Selasa, 06 Maret 2012
Pangdam Jaya/Jayakarta Jauhi Narkoba Berikan Yang Terbaik Untuk Merah Putih
Jakarta, Metropol.
Pendidikan adalah Investasi masa depan, oleh karena itu ada sebuah pepatah yang mengatakan “Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri China”. Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Waris adalah figur Pemimpin yang sangat peduli akan Pendidikan bagi generasi muda sebagai tunas bangsa yang akan melanjutkan Perjuangan Negeri ini.
Pangdam Jaya/Jayakarta menerima kunjungan dari pengurus Yayasan Universitas Trisakti dalam rangka Silaturrahmi dan upaya pemberantasan Narkoba di lingkungan Kampus Universitas Trisakti. Bertempat di ruang tamu Pangdam Jaya/Jayakarta Jl. Mayjen Sutoyo No.5 Cililitan Jakarta Timur.
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta dalam acara ini didampingi Aster Kasdam Jaya Kolonel Kav Abdul Haris Napoleon Hadir dalam Audiensi ini Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Thoby Mutis beserta para staf.
70 persen dari 4 juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak yang masih duduk dibangku sekolah, yakni berusia 14 hingga 21 tahun. Penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba tidak hanya berasal dari keinginan individu itu sendiri akan tetapi juga berasal dari lingkungan sekitarnya. Semuanya itu jelas akan memburamkan masa depan keluarga, masyarakat dan bangsa kita ini. Logika yang dapat ditarik sangat sederhana. Remaja yang menyalahgunakan narkoba sudah menjadi generasi yang rusak dan sulit dibenahi. Tidak ada lagi keinginan untuk maju dan meraih masa depan yang sukses, sementara mentalnya telah dikotori oleh niat buruk oleh narkoba yang sudah membuatnya kecanduan, sudah dapat dipastikan bahwa sekali menggunakan narkoba maka insane tersebut sudah menanda tangani kontrak untuk mati sia-sia.
Pangdam Jaya/Jayakarta sangat mendukung pihak Universitas Trisakti untuk memberantas Narkoba. Pembentukan dasar pribadi yang kuat disertai dengan bimbingan dan dasar rohani yang baik maka akan membentuk sosok pemuda generasi penerus bangsa yang bisa diandalkan untuk keberhasilan bangsa ini. Jauhi Narkoba dan berikanlah yang terbaik untuk Merah Putih.(Rudiono)
Pangdam Jaya/Jayakarta menerima kunjungan dari pengurus Yayasan Universitas Trisakti dalam rangka Silaturrahmi dan upaya pemberantasan Narkoba di lingkungan Kampus Universitas Trisakti. Bertempat di ruang tamu Pangdam Jaya/Jayakarta Jl. Mayjen Sutoyo No.5 Cililitan Jakarta Timur.
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta dalam acara ini didampingi Aster Kasdam Jaya Kolonel Kav Abdul Haris Napoleon Hadir dalam Audiensi ini Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Thoby Mutis beserta para staf.
70 persen dari 4 juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak yang masih duduk dibangku sekolah, yakni berusia 14 hingga 21 tahun. Penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba tidak hanya berasal dari keinginan individu itu sendiri akan tetapi juga berasal dari lingkungan sekitarnya. Semuanya itu jelas akan memburamkan masa depan keluarga, masyarakat dan bangsa kita ini. Logika yang dapat ditarik sangat sederhana. Remaja yang menyalahgunakan narkoba sudah menjadi generasi yang rusak dan sulit dibenahi. Tidak ada lagi keinginan untuk maju dan meraih masa depan yang sukses, sementara mentalnya telah dikotori oleh niat buruk oleh narkoba yang sudah membuatnya kecanduan, sudah dapat dipastikan bahwa sekali menggunakan narkoba maka insane tersebut sudah menanda tangani kontrak untuk mati sia-sia.
Pangdam Jaya/Jayakarta sangat mendukung pihak Universitas Trisakti untuk memberantas Narkoba. Pembentukan dasar pribadi yang kuat disertai dengan bimbingan dan dasar rohani yang baik maka akan membentuk sosok pemuda generasi penerus bangsa yang bisa diandalkan untuk keberhasilan bangsa ini. Jauhi Narkoba dan berikanlah yang terbaik untuk Merah Putih.(Rudiono)
100 Perwira Tinggi Polri di Mutasi
Jakarta, Metropol.
Mutasi besar-besaran ditubuh Polri, diketahui 100 orang perwira tinggi yang masuk gerbang mutasi. Ini bukan lantaran ada gejolak atau pasca kerusuhan diwilayah atau di daerah tertentu. Dimana Kepolisian daerah tidak mampu menangani persoalan di daerah tempat bertugas, seperti Kapolda Bali, terjadi kerusuhan di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar, Bali, sehingga lengser.
Namun dibantah oleh Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo. “Tidak demikian. Hanya terkait masalah Tour of Duty – Tour of Area biasa,” kata Kapolri di Mabes Polri kepada wartawan pekan lalu.
Ditempat terpisah, ketika dihubungi, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution membenarkan mengenai mutasi tersebut dari 100 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) yang masuk gerbang mutasi. Diketahui 28 Pati dan 7 Kapolda diganti, berdasarkan telegram rahasia (TR) dengan No : ST/379/II/2012, tanggal 23 Pebruari 2012. Ke 7 Kapolda tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra diganti oleh Irjen Pol Budi Gunawan yang sebelumnya Kadivpropam, Irjen Pol Totoy Herawan Indra menduduki jabatan Sahlijemen Kapolri. Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Jackie diganti oleh Brigjen Pol Bachtiar Hasanudin Tambunan yang sebelumnya Karodalops Sops Polri. Brigjen Pol Damianus Jackie menduduki Pati Yanma Polri dalam rangka Pensiun. Kapolda Sultra Brigjen Pol Sigit Sudarmanto diganti oleh Brigjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya yang sebelumnya menjabat Dirprog Pasca Sarjana STIK Lemdikpol dan Brigjen Pol Sigit Sudarmanto Karodalops Sosps Polri. Brigjen Pol Erlan Lukman Nulhakim dari Kapolda Maluku Utara menjadi Dirprog Pasca Sarjana diganti oleh Brigjen Pol Affan Richwanto yang sebelumnya menjabat Karojianbong Lemdikpol. Kapolda Kepri Brigjen Pol Raden Budi Winarso menjadi Karojianbong Lemdikpol diganti oleh Brigjen Pol Jotje Mende yang sebelumnya menjabat Karowabprof Divpropam Irjen Pol Johny Wainal Usman Kapolda Sulsel menjadi Wakabaharkam Polri diganti oleh Irjen Pol Mudji Waluyo yang sebelumnya menjabat Kadivkum Polri. Brigjen Pol Carlo Brix Tewu Kapolda Sulut menjadi Karojianstra Sops Polri diganti oleh Brigjen Pol Dicku D Atotoy yang sebelumnya menjabat Karojianstra Sops Polri.
Brigjen Edmon Ilyas staf pada Sahli Kapolri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sosek Sahli Kapolri. Brigjen Pol Raja Erizman dari staf pada Sahli Kapolri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sosbud Sahli Kapolri. Irjen Pol Robert Aritonang dari Kadiv TI menjadi Pati Yanma Polri dalam rangka pensiun. Irjen Pol Muhammad Amin Saleh dari staf Gubernur Akpol menjadi Kadiv TI Polri. Irjen Pol Djoko Susilo dari Kakorlantas Polri menjadi Gubernur Akpol Lemdikpol. Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dari Sahlijemen Kapolri menjadi Kakorlantas Polri. Irjen Pol Herman Effendi dari Sahlisosek Kapolri menjadi Kadivpropam Polri. Brigjen Pol Lalu Suprapta dari Karobindiklat menjadi Sahlisosek Kapolri. Irjen Pol Bambang Suparno dari Wakabaharkam Polri menjadi Pati Yanma Polri (ditugaskan kepada Kemenko Polhukam). Brigjen Pol Anton Setiadi dari Kapuslitbang Polri menjadi Kadivkum Polri. Brigjen Pol Bambang Purwoko Harsono dari Karofaskor Ssarpras Polri menjadi Pati Yanma (dalam rangka pensiun). Brigjen Pol Achmad Sukri Pasaribu dari Irwil V Itwasum Polri menjadi Pati Yanma (dalam rangka pensiun). Brigjen Pol IGM Dirgahayu Wibawa dari Karorenmin Baintelkam Polri menjadi Pati Yanma (dalam rangka pensiun). Brigjen Pol Tjahjo Hernoadi dari Kapuspekeu Polri menjadi Pati Yanma Polri (dalam rangka pensiun). (Baso Susanto)
Mutasi besar-besaran ditubuh Polri, diketahui 100 orang perwira tinggi yang masuk gerbang mutasi. Ini bukan lantaran ada gejolak atau pasca kerusuhan diwilayah atau di daerah tertentu. Dimana Kepolisian daerah tidak mampu menangani persoalan di daerah tempat bertugas, seperti Kapolda Bali, terjadi kerusuhan di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar, Bali, sehingga lengser.
Namun dibantah oleh Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo. “Tidak demikian. Hanya terkait masalah Tour of Duty – Tour of Area biasa,” kata Kapolri di Mabes Polri kepada wartawan pekan lalu.
Ditempat terpisah, ketika dihubungi, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution membenarkan mengenai mutasi tersebut dari 100 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) yang masuk gerbang mutasi. Diketahui 28 Pati dan 7 Kapolda diganti, berdasarkan telegram rahasia (TR) dengan No : ST/379/II/2012, tanggal 23 Pebruari 2012. Ke 7 Kapolda tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra diganti oleh Irjen Pol Budi Gunawan yang sebelumnya Kadivpropam, Irjen Pol Totoy Herawan Indra menduduki jabatan Sahlijemen Kapolri. Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Jackie diganti oleh Brigjen Pol Bachtiar Hasanudin Tambunan yang sebelumnya Karodalops Sops Polri. Brigjen Pol Damianus Jackie menduduki Pati Yanma Polri dalam rangka Pensiun. Kapolda Sultra Brigjen Pol Sigit Sudarmanto diganti oleh Brigjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya yang sebelumnya menjabat Dirprog Pasca Sarjana STIK Lemdikpol dan Brigjen Pol Sigit Sudarmanto Karodalops Sosps Polri. Brigjen Pol Erlan Lukman Nulhakim dari Kapolda Maluku Utara menjadi Dirprog Pasca Sarjana diganti oleh Brigjen Pol Affan Richwanto yang sebelumnya menjabat Karojianbong Lemdikpol. Kapolda Kepri Brigjen Pol Raden Budi Winarso menjadi Karojianbong Lemdikpol diganti oleh Brigjen Pol Jotje Mende yang sebelumnya menjabat Karowabprof Divpropam Irjen Pol Johny Wainal Usman Kapolda Sulsel menjadi Wakabaharkam Polri diganti oleh Irjen Pol Mudji Waluyo yang sebelumnya menjabat Kadivkum Polri. Brigjen Pol Carlo Brix Tewu Kapolda Sulut menjadi Karojianstra Sops Polri diganti oleh Brigjen Pol Dicku D Atotoy yang sebelumnya menjabat Karojianstra Sops Polri.
Brigjen Edmon Ilyas staf pada Sahli Kapolri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sosek Sahli Kapolri. Brigjen Pol Raja Erizman dari staf pada Sahli Kapolri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sosbud Sahli Kapolri. Irjen Pol Robert Aritonang dari Kadiv TI menjadi Pati Yanma Polri dalam rangka pensiun. Irjen Pol Muhammad Amin Saleh dari staf Gubernur Akpol menjadi Kadiv TI Polri. Irjen Pol Djoko Susilo dari Kakorlantas Polri menjadi Gubernur Akpol Lemdikpol. Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dari Sahlijemen Kapolri menjadi Kakorlantas Polri. Irjen Pol Herman Effendi dari Sahlisosek Kapolri menjadi Kadivpropam Polri. Brigjen Pol Lalu Suprapta dari Karobindiklat menjadi Sahlisosek Kapolri. Irjen Pol Bambang Suparno dari Wakabaharkam Polri menjadi Pati Yanma Polri (ditugaskan kepada Kemenko Polhukam). Brigjen Pol Anton Setiadi dari Kapuslitbang Polri menjadi Kadivkum Polri. Brigjen Pol Bambang Purwoko Harsono dari Karofaskor Ssarpras Polri menjadi Pati Yanma (dalam rangka pensiun). Brigjen Pol Achmad Sukri Pasaribu dari Irwil V Itwasum Polri menjadi Pati Yanma (dalam rangka pensiun). Brigjen Pol IGM Dirgahayu Wibawa dari Karorenmin Baintelkam Polri menjadi Pati Yanma (dalam rangka pensiun). Brigjen Pol Tjahjo Hernoadi dari Kapuspekeu Polri menjadi Pati Yanma Polri (dalam rangka pensiun). (Baso Susanto)
Sabtu, 07 Januari 2012
Sinkronisasi Tugas dan Peran Polri, TNI dan Sipil Dalam Misi Pemeliharaan Perdamain PBB
Jakarta, Metropol.
Kapolri yang diwakili oleh Wakapolri Komjen Pol Drs. Nanan Soekarna membuka workshop Divisi Hubungan Internasional di Hotel Borobudur. Tema workshop ini adalah “Sinkronisasi Tugas dan Peran Polri, TNI dan Sipil dalam Misi Perdamaian PBB”. Dalam awal sambutannya Wakapolri menyampaikan, bahwa sinkronisasi yang dimaksudkan dalam workshop ini, adalah sinkronisasi para stakeholder ataupun shareholder di Indonesia baik itu TNI. Komponen-komponen yang terlibat dalam mempersiapkan atau menentukan keikutsertaan personil Polri dalam misi pemeliharaan perdamain PBB seperti Bappenas, Kementerian Keuangan, DPR RI, Perwakilan Tetap Indonesia di PBB dan lain-lain. Harapannya adalah agar personil Polri yang dikirimkan dalam sebuah misi perdamain PBB akan semakin berkualitas, semakin banyak jumlah personil Polri yang terlibat pada misi-misi perdamain PBB di berbagai belahan dunia dalam bentuk Formed Police Unit (FPU) maupun Police Adviser (PA).
Tujuan lain dari penyelenggaraan workshop ini disamping sebagaimana harapan di atas adalah tercapainya peningkatan jumlah personil Polri yang memegang posisi strategis di United Nation Police Division dan di area misi pemeliharaan perdamaian PBB, maupun adanya personil Polri sebagai Penasehat Polisi pada Perwakilan Tetap RI (PTRI) di PBB New York. Hal lain yang inin diharapkan dalam wrokshop ini adalah terwujudnya Peace Keeping Training Center yang terintegrasi di Indonesia untuk kawasan regional ASEAN ataupun Asia Pasific. Workshop ini diikuti setidaknya kurang lebih 100 (seratus) orang peserta, baik dari lingkungan Polri, para perwakilan dari Satuan Kerja Mabes Polri, para Kepala Biro SDM Polda se-Indonesia, perwakilan dari setiap lembaga pendidikan yang ada di Polri, perwakilan mantan peacekeeper maupun dari luar seperti Kemenkopolhukam, Bappenas, Kemen PAN dan RB, Kemenlu, Kemenhan, Kemenkeu, Sekretariat Kabinet, Mabes TNI, PT. Pindad dan kalangan peneliti seperti LIPI, CSIS, Habibie Center dan UGM. Semoga saja tujuan yang diinginkan oleh penyelenggara workshop dalam hal ini Divisi Hubungan Internasional Polri dapat tercapai dalam rangka keikutsertaan yang lebih sebagai global player dari pemerintah Indonesia untuk mewujudkan perdamain dunia. (B. Susanto/Divhumas Mabes Polri)
Polres Jeneponto Bekuk 2 Sindikat Jaringan Narkoba
Jeneponto, Metropol.
Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto, berhasil menggulung jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu dengan menangkap 2 orang pria yang diduga sebagai anggota sindikat jaringan pengedar narkoba.
Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak dua puluh paket yang telah di kemas dalam kemasan kecil dan siap untuk di edarkan. Polisi juga menduga jika kedua orang ini selain sebagai sindikat jaringan pengedar narkoba, juga sebagai pemakai barang haram tersebut. Alat hisap atau bong, pipet, sedotan, aluminium voil dan korek gas juga berhasil di amankan dari tangan pelaku.
Pantauan Metropol diruangan Satuan Narkoba Mapolres Jeneponto, kedua tersangka masing-masing Syahrir alias Riri, berusia 33 tahun, dan Akbar, berusia 31 tahun, langsung di gelandang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto AKP Ahmad Mahdan kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap ditempat yang sama yakni disalah satu rumah yang ada dikawasan Kompleks Perumahan Pepabri. Saat itu kedua tersangka sedang asyik menikmati barang haram tersebut saat penggerebekan berlangsung.
"Kedua tersangka kita bekuk disalah satu perumahan yang ada di jalan Pahlawan," urai Mahdan seraya menjelaskan sabu-sabu yang ada ditangan mereka untuk sementara ditaksir lebih dari delapan juta rupiah. Dan pada saat kita geledah, sabu-sabu yang siap di edarkannya itu di simpannya didalam sebuah pembungkus rokok," terangnya lagi.
Tidak hanya itu, polisi juga menyita barang-barang elektronik berupa telepon selular lima belas buah dari segala merk, komputer jinjing dan lima STNK kendaraan dengan rincian satu STNK mobil dan empat STNK kendaraan roda dua. Dari barang-barang sitaan tersebut, Polisi berhasil mengorek keterangan dari pelaku jika modus penjualan mereka selain bayar dengan uang tunai mereka juga menggunakan sistem jaminan barang berharga. "Para pelaku ini terkadang mendapat pelanggan yang ingin menggunakan barang haram tersebut namun tidak memiliki uang tunai sehingga pelaku kerap meminta barang-barang berharga pelanggannya berupa HP, Laptop bahkan surat-surat kendaraan sebagai jaminan, dan jika pelanggan yang telah memiliki uang, jaminan tersebut dapat kembali ditebus kepada kedua sindikat ini," jelas Mahdan.
Ironisnya lagi, Dari hasil pemeriksaan polisi, salah satu dari pelaku yang diduga sindikat narkoba yang bernama Akbar, diketahui sebagai pegawai negeri sipil dilingkup pemerintahan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dikantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Hingga berita di turunkan, Bakkarang, SH. MH. sebagai kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, yang merupakan atasan langsung Akbar ini, belum berhasil ditemui.
AKP Ahmad Mahdan juga menegaskan, jika kedua orang ini juga diduga kuat merupakan jaringan sindikat narkoba di daerah Jeneponto yang biasa memasok barang haram tersebut dari kota Makassar.
Pihaknya menjelaskan kedua tersangka ini memang telah lama menjadi target operasi kepolisian terkait keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkoba khususnya di Kabupaten Jeneponto. Tertangkapnya kedua pelaku ini diharapkan dapat memutuskan mata rantai peredaran narkoba. “Jaringan ini cukup rapi dalam menjalankan bisnisnya sehingga kami masih sulit mengungkap secara tuntas,” ungkapnya.
“Penangkapan terhadap para pelaku narkoba ini juga sebagai upaya kerja keras kepolisian untuk menekan dan meminimalisir peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Jeneponto,” ujar Mahdan.
Agar jaringan ini bisa diberantas secara maksimal, lanjut Mahdan, kini pihak kepolisian bersama aparat terkait dan khususnya masyarakat, terus mengintensifkan pengawasan disekitar kawasan yang dicurigai. “Kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba juga sangat kita harapkan, agar jaringan ini tidak bebas berkembang di Jeneponto,” imbau Mahdan
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini kedua tersangka harus mendekam dipenjara. Keduanya juga terancam hukuman 20 tahun penjara setelah terbukti melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Selain itu, polisi juga masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap sindikat peredaran sabu-sabu di daerah yang berjuluk Butta Turatea ini. (M. Arief. K)
Personil Kodoim 1402 Polmas Latihan Menembak
Polman, Metropol.
Personil Kodim 1402 Polman melakukan latihan menembak yang sudah menjadi program rutin per-triwulan, pelaksanaannya kali ini masuk triwulan ke empat yang dilaksanakan di lapangan tembak Conggo kelurahan Darma Kecamatan Anreapi, yang diikuti oleh para Danramil, Perwira dan Tantama yang ada di lingkup Kodim 1402 Polmas. Latihan menembak tersebut di pimpin langsung oleh Komandan Kodim 1402 Polmas Letkol ARM Yudi Murfi. SiP di dampingi KASDIM Mayor Inf Yulis.
Latihan menembak dengan menggunakan senjata laras panjang F 16 dan senjata laras pendek jenis FM, dengan sasaran tembak 100 meter untuk laras panjang dan 25 meter untuk laras pendek, yang di pandu instruktur yang juga Kabag Ops Kapten Inf Supartono.
Agar peserta lebih berkonsentrasi dalam latihan, Dan Dim 1402 Polmas menyediakan hadia uang sebagai perangsang dengan variasi dan besaran yang berbeda sesuai peringkat angka yang di peroleh.
Untuk juara satu sebesar Rp.600.000, juara dua Rp 400.000, dan juara ketiga sebesar Rp.200.000. Dengan adanya hadiah tersebut, pelaksanaan latihan menembak kali ini jauh lebih meriah dibanding sebelumnya. Ini berkat kepemimpinan Yudi Murfi.
Adapun personil yang masuk kategori angka tertinggi dan memperoleh gelar juara satu adalah Serka Joni dari Koramil 01 dengan perolehan poin 98. Menyusul personil Koramil 02 atas nama Kopral Sadda dengan poin 90. Kemudian Serda Juta dari Koramil 06 dengan poin 86.
Dan Dim 1402 Polmas kepada Metropol mengatakan, “latihan menembak tersebut merupakan upaya meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas. Sekaligus untuk mengukur batas kemampuan tempur prajurit Kodim 1402, dan bila sewaktu waktu dibutuhkan prajurit Kodim 1402 sudah siap. Terutama untuk mengusir musuh dan penjajah dari bumi tercinta Indonesia,” ujar Yudi Murfy.
Kami juga siap membantu pengamanan bila diminta oleh Polri. “Tapi tidak untuk membawa senjata. Karena menurutnya senjata hanya di gunakan untuk melawan musuh atau penjajah,” tandas Dan Dim 1402 Polmas Letkol ARM Yudi Murfi. (Usman Padong)
Panglima TNI dan Kapolri Gunakan Fasilitas Lapter Blimbingsari Banyuwangi
Banyuwangi,Metropol.
Lapangan Terbang(Lapter) Blimbingsari, tepatnya terletak di Kecamatan Rogojampi, Kab.Banyuwangi, yang selama ini selalu menjadi bahan berita negative di berbagai media massa. baik media cetak, maupun media elektronik, berkaitan masalah proses pembebasan lahan, sampai dengan pembangunannya yang kental dengan nuansa korupsi. Beberapa pejabat Pemkab Banyuwangi, bahkan telah menjadi terpidana dalam kasus korupsi proses adanya Lapter Blimbingsari tersebut.
Tapi seiring berjalannya waktu dan pergantian pucuk pimpinan Kabupaten Banyuwangi, perlahan tapi pasti Lapter Blimbingsari, yang merupakan kebanggan masyarakat Banyuwangi dan dibangun dengan uang rakyat mulai berbenah. Fasilitas pendukung layaknya lapangan terbang mulai dibangun. Jadwal penerbangan domestikpun mulai ditertibkan. Sehingga masyarakat pengguna jasa penerbangan dari dan ke Banyuwangi dapat menikmati fasilitas transportasi udara sesuai dengan harapan mereka.
Kepercayaan dan rasa bangga masyarakat Banyuwangi, terhadap keberadaan Lapter Blimbingsari bertambah saat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E. dan Kapolri Jenderal Polisi Drs.Timur Pradopo, juga berkenan menikmati fasilitas penerbangan dari Banyuwangi menuju Surabaya, setelah menutup kegiatan Latihan Pendaratan pasukan Korps Marinir TNI Angkatan Laut di Pantai Banongan Asembagus Situbondo.
Rombongan Panglima TNI dan Kapolri, beserta para Perwira Tinggi dan Perwira menengah tiba di lokasi Lapter Blimbingsari dengan menggunakan lima bis TNI Angkatan Laut, disambut oleh jajaran Muspida Kab.Banyuwangi.Tampak hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur H.Syaifullah Yusuf, di lokasi Lapter dan bahkan Wagubpun akhirnya ikut juga dalam penerbangan menuju Surabaya tersebut.
Setelah beristirahat sejenak di ruang VVIP Lapter Blimbingsari dan dikarenakan kepadatan acara Panglima TNI dan Kapolri tepat pukul 11.30 wib dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut sudah harus berangkat dari Banyuwangi menuju Surabaya.
Letkol Marinir Joesdianto, selaku penanggung jawab protokoler saat ditemui Metropol, di lapangan mengatakan, ”Panglima TNI dan Kapolri ada rangkaian kegiatan di Surabaya yang sudah terjadwal sehingga harus segera berangkat menuju Surabaya.(Tim MP Banyuwangi).
Pangdam Jaya Terima Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Jakarta, Metropol.
Pangdam Jaya/Jayakarta menerima penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, beserta 38 Perwira Tinggi TNI AD lainnya, yang disematkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, di Mabesad, Jakarta.
Kasad mengatakan, penyematan tanda Kehormatan Negara seperti ini merupakan dambaan bagi setiap prajurit, karena penganugerahan tersebut merupakan salah satu bentuk pengakuan dan penghargaan atas pengabdiannya tanpa cacat sebagai prajurit. Selain itu, pemberian tanda kehormatan ini juga dilakukan karena para perwira telah memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk menerima penganugerahan tersebut, sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam pola pembinaan personel TNI Angkatan Darat.
Kasad juga menegaskan, penyematan tanda kehormatan ini dapat digunakan sebagai wahana introspeksi diri dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian, sehingga penghargaan tersebut menjadi pendorong semangat untuk bekerja lebih giat lagi sesuai jabatan masing-masing. Dengan demikian, tidaklah berlebihan, jika penerimaan bintang kehormatan ini, sekaligus menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi para perwira, untuk senantiasa berupaya menampilkan sikap keteladanan dan karya terbaiknya, sehingga tumbuh semangat kejuangan dan semangat pengabdian yang lebih besar dengan kualitas profesionalisme keprajuritan yang lebih tinggi, dalam setiap pelaksanaan tugas, tegas Kasad. (Rudiono)
Mutasi Jabatan 40 Pati TNI
Jakarta, Metropol.
Dalam rangka pembinaan organisasi TNI, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan. TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui Mutasi dan Promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal.
Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/940/XII/ 2011 tanggal 23 Desember 2011, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, telah ditetapkan mutasi jabatan 40 Pati TNI yang terdiri dari : 7 Pati di jajaran Mabes TNI, 11 Pati di jajaran TNI AD, 3 Pati di jajaran TNI AL, 5 Pati di jajaran TNI AU, 7 Pati di jajaran Kemhan RI, 4 Pati di jajaran BIN, 1 Pati di jajaran Lemhannas RI, 1 Pati di jajaran Lemsanneg dan 1 Pati di jajaran Wantannas.
Dalam mutasi tersebut, tercatat 18 Pati mutasi antar jabatan dalam pangkat yang sama, diantaranya, Marsda TNI Ma’roef Sjamsoeddin, M.B.A. dari Sahli Ka BIN Bid. Hankam menjadi Waka BIN, Brigjen TNI Erro Kusnara, S.IP. dari Kabinda Sulteng BIN menjadi Kabinda Jateng, Laksma TNI Ir. Antonius Djonie Gallaran, M.M. dari Kapusada Baranahan Kemhan RI menjadi Ses Baranahan Kemhan RI, Laksma TNI Zufri Zaenal Abidin dari Dirdalprogar Ditjen Renhan Kemhan RI menjadi Ses Ditjen Renhan Kemhan RI, Marsma TNI dr. Bambang Yudadi, Sp.B., Sp. Kp. dari Kalakespra Saryanto menjadi Kadiskesau, Laksma TNI I.G. Putu Wijamahadi, S.H. dari Dirmatdik Debid. Dik. Pim. Tk. Nasional Lemhannas RI menjadi Danpusdikma Kodiklat TNI dan Brigjen TNI Dwi Soerastyo, S.IP. dari Bandep Renkon Depolstra Setjen Wantannas menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Hukum dan Brigjen TNI Sudirman Kadir dari Waasops Kasad menjadi Kasdam III/Slw.
15 Pati promosi jabatan diantaranya : Brigjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, S.H. dari Kabinda Jateng BIN menjadi Sahli Ka BIN Bid. Hukum, Marsma TNI dr. Maryunani S., M.Si., Sp.Kp. dari Kadiskesau menjadi Kapuskes TNI, Laksma TNI Amri Husaini dari Danpusdikma Kodiklat TNI menjadi Deputi Bid. Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam RI, Laksma TNI Freddy Rudolf Dicky Egam dari Dansatinteltek Bais TNI menjadi Deputi Bid. Pam Persandian Lemsanneg, Kolonel Kav Muhamad Thamrin Marzuki dari Pamen Denma Mabesad menjadi Kabinda Sulteng BIN, Kolonel Tek Asep Sumaruddin, M.Sc. dari Kabid Matra Udara Pusada Baranahan Kemhan RI menjadi Kapusada Baranahan Kemhan RI, Kolonel Kes dr. Agustinus Hari H., Sp.THT. dari Sesdiskesau menjadi Kalakespra Saryanto, Kolonel Lek Ir. Prakoso dari Kadislisapen Puspen TNI menjadi Asdep Koord. Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam RI, Kolonel laut (E) Sudarsono Suratman dari Paban Utama C-2 Dit C Bais TNI menjdai Dansatinteltek Bais TNI dan Kolonel Inf I Made Agra Sudiantara dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waasops Kasad.
Tujuh Pati dalam rangka pensiun diantaranya : Mayjen TNI Amril Amir, S.IP. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI, Mayjen TNI Mochamad Sochib, S.E., M.B.A dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD, Brigjen TNI H. Richard Hutadjulu, M.Sc. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD dan Laksma TNI Moch. Djunaedi, S.IP. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL. Keputusan Panglima TNI tersebut berlaku terhitung mulai tanggal 23 Desember 2011. (Kamal)
Kapuspen TNI Prajurit TNI Tidak Kebal Hukum
Jakarta, Metropol.
Prajurit TNI yang bersalah ataupun melanggar hukum pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak ada satupun prajurit TNI yang kebal terhadap hukum. Hal ini ditegaskan Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, S.E., terkait adanya pemberitaan tentang dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI dalam penyelundupan pupuk urea bersubsidi beberapa waktu lalu.
Menurut Laksda TNI Iskandar Sitompul S.E., oknum anggota TNI yang berinisial “J” tersebut berpangkat Kopral, dan bersama beberapa orang lainnya (bukan anggota TNI) menggunakan beberapa kendaraan truk tertangkap Polisi di Tol Jagorawi ketika akan menyelundupkan pupuk urea bersubsidi.
Oleh K epolisian, oknum “J” tersebut telah diserahkan ke Polisi Militer setempat (Sub Denpom Sukabumi), untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilaporkan kepada Komandan Satuannya untuk diberikan sanksi.
Pada saat kejadian oknum “J” mengemudikan salah satu truk yang mengangkut pupuk selundupan. Keterlibatan oknum “J” adalah sebagai pengemudi yang dimanfaatkan oleh cukong yang berinisial “RK” dan “JM”, yang saat ini sedang ditangani pihak Kepolisian. (Kamal)
Kapolda Kaltim ke Sungai Nyamuk
Tarakan, Metropol.
Kapolda Kaltim Irjen Polisi Bambang Widaryatmo bersama rombongan tiba di bandara Juwata, Tarakan. Kedatangan Kapolda disambut Walikota Tarakan H. Udin Hianggio dan Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo Trianto beserta ketua DPRD Tarakan, dan jajaran kepolisian.
Menurut Kapolres Tarakan, AKBP Desman Sujaya Tarigan, Kapolda Kaltim di Tarakan hanya transit, dan melanjutkan perjalanan ke Nunukan, tepatnya ke Sungai Nyamuk, sebuah daerah yang berada di garis batas wilayah Indonesia dan Malaysia.
“Kunjungan Kapolda hanya untuk mengecek dan melihat personel pengamanan dari Polri dan mitra Polri di daerah perbatasan di Sungai Nyamuk. Karena di daerah perbatasan ini anggota Polri tidak sendiri, tapi juga bekerjasama dengan mitra Polri yang ikut mengamankan daerah perbatasan,” ujarnya.
Terkait dengan perkelahian antar dua kelompok di Bulungan, kata Desman sesuai dengan protap, pihaknya telah mengirimkan satu peleton anggota Polisi beserta Brimob. “Kami sudah mengirimkan anggota ke Bulungan. Tapi saat ini situasi di Bulungan aman terkendali. Jadi kemungkinan besok anggota balik ke Tarakan, Desman mengatakan, situasi Bulungan aman terkendali, karena pelaku perkelahian yang menewaskan satu orang ini telah ditangkap. “Kami mendapatkan informasi pelakunya sudah ditangkap, dan situasi di Bulungan aman,” imbuhnya. (Andi Alamsyah)
Instruksi Kapolri Untuk Penanganan Rusuh Bima
Jakarta, Metropol.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengunjungi Bima, Nusa Tenggara Barat, terkait kerusuhan pembubaran blokade Pelabuhan Sape yang menewaskan tiga warga. Dalam kunjungan ini, Timur memberikan sejumlah instruksi kepada aparat di NTB.
"Beliau berpesan agar masyarakat tetap jernih dalam memandang situasi paska bentrok atau kerusuhan," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution.
Tak hanya itu, Timur juga menginstruksikan agar permasalahan ditangani secara profesional dan menggunakan pendekatan persuasif. "Jika ada permasalahan (hukum) akan diproses secara hukum hingga tuntas," kata Saud.
Menurut dia, Timur juga telah memberikan perintah untuk mengusut anggotanya secara hukum. "Apabila ada penyimpangan pidana akan kita proses secara pidana, profesi secara profesi dan disiplin secara disiplin," katanya.
"Kita akan menyelesaikan persoalan Bima itu secara transparan, supaya ada keseimbangan. Hal itu juga agar tidak ada kesan, Polisi membela diri, karena ada keterlibatan anggota," ujarnya.
Lantas, apa yang dilakukan Kapolri dalam kunjungan kali ini? "Intinya, Bapak Kapolri menemui tokoh dan masyarakat Bima, beliau berdialog dengan mereka," katanya.
Kapolri juga meminta masukan dari masyarakat terkait peristiwa yang terjadi di Sape, Bima. Menurut dia, kehadiran Kapolri di Bima, mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat setempat.
Dari dialog yang berlangsung, kata Sukarman, terungkap bahwa terjadi intimidasi terhadap warga Lambu oleh kelompok yang mengajak aksi demonstrasi di Sape. Kapolri juga menerima keluhan dari masyarakat Lambu yang terganggu atas peristiwa yang masih berlangsung di Kecamatan Lambu saat ini.
Selain itu, Polisi juga masih melakukan penyelidikan internal atas tewasnya tiga orang dalam pembubaran blokade Pelabuhan Sape itu. Jika nanti ada ditemukan pelanggaran, Polri akan memberi tindakan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 47 demonstran sebagai tersangka.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Boy Rafli Amar, membantah jika pihaknya dikatakan tidak kooperatif. Menurutnya, selama ini Polisi telah bersikap terbuka terhadap penyelidikan. Masalah dengan Komnas HAM, ujarnya, adalah karena kurangnya komunikasi saja.
"Komnas HAM boleh mengecek langsung dilapangan, komunikasi dengan masyarakat dan lainnya secara langsung, pihak kepolisian sangat terbuka, khususnya kepolisian Bima dalam memberikan data-data yang dibutuhkan," jelas Boy.
Terkait soal surat rekomendasi Komnas HAM, Boy mengatakan hal itu bukan termasuk dalam ranah tugas polisi. "Itu bukan domain polisi. Izin pertambangan adalah dari pihak Pemerintah Daerah, Bupati. Jadi polisi tidak berwenang untuk melakukan penghentian atau tidak," jelas Boy. (Delly M)
BNN Beberkan Kinerja Tahun 2011
Jakarta, Metropol.
Badan Narkotika Nasional (BNN), beberkan kinerja tahun 2011, mengenai tindak pidana narkoba. Dari hasil itu, terungkap sebanyak 94, dari hasil Laporan Kasus Narkotika (LKN). “LKN yang telah selesai disidik, diserahkan kepada penuntut umum, sebanyak 60 LKN. Sedangkan yang ditangkap 153 orang. Sedangkan kasus yang belum selesai ditangani sebanyak 34 LKN dan dilanjutkan pada tahun 2012,” kata Gories Mere kepada wartawan.
Sementara jumlah aset yang disita, dari seluruh kasus periode Januari hingga November 2011, mencapai Rp. 28.970.596.143,- (Dua puluh delapan miliar sembilan ratus tujuh puluh juta lima ratus sembilan puluh enam ribu seratus empat puluh tiga rupiah).
Dibidang pencegahan, kata Gories Mere, telah melaksanakan kegiatan prevensi, baik itu penyuluhan, pembentukan kader penyalahgunaan anti narkoba, penyebaran informasi dalam bentuk film atau iklan.
Lebih jauh, Gories Mere mengatakan, pencegahan dan pemberantasan tidak efektif, jika tidak di imbangi dengan rehabilitasi. Bidang rehabilitasi, kurun waktu Januari-November 2011, jumlah penyalahgunaan narkoba telah menjalani proses rehabilitasi di UPT T dan R BNN, Lido-Bogor sebanyak 757 orang, terdiri dari 697 pria dan 60 wanita. “Salah satu pilar yang sangat penting pemberdayaan masyarakat. Orientasi konkret, dari hasil yang nyata, agar masyarakat tidak menjadi sasaran untuk jadi mata pencaharian dengan menjual narkoba,” kata Gories.
Untuk ke arah itu, tahun ini, BNN beberapa kali melakukan kegiatan, seperti pengembangan agrowisata dan peternakan di Aceh atau kegiatan pembinaan dan pengembangan masyarakat Kampung Ambon, dengan menyediakan fasilitas kerja dan keterampilan tertentu.
Terobosan BNN 2011, adalah pengujian narkoba dan penggunaan media rambut. Tes ini menggunakan kendaraaan berteknologi GCMSMS (Gas Chromatography Mass Spectrometer Mass Spectrometer). Kendaraan ini mampu mendeteksi kandungan narkoba dengan menggunakan media rambut.
Selain itu, BNN telah memiliki 10 unit yang difokuskan untuk penggunaan diwilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk tes narkoba dengan rambut, peralatan dalam kendaraan juga diperlengkapi dengan alat tes narkoba dengan menggunakan urine. (Imran/Humas BNN).
Sabtu, 24 Desember 2011
SMK 2 Jeneponto Berubah Menjadi Lebih Baik
Jeneponto, Metropol.
Kalau sebelumnya Kepala SMK 2 Jeneponto, Junaid, M.Pd. mempunyai semboyan ”Setiap Hari Ada Perubahan” dan itu berhasil, maka tahun ini “Berubah Menjadi Lebih Baik” adalah Mottonya dalam menahkodai SMK 2 Jeneponto yang berlokasi di Kecamatan Rumbia. Saat Metropol berkunjung ke Sekolah Kejuruan ini, Junaid M.Pd., sedang mengajar. Dan kurang lebih satu jam kemudian baru menemui Metropol. Mengoptimalkan apa yang ada itu adalah awal dari wawancara kami.
Sekolah ini kekurangan Guru, jadi dengan kekurangan itu kita Optimalkan apa yang ada. Pembelajaran disini bukan dilaksanakan di sekolah saja, namun kalau ada praktek, kita lakukan di luar Sekolah karena disini peralatannya sangat terbatas. Jadi kita manfaatkan industri atau PLN dan yang ada kaitannya dengan pelajaran praktek tersebut. Kita namakan outsourcing, artinya kita manfaatkan apa-apa yang kita tidak punya, kita keluar, misalnya dalam teknik listrik kita mau ajarkan anak-anak kita tentang panel. Bagaimana merakit dan bagaimana pemasangan panel yang benar tentu mereka harus praktekan di kantor-kantor dan instansi terkait dan sesampai di sekolah, mereka presentasikan lagi. Kita juga punya program “Tutor Sebaya” artinya siswa yang mengajar ke siswa. Jadi siswa yang sudah mengetahui mengajar kepada siswa yang belum mengetahui dengan demikian, mereka akan mengetahui semua.
Berubah menjadi lebih baik, itu yang kita lakukan di sekolah ini. Hasilnya sungguh menggembirakan. Peserta didik di jurusan teknik elektro sudak bisa merakit komputer dan sudah dapat memperbaiki printer yang rusak. Sementara di jurusan listrik sudah dapat memperbaiki Bohlamp hemat energi yang putus atau rusak menjadi menyala lagi seperti yang baru.
Junaid M.Pd., mengajak Metropol memasuki ruang Kelas Dua, jurusan Menjahit. Di dalam kelas tersebut Metropol melihat beberapa siswa sedang praktek menjahit tanpa Guru. Sirmayanty Siswi Kelas Dua yang sedang menjahit menjelaskan bahwa dirinya sedang menjahit Rok dan sudah menguasainya. Begitu pula dengan Rohani yang ditanya Metropol mengatakan bahwa dirinya sangat senang bersekolah di SMK 2 Jeneponto, karena sudah bisa menjahit kemeja dan dan lain-lain kecuali stelan Jas, tapi kedepan kami pasti bisa.
Di Ruangan berbeda Metropol menemui Ratnawati S.Pd. salah seorang Tenaga Pengajar di SMK 2 Jeneponto. “Saya menunggu jam terakhir untuk mengajar teknik listrik,” akunya kepada Metropol. Saya mulai mengabdi disini sejak Juli 2010, dan Alhamdulillaah para siswa sudah mampu memperbaiki bohlam hemat energi yang rusak jadi menyala seperti yang baru. Ratna begitu sapaan akrabnya mengambil beberapa buah bohlam yang putus atau rusak di dalam laci meja dan memperlihatkan kepada metropol seraya mengajak langsung untuk meliput kegiatannya. Namun Metropol tidak sempat meliput kegiatannya dalam praktek teknik listrik karena ada janji di tempat lain. Pada semester yang lalu saya mengajar DKJ baru mengambil Produktif Tahun ini, banyak hal-hal yang bisa di jadikan motivasi misalnya ada pembelajaran Panel dikelas Tiga Produktif, Saya memberikan apresiasi kepada mereka ke lapangan.
Menurutnya Apalah artinya modul yang sekian tebalnya kalau kosong isinya, makanya saya mengajak para pelajar untuk “praktek langsung” dengan membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima sampai enam orang. Saya tugaskan ketujuh Instansi Kerja. Ada yang di Misi Pasaraya, Panel BRI Cabang, Panel Kantor DPRD Jeneponto, Panel Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang, Panel SMK Satu, Panel Wisma Labacu dan panel Tower TVRI di Bantaeng. Paling tidak, dari sekian banyak tugas yang mereka lakukan, sudah bisa membedakan mana panel yang benar dan salah, juga bisa melihat langsung hubungan antara panel yang satu dengan lainnya. Disitulah mereka bisa mendapat ilmu tambahan dan setelah itu mereka presentasi. Bukan itu saja tetapi saya inginkan keberanian mereka untuk terjun dilapangan demi menambah dan mengamalkan ilmunya kelak.
Kendala yang dihadapi sekarang adalah minimnya peralatan. Jika saja Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendiknas mau membantu, maka lewat Metropol ini kami dari SMK 2 Jeneponto mengucapkan terima kasih dan tentu para siswa akan lebih berprestasi. ( M. Arief, K.)
Polres Tanah Bumbu Gelar Operasi Pasukan Zebra Intan 2011
Tanah Bumbu, Metropol.
Dalam rangka mewujudkan Masyarakat yang tertib dan berdisiplin yang tinggi dalam berlalulintas serta seiring dengan perkembangan saat ini, lalulintas jalan menjadi permasalahan yang semakin rumit dan menunjukkan trend yang terus meningkat. Khususnya kecelakaan lalulintas telah membawa korban, baik korban jiwa maupun korban harta benda. Untuk menjawab permasalahan ini, pihak Polda Kalimantan Selatan menggelar pasukan Operasi Zebra Intan 2011, yang secara serentak dilaksanakan di seluruh Wilayah Hukum Polda Kal Sel, dari tanggal 28 November sampai dengan 11 Desember 2011.
Polres Tanah Bumbu. Gelar Pasukan Operasi Zebra Intan 2011 di Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan , berjalan tertib dan lancar, hadir dalam upacara tersebut, Kasat Lantas Polres Tanbu, AKP Moerdilly, SIK beserta staf , para Pejabat teras Polres beserta jajarannya, Lanal Kotabaru,Kodim, Perhubungan, Unsur TNI,Tokoh Masyarakat, Instansi terkait, para Undangan serta segenap peserta Upacara. Pelaksanaan kegiatan Operasi Zebra Intan 2011, selama 14 hari ini adalah merupakan Operasi Mandiri Kewilayahan dengan sandi Operasi Zebra Intan 2011. Dalam rangka penanggulangan segala bentuk Pelanggaran Lalulintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalulintas, guna menciptakan Kamseltibcar ( Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran, Red ) lalulintas di wilayah Hukum Polda Kalimantan Selatan.
Menurut Kapolda Kal Sel, Drs Syafruddin, M.Si, dalam Amanatnya yang dibacakan oleh Kabag OPS AKP Efrizal, SIK, sekaligus memimpin upacara, mewakili Kapolres Tanbu, AKBP Winarto, SIK, mengatakan, Pelaksanaan Operasi Zebra Intan 2011 ini, ada beberapa target operasi yang menjadi sasaran yaitu, 1. Perilaku Pengemudi atau Pengendara yang membahayakan pemakai jalan ( zig zag, mabuk, kebut kebutan dll ). 2. Pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalulintas seperti, Helm, Seat Belt, Rambu, Marka dan traffic light.3. Pengendara yang tidak memiliki SIM, STNK, pada saat mengendarai kendaraan. 4. Kendaraan Bermotor yang diduga hasil kejahatan. 5. Pengendara kendaraan roda dua yang tidak menyalakan lampu utama pada siang hari. “Kegiatan Operasi Zebra Intan 2011 yang dilaksanakan selama 14 hari, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Hukum dan kedisiplinan dalam berlalulintas serta sikap Mental para pengguna jalan , khususnya para pengemudi angkutan Umum dan pengendara kendaraan bermotor roda dua yang masih rendah,” katanya.
Selain itu, Kapolda juga mengatakan bahwa secara umum, sasaran operasi Zebra Intan 2011 kali ini, dititik beratkan pada tiga sasaran utama, 1. Menurunkan tingkat kecelakaan lalulintas dan kesemrawutan dijalan, akibat padatnya pengguna jalan dan ketidak disiplinan pengguna jalan di daerah rawan macet serta rawan pelanggaran dan lakalantas. 2. Kendaraan yang tidak memiliki Surat kelengkapan sama sekali atau bodong, yang diduga merupakan hasil kejahatan. 3. Pelaku pelanggaran lalulintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalulintas atau berakibat menimbulkan Fatalitas korban jiwa serta aktifitas masyarakat pengguna jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun lakalantas. Mengakhiri Amanatnya, mantan ajudan mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla ini mengharapkan, “untuk lebih meningkatkan peran serta dan dukungan dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta seluruh komponen Masyarakat di bidang lalulintas, sehingga disiplin berlalulintas dapat tercapai sebagaimana yang kita harapkan bersama. Dan kepada petugas petugas, dia menegaskan bahwa yang dikedepankan dalam operasi Zebra Intan 2011, Polisi lalulintas untuk benar benar mempedomani cara bertindak yang telah digariskan dalam Rencana operasi, berikan kepastian Hukum dan rasa keadilan kepada Masyarakat dan lakukan koordinasi dengan fungsi terkait serta tetap berpedoman kepada UU No.22 Tahun 2009, tentang Lalulintas dan Angkutan jalan,“ tegasnya. ( R Rasyid ).
Polres Jepara Tumpas Habis Penyakit Masyarakat
Jepara, Metropol
Pergantian pucuk pimpinan di jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jepara kini mulai menunjukan perkembangan yang meningkat dan mulai banyak yang menguntungkan kalangan masyarakat, dampak rasa aman dan nyaman bagi penduduk kabupaten Jepara. Hal ini disebabkan oleh karena jajaran Polres Jepara yang semakin hari semakin giat didalam membasmi segala macam penyakit masyarakat yang selama ini dirasakan sangat meresahkan warga Jepara.
Pernyataan Kapolres baru saat lepas kenal dengan mantan Kapolres Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara lalu yang menyatakan akan melanjutkan kini terjawab sudah. Setidaknya beberapa kasus yang berhasil diungkap sudah cukup memberi bukti awal dari apa yang dikatakan polisi nomor satu di Jepara tersebut.
Beberapa kasus tersebut diantaranya adalah terungkapnya kasus sabu – sabu yang berhasil diungkap satuan Narkoba Polres Jepara di desa Batealit, kecamatan Batealit. Disamping itu kasus lainnya yang juga berhasil di ungkap aparat Polres Jepara adalah kasus perjudian dan kasus pencabulan.
Untuk peengungkapan kasus sabu – sabu kali ini, satuan Narkoba Polres Jepara menangkap dua pelaku yang terdiri dari penjual dan pembeli. Adapun yang menjadi tersangka dalam kasus ini adalah Agus Riyanto (28) warga desa Lebu Awu kecamatan Pecangaan dan seorang pembeli bernama Alfian (45) warga desa Ngasem, kecamatan Batealit.
Dalam penangkapan kedua tersangka ini, jajaran aparat mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar dan langsung ditindaklanjuti. Seperti biasa, informasi yang diperoleh tidak meleset dan pihak kepolisian berhasil mengamankan kedua pelaku didua tempat yang berbeda.
Saat gelar perkara, Kapolres Jepara, AKBP Dr. Bakhruddin MS, SIK M.Si melalui Kasubag Humas AKP Budi Wiyono mengatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan dengan menggeledah rumah tersangka Alfian dan menemukan barang bukti berupa satu paket sisa sabu – sabu dengan berat 0,02 gram beserta alat hisap bong.
Dengan perbuatan yang dilakukan tersangka Alfian (45) kini tersangka harus menanggung Pasal 112 ayat 1dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 34 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman kurungan paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara. Sedangkan untuk Agus (28) selaku penjual, tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat 1 dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara.
Dalam transaksi barang haram tersebut, kali ini tersangka menggunakan sistem terputus karena Agus mengaku mendapatkan barang tersebut saat dirinya mengirim barang konveksi di Surabaya yang tidak langsung bertemu dengan penjualnya, ia hanya membayar barang haram tersebut seharga Rp. 1 juta. Masih menurut tersangka, sebagian barang haram tersebut ia konsumsi sendiri dan sisanya dijual ke Alfian.
Kasus lain yang berhasil diungkap jajaran aparat Polres Kudus adalah penggrebekan yang “serentak” yang dilakukan dua kepolisian Sektor di Jepara. Yakni Polsek Keling dan Polsek Kalinyamatan, yang berhasil menagkap lima pejudi ditiga tempat kejadian. Adapun tempat kejadian yang pertama di Sononan, Jlegong, kecamatan Keling mereka adalah Marmi (45) warga desa Jlegong, Karmidi (52), seorang pegawai Negeri Sipil (PNS) warga desa Gelang, kecamatan Keling dan Salamun (50) warga desa Klepu, kecamatan Keling.
Sedangkan tempat kejadian kedua berada di Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan dengan salah seorang tersangka yakni Hendri Hermawan (30) warga desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan,” kata Kapolres Jepara, AKBP Dr. Bakhruddin MS, melalui Kasatreskrim AKP Hendri Yulianto.
Dalam kejadian tersebut, untuk wilayah Sononan pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Rp. 207.000; sebuah telpon genggam dan dua bolpoin. Untuk wilayah kejadian Margoyoso, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa uang Rp. 380.000, enam lembar rekap togel, satu bolpoin dan satu toples kupon togel.
Menurut Hendri Yulianto, dalam penangkapan yang serentak ini bukan merupakan suatu bentuk operasi yang dilakukan serentak, namun sebuah kebetulan saat penggerebekan penyakit masyarakat ini dihari yang sama, Ungkap Hendri.( Petrus.)
Polres Jeneponto Ciptakan Suasana Aman
Jeneponto Metropol
Menjadikan suasana aman dan tenteram diwilayah Jeneponto Sulawesi- Selatan dan sekitarnya menjadi komitmen dari Kapolres Jeneponto AKBP.Sigit Waluya, Sik.SH dalam menjaga stabilitas keamanan Daerah ini.
Selaku aparat Negara AKBP. Sigit Waluya bertekad untuk selalu menjaga Kabupatn Jeneponto yang aman dan damai. Karena pihak Polres Jeneponto selalu bertindak previntif,tanggap melihat kondisi,memiliki sikap mengayomi dan melindungi masyarakat.
Mantan KASUBDIT GAKKUM Lantas Polda Sul-Sel ini kepada Metropol Diruang kerjanya belum lama ini mengatakan, tugas adalah amanah dan menjadi kehormatan bagi seorang anggota Polisi, “bila mampu mengayomi dan menciptkan rasa aman bagi warga masyarakat, karena itu, apapun kondisi dilapangn dengan segala keterbatasan harus dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Dalam menangani setiap masalah Polres Jeneponto selalu mengedapankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.Dengan demikian akan terbina kerja sama antara warga dengan petugas dalam hal memerangi kejahatan.untuk mencapai semua itu, maka akan dilakukan sosialisasi ditiap-tiap Mesjid pada hari Jumat yang dilaksanakan secara rutin ucapnya.
Polres Jeneponto akan berupaya mengamankan, meningkatkan pengawasan didaerah pada titik-titik tertentu yang rawan kejahatan.
Tidak hanya itu, kegiatan positif terhadap masyarakat akan dilaksanakan dalam berbagai kegiatan. Dengan demikian pihaknya merasa dekat dengan warga, membaur dan diselingi penanaman nilai-nilai moral dan pemahaman akan Hukum yang berlaku yang dapat menbentuk kekuatan yang utuh, maju bersama menjaga lingkugan masing –masing. (Zul Lallo)
Pilkades Tadang Palie Berlangsung Aman, Tertib & Demokratis
Pinrang, Metropol
Pesta Demokrasi tingkat desa baru saja Berlangsung, di Tengah-tengah Mayarakat Desa Tadang Palie, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang. Warga desa ini telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), yang di selenggarakan oleh Panitia Pilkades di ketuai Ir. Japri, bersama enam orang anggotanya yang tergabung sebagai panitia.
Desa Tadang Palie yang terdiri dari dua (2) dusun yaitu, Dusun Baru-baru dan Dusun Wakka, yang dihuni kurang lebih 4.000-an jiwa dan sebanyak 1.000-an Kepala keluarga (KK), dengan jumlah wajib pilihnya tercatat sebanyak 1.875 orang. Dari hasil penjaringan bakal calon (Balon), di ajukan beberapa nama dari tokoh masyarakat setempat hingga di tentukan tiga nama yang di pasti bersaing pada Plikades tersebut diantaranya, Husain, Muhammadong dan M.Nawir. Namun pada penetapan terakhir M.Nawir memilih mundur dan sisah dua calon di tetapkan untuk di pilih, Husain dan Muhammadong yang harus bersaing untuk memperebutkan suara pendukung dari jumlah totalnya sebanyak 1.875 orang wajib pilih, berdasarkan hasil pendataan di lakukan panitia sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di desa ini.
Sedangkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dua tempat yang dilakukan secara bergiliran, Dipagi harinya pemungutan suara dilaksanakan di Dusun baru-baru mulai pukul 08 sampai dengan pukul11:00 Wita. Kemudian peti surat suara di pindahkan untuk melanjutan pemungutan suara di DusunWakka pada pukul 11:30 sampai pada pukul 15:00 Wita. Selanjutnya perhitungan suara hingga selesai pada pukul 17:30 Wita. Pilkades berlangsung aman, tertib.
Dari hasil perhitungan suara memenangkan, Husain dengan Nomor urut Satu (1) yang unggul dengan perolehan dukungan sebanyak 1.000 suara sementara Muhammadong dengan menempati Nomor urut dua (2) memperoleh sebanyak 605 suara dengan selisih sebanyak 399 suara sedangkan batal sebanyak 4 surat suara dari jumlah Total sebanyak 1.605 suara selebihnya tidak terpakai sebanyak 266 surat suara. Pilkades dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten diantaranya, Asisten l (Drs.RustamM.Si), dan beberapa pejabat yang membidani Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten dan tak ketinggalan Camat Cempa (BadaruddinS.Sos) Kapolsek Cempa (AKP Muh.Amir SH) di ikuti beberapa anggota-nya serta terlihat pula sejumlah petugas Kepolisian Polres Pinrang yang turut memantau jalan-nya Pilkades tersebut belum lagi dari awal pelaksanaan Pilkade sesudah di perketat pengawalan dengan melibatkan sekitar 30-an dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjamin suksesnya Pilkades di desa tadang Palie. (MUH.Saleh AR)
Penyerahan 22 Unit Mobil Patroli Bantuan Dari Markas Besar (MABES) Polri
Bondowoso, Metropol.
Dalam rangka meningkatkan kegiatan pengamanan dan menjaga ketertiban umum di wilayah Polres Bondowoso. Markas Besar (Mabes) Polri memberikan bantuan mobil patroli melalui Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur sebanyak 22 unit. Dimana 20 unit merk Mitsubishi Strada untuk 20 Kepolisian Sektor (Polsek) dan 2 unit untuk Satuan Sabhara Polres Bondowoso jenis sedan merk Mitsubishi Lancer.
Untuk menjaga dan memelihara mobil patroli yang baru, masing-masing penerima di berikan pemaparan cara pemeliharaan dan perawatan kendaraan, dengan mendatangkan teknisi langsung dari pemegang merk. Yaitu Mitsubishi untuk menjelaskan dan memberikan penjelasan kepada Kapolsek dan drivernya. Driver ini tidak sembarangan juga mendapatkan test driver yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres Bondowoso. “Kita akan memberikan uji driver (driver yang berhak mengendarai 3 driver dari masing-masing Polsek dan 6 dari Sat Sabhara) yang layak untuk mengemudikan sekaligus menjaga dan memelihara kendaraan yang baru didapat. Karena kita tidak boleh sembrono untuk mengendarainya karena mobil ini adalah mobil dari masyarakat yang membayar pajak, jadi kita harus memeliharanya dengan sungguh-sungguh,” jelas Kapolres Bondowoso AKBP Bonny Djianto, S.IK, yang disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Bondowoso AIPTU Ichwanto saat Metropol mewawancarainya.
Sebelum upacara penyerahan mobil patroli, diadakan pemeriksaan dan cek kelengkapan kendaraan, dalam sambutannya Kapolres AKBP Bonny Djianto yang dibacakan oleh Waka Polres Bondowoso Kompol Koesno Wibowo, SH. “Bantuan mobil operasional benar-benar dipergunakan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi, Karena jika terjadi sesuatu hal pada mobil patroli ini akan di bebankan kepada masing-masing drivernya,” ungkapnya. (Mr. Wyudi)
Sebelum upacara penyerahan mobil patroli, diadakan pemeriksaan dan cek kelengkapan kendaraan, dalam sambutannya Kapolres AKBP Bonny Djianto yang dibacakan oleh Waka Polres Bondowoso Kompol Koesno Wibowo, SH. “Bantuan mobil operasional benar-benar dipergunakan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi, Karena jika terjadi sesuatu hal pada mobil patroli ini akan di bebankan kepada masing-masing drivernya,” ungkapnya. (Mr. Wyudi)
Pengedar Narkoba di Ciduk
Kendari, Metropol.
Beberapa waktu yang lalu pihak Polda Sulawesi Tenggara berhasil menciduk pengedar dan pengguna narkoba di Sulawesi Tengara. Termasuk di kota Kendari. Nasra Usanti, seorang gadis umur 22 tahun di dapati dalam tasnya tiga bungkus paket hemat jenis sabu-sabu. Gadis ini diduga sebagai pengedar. Dibekuk di rumahnya di Jalan Laute I, Kelurahan Mendonga, Kecamatan Mendonga, oleh Tim Tindak Pidana Narkoba Polda Sulawesi Tenggara.
Hari yang berbeda tim Idik Narkoba Polresta Kendari berhasil menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu berinisial ALS, warga Kelurahan Watulondo, Kecamatan Powotu. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah pelakunya ditangkap, langsung melakukan penggeledahan dan menemukan enam paket narkotika jenis sabu-sabu. Atas kerja keras Polresta Kendari, berusaha meningkatkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba di wilayah hukum kota Kendari.
Kasat Narkoba Polresta Kendari, mengadakan, pengintaian atas informasi masyarakat dan menangkap seorang lagi pengedar narkoba atas nama Suharman, yang baru saja tiga bulan bebas dari tahanan dengan kasus yang sama. Suharman ditangkap akhir pekan lalu di Lorong Dolog depan Kantor Pos Mendonga sekitar pukul 19.30 WIT. Saat akan melakukan transaksi, dan barang bukti yang disita satu bungkus sabu-sabu, dengan harga ditaksir Rp. 1.000.000,-.
Tim Metropol Sultra menghimbau kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara, agar lebih berhati-hati menghadapi berkembangnya obat-obat terlarang yang beredar di daerah Kendari, dan kalau ada yang diragukan agar segera memberikan informasi kepada aparat penegak hukum (Polri).
(TM Kendari)
Langganan:
Postingan (Atom)