Berau, Metropol - Nasib warga petani yang terletak di kilometer 28 Trans Berau Tanjung Selor mengeluhkan sungai yang menjadi tumpuan hidup mereka selama ini tidak bisa lagi di pakai untuk mandi apalagi di minum, akibat tercemar limbah beracun yang di kirim perusahaan PT. Berau Coal yang sedang melakukan kegiatan penambangan Batu Bara tidak jauh dari kawasan perkebunan warga.
Sinaga yang sempat di wawancarai tim Metropol yang saat itu melakukan investigasi pada tanggal 26 April 2014, ia katakan, dari 20 Kepala Keluarga yang tinggal di kilometer 28 ini, pada enam bulan lalu sudah pernah menyampaikan perihal sungai kami yang terindikasi tercemar limbah beracun. Namun oleh perusahaan PT. Berau Coal tidak menanggapi. Bahkan terkesan tutup mata. Dikatakannya, dampak tercemarnya air, ini bukan tidak beralasan, kenyataan dan fakta yang terjadi bulan yang lalu binatang peliharaan kami (anjing) mati akibat makan ikan yang terkontaminasi limbah, dan akibat dari itu juga warga yang tadinya bisa menjala ikan untuk dimakan, kini takut keracunan.
Demikian juga Ibrahim, Seorang Guru SMA yang juga pemilik kebun di kilometer 28 menuturkan hal yang sama, dikatakannya dengan adanya kejadian ini ada beberapa warga masyarakat karena mungkin tidak tahu, saat dia mandi di sungai ini beberapa hari kemudian badannya gatal-gatal dan menimbulkan bintik-bintik hitam.
Sementara itu sampai berita ini naik cetak, pihak perusahaan PT. Berau Coal belum bisa memberikan keterangan. Arif selaku Humas PT. Berau Coal masih berkoordinasi dengan tim teknis untuk melakukan pengecekan lokasi, “karena informasi ini baru diterima oleh pihak kami PT. Berau Coal,” kata Arif. (Sofyan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar