Parepare, Metropol.
Pendaftaran Seleksi Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karir TNI AD Gelombang 2 Tahun 2012 di Wilayah Komando Resort Militer 142/TATAG. Jadwalnya di buka sejak tanggal 30 Juli 2012 sampai dengan 10 Agustus 2012.
Program rutin setiap tahun yang di laksanakan oleh institusi TNI AD ini adalah membuka peluang kepada Putra Bangsa yang memiliki cita-cita untuk menjadi Prajurit TNI AD yang profesional dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan pendaftaran ini di pusatkan di Kantor Ajudan Jenderal Korem 142/TATAG sebagai SUB Panda Parepare. Mulai dari Pendaftaran sampai dengan terpilihnya Calon Secata PK TNI AD Gel. 2 Tahun 2012 yang dinyatakan lulus dari seleksi untuk diberangkatkan di tempat Pendidikan.
Kepala Ajudan Jenderal Korem 142/TATAG, Mayor Caj Solehuddin, S.Ag saat di konfirmasi wartawan SKU Metropol di ruang kerjanya mengatakan, tahapan seleksi yang harus di laksanakan oleh para calon prajurit meliputi, tes kesehatan pertama, tes kesamaptaan jasmani, tes wawancara/mental ideologi, tes psikologi dilaksanakan di Kodam VII/Wirabuana Makassar, tes kesehatan kedua, dan sidang penentuan terakhir (Pantuhir).
Harapan yang di sampaikan Solehuddin dalam menghadapi tahapan seleksi adalah yang pertama, para calon mempersiapkan dirinya masing-masing dalam menghadapi seleksi dengan jalan belajar dan berlatih minimal tiga bulan sebelum pendaftaran terbuka. Latihan tersebut di harapkan ada target yang harus di dapat sebagai standar kelulusan, khususnya berlatih di Kesamaptaan dengan cara, bertahap, bertingkat dan berlanjut, kemudian harapan yang ke dua adalah agar Panitia Seleksi mendapatkan Calon yang baik dari segi fisik, kesehatan, kecerdasan dan mental, guna kedepannya setelah dilantik menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menjadi Prajurit yang tangguh dan profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya, khususnya menjaga keamanan dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Solehuddin menambahkan, terkait para calon yang mempunyai bakat dan prestasi di bidang olah raga yang sudah pernah mewakili Daerah melalui Kejuaraan Pekan Olah Raga tingkat Kabupaten/Kota, Pra PON, tentunya ada pertimbangan dalam seleksi. Sepanjang calon pendaftar tersebut memiliki Sertifikat/Piagam dan Keterangan dari KONI setempat bahwa pendaftar tersebut adalah benar-benar Atlet yang berprestasi, dan yang paling penting adalah di samping pendaftar adalah Atlet yang berprestasi tentunya calon tersebut harus memenuhi pensyaratan.
Namun yang paling fatal adalah penyakit Rabun dan Buta Warna yang sama sekali tidak bisa di akomodir. Jadi walaupun calon tersebut adalah Atlet yang berprestasi namun menderita penyakit rabun dan buta warna tentunya tidak ada jalan sama sekali untuk di luluskan, kecuali calon yang berprestasi tersebut hanya mengalami penyakit yang ringan selain dari rabun dan buta warna, tentunya masih ada jalan dan di berikan petunjuk untuk berobat sambil mengikuti tahapan seleksi.
Solehuddin juga menyampaikan bahwa tujuan memberikan pertimbangan khusus kepada calon yang berprestasi di Cabang Olah Raga yang telah memenuhi persyaratan untuk di luluskan, adalah sebagai Aset dan Generasi pelanjut bagi Prajurit TNI AD yang akan melanjutkan prestasi yang sudah di raih oleh Prajurit Seniornya bahkan Aset untuk terus di bina untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi dari yang sudah di peroleh oleh Prajurit TNI AD sebelumnya. Solehuddin mengakui bahwa yang paling membanggakan dan patut di tingkatkan lagi adalah Prajurit TNI AD selalu terdepan dalam Kejuaraan Cabang Olah Raga menembak, Karate pada Kejuaraan Militer se Asia yang di adakan pada setiap Tahunnya.
Intinya kata Solehuddin adalah, “TNI AD melalui seleksi yang dilaksanakan akan mencetak Prajurit TNI AD yang profesional, dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Khususnya menjaga kamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadi Prajurit TNI AD yang memiliki prestasi yang gemilang dan dapat mengharumkan nama Bangsa Indonesia sampai pada Tingkat Internasional,” ujarnya. (Gunawan S.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar