Selasa, 04 September 2012

Lanal Kendari Amankan KLM Bunga Buana Karya

Kendari, Metropol.

KLM (Kapal Layar Motor) Bunga Buana Karya yang hendak berlayar menuju Lombok Nusa, Tenggara Barat, dari Pelabuhan Maligano, Kabupaten Muna, Provinsi Sultra, terpaksa harus menunda pelayarannya, sehubungan KLM tersebut digiring oleh Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TNI AL Lanal Kendari menuju Kendari.

Menurut informasi yang didapat dari Lanal Kendari disebutkan, bahwa penahanan KLM Bunga Buana Karya tersebut dipicu karena KLM yang memiliki bobot mati 106 GT diduga memiliki kelebihan muatan (Over Load). ”Kami tahan sementara karena muatan kapal tersebut telah melebihi water line (garis air red),” ungkap sumber tersebut.

Selanjutnya dikatakan, setelah diperiksa segala dokumen surat-surat kapal ternyata juga didapatkan KLM tersebut mempekerjakan ABK dibawah umur. Selain itu juga kapal yang memuat 325,6 meter kubik kayu olahan rimba campuran siap pakai tersebut, tidak dapat  menunjukkan dokumen berita acara perubahan bentuk kayu bulat menjadi olahan oleh Pejabat Penerbit Surat Keterangan Sah Kayu Bulat (P2SKSKB). Sehingga diduga kuat kayu olahan tersebut adalah hasil ilegal loging yang  berasal dari kawasan hutan konservasi, ungkap sumber. Selanjutnya KLM tersebut akan diserahkan ke instasi terkait, dalam hal ini Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sultra untuk proses lebih lanjut.

Ditempat terpisah Kepala BKSDA Sultra, Ir. Sahulata R. Yohana Kepada Metropol mengatakan, bahwa pihaknya telah mengetahui penangkapan KLM tersebut dan masih menunggu penyerahan administrasi penangkapan dari pihak Lanal Kendari. “Setelah ada penyerahan dari Lanal, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan lacak balak. Diakuinya pula bahwa tingkat kejahatan ilegal loging di wilayah Buton Utara saat ini sangat tinggi, namun pihaknya  tidak akan pernah ragu untuk menindak tegas pihak-pihak yang telah berani mengolah kayu di kawasan konservasi.

Kayu olahan tersebut berasal dari Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, Propinsi Sultra, yang mana kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kawasan Suaka Alam (Hutan Konservasi) Buton Utara yang luasnya mencapai 82.000 Ha. (Tim Metropol Sultra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar