Selasa, 04 September 2012

Kapolri Akan Melakukan Evaluasi Terhadap Kinerja Anak Buahnya

Sampang, Metropol.

Dalam kunjungannya di Sampang, Madura, Jawa Timur, Kapolri bersama Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kepala BIN, Letjen Marciano Norman dan Menteri Agama Suryadharma Ali, untuk mengetahui aksi bentrok antara warga terhadap pengikut kolompok Syiah.

Kapolri beserta rombongan langsung menuju tempat kejadian pembakaran rumah-rumah pengikut pemimpin Syiah Tajul Muluk di Dusun Mangkernang. Pembakaran rumah pengikut Syiah Tajul Muluk, diketahui  secara tiba-tiba. Beberapa rumah  hangus terbakar. Satu orang tewas dan sebelas orang luka-luka termasuk Kapolsek Omben, AKP Aries.

Untuk sementara, sejumlah warga pengikut Syiah Tajul Muluk mengungsi ke Gelanggang Olah Raga dan dijaga ketat Polisi. Pengungsi kebanyakan dari ibu-ibu dan anak-anak berjumlah 215 orang. Keseluruhan pengungsi akan diberikan sandang pangan oleh Pemerintah.

Menurut Kapolri. Peristiwa ini sungguh memprihatinkan, siapapun yang melakukan pelanggaran akan ditindak. “Kita akan proses secara Hukum,” kata Kapolri.

Namun mengenai keterlambatan Polisi menangani hal ini, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, akan melakukan evaluasi menganai hal itu. “Saya akan Evaluasi kinerja bawahan saya,” ungkap Timur.

Begitu juga mengenai pelaku pembakaran itu. Semua akan diproses secara Hukum, kalau pelakunya hanya diketahui delapan orang, tetap harus mempertanggungjawabkan. Jika nanti ada lagi yang diketahui sebagai pelaku, akan dikenakan sangsi juga, sesuai perbuatannya. “Yang jelas, tetap akan diproses menurut Hukum yang Berlaku,” ungkap Timur Pradopo kepada wartawan. (H. Mudjari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar