Setelah merasa tidak terdeteksi, mereka masuk ke bandara atau pelabuhan yang dituju,” tegasnya kepada wartawan, di sela-sela rapat kerjasama International Drug Enforcement Conference atau IDEC 22 negara Kawasan Timur Jauh, di Kartika Plaza Hotel Kuta.

Menurut Gories, ada dugaan warga Uganda yang lolos menelan 1 kilogram sabu-sabu di dalam perutnya, melalui Bandara Ngurah Rai juga menggunakan modus yang sama. “Saya berharap media massa tidak memvonis, tidak mencurigai petugas yang ada di Bea Cukai Ngurah Rai, yang meloloskan sabu-sabu ke Bali,” terangnya.  Gories merasa yakin, petugas Bandara tidak melakukan pelanggaran yang berujung merugikan Bangsa Indonesia. “Tapi kalau ada yang lalai pasti kita tindak tegas dan diproses hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Komjen Gories menghimbau kepada aparat keamanan di Bali, agar tetap waspada, karena Bali masih berpotensi sebagai tempat transit internasional narkoba, bahkan sebagai tempat produksi narkoba jenis sintentis seperti sabu-sabu. (Boby)

Sosialisasi Assessment Center di Polda-Polda


Bandung, Metropol - Dalam bulan September 2011 ini Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, khususnya Biro Pembinaan Karier (Ro Binkar SSDM Polri) melakukan kegiatan sosialisasi assessment center di beberapa Polda. Setidaknya ada 16 (enam belas Polda) yaitu Polda Yogyakarta, Sulut, Kalsel, Kalbar, Sumut, Riau, Jambi, Jabar, Jateng, Kepri, Lampung, Metro Jaya, Kaltim, Bali, Sumsel, Jatim, Papua dan Aceh.

Kegiatan sosialisasi ini untuk menjelaskan bagaimana proses assessment center seharusnya berjalan dengan mengacu pada SSDM Polri selama ini. Juga dimaksudkan untuk melihat sudah sejauh mana pelaksanaan assessment center di Polda-Polda. Sebagaimana diketahui  assessment center adalah suatu metode untuk menilai seseorang  dalam menangani pekerjaan yang akan datang maupun saat ini berdasarkan sejumlah parameter kompetensi dalam suatu organisasi. Sarana untuk mengukur kompetensi seseorang dengan cara memprediksi perilaku masa depan melalui penggunaan simulasi, dan mengukur tanggungjawab suatu jabatan (fit to the job). Dengan setidaknya batasan ini SSDM Polri, ingin juga melihat sudah sejauhmana pelaksanaannya di daerah dalam menyiapkan para pimpinan Polri untuk tingkat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), ataupun Kepala Satuan di tingkat Polres (Kasat). Tujuan lain dari pada sosialisasi assessment center di Polda-Polda, kata Asisten SDM Kapolri, adalah untuk pemetaan terhadap perwira Polri yang telah maupun yang belum melaksanakan assessment center, serta mendapatkan masukan dari kalangan internal Polda.

Di Polda Jawa Barat sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 September 2011. Pada saat sosialisasi di ikuti oleh seluruh pejabat utama Polda, perwakilan Kapolres, perwakilan Kabag Sumda Polres dan perwakilan Kepala Satuan di tingkat Polres. Setidaknya di ikuti kurang lebih oleh 70 (tujuh puluh) orang peserta. Pada hari kedua tanggal 23 September petugas sosialisasi yang terdiri dari assessor SSDM Polri melakukan kunjungan ke para pejabat Bupati/Walikota, Komandan Kodim, Kejari, Pengadilan Negeri , Ketua DPRD atau yang selama ini dikenal dengan Musyawarah Pimpinan Daerah  (Muspida) untuk meminta masukan melalui pengisian kuesioner terhadap keberadaan para Kapolres yang telah pernah mengalami assessment center. Masukan dari eksternal ini tiada lain dimaksudkan sebagai upaya perbaikan dalam penyusunan profil kompetensi pejabat di lingkungan Polri.

Sampai saat ini setidaknya ada dua belas profil kompetensi kepemimpinan untuk Kapolres atau  bagi senior commander di lingkungan Polri saat ini adalah,

1. Lead By Example atau Kepemimpinan (KP) dengan contoh. Yaitu Tindakan membujuk, meyakinkan, dan mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung rencana kerja unit organisasi, dengan kemampuan dan kemauan untuk bekerja bersama-sama dan dapat menjadi contoh bagi pengikutnya. “Sejauhmana seseorang menggunakan keahliannya dalam mempengaruhi dan membawa orang lain/kelompoknya untuk bekerja dengan efektif guna mencapai tujuan dan kemauan untuk menjadi contoh bagi orang lain”.

2. Passion & Commitment (Semangat dan Komitmen). Komitmen Terhadap Organisasi (KTO). Kemampuan untuk menyelaraskan sikap dan perilaku dengan mengutamakan kepentingan organisasi dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi. “Sejauh mana seseorang menunjukkan komitmen dengan menyesuaikan dengan norma organisasi dan menyelaraskan kepentingan diri untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi”.

3. ACT Strategically (Bertindak Strategis). Serangkaian tindakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan mengambil keputusan untuk mencapai suatu maksud atau tujuan organisasi.

4. Integrity (Integritas). Kepatuhan terhadap nilai-nilai kejujuran dan kepercayaan dan kemampuan untuk menahan godaan yang bersifat tidak etis atau ilegal.

5. Foresight (Tinjauan Ke Depan). Kemampuan melihat adanya dampak sebelum suatu peristiwa terjadi dan kemampuan mengambil langkah-langkah antisipasi.

6. Innovation (Inovasi). “Proses” dan atau “Hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologi) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

7. Developing Others (Mengembangkan Orang Lain). Mengembangkan Orang Lain (MOL) Melakukan upaya untuk mendorong pengembangan orang lain agar bekerja lebih optimal “Sejauhmana seseorang membantu orang lain guna mengembangkan kemampuan dirinya”.

8. Maintaining Positive Human Relationship. Membangun Hubungan Kerja (MHK), menjalin dan membina hubungan kerja dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka pencapaian tujuan. “Sejauhmana seseorang dapat menjalin dan membina hubungan kerja, serta  mendayagunakan hubungan untuk mencapai suatu tujuan pekerjaan saat ini maupun di masa mendatang”.

9. Building Trust (Membangun Kepercayaan). Kepercayaan sebagai keyakinan dalam kebenaran, keandalan kemampuan, atau kekuatan dari seseorang atau sesuatu.

10. Motivating Others (Memotivasi Orang Lain). Mengajak orang lain untuk melakukan apa yang kita inginkan karena mereka ingin melakukannya.

11.  Influencing Others (Mempengaruhi Orang Lain). Tindakan atau proses menghasilkan efek terhadap perilaku tindakan, pendapat dan lain-lain dari lain atau orang lain

12.  Communication.  Menyampaikan informasi atau dengan pendapat dengan jelas kepada pihak lain, dan membantu mereka untuk memahami informasi atau pendapat yang disampaikan. “Sejauhmana seseorang dalam menggunakan berbagai pendekatan dalam menyampaikan pendapatnya dan dalam memahami pendapat orang lain.

Dalam proses AC ini sesungguhnya juga diperhatikan profil atau dimensi lain yang dipersyaratkan bagi kepemimpinan di lingkungan Polri, seperti,  Pengendalian Diri (PD) Kemampuan untuk mengendalikan diri pada saat menghadapi masalah yang sulit, kritik dari orang lain atau pada saat bekerja dibawah tekanan dengan sikap yang positif. “Sejauhmana seseorang dapat menyesuaikan dan mengendalikan diri terhadap kondisi yang terjadi, dan mengelola stress diri maupun orang lain. “Perencanaan & Pengorganisasian (PP),
menyusun rencana kerja dan melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk unit kerjanya sendiri dan unit kerja lainnya demi kelancaran pelaksanaan tugas. “Sejauhmana dirinya menyusun rencana kerja yang harus dibuat, dan sejauhmana tingkat pelibatan orang lain serta pengelolaan sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana pekerjaannya.

“Pengambilan Keputusan (PK) Melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan dan menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pencapaian tujuan. “Sejauhmana dirinya dalam memahami permasalahan dan menyusun pertimbangan untuk menentukan tindakan penyelesaian masalah”. Empati (E) Kemampuan untuk mendengarkan dan memahami pikiran, perasaan, atau masalah orang lain yang tidak terucapkan atau tidak sepenuhnya disampaikan. “Sejauh mana seseorang memahami kebutuhan, perasaan dan latar belakang  pemikiran orang lain”. Berorientasi Pada Pelayanan (BPP).

Keinginan untuk membantu atau melayani orang lain guna memenuhi kebutuhan mereka, selalu berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan orang lain yang menggunakan hasil kerja kita, baik internal maupun eksternal organisasi. “Sejauhmana seseorang memahami dan mengambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan orang lain ataupun pelanggan”.

Manajemen Konflik (MK) Mengatasi konflik yang terjadi pada orang lain dengan cara menyesuaikan nilai-nilai yang ada pada orang-orang tersebut untuk mengatasi konflik yang terjadi. “Sejauh mana seseorang mampu mengelola perbedaaan dan konflik yang terjadi, serta mengembangkan cara pendekatan yang dapat meningkatkan keharmonisan kerja.
(Baso Susanto/Divhumas Mabes Polri)

Polda Sulsel Musnahkan Sabu Bernilai Rp12 Miliar


Makassar, Metropol - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat enam kilogram atau setara dengan Rp12 miliar.

"Penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan ini, kami belum bisa meringkus pemilik sabu enam kilogram ini karena pelaku merupakan warga negara asing (WNA) dan hanya mampu mengamankan barang buktinya," ujar Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman di Makassar.

Meskipun belum mampu meringkus pelaku, lanjutnya, dia berjanji akan terus menelusuri keberadaan tersangka yang kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulselbar.

Ia mengatakan, pemusnahan narkotika dengan membakar dilakukan di halaman Kantor Polda Sulselbar di Jalan Perintis Kemerdekaan km 17.

Narkotika senilai Rp12 miliar tersebut ditemukan di salah satu bagasi penumpang pesawat Air Asia penerbangan rute Kuala Lumpur Malaysia-Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,

Barang yang diselundupkan ke Makassar ini diketahui dibawa oleh seorang penumpang warga negara Hongkong, Ho Ka Che (46).

Serbuk haram ini terdeteksi alat milik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kepabeanan Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Pemiliknya masih dalam tahap pengejaran. Kita sudah tetapkan sebagai DPO. Semua identitas bersama fotonya juga sudah kami kantongi," katanya.

Sebelumnya, saat penangkapan, sabu-sabu seberat enam kilogram tersebut terbagi dalam tiga paket dengan berat masing-masing dua kilogram lebih.

Tiga kantong sabu disimpan dalam kotak makanan dan dimasukkan dalam ransel berwarna orange itu diduga berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) di Jakarta memastikan bubuk putih itu merupakan metamphetamine HCL atau sabu.  (A3/AN)

SMA Negeri 5 Ketatkan Tata Tertib


Makassar, Metropol - Kedisiplinan siswa, staf, serta tenaga pengajar, disetiap sekolah utamanya di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Makassar, dari beberapa SMA/SMU ditemukan masih rawan terhadap kedisiplinan dalam mematuhi tata tertib sekolah, walaupun siswa beserta orang tuanya telah menandatangani pernyataan persetujuan pelaksanaan tata tertib yang berlaku disekolah mereka, saat diterima  di sekolah yang ia tempati mendaftar.

Drs. Rahmat, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar, “mengatakan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa maupun guru selaku tenaga pengajar di sekolah, utamanya di SMA Negeri 5 ini, yang tergolong salah satu sekolah unggulan di Kota Makassar, saya perketat pelaksanaan tata tertib.” Tuturnya dengan tegas kepada Metropol, ketika ditemui diruang kerjanya, pekan lalu.

Ada tiga program yang dilaksanakan untuk memperketat tata tertib siswa,staf, dan tenaga pengajar di SMA Negeri 5 Kota Makassar, yaitu ;

Pertama, perketat disiplin waktu dan pakaian siswa. Tujuan pelaksanaan program pertama ini adalah untuk melatih siswa, staf serta tenaga pengajar yang berdomisili di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Makassar, melatih disiplin dan menghargai waktu.

Kedua, program pelayanan siswa terhadap, guru, teman, serta tamu yang datang berkunjung ke sekolah SMA Negeri 5. Tujuannya menanamkan dalam diri siswa untuk saling menghargai, dengan adanya tertanam dalam diri siswa sifat menghargai sesamanya, tentu secara otomatis siswa telah memiliki akhlak yan baik.baik untuk dirinya juga baik terhadap masyarakat yang mana nantinya mereka akan hadapi dalam berinteraksi bila kelak mendapat tanggungjawab menjalankan tugas Negara.

Program ketiga, melakukan tindak pemeliharaan kelas atau ruangan belajar, lingkungan sekolah. Dengan terciptanya lingkungan dan ruangan belajar yang bersih, tentunya dapat memberikan dan menumbuhkan gairah belajar bagi siswa dan memberikan ketenangan bagi tenaga pengajar dalam menjalankan proses belajar mengajar di setiap kelas.      

Penerapan ketiga program memperketat tata tertib di SMA Negeri 5, kata Drs. Rahmat, sudah berlangsung sejak awal tahun ajaran baru 2011. Dan saat ini setelah memasuki bulan Oktober 2011, berdasarkan pengamatan dan evaluasi yang dilakukan Kepala Sekolah, tingkat pelaksanaan telah mencapai 80%, siswa dan guru serta staf administrasi menunjukkan kedisiplinan yang tinggi terhadap kepatuhan dalam mentaati tata tertib  sekolah.

Penerapan dalam memperketat tata tertib sekolah dengan hasil yang dicapai ini, kata Drs. Rahmat, bukan berarti tidak menghadapi tantangan dan kendala. Tantangan dan kendala ketika awal menerapkan proram ini sangatlah berat, tetapi lambat laun, dengan tanpa bosan-bosannya, kepala sekolah melakukan pendekatan secara persuasive, sampai siswa dan tenaga pengajar dapat memahami dan menyadari bahwa program yang diterapkan ini, bukan hanya untuk menjaga nama baik sekolah sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Makassar, tetapi program ini juga sangat besar manfaat dan artinya bagi diri pribadi masing-masing yang telah menyadari dan menerapkannya.

Sehingga disarankan kepada sekolah-sekolah lain yang ada di wilayah Kota Makassar, agar dapat menerapkan program sebagaimana program yang dilakukan di SMA Negeri 5. Karena dengan adanya tertanam ketaatan untuk mematuhi tata tertib sekolah dalam diri setiap siswa, tidak disangkali lagi tingkat pencapaian kualitas dan mutu pendidikan di Kota Makassar, akan lebih baik dari tahun-tahun ajaran yang lalu. (Jalal Maulana)

Peresmian Rumah Magnet


Banjar-Kalsel, Metropol - Pembangunan Rumah Magnet bagi mantan pecandu pulih (recovering addict) dan HIV-AIDS di Desa Bincau Martapura, akhirnya resmi dilakukan. Peresmian pembangaunan rumah penanganan mantan pecandu narkotika dan HIV-AIDS pasca rehabilitasi ini dilakukan Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banjar DR. H. Fauzan Saleh disaksikan Direktur Terapi dan Rehabilitasi BNN Pusat, Kompol Drg. Agus, Dir Binmas Polda Kalsel, Kombes Bambang Hermanto, Ketua BNK Provinsi Kalsel, AKBP Marhaini, sejumlah Ormas Islam dan Komunitas Remaja di Kalimantan Selatan.

"Arahan Dir Binmas Polda Kalsel perlu adanya dibentuk suatu wadah untuk menampung bakat dan hobi bagi mantan pecandu narkoba setelah selesai rehab," ujarnya.

Penanggulangan ini harus dilakukan bukan saja oleh pemerintah tetapi juga oleh non pemerintah secara simultan, sinkron, koordinatif, kontinyu dengan perangkat hukum memadai. Semua pihak tentunya harus saling mendukung, demi keselamatan generasi muda penerus dan pewaris bangsa.

Upaya penanggulangan yang bersifat preventif bisa dilakukan melalui pendidikan agama sejak dini, pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan penuh perhatian dan kasih sayang, menjalin komunikasi positif antara orang tua dan anak dan keteladanan orang tua. Anak-anak harus diberikan pengetahuan sedini mungkin tentang apa itu narkoba dan dampak negatifnya. (Rasidin/Bidbumas Polda Kalsel)

Pengurus DDI Sidrap di Lantik

Sidrap, Metropol - Sebagai upaya untuk melanjutkan perjuangan dari ulama-ulama DDI yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan 54 tahun silam, pengurus DDI Sidrap, sedianya akan melaksanakan pelantikan pengurus baru periode 2011-2016 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pengurus, di Baruga JSN 45 Pangkajene

Hal itu dikatakan Ketua Panitia, Drs. Mansur M.Ag yang dihubungi Metropol pekan lalu. Menurutnya, panitia mengagendakan pelantikan Pengurus Daerah sekaligus rapat kerja daerah dan akan dilaksanakan selama 1 hari penuh. Sementara, Ketua Umum Pengurus Daerah DDI Sidrap, Dr. H. Ahmad Rusydi MM, yang dihubungi di sela-sela gladi di Baruga JSN 45 mengharapkan, agar pelantikan ini dapat menjadi momentum kebangkitan DDI ke depan. Rusydi mengemukakan beberapa rancangan program kerja DDI Sidrap yang tentunya tetap mengacu pada trilogi perjuangan dan pengabdian terhadap kemajuan kehidupan khususnya dibidang da’wah, pendidikan, usaha, sosial dan ekonomi.

Kepala Kantor Departemen Agama Sidrap juga mengemukakan, sebagai ormas keagamaan, DDI adalah wadah pengabdian, ada tanggung jawab sosial terhadap pencerdasan bangsa, tanggung jawab mencerahkan umat dan peningkatan kesejahteraan. Ada nilai kejuangan dalam memberantas kebodohan dan pembodohan, kemiskinan dan pemiskinan. "DDI adalah ormas yang terbuka dan senantiasa membangun kemitraan baik dengan ormas lain, masyarakat maupun pihak pemerintah," katanya. Sebagai wadah pengembangan kader, DDI senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar, DDI juga berpandangan bahwa kesejahteraan harus dipelopori dan keadilan harus dipimpin. Kita semua punya peran, untuk mengembangkan kehidupan termasuk mengawal setiap kebijakan pemerintah dan peka terhadap perkembangan umat dan masyarakat.
(Umar Lau/Abd. Rahim MK)

Jumat, 30 September 2011

PT. RUKINDO Meningkatkan Kinerja


Jakarta, Metropol - Setelah bertahun-tahun PT. Rukindo sebagai BUMN mengalami penurunan pekerjaan, bahkan kesulitan untuk meraih sukses, namun perlahan-lahan bangkit dan dapat meraih kepercayaan dibidang pengerukan. Ini tidak lain kepemimpinan Sugondho, sebagai Direktur Utama dan para Direksi, ditambah pula karyawan yang telah bergelut menaikkan citra perusahaan.

Terlihat beberapa pekerjaan yang telah diraih, seperti pengerukan alur dan kolam pelabuhan Bengkulu, sehingga meraih laba dengan target sebesar Rp. 23 miliar. Pekerjaan ini pada bulan  Juli dengan dua sesi dan akan berakhir pada bulan Oktober 2011.

“Yang penting peralatan yang ada tidak ada yang rusak sehingga pekerjaan berjalan dengan baik,” kata Sugondho Dirut PT. Rukindo.

Sedangkan volume pengerukan di pelabuhan Padang Baai sebesari 3,5 juta M3, dengan nilai kontrak mencapai Rp. 202 miliar. Kata Sugondho setelah selesai pekerjaan ini, pihak Rukindo akan mengajukan penawaran untuk kegiatan perawatan alur dan kolam pelabuhan Bengkulu. “Tingkat kedalaman kolam harus dirawat sedemikian rupa, agar pendangkalan tetap terjaga,” kata Sugondho.

Kepercayaan PT. Pelindo II kepada Rukindo untuk mengeruk alur pelabuhan Bengkulu, tidak lepas peningkatan kerja jajaran perusahaan, baik di kantor maupun dikapal untuk melayani pelanggan secara profesional. Atas itu semua, pada semester I, Rukindo mencapai usaha Rp. 129,8 miliar.

Perusahaan Rukindo yang telah berjuang terus menerus dalam mengelola manajemen, sehingga dapat kepercayaan untuk mengucurkan dana sebesar Rp. 80 miliar dari PT. Pelindo I, II, III dan IV

Kucuran dan itu sebenarnya tidak cukup, mengingat hitungan pihak manajemen Rukindo membutuhkan dana Rp. 250 miliar untuk menyehatkan perusahaan. Karena kerja keras dan optimisme maka kucuran dana itu dimanfaatkan sebaik mungkin langkah pertama yang dilakukan oleh manajemen dalam melakukan perbaikan adalah meminta pihak Bank Mandiri memberikan bantuan berupa pemotongan hutang Rp. 100 miliar. Upaya ini mendapat potongan (har cut), dengan membayar hutang pokok. Pihak manajemen juga memperbaiki beberapa kapal yang rusak.

“Kondisi kapal mulai membaik dan pekerjaan berjalan dan pendapatan meningkat,” kata Sugondho.

Dukungan PT. Pelindo I dan IV, sejak awal keterpurukan PT. Rukindo dapat teratasi dan tidak merugi, jika kucuran dana itu dibarengi dengan pemberian pekerjaan dipelabuhan tersebut. “Berdasarkan Kepmen BUMN atas penunjukkan pekerjaan pengerukan bisa dilakukan, namun hal monopoli yang menjadi tersandung, maka pekerjaan perlu ditenderkan, kami pun ikut dan dimenangkan dan ada juga kalah,” ujarnya.
Namun dari sisi pencapaian atas dasar peningkatan kerja, maka memerlukan perhatian karyawan. Pada prinsipnya, karyawan sudah ditingkatkan kesejahteraannya dengan ukuran yang wajar, sehingga apa yang dilakukan berjalan dengan baik. (Delly. M)

Pondok Pesantren Madina Tunnajah Perlu Perhatian Serius


Mamuju, Metropol - Pondok pesantren Madinah Tunnajah yang didirakan oleh Bunding di tahun 2010 lalu saat ini telah menampung santriwan-santriwati sejumlah 20 orang.

Adapun para tenaga pengajar yang ada di pesantren ini Sejumlah 6 orang. Pondok pesantren tersebut merupakan pondok pesantren yang pertama  di sulbar [Sulawesi barat]. Tepatnya di Desa Tasokko Kec, Karossa, Kab,  Mamuju  Prov.  Sulbar.

Pimpinan pondok pesantren ini , suhandi, ketika ditemui wartawan metropol menjelaskan, selain yang ada di barru sulsel [Sulawesi selatan ]Natuna dan flores sulbar sudah termasuk cabang kesembilan. Dan , Suhandi,  pula menjelaskan ,yang paling diutamakanuntuk mendapatkan pembinaan adalah para santri yang kurang mampu .                     

Suhandi, berharap kepada pemerintah yang terkait didalamnya, untuk memberikan perhatian khusus,karna menurutnya sarana dan parasarana yang ada  serta segalah kebutuhan sangatlah minim. Bahkan untuk saat ini  para santri-santrinya yang sejumlah 20 orang untuk sementara waktu menginap dirumah pribadinya,karna pasilitas dan kondisi asrama yang ada  masi kurang memadai,tuturnya     Karna menurutnya pula para santri yang dibina saat ini di siapkan terjun ke masyarakat.    [Udin Virgo]

Polwan Polda Kalsel Dan Polresta Banjarmasin Tanam Pohon


Banjarmasin, Metropol - Dalam Rangka Hut Polwan ke 63, jajaran Satuan Polwan Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin,

Melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan veteran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Polwan. Selain itu juga sebagai bentuk partisipasi Polri ikut serta lakukan penghijauan dengan menanam pohon. Penanaman pohon di sepanjang jalan veteran oleh anggota Polwan dan dibantu oleh ibu-ibu dari kecamatan Banjarmasin tengah.
(Rasidin R/Bidhumas Polda Kalsel)

Kunjungan Ibu Wakapolda Ke Lapas Teluk Dalam


Banjarmasin, Metropol - Rangkaian kegiatan HUT Polwan ke-63 kali ini kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Teluk dalam Banjarmasin,  Ibu Marhaeni Msi selaku anggota Polwan dan sebagai Ibu Wakapolda. Tujuan dari kunjungan ini adalah memberikan semangat, motivasi, sharing dan saling berbagi ke sesama.

Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam, Banjarmasin seharusnya 336 orang. Namun, penghuninya sebanyak 1.315 orang atau kelebihan. suka duka dalam pelayanan belum optimal, berbagai keterbatasan pengamanan relatif terkendali dalam pengamanan satu regu jaga 11 orang personil. Gangguan dari dalam masih terkendali dan gangguan dari luar adanya usaha-usaha penyelundupan barang-barang haram, seperti narkoba dan dapat langsung di antisipasi dan diserahkan ke kepolisian. “Alhamdullilah anggota Lapas sudah mendapatkan tunjangan kinerja ini menjadikan motivasi. Ucapan terima kasih pada anggota kepolisian yang berkunjung ke LP Teluk Dalam Banjarmasin,” kata Ka Lapas Bapak Sugino.

“Semoga dengan kunjungan anggota polwan kali  ini dapat bermanfaat untuk semua  sehingga memberikan pengalaman dan semangat baru untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain agar masa depan mereka dapat terwujud sesuai dengan cita-cita mereka,” ujarnya lagi.  (Rasidin R/Bidhumas Polda Kalsel)

PENGUMUMAN PINDAH KANTOR

Dengan ini diumumkan bahwa terhitung mulai tanggal 23 September 2011
Media SKU Metropol berpindah kantor dari Jl. Yos Sudarso – Ford Barat No.11 Kebon Bawang, Jakarta Utara ke alamat baru di :

Jl. Mundu Raya Blok N No.36 Koja, Jakarta Utara 14270
Telepon No       :  021- 4390 9739
Fax  No            :  021- 4393 3847
E-mail               :  newsmetropol@yahoo.co.id
             

            
Terima kasih



Tim Manajemen

Media SKU Metropol :
Jl. Mundu Raya Blok N No.36 Koja, Jakarta Utara 14270
Telp.  021- 4390 9739, SMS – 0816 77 512
Fax .  021- 4393 3847
E-mail : newsmetropol@yahoo.co.id

Meningkatkan Kehidupan Nelayan


Jakarta, Metropol - Dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, Pemerintah melakukan beragam inovasi kebijakan. Untuk mendukung kebijakan tersebut,Pemerintah beberapa waktu lalu menerbitkan Keputusan Presiden No.10 tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Peningkatan dan Perluasan Program Pro-rakyat sebagai bagian dari klaster keempat. Sebagai implementasinya, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, kembali Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad selaku "nahkoda" Keppres memimpin Rapat Koordinasi bersama kementerian terkait lainnya guna menentukan anggaran tahun 2012.

Upaya untuk meningkatkan kehidupan nelayan sebagai bagian dari program Pro-Rakyat memiliki 8 (delapan) strategi, yaitu pembuatan rumah sangat murah, diversifikasi usaha pengembangan skema UKM-KUR, Pengembangan SPBN, pembangunan cold storage, angkutan umum murah, fasilitas sekolah dan puskesmas serta fasilitas bank rakyat. "Program ini akan dilaksanakan di kantong-kantong kemiskinan nelayan, dengan pelabuhan perikanan sebagai basisnya. Sebanyak 816 Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) akan dijadikan sentra pengembangan. Sebagai tahap awal,  tahun 2011 akan dilaksanakan di 100 PPI dan sebanyak 400 PPI pada tahun 2012", ucap Fadel usai memimpin Rakor dihadapan wartawan.

Program yang dijuluki "tembak langsung" (snaper) ini dilakukan melalui tiga sasaran, yaitu individu nelayan, kelompok nelayan dan sarana prasarana PPI (kapal, rumah, sekolah, bahkan beasiswa untuk anak para nelayan. Kegiatan intervensi langsung kepada individu nelayan akan dilakukan melalaui pemberian sertifikat hak atas tanah nelayan, perlindungan/asuransi nelayan dan bantuan perlatan rantai dingin. Sementara untuk kelompok nelayan akan diberikan melalui bantuan kapal penangkap ikan, bantuan langsung melalui Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap dan pengolahan serta pemberian pendampingan pada kelompok. Pengembangan sarana prasarana PPI akan dilakukan melalui pembangunan cold storage mini, pembangunan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) dan kendaraan roda berinsulasi.

Program ini ditargetkan dapat menanggulangi kemiskinan masyarakat pesisir yang sebagaian besar bekerja sebagai nelayan dan tersebar di 10.300 desa, dan sebanyak 25,6 persen merupakan penduduk miskin. Dalam merealisasikan target ini, setidaknya KKP telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 127,823 miliar pada tahun 2011,di samping terus mengupayakan pemanfaatan dana penghematan tahun ini sebesar Rp 817 miliar. Disamping itu, beberapa kementerian telah menyatakan dukungannya pada tahun 2012, seperti Kementerian Perumahan Rakyat juga akan mendukung melalui pembangunan 16.933 unit rumah sangat murah untuk nelayan, Kementerian ESDM akan melakukan pemasangan listrik murah untuk 16.933 rumah nelayan, dan Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun sarana air bersih di 205 lokasi PPI. ( Delly. M/KKP)

Waka Polres Pangkep Memprihatinkan Tingkat Kesabaran Pengguna Jalan


Pangkep, Metropol - Terjadinya kecelakaan lalu lintas pada jalan poros Makassar Pare-pare, lebih disebabkan karena rendahnya kesadaran para pengguna jalan untuk mematuhi aturan berlalu lintas.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Pangkep, Kompol Arif  Asikin mengemukakan, terkadang  para pengguna jalan seenaknya mendahului, meski di depannya pengguna jalan lainnya sedang antrean. Bahkan, tidak sedikit pengguna jalan mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian.

Dengan adanya betonisasi poros jalan Makassar Pare-pare (Trans Sulawesi) khususnya poros Kalibone – Mandalle  yang belum selesai, Kompol Arif  Asikin mengingatkan segenap pengguna jalan untuk meningkatkan kehati-hatiannya. Ini penting guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Untuk mengantisipasi terjadinya  kecelakaan lalu lintas, pihak kepolisian resor Pangkep melalui satuan lalu  lintas senantiasa dilakukan patroli secara  bergantian.  Bahkan, atas kerjasama dengan segenap elemen masyarakat dilakukan upaya antisipasi dini terhadap kegiatan balapan liar.

Selama bulan suci ramadhan 1432 H, pihak kepolisian resor  via satuan lalu lintas meningkatkan intensitas kegiatannya dengan melakukan penjagaan pada sejumlah tempat keramaian umum dan  masjid  menjelang buka puasa, shalat tarwih dan shalat subuh . Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan ibadah selama bulan suci ramadhan 1432 H berjalan lancar, tertib dan nyaman. Namun demikian, selama bulan ramadhan 1432 H,  terjadi 8 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 5 orang. Luka berat 3 orang dan luka ringan 2 orang.

Poros Kalibone, Soreang, Labakkang, Ma’rang, Segeri dan Mandalle merupakan daerah rawan terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor Pangkep menghimbau para pengendara dan pengguna jalan agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiannya. Bahkan, para pengendara dihimbau untuk  tidak mengaktifkan  HP (Handphone) saat  berkendara. (Bis)

Pelindo II Mendukung Percepatan Pengembangan Wilayah Indonesia Timur.

 
Jakarta, Metropol - PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II, akan mendukung percepatan  pengembangan ekonomi wilayah Indonesia timur, dalam hal ini pembangunan  bidang infrastruktur, yaitu pelabuhan sorong. Karena  Sorong dapat berperan sebagai pelabuhan pendukung yang mampu menjadi alternatif   ditribusi strategis untuk wilayah sekitarnya.

Hal ini membuat PT. Pelindo II mengambil inisitif untuk membangun, karena dilihat dari segi  potensi angkutan Peti  Kemas diwilayah bagian timur, terutama Pelabuhan Sorong sangat potensi. Volume tampung untuk Peti Kemas dan kapal ukuran besar dengan muatan lebih dari 3.000 TEU,s dan potensi menjadi West Pasific Hub Port, letaknya sangat strategis.

Mendasari hal itu, PT. Pelindo II dan konsorsium penghubung, PT. Pelindo IV, PT. Samudra Indonesia, PT. Meratus Lines, PT. Salam Pasific Indonesia Lines, PT. Tempuran Emas,  PT. Tanto Intim Line, PT. Pembangunan Perumahan dan Pemerintah  Daerah Sorong, menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU), yang di saksikan Menteri Perhubungan Fredy Numberi.

“Biaya mengirimkan satu TEU,s Peti Kemas dari Tanjung Priok keJayapura kurang lebih 19 juta Rupiah. Jadi kalau kita bisa menghubungkan Pelabuhaqn Sorong, berapa biaya bisa di hemat, “kata RJ Lino, Dirut PT. Pelindo II.

Pelabuhan Sorong lokasi tepat di kawasan timur maupun kawasan Nesw Pasific untuk di kembangkan sebagi pusat distribusi angkutan Peti Kemas, karena dapat melayani wilayah Philipina yang hanya bejarak 1.500 Km dan Coirns Australia yang berjarak 2. 300 Km. “Nanti wilayah ini akan mampu memberikan pelayanan untuk rute kapal dari Jakarta, Surabaya, Makssar, Jayapura, Marauke, Ambon, Timur Leste, Darwin ( Australia), Coirns (Australia), Port Mores bahkan hingga New Caledonia,” ujar RJ. Lino lagi.

Kementerian PerhubunganFredy Numberi sangat mendukung inisiatif PT. Pelindo II mengembangkan wilayah-wilayah di luar pulau Jawa dan Bali, terutama Indonesia timur. “Sebagaimana dicanangkan oleh Presiden RI,” ujarnya.

Wilayah Indonesia Timur adalah wilayah yang menarik untuk dikembangkan, karena volume Peti Kemas yang berkembang secara seknifikan dari tahun ke tahun. PT. Pelindo II, optimis, ada sekitar 700.000 TEU,s dapat dikembangkan. Sebagai perbandingan pada tahun 2009, terminal Peti Kemas terbesar dan tersibuk di Papua Nugini, hanya dapat menampung sebayak 135.000TEU,s. (Delly M.)

Pelepasan Atribut Polri


Bondowoso, Metropol - Salah satu tindakan tegas Kapolri sesuai dengan keputusan Kapolda Jawa Timur No. Kep/641/VII/2011 tanggal 8 Agustus 2011 tentang pemberhentian dengan tidak hormat terhadap Briptu Arif Abdillah salah satu Bintara Polres Bondowoso yang telah melakukan pelanggaran, meninggalkan Dinas selama 78 hari juga melakukan asusila pada anak di bawah umur. PDTH (Pemberhentian dengan tidak hormat) terhadap Arif terhitung dari tanggal 31 Agustus 2011 yang sebelumnya Arif juga divonis 7 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bondowoso.
   
Upacara pelepasan atribut Polri terhadap Arif dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 September 2011 jam 09.00 WIB bertempat di halaman Polres Bondowoso diikuti oleh semua Kabag, Kasat dan Kapolres serta semua Perwira. Selaku inspektur upacara Kapolres Bondowoso, AKBP. Boni Djianto, S.Ik dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara pribadi tidak menginginkan upacara yang sangat memprihatinkan itu terjadi. Namun, selaku pimpinan di Polres harus memimpin upacara pelepasan atribut dan PTDH karena konsekuensi terhadap undang-undang jabatan sebagai Kapolres dan Kepala Satuan Kerja juga harus mengamankan undang-undang pemerintah melalui Kapolri.
   
PDTH (Pemberhentian dengan tidak hormat) bukan merupakan cermin arogansi dari sebuah kekuasaan akan tetapi merupakan tindak tegas pimpinan Polri untuk terus membenahi management Polri di samping itu PDTH di lakukan bukan tanpa alasan, sudah melalui tahapan-tahapan sesuai dengan arahan pimpinan.
   
Selanjutnya AKBP Boni Djianto SIK berharap agar semua anggota Polres untuk membenahi  sikap dan sifat serta menjunjung norma-norma sosial masyarakat dan agama. (Andy H./MRW)